Modul AjarPertemuan 9Bab 5Fase BSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 4: Permainan Sederhana untuk Meningkatkan Kebugaran Jasmani

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 4 dengan topik "Permainan Sederhana untuk Meningkatkan Kebugaran Jasmani". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 4: Permainan Sederhana untuk Meningkatkan Kebugaran Jasmani

PJOK - Kelas 4

Bab 5 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Permainan Sederhana untuk Meningkatkan Kebugaran Jasmani

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikPermainan Sederhana untuk Meningkatkan Kebugaran Jasmani
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat memperagakan keterampilan gerak fundamental dalam permainan sederhana yang dirancang untuk meningkatkan kebugaran jasmani sebagai wujud hidup sehat.
  2. Murid dapat menerapkan peraturan permainan sederhana dengan jujur dan sportif untuk menumbuhkan perilaku fair play dalam aktivitas jasmani.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu merasa sangat lelah setelah berlari atau bermain? Apa yang kamu rasakan pada tubuhmu saat itu?
  2. Menurutmu, apa bedanya bermain asal-asalan dengan bermain mengikuti peraturan? Mana yang lebih seru dan adil?
  3. Kalau kamu bisa menciptakan permainan sendiri untuk membuat tubuh makin bugar, kira-kira permainan seperti apa yang akan kamu buat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan murid berbaris rapi di lapangan, mengucapkan salam, dan berdoa bersama sesuai keyakinan masing-masing. (5 menit)
  • Guru melakukan absensi dan memastikan seluruh murid memakai pakaian olahraga yang layak.
  • Asesmen awal diagnostik: Guru mengajukan 2–3 pertanyaan lisan singkat kepada murid tentang pengalaman bermain permainan yang membuat tubuh bergerak, serta pemahaman mereka tentang aturan permainan. Guru mencatat respons untuk mengetahui kesiapan belajar. (3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat dan jelas: 'Hari ini kita akan bermain permainan seru yang sekaligus membuat tubuh kita makin bugar, dan kita akan berlatih bermain dengan jujur serta sportif.'
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid: 'Pernahkah kamu merasa sangat lelah setelah berlari? Apa artinya itu bagi tubuhmu?' (3 menit)
  • Guru memimpin pemanasan dinamis selama 7 menit: jogging keliling lapangan 2 putaran, dilanjutkan peregangan statis (leher, bahu, pinggang, paha, betis) dan gerakan dinamis (lompat bintang, high knees, butt kicks) sambil mengajak murid merasakan perubahan pada tubuh mereka secara sadar.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep kebugaran jasmani secara singkat dan konkret: 'Tubuh yang bugar artinya kuat, tidak mudah lelah, dan bisa bergerak lincah. Salah satu cara meningkatkan kebugaran adalah dengan bermain permainan yang melibatkan banyak gerak.' (3 menit)
  • Guru memperkenalkan dua permainan yang akan dimainkan: (1) Permainan 'Estafet Bola Zigzag' untuk melatih kecepatan dan kelincahan, dan (2) Permainan 'Tag Beregu' (kejar-kejaran beregu) untuk melatih kecepatan dan daya tahan. (3 menit)
  • Guru menjelaskan dan mendemonstrasikan aturan masing-masing permainan secara langsung di lapangan, sambil menekankan pentingnya mematuhi aturan: tidak curang, menerima kekalahan dengan lapang dada, dan menghargai lawan. Murid diminta memperhatikan dengan seksama. (4 menit)
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman: 'Siapa yang bisa menjelaskan kembali aturan permainan pertama?' — Beberapa murid diminta menyampaikan pemahamannya secara lisan untuk memastikan seluruh kelas memahami sebelum bermain. (2 menit)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi 4 kelompok yang seimbang (campuran kemampuan gerak). Setiap kelompok diberi nama hewan (Elang, Harimau, Kancil, Lumba-lumba) untuk menambah semangat. (2 menit)
  • PERMAINAN 1 — Estafet Bola Zigzag (12 menit): Setiap kelompok berbaris. Pemain pertama berlari zigzag melewati 5 kerucut sambil membawa bola, lalu menyerahkan ke pemain berikutnya di ujung lintasan. Kelompok yang paling cepat menyelesaikan semua giliran menang. Guru berperan sebagai wasit dan mencatat kepatuhan terhadap aturan (tidak melewati kerucut, tidak mendorong). Asesmen proses: Guru mengamati teknik berlari dan cara murid mematuhi/melanggar aturan.
  • Jeda aktif 2 menit: Murid minum air, guru mengajak murid merasakan denyut jantung dengan meletakkan tangan di dada: 'Rasakan jantungmu sekarang — itu tanda tubuhmu sedang bekerja keras menjadi lebih bugar!'
  • PERMAINAN 2 — Tag Beregu (12 menit): Dua kelompok saling berhadapan di area bermain. Tim 'pemburu' berusaha mengetuk bahu anggota tim 'pelarian'. Murid yang terketuk duduk di pinggir lapangan. Tim dengan anggota tersisa terbanyak dalam 3 menit dinyatakan menang. Bergantian peran. Guru menekankan aturan: mengetuk hanya di bahu, tidak boleh mendorong, dan tidak boleh keluar area. Asesmen proses: Guru mengamati gerak fundamental (berlari, menghindar, berubah arah) dan sportivitas.
  • Selama kedua permainan, guru secara aktif memberikan umpan balik langsung kepada murid: memuji contoh fair play yang terlihat ('Bagus, kamu menerima ketukan dengan sportif!') dan mengingatkan yang melanggar aturan dengan cara yang positif dan konstruktif.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak seluruh murid duduk melingkar di lapangan. (2 menit)
  • Guru memandu refleksi gerak: 'Gerakan apa yang paling sulit kamu lakukan tadi? Mengapa?' — Beberapa murid berbagi jawaban secara sukarela. (3 menit)
  • Guru memandu refleksi nilai: 'Apakah ada momen ketika kamu atau temanmu bermain dengan tidak jujur? Bagaimana rasanya? Apa yang sebaiknya dilakukan?' — Diskusi singkat berfokus pada makna fair play. (3 menit)
  • Murid mengisi kartu refleksi singkat (selembar kertas kecil) dengan menjawab dua pertanyaan: (1) 'Gerakan apa yang sudah aku kuasai hari ini?' dan (2) 'Apakah aku sudah bermain dengan jujur? Berikan bintang 1–3.' Kartu dikumpulkan sebagai asesmen akhir formatif. (3 menit)

