MODUL AJAR PJOK — Kelas 5 (Fase C) Topik: Bab 3 — Aturan Baru Permainan Seru INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Aturan Baru Permainan Seru |
|---|
| Alokasi Waktu | 17 JP (17 x 35 menit = 595 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 5.3.1 Merancang peraturan alternatif permainan untuk mendukung fair play
- TP 5.3.2 Merancang modifikasi permainan untuk mendukung partisipasi inklusif
- TP 5.3.3 Menguji efektivitas penerapan strategi gerak dalam situasi gerak permainan modifikasi
- TP 5.3.4 Menjalankan berbagai peran untuk mencapai keberhasilan kelompok di dalam aktivitas permainan modifikasi
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang biasanya membuat sebuah permainan menjadi tidak adil bagi sebagian pemain?
- Bagaimana aturan baru dapat dibuat agar semua pemain bermain jujur dan saling menghargai?
- Bagaimana jika teman kita yang memiliki postur tubuh lebih kecil atau kesulitan melempar jauh ingin ikut bermain bola tangan?
- Apa yang terjadi pada permainan jika ukuran lapangan terlalu luas atau bola yang digunakan terlalu berat bagi sebagian teman?
- Bagaimana perasaanmu jika dalam sebuah permainan ada teman yang tidak pernah mendapatkan giliran menyentuh bola atau bergerak aktif?
- Aturan cara bermain seperti apa yang bisa kita ubah agar semua teman, baik yang larinya cepat maupun lambat, bisa ikut mencetak poin bersama?
- Apa yang terjadi jika semua pemain dalam satu tim hanya ingin mencetak poin dan tidak ada yang menjaga daerah bertahan?
- Mengapa setiap peran dalam permainan modifikasi memiliki arti penting untuk keberhasilan tim?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa suatu strategi gerak benar-benar berhasil saat menghadapi lawan dalam permainan modifikasi?
- Apa yang harus tim lakukan ketika strategi gerak yang sudah direncanakan ternyata tidak berhasil menembus pertahanan lawan?
- Bagaimana sebuah aturan alternatif dapat memastikan setiap anggota kelompok bermain secara adil (fair play) dan inklusif?
- Mengapa kita perlu membagi peran secara jelas dan menguji strategi gerak saat bertanding dalam permainan modifikasi?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Merancang Peraturan Alternatif Permainan untuk Mendukung Fair Play — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.3.1 Merancang peraturan alternatif permainan untuk mendukung fair play
Pendahuluan:- Guru membuka kelas, mengecek kehadiran, dan mengondisikan murid di area lapangan (5 menit).
- Guru melakukan pemanasan terstruktur dalam bentuk gerak lari bolak-balik ringan melintasi garis batas (10 menit).
- Guru memberikan asesmen diagnostik lisan mengenai konsep fair play menggunakan 2 studi kasus konkret (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang prinsip fair play (kejujuran mengakui sentuhan, kesempatan seimbang, ketiadaan kecurangan fisik) dalam permainan tradisional kejar-kejaran/bentengan (10 menit).
- Murid menganalisis 3 kartu masalah ketidakadilan dalam permainan bentengan sederhana: Kartu 1: 'Pemain penjaga benteng mendorong lawan dengan keras saat menyentuh' (masalah: kontak fisik berlebih mencederai keselamatan); Kartu 2: 'Pemain yang tersentuh menolak menjadi tawanan karena merasa wasit tidak melihat' (masalah: ketidakjujuran pengakuan sentuhan); Kartu 3: 'Zona bebas tawanan terlalu sempit sehingga pemain yang baru keluar langsung tersentuh seketika tanpa jeda' (masalah: ketidakseimbangan peluang gerak) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan simulasi kilat kejar-sentuh 'Kucing dan Tikus' selama 3 putaran untuk menemukan celah kecurangan atau perselisihan yang sering muncul (15 menit).
- Setiap pasangan menyusun lembar rancangan 3 butir peraturan alternatif untuk permainan bentengan/kejar-sentuh guna mengatasi 3 masalah pada tahap sebelumnya agar fair play tegak: Aturan Alternatif 1: mengatur teknik sentuhan sah (hanya tepukan ringan pada bahu/punggung, dilarang mendorong/menarik baju); Aturan Alternatif 2: mengatur sanksi kejujuran (pemain yang menyangkal sentuhan setelah diverifikasi saksi/rekan mendapat penalti waktu tunggu 2 menit di garis samping); Aturan Alternatif 3: mengatur zona aman netral (pemain baru yang lepas dari tawanan memiliki jeda perlindungan 3 hitungan langkah sebelum boleh disentuh kembali) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling menukarkan lembar rancangan aturan alternatif dengan pasangan lain untuk memeriksa apakah rancangan aturan alternatif tersebut dapat menyelesaikan masalah fair play secara logis dan jelas (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid melakukan pendinginan relaksasi otot kaki dan lengan (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir cek pemahaman berupa rekapitulasi lisan terhadap 3 unsur peraturan pendukung fair play yang telah dirancang (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan disiapkan kartu panduan stimulus berisi opsi pilihan mekanisme aturan alternatif; bagi murid yang mahir diberikan tantangan merancang aturan alternatif pada situasi permainan yang melibatkan penalti akumulatif.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dalam merumuskan kalimat klausul aturan; murid mahir merumuskan secara mandiri bersama pasangannya.
