MODUL AJAR PJOK — Kelas 5 (Fase C) Topik: Bab 2 — Berpikir Cerdas, Bergerak Taktis INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Berpikir Cerdas, Bergerak Taktis |
|---|
| Alokasi Waktu | 17 JP (17 x 35 menit = 595 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 5.2.1 Menginvestigasi berbagai konsep gerak untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak pada permainan bola keranjang
- TP 5.2.2 Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak pada permainan invasi bola keranjang
- TP 5.2.3 Mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda pada permainan kelompok
- TP 5.2.4 Menguji efektivitas penerapan strategi gerak dalam berbagai situasi gerak pada permainan invasi
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang membedakan hasil lemparan saat kalian menggunakan tenaga kuat dibandingkan tenaga lemah ke arah keranjang sasaran?
- Bagaimana pengaturan waktu lemparan (cepat atau lambat) memengaruhi keberhasilan teman menangkap bola keranjang?
- Mengapa operan bola yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa menyulitkan teman satu regu untuk menangkapnya?
- Bagaimana arah lemparan bola memengaruhi ketepatan bola masuk ke sasaran atau teman yang sedang bergerak?
- Bagaimana caramu melempar bola agar tidak direbut lawan yang berdiri menghalangi di depanmu?
- Ke mana kamu harus bergerak untuk menangkap bola jika temanmu dihalangi oleh pemain bertahan?
- Saat temanmu sedang memegang bola dan dijaga ketat oleh lawan, ke mana sebaiknya kamu bergerak agar temanmu bisa mengoper bola kepadamu?
- Bagaimana cara kita mencari tempat yang kosong tanpa bola agar kelompok kita dapat mempertahankan penguasaan bola?
- Kapan sebuah strategi menyerang atau bertahan dikatakan efektif dalam permainan invasi bola keranjang?
- Jika operan tim kita selalu berhasil dipotong lawan saat menyerang, penyesuaian strategi apa yang harus segera diuji?
- Bagaimana caramu melempar dan bergerak membuka ruang agar bola dapat masuk ke keranjang saat dijaga ketat oleh tim lawan?
- Mengapa sebuah strategi penyerangan atau pertahanan dalam permainan bola keranjang bisa berhasil atau gagal?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menginvestigasi Konsep Usaha Berupa Tenaga dan Waktu Melempar pada Permainan Bola Keranjang — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.1 Menginvestigasi berbagai konsep gerak untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak pada permainan bola keranjang
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kesiapan fisik murid di lapangan (3 menit).
- Guru bersama murid melakukan pemanasan dinamis berbentuk permainan lempar tangkap keliling lingkaran kecil untuk mengaktifkan otot tangan dan koordinasi gerak (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui demonstrasi terpandu 2 variasi lemparan bola keranjang (lemparan tenaga kuat dan lemparan tenaga lemah berjarak 4 meter), lalu meminta murid mengidentifikasi hubungan tenaga dengan jarak jangkauan bola (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menyajikan eksplorasi konsep usaha pada lemparan bola keranjang, mencakup kesadaran tenaga (kuat vs lemah) dan waktu (pelepasan cepat vs lambat) beserta pengaruhnya terhadap akurasi dan jangkauan gerak (6 menit).
- Murid secara berpasangan mengamati peragaan guru mengenai perbedaan lemparan mendatar cepat bertenaga kuat untuk jarak sedang dan lemparan lambat terukur bertenaga terkontrol ke arah keranjang (6 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan mempraktikkan aktivitas investigasi lempar tangkap bola keranjang pada jarak 5 meter dengan mengikuti aba-aba kartu variasi: (1) lemparan cepat bertenaga kuat, (2) lemparan lambat melambung bertenaga sedang, dan (3) lemparan pendek bertenaga halus (12 menit).
- Murid mempraktikkan permainan tantangan 'Tembak Sasaran Keranjang Berwaktu': tiap pasangan melempar bola ke keranjang gantung pada jarak 4 meter, menginvestigasi secara langsung kombinasi tenaga (kuat/lemah) dan waktu lepas bola (cepat/lambat) agar bola jatuh tepat ke dalam keranjang, bergantian melempar dan menangkap (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid berkumpul berpasangan untuk mendiskusikan dan mencatat hasil investigasi gerak: mengaitkan besar tenaga dan kecepatan waktu lemparan terhadap ketepatan bola mencapai sasaran keranjang (6 menit).
- Perwakilan murid menyebutkan temuan investigasinya mengenai penyesuaian tenaga dan waktu saat mengoper ke teman maupun melempar ke keranjang dengan umpan balik langsung dari guru (6 menit).
Penutup:- Guru memandu gerakan pendinginan statis dan relaksasi pernapasan untuk menurunkan denyut nadi serta mengendurkan otot (5 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman lisan singkat mengenai kesadaran usaha (tenaga dan waktu) dalam lemparan bola keranjang, menyampaikan apresiasi atas sportivitas murid, dan menutup sesi dengan doa bersama (7 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan bola dengan variasi ukuran/bobot (bola spons ringan untuk murid yang butuh penyesuaian tenaga dasar, bola basket mini untuk murid yang siap menginvestigasi tenaga penuh).
- Proses: Untuk murid yang masih kesulitan, jarak lemparan diatur lebih dekat (3 meter) dengan fokus mengontrol tenaga; untuk murid yang sudah mahir, jarak diperjauh menjadi 6 meter dengan target memasukkan bola ke keranjang dalam waktu lepas lebih cepat.
- Produk: Ketepatan hasil investigasi dinilai berdasarkan ketercapaian bola ke sasaran keranjang atau pasangan sesuai kombinasi tenaga dan waktu lempar yang ditentukan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru mendemonstrasikan 2 bentuk lemparan ke keranjang jarak 4 meter: Lemparan A (tenaga terlalu lemah, bola tidak sampai) dan Lemparan B (tenaga pas dan waktu lepas tepat, bola masuk keranjang). Murid ditanya: 'Mengapa lemparan A gagal mencapai keranjang dan bagaimana seharusnya tenaga serta waktu melempar diatur?' (Kunci/Acuan jawaban: Lemparan A gagal karena tenaga dorongan kurang/terlalu lemah; seharusnya murid menambah tenaga dorongan lengan dan melepaskan bola tepat waktu ke arah keranjang).
