Modul AjarPertemuan 8Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 5: Asesmen Sumatif: Memperkirakan dan Menguji Efektivitas Strategi Gerak

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 5 dengan topik "Asesmen Sumatif: Memperkirakan dan Menguji Efektivitas Strategi Gerak". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 5: Asesmen Sumatif: Memperkirakan dan Menguji Efektivitas Strategi Gerak

PJOK - Kelas 5

Bab 2 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Asesmen Sumatif: Memperkirakan dan Menguji Efektivitas Strategi Gerak

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikAsesmen Sumatif: Memperkirakan dan Menguji Efektivitas Strategi Gerak
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan kemampuan memeriksa konsep gerak serta memperkirakan dan menguji efektivitas strategi gerak dalam situasi permainan yang ditetapkan sebagai bukti ketercapaian tujuan pembelajaran Bab 2
  2. Murid dapat mendemonstrasikan peran aktif dalam tim serta menerapkan strategi gerak taktis yang sesuai selama asesmen sumatif praktik

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana cara tim dapat mengatur posisi pemain secara efektif agar setiap area lapangan terjaga dengan baik?
  2. Strategi apa yang bisa diterapkan agar komunikasi antarpemain berjalan lebih efektif dalam permainan?
  3. Bagaimana strategi timmu jika lawan menggunakan taktik melempar bola dengan kecepatan tinggi atau ke area tertentu secara berulang?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru melakukan asesmen awal dengan mengajukan pertanyaan pemantik untuk menggali pemahaman murid tentang konsep gerak dan strategi gerak yang telah dipelajari
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menunjukkan kemampuan memeriksa konsep gerak serta memperkirakan dan menguji efektivitas strategi gerak melalui asesmen sumatif
  • Guru menjelaskan proses asesmen sumatif yang akan dilakukan: observasi langsung terhadap praktik permainan dan kemampuan murid menerapkan strategi gerak taktis
  • Guru meminta murid melakukan pemanasan ringan selama 5-7 menit (peregangan dinamis dan jogging ringan) untuk mempersiapkan tubuh

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan kembali konsep memperkirakan strategi gerak (memikirkan cara sebelum bergerak atau bermain) dan menguji strategi gerak (mencoba cara bergerak yang sudah direncanakan dan melihat hasilnya)
  • Guru menampilkan contoh situasi permainan (invasi, lapangan, atau net) dan meminta murid mengidentifikasi konsep gerak yang terlibat: kesadaran ruang, kesadaran usaha, dan kesadaran keterhubungan
  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (4-6 orang per tim) dan memberikan waktu 5 menit untuk berdiskusi merencanakan strategi gerak yang akan digunakan dalam permainan asesmen
  • Setiap kelompok diminta menentukan posisi pemain, pola komunikasi, dan strategi menyerang/bertahan sesuai jenis permainan yang dipilih

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memulai asesmen sumatif praktik dengan permainan yang telah ditetapkan (pilihan: permainan invasi seperti sepak bola mini, permainan lapangan seperti kasti, atau permainan net seperti bola voli mini)
  • Setiap kelompok bermain selama 10-12 menit dengan menerapkan strategi gerak yang telah direncanakan
  • Guru mengobservasi dan mencatat: kemampuan murid memeriksa konsep gerak (kesadaran ruang, usaha, keterhubungan), efektivitas strategi gerak yang diterapkan, peran aktif dalam tim, dan kemampuan komunikasi antarpemain
  • Guru memberikan kesempatan kepada kelompok untuk melakukan penyesuaian strategi di tengah permainan jika diperlukan
  • Murid mendemonstrasikan kemampuan mentransfer keterampilan gerak dan strategi yang telah dipelajari dalam situasi permainan yang dinamis

