Modul AjarBab 1Fase CSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 5 Bab 1: Eksplorasi Gerak

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian PJOK kelas 5 untuk Bab 1 "Eksplorasi Gerak", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 5 Bab 1: Eksplorasi Gerak

PJOK - Kelas 5

Bab 1

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Bab 1 — Eksplorasi Gerak

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikBab 1 — Eksplorasi Gerak
Alokasi Waktu20 JP (20 x 35 menit = 700 menit)
Jumlah Pertemuan7
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 5.1.1 Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak lokomotor jalan, lari, lompat, dan loncat
  2. TP 5.1.2 Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak manipulatif melempar dan menangkap bola
  3. TP 5.1.3 Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak menendang dan menghentikan bola
  4. TP 5.1.4 Mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan✓
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana caramu mengubah langkah saat harus berpindah dari jalan santai ke lari cepat melewati rintangan berkelok?
  2. Apa yang perlu disesuaikan pada tubuhmu agar tidak menabrak rintangan saat bergerak zig-zag?
  3. Bagaimana caramu menyesuaikan tolakan kaki saat harus melewati rintangan yang tingginya berbeda-beda?
  4. Mengapa posisi lutut harus sedikit ditekuk (mengeper) saat melakukan pendaratan setelah melompat atau meloncat?
  5. Apa yang harus kamu ubah pada gerakan tangan dan dorongan tubuh saat temanmu melangkah mundur semakin jauh?
  6. Bagaimana caramu menyesuaikan posisi kedua tangan agar bola yang dilempar dari jarak jauh tetap dapat ditangkap dengan aman?
  7. Bagaimana caramu mengatur kekuatan tendangan agar bola tepat mengenai sasaran yang jaraknya berbeda?
  8. Bagian kaki mana yang paling efektif kamu gunakan untuk menghentikan bola yang datang menyusur tanah agar bola tidak memantul jauh?
  9. Mengapa saat bermain berkelompok kita sebaiknya tidak berkumpul di satu titik yang sama?
  10. Bagaimana caramu mencari dan menempati ruang kosong agar teman seregu dapat mengoper bola dengan mudah?
  11. Bagaimana cara regumu menjaga agar aliran bola tidak mudah direbut oleh tim lawan saat bermain?
  12. Mengapa kita perlu mengubah arah atau kecepatan operan saat teman dijaga ketat oleh lawan?
  13. Bagaimana caramu menyesuaikan langkah dan tolakan saat harus melintasi rintangan dan mengontrol bola dalam lintasan sirkuit?
  14. Mengapa penempatan posisi di ruang kosong dan aliran operan sangat menentukan keberhasilan tim dalam permainan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menyesuaikan Keterampilan Gerak Lokomotor Jalan dan Lari dalam Situasi Lintasan Zig-Zag — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.1.1 Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak lokomotor jalan, lari, lompat, dan loncat

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran serta kesiapan fisik murid di lapangan (3 menit).
  • Guru memandu pemanasan dinamis berfokus pada peregangan sendi kaki dan pergelangan kaki untuk kesiapan beraktivitas jasmani (4 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tes gerak singkat: murid satu per satu memperagakan jalan lurus lalu beralih lari lurus sejauh 5 meter untuk melihat kesiapan awal koordinasi gerak kaki (acuan: mampu mengubah ritme dari jalan lambat ke lari tanpa kehilangan keseimbangan) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyesuaikan keterampilan gerak lokomotor jalan dan lari saat melintasi rintangan lintasan zig-zag (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan penyesuaian gerak jalan dan lari saat melewati 5 kerucut zig-zag dengan jarak 1,5 meter antar-kerucut (mencondongkan badan ke arah belokan, menurunkan pusat massa saat berbelok, dan memperpendek langkah saat transisi) (5 menit).
  • Murid mengamati dan secara berpasangan mencoba berjalan zig-zag melintasi deretan 5 kerucut dengan fokus merasakan perubahan arah dan tumpuan kaki (acuan pengamatan: kaki berpindah sisi kerucut tanpa menyentuh kerucut) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid mempraktikkan tantangan gerak 'Lari Zig-Zag Berkelok': berlari melintasi 5 kerucut zig-zag dengan kecepatan bertahap sambil menyesuaikan panjang langkah di setiap tikungan rintangan secara mandiri (10 menit).
  • Murid mempraktikkan permainan menggembirakan 'Estafet Garis Berkelok': berlari zig-zag melintasi kerucut, mengambil kartu tanda di ujung lintasan, lalu kembali dengan jalan cepat zig-zag untuk menyerahkan giliran kepada teman kelompoknya tanpa menyenggol rintangan (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid berkumpul dalam lingkaran untuk melakukan pendinginan mandiri sambil mengamati kembali rasa gerak pada tubuh mereka saat menyesuaikan langkah kaki di lintasan zig-zag (5 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan reflektif: 'Bagian tubuh mana yang paling menentukan saat kamu menyesuaikan arah dari jalan ke lari di belokan?', dan murid merespons berdasarkan pengalaman gerak yang baru dilakukan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan prinsip penyesuaian keterampilan gerak lokomotor jalan dan lari dalam situasi lintasan berkelok/zig-zag (badan condong dan langkah disesuaikan) (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kemandirian murid selama beraktivitas jasmani, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyesuaikan jarak antar-kerucut rintangan zig-zag (jarak lebih renggang 2 meter untuk murid yang butuh ruang lebih luas, dan jarak 1 meter untuk tantangan lebih rapat).
  • Proses: Bagi murid yang masih kaku menyesuaikan belokan, diberikan panduan ritme berupa ketukan peluit guru; bagi murid yang sudah lincah, diberikan variasi tempo lari yang lebih cepat.
  • Produk: Unjuk kerja penyesuaian gerak jalan dan lari diamati dari keberhasilan melintasi seluruh rintangan zig-zag tanpa menjatuhkan kerucut sesuai tingkat kecepatan masing-masing.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Peragaan singkat transisi jalan ke lari lurus sejauh 5 meter (kriteria penerimaan: mampu berganti dari pola langkah jalan lambat ke langkah lari cepat secara mulus tanpa tersandung atau hilang keseimbangan).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid melakukan lari zig-zag melintasi 5 kerucut rintangan (kriteria penerimaan: mencondongkan badan saat berbelok, menyesuaikan panjang langkah, dan tidak menjatuhkan satu pun dari 5 kerucut).