Proses:- Pengamatan sistematis saat aktivitas 'Tembak Sasaran Keranjang Berwaktu': Guru mengamati kemampuan murid menginvestigasi dan menyesuaikan 2 parameter usaha gerak pada 4 kali percobaan lempar sasaran: (1) Lemparan tenaga kuat - waktu cepat jarak 5 meter (bola harus mencapai sasaran tanpa jatuh sebelum garis); (2) Lemparan tenaga sedang - waktu terkontrol jarak 4 meter (bola tepat masuk atau mengenai lingkar keranjang); (3) Lemparan tenaga halus - jarak 2 meter (bola jatuh lembut ke keranjang); (4) Lemparan adaptif berpasangan jarak 4 meter (akurasi tangkapan pasangan). Acuan keberhasilan: Murid mampu membedakan dan mempraktikkan minimal 3 dari 4 kombinasi tenaga dan waktu lempar dengan lintasan bola yang sesuai target sasaran.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir pembelajaran: Guru mengajukan 2 pertanyaan verifikasi konsep usaha: 1) 'Apa pengaruh penambahan tenaga pada jarak lemparan bola keranjang?' (Acuan jawaban: Semakin besar tenaga dorongan, semakin jauh jangkauan lemparan bola); 2) 'Kapan kita harus melempar bola dengan waktu pelepasan yang cepat?' (Acuan jawaban: Saat ingin mengoper bola mendatar ke teman sebelum dihadang lawan atau saat jarak sasaran membutuhkan laju bola yang kencang).
Formatif:- Lembar observasi unjuk kerja investigasi konsep usaha (kesesuaian aplikasi tenaga kuat/lemah dan waktu cepat/lambat pada lemparan bola keranjang)
- Tanya jawab lisan verifikasi hasil investigasi hubungan tenaga dan waktu terhadap ketercapaian sasaran
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Investigasi Konsep Tenaga Melempar (Kuat vs Lemah) | Belum mampu membedakan besaran tenaga lempar; lemparan selalu menggunakan tenaga yang sama tanpa variasi sehingga bola tidak mencapai atau melampaui keranjang jauh. | Mampu mengenali perbedaan tenaga kuat dan lemah namun belum konsisten menyesuaikannya saat melempar bola ke keranjang, memerlukan bimbingan guru pada jarak lempar yang berbeda. | Mampu menginvestigasi dan menerapkan variasi tenaga kuat untuk jarak jauh dan tenaga sedang/lemah untuk jarak dekat sehingga bola mencapai keranjang secara terukur pada minimal 3 kali percobaan. | Secara mandiri dan presisi menginvestigasi serta mengatur variasi tenaga lempar pada berbagai jarak (2-6 meter) sehingga bola konsisten mendarat tepat pada sasaran keranjang di seluruh percobaan. | | Investigasi Konsep Waktu Pelepasan Bola (Cepat vs Lambat) | Belum mampu mengatur ritme waktu pelepasan bola (terlalu lambat atau terburu-buru melepas bola) sehingga laju bola tidak terkontrol. | Mulai mampu mengubah kecepatan pelepasan bola (cepat atau lambat) tetapi koordinasi ayunan lengan dan pelepasan bola masih kaku dan arah bola menyimpang. | Mampu menginvestigasi dan mempraktikkan waktu pelepasan bola secara tepat (pelepasan cepat untuk lemparan datar, pelepasan berwaktu terukur untuk lemparan parabola ke keranjang) pada minimal 3 kali percobaan. | Secara konsisten dan luwes menginvestigasi serta mengeksekusi waktu pelepasan bola yang optimal dalam setiap situasi lempar tangkap dan tembakan keranjang tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 70 menit memadai untuk memfasilitasi seluruh murid melakukan investigasi konsep tenaga dan waktu secara berulang?
- Bagaimana respons murid saat bereksperimen dengan variasi tenaga yang berbeda: apakah mereka mampu menyadari dampaknya secara mandiri?
Murid:- Bagian mana dari pengaturan tenaga lemparan (kuat atau lemah) yang paling menantang untuk kamu kendalikan saat membidik keranjang?
- Bagaimana kamu mengatur kecepatan lemparanmu agar teman pasanganmu dapat menangkap bola dengan mudah?
Pertemuan 2 — Menginvestigasi Konsep Ruang Arah dan Ketinggian Operan untuk Peningkatan Gerak Bola Keranjang — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.1 Menginvestigasi berbagai konsep gerak untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak pada permainan bola keranjang
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan memastikan kesiapan fisik murid untuk beraktivitas (5 menit).
- Guru memandu pemanasan statis dan dinamis dengan penekanan pada kelenturan otot lengan, bahu, serta koordinasi tubuh melalui peregangan berpasangan (10 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik: murid diminta melakukan 2 jenis lemparan (setinggi dada dan melambung di atas kepala) ke arah pasangan sejauh 3 meter untuk mengidentifikasi pemahaman awal konsep ruang arah dan ketinggian lemparan (acuan pengamatan: arah lurus ke dada pasangan dan lintasan melambung melengkung melewati atas kepala) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan dan demonstrasi guru mengenai konsep ruang arah (lurus ke depan, diagonal ke samping) dan konsep ketinggian operan (setinggi dada/lintasan datar, setinggi pinggang/pantul, dan di atas kepala/melambung) dalam permainan bola keranjang (10 menit).
- Murid berpasangan mengamati dan mengidentifikasi perbedaan jalur lintasan bola saat dilempar dengan 3 ketinggian berbeda ke target dinding bergaris tanda ketinggian (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara berpasangan, murid menginvestigasi konsep arah dan ketinggian operan melalui latihan lempar-tangkap pada jarak 4 meter dengan 3 variasi ketinggian terarah: (1) operan lurus setinggi dada (chest pass), (2) operan pantul setinggi pinggang (bounce pass), dan (3) operan lambung tinggi melewati rintangan tali setinggi 1,5 meter (overhead pass), masing-masing sebanyak 5 kali pengulangan (15 menit).