- Produk: Format rancangan peraturan alternatif dapat berupa bagan tertulis terstruktur atau lembar daftar butir regulasi permainan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan pemahaman fair play menggunakan 2 kasus konkret: Kasus A: 'Andi sengaja menyenggol Budi hingga jatuh agar tidak bisa mengejar benteng'; Kasus B: 'Siti pura-pura tidak terkena lemparan bola padahal bola jelas menyentuh bajunya'. Kriteria ketepatan: Murid tepat mengidentifikasi tindakan tidak adil dan alasannya pada kedua kasus (Acuan Kasus A: perilaku melanggar keselamatan fisik/kesengajaan mencelakai lawan; Acuan Kasus B: perilaku melanggar kejujuran/tidak mengakui sentuhan yang sah).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja rancangan peraturan alternatif pendukung fair play. Guru memeriksa kelengkapan dan ketepatan 3 butir rancangan aturan alternatif murid yang mencakup: (1) regulasi batasan sentuhan aman/tanpa dorongan, (2) mekanisme penalti/kejujuran atas pengakuan sentuhan, dan (3) batasan peluang bermain yang seimbang/zona aman.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta perwakilan murid menyebutkan 3 rancangan peraturan alternatif yang dibuat beserta alasan mengapa aturan itu membuat permainan menjadi fair play (Kriteria keberhasilan: rancangan memuat batasan kontak fisik aman, mekanisme sanksi ketidakjujuran, dan kesetaraan peluang gerak bagi seluruh pemain).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal melalui telaah kasus ketidakadilan dalam permainan
- Penilaian proses rancangan lembar peraturan alternatif permainan untuk fair play
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Rancangan Peraturan Alternatif Pendukung Fair Play | Merancang 1 aturan alternatif, namun rumusannya belum menyelesaikan masalah ketidakadilan dalam permainan atau belum menyentuh aspek fair play. | Merancang 1 sampai 2 aturan alternatif yang secara tepat memuat solusi atas masalah ketidakadilan/fair play dengan bantuan panduan guru. | Merancang 3 aturan alternatif permainan (mencakup regulasi sentuhan aman, mekanisme kejujuran pengakuan sentuhan, dan keseimbangan peluang gerak) yang logis dan operasional mendukung fair play secara mandiri. | Merancang lebih dari 3 aturan alternatif permainan yang mencakup regulasi sentuhan aman, mekanisme kejujuran, keseimbangan peluang gerak, serta sistem sanksi bertingkat secara perinci, logis, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mampu mengidentifikasi celah ketidakadilan dalam permainan dan merumuskan aturan alternatif yang solutif?
- Bagaimana keterlibatan murid selama simulasi pengujian aturan awal sebelum merancang aturan baru?
Murid:- Bagian mana dari aturan yang kamu buat yang paling ampuh mencegah perselisihan atau kecurangan saat bermain?
- Apakah aturan yang kamu rancang sudah memberikan kesempatan yang adil bagi setiap orang?
Pertemuan 2 — Merancang Modifikasi Permainan pada Penyesuaian Alat dan Area untuk Mendukung Partisipasi Inklusif — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.3.2 Merancang modifikasi permainan untuk mendukung partisipasi inklusif
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid di lapangan/aula (5 menit).
- Guru melakukan pemanasan terpadu melalui permainan peregangan dinamis 'Jaring Nelayan' di area terbatas (10 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat mengenai konsep modifikasi alat dan area bermain dengan mengajukan 2 situasi studi kasus inklusi (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi permainan lempar-tangkap dasar pada lapangan berukuran standar (10x10 meter) menggunakan bola kasti kecil yang keras, lalu guru memperkenalkan konsep modifikasi alat (ukuran, berat, tekstur bola) dan modifikasi area (jarak lempar, luas batas lapangan, zona aman) agar seluruh murid dapat ikut berpartisipasi (15 menit).
- Dalam kelompok kecil berisi 4-5 orang, murid menganalisis 2 skenario hambatan partisipasi bermain: Skenario 1 berkaitan dengan kesulitan menangkap bola kecil yang licin/keras; Skenario 2 berkaitan dengan kelelahan berlebih karena ukuran lapangan terlalu lebar bagi pemain bertungkai pendek (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Setiap kelompok merancang modifikasi alat (memilih dari ragam opsi alat: bola spons besar, bola plastik berongga, atau balon berbalut kain) dan merancang modifikasi area (menentukan zona bermain bertingkat: zona dekat 3 meter, zona sedang 5 meter, serta memperkecil batas garis gerak menjadi 6x6 meter) pada Lembar Rancangan Modifikasi Inklusif (20 menit).
- Setiap kelompok menguji coba rancangan modifikasi alat dan area yang telah dibuat melalui permainan lempar-tangkap ceria bersama anggota kelompoknya guna memastikan seluruh murid—tanpa terkecuali—dapat menangkap bola dan bergerak leluasa di dalam area yang disesuaikan (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompok mengevaluasi keterlaksanaan rancangan: mencatat apakah modifikasi alat dan area yang dirancang terbukti memudahkan seluruh anggota kelompok terlibat aktif dan tidak ada teman yang tereliminasi atau pasif (10 menit).
Penutup:- Murid melakukan aktivitas pendinginan statis untuk mengendurkan otot lengan dan tungkai sambil mengatur napas (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan prinsip modifikasi alat dan area untuk menciptakan permainan inklusif (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu pilihan modifikasi visual (pilihan gambar bola spons, bola plastik, batas kun dekat); murid yang lebih mahir diarahkan merancang penyesuaian area dengan multi-zona (tiga zona jarak berbeda).
- Proses: Kelompok yang kesulitan menentukan ukuran area didampingi langsung oleh guru dengan pemasangan kun pembatas secara bertahap; kelompok mandiri langsung bereksperimen membagi luas area bermain.
