Modul AjarPertemuan 8Bab 5Fase BSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 4: Penanganan Cedera Ringan dan Pertolongan Pertama

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 4 dengan topik "Penanganan Cedera Ringan dan Pertolongan Pertama". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 4: Penanganan Cedera Ringan dan Pertolongan Pertama

PJOK - Kelas 4

Bab 5 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Penanganan Cedera Ringan dan Pertolongan Pertama

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikPenanganan Cedera Ringan dan Pertolongan Pertama
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi jenis-jenis cedera ringan (luka lecet, memar, keseleo) yang sering terjadi saat melakukan aktivitas jasmani beserta penyebabnya dengan benar.
  2. Murid dapat mempraktikkan penanganan cedera ringan seperti luka lecet, memar, atau keseleo sesuai prinsip pertolongan pertama yang benar melalui simulasi kelompok.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu atau temanmu terjatuh atau terluka saat bermain atau berolahraga? Apa yang kamu lakukan pertama kali saat itu terjadi?
  2. Menurutmu, mengapa kita perlu tahu cara menangani cedera ringan sendiri, tidak langsung pergi ke dokter?
  3. Jika temanmu tiba-tiba keseleo kakinya saat bermain di lapangan, langkah apa yang akan kamu lakukan untuk membantunya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyambut murid, meminta ketua kelas memimpin doa sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran dan memastikan kondisi kesehatan murid siap untuk mengikuti aktivitas pembelajaran.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan bertanya secara lisan: 'Siapa yang pernah mengalami cedera saat olahraga? Cedera apa? Apa yang dilakukan pertama kali?' — catat respons murid untuk memetakan pengetahuan awal.
  • Guru menyampaikan topik hari ini: Penanganan Cedera Ringan dan Pertolongan Pertama, serta tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
  • Guru memotivasi murid dengan menyampaikan bahwa kemampuan memberikan pertolongan pertama adalah keterampilan penting yang bisa menyelamatkan diri sendiri dan teman.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik pertama untuk membuka rasa ingin tahu murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan pengertian cedera: gangguan fungsi tubuh akibat benturan, jatuh, atau keadaan lain yang mengakibatkan rasa sakit dan anggota tubuh tidak berfungsi optimal.
  • Guru mengajak murid mengamati gambar atau kartu visual yang menampilkan tiga jenis cedera ringan: luka lecet, memar, dan keseleo — murid diminta menebak nama cedera dari gambar tersebut sebelum dijelaskan.
  • Guru menjelaskan ciri-ciri dan penyebab masing-masing cedera: (1) Luka lecet — kulit tergores benda kasar, biasanya saat jatuh; (2) Memar — benturan keras menyebabkan pembuluh darah kecil di bawah kulit pecah; (3) Keseleo — gerakan sendi melampaui batas normal, sering karena pemanasan kurang.
  • Guru menjelaskan prinsip dasar pertolongan pertama untuk masing-masing cedera menggunakan media visual/poster: Luka Lecet (bersihkan dengan antiseptik, tutup kasa steril dan plester); Memar (istirahatkan bagian yang memar, kompres dingin, tinggikan); Keseleo (istirahatkan, kompres dingin, balut, tinggikan, rujuk jika nyeri hebat).
  • Murid diberi waktu 2 menit untuk mencatat poin kunci di buku tulis mereka (mindful note-taking) sebagai bentuk proses berkesadaran.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok, masing-masing maksimal 7 orang.
  • Setiap kelompok memilih satu jenis cedera ringan yang akan disimulasikan (luka lecet, memar, atau keseleo) — masing-masing kelompok diusahakan memilih cedera yang berbeda agar ada variasi presentasi.
