Modul AjarPertemuan 10Bab 5Fase BSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 4: Asesmen Sumatif: Hidup yang Menyehatkan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 4 dengan topik "Asesmen Sumatif: Hidup yang Menyehatkan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 4: Asesmen Sumatif: Hidup yang Menyehatkan

PJOK - Kelas 4

Bab 5 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Asesmen Sumatif: Hidup yang Menyehatkan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikAsesmen Sumatif: Hidup yang Menyehatkan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang risiko gaya hidup tidak sehat, pola makan bergizi seimbang, ciri tubuh bugar, dan penanganan cedera ringan melalui tes tertulis.
  2. Murid dapat memperagakan keterampilan gerak dalam aktivitas jasmani pilihan serta mempraktikkan pengukuran denyut nadi sebagai bentuk asesmen kinerja hidup sehat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang akan terjadi pada tubuhmu jika kamu terus-menerus tidur larut malam, jarang olahraga, dan sering makan makanan tidak sehat?
  2. Bagaimana cara kamu mengetahui apakah tubuhmu sedang dalam kondisi bugar setelah berolahraga?
  3. Ketika temanmu jatuh dan kakinya terluka saat bermain, apa langkah pertama yang harus kamu lakukan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah pertemuan asesmen sumatif untuk Bab 5 'Hidup yang Menyehatkan', yang terdiri atas tes tertulis dan asesmen kinerja gerak (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal/diagnostik singkat dengan mengajukan 2–3 pertanyaan lisan kepada seluruh kelas: 'Siapa yang tahu apa saja ciri-ciri tubuh yang bugar?', 'Sebutkan satu contoh makanan bergizi seimbang!', dan 'Apa yang kamu lakukan jika kulit tanganmu tergores saat olahraga?' Guru mencatat respons untuk memetakan kesiapan murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen hari ini secara sederhana: 'Hari ini kita akan mengerjakan soal tertulis dan praktik gerak untuk menunjukkan apa yang sudah kalian pelajari tentang hidup sehat.' (2 menit).
  • Guru menjelaskan alur waktu: 25 menit untuk tes tertulis, lalu 25 menit untuk asesmen kinerja praktik gerak dan pengukuran denyut nadi, serta 10 menit penutup (1 menit).
  • Guru memimpin pemanasan ringan selama ±2 menit (gerak jalan di tempat, putaran kepala, dan peregangan tangan) agar murid siap untuk sesi praktik gerak.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar soal tes tertulis kepada setiap murid. Soal terdiri atas 15 butir pilihan ganda dan 5 butir uraian singkat yang mencakup empat topik: (a) risiko gaya hidup tidak sehat, (b) pola makan bergizi seimbang, (c) ciri-ciri tubuh bugar, dan (d) penanganan cedera ringan sesuai prinsip P3K.
  • Guru membacakan petunjuk pengerjaan soal dengan jelas, memastikan setiap murid memahami cara menjawab sebelum mulai mengerjakan.
  • Murid mengerjakan tes tertulis secara mandiri dalam keheningan selama 25 menit. Guru berkeliling dengan tenang untuk memastikan kondisi kondusif dan mencatat murid yang tampak kesulitan tanpa memberikan jawaban.
  • Setelah 25 menit, guru meminta murid meletakkan pulpen dan mengumpulkan lembar jawaban.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan teknis asesmen kinerja: setiap murid akan dipanggil secara bergiliran ke area praktik untuk memperagakan keterampilan gerak pilihan (contoh: lompat tali, gerak jalan cepat, atau gerakan senam sederhana selama ±1 menit) dan kemudian mengukur denyut nadi sendiri selama 15 detik lalu mengalikannya dengan 4 untuk mendapat denyut per menit.
  • Guru mendemonstrasikan cara mengukur denyut nadi di pergelangan tangan (arteri radialis) dan di leher (arteri karotis) satu kali sebagai pengingat, lalu meminta satu murid sukarela mencoba di depan kelas.
  • Sementara murid dipanggil satu per satu atau berpasangan ke area praktik, murid lain yang menunggu giliran duduk tenang dan mengisi lembar refleksi diri (disediakan guru) berisi pertanyaan: 'Gerakan mana yang sudah kamu kuasai dengan baik?', 'Apakah kamu sudah rutin berolahraga minggu ini?', dan 'Berapa kali kamu makan sayur dan buah hari ini?'
  • Guru mengobservasi dan menilai setiap murid menggunakan lembar observasi kinerja berdasarkan rubrik: (a) kebenaran teknik gerak, (b) kemampuan mengukur denyut nadi secara mandiri, dan (c) kemampuan menyebutkan makna hasil denyut nadi (normal/meningkat setelah gerak).
  • Setelah mengukur denyut nadi, guru bertanya singkat kepada setiap murid: 'Denyut nadimu berapa? Apa artinya?' untuk memastikan pemahaman bermakna tentang kebugaran.
  • Guru memberikan umpan balik lisan singkat dan positif kepada setiap murid setelah tampil ('Bagus cara kamu mengukur denyut nadi! Pertahankan rutin bergerak ya.').