- Produk: Rancangan modifikasi dapat dituangkan dalam bentuk diagram peta lapangan bergambar kun dan bola atau daftar tabel modifikasi alat dan area.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran berbasis 2 situasi konkret: (1) 'Jika ada teman yang jari tangannya sakit/lemah saat menangkap bola kasti yang keras, alat apa yang sebaiknya kita ganti agar ia tetap bisa bermain?' (Acuan jawaban benar: mengganti bola kasti dengan bola spons/bola plastik besar/balon yang empuk dan ringan); (2) 'Jika ada teman yang cepat lelah saat berlari di lapangan bola seluas 15 meter, bagaimana kita menyesuaikan areanya?' (Acuan jawaban benar: memperkecil ukuran area/lapangan bermain atau membuat jarak garis target lebih dekat).
Proses:- Penilaian formatif pengerjaan Lembar Rancangan Modifikasi Inklusif oleh kelompok dengan 2 kriteria wajib: (1) Penyesuaian Alat: kelompok wajib memilih/menentukan minimal 1 jenis alat modifikasi yang lebih aman/mudah diakses (acuan pilihan: bola spons diameter 15-20 cm atau bola plastik berongga); (2) Penyesuaian Area: kelompok wajib memetakan minimal 1 penyesuaian dimensi area (acuan pilihan: memperkecil lapangan menjadi 6x6 meter atau menyediakan zona lempar dekat berjarak 3 meter). Kunci/Kriteria verifikasi: rancangan logis dan secara langsung mengatasi hambatan fisik pemain.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (tiket keluar) berisi 2 butir isian: (1) Sebutkan 1 contoh modifikasi alat permainan agar teman yang kesulitan menangkap dapat ikut bermain! (Kriteria penerimaan: jawaban menyebutkan penggantian bola menjadi lebih lunak, lebih ringan, atau berdiameter lebih besar seperti bola busa/bola plastik); (2) Sebutkan 1 contoh penyesuaian area bermain agar teman yang lambat bergerak tidak tertinggal! (Kriteria penerimaan: jawaban menyebutkan pengurangan luas lapangan atau pemendekan jarak antar-pos/kun).
Formatif:- Lembar rancangan modifikasi permainan (alat dan area) inklusif
- Observasi keterlibatan dan partisipasi anggota saat uji coba rancangan permainan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Merancang modifikasi alat untuk partisipasi inklusif | Belum mampu menentukan rancangan modifikasi alat yang sesuai dengan kebutuhan partisipasi inklusif. | Mampu merancang modifikasi alat tetapi pilihan alat belum sepenuhnya mendukung kemudahan tangkap/partisipasi seluruh anggota kelompok. | Mampu merancang modifikasi alat (misal: mengganti bola keras dengan bola spons/plastik lunak yang lebih besar) secara tepat sehingga mendukung partisipasi inklusif. | Mampu merancang modifikasi alat secara mandiri, variatif, dan sangat tepat (menyesuaikan ukuran, berat, dan tekstur) sehingga seluruh anggota kelompok berpartisipasi optimal tanpa hambatan. | | Merancang modifikasi area untuk partisipasi inklusif | Belum mampu menentukan rancangan penyesuaian luas atau jarak area permainan. | Mampu merancang modifikasi area tetapi pembagian zona atau batas ukuran lapangan belum proporsional bagi pergerakan pemain. | Mampu merancang modifikasi area (memperkecil luas lapangan atau membagi zona jarak lempar berjenjang) secara tepat untuk mendukung partisipasi inklusif. | Mampu merancang modifikasi area secara mandiri dan komprehensif (pengaturan dimensi lapangan dan penetapan zona fleksibel) yang menjamin seluruh anggota aktif bergerak. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi perancangan modifikasi alat dan area dapat dipahami dengan jelas oleh seluruh kelompok?
- Bagaimana keterlibatan murid berkemampuan gerak rendah saat rancangan modifikasi kelompoknya diuji coba?
Murid:- Bagian modifikasi mana yang paling membantu kelompokmu agar semua teman bisa ikut menangkap dan melempar bola?
- Apakah perubahan ukuran lapangan dan jenis bola membuat permainan terasa lebih adil dan seru untuk semua?
Pertemuan 3 — Merancang Modifikasi Permainan pada Penyesuaian Cara Bermain untuk Mendukung Partisipasi Inklusif — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.3.2 Merancang modifikasi permainan untuk mendukung partisipasi inklusif
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan memimpin doa pembuka (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu merancang modifikasi permainan pada penyesuaian cara bermain agar semua murid terlibat aktif tanpa terkecuali (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 kartu skenario masalah bermain (Skenario A: pemain gesit mendominasi bola sendirian; Skenario B: teman yang berlari pelan selalu dieliminasi di menit awal) dan meminta murid menuliskan 1 ide penyesuaian cara bermain di papan mini (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak ulasan guru tentang 3 teknik modifikasi cara bermain yang mendukung partisipasi inklusif: (1) aturan sentuhan minimal sebelum poin dibuat (misal: minimal 3 pemain berbeda menyentuh bola), (2) sistem peran bergilir (setiap orang bergantian menjadi penyerang/pengumpan), dan (3) penyesuaian tempo/zona gerak (misal: berjalan cepat alih-alih berlari sprint agar pemain dengan kelincahan beragam setara) (10 menit).
- Murid secara berpasangan menganalisis contoh kasus permainan lempar-tangkap tradisional yang sering didominasi pemain tertentu, lalu menelaah bagaimana perubahan cara bermain mengubah tingkat keterlibatan setiap peserta (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid membentuk kelompok beranggotakan 4-5 orang untuk menjalankan 'Tantangan Rancang Operan Serentak' dalam permainan mini modifikasi (10 menit).