- Murid bermain game tantangan gembira 'Operan Berburu Keranjang': dalam kelompok kecil (3 lawan 1 penghalang pasif berjarak 3 meter), murid harus mengoper bola ke keranjang atau rekan dengan memilih arah (kiri/kanan) dan ketinggian (pantul/lambung) yang tepat agar bola tidak menyentuh rintangan pembatas, mencetak poin tiap operan berhasil masuk keranjang sasaran (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama kelompoknya memeriksa hasil investigasi gerak: mendiskusikan mengapa operan pantul lebih efektif saat ruang tengah dihadang dan kapan operan lambung lebih tepat digunakan untuk mencapai keranjang sasaran (acuan kriteria: operan pantul melewati celah bawah, operan lambung melewati jangkauan atas rintangan) (15 menit).
Penutup:- Murid melakukan aktivitas pendinginan bersama untuk melemaskan otot lengan dan tungkai serta mengatur pernapasan (5 menit).
- Guru memfasilitasi penarikan simpulan hasil investigasi konsep arah dan ketinggian operan serta memberikan umpan balik pelaksanaan gerak kepada seluruh kelompok (5 menit).
- Guru memberikan arahan persiapan materi berikutnya, memimpin doa penutup, dan mengakhiri sesi pembelajaran (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan tanda visual berupa garis target di dinding dan tali rentang pembatas ketinggian untuk memandu investigasi lintasan bola bagi murid yang membutuhkan panduan konkret.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih menginvestigasi jarak lebih dekat (2-3 meter) tanpa rintangan penghalang; murid yang sudah mahir menginvestigasi variasi ketinggian dan arah secara dinamis sambil bergerak menyamping.
- Produk: Hasil investigasi dibuktikan melalui ketepatan mengarahkan bola pada 3 level ketinggian (dada, pantul/pinggang, lambung) saat melewati rintangan sasaran.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes unjuk kerja diagnostik singkat: Murid berpasangan mempraktikkan 2 jenis operan pada jarak 3 meter, yaitu lemparan lurus setinggi dada dan lemparan lambung di atas kepala (acuan: lemparan 1 mengarah lurus ke area dada penerima tanpa memantul; lemparan 2 membentuk parabola melengkung di atas kepala pasangan).
Proses:- Penilaian formatif unjuk kerja saat latihan 3 variasi ketinggian dan arah: Guru mengamati ketepatan murid menerapkan 3 konsep ketinggian operan (acuan: (1) operan dada meluncur lurus horizontal setinggi dada penerima, (2) operan pantul memantul 2/3 jarak ke arah penerima setinggi pinggang, (3) operan lambung melewati tali batas 1,5 meter tepat ke arah penerima).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Murid secara lisan atau peragaan cepat menunjukkan pilihan ketinggian operan untuk 2 skenario gerak: (1) Menghadapi rintangan tinggi -> memilih operan pantul rendah/setinggi pinggang; (2) Menghadapi rintangan rendah di depan keranjang -> memilih operan lambung tinggi (acuan: tepat mengidentifikasi/memeragakan respons sesuai kedua skenario tersebut).
Formatif:- Observasi unjuk kerja investigasi konsep ruang arah dan ketinggian operan bola keranjang
- Lembar ceklis ketercapaian identifikasi ketinggian dan arah operan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Investigasi konsep ketinggian operan (dada, pantul, lambung) | Belum mampu menerapkan 3 ketinggian operan secara tepat (kurang dari 1 variasi ketinggian yang lintasannya sesuai acuan). | Mampu menerapkan tepat 1 dari 3 variasi ketinggian operan (hanya dada, pantul, atau lambung) sesuai lintasan yang ditentukan. | Mampu menerapkan tepat 2 dari 3 variasi ketinggian operan (antara dada, pantul, atau lambung) sesuai acuan sasaran lintasan secara mandiri. | Mampu menerapkan seluruh 3 variasi ketinggian operan (dada lurus, pantul setinggi pinggang, dan lambung tinggi melengkung) dengan lintasan tepat dan konsisten secara mandiri. | | Investigasi konsep arah operan (lurus dan menyamping/diagonal) | Arah lemparan belum terkontrol, bola kerap meleset jauh dari posisi rekan penerima atau keranjang sasaran. | Mampu mengarahkan lemparan lurus ke depan dengan tepat, namun belum mampu mengarahkan lemparan diagonal/menyamping ke sasaran. | Mampu mengarahkan lemparan lurus dan diagonal ke rekan/keranjang sasaran dengan tepat namun sesekali masih melenceng. | Mampu mengarahkan lemparan lurus dan diagonal/menyamping secara akurat dan konsisten tepat ke posisi penerima atau keranjang sasaran. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah modifikasi rintangan tali dan keranjang sasaran efektif memfasilitasi murid dalam menginvestigasi konsep ketinggian dan arah operan?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan berkelompok, apakah setiap anak mendapat kesempatan mengeksplorasi gerak operan secara seimbang?
Murid:- Operan dengan ketinggian mana yang menurutmu paling mudah dan paling sulit diarahkan ke sasaran keranjang?
- Apa yang kamu rasakan saat harus mengubah arah lemparan ketika ada teman atau rintangan di depanmu?
Pertemuan 3 — Menyesuaikan Keterampilan Gerak Melempar dan Menangkap Menghadapi Halangan dalam Permainan Invasi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.2 Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak pada permainan invasi bola keranjang
Pendahuluan:- Guru memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memandu pemanasan statis-dinamis terarah yang melibatkan gerakan bahu, lengan, dan kelincahan langkah kaki (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, mengaitkan keterampilan lempar tangkap dengan situasi terhalang lawan, serta melakukan asesmen awal diagnostik peragaan lempar tangkap berpasangan melewati 1 rintangan statis untuk mengamati penyesuaian lintasan lemparan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru bersama dua murid tentang situasi gerak melempar saat dihadang: ketika pemain bertahan merentangkan tangan tinggi, penyerang menyesuaikan operan dengan operan memantul (bounce pass) atau menyamping, dan ketika pemain bertahan merapat rendah, penyerang melempar melambung melewati kepala lawan (15 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (3 orang: 2 pelempar, 1 penghalang pasif) mencoba mengenali celah ruang kosong dan mengidentifikasi penyesuaian posisi tangkapan dengan bergeser satu langkah ke kiri atau kanan agar jalur operan terbuka tanpa membentur rintangan (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid melakukan permainan tantangan berpasangan 'Loloskan Bola ke Keranjang': 3 lawan 1 di area terbatas berukuran 6x6 meter, di mana 2 penyerang menyesuaikan ketinggian dan kecepatan lempar tangkap melewati 1 pemain bertahan aktif untuk menyelesaikan operan akhir ke arah target keranjang (25 menit).
