Modul AjarPertemuan 7Bab 1Fase CSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 5: Eksplorasi Gerak Menendang Bola: Permainan Tim dengan Strategi Gerak

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 5 dengan topik "Eksplorasi Gerak Menendang Bola: Permainan Tim dengan Strategi Gerak". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 5: Eksplorasi Gerak Menendang Bola: Permainan Tim dengan Strategi Gerak

PJOK - Kelas 5

Bab 1 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Eksplorasi Gerak Menendang Bola: Permainan Tim dengan Strategi Gerak

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikEksplorasi Gerak Menendang Bola: Permainan Tim dengan Strategi Gerak
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mentransfer keterampilan menendang dan menghentikan bola ke dalam permainan tim dengan peraturan yang dimodifikasi
  2. Murid dapat merancang peraturan alternatif dalam permainan menendang bola untuk mendukung fair play dan partisipasi inklusif

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana cara supaya bola dapat dengan mudah diterima oleh temanmu dalam permainan?
  2. Aturan apa yang bisa kita buat agar semua teman bisa bermain dengan adil dan senang?
  3. Bagaimana strategi kamu agar tim bisa bekerja sama mencetak gol?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan murid
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: mentransfer keterampilan menendang bola ke permainan tim dan merancang peraturan alternatif yang mendukung fair play
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya pengalaman murid bermain sepak bola dan peraturan yang pernah mereka gunakan
  • Guru memimpin pemanasan dinamis: jogging ringan, stretching dinamis, dan pemanasan khusus menendang dan menghentikan bola secara berpasangan selama 10 menit

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru mengelompokkan murid menjadi 4-5 kelompok (masing-masing 5-6 orang)
  • Setiap kelompok duduk melingkar dan guru menjelaskan konsep mentransfer keterampilan: menggunakan teknik menendang dan menghentikan bola yang sudah dipelajari ke dalam situasi permainan tim yang sebenarnya
  • Guru mendemonstrasikan teknik menendang dengan bagian dalam kaki untuk akurasi operan dan teknik menghentikan bola dengan kontrol yang baik
  • Murid membaca materi singkat di Buku Siswa tentang menyesuaikan dan memodifikasi keterampilan gerak dalam permainan
  • Guru memfasilitasi diskusi kelompok: Apa yang membuat operan bola berhasil? Bagaimana posisi tubuh saat menghentikan bola? Apa yang perlu diperhatikan saat bermain dalam tim?

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Aktivitas 1 - Permainan Operan Bola Berkelompok (10 menit): Setiap kelompok membuat formasi lingkaran dengan jarak 3-5 meter. Murid mengoper bola menggunakan bagian dalam kaki, bergantian kaki kanan dan kiri. Bola harus tetap dalam area lingkaran. Jika bola keluar, pemain yang menendang melakukan 3 push-up
  • Guru mengamati dan memberikan umpan balik tentang akurasi tendangan, kontrol bola, dan komunikasi antar pemain
  • Aktivitas 2 - Merancang Peraturan Alternatif (8 menit): Setiap kelompok berdiskusi dan merancang 2-3 peraturan alternatif untuk permainan sepak bola mini yang membuat permainan lebih inklusif. Contoh: semua pemain harus menyentuh bola minimal 1 kali sebelum boleh mencetak gol, atau setiap tim harus melakukan minimal 3 operan sebelum menembak
  • Setiap kelompok mempresentasikan peraturan yang mereka rancang dan alasannya (masing-masing 1 menit)
  • Guru dan murid bersama-sama memilih 2-3 peraturan terbaik untuk diterapkan dalam permainan
  • Aktivitas 3 - Permainan Sepak Bola Mini dengan Peraturan Modifikasi (15 menit): Dua kelompok bergabung menjadi satu tim, bermain 2 babak masing-masing 7 menit. Lapangan berukuran kecil dengan gawang sederhana. Terapkan peraturan yang sudah dirancang murid. Kelompok lain menjadi wasit dan pengamat
  • Guru memfasilitasi rotasi agar semua kelompok mendapat giliran bermain
  • Selama permainan, guru mengamati transfer keterampilan, strategi gerak, komunikasi tim, dan penerapan fair play