- Setiap kelompok merancang dan menuliskan formulir modifikasi cara bermain pada permainan lempar sasaran/bola beracun mini dengan menetapkan minimal 2 aturan cara bermain inklusif (pilihan aturan: kewajiban 3 operan wajib sebelum melempar target, semua anggota tim wajib menyentuh bola, atau pemain tidak boleh mengeliminasi melainkan memberi tugas tantangan gerak bersama) (15 menit).
- Setiap kelompok menguji coba rancangan cara bermain yang mereka buat dalam durasi bermain 5 menit untuk memastikan seluruh rekan kelompoknya benar-benar terlibat dan mendapat giliran aktif (5 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompoknya meninjau kembali apakah modifikasi cara bermain yang mereka rancang berhasil membuat teman yang biasanya pasif menjadi aktif bergerak dan ikut mencetak poin (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan prinsip utama modifikasi cara bermain yang inklusif, yaitu memprioritaskan keterlibatan seluruh anggota di atas dominasi pemain tertentu (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas rancangan kelompok, menginformasikan bahwa hasil rancangan ini akan dipadukan dengan pembagian peran kelompok pada Pertemuan 4, lalu menutup sesi dengan doa dan pendinginan gerak ringan (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar panduan pilihan aturan siap-pakai (template opsi: aturan minimal operan atau pembatasan langkah), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan tantangan merancang kombinasi 3 variasi cara bermain sekaligus.
- Proses: Kelompok yang masih bingung didampingi guru dengan simulasi langsung 1 aturan modifikasi, sementara kelompok mandiri langsung merancang dan menguji 2-3 variasi aturan cara bermain.
- Produk: Rancangan modifikasi cara bermain dituangkan dalam formulir tertulis kelompok yang memuat nama permainan, aturan asli, aturan baru cara bermain, dan alasan inklusifnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan merancang modifikasi cara bermain inklusif: Murid merespons 2 kartu skenario masalah bermain berikut. Skenario 1: 'Dalam permainan bola basket mini, hanya 1 anak yang selalu membawa bola dan mencetak angka, teman lain hanya menonton.' (Kriteria penerimaan: murid mengusulkan aturan cara bermain seperti wajib mengoper minimal 3 kali atau semua pemain wajib menyentuh bola sebelum menembak). Skenario 2: 'Dalam permainan kejar-kejaran, anak yang berlarinya pelan langsung tereliminasi dan duduk di pinggir selama 20 menit.' (Kriteria penerimaan: murid mengusulkan aturan cara bermain seperti tidak ada sistem gugur/eliminasi, melainkan menjadi penangkap bersama atau berganti peran setelah menghitung angka tertentu).
Proses:- Observasi ketercapaian perancangan modifikasi cara bermain saat diskusi kelompok: Memeriksa Lembar Rancang Permainan kelompok dengan 2 indikator: (1) Adanya rumusan aturan baru yang secara spesifik mengubah cara/mekanisme bermain (bukan mengubah alat atau ukuran lapangan), (2) Aturan tersebut secara logis menjamin seluruh anggota kelompok (tanpa memandang kemampuan fisik) mendapatkan giliran aktif menyentuh bola/berperan dalam permainan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi berupa pemeriksaan hasil Lembar Rancang Permainan Inklusif kelompok: Kriteria ketercapaian: Kelompok berhasil menuliskan minimal 2 aturan modifikasi cara bermain yang jelas dan operasional (Acuan kriteria: (1) aturan mewajibkan distribusi gerak/bola ke seluruh anggota tim, (2) aturan meniadakan eliminasi pasif sehingga tidak ada anak yang menganggur di pinggir lapangan).
Formatif:- Asesmen awal diagnostik melalui respon solusi kartu skenario ketimpangan bermain
- Penilaian formatif proses unjuk kerja perancangan lembar modifikasi cara bermain inklusif kelompok
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Perancangan Modifikasi Cara Bermain Inklusif | Belum mampu merancang aturan modifikasi cara bermain yang mendukung partisipasi inklusif; aturan yang dirancang masih menimbulkan dominasi individu atau meminggirkan teman tertentu. | Mampu merancang 1 aturan modifikasi cara bermain, namun penyesuaiannya belum sepenuhnya menjamin partisipasi aktif bagi seluruh anggota kelompok. | Mampu merancang 2 aturan modifikasi cara bermain yang jelas, tepat, dan secara langsung mendukung partisipasi inklusif seluruh anggota tim tanpa eliminasi pasif. | Mampu merancang lebih dari 2 aturan modifikasi cara bermain yang sangat inovatif, komprehensif, dan secara mandiri memastikan seluruh anggota tim dengan berbagai tingkat kemampuan berpartisipasi setara. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi modifikasi cara bermain mudah dipahami dan diterapkan oleh murid saat berdiskusi?
- Apakah seluruh murid, termasuk yang kurang percaya diri dalam bergerak, tampak antusias dan terlibat dalam kelompoknya?
Murid:- Aturan baru mana yang paling membuatmu merasa nyaman dan ikut bermain bersama teman-teman?
- Apa kesulitan yang kamu rasakan ketika harus merancang aturan agar semua teman mendapatkan giliran yang sama?
Pertemuan 4 — Menjalankan Berbagai Peran untuk Mencapai Keberhasilan Kelompok di dalam Aktivitas Permainan Modifikasi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.3.4 Menjalankan berbagai peran untuk mencapai keberhasilan kelompok di dalam aktivitas permainan modifikasi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan memimpin doa bersama (3 menit).