Penutup:

  • Guru memimpin pendinginan selama 3 menit: peregangan statis ringan (paha depan, betis, bahu) sambil mengajak murid bernapas dalam-dalam secara perlahan dan merasakan tubuh kembali tenang.
  • Guru menyimpulkan pembelajaran: 'Hari ini kita sudah membuktikan bahwa permainan sederhana bisa membuat tubuh kita lebih bugar. Dan yang paling penting, kita sudah berlatih bermain dengan jujur dan sportif — itu adalah bagian dari hidup sehat yang sesungguhnya.'
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi aktif dan sikap fair play yang ditunjukkan selama pembelajaran. Guru menyebutkan contoh perilaku fair play konkret yang diamati hari ini.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: 'Di rumah, coba ajak keluarga atau tetanggamu bermain permainan kejar-kejaran sederhana selama 15 menit setiap hari. Laporkan pengalamanmu minggu depan.'
  • Guru menutup pembelajaran dengan berdoa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang memerlukan lebih banyak dukungan: guru menyederhanakan lintasan zigzag (3 kerucut, jarak lebih dekat) dan memperlambat tempo permainan tag. Untuk murid yang sudah terampil: guru menambah tantangan seperti membawa bola sambil zigzag dengan tangan non-dominan atau menambah kerucut pada lintasan.
  • Proses: Guru mendampingi langsung murid yang kesulitan memahami aturan atau teknik gerak dengan demonstrasi ulang dan umpan balik personal. Murid yang sudah mahir dapat diberi peran sebagai 'kapten tim' yang membantu teman sekelompoknya memahami aturan dan strategi permainan.
  • Produk: Murid yang sudah terampil dapat menuliskan di kartu refleksi satu modifikasi aturan permainan yang menurut mereka akan membuat permainan lebih adil atau lebih menantang. Murid yang masih berkembang cukup menyelesaikan dua pertanyaan kartu refleksi standar.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di awal pendahuluan (sebelum pemanasan): guru bertanya kepada 3–5 murid secara acak tentang permainan apa yang mereka suka, apakah permainan itu punya aturan, dan apa yang mereka lakukan ketika tidak setuju dengan keputusan dalam permainan. Hasil observasi digunakan guru untuk menyesuaikan penjelasan aturan dan tingkat kesulitan permainan.

Proses:

  • Observasi gerak saat Permainan Estafet Bola Zigzag: guru menggunakan lembar ceklis untuk mencatat apakah murid dapat berlari dengan koordinasi yang baik, melewati rintangan tanpa menyentuh kerucut, dan menyerahkan bola dengan benar.
  • Observasi perilaku saat Permainan Tag Beregu: guru mencatat murid yang mematuhi aturan (mengetuk di bahu, tidak mendorong, tidak keluar area) dan yang menunjukkan sikap sportif (menerima keputusan dengan lapang dada, tidak protes berlebihan).
  • Umpan balik verbal langsung selama permainan: guru memberikan komentar positif dan korektif secara langsung kepada murid sebagai bagian dari asesmen proses.

Akhir:

  • Kartu refleksi diri murid dikumpulkan dan dibaca guru sebagai data kualitatif tentang kesadaran murid atas capaian gerak dan sikap fair play mereka.
  • Penilaian kinerja gerak menggunakan rubrik 4 level berdasarkan akumulasi observasi selama seluruh kegiatan inti, difokuskan pada aspek teknik gerak fundamental dan perilaku fair play.