Akhir Pertemuan:

  • Cek unjuk kerja penutup: satu kali lintasan uji gerak jalan-lari zig-zag 5 kerucut (acuan keberhasilan: murid berhasil melewati kelima kerucut dengan penyesuaian tumpuan kaki dan tubuh tanpa menyentuh kerucut).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja gerak lokomotor jalan dan lari melintasi lintasan zig-zag menggunakan lembar amatan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penyesuaian Gerak Lokomotor Jalan dan Lari di Lintasan Zig-ZagBelum mampu menyesuaikan langkah kaki dan arah tubuh saat jalan maupun lari, menabrak lebih dari 2 kerucut pada lintasan zig-zag.Mampu menyesuaikan langkah kaki saat jalan berkelok, namun masih kaku dan menyenggol 1-2 kerucut saat beralih ke gerak lari zig-zag.Mampu menyesuaikan langkah dan tumpuan tubuh saat jalan dan lari melintasi seluruh 5 kerucut zig-zag dengan lancar tanpa menjatuhkan kerucut.Mampu menyesuaikan gerak jalan dan lari secara konsisten dan mulus pada lintasan zig-zag dengan variasi kecepatan tinggi tanpa menyentuh rintangan sama sekali.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penataan jarak kerucut zig-zag sudah sesuai dengan rentang gerak seluruh murid kelas 5?
  • Bagaimana keterlibatan aktif dan keselamatan murid selama kegiatan lari zig-zag berlangsung?

Murid:

  • Apakah kamu merasa lebih mudah mengontrol tubuh saat berjalan atau saat berlari di tikungan kerucut?
  • Apa yang kamu lakukan agar langkah kakimu tidak menabrak rintangan saat berbelok cepat?

Pertemuan 2 — Menyesuaikan Keterampilan Gerak Lokomotor Lompat dan Loncat Melintasi Rintangan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.1.1 Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak lokomotor jalan, lari, lompat, dan loncat

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama di lapangan, memeriksa kehadiran, dan memastikan kondisi fisik seluruh murid siap beraktivitas jasmani (5 menit).
  • Guru memandu pemanasan dinamis yang berfokus pada kelenturan pergelangan kaki, lutut, dan pinggul, dilanjutkan permainan pemanasan 'Katak dan Kanguru' untuk mengaktifkan koordinasi tolakan kaki (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menyesuaikan keterampilan gerak lokomotor lompat (tolakan satu kaki) dan loncat (tolakan dua kaki) melintasi berbagai rintangan, lalu melaksanakan asesmen awal diagnostik unjuk kerja (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mengamati peragaan guru mengenai perbedaan mekanika gerak lompat (menolak dengan satu kaki tumpu) dan loncat (menolak dengan kedua kaki bersamaan) serta teknik pendaratan aman dengan kedua lutut mengeper (10 menit).
  • Murid secara bergantian mencoba melakukan 1 kali gerak lompat satu kaki dan 1 kali loncat dua kaki di tempat dengan mendarat mengeper, sementara guru memberikan konfirmasi pemahaman gerak (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mempraktikkan penyesuaian gerak melintasi Lintasan A yang terdiri atas 3 rintangan bertingkat: kardus rendah tinggi 15 cm (dilewati dengan lompat satu kaki), kardus sedang tinggi 25 cm (dilewati dengan loncat dua kaki), dan gawang aman busa tinggi 35 cm (dilewati dengan loncat dua kaki disertai tolakan lebih kuat) secara bergantian (20 menit).
  • Murid mempraktikkan permainan rintangan beregu 'Zona Petualangan Loncat Rintang', di mana setiap murid harus menyesuaikan kecepatan awalan lari, memilih jenis tolakan (lompat satu kaki atau loncat dua kaki) sesuai jenis rintangan kardus dan gawang aman yang dipasang berjarak bervariasi (1,5 meter hingga 2 meter), serta mendarat seimbang tanpa menjatuhkan rintangan (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk melingkar dan melakukan refleksi terbimbing mengenai bagaimana mereka menyesuaikan kekuatan tolakan dan mengendalikan pendaratan saat menghadapi rintangan yang lebih tinggi atau lebih lebar (10 menit).

Penutup:

  • Guru memimpin aktivitas pendinginan (stretching statis) untuk merelaksasi otot tungkai dan mengatur pernapasan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik spesifik terhadap penyesuaian gerak tolakan dan pendaratan murid, menyampaikan rencana materi pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan variasi ketinggian rintangan: tingkat dasar menggunakan kardus/bilah busa 15-20 cm, tingkat menengah 25-30 cm, dan tingkat tantangan 35-40 cm.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih melompati rintangan tunggal dengan jarak awalan dekat, sedangkan murid yang sudah mahir melintasi rangkaian rintangan berturut-turut dengan jarak dan ketinggian bervariasi tanpa jeda langkah.
  • Produk: Unjuk kerja penyesuaian gerak lompat dan loncat melintasi rintangan dinilai berdasarkan kesesuaian teknik tolakan dan kestabilan pendaratan mengeper sesuai ketinggian rintangan yang dipilih/dihadapi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik unjuk kerja awal: Setiap murid diminta melakukan 2 tugas gerak: (1) melompati seutas tali setinggi 15 cm dengan tolakan 1 kaki dan mendarat 2 kaki mengeper, (2) meloncat melompati kardus selebar 30 cm dengan tolakan 2 kaki dan mendarat 2 kaki mengeper. Guru mengidentifikasi kesiapan murid berdasarkan acuan: tolakan kaki tepat (lompat=1 kaki, loncat=2 kaki) dan kedua lutut mengeper saat mendarat tanpa terjatuh.

Proses:

  • Observasi formatif unjuk kerja pada tahap Mengaplikasi menggunakan lembar ceklis penyesuaian gerak melintasi rintangan: (1) ketepatan menyesuaikan jenis tolakan (1 kaki atau 2 kaki) sesuai rintangan, (2) daya tolak mengangkat tubuh melewati rintangan tanpa menyentuh/menjatuhkan alat, (3) pendaratan terkontrol dengan kedua lutut mengeper dan menjaga keseimbangan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek unjuk kerja akhir di penutup: Murid memperagakan penyesuaian gerak melintasi 2 rintangan kombinasi (rintangan 1: lompat melintasi kardus 20 cm, rintangan 2: loncat melintasi gawang 30 cm). Kriteria ketercapaian: murid berhasil menyesuaikan tolakan yang sesuai pada kedua rintangan dan mendarat dengan lutut mengeper seimbang tanpa menyentuh rintangan (acuan: rintangan 1 menggunakan tolakan 1 kaki, rintangan 2 menggunakan tolakan 2 kaki, pendaratan kedua rintangan menggunakan 2 kaki mengeper).