- Guru memandu pemanasan dinamis terpimpin dalam bentuk permainan peregangan berpasangan untuk menyiapkan fisik (7 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjalankan berbagai peran dalam kelompok pada aktivitas permainan modifikasi (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik kesiapan peran dengan menanyakan pembagian peran gerak dasar dalam kelompok (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang 3 peran spesifik dalam permainan modifikasi 'Lempar Tangkap Zona Keranjang': (1) Pengumpan (bertugas memindahkan bola ke rekan setim), (2) Penyerang/Pencetak Poin (bertugas menangkap bola di zona sasaran), dan (3) Penjaga/Bertahan (bertugas menghadang operan lawan di zona netral) (10 menit).
- Murid mengamati peragaan singkat mengenai tugas gerak spesifik masing-masing peran saat permainan berlangsung (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok yang terdiri atas 5-6 orang dan menyepakati pembagian giliran 3 peran (Pengumpan, Penyerang, Penjaga) menggunakan kartu tanda peran (5 menit).
- Murid mempraktikkan permainan modifikasi 'Lempar Tangkap Zona Keranjang' Putaran 1, di mana murid menjalankan peran pertama yang dipilih secara disiplin selama 15 menit (7 menit).
- Murid melakukan rotasi peran (misalnya dari Penyerang berganti menjadi Penjaga, Penjaga menjadi Pengumpan) lalu mempraktikkan Putaran 2 permainan dengan menjalankan peran barunya selama 15 menit (15 menit).
- Murid melakukan rotasi peran sekali lagi ke peran ketiga yang belum dijalankan dan memainkan Putaran 3 permainan secara aktif dan penuh tanggung jawab selama 15 menit (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid berkumpul dalam kelompoknya untuk mengevaluasi apakah setiap anggota telah menjalankan tugas perannya dengan baik dan bagaimana pelaksanaan peran tersebut membantu kelompok meraih poin atau mempertahankan daerah (15 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pelaksanaan berbagai peran dan bagaimana kontribusi setiap peran menentukan keberhasilan tim (5 menit).
Penutup:- Guru memandu aktivitas pendinginan statis dan relaksasi pernapasan (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya menjalankan tugas sesuai peran kelompok dalam permainan modifikasi (5 menit).
- Guru menginformasikan materi untuk pertemuan berikutnya mengenai pengujian strategi gerak, lalu menutup kelas dengan doa bersama (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar visual panduan tugas peran dengan gambar posisi lapangan bagi murid yang memerlukan panduan visual konkret.
- Proses: Murid yang masih ragu menjalankan peran didampingi guru dengan pembagian zona gerak yang lebih jelas; murid yang sudah mahir diberi tantangan melakukan rotasi peran secara dinamis tanpa jeda arahan.
- Produk: Pelaksanaan tugas peran ditunjukkan langsung melalui aksi gerak di lapangan sesuai peran yang sedang diembannya (Pengumpan, Penyerang, atau Penjaga).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Guru menyebutkan 3 tugas: (1) merebut/menghadang bola, (2) mengalirkan bola ke teman, (3) menangkap bola di zona target untuk dapat poin. Murid diminta memasangkan nama peran yang tepat. Acuan kunci jawaban: (1) Penjaga/Bertahan, (2) Pengumpan, (3) Penyerang/Pencetak Poin.
Proses:- Pengamatan langsung keterlibatan murid dalam menjalankan tugas spesifik dari 3 peran saat permainan modifikasi berlangsung. Kriteria pengamatan: (1) Peran Pengumpan: aktif mencari posisi terbuka dan mengoper bola ke teman; (2) Peran Penyerang: bergerak aktif di area sasaran untuk menangkap bola; (3) Peran Penjaga: memposisikan diri menutup ruang operan lawan di zona bertahan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan singkat di akhir sesi: Murid menyebutkan 1 tugas gerak utama dari peran yang paling mereka kuasai hari ini (Acuan jawaban: jika menyebut Pengumpan = mengoper bola ke teman; jika Penyerang = menangkap bola di zona sasaran; jika Penjaga = menghalau bola/menutup operan lawan).
Formatif:- Lembar observasi unjuk kerja pelaksanaan peran kelompok dalam permainan modifikasi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pelaksanaan berbagai peran dalam kelompok | Hanya diam atau pasif di lapangan, belum menjalankan tugas gerak spesifik dari peran yang ditentukan (Pengumpan, Penyerang, atau Penjaga) walau telah diarahkan guru. | Mampu menjalankan tugas gerak spesifik pada 1 jenis peran saja (misal hanya sebagai Penyerang), namun belum menjalankan tugas saat dirotasi ke peran lain. | Mampu menjalankan tugas gerak spesifik pada 2 jenis peran dengan konsisten saat rotasi peran berlangsung. | Mampu menjalankan tugas gerak spesifik pada seluruh (3 jenis) peran (Pengumpan, Penyerang, dan Penjaga) secara konsisten dan mandiri sesuai rotasi dalam permainan modifikasi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu pada tiap putaran rotasi peran cukup memberikan kesempatan yang merata bagi seluruh murid?
- Bagaimana keterlibatan murid yang memiliki kemampuan gerak bervariasi dalam menjalankan peran bertahan maupun menyerang?
Murid:- Peran apa yang paling kamu sukai saat bermain tadi dan tugas apa yang kamu lakukan untuk membantu kelompokmu?
- Apakah kamu merasa terbantu ketika teman kelompokmu menjalankan perannya dengan disiplin?