- Murid meningkatkan kompleksitas permainan menjadi mini-game invasi 3 lawan 2 menuju keranjang sasaran, di mana pelempar dan penangkap wajib secara adaptif mengubah arah lemparan dan bergerak mencari ruang bebas halangan untuk menangkap bola secara terkontrol (20 menit).
Merefleksi (Bermakna):- Murid bersama kelompoknya mengevaluasi penyesuaian gerak yang dilakukan: menganalisis mengapa operan berhasil melewati halangan atau gagal terpotong, serta menentukan momen yang tepat untuk melempar menyamping, memantul, atau melambung berdasarkan posisi tubuh pemain bertahan (10 menit).
Penutup:- Guru memandu gerakan pendinginan (cooling down) untuk pelemasan otot tungkai dan lengan sembari mengatur pernapasan (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan prinsip penyesuaian keterampilan melempar dan menangkap di bawah tekanan rintangan, memberikan umpan balik pelaksanaan gerak, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan variasi jenis bola (bola busa/bola basket ukuran 5) serta jarak antarpelempar yang bervariasi (3 meter untuk tahap awal, 5-6 meter untuk tantangan lebih lanjut).
- Proses: Bagi murid yang masih kesulitan, pemain bertahan hanya diperbolehkan bergerak pasif tanpa meloncat; bagi murid yang sudah terampil, pemain bertahan bergerak aktif penuh dan ruang operan dipersempit.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan dinilai dari keberhasilan menyesuaikan lemparan melambung atau memantul melewati 1 rintangan statis; murid yang mahir dinilai dari keberhasilan menyesuaikan lemparan dan gerak menangkap melintasi 2 pemain bertahan aktif.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik peragaan lempar-tangkap berjarak 4 meter melintasi 1 rintangan pasif di tengah: murid diminta melakukan 2 kali lemparan. Acuan kesiapan: (1) Murid menyesuaikan lintasan operan (memantul ke lantai atau melambung tinggi) sehingga bola tidak mengenai rintangan; (2) Murid penangkap bergeser membuka sudut tangkapan. Kategori: Siap (memenuhi kedua kriteria), Perlu Bimbingan (hanya melempar lurus membentur halangan).
Proses:- Pengamatan performa adaptasi keterampilan gerak dalam situasi permainan 3 lawan 1: kriteria yang diamati mencakup (1) penyesuaian bentuk lemparan sesuai posisi tangan/tubuh lawan (pantul jika lawan berdiri tegak bertangan tinggi, lambung/samping jika lawan merapat rendah) dan (2) penyesuaian posisi tubuh penangkap (bergerak 1-2 langkah ke ruang bebas untuk menerima bola tanpa terhalang).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman adaptasi taktis gerak melalui tanya jawab lisan terstruktur di akhir sesi: 'Sebutkan 2 penyesuaian gerak melempar yang harus kamu lakukan jika pemain bertahan mengangkat kedua tangan tinggi di depanmu!' (Acuan jawaban benar: menggunakan operan memantul/bounce pass ke arah samping kaki lawan ATAU melempar melambung tinggi melewati jangkauan ujung jari lawan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja gerak penyesuaian lemparan (pilihan lintasan datar, pantul, atau lambung) dan tangkapan (menjemput bola keluar dari bayang-bayang lawan) saat latihan 3 lawan 1 dan 3 lawan 2 menggunakan lembar observasi proses.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyesuaian Gerak Melempar Menghadapi Halangan | Melempar lurus searah tubuh pemain bertahan tanpa penyesuaian lintasan sehingga bola berulang kali mengenai/direbut halangan. | Mampu menyesuaikan 1 jenis lintasan lemparan (misalnya hanya lemparan melambung) melewati halangan dengan bimbingan dan arahan guru. | Mampu secara mandiri menyesuaikan variasi lintasan lemparan (memantul, melambung, atau menyamping) sesuai dengan posisi rentangan tangan pemain bertahan dalam situasi 3 lawan 1. | Secara konsisten dan cepat menyesuaikan teknik dan lintasan lemparan yang paling efektif melintasi rintangan bergerak pada situasi dinamis 3 lawan 2 tanpa kehilangan penguasaan bola. | | Penyesuaian Gerak Menangkap Menghadapi Halangan | Diam di tempat di belakang tubuh lawan sehingga jalur tangkapan tertutup dan tidak mampu menerima bola. | Menyesuaikan posisi menangkap dengan bergeser mencari ruang bebas hanya setelah diinstruksikan oleh teman atau guru. | Secara mandiri bergeser 1-2 langkah ke samping atau ke depan untuk membebaskan diri dari halangan dan menangkap bola dengan dua tangan terkontrol. | Secara konsisten membaca ruang kosong, bergerak menjemput bola mendahului pemain bertahan, dan menangkap bola secara akurat dalam tempo permainan cepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah modifikasi ruang permainan dan rasio pemain (3 vs 1 dan 3 vs 2) efektif memunculkan situasi nyata yang menuntut murid menyesuaikan lemparan dan tangkapan?
- Bagian penyesuaian gerak mana yang paling menantang bagi murid: memilih jenis lemparan (pantul/lambung) atau bergerak aktif membuka ruang untuk menangkap?
Murid:- Apa yang kamu ubah dari lemparanmu ketika lawan di depanmu merentangkan tangan tinggi-tinggi?
- Bagaimana caramu membantu teman yang sedang memegang bola agar operannya tidak terhalang oleh pemain bertahan lawan?
Pertemuan 4 — Mentransfer Strategi Gerak Membuka Ruang Tanpa Bola ke Berbagai Situasi Permainan Kelompok — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.3 Mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda pada permainan kelompok
Pendahuluan:- Guru membariskan murid di lapangan, memimpin doa bersama, mengecek kehadiran, dan memeriksa kesiapan fisik murid untuk beraktivitas jasmani (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu melatih dan mentransfer strategi gerak membuka ruang tanpa bola ke dalam berbagai bentuk permainan kelompok (5 menit).
- Murid melakukan pemanasan terstruktur dalam bentuk permainan 'Kucing dan Tikus di Ruang Kosong', di mana murid berlari mencari ruang kosong yang tidak ditempati penjaga (10 menit).