  • Dalam kelompok, murid menentukan peran: satu orang berperan sebagai 'korban', satu orang sebagai 'penolong utama', dan anggota lain sebagai asisten penolong atau narator yang menjelaskan langkah-langkah penanganan saat simulasi berlangsung.
  • Kelompok melakukan simulasi penanganan cedera yang dipilih sesuai langkah pertolongan pertama yang sudah dipelajari. Narator kelompok menjelaskan setiap langkah kepada kelas saat simulasi berlangsung.
  • Guru berkeliling mengamati tiap kelompok, memberikan umpan balik langsung (formatif) jika ada langkah yang kurang tepat, serta mendorong murid untuk saling mengoreksi dalam kelompok.
  • Setelah simulasi selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasil simulasinya secara singkat di depan kelas (±1–2 menit per kelompok).
  • Murid dari kelompok lain diminta memberikan satu pujian dan satu saran konstruktif untuk kelompok yang presentasi (penilaian sejawat sederhana).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu refleksi kelompok: setiap kelompok berdiskusi 2 menit — 'Langkah mana yang paling sulit dilakukan tadi? Mengapa?'
  • Beberapa perwakilan kelompok berbagi hasil diskusi refleksi mereka kepada kelas.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik ketiga sebagai bahan refleksi bersama: 'Jika temanmu keseleo di lapangan dan tidak ada obat, apa yang bisa kamu lakukan dengan benda-benda di sekitarmu?'
  • Murid secara individu mengisi lembar refleksi diri singkat (3 pertanyaan): (1) Satu hal baru yang kamu pelajari hari ini; (2) Satu langkah penanganan cedera yang paling kamu ingat; (3) Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang pertolongan pertama.
  • Guru menegaskan kembali pesan utama pembelajaran: kemampuan pertolongan pertama adalah bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan orang lain.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: jenis-jenis cedera ringan (luka lecet, memar, keseleo), penyebabnya, dan langkah penanganannya.
  • Guru melakukan asesmen akhir lisan singkat: menunjuk 3–4 murid secara acak untuk menyebutkan satu langkah penanganan cedera tertentu.
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi aktif dalam simulasi hari ini.
  • Guru menyampaikan pesan pengingat: selalu lakukan pemanasan sebelum berolahraga untuk mengurangi risiko cedera.
  • Guru menginformasikan topik pertemuan berikutnya secara singkat.
  • Ketua kelas memimpin doa penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan lebih (lambat) diberikan kartu panduan bergambar berisi langkah-langkah penanganan cedera yang dapat dipegang saat simulasi. Murid yang sudah mahir (cepat) diminta mempelajari penanganan cedera tambahan seperti pendarahan dan dapat menjadi 'asisten guru' untuk membantu kelompok lain.
  • Proses: Murid yang mengalami kesulitan memahami langkah-langkah dapat mengamati demonstrasi langsung dari guru atau murid lain sebelum mencoba sendiri. Murid yang cepat dapat diminta menyimulasikan dua jenis cedera berbeda dalam satu sesi.
  • Produk: Murid yang belum bisa menjelaskan langkah-langkah secara verbal cukup menunjukkan urutan tindakan lewat peragaan tubuh. Murid yang sudah sangat berkembang dapat membuat poster mini sederhana berisi langkah pertolongan pertama untuk ditempel di sudut kelas.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di pendahuluan: 'Siapa yang pernah mengalami cedera saat olahraga? Cedera apa? Apa yang dilakukan pertama kali?' — guru mencatat respons untuk memetakan pengetahuan awal murid dan menyesuaikan penekanan materi.
  • Guru meminta murid mengangkat tangan: 'Siapa yang sudah tahu cara menangani luka lecet? Memar? Keseleo?' sebagai pemetaan cepat tingkat pengetahuan awal kelas.