Pertemuan 5 — Menguji Efektivitas Penerapan Strategi Gerak dalam Situasi Gerak Permainan Modifikasi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.3.3 Menguji efektivitas penerapan strategi gerak dalam situasi gerak permainan modifikasi
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan memandu pemanasan dinamis berpasangan berupa permainan reaksi tangkap bola modifikasi (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menguji efektivitas penerapan strategi gerak dalam situasi gerak permainan modifikasi (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan untuk memetakan kesiapan murid dalam memahami cara menguji keberhasilan strategi gerak (acuan: strategi gerak dinyatakan efektif jika sasaran tercapai/poin diperoleh dan ruang gerak lawan tertutup) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru mendemonstrasikan dua skenario situasi gerak permainan modifikasi invasi (permainan lempar-tangkap bola berangka dengan area gawang modifikasi): Skenario A (strategi operan cepat menyebar ke ruang kosong) dan Skenario B (strategi menggiring/memegang bola statis di satu titik) (10 menit).
- Murid dalam kelompok mengamati dan mengidentifikasi indikator efektivitas strategi gerak: (1) kelancaran alur bola menembus pertahanan lawan, (2) pemanfaatan ruang kosong tanpa direbut, dan (3) keberhasilan mencetak poin ke sasaran (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok bermain 4 lawan 4 untuk memainkan ronde uji coba 1 dengan menerapkan Strategi Gerak 1 (operan cepat menyebar ke ruang kosong), lalu mencatat jumlah serangan yang berhasil menembus sasaran dari 5 kesempatan (15 menit).
- Setiap kelompok menerapkan Strategi Gerak 2 (umpan silang satu-dua dengan poros tengah), menguji keterpakaian strategi tersebut dalam situasi gerak yang sama, serta menghitung kembali jumlah keberhasilan serangan dari 5 kesempatan (20 menit).
- Kelompok membandingkan data hasil kedua uji coba strategi gerak untuk menentukan strategi mana yang paling efektif dalam menembus pertahanan dan ruang gerak lawan (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok menyimpulkan faktor yang membuat strategi gerak berhasil atau gagal saat diuji dalam situasi gerak permainan modifikasi (acuan: keberhasilan ditentukan oleh ketepatan membuka ruang, akurasi operan sebelum direbut, dan pengambilan keputusan gerak saat dijaga lawan) (10 menit).
Penutup:- Guru memandu kegiatan pendinginan statis dan peregangan kelompok untuk menurunkan denyut nadi (5 menit).
- Guru dan murid melakukan umpan balik akhir sesi terkait pengujian efektivitas strategi gerak dalam permainan modifikasi, serta menginformasikan kesiapan untuk asesmen sumatif di pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan situasi gerak berhadapan dengan pertahanan pasif (lawan hanya menjaga area, tidak merebut langsung) saat menguji strategi; sedangkan kelompok mahir langsung menguji strategi dalam situasi gerak dinamis dengan pertahanan aktif penuh.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Dalam permainan lempar-tangkap modifikasi, bagaimana caramu membuktikan bahwa strategi operan cepat menyebar lebih efektif daripada menumpuk di satu titik?' (Kriteria penerimaan: murid menyebutkan bahwa strategi operan menyebar memudahkan tim mencetak poin, memperkecil peluang lawan merebut bola, atau memanfaatkan ruang kosong lawan).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam menguji 2 strategi gerak pada 5 kesempatan serang per strategi dalam permainan modifikasi (indikator: murid mencoba menerapkan alur gerak strategi yang disepakati, mengamati ketercapaian sasaran, dan mencatat perolehan poin).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: 'Berdasarkan data uji coba 5 kesempatan bermain tadi, mengapa strategi yang kalian pilih terbukti paling efektif?' (Kriteria penerimaan: jawaban mengaitkan hasil poin/keberhasilan serangan dengan situasi gerak nyata di lapangan, misalnya operan menyebar menghasilkan 4 gol dari 5 serangan karena ruang pertahanan lawan terbuka lebar).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja pengujian strategi gerak saat bermain permainan modifikasi
- Pemeriksaan lembar data uji coba efektivitas strategi gerak kelompok
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menguji efektivitas penerapan strategi gerak | Murid belum melakukan perbandingan efektivitas strategi gerak dan bermain tanpa menerapkan strategi yang telah ditentukan dalam situasi gerak permainan modifikasi. | Murid menerapkan strategi gerak dalam permainan modifikasi namun belum konsisten mencatat atau membandingkan data keberhasilan serangan dari kesempatan yang diberikan. | Murid menguji 2 strategi gerak dalam situasi gerak permainan modifikasi secara tepat, mencatat data keberhasilan (dari 5 kesempatan per strategi), dan menentukan strategi yang lebih efektif. | Murid menguji 2 strategi gerak dalam situasi gerak permainan modifikasi secara mandiri dan konsisten, mencatat data keberhasilan secara akurat, serta membandingkan faktor penyebab keberhasilan/kegagalan strategi dalam situasi gerak yang dihadapi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain permainan modifikasi memberikan situasi gerak yang cukup nyata bagi murid untuk menguji efektivitas strategi gerak?
- Bagaimana keterlibatan seluruh anggota kelompok saat membandingkan data hasil uji coba strategi gerak?
Murid:- Bagaimana caramu mengetahui bahwa strategi gerak kelompokmu berjalan efektif dalam permainan?