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja penyesuaian tolakan (lompat 1 kaki / loncat 2 kaki) dan pendaratan mengeper saat melintasi rintangan bertingkat.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penyesuaian keterampilan gerak lokomotor lompat dan loncat melintasi rintanganBelum mampu menyesuaikan jenis tolakan (tertukar antara lompat 1 kaki dan loncat 2 kaki), menabrak/menjatuhkan seluruh rintangan, dan mendarat dengan lutut kaku atau kehilangan keseimbangan.Mampu menyesuaikan jenis tolakan pada 1 dari 2 jenis rintangan, melintasi rintangan rendah tetapi menyentuh rintangan sedang/tinggi, serta posisi pendaratan mengeper masih belum stabil.Mampu menyesuaikan jenis tolakan (lompat 1 kaki pada rintangan rendah/panjang dan loncat 2 kaki pada rintangan tinggi) melintasi 3 rintangan bertingkat tanpa menjatuhkan alat, serta mendarat dengan kedua lutut mengeper secara seimbang.Mampu menyesuaikan jenis tolakan, irama awalan lari, dan kekuatan daya tolak secara tepat dan konsisten melintasi seluruh variasi rintangan bertingkat tanpa menyentuh rintangan sama sekali, serta melakukan pendaratan mengeper yang sempurna dan stabil secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penataan variasi jarak dan ketinggian rintangan sudah memfasilitasi kebutuhan seluruh murid dalam menyesuaikan gerak lompat dan loncat?
  • Bagaimana efektivitas pemberian umpan balik langsung dalam membantu murid memperbaiki teknik pendaratan mengeper yang aman?

Murid:

  • Bagian mana dari rintangan yang paling menantang untuk kamu lewati dengan lompat atau loncat hari ini?
  • Apa yang kamu rasakan pada lutut dan kakimu ketika mendarat dengan posisi mengeper dibanding mendarat lurus kaku?

Pertemuan 3 — Menyesuaikan Keterampilan Gerak Manipulatif Melempar dan Menangkap Bola Berpasangan dengan Perubahan Jarak — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.1.2 Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak manipulatif melempar dan menangkap bola

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran serta kesiapan fisik murid di lapangan (5 menit).
  • Guru memandu pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada peregangan sendi bahu, lengan, dan pergelangan tangan untuk menjaga keselamatan fisik (7 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: murid berpasangan saling melempar dan menangkap bola kecil sebanyak 3 kali lemparan pada jarak awal 3 meter untuk mengidentifikasi kesiapan awal penyesuaian gerak melempar dan menangkap (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan perbedaan penyesuaian gerak melempar (ayunan lengan, dorongan bahu, lecutan pergelangan tangan) dan menangkap (posisi membuka telapak tangan dan meredam laju bola) ketika berdiri pada jarak dekat 3 meter dibandingkan jarak jauh 8 meter (8 menit).
  • Murid secara berpasangan mengamati lintasan lemparan dan mendiskusikan penyesuaian tenaga serta sudut lemparan yang dibutuhkan agar bola tepat mengarah ke dada pasangan (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid berpasangan mempraktikkan penyesuaian melempar dan menangkap bola kecil secara bertahap pada 3 garis jarak: jarak 1 (3 meter), jarak 2 (5 meter), dan jarak 3 (8 meter), dengan melakukan 5 kali lempar-tangkap di setiap jarak secara konsisten (25 menit).
  • Murid melakukan permainan tantangan berpasangan 'Mundur Beruntun': pasangan berhasil menangkap 3 kali berturut-turut diizinkan melangkah mundur satu meter ke garis penanda berikutnya; jika bola jatuh, mereka kembali menyesuaikan posisi satu meter lebih dekat (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid duduk melingkar dan merefleksikan perubahan gerak yang dirasakan pada lengan dan telapak tangan saat jarak pasangan bertambah jauh melalui pertanyaan terbimbing dari guru (10 menit).

Penutup:

  • Guru memandu gerakan pendinginan untuk mengendurkan otot-otot lengan dan kaki (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari penyesuaian gerak manipulatif melempar dan menangkap sesuai variasi jarak, memberikan umpan balik hasil pengamatan, serta menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan pilihan ukuran bola (bola kasti atau bola spons yang sedikit lebih besar) agar murid dapat menyesuaikan tangkapan sesuai kesiapan fisik.
  • Proses: Bagi murid yang belum konsisten menangkap pada jarak jauh, jarak latihan diatur bertahap (2 meter ke 4 meter); bagi murid yang sudah terampil, diberikan tantangan variasi jarak hingga 10 meter atau perubahan tempo lemparan.
  • Produk: Unjuk kerja penyesuaian gerak melempar dan menangkap dinilai dari konsistensi akurasi lemparan dan keberhasilan menangkap pada rentang jarak yang disesuaikan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Uji diagnostik unjuk kerja lempar-tangkap berpasangan pada jarak 3 meter sebanyak 3 kali percobaan. Kriteria kesiapan: (1) Lemparan terarah setinggi dada pasangan; (2) Tangkapan berhasil menggunakan kedua tangan tanpa bola terjatuh. (Acuan kesiapan: Siap mandiri jika berhasil minimal 2 dari 3 percobaan; Perlu bimbingan jika kurang dari 2 percobaan berhasil).

Proses:

  • Observasi formatif unjuk kerja penyesuaian gerak saat latihan 3 jarak: (1) Penyesuaian tenaga dan sudut lemparan pada jarak 3 m, 5 m, dan 8 m (acuan: lintasan bola datar/sedikit melambung terarah ke pasangan); (2) Penyesuaian menyongsong dan meredam bola saat menangkap pada jarak 3 m, 5 m, dan 8 m (acuan: kedua telapak tangan membuka menghadap bola dan menarik lengan ke belakang saat bola menyentuh telapak tangan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman formatif di akhir pertemuan berupa verifikasi 2 butir refleksi lisan: (1) Bagian tubuh mana yang paling berperan menambah tenaga lemparan saat jarak makin jauh? (Acuan jawaban: dorongan tungkai/tubuh, ayunan lengan lebih jauh, dan lecutan pergelangan tangan); (2) Bagaimana posisi tangan saat menangkap bola agar tidak terlepas? (Acuan jawaban: kedua telapak tangan terbuka membentuk mangkuk menyongsong bola dan menarik tangan ke arah tubuh untuk meredam laju bola).

Formatif:

  • Lembar observasi unjuk kerja penyesuaian gerak melempar dan menangkap bola berpasangan dengan variasi jarak (jarak 3 meter, 5 meter, dan 8 meter)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penyesuaian Gerak Melempar Berdasarkan Perubahan JarakBelum mampu menyesuaikan tenaga dan ayunan lengan, lemparan tidak mencapai pasangan atau melenceng jauh pada semua jarak (3 m, 5 m, dan 8 m).Menyesuaikan tenaga dan ayunan lengan hanya pada jarak dekat (3 meter), namun lemparan pada jarak 5 m dan 8 m tidak akurat atau tidak mencapai pasangan.Mampu menyesuaikan tenaga, sudut ayunan, dan lecutan tangan dengan tepat pada jarak 3 m dan 5 m sehingga bola terarah setinggi dada pasangan.Konsisten dan mandiri menyesuaikan tenaga, sudut lemparan, serta lecutan pergelangan tangan secara akurat pada seluruh jarak (3 m, 5 m, dan 8 m) dengan lemparan terarah stabil.
Penyesuaian Gerak Menangkap Berdasarkan Perubahan JarakBelum mampu menyongsong bola, posisi tangan kaku atau menutup sehingga bola terjatuh pada semua jarak uji coba.Mampu menangkap bola dengan meredam laju bola hanya pada jarak 3 meter, namun gagal menangkap pada jarak 5 m dan 8 m.Mampu menyesuaikan posisi tangan terbuka menyongsong bola dan meredam laju bola dengan baik pada jarak 3 m dan 5 m.Konsisten dan luwes menyesuaikan posisi tangan menyongsong bola serta meredam laju bola secara mandiri pada seluruh jarak (3 m, 5 m, dan 8 m) tanpa menjatuhkan bola.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah modifikasi jarak (3 m, 5 m, 8 m) memberikan tantangan motorik yang tepat bagi seluruh murid?
  • Bagaimana respons murid terhadap permainan tantangan 'Mundur Beruntun' dalam meningkatkan penyesuaian gerak melempar dan menangkap?