- Asesmen awal diagnostik: Guru melakukan simulasi peragaan gerak statis 3 lawan 1 di area 6x6 meter. Guru mengamati kesiapan awal murid saat tidak memegang bola, apakah langsung diam di tempat atau bergerak mencari ruang terbuka tanpa halangan (acuan ketercapaian awal: murid langsung bergerak menjauh dari bayangan penjaga ke arah ruang terbuka yang berjarak minimal 2 meter dari lawan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru bersama 3 orang murid tentang strategi gerak membuka ruang tanpa bola: melakukan perubahan arah lari secara mendadak (cut) dan mencari jalur operan bersih yang tidak terhalang oleh pemain bertahan (10 menit).
- Murid mempraktikkan gerakan dasar membuka ruang tanpa bola dalam kelompok kecil berisi 3 orang di area petak 5x5 meter: satu murid bertindak sebagai pengumpan pasif, satu penjaga pasif, dan satu murid berlari memotong (cutting) ke ruang kosong untuk menerima umpan pantul atau melambung (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Tantangan Permainan 1 (Situasi Lapangan Segitiga 3 Lawan 1): Murid mentransfer strategi membuka ruang tanpa bola dalam formasi segitiga berjarak 6 meter. Aturan: pemain tanpa bola harus aktif berpindah ke sudut segitiga yang kosong sebelum teman yang memegang bola dihitung 5 detik oleh penjaga. Setiap keberhasilan menerima bola di ruang bebas bernilai 1 poin (15 menit).
- Tantangan Permainan 2 'Rebut Zona Bebas' (Situasi Lapangan Persegi 4 Lawan 2): Murid mentransfer strategi membuka ruang tanpa bola ke area lebih luas yang dibagi menjadi 4 kuadran. Aturan: murid tanpa bola wajib berpindah ke kuadran yang tidak ada lawannya untuk menerima bola dari rekan setim. Tim penyerang mendapat poin jika berhasil mengalirkan 5 kali operan berturut-turut ke ruang bebas yang berbeda tanpa direbut oleh 2 pemain bertahan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid berkumpul dalam kelompoknya untuk mengevaluasi transfer gerak: mengidentifikasi momen ketika mereka berhasil menemukan ruang kosong dan momen ketika operan gagal karena terlambat bergerak membuka ruang (10 menit).
- Guru memberikan penguatan langsung mengenai pentingnya membaca pergerakan lawan dan waktu yang tepat saat berlari mencari ruang kosong agar aliran bola dalam kelompok tetap lancar (5 menit).
Penutup:- Murid melakukan pendinginan statis dan dinamis secara berpasangan untuk mengendurkan otot tungkai dan lengan (5 menit).
- Asesmen akhir: Guru melakukan pengecekan pemahaman taktis dan transfer strategi gerak dengan mengajukan pertanyaan terstruktur kepada murid mengenai kapan waktu yang tepat berlari membuka ruang dan bagaimana menentukan arah lari yang aman dari jangkauan lawan (acuan: murid menyebutkan bahwa lari membuka ruang dilakukan segera saat teman bersiap mengoper dan arah lari menuju area yang tidak sejajar lurus dengan posisi berdiri lawan) (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi terhadap sportivitas dan partisipasi seluruh murid, kemudian menutup sesi dengan doa dan salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan variasi luas area bermain (area lebih sempit 5x5 m untuk murid yang membutuhkan tantangan kontrol gerak lebih rapat, dan area 8x8 m untuk murid yang membutuhkan waktu reaksi lebih panjang).
- Proses: Bagi murid yang masih ragu bergerak, guru memberikan panduan visual berupa tanda kerucut (cone) berwarna sebagai acuan target ruang kosong yang harus dituju; bagi murid yang sudah mahir, lawan bertahan diberi izin bergerak aktif merebut bola dengan intensitas penuh.
- Produk: Penguasaan strategi dinilai dari kemampuan memposisikan diri di ruang kosong tanpa bola pada situasi permainan kelompok (keberhasilan membuka ruang dan menerima operan minimal 3 kali dalam satu sesi permainan).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes peragaan diagnostik 3 lawan 1 di awal pembelajaran untuk memeriksa kemampuan murid bergerak mencari celah saat tidak menguasai bola (acuan: murid tidak berdiri diam di belakang penjaga, melainkan melangkah minimal 2 meter ke area terbuka untuk membuka jalur umpan).
Proses:- Pengamatan keterlaksanaan transfer strategi gerak membuka ruang tanpa bola selama permainan kelompok 3 lawan 1 dan 4 lawan 2: mengamati ketepatan waktu berlari (timing), kelincahan mengubah arah lari menjauh dari bayang-bayang penjaga, dan keberhasilan menerima operan di posisi bebas.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan lisan taktis terstruktur di akhir pertemuan mengenai penerapan strategi ruang tanpa bola (acuan jawaban: murid menjelaskan bahwa membuka ruang dilakukan saat melihat rekan membawa bola tertekan, dengan cara memotong arah ke zona yang tidak terjaga minimal berjarak 2 meter dari pemain bertahan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja gerak transfer strategi membuka ruang tanpa bola pada situasi permainan 3 lawan 1 dan 4 lawan 2 menggunakan lembar pengamatan formatif.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mentransfer strategi gerak membuka ruang tanpa bola ke dalam berbagai situasi permainan kelompok | Murid cenderung berdiri diam di tempat saat tidak menguasai bola atau bergerak di belakang pemain bertahan lawan sehingga jalur operan tetap tertutup pada seluruh situasi permainan kelompok. | Murid mencoba bergerak mencari ruang kosong tanpa bola namun waktu pergerakannya terlambat atau jaraknya masih terlalu dekat dengan jangkauan lawan (kurang dari 1 meter) sehingga operan mudah dipotong. | Murid secara konsisten mentransfer strategi gerak dengan berlari memotong ke ruang terbuka menjauh dari pemain bertahan dan berhasil menerima operan bersih dalam salah satu situasi permainan kelompok (situasi 3 lawan 1 atau 4 lawan 2). | Murid secara konsisten dan mandiri mentransfer strategi gerak membuka ruang tanpa bola dengan mengubah arah lari secara cepat ke area bebas serta sukses menciptakan jalur operan bersih di kedua situasi permainan kelompok (baik pada 3 lawan 1 maupun 4 lawan 2). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah modifikasi ukuran lapangan dan rasio pemain (3 vs 1 dan 4 vs 2) sudah efektif memicu murid untuk aktif bergerak tanpa bola?