- Apa hambatan gerak terbesar yang timmu hadapi saat menguji strategi melawan kelompok lain?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.3.1 Merancang peraturan alternatif permainan untuk mendukung fair play
- TP 5.3.2 Merancang modifikasi permainan untuk mendukung partisipasi inklusif
- TP 5.3.3 Menguji efektivitas penerapan strategi gerak dalam situasi gerak permainan modifikasi
- TP 5.3.4 Menjalankan berbagai peran untuk mencapai keberhasilan kelompok di dalam aktivitas permainan modifikasi
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kesiapan fisik serta kehadiran 28 murid (dibagi menjadi 4 kelompok, tiap kelompok 7 murid) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan dan mekanisme Asesmen Sumatif Bab 3 yang terdiri atas dua sesi berurutan: penyusunan produk draf rancangan tertulis (40 menit) dan unjuk kerja simulasi pertandingan di 2 lapangan simultan serta evaluasi strategi (50 menit) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid dalam 4 kelompok mencermati lembar kerja Asesmen Sumatif Tugas 1 yang memuat format baku penyusunan rancangan permainan modifikasi (meliputi 4 komponen wajib: poin fair play, penyesuaian alat, penyesuaian area, dan penyesuaian cara bermain inklusif) serta lembar catatan peran dan evaluasi strategi untuk Tugas 2 (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1 (Produk Kerja Kelompok): Setiap kelompok (Kelompok 1, 2, 3, dan 4) secara serentak menuliskan dokumen draf rancangan aturan permainan modifikasi pada lembar kerja yang disediakan, mencakup 4 aspek acuan baku: (1) Peraturan fair play (misal: larangan kontak fisik berbahaya dan sistem poin kejujuran), (2) Modifikasi alat (misal: penggunaan bola bertekstur lunak/ukuran lebih besar), (3) Modifikasi area (misal: pembagian zona aman atau batas garis lempar berjarak fleksibel), dan (4) Modifikasi cara bermain inklusif (misal: kewajiban minimal 3 kali operan antar-rekan setim sebelum mencetak angka agar seluruh pemain terlibat) (30 menit).
- Guru mengumpulkan dokumen Tugas 1 dari keempat kelompok tepat waktu (0 menit).
- Tugas 2 Babak 1 (Unjuk Kerja dan Pengamatan Kinerja Tim): Pelaksanaan simulasi permainan modifikasi secara simultan di 2 lapangan selama 25 menit. Lapangan A mempertemukan Kelompok 1 vs Kelompok 2; Lapangan B mempertemukan Kelompok 3 vs Kelompok 4. Setiap murid menjalankan peran yang telah ditetapkan kelompok (pembagi tugas/kapten, pengatur waktu, dan pemain lapangan) serta menerapkan strategi gerak bertahan dan menyerang sesuai aturan modifikasi yang telah disusun (25 menit).
- Tugas 2 Babak 2 (Unjuk Kerja dan Pengamatan Kinerja Tim): Pertukaran lawan bertanding di 2 lapangan simultan selama 25 menit. Lapangan A mempertemukan Kelompok 1 vs Kelompok 3; Lapangan B mempertemukan Kelompok 2 vs Kelompok 4. Murid berganti atau melanjutkan peran kelompoknya, mempraktikkan strategi gerak ruang kosong/umpan berantai, serta mencatat evaluasi keberhasilan taktik gerak pada lembar catatan evaluasi kelompok (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok mengumpulkan lembar catatan evaluasi efektivitas strategi gerak dan rekaman pembagian peran kelompok kepada guru, dilanjutkan pendinginan fisik statis-dinamis secara terarah (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan klarifikasi umum mengenai ketepatan pengumpulan bukti produk dan keterlaksanaan unjuk kerja unjuk peran serta strategi gerak seluruh kelompok (3 menit).
- Guru menutup pertemuan asesmen sumatif bab dengan apresiasi atas komitmen fair play murid dan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: teks instruksi tugas sumatif dicetak dengan format terbaca jelas disertai bagan pengisian terstruktur bagi kelompok yang memerlukan bantuan visual.
- Proses: Akomodasi akses: anggota kelompok dengan hambatan mobilitas fisik diberikan penyesuaian peran operasional lapangan (seperti peran pengatur waktu/skoring taktik atau penempatan di zona lempar khusus yang disepakati) tanpa mengubah indikator penilaian peran dan strategi gerak.
- Produk: Akomodasi akses: lembar catatan evaluasi strategi dapat diisi dalam bentuk poin-poin ceklis terstruktur sesuai lembar format yang telah distandarkan.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- penilaian produk kelompok dan unjuk kerja permainan modifikasi: dokumen rancangan aturan fair play dan panduan modifikasi inklusif serta lembar catatan evaluasi strategi dan kinerja peran kelompok saat bermain
- penilaian produk kerja kelompok: lembar draf aturan alternatif yang memuat poin fair play dan panduan penyesuaian alat, area, serta cara bermain inklusif yang disusun serentak oleh 4 kelompok (tiap kelompok 7 murid) (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk rancangan permainan)
- unjuk kerja dan pengamatan kinerja tim: keterlibatan murid menjalankan peran kelompok (pembagi tugas, pengatur waktu, pemain) dan lembar catatan evaluasi efektivitas taktik/strategi gerak selama simulasi bertanding 2 lapangan simultan (2 laga bergantian @ 25 menit) (65 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi kinerja peran dan rubrik evaluasi penerapan strategi gerak)
Sumatif:- penilaian produk kelompok dan unjuk kerja permainan modifikasi: dokumen rancangan aturan fair play dan panduan modifikasi inklusif serta lembar catatan evaluasi strategi dan kinerja peran kelompok saat bermain