Murid:

  • Bagian mana dari gerakan melempar yang terasa paling berbeda ketika kamu melangkah semakin jauh dari pasanganmu?
  • Kesulitan apa yang kamu hadapi saat menangkap bola yang melaju kencang dari jarak jauh, dan bagaimana kamu mengatasinya?

Pertemuan 4 — Menyesuaikan Keterampilan Gerak Manipulatif Menendang dan Menghentikan Bola dalam Berbagai Sasaran — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.1.3 Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak menendang dan menghentikan bola

Pendahuluan:

  • Guru membariskan murid di lapangan, memimpin doa bersama, memeriksa kehadiran, dan memimpin pemanasan dinamis berfokus pada kelenturan sendi pergelangan kaki serta tungkai (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyesuaikan keterampilan gerak manipulatif menendang dan menghentikan bola pada berbagai sasaran (jarak dan posisi kerucut/cone) (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik unjuk kerja: setiap murid diminta melakukan 1 kali tendangan mendatar ke arah sasaran gawang kerucut selebar 1 meter dari jarak 4 meter, lalu menghentikan bola pantul/operan balik guru menggunakan telapak kaki atau kaki bagian dalam (kriteria kesiapan: mampu menendang mengarah ke celah sasaran dan menghentikan bola dalam radius kendali 1 meter) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak demonstrasi dan penjelasan guru mengenai penyesuaian posisi kaki tumpu di samping bola serta pemilihan bagian kaki (kaki bagian dalam untuk akurasi sasaran dekat, punggung kaki untuk sasaran lebih jauh) saat menendang bola (8 menit).
  • Murid mempraktikkan eksplorasi mandiri cara menyesuaikan sentuhan kaki (menarik kaki sedikit ke belakang sebagai peredam atau menekan bola dengan telapak kaki) untuk menghentikan bola yang bergulir dari berbagai arah (12 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan melakukan latihan 'Menendang dan Menghentikan Bola Berpasangan dengan Perubahan Sasaran Jarak': murid berdiri berhadapan mula-mula berjarak 4 meter melintasi sasaran celah 2 kerucut di tengah, kemudian setelah berhasil 3 kali operan berturut-turut jarak diubah menjadi 7 meter dan 10 meter (murid menyesuaikan daya dorong tendangan serta menyongsong posisi bola untuk menghentikannya) (17 menit).
  • Murid bermain tantangan beregu kecil 'Target Cone Knockdown' yang menggembirakan: dalam kelompok berisi 4 murid, setiap murid bergiliran menendang bola ke arah 3 botol/kerucut sasaran yang disusun berjarak 5 meter dan menghentikan bola yang berbalik, mencatat keberhasilan menjatuhkan sasaran secara bergantian (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid berkumpul dalam lingkaran dan mempraktikkan kembali penyesuaian gerak menendang dan menghentikan bola bila sasaran dipersempit atau diperjauh berdasarkan pengalaman latihan (10 menit).
  • Guru memfasilitasi tanya jawab reflektif: murid mengidentifikasi penyesuaian posisi kaki tumpu dan tenaga tendangan yang paling berhasil mereka terapkan saat menghadapi sasaran berbeda (5 menit).

Penutup:

  • Guru memimpin latihan pendinginan (stretching statis tungkai kaki dan mengatur napas) (3 menit).
  • Guru memberikan cek pemahaman akhir melalui 1 kali pengujian cepat: setiap murid melakukan 1 operan terarah menembus sasaran cone jarak 6 meter dan menghentikan operan balik dari pasangan secara terkontrol (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik pembelajaran terhadap penyesuaian gerak yang telah dilakukan, merapikan peralatan bola dan cone bersama murid, serta menutup pembelajaran dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan ukuran sasaran kerucut yang bervariasi: jarak antar-kerucut 1,5 meter untuk murid yang butuh bimbingan dan 0,8 meter untuk murid yang sudah mahir.
  • Proses: Bagi murid yang masih kesulitan, jarak menendang dimulai dari 3 meter dengan bola diam; bagi murid yang mahir, jarak ditingkatkan hingga 8-10 meter dengan bola bergerak perlahan sebelum ditendang.
  • Produk: Tingkat penyesuaian gerak dinilai berdasarkan keberhasilan mengarahkan bola ke sasaran target (jarak dekat/sedang/jauh) dan kestabilan menghentikan bola dalam area jangkauan kaki.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik unjuk kerja awal di pendahuluan: Setiap murid menendang bola mendatar dari jarak 4 meter ke arah gawang mini kerucut (lebar 1 meter) sebanyak 1 kali dan menghentikan bola operan balik guru. Kriteria/Acuan Kesiapan: (1) Siap: Tendangan melintasi gawang mini kerucut dan berhasil menghentikan bola dalam radius kendali maksimal 1 meter dari badan; (2) Perlu Bimbingan: Bola melenceng keluar dari gawang mini kerucut atau gagal menghentikan bola bergulir hingga terpantul jauh lebih dari 1 meter.

Proses:

  • Pengamatan formatif saat latihan berpasangan dan permainan 'Target Cone Knockdown': Guru memeriksa kemampuan murid menyesuaikan tenaga kaki saat jarak diubah (4 meter ke 7 meter lalu ke 10 meter) serta ketepatan menyongsong bola untuk menghentikannya dengan telapak atau kaki bagian dalam tanpa kehilangan kontrol bola.