Formatif:

  • Observasi langsung selama permainan: guru mengamati teknik gerak fundamental (berlari, menghindar, mengoper) dan kepatuhan terhadap aturan permainan menggunakan lembar ceklis pengamatan.
  • Pertanyaan lisan saat tahap Memahami untuk mengecek pemahaman murid tentang aturan permainan sebelum mulai bermain.
  • Kartu refleksi diri yang diisi murid di akhir kegiatan inti: mengukur kesadaran diri atas capaian gerak dan perilaku fair play.

Sumatif:

  • Penilaian kinerja (performance assessment) gerak fundamental selama permainan berdasarkan rubrik 4 level: aspek teknik berlari, kelincahan berubah arah, dan keterampilan mengoper/membawa bola.
  • Penilaian perilaku fair play berdasarkan rubrik 4 level: aspek kepatuhan aturan, sportivitas saat menang/kalah, dan sikap menghargai lawan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan Gerak Fundamental (Berlari, Kelincahan, Koordinasi)Murid kesulitan berlari dengan koordinasi yang memadai, sering tersandung atau berhenti, dan belum mampu mengubah arah saat bermain.Murid dapat berlari dan mengubah arah, namun gerakannya kaku, kurang terkoordinasi, dan masih sering melakukan kesalahan teknis dasar.Murid dapat memperagakan gerak berlari dan kelincahan dengan cukup baik, koordinasi sudah tampak, dan mampu menyelesaikan permainan dengan teknik yang memadai.Murid memperagakan gerak berlari dan kelincahan dengan teknik yang benar, koordinasi tubuh sangat baik, dan mampu mengaplikasikan gerak secara efektif dan efisien selama seluruh permainan.
Penerapan Peraturan dan Perilaku Fair PlayMurid tidak mengikuti aturan permainan meskipun sudah diingatkan berulang kali, dan menunjukkan sikap tidak sportif (protes, curang, atau menolak hasil permainan).Murid mengikuti aturan permainan hanya setelah diingatkan guru, dan sikap sportif masih perlu dorongan dari luar.Murid mengikuti aturan permainan secara mandiri dan menunjukkan sikap sportif dalam sebagian besar situasi permainan.Murid selalu mengikuti aturan permainan secara mandiri, konsisten menunjukkan sikap jujur dan sportif, dan secara aktif mendorong teman untuk bermain fair play.
Partisipasi dan Semangat dalam Aktivitas JasmaniMurid tidak aktif berpartisipasi, sering menghindari permainan, atau membutuhkan dorongan berulang kali dari guru untuk terlibat.Murid berpartisipasi tetapi hanya sesekali, kurang antusias, dan cepat menyerah ketika mengalami kesulitan.Murid aktif berpartisipasi dalam sebagian besar waktu permainan dan menunjukkan semangat yang cukup.Murid berpartisipasi penuh dengan semangat tinggi sepanjang kegiatan, memberikan dorongan kepada teman, dan tetap antusias meskipun menghadapi tantangan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat memahami dan mengikuti aturan kedua permainan dengan baik? Jika tidak, di bagian mana penjelasan perlu diperbaiki?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional dan cukup untuk pencapaian tujuan pembelajaran?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah efektif menjangkau murid dengan kemampuan gerak yang berbeda-beda?
  • Momen fair play atau pelanggaran aturan apa yang terjadi hari ini, dan bagaimana cara guru meresponsnya? Apakah respons tersebut sudah membantu murid belajar?

Refleksi Murid:

  • Gerakan mana yang sudah berhasil kamu lakukan dengan baik hari ini, dan gerakan mana yang masih ingin kamu latih lagi?
  • Apakah kamu sudah bermain dengan jujur dan sportif sepanjang permainan? Ceritakan satu momen yang membuatmu bangga dengan sikapmu hari ini.
  • Bagaimana perasaanmu setelah bermain permainan tadi? Apakah tubuhmu terasa lebih segar dan berenergi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Guru PJOK Kelas IV SD/MI — Penulis: Alda Indrawan dan Tri Agus Prasetijo (Kemdikbudristek)
  2. Buku Siswa PJOK Kelas IV SD/MI — Bab 5 'Hidup yang Menyehatkan' (Kemdikbudristek)
  3. Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) versi Pembelajaran Mendalam 2025 (Kemdikbudristek)
  4. Kerucut/cone plastik (10–15 buah) sebagai rintangan zigzag
  5. Bola karet berukuran sedang (4–6 buah, satu per kelompok)
  6. Peluit guru
  7. Stopwatch atau timer
  8. Kartu refleksi diri (kertas kecil A6, disiapkan guru sebelum kelas)
  9. Lembar observasi/ceklis kinerja murid (disiapkan guru sebelum kelas)
  10. Area lapangan terbuka atau aula sekolah yang memadai untuk gerak bebas

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.