- Bagaimana keterlibatan murid yang memiliki kemampuan gerak lebih lambat dalam membaca ruang kosong selama permainan kelompok berlangsung?
Murid:- Bagian mana yang terasa paling menantang saat kamu harus mencari ruang kosong sementara lawan terus berusaha menghalangi jalanmu?
- Apa yang kamu lakukan agar teman yang sedang memegang bola tahu bahwa kamu sudah berada di posisi yang bebas?
Pertemuan 5 — Menguji Efektivitas Penerapan Strategi Menyerang dan Bertahan pada Permainan Invasi Bola Keranjang — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.4 Menguji efektivitas penerapan strategi gerak dalam berbagai situasi gerak pada permainan invasi
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan menyampaikan target belajar hari ini yaitu menguji efektivitas strategi menyerang dan bertahan pada permainan invasi bola keranjang (5 menit).
- Guru memandu pemanasan statis dan dinamis dengan permainan tag 'Rebut Bola Kawal Keranjang' untuk mengaktifkan mobilitas fisik (10 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan terstruktur: (1) 'Apa tanda strategi menyerang dinyatakan efektif?' (Acuan jawaban benar: tim berhasil menembus pertahanan lawan dan mencetak skor/peluang tanpa kehilangan bola); (2) 'Apa tanda strategi bertahan dinyatakan efektif?' (Acuan jawaban benar: tim berhasil mencegah lawan mencetak poin atau merebut kembali penguasaan bola sebelum bola masuk keranjang) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan dua skenario situasi gerak invasi di lapangan: Skenario A (Strategi Menyerang Cepat/Fast-Break dengan 3 operan langsung ke ruang kosong dekat keranjang) dan Skenario B (Strategi Bertahan Zona Menutup Garis Operan di depan batas 1 meter) (10 menit).
- Murid dalam kelompok regu (masing-masing 6 orang) mencermati lembar uji taktis berisi 2 indikator efektivitas: (1) Keberhasilan strategi menyerang (mencapai batas aman tembak 1 meter tanpa intersep), (2) Keberhasilan strategi bertahan (memaksa lawan melakukan salah operan atau merebut bola sebelum area 1 meter) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Setiap regu memainkan simulasi permainan invasi modifikasi bola keranjang 6 lawan 6 dalam dua babak berdurasi masing-masing 10 menit (Babak 1: Menguji penerapan Strategi Menyerang Cepat vs Bertahan Zona; Babak 2: Menguji penerapan variasi Strategi Menyerang Sabar Mengalirkan Bola vs Bertahan Satu Lawan Satu Man-to-Man) (20 menit).
- Dalam mini-turnamen yang menggembirakan, setiap regu menghitung secara riil catatan uji taktis: jumlah serangan yang berhasil menjadi peluang/poin dan jumlah pertahanan yang sukses menggagalkan serbuan lawan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Regu berkumpul dalam 'Tactical Time-Out' untuk membandingkan efektivitas kedua strategi yang telah diuji: menentukan strategi mana yang terbukti paling efektif menghasilkan gol dan strategi mana yang paling efektif mematahkan serangan lawan berdasarkan data pertandingan (15 menit).
Penutup:- Murid melakukan gerakan pendinginan berpasangan dan pelemasan otot tungkai serta lengan (5 menit).
- Guru memfasilitasi asesmen akhir dan memberikan konfirmasi kesimpulan bahwa menguji strategi gerak berarti membandingkan rencana taktik dengan hasil ketercapaian di lapangan permainan invasi (5 menit).
- Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya (Asesmen Sumatif Permainan Invasi) dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar opsi strategi taktis bergambar pola serangan kilat dan pola bertahan rapat bagi kelompok yang memerlukan bantuan visual.
- Proses: Bagi murid yang masih canggung membaca alur taktik, guru memberikan batasan tanpa intersep pada 2 operan pertama; bagi murid yang mahir, diberikan batasan waktu menyerang maksimal 7 detik untuk menguji kecepatan pengambilan keputusan taktis.
- Produk: Hasil uji efektivitas dicatat dalam bentuk checklist sederhana (centang berhasil/gagal) atau uraian ringkas perolehan skor dan intersep tim.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Guru menanyakan (1) Indikator strategi menyerang efektif (kunci acuan: bola berhasil dioper ke ruang kosong hingga mencetak poin/mencapai area keranjang tanpa hilang penguasaan), (2) Indikator strategi bertahan efektif (kunci acuan: menutup ruang gerak lawan sehingga lawan gagal melempar akurat atau bola terebut).
Proses:- Pengamatan langsung saat bermain: Guru menilai kemampuan murid dalam menerapkan dan menguji 2 skenario strategi (skenario menyerang dan skenario bertahan) menggunakan lembar observasi taktis berkriteria keberhasilan eksekusi gerak.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan: Murid dalam regu menyatakan hasil pengujian strategi: (1) Menyebutkan strategi bertahan mana yang paling efektif menekan lawan (acuan: Bertahan Zona atau Bertahan Satu Lawan Satu beserta bukti jumlah intersep/kegagalan lawan), (2) Menyebutkan strategi menyerang mana yang paling efektif menembus gawang keranjang (acuan: Serangan Cepat atau Serangan Mengalir beserta bukti terciptanya gol/peluang bersih).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek pemahaman konsep efektivitas menyerang dan bertahan
- Lembar observasi unjuk kerja pengujian strategi menyerang dan bertahan selama permainan invasi bola keranjang
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengujian Efektivitas Strategi Menyerang pada Permainan Invasi | Belum mampu menerapkan dan menentukan efektivitas strategi menyerang; serangan dilakukan acak tanpa rencana taktis dan bola selalu terebut lawan. | Mampu mencoba 1 strategi menyerang tetapi belum konsisten menguji efektivitasnya berdasarkan ketercapaian peluang atau poin. | Mampu menerapkan dan menguji efektivitas 2 strategi menyerang (serangan cepat dan serangan mengalir) sesuai situasi pertahanan lawan dengan bukti terciptanya peluang mencetak poin. | Secara mandiri dan konsisten mampu menerapkan, menguji efektivitas, serta langsung menyesuaikan strategi menyerang secara tepat saat menghadapi perubahan taktik pertahanan lawan. | | Pengujian Efektivitas Strategi Bertahan pada Permainan Invasi | Belum mampu menerapkan strategi bertahan; membiarkan lawan leluasa menguasai bola dan mendekati keranjang tanpa upaya penjagaan. | Mampu mencoba posisi bertahan (zona atau satu lawan satu) namun belum efektif menghentikan aliran bola lawan atau mencegah tembakan. | Mampu menerapkan dan menguji efektivitas 2 strategi bertahan (zona menutup ruang dan penjagaan satu lawan satu) sehingga berhasil menggagalkan serangan lawan sebelum batas aman keranjang. | Secara mandiri dan konsisten menguji serta mengubah strategi bertahan secara fleksibel untuk menutup celah serangan lawan berdasarkan evaluasi situasi gerak permainan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah modifikasi permainan bola keranjang 6 lawan 6 memberikan kesempatan merata bagi semua murid untuk menguji strategi menyerang dan bertahan?