Akhir Pertemuan:

  • Cek ketercapaian unjuk kerja pada sesi penutup: Murid melakukan 1 kali tendangan sasaran melintasi celah 2 cone berjarak 6 meter dan 1 kali menghentikan bola operan pantul balik. Acuan ketercapaian: Bola meluncur tepat melewati celah kedua cone dan bola pantul berhasil dihentikan seketika di tempat tanpa lepas dari jangkauan kaki.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja penyesuaian menendang bola ke berbagai jarak sasaran (4 m, 7 m, 10 m)
  • Observasi unjuk kerja penyesuaian teknik menghentikan bola mendatar (kontrol telapak kaki atau kaki bagian dalam)
  • Cek pemahaman lisan/peragaan singkat pada akhir sesi penutup

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penyesuaian Gerak Menendang Bola ke SasaranBelum mampu menyesuaikan ayunan kaki dan perkenaan bola sehingga bola tidak mengarah ke sasaran pada jarak 4 meter, 7 meter, maupun 10 meter.Mampu menyesuaikan ayunan kaki dan menendang tepat ke sasaran hanya pada jarak dekat (4 meter), tetapi belum mampu menyesuaikan tenaga pada jarak 7 meter dan 10 meter.Mampu menyesuaikan kekuatan ayunan kaki dan arah tendangan sehingga bola tepat mengenai/melewati sasaran pada jarak 4 meter dan 7 meter secara mandiri.Mampu secara konsisten menyesuaikan teknik perkenaan kaki dan kontrol tenaga sehingga bola melaju akurat ke sasaran di seluruh jarak (4 meter, 7 meter, dan 10 meter) secara tepat.
Penyesuaian Gerak Menghentikan BolaBelum mampu menyongsong datangnya bola sehingga bola bergulir melewati tubuh atau terpantul liar melebihi jangkauan kaki.Mampu menghentikan bola bergulir pelan dari jarak dekat (4 meter) dengan perkenaan kaki, namun bola masih sering memantul jauh saat menerima bola dari jarak 7 meter.Mampu menyesuaikan posisi tubuh dan meredam laju bola menggunakan telapak atau kaki bagian dalam pada operan jarak 4 meter dan 7 meter sehingga bola tetap dalam kendali radius 1 meter.Mampu secara konsisten dan luwes menyesuaikan posisi tubuh serta meredam laju bola dari berbagai jarak (4 meter, 7 meter, dan 10 meter) sehingga bola langsung berhenti tepat di bawah kendali kaki.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah modifikasi variasi jarak dan ukuran target kerucut efektif membantu murid menyesuaikan kekuatan tendangan mereka?
  • Bagian penyesuaian gerak mana (posisi kaki tumpu atau tarikan kaki peredam) yang masih paling banyak memerlukan bimbingan bagi murid?

Murid:

  • Apa yang kamu ubah dari gerakan kakimu saat harus menendang bola ke sasaran yang letaknya lebih jauh?
  • Bagian mana dari kakimu yang paling nyaman kamu gunakan untuk menghentikan bola agar tidak meleset?

Pertemuan 5 — Mentransfer Strategi Gerak Penempatan Posisi Ruang Kosong ke dalam Situasi Permainan Berkelompok — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.1.4 Mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda

Pendahuluan:

  • Guru membariskan murid di lapangan, memimpin doa bersama, mengecek kehadiran, dan memastikan kesiapan fisik murid untuk beraktivitas jasmani (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mentransfer strategi penempatan posisi ruang kosong ke dalam situasi permainan berkelompok (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui simulasi cepat: 4 murid diminta berdiri di dalam area berukuran 6x6 meter dengan 1 penjaga di tengah, lalu guru mengamati respons murid dalam bergerak menjauh dari penjaga menuju area terbuka tanpa bola (acuan: murid langsung bergerak ke titik tanpa halangan lawan, tidak diam berdekatan dengan teman/penjaga) (5 menit).
  • Pemanasan dinamis dalam bentuk permainan 'Cari Rumah Kosong': murid bergerak bebas berlari kecil, lalu saat aba-aba peluit berbunyi mereka harus segera menempati lingkaran simpai kosong yang tersebar di lapangan (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan konsep strategi ruang kosong bersama 3 orang murid: menunjukkan perbedaan antara berdiri tertutup lawan (jalur operan terhalang) dan berpindah ke ruang kosong (jalur operan bebas hambatan) (10 menit).
  • Murid menyimak dan mengamati 2 situasi visual langsung di lapangan: Situasi A (murid berdiri di belakang penjaga sehingga bola sulit dioper) dan Situasi B (murid bergerak menyamping 3 langkah ke ruang terbuka membentuk segitiga operan) untuk memahami prinsip transfer posisi ruang kosong (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Latihan Terbimbing (Formasi Segitiga Bergerak): Murid dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 4 orang (3 penyerang, 1 penjaga pasif di tengah area 8x8 meter). Dua penyerang tanpa bola wajib bergerak mentransfer strategi mencari ruang kosong membentuk sudut segitiga agar rekan pembawa bola selalu memiliki 2 opsi sasaran operan (15 menit).
  • Tantangan Menggembirakan 'Kucing dan Tikus di Ruang Terbuka': Permainan 4 lawan 2 di area 10x10 meter. Empat murid bertugas mempertahankan penguasaan bola dengan terus-menerus bergerak ke ruang yang tidak dijaga oleh 2 pemain bertahan (kucing), dengan target mencapai minimal 5 operan beruntun (20 menit).
  • Transfer Strategi ke Permainan Modifikasi Mini: Kelompok memainkan game 4 lawan 4 di lapangan berukuran 12x15 meter dengan gawang kerucut kecil. Murid mentransfer strategi gerak penempatan posisi ruang kosong saat situasi menyerang untuk menciptakan peluang mencetak skor (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Pendinginan mandiri berpasangan dengan mengayunkan kaki dan lengan secara santai di pinggir lapangan (5 menit).
  • Murid duduk melingkar dan merefleksikan keberhasilan penerapan strategi gerak: mengidentifikasi momen ketika mereka berhasil lepas dari kawalan lawan dan menempati ruang kosong secara tepat waktu (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap penerapan strategi penempatan ruang kosong yang dilakukan murid selama permainan (5 menit).
  • Guru menyampaikan keterkaitan pembelajaran hari ini dengan pertemuan berikutnya (aliran operan beregu), memimpin doa penutup, dan membubarkan barisan secara tertib (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyesuaikan ukuran ruang gerak: kelompok yang membutuhkan bimbingan bermain di area yang lebih luas (12x12 meter) agar ruang kosong lebih mudah terlihat, sedangkan kelompok mahir bermain di area lebih terbatas (8x8 meter).
  • Proses: Pada latihan terstruktur, murid yang belum lancar bergerak tanpa bola diberikan tanda kerucut bantuan sebagai penanda ruang kosong, sedangkan murid mahir langsung merespons pergerakan lawan tanpa penanda visual.
  • Produk: Murid mengidentifikasi dan menempati ruang kosong minimal 2 kali pada kelompok pemula, dan konsisten menempati ruang kosong sepanjang alur permainan pada kelompok mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Simulasi pengamatan ruang (durasi 5 menit di pendahuluan): Mengamati kemampuan 4 murid menempati area terbuka saat 1 penjaga berada di tengah area 6x6 meter. Acuan kesiapan: (1) Murid langsung menjauh dari bayangan penjaga; (2) Murid menempati titik kosong yang membentuk garis lurus tanpa halangan menuju teman pembawa bola.