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah seluruh murid selesai asesmen kinerja, guru mengajak murid duduk melingkar atau kembali ke tempat duduk masing-masing.
  • Guru memimpin diskusi refleksi singkat (5 menit) dengan pertanyaan: 'Soal atau bagian mana yang menurutmu paling mudah dan paling sulit hari ini?', 'Apa satu hal tentang hidup sehat yang benar-benar kamu ingat dan ingin kamu praktikkan mulai sekarang?'
  • Murid menuliskan satu kalimat tekad pribadi di lembar refleksi: 'Mulai hari ini saya akan… agar tubuh saya tetap sehat.' Lembar ini dikumpulkan bersama lembar refleksi diri sebelumnya.
  • Guru merangkum poin-poin utama materi Bab 5 secara singkat: risiko gaya hidup tidak sehat, pentingnya makan bergizi seimbang, ciri tubuh bugar, cara mengukur denyut nadi, dan pertolongan pertama cedera ringan.

Penutup:

  • Guru menyampaikan apresiasi kepada seluruh murid atas kesungguhan dalam mengerjakan tes tertulis dan asesmen kinerja hari ini (1 menit).
  • Guru menginformasikan bahwa hasil asesmen akan disampaikan pada pertemuan berikutnya beserta umpan balik individual (1 menit).
  • Guru mengingatkan murid untuk terus mempraktikkan kebiasaan hidup sehat di rumah: makan bergizi, rutin bergerak, cukup tidur, dan tahu cara menangani cedera ringan (2 menit).
  • Guru memimpin pendinginan ringan: tarik napas dalam 3 kali, regangkan tangan ke atas, dan hembuskan perlahan (1 menit).
  • Guru menutup pelajaran dengan doa bersama dan salam penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan tambahan (lambat) dapat diberikan lembar soal dengan ilustrasi gambar pendukung (contoh: gambar makanan bergizi, gambar cedera ringan) di samping teks soal untuk membantu pemahaman. Murid cepat diberikan 2–3 soal pengayaan berbentuk analisis kasus pendek (contoh: 'Riko makan nasi, gorengan, dan minuman manis tiga kali sehari. Apa risiko yang mungkin dialami Riko?').
  • Proses: Pada sesi asesmen kinerja, murid yang memiliki keterbatasan fisik ringan dapat memilih aktivitas gerak alternatif yang sesuai kemampuannya (misal: gerakan tangan berirama atau jalan di tempat) selama tetap mencerminkan aktivitas jasmani. Murid cepat yang selesai lebih awal dapat diminta menjadi pemandu/pengingat langkah pengukuran denyut nadi bagi teman yang belum mencoba.
  • Produk: Murid yang memerlukan dukungan dapat menjawab soal uraian dalam bentuk poin-poin pendek atau gambar beranotasi. Murid cepat dapat diminta menuliskan 'rencana hidup sehat satu minggu' di balik lembar refleksi sebagai karya tambahan.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan singkat di awal pendahuluan: guru mengajukan 3 pertanyaan kepada seluruh kelas tentang ciri tubuh bugar, contoh makanan bergizi seimbang, dan penanganan luka goresan ringan.
  • Guru mencatat respons murid (tunjuk tangan / jawaban spontan) untuk memetakan kesiapan belajar dan menentukan fokus umpan balik selama proses asesmen.

Proses:

  • Observasi berkeliling selama pengerjaan tes tertulis: guru mencatat murid yang membutuhkan klarifikasi soal tanpa memberikan jawaban.
  • Lembar observasi kinerja individual diisi guru saat setiap murid tampil di sesi praktik gerak dan pengukuran denyut nadi.
  • Pertanyaan lisan terbuka saat sesi kinerja: 'Denyut nadimu berapa sekarang? Apa artinya bagi kesehatanmu?' untuk mengecek pemahaman bermakna.
  • Lembar refleksi diri yang diisi murid saat menunggu giliran sebagai bahan umpan balik guru.