- penilaian produk kerja kelompok: lembar draf aturan alternatif yang memuat poin fair play dan panduan penyesuaian alat, area, serta cara bermain inklusif yang disusun serentak oleh 4 kelompok (tiap kelompok 7 murid) (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk rancangan permainan)
- unjuk kerja dan pengamatan kinerja tim: keterlibatan murid menjalankan peran kelompok (pembagi tugas, pengatur waktu, pemain) dan lembar catatan evaluasi efektivitas taktik/strategi gerak selama simulasi bertanding 2 lapangan simultan (2 laga bergantian @ 25 menit) (65 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi kinerja peran dan rubrik evaluasi penerapan strategi gerak)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Rancangan Aturan Fair Play dan Modifikasi Inklusif (TP 5.3.1 & TP 5.3.2) | Draf rancangan kelompok hanya memuat 1 dari 4 komponen acuan (acuan: (1) aturan fair play, (2) modifikasi alat, (3) modifikasi area, (4) modifikasi cara bermain inklusif). | Draf rancangan kelompok memuat 2 dari 4 komponen acuan (acuan: (1) aturan fair play, (2) modifikasi alat, (3) modifikasi area, (4) modifikasi cara bermain inklusif) secara tepat. | Draf rancangan kelompok memuat 3 dari 4 komponen acuan (acuan: (1) aturan fair play, (2) modifikasi alat, (3) modifikasi area, (4) modifikasi cara bermain inklusif) secara tepat. | Draf rancangan kelompok memuat seluruh 4 komponen acuan secara lengkap dan tepat: (1) aturan fair play eksplisit tanpa kontak fisik kasar, (2) modifikasi alat adaptif, (3) modifikasi area berkeadilan, dan (4) modifikasi cara bermain yang mewajibkan seluruh anggota berpartisipasi aktif. | | Kinerja Peran dalam Kelompok (TP 5.3.4) | Murid tidak menjalankan 1 pun dari 3 peran yang ditentukan (acuan peran: pembagi tugas/kapten, pengatur waktu/skoring, pemain aktif di lapangan) sehingga kelompok pasif. | Murid menjalankan 1 dari 3 peran yang ditentukan (acuan peran: pembagi tugas/kapten, pengatur waktu/skoring, pemain aktif di lapangan) namun membutuhkan arahan berulang dari guru. | Murid menjalankan 2 dari 3 peran yang ditentukan secara konsisten dan mandiri selama jalannya simulasi permainan modifikasi. | Murid menjalankan seluruh peran yang ditugaskan kelompoknya (pembagi tugas, pengatur waktu, atau pemain aktif) secara konsisten, bertanggung jawab penuh, dan saling mendukung keberhasilan tim dari awal hingga akhir simulasi. | | Evaluasi Penerapan Strategi Gerak (TP 5.3.3) | Kelompok belum mampu mencatat dan menganalisis efektivitas penerapan strategi gerak pada lembar evaluasi (0 dari 2 situasi gerak: situasi menyerang dan situasi bertahan). | Kelompok mencatat efektivitas strategi gerak hanya pada 1 dari 2 situasi gerak (situasi menyerang saja atau situasi bertahan saja) dengan catatan deskriptif yang masih belum lengkap. | Kelompok mencatat dan menilai efektivitas strategi gerak pada kedua situasi gerak (1 situasi menyerang: pemanfaatan ruang kosong/umpan; dan 1 situasi bertahan: penjagaan area) secara tepat. | Kelompok mencatat, menguji, dan menyimpulkan secara mendalam efektivitas strategi gerak pada kedua situasi (menyerang dan bertahan) disertai solusi alternatif taktik berdasarkan hasil 2 kali laga simulasi bertanding. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 40 menit untuk perancangan produk dan 50 menit simulasi di dua lapangan simultan cukup memfasilitasi penilaian autentik setiap murid?
- Bagaimana keterlaksanaan peran dan pemahaman murid terhadap prinsip fair play dan inklusivitas tampak dalam unjuk kerja simulasi gerak?
Murid:- Apakah peran yang kamu jalankan dalam tim berhasil membantu kelompok bermain secara kompak dan adil?
- Bagaimana aturan modifikasi yang kalian rancang membantu teman dengan kemampuan gerak berbeda tetap dapat menikmati permainan?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK Kelas V SD (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Siswa PJOK Kelas V SD Bab 3 (Kemendikbudristek, 2023)
- Lembar Kerja Siswa 'Rancangan Aturan Baru Permainan Seru'
- Peluit, kun/corong batas, rompi permainan
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas V SD/MI Edisi 2024 (Kemendikbudristek RI)
- Buku Siswa PJOK Kelas V SD/MI Edisi 2024 (Kemendikbudristek RI)
- Peralatan: bola kasti, bola spons, bola plastik, balon, kun pembatas/kerucut, tali rafia/kapur penanda lapangan, peluit, dan Lembar Rancangan Modifikasi Kelompok
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2024)
- Buku Siswa PJOK Kelas V Bab 3 'Aturan Baru, Permainan Seru'
- Lembar Kerja Rancang Permainan Inklusif
- Peralatan bermain sederhana: bola spons/bola plastik, rompi tim/pita penanda, peluit, dan stopwatch
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas V SD/MI Kemendikbudristek 2023
- Buku Siswa PJOK Kelas V SD/MI Kemendikbudristek 2023
- Bola spons / bola modifikasi (6 buah)
- Rompi/pita tanda peran 3 warna
- Cone/corong pembatas zona
- Keranjang/sasaran tangkap (4 buah)
- Peluit dan stopwatch
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas V SD/MI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024 (Bab 3: Aturan Baru Permainan Seru)
- Buku Siswa PJOK Kelas V SD/MI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024
- Alat bantu: Bola modifikasi (bola spon/bola tangan), rompi tim 2 warna, kerucut penanda area, peluit, dan lembar catatan uji strategi gerak.
- Peluit, rompi tim/rompi warna (4 warna berbeda untuk 4 kelompok), bola lunak/modifikasi, kerucut penanda batas (cone), lembar draf kerja rancangan produk, dan lembar catatan observasi strategi tim.
|