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja transfer strategi gerak selama permainan 4 lawan 2. Acuan indikator ketercapaian: (1) Bergerak membuka ruang begitu bola dioper ke teman; (2) Tidak berdiri statis di belakang pemain bertahan; (3) Posisi tubuh menghadap ke arah datangnya bola dan area permainan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup melalui peragaan kilat: Murid diminta menunjukkan posisi berdiri yang tepat (ruang kosong) saat guru berperan sebagai pemain bertahan yang menghalangi teman pembawa bola. Acuan peragaan: Murid melangkah ke sisi kiri/kanan membentuk jalur bebas hambatan sejauh minimal 2 meter dari bayangan guru.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja gerak penempatan posisi ruang kosong selama permainan 4 lawan 2 dan permainan modifikasi
  • Cek pemahaman lisan singkat di sela pergantian set permainan mengenai keputusan memilih ruang terbuka

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Transfer strategi gerak penempatan posisi ruang kosong dalam permainanMurid berdiri pasif di posisinya atau mendekati rekan yang sedang menguasai bola sehingga menutup ruang gerak dan terhalang lawan.Murid mulai bergerak mencari ruang terbuka, tetapi penempatan posisinya masih sering berada tepat di jalur hadangan lawan sehingga sulit menerima operan.Murid secara konsisten mentransfer strategi dengan aktif bergerak ke ruang kosong yang bebas dari halangan lawan saat teman menguasai bola.Murid secara konsisten dan mandiri mentransfer strategi gerak penempatan ruang kosong dengan tepat waktu serta efektif menciptakan jalur operan terbuka bagi tim sepanjang permainan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah modifikasi ukuran lapangan dan jumlah pemain efektif memfasilitasi murid memahami konsep transfer strategi ruang kosong?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang masih ragu bergerak mencari ruang terbuka selama permainan berlangsung?

Murid:

  • Apa yang kamu lakukan agar teman seregu dapat mengoper bola kepadamu dengan mudah tanpa terhalang lawan?
  • Bagian mana dari permainan mencari ruang kosong tadi yang paling menantang bagimu?

Pertemuan 6 — Mentransfer Strategi Gerak Aliran Operan Beregu ke dalam Situasi Permainan Modifikasi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.1.4 Mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran serta kesiapan fisik murid (5 menit).
  • Murid melakukan pemanasan terstruktur dalam bentuk permainan lari estafet formasi segitiga untuk menyiapkan kelincahan tubuh (10 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui simulasi cepat 3 lawan 1 untuk memetakan kesiapan murid dalam mentransfer strategi aliran operan bola beruntun (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mengamati peragaan strategi aliran operan segitiga bergerak (memberi umpan, bergerak mencari sudut operan baru, dan menerima kembali) yang dicontohkan guru bersama satu kelompok model (10 menit).
  • Murid dalam kelompok beranggotakan 4 orang mencoba latihan aliran operan tanpa penjagaan di dalam area 6x6 meter untuk mengidentifikasi 3 elemen strategi aliran operan: (1) operan mendatar cepat, (2) membuka sudut operan bebas hadangan, dan (3) penyesuaian ritme operan (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mempraktikkan permainan modifikasi 'Operan Beruntun 4 Lawan 2' di zona terbatas berukuran 8x8 meter, di mana regu penyerang (4 orang) mentransfer strategi aliran operan cepat untuk mempertahankan penguasaan bola hingga mencapai minimal 5 operan berurutan tanpa terputus melawan 2 perebut bola (20 menit).
  • Murid mengikuti tantangan permainan modifikasi 'Bola Keranjang Berantai Gembira': dua tim (masing-masing 5 orang) bertanding mengalirkan bola melintasi area tengah dengan minimal 4 operan antar-rekan sebelum menembakkan bola ke dalam keranjang sasaran, di mana regu yang berhasil mencetak poin merayakan bersama dengan tepuk selebrasi regu (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk melingkar dalam kelompok untuk mengevaluasi keberhasilan mentransfer strategi aliran operan: menghitung rata-rata jumlah operan sukses yang tercipta dan menganalisis mengapa operan sempat terputus saat menghadapi tekanan lawan (10 menit).

Penutup:

  • Murid melakukan kegiatan pendinginan (stretching dinamis dan relaksasi pernapasan) secara terbimbing (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan prinsip utama transfer strategi aliran operan beregu dalam permainan modifikasi (3 menit).
  • Guru menutup sesi pembelajaran dengan apresiasi kinerja tim, menyampaikan informasi pertemuan berikutnya (asesmen sumatif unjuk kerja bab), dan memimpin doa penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyesuaikan ukuran bola (bola tangan spons untuk kelompok pemula agar mudah dikendalikan, bola basket/futsal standar untuk kelompok mahir).
  • Proses: Untuk murid yang kesulitan mengalirkan bola, rasio pemain diatur menjadi 4 lawan 1 dengan area bermain diperluas (10x10 meter); untuk murid yang mahir, rasio dinaikkan menjadi 4 lawan 3 dengan aturan batas maksimal memegang bola hanya 3 detik.
  • Produk: Kelompok pemula menargetkan tercapainya 3 operan beruntun sukses tanpa intersep; kelompok mahir menargetkan minimal 6 operan beruntun dengan variasi arah operan sebelum menyerang sasaran.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Simulasi singkat 3 lawan 1 selama 3 menit: Guru mengamati kemampuan awal murid dalam mentransfer strategi operan. Acuan ketercapaian: Murid dinyatakan siap jika mampu melepaskan minimal 2 operan akurat kepada teman yang tidak terjaga (acuan: bola sampai tepat ke dada/tangan rekan tanpa terebut oleh 1 perebut di tengah lintasan operan).

Proses:

  • Pengamatan performa saat permainan 'Operan Beruntun 4 Lawan 2' dan 'Bola Keranjang Berantai'. Indikator yang diamati: (1) Mengalirkan operan tepat ke arah teman yang bebas hadangan; (2) Bergerak mencari sudut operan baru setelah melepas bola. Kriteria keberhasilan: Regu mampu mempertahankan aliran bola minimal 4 operan berturut-turut tanpa diintersep lawan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru mengajukan pertanyaan operasional: 'Sebutkan 2 keputusan gerak yang harus segera kamu ambil saat teman pembawa bola dihadang lawan!' Acuan jawaban benar: (1) Bergerak membuka ruang/mencari sudut kosong yang tidak terhalang lawan; (2) Meminta bola dan bersiap menerima operan dengan merentangkan tangan/menyiapkan posisi tangkap.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja transfer strategi aliran operan beregu pada situasi permainan modifikasi menggunakan lembar amatan ketercapaian operan beruntun.
  • Cek lisan pemahaman strategi operan di akhir sesi bermain.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mentransfer strategi aliran operan beregu ke situasi permainan modifikasiBelum mampu mentransfer strategi aliran operan; operan selalu terputus atau langsung direbut lawan (aliran operan beruntun sukses 0-1 kali), serta pasif diam di tempat setelah mengoper.Mulai mentransfer strategi aliran operan; mampu menghasilkan 2 operan beruntun sukses sebelum terputus, namun masih ragu bergerak membuka sudut operan baru saat teman ditekan lawan.Mampu mentransfer strategi aliran operan dengan baik; menghasilkan 3-4 operan beruntun sukses tanpa intersep serta aktif bergerak membuka sudut operan baru secara konsisten.Sangat mahir mentransfer strategi aliran operan; menghasilkan minimal 5 operan beruntun sukses secara dinamis dan cepat dalam situasi tekanan lawan, serta konsisten menciptakan opsi aliran bola baru bagi regunya.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah modifikasi ukuran lapangan dan jumlah pemain bertahan efektif mendorong transfer strategi aliran operan beregu?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang masih ragu bergerak mencari sudut operan, dan bantuan apa yang paling mempercepat adaptasi mereka?