Proses:

  • Observasi berkeliling saat simulasi kelompok (tahap Mengaplikasi): guru menggunakan daftar cek untuk mencatat apakah setiap kelompok melakukan langkah penanganan cedera secara urut dan tepat.
  • Penilaian sejawat antar kelompok saat presentasi simulasi: murid dilatih memberikan umpan balik konstruktif kepada kelompok lain.
  • Lembar refleksi diri individu (tahap Merefleksi): guru membaca lembar refleksi untuk mengidentifikasi murid yang masih mengalami kesulitan.

Akhir:

  • Asesmen lisan di penutup: guru menunjuk 3–4 murid secara acak untuk menjelaskan langkah penanganan satu jenis cedera ringan yang disebutkan guru.
  • Penilaian praktik simulasi kelompok dinilai menggunakan rubrik 4 level yang mencakup aspek: identifikasi jenis cedera, ketepatan urutan langkah penanganan, dan sikap peduli terhadap 'korban'.

Formatif:

  • Observasi guru saat simulasi kelompok: kesesuaian urutan langkah penanganan cedera dengan prinsip pertolongan pertama.
  • Penilaian sejawat antar kelompok: setiap kelompok memberikan satu pujian dan satu saran saat presentasi simulasi.
  • Tanya jawab lisan selama tahap Memahami untuk mengecek pemahaman konsep cedera dan penyebabnya.
  • Lembar refleksi diri individu yang diisi murid pada tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Asesmen lisan di penutup: guru menunjuk murid secara acak untuk menyebutkan langkah penanganan satu jenis cedera tertentu.
  • Rubrik praktik simulasi: menilai ketepatan identifikasi jenis cedera dan kesesuaian langkah penanganan yang dipraktikkan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Jenis Cedera dan PenyebabnyaMurid tidak dapat menyebutkan jenis cedera ringan maupun penyebabnya meskipun sudah dibimbing.Murid dapat menyebutkan 1 jenis cedera ringan tetapi belum dapat menjelaskan penyebabnya dengan tepat.Murid dapat menyebutkan 2–3 jenis cedera ringan dan menjelaskan penyebabnya dengan cukup tepat.Murid dapat mengidentifikasi 3 jenis cedera ringan (luka lecet, memar, keseleo), menjelaskan penyebab masing-masing dengan tepat, dan memberikan contoh situasi nyata yang relevan.
Ketepatan Langkah Penanganan Cedera RinganMurid tidak dapat mempraktikkan langkah penanganan cedera dengan benar meskipun sudah mendapat panduan.Murid dapat mempraktikkan 1–2 langkah penanganan cedera yang dipilih namun urutan dan tekniknya belum tepat.Murid dapat mempraktikkan sebagian besar langkah penanganan cedera yang dipilih dengan urutan yang cukup tepat.Murid dapat mempraktikkan seluruh langkah penanganan cedera yang dipilih secara urut, tepat, dan dapat menjelaskan alasan setiap langkah kepada teman.
Kolaborasi dan Peran dalam KelompokMurid tidak aktif berpartisipasi dalam simulasi kelompok dan tidak mengambil peran apapun.Murid berpartisipasi dalam simulasi tetapi peran yang diambil sangat minimal dan perlu didorong oleh guru.Murid aktif menjalankan perannya dalam simulasi dan bekerja sama dengan anggota kelompok dengan cukup baik.Murid aktif, bertanggung jawab pada perannya, membantu anggota kelompok yang kesulitan, dan berkontribusi pada keberhasilan simulasi kelompok secara keseluruhan.
Kemampuan Refleksi DiriMurid tidak dapat mengisi lembar refleksi atau tidak mampu menjelaskan apa yang sudah dipelajari.Murid mengisi lembar refleksi secara singkat namun belum menunjukkan pemahaman mendalam tentang materi yang dipelajari.Murid dapat menuliskan hal baru yang dipelajari dan satu langkah yang paling diingat dengan jelas.Murid dapat menuliskan hal baru, langkah yang paling diingat, dan mengajukan pertanyaan lanjutan yang menunjukkan rasa ingin tahu lebih dalam tentang pertolongan pertama.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mengidentifikasi minimal dua jenis cedera ringan dan penyebabnya setelah pembelajaran ini?
  • Apakah kegiatan simulasi kelompok berjalan efektif? Langkah mana yang perlu diperbaiki di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah cukup menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk ketiga tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Seberapa aktif murid terlibat selama pembelajaran? Siapa yang masih perlu pendampingan lebih lanjut?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang cedera ringan dan penanganannya?
  • Langkah pertolongan pertama mana yang paling mudah kamu ingat? Mengapa?
  • Apa yang masih terasa sulit atau membingungkan bagimu dari materi hari ini?
  • Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang pertolongan pertama atau kesehatan saat berolahraga?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK Kelas IV SD/MI (Kemdikbudristek) — Bab 5: Hidup yang Menyehatkan, bagian C: Penanganan Cedera Ringan (hal. 174–180)
  2. Buku Panduan Guru PJOK Kelas IV SD/MI (Kemdikbudristek) — Panduan Khusus Bab 5, Aktivitas Pembelajaran 4: Penanganan Cedera Ringan (hal. 211–222)
  3. Kartu visual / poster bergambar langkah penanganan luka lecet, memar, dan keseleo (dibuat guru atau diunduh dari sumber terpercaya)
  4. Perlengkapan simulasi sederhana: kain kasa steril, plester, perban gulung, es batu atau kantong plastik berisi air dingin untuk kompres (atau simulasi menggunakan alat pengganti)
  5. Lembar kerja refleksi diri murid (disiapkan guru)
  6. Daftar cek observasi praktik simulasi (disiapkan guru untuk asesmen proses)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.