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengumpulkan murid dalam formasi setengah lingkaran untuk sesi refleksi
  • Guru memandu diskusi reflektif dengan pertanyaan: Bagaimana pengalaman kalian menerapkan keterampilan menendang dan menghentikan bola dalam permainan tim? Apa tantangan yang kalian hadapi? Bagaimana peraturan alternatif yang kita buat membantu semua teman bisa bermain dengan adil?
  • Murid berbagi pengalaman dan pembelajaran mereka secara sukarela
  • Guru meminta setiap kelompok menyebutkan satu strategi gerak yang efektif dalam permainan tadi
  • Murid menulis refleksi singkat di buku catatan: Apa yang saya pelajari hari ini? Bagaimana saya bisa menjadi pemain tim yang lebih baik?

Penutup:

  • Guru memimpin pendinginan dengan stretching statis selama 5 menit
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan mengajukan pertanyaan reflektif: Teknik apa yang paling efektif untuk operan akurat? Mengapa peraturan yang inklusif itu penting?
  • Guru memberikan penguatan positif atas partisipasi dan kerja sama murid
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah mahir dapat membaca materi tambahan tentang strategi formasi dalam permainan sepak bola. Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat fokus pada teknik dasar menendang dengan bagian dalam kaki
  • Proses: Murid yang cepat menguasai dapat menjadi tutor sebaya dalam kelompoknya, membantu teman yang masih kesulitan. Murid yang lambat mendapat waktu ekstra untuk latihan operan berpasangan sebelum bergabung dalam permainan tim. Jarak operan dapat disesuaikan: 3 meter untuk pemula, 5 meter untuk yang mahir
  • Produk: Murid dapat memilih cara mempresentasikan peraturan alternatif: lisan, tulisan di kertas, atau demonstrasi langsung. Refleksi dapat berupa tulisan, gambar strategi permainan, atau sharing lisan

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan: Siapa yang pernah bermain sepak bola? Peraturan apa yang kalian gunakan? Apa yang membuat permainan menyenangkan untuk semua orang?
  • Guru mengamati kemampuan dasar murid saat pemanasan menendang dan menghentikan bola berpasangan

Proses:

  • Observasi langsung selama Aktivitas 1 menggunakan checklist: ketepatan tendangan (ya/tidak), kontrol bola (baik/cukup/perlu perbaikan), komunikasi (aktif/pasif)
  • Observasi diskusi kelompok saat merancang peraturan: keaktifan, kualitas ide, penalaran
  • Observasi selama permainan menggunakan catatan anekdot: transfer keterampilan, strategi yang digunakan, perilaku fair play, kerja sama

Akhir:

  • Guru mengajukan pertanyaan reflektif di sesi penutup dan mencatat respons murid
  • Penilaian kinerja dalam permainan menggunakan rubrik 4 level
  • Penilaian refleksi tertulis murid: kelengkapan, kedalaman pemahaman, kemampuan mengidentifikasi strategi

Formatif:

  • Observasi selama aktivitas operan bola: akurasi tendangan, kontrol menghentikan bola, komunikasi dengan rekan
  • Observasi selama diskusi merancang peraturan: partisipasi, kreativitas ide, penalaran tentang fair play
  • Observasi selama permainan: transfer keterampilan ke situasi permainan, penerapan strategi gerak, kerja sama tim

Sumatif:

  • Penilaian kinerja dalam permainan sepak bola mini menggunakan rubrik: keterampilan menendang dan menghentikan bola, penerapan strategi, kontribusi dalam merancang peraturan alternatif
  • Penilaian refleksi tertulis: kemampuan mengidentifikasi pembelajaran dan mengartikulasikan strategi yang efektif