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah permainan selesai, guru meminta setiap kelompok berkumpul dan merefleksikan proses permainan yang telah dilakukan
  • Guru mengajukan pertanyaan reflektif: Apakah strategi yang kalian rencanakan berhasil? Bagian mana yang berhasil dan mana yang perlu diperbaiki? Bagaimana komunikasi dalam tim kalian? Apa yang akan kalian lakukan berbeda jika bermain lagi?
  • Setiap kelompok diminta menyampaikan satu hal yang berhasil dan satu hal yang ingin diperbaiki dari strategi gerak mereka
  • Guru memberikan umpan balik konstruktif kepada setiap kelompok berdasarkan hasil observasi, menekankan kekuatan dan area pengembangan
  • Murid menuliskan refleksi pribadi singkat (3-5 kalimat) tentang pembelajaran mereka hari ini di buku catatan

Penutup:

  • Guru memandu pendinginan dengan peregangan statis selama 3-5 menit
  • Guru menyampaikan kesimpulan pembelajaran: pentingnya memperkirakan strategi sebelum bertindak dan menguji efektivitasnya melalui praktik langsung
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas usaha dan partisipasi aktif mereka dalam asesmen sumatif
  • Guru mengingatkan murid untuk terus menerapkan konsep gerak dan strategi taktis dalam aktivitas jasmani sehari-hari
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: guru menyediakan kartu strategi visual dengan gambar posisi dan pola gerak sederhana. Untuk murid yang sudah mahir: guru memberikan tantangan tambahan seperti variasi peraturan atau situasi permainan yang lebih kompleks
  • Proses: Murid yang membutuhkan waktu lebih lama dalam merencanakan strategi diberikan waktu diskusi tambahan 2-3 menit. Murid yang cepat memahami dapat langsung memulai praktik dan diminta mengobservasi kelompok lain untuk memberikan masukan
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman melalui demonstrasi praktik langsung (kinesthetic), menjelaskan strategi secara lisan kepada guru (verbal), atau menggambar diagram strategi tim (visual). Refleksi dapat disampaikan tertulis atau lisan sesuai kemampuan

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang konsep gerak (kesadaran ruang, usaha, keterhubungan) yang telah dipelajari di pertemuan sebelumnya
  • Pertanyaan pemantik untuk menggali pemahaman murid tentang strategi gerak dalam permainan favorit mereka
  • Observasi informal kesiapan fisik dan mental murid sebelum memulai asesmen

Proses:

  • Observasi sistematis selama permainan menggunakan checklist: penerapan konsep gerak, efektivitas strategi, komunikasi tim, dan adaptasi strategi
  • Catatan anekdotal tentang perilaku kerja sama, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah murid
  • Penilaian teman sejawat: murid dari kelompok lain mengamati dan mencatat satu kekuatan dari kelompok yang bermain

Akhir:

  • Penilaian praktik menggunakan rubrik dengan 4 aspek: memeriksa konsep gerak, memperkirakan strategi gerak, menguji efektivitas strategi, dan peran aktif dalam tim
  • Refleksi tertulis murid: apa yang berhasil, apa yang perlu diperbaiki, dan rencana pengembangan ke depan
  • Diskusi kelompok tentang pembelajaran yang diperoleh dari proses memperkirakan dan menguji strategi gerak

Formatif:

  • Observasi selama diskusi kelompok merencanakan strategi gerak
  • Observasi kemampuan komunikasi dan kolaborasi dalam tim selama permainan
  • Pertanyaan lisan kepada murid tentang konsep gerak yang diterapkan

Sumatif:

  • Observasi praktik permainan menggunakan rubrik: kemampuan memeriksa konsep gerak, efektivitas strategi gerak, peran aktif dalam tim, dan penerapan strategi gerak taktis
  • Refleksi tertulis murid tentang proses memperkirakan dan menguji strategi gerak
  • Presentasi kelompok tentang evaluasi strategi yang digunakan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Memeriksa Konsep Gerak (Kesadaran Ruang, Usaha, Keterhubungan)Murid belum mampu mengidentifikasi konsep gerak dalam permainan dan tidak menunjukkan kesadaran akan ruang, usaha, atau keterhubungan saat bergerakMurid mulai mengenali satu konsep gerak (misalnya kesadaran ruang) tetapi belum konsisten menerapkannya dalam permainanMurid mampu mengidentifikasi dan menerapkan dua konsep gerak (misalnya kesadaran ruang dan usaha) dengan cukup konsisten selama permainanMurid mampu mengidentifikasi dan menerapkan ketiga konsep gerak (kesadaran ruang, usaha, dan keterhubungan) secara terintegrasi dan konsisten dalam berbagai situasi permainan
Memperkirakan Strategi GerakMurid tidak merencanakan strategi gerak sebelum bermain dan bergerak secara acak tanpa tujuan yang jelasMurid mencoba merencanakan strategi sederhana tetapi belum spesifik atau kurang sesuai dengan situasi permainanMurid merencanakan strategi gerak yang spesifik dan sesuai dengan situasi permainan, meskipun belum mempertimbangkan semua variabelMurid merencanakan strategi gerak yang komprehensif dengan mempertimbangkan posisi pemain, komunikasi tim, pola menyerang/bertahan, dan antisipasi taktik lawan
Menguji Efektivitas Strategi GerakMurid tidak mampu mengevaluasi apakah strategi yang digunakan berhasil atau tidak, dan tidak melakukan penyesuaianMurid menyadari bahwa strategi tidak berjalan dengan baik tetapi belum mampu mengidentifikasi penyebabnya atau melakukan perbaikanMurid mampu mengidentifikasi bagian strategi yang berhasil dan yang perlu diperbaiki, serta mencoba melakukan penyesuaian sederhanaMurid mampu mengevaluasi efektivitas strategi secara kritis, mengidentifikasi penyebab keberhasilan atau kegagalan, dan melakukan penyesuaian strategi yang tepat untuk meningkatkan hasil
Peran Aktif dalam Tim dan Penerapan Strategi Gerak TaktisMurid pasif, tidak berkomunikasi dengan tim, dan tidak menjalankan peran yang diberikanMurid mulai berpartisipasi tetapi masih ragu-ragu, komunikasi terbatas, dan belum konsisten menjalankan peran dalam timMurid berperan aktif, berkomunikasi dengan anggota tim, dan menjalankan peran sesuai strategi yang telah direncanakan dengan cukup konsistenMurid sangat aktif dalam tim, berkomunikasi secara efektif, memimpin atau mendukung tim dengan baik, dan menerapkan strategi gerak taktis secara adaptif sesuai dinamika permainan

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah asesmen sumatif yang dirancang mampu mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran secara menyeluruh?
  • Bagaimana tingkat partisipasi dan pemahaman murid terhadap konsep memperkirakan dan menguji strategi gerak?
  • Strategi diferensiasi apa yang paling efektif untuk mendukung keberagaman kemampuan murid dalam asesmen ini?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam proses asesmen untuk pembelajaran di masa mendatang?

Refleksi Murid:

  • Apakah strategi gerak yang kamu rencanakan berhasil diterapkan dalam permainan? Bagian mana yang berhasil dan mana yang tidak?
  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang cara memeriksa konsep gerak dan menguji efektivitas strategi?
  • Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama dengan tim? Apa yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan kerja sama tim?
  • Jika diberi kesempatan bermain lagi, apa yang akan kamu ubah atau perbaiki dari strategi gerakmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas V, Kemendikbudristek 2024, Bab 2 (Berpikir Cerdas, Bergerak Taktis)
  2. Buku Guru: Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas V, Kemendikbudristek 2024, Bab 2
  3. Alat: Bola (sepak bola, bola voli, atau bola kasti sesuai jenis permainan), cone/pembatas lapangan, peluit, stopwatch
  4. Media: Kartu strategi visual (opsional untuk diferensiasi), papan tulis/whiteboard untuk menggambar diagram strategi
  5. Lapangan: Area bermain yang aman dan memadai (lapangan sekolah, halaman, atau aula olahraga)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.