- Apakah murid mampu mengaitkan data keberhasilan tembakan dan intersep dengan efektivitas strategi yang mereka pilih?
Murid:- Strategi mana yang paling berhasil membantu timmu mencetak skor ke keranjang lawan hari ini?
- Apa hambatan terbesar timmu saat mencoba menggagalkan serangan regu lawan?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.1 Menginvestigasi berbagai konsep gerak untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak pada permainan bola keranjang
- TP 5.2.2 Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak pada permainan invasi bola keranjang
- TP 5.2.3 Mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda pada permainan kelompok
- TP 5.2.4 Menguji efektivitas penerapan strategi gerak dalam berbagai situasi gerak pada permainan invasi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa, memeriksa kesiapan fisik murid, dan melakukan pemanasan statis serta dinamis terarah (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, menjelaskan prosedur rotasi bermain 4 lawan 4 di 2 lapangan mini simultan, serta membagikan Lembar Evaluasi Taktis Regu (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru mengenai kriteria rubrik unjuk kerja permainan invasi (konsep lemparan, penyesuaian gerak melempar-menangkap saat dihalangi, dan transfer ruang kosong) serta petunjuk pengisian Lembar Evaluasi Taktis Regu (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid dalam 7 regu secara bergantian melaksanakan simulasi unjuk kerja permainan invasi bola keranjang 4 lawan 4 di 2 lapangan mini secara simultan sesuai jadwal rotasi (3 rotasi permainan @ 12 menit ditambah waktu pergantian tim, total 60 menit) sementara guru mengobservasi performa gerak tiap individu menggunakan rubrik (60 menit).
- Setiap regu secara mandiri berdiskusi di area tepi lapangan untuk mengerjakan Lembar Evaluasi Taktis Regu, menganalisis faktor keberhasilan atau kegagalan strategi menyerang dan bertahan, serta merumuskan penyesuaian taktik tim (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap perwakilan kelompok mengumpulkan lembar evaluasi dan secara singkat menyampaikan hasil refleksi taktis efektivitas regunya di hadapan guru dan teman-teman (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid melakukan aktivitas pendinginan ringan untuk mengembalikan kelenturan otot dan menurunkan denyut nadi (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi terhadap sportivitas serta pelaksanaan asesmen sumatif, merangkum pencapaian pembelajaran Bab 2 secara menyeluruh, dan menutup sesi dengan doa penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi ukuran keranjang sasaran atau jarak batas aman lempar tetap disesuaikan dengan standar penilaian yang sama tanpa mengubah indikator kompetensi.
- Proses: Pemberian giliran rotasi bermain yang tertib dengan pendampingan isyarat visual (peluit/bendera) untuk murid yang memerlukan kepastian pergantian giliran.
- Produk: Pengisian lembar evaluasi taktis regu dapat dilakukan secara tertulis melalui juru tulis regu yang ditunjuk bersama dalam kelompok.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan jasmani dan kelengkapan regu bermain sebelum memasuki lapangan.
Sumatif Bab:- penilaian unjuk kerja permainan invasi modifikasi dan lembar evaluasi taktis: performa penerapan konsep gerak melempar-menangkap, penyesuaian gerak menghadapi rintangan, transfer penempatan posisi bebas tanpa bola dalam permainan kelompok, serta lembar evaluasi efektivitas strategi regu
- unjuk kerja permainan invasi modifikasi: kinerja tim dalam simulasi permainan bola keranjang modifikasi 4 lawan 4 di 2 lapangan mini simultan (4 regu bermain per rotasi 12 menit, total 3 putaran untuk 28 murid/7 regu) yang dinilai dari ketepatan konsep gerak lemparan, penyesuaian gerak melempar-menangkap saat dihalangi, dan transfer strategi mencari ruang kosong tanpa bola (75 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja performa taktik dan keterampilan gerak)
- evaluasi diri dan refleksi taktis kelompok: lembar evaluasi taktis beregu yang dikerjakan bersama serentak per kelompok berisi catatan analisis keberhasilan/kegagalan penerapan strategi gerak mencetak poin dan usulan penyesuaian taktik tim (30 menit; kelompok; instrumen: lembar refleksi taktis dan kriteria ketercapaian efektivitas strategi)
Sumatif:- penilaian unjuk kerja permainan invasi modifikasi dan lembar evaluasi taktis: performa penerapan konsep gerak melempar-menangkap, penyesuaian gerak menghadapi rintangan, transfer penempatan posisi bebas tanpa bola dalam permainan kelompok, serta lembar evaluasi efektivitas strategi regu
- unjuk kerja permainan invasi modifikasi: kinerja tim dalam simulasi permainan bola keranjang modifikasi 4 lawan 4 di 2 lapangan mini simultan (4 regu bermain per rotasi 12 menit, total 3 putaran untuk 28 murid/7 regu) yang dinilai dari ketepatan konsep gerak lemparan, penyesuaian gerak melempar-menangkap saat dihalangi, dan transfer strategi mencari ruang kosong tanpa bola (75 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja performa taktik dan keterampilan gerak)