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan Menendang dan Menghentikan BolaMurid kesulitan menendang bola dengan akurat, bola sering meleset jauh dari target. Belum mampu menghentikan bola dengan kontrol yang baikMurid dapat menendang bola ke arah target namun masih kurang akurat. Mampu menghentikan bola namun kontrol masih lemah, bola sering memantul jauhMurid dapat menendang bola dengan cukup akurat menggunakan bagian dalam kaki. Mampu menghentikan bola dengan kontrol yang cukup baik, bola tetap dekat dengan kakiMurid menendang bola dengan sangat akurat dan konsisten menggunakan teknik yang tepat. Menghentikan bola dengan kontrol halus dan presisi, siap untuk gerakan selanjutnya
Transfer Keterampilan ke Permainan TimMurid belum mampu menerapkan keterampilan menendang dan menghentikan bola dalam situasi permainan. Belum menunjukkan strategi gerakMurid mencoba menerapkan keterampilan dalam permainan namun masih ragu dan tidak konsisten. Strategi gerak masih minimalMurid mampu menerapkan keterampilan menendang dan menghentikan bola dalam permainan dengan cukup baik. Menunjukkan beberapa strategi gerak seperti mencari ruang kosong dan memberi operanMurid secara konsisten mentransfer keterampilan ke dalam permainan dengan sangat baik. Menerapkan berbagai strategi gerak adaptif sesuai situasi, berkomunikasi efektif dengan tim
Merancang Peraturan Alternatif untuk Fair Play dan InklusiMurid belum mampu mengusulkan peraturan alternatif. Tidak menunjukkan pemahaman tentang fair play dan inklusiMurid mengusulkan peraturan namun kurang relevan dengan tujuan fair play dan inklusi. Penjelasan minimalMurid merancang peraturan alternatif yang cukup mendukung fair play dan partisipasi inklusif. Mampu memberikan alasan yang masuk akalMurid merancang peraturan alternatif yang kreatif dan sangat efektif mendukung fair play serta memastikan semua peserta bisa berpartisipasi. Memberikan penjelasan yang logis dan reflektif
Kerja Sama dan Kontribusi TimMurid bermain sendiri, tidak berkomunikasi dengan rekan tim. Tidak menunjukkan upaya kerja samaMurid sesekali berkomunikasi dengan rekan tim namun masih cenderung bermain individualMurid berkomunikasi dengan rekan tim, memberikan operan, dan menunjukkan upaya kerja sama yang baik untuk mencapai tujuan bersamaMurid sangat aktif berkomunikasi, mendukung rekan tim, membagi peran dengan baik, dan secara konsisten berkontribusi untuk keberhasilan kelompok

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran tercapai? Indikator apa yang menunjukkan hal tersebut?
  • Bagaimana efektivitas peraturan alternatif yang dirancang murid dalam mendukung fair play dan inklusi?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif untuk mengakomodasi keberagaman kemampuan murid?
  • Apa tantangan yang muncul selama pembelajaran dan bagaimana saya mengatasinya?
  • Apa yang perlu diperbaiki untuk pembelajaran serupa di masa depan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang saya pelajari hari ini tentang bermain sepak bola dalam tim?
  • Teknik apa yang paling membantu saya dalam mengoper dan menghentikan bola?
  • Bagaimana perasaan saya saat bermain dengan peraturan yang kami rancang sendiri?
  • Apa yang bisa saya lakukan lebih baik untuk membantu tim saya?
  • Apa yang membuat permainan hari ini menyenangkan dan adil untuk semua teman?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK Kelas 5 Kurikulum Merdeka, Bab 1: Eksplorasi Gerak
  2. Buku Guru PJOK Kelas 5 Kurikulum Merdeka
  3. Bola sepak atau bola karet ukuran standar (4-5 buah)
  4. Cone atau pembatas lapangan (8-12 buah)
  5. Gawang sederhana atau markah improvisasi (dapat menggunakan cone)
  6. Peluit
  7. Lapangan terbuka atau halaman sekolah
  8. Alat tulis untuk refleksi (buku catatan dan pulpen)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.