Akhir:

  • Nilai tes tertulis: skor pilihan ganda (15 soal x 1 poin) dan uraian singkat (5 soal x 2 poin) = total 25 poin, dikonversi ke skala 100.
  • Nilai asesmen kinerja: dinilai menggunakan rubrik 4 aspek (teknik gerak, pengukuran denyut nadi, interpretasi hasil denyut nadi, kemandirian/kepercayaan diri) dengan 4 level capaian.
  • Lembar tekad pribadi murid dikumpulkan sebagai bukti refleksi bermakna dan bahan tindak lanjut guru pada pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi guru selama tes tertulis: mencatat murid yang terlihat kesulitan untuk ditindaklanjuti.
  • Observasi kinerja gerak dan pengukuran denyut nadi menggunakan lembar cek observasi selama sesi praktik.
  • Pertanyaan lisan singkat saat sesi praktik: guru menanyakan makna hasil denyut nadi kepada setiap murid.
  • Lembar refleksi diri murid (diisi selama menunggu giliran praktik) sebagai asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).

Sumatif:

  • Tes tertulis 20 butir soal (15 pilihan ganda + 5 uraian singkat) mencakup: risiko gaya hidup tidak sehat, pola makan bergizi seimbang, ciri tubuh bugar, dan penanganan cedera ringan.
  • Asesmen kinerja: murid memperagakan keterampilan gerak pilihan dan mempraktikkan pengukuran denyut nadi secara mandiri, dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Konsep Hidup Sehat (Tes Tertulis)Menjawab kurang dari 40% soal dengan benar; belum dapat membedakan gaya hidup sehat dan tidak sehat, pola makan bergizi, ciri tubuh bugar, serta penanganan cedera ringan.Menjawab 40–59% soal dengan benar; dapat menyebutkan sebagian konsep namun masih banyak kekeliruan dalam mengaitkan risiko gaya hidup dengan dampak kesehatan.Menjawab 60–79% soal dengan benar; memahami risiko gaya hidup tidak sehat, pola makan bergizi seimbang, ciri tubuh bugar, dan penanganan cedera ringan dengan sedikit kesalahan.Menjawab 80–100% soal dengan benar; mampu menjelaskan dengan tepat risiko gaya hidup tidak sehat, memilih pola makan bergizi seimbang, mengidentifikasi ciri tubuh bugar, dan mendeskripsikan langkah penanganan cedera ringan secara runtut.
Keterampilan Gerak dalam Aktivitas Jasmani PilihanGerakan yang ditampilkan tidak terkontrol, tidak sesuai pola gerak yang dipelajari, dan memerlukan bimbingan langsung guru untuk melanjutkan gerakan.Gerakan sudah mulai terbentuk namun masih banyak yang tidak konsisten; memerlukan pengingat verbal dari guru agar gerakan tetap aman dan sesuai.Gerakan dilakukan dengan cukup terkontrol dan konsisten; sebagian besar teknik sudah benar meskipun ada beberapa bagian yang perlu diperbaiki tanpa mengganggu keseluruhan penampilan.Gerakan dilakukan dengan terkontrol, konsisten, dan sesuai teknik yang benar dari awal hingga akhir; murid tampil dengan percaya diri dan mandiri tanpa bimbingan guru.
Pengukuran Denyut Nadi Secara MandiriTidak dapat menemukan titik denyut nadi dan tidak mampu melakukan penghitungan denyut meskipun sudah dibimbing.Dapat menemukan titik denyut nadi dengan bantuan, namun penghitungan masih tidak akurat atau perlu koreksi dari guru.Dapat menemukan titik denyut nadi secara mandiri dan menghitung denyut selama 15 detik dengan hasil yang mendekati akurat; mampu mengalikan hasil dengan 4.Dapat menemukan titik denyut nadi, menghitung, dan mengalikan hasil secara mandiri dan akurat; mampu menginterpretasikan hasilnya ('denyut nadinya meningkat karena baru berolahraga, artinya jantung bekerja lebih keras').
Kemandirian dan Kepercayaan Diri saat Asesmen KinerjaMurid menolak tampil atau hanya mau tampil jika terus didampingi guru; terlihat sangat cemas dan tidak dapat menyelesaikan demonstrasi.Murid mau tampil tetapi memerlukan dorongan berulang dari guru; tampak ragu-ragu dan sering berhenti di tengah demonstrasi.Murid tampil dengan cukup mandiri; sesekali memerlukan dorongan atau pengingat, namun dapat menyelesaikan seluruh demonstrasi.Murid tampil dengan penuh percaya diri dan mandiri dari awal hingga akhir; dapat menjelaskan apa yang dilakukan kepada guru