- evaluasi diri dan refleksi taktis kelompok: lembar evaluasi taktis beregu yang dikerjakan bersama serentak per kelompok berisi catatan analisis keberhasilan/kegagalan penerapan strategi gerak mencetak poin dan usulan penyesuaian taktik tim (30 menit; kelompok; instrumen: lembar refleksi taktis dan kriteria ketercapaian efektivitas strategi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Konsep Gerak Melempar (Tenaga, Waktu, Ruang Arah, dan Ketinggian) [TP 1] | Menerapkan kurang dari 2 indikator konsep lemparan (arah tidak tepat sasaran, tenaga terlalu lemah/kuat, waktu lepas lambat, ketinggian tidak terukur). | Menerapkan tepat 2 dari 4 indikator konsep lemparan: (1) tenaga sesuai jarak teman, (2) waktu pelepasan tepat sebelum dihadang, (3) arah operan terarah ke dada/atas teman, (4) ketinggian operan melengkung/datar sesuai kebutuhan situasi. | Menerapkan tepat 3 dari 4 indikator konsep lemparan: (1) tenaga sesuai jarak teman, (2) waktu pelepasan tepat sebelum dihadang, (3) arah operan terarah ke dada/atas teman, (4) ketinggian operan melengkung/datar sesuai situasi. | Menerapkan seluruh 4 indikator konsep lemparan secara konsisten: (1) tenaga tepat, (2) waktu pelepasan tepat, (3) arah operan akurat, (4) ketinggian operan adaptif terhadap situasi bertahan lawan. | | Penyesuaian Keterampilan Gerak Lempar-Tangkap Menghadapi Halangan [TP 2] | Tidak mampu menyesuaikan gerak lempar-tangkap saat dihadang lawan; bola sering terebut atau terjatuh saat menerima halangan. | Mampu menyesuaikan posisi melempar atau menangkap saat menghadapi 1 situasi rintangan lawan, namun masih ragu memilih jenis operan (dada/pantul/lambung). | Mampu menyesuaikan gerak lempar-tangkap pada 2 situasi halangan (misal: merendahkan badan saat dihalangi pemain tinggi, atau mengubah sudut lemparan samping saat jalan lurus ditutup). | Secara konsisten dan mandiri menyesuaikan gerak lempar dan tangkap di berbagai posisi halangan lawan tanpa kehilangan penguasaan bola tim. | | Transfer Strategi Membuka Ruang Tanpa Bola [TP 3] | Cenderung pasif berdiri di tempat atau bergerombol di dekat pembawa bola tanpa upaya mencari area bebas. | Bergerak mencari ruang kosong hanya sesekali ketika dipanggil oleh teman pembawa bola. | Aktif bergerak memotong atau berpindah ke ruang terbuka yang tidak dijaga lawan untuk memudahkan teman mengoper bola. | Secara konsisten dan tanggap mentransfer strategi gerak tanpa bola: berpindah cepat ke ruang kosong, menarik lawan, dan siap menyambut operan untuk mencetak skor. | | Evaluasi Efektivitas Penerapan Strategi Regu [TP 4] | Lembar evaluasi hanya terisi sebagian dan belum memuat analisis penyebab keberhasilan atau kegagalan strategi regu. | Mampu mengidentifikasi 1 faktor penyebab keberhasilan/kegagalan taktik tim, namun belum menyertakan usulan penyesuaian strategi gerak. | Mampu mengidentifikasi minimal 2 faktor keberhasilan/kegagalan (misal: koordinasi operan dan penjagaan ruang) disertai 1 usulan penyesuaian taktik yang masuk akal. | Menganalisis secara kritis keberhasilan dan kegagalan taktik tim secara rinci (menyerang dan bertahan) serta merumuskan penyesuaian strategi operasional yang tepat sasaran. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 60 menit simulasi unjuk kerja 4 lawan 4 cukup memberikan kesempatan observasi menyeluruh kepada seluruh murid?
- Bagaimana ketercapaian murid secara umum dalam mentransfer konsep gerak dan strategi taktis ke situasi permainan sebenarnya?
Murid:- Apakah strategi gerak yang kelompokmu rencanakan berhasil diterapkan selama pertandingan tadi?
- Bagian mana dari keterampilan melempar, menangkap, atau mencari ruang kosong yang menurutmu paling berhasil kamu lakukan hari ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK Kelas V SD/MI Kemendikbudristek 2023 (Bab 2: Berpikir Cerdas, Bergerak Taktis, Aktivitas 2.7 Lempar Tangkap Bola Kecil Berpasangan)
- Buku Teks Siswa PJOK Kelas V SD/MI Kemendikbudristek 2023 (Halaman 57-59)
- Bola basket ukuran mini / bola keranjang / bola karet lunak
- Keranjang sasaran / keranjang gantung / cone pembatas jarak
- Buku Panduan Guru PJOK SD Kelas V (Kemendikbudristek 2024)
- Buku Siswa PJOK SD Kelas V (Kemendikbudristek 2024)
- Bola basket/bola modifikasi (bola spons/bola sepak mini)
- Keranjang/sasaran target, corong/kerucut (cone), tali pembatas ketinggian, dan peluit
- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas V, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas V, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Peluit, keranjang/target sasaran, bola basket mini/bola spons ukuran 5, cone/markah batas lapangan.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2024)
- Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2024)
- Bola basket modifikasi / bola karet (4-6 buah)
- Kerucut pembatas (cone) sebanyak 16 buah
- Rompi penanda dua warna (masing-masing 10 buah)
- Peluit dan stopwatch
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas V SD/MI (Kemendikbudristek 2024)
- Buku Siswa PJOK Kelas V SD/MI (Kemendikbudristek 2024)
- Bola tangan/bola busa/bola sepak ukuran kecil
- Keranjang sasaran / cone pembatas lapangan
- Lembar catatan uji taktis regu
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas V Kemendikbudristek 2024 (Bab 2: Berpikir Cerdas, Bergerak Taktis)
- Buku Siswa PJOK Kelas V Kemendikbudristek 2024
- Bola keranjang / bola tangan modifikasi (4 buah)
- Keranjang sasaran / gawang modifikasi (4 buah)
- Rompi tim / pita penanda warna (4 set berbeda warna)
- Cone / marker batas lapangan dan batas aman 1 meter
- Lembar Evaluasi Taktis Regu dan alat tulis
|