Murid:

  • Apa yang membuat regumu berhasil atau gagal mempertahankan aliran bola sebanyak 5 kali berturut-turut?
  • Strategi apa yang paling membantumu melepaskan operan tepat sasaran ketika dihadang lawan?

Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.1.1 Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak lokomotor jalan, lari, lompat, dan loncat
  • TP 5.1.2 Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak manipulatif melempar dan menangkap bola
  • TP 5.1.3 Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak menendang dan menghentikan bola
  • TP 5.1.4 Mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda

Pendahuluan:

  • Guru membariskan murid di lapangan, memimpin doa bersama, memeriksa presensi, dan memimpin pemanasan dinamis terarah untuk kesiapan fisik (7 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, menjelaskan bahwa hari ini murid akan dinilai unjuk kerjanya melalui Sirkuit Gerak Terpadu dan Permainan Modifikasi Beregu secara objektif (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru memberikan penjelasan teknis dan demonstrasi alur 4 pos pada Sirkuit Gerak Terpadu: Pos 1 lintasan zig-zag lokomotor (jalan dan lari zig-zag), Pos 2 rintangan lokomotor (lompat melewati gawang aman dan loncat mendarat dua kaki ke dalam simpai), Pos 3 manipulatif berpasangan lempar-tangkap bola (jarak 3 meter dan 5 meter), serta Pos 4 manipulatif menendang ke gawang mini dan menghentikan bola pantul/operan; murid menyimak kriteria penilaian tanpa ada uji coba tambahan (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 Sirkuit Gerak Terpadu: Murid dalam kelompok (4-5 murid per kelompok) bergerak serentak di 4 lintasan sirkuit paralel; guru mengamati dan menilai performa penyesuaian gerak lokomotor (Pos 1 jalan/lari zig-zag tanpa menyentuh kerucut, Pos 2 lompat 1 kaki dan loncat 2 kaki stabil melintasi rintangan gawang aman setinggi 30 cm) serta penyesuaian gerak manipulatif (Pos 3 lempar-tangkap dada/pantul berpasangan 5 kali repetisi tanpa jatuh, Pos 4 tendang-henti bola dengan kaki bagian dalam ke sasaran gawang selebar 1 meter sebanyak 3 kali) menggunakan rubrik unjuk kerja sirkuit gerak terpadu (40 menit).
  • Tugas 2 Permainan Modifikasi Beregu: Murid memainkan permainan bola modifikasi lapangan mini secara serentak di 4 lapangan paralel (8 tim beranggotakan 3-4 murid saling berhadapan); guru mengamati dan mencatat unjuk kerja transfer strategi gerak regu yang mencakup pergerakan aktif menempati ruang kosong tanpa bola dan keberhasilan aliran operan antarteman minimal 3 kali operan beruntun sebelum mengarah ke gawang sasaran menggunakan lembar observasi strategi gerak beregu (40 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan seluruh murid untuk melakukan pendinginan statis dan mengonfirmasi bahwa seluruh pengambilan data unjuk kerja telah selesai dilaksanakan secara mandiri dan jujur (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan ulasan umum terhadap pelaksanaan asesmen sumatif bab tanpa membandingkan antaranak dan menyampaikan apresiasi atas kedisiplinan serta fair play seluruh murid selama tes unjuk kerja (3 menit).
  • Guru memimpin doa penutup dan menginstruksikan murid mencuci tangan serta berganti pakaian dengan tertib (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses visual berupa tanda warna kerucut yang kontras pada lintasan sirkuit dan garis batas lapangan mini tanpa mengubah kompetensi, jarak, maupun kriteria penilaian unjuk kerja.
  • Proses: Pemberian instruksi verbal ulang yang jelas dan perlahan di titik awal sirkuit bagi murid yang membutuhkan penegasan urutan pos tanpa mengubah standar penilaian.
  • Produk: Standar bukti unjuk kerja tetap seragam sesuai rubrik penilaian sumatif ATP untuk seluruh murid.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • penilaian unjuk kerja sirkuit gerak dan permainan modifikasi beregu: hasil amatan performa penyesuaian gerak lokomotor (jalan, lari, lompat, loncat) dan gerak manipulatif (melempar, menangkap, menendang, menghentikan bola) pada sirkuit gerak, serta amatan penerapan transfer strategi gerak (penempatan posisi dan operan) dalam permainan modifikasi
  • unjuk kerja pos sirkuit gerak terpadu kelompok: kinerja kelompok murid (terdiri dari 4-5 murid per kelompok yang bergerak bersamaan di 4 lintasan sirkuit paralel) yang memuat kesesuaian langkah/tolakan pada rintangan lokomotor serta keberhasilan kontrol, akurasi lempar-tangkap, dan tendang-henti bola secara berpasangan (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja sirkuit gerak terpadu)
  • unjuk kerja permainan modifikasi beregu: kinerja penerapan strategi gerak anggota regu dalam permainan bola modifikasi lapangan mini (4 lapangan paralel dimainkan serentak oleh 8 tim @ 3-4 murid) yang dinilai berdasarkan penempatan posisi ruang kosong dan efektivitas aliran operan (55 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi strategi gerak beregu)

Sumatif:

  • penilaian unjuk kerja sirkuit gerak dan permainan modifikasi beregu: hasil amatan performa penyesuaian gerak lokomotor (jalan, lari, lompat, loncat) dan gerak manipulatif (melempar, menangkap, menendang, menghentikan bola) pada sirkuit gerak, serta amatan penerapan transfer strategi gerak (penempatan posisi dan operan) dalam permainan modifikasi
  • unjuk kerja pos sirkuit gerak terpadu kelompok: kinerja kelompok murid (terdiri dari 4-5 murid per kelompok yang bergerak bersamaan di 4 lintasan sirkuit paralel) yang memuat kesesuaian langkah/tolakan pada rintangan lokomotor serta keberhasilan kontrol, akurasi lempar-tangkap, dan tendang-henti bola secara berpasangan (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja sirkuit gerak terpadu)
  • unjuk kerja permainan modifikasi beregu: kinerja penerapan strategi gerak anggota regu dalam permainan bola modifikasi lapangan mini (4 lapangan paralel dimainkan serentak oleh 8 tim @ 3-4 murid) yang dinilai berdasarkan penempatan posisi ruang kosong dan efektivitas aliran operan (55 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi strategi gerak beregu)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penyesuaian Gerak Lokomotor (Jalan, Lari, Lompat, Loncat di Sirkuit)Belum mampu menyesuaikan gerak lokomotor; sering menabrak kerucut pada lintasan zig-zag jalan/lari, serta kehilangan keseimbangan atau terjatuh saat melompati gawang aman dan meloncat ke dalam simpai.Mampu menyesuaikan 1-2 situasi gerak lokomotor (misalnya hanya lancar jalan dan lari zig-zag, tetapi masih ragu atau tidak seimbang saat melakukan tolakan lompat 1 kaki dan loncat 2 kaki di rintangan gawang dan simpai).Mampu menyesuaikan seluruh 4 situasi gerak lokomotor (jalan zig-zag, lari zig-zag, lompat melewati rintangan gawang aman setinggi 30 cm, dan loncat mendarat seimbang di dalam simpai) dengan ritme langkah yang terkontrol baik.Mampu menyesuaikan seluruh 4 situasi gerak lokomotor (jalan zig-zag, lari zig-zag, lompat melintasi rintangan gawang aman setinggi 30 cm, dan loncat mendarat dua kaki mengeper di dalam simpai) dengan sangat terkontrol, ritme dinamis dan konsisten, serta keseimbangan tubuh yang terjaga penuh.
Penyesuaian Gerak Manipulatif (Lempar-Tangkap dan Tendang-Henti Bola di Sirkuit)Belum mampu menyesuaikan gerak manipulatif; lemparan tidak sampai atau lepas saat menangkap bola berpasangan, serta tendangan melenceng jauh dan gagal menghentikan bola operan di pos sasaran.Mampu menyesuaikan salah satu gerak manipulatif saja secara terkontrol (hanya menguasai lempar-tangkap bola berpasangan, atau hanya menguasai tendang-henti bola kaki bagian dalam ke sasaran gawang mini selebar 1 meter).Mampu menyesuaikan keterampilan lempar-tangkap bola berpasangan (minimal 4 dari 5 repetisi berhasil ditangkap tanpa jatuh pada jarak 3-5 meter) dan tendang-henti bola dengan kaki bagian dalam (minimal 2 dari 3 repetisi tepat mengarah ke sasaran gawang mini dan bola berhasil dihentikan).Mampu menyesuaikan seluruh keterampilan manipulatif secara konsisten dan akurat (5 dari 5 repetisi lempar-tangkap bola berpasangan berhasil terkontrol sempurna pada perubahan jarak 3 dan 5 meter, serta 3 dari 3 repetisi tendangan terarah tepat masuk ke gawang mini dan bola pantul/operan berhasil dihentikan stabil di tempat).
Transfer Strategi Gerak Beregu (Penempatan Posisi Ruang Kosong dan Aliran Operan)Belum mampu mentransfer strategi gerak; murid hanya berdiri berkerumun mendekati bola, tidak bergerak mencari ruang kosong, dan kehilangan bola saat mencoba mengalirkan operan.Mulai mentransfer strategi gerak namun belum konsisten; sesekali bergerak ke ruang kosong atau berhasil melakukan 1-2 operan terputus, namun sering kembali bergerombol saat ditekan lawan.Mampu mentransfer strategi gerak secara efektif; aktif bergerak menempati ruang kosong yang terbuka (jarak 2-3 meter dari lawan) dan berhasil mengalirkan minimal 3 operan beruntun antarteman regu sebelum mengarahkan bola ke gawang.Mampu mentransfer strategi gerak secara konsisten dan cepat; konsisten bergerak membuka ruang kosong di berbagai situasi lapangan mini serta sukses memimpin/melakukan aliran operan beruntun (lebih dari 3 operan akurat) antarteman regu hingga membuka peluang mencetak skor.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan 4 lintasan sirkuit paralel dan 4 lapangan mini permainan modifikasi berjalan tertib, aman, dan efisien waktu?
  • Bagaimana ketercapaian murid secara keseluruhan pada penyesuaian gerak lokomotor, manipulatif, dan penerapan strategi gerak beregu berdasarkan rubrik sumatif?

Murid:

  • Bagian mana dari lintasan sirkuit (lokomotor atau manipulatif) yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu selesaikan hari ini?
  • Bagaimana caramu membantu tim saat bermain di lapangan mini agar operan bola berjalan lancar ke teman yang bebas?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru PJOK Kelas V SD/MI, Kemendikbudristek
  2. Buku Panduan Siswa PJOK Kelas V SD/MI, Kemendikbudristek
  3. Kerucut pembatas (cones/cone marker)
  4. Peluit dan stopwatch
  5. Lapangan atau halaman sekolah yang rata dan aman
  6. Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas V, Kemendikbudristek 2023, Bab 1 Eksplorasi Gerak
  7. Buku Siswa PJOK Kelas V, Kemendikbudristek 2023, Bab 1 Aktivitas Permainan Lari Loncat Rintangan
  8. Peralatan: Kardus aman berbagai ukuran (tinggi 15 cm, 25 cm), gawang aman/busa (tinggi 35 cm), kerucut/cone, peluit, matras pendaratan.
  9. Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas V, Kemendikbudristek
  10. Buku Siswa PJOK Kelas V, Kemendikbudristek
  11. Bola kasti / bola tenis / bola spons kecil
  12. Kerucut penanda (cone) dan peluit
  13. Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas V, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
  14. Buku Siswa PJOK Kelas V, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
  15. Bola sepak / bola modifikasi (bola spon/plastik), kerucut/cone pembatas sasaran, peluit, dan stopwatch
  16. Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas V, Pusat Perbukuan Balai Pustaka/Kemendikbudristek 2021
  17. Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas V, Kemendikbudristek 2021
  18. Peralatan: Bola sepak/futsal/bola spons, kerucut penanda (cones), rompi tim, simpai (hula hoop), peluit, dan stopwatch
  19. Buku Panduan Guru PJOK Kelas V SD/MI Kemendikbudristek 2021
  20. Buku Siswa PJOK Kelas V SD/MI Kemendikbudristek 2021
  21. Bola sepak/bola tangan modifikasi (10 buah), kerucut/cone pembatas (16 buah), rompi regu 2 warna berbeda (12 buah), keranjang sasaran/gawang mini (2 buah), peluit, dan stopwatch
  22. Buku Panduan Guru PJOK Kelas V SD/MI Kemendikbudristek 2021 (Bab 1 Eksplorasi Gerak)
  23. Peralatan sirkuit dan permainan: 20 buah cone/kerucut lintasan, 12 gawang aman/rintangan kecil (tinggi 30 cm), 12 simpai plastik (hula hoop), 8 bola sepak mini/bola busa, 8 bola tangan/bola karet, 8 gawang mini (lebar 1 meter), peluit, stopwatch, dan rompi bermain (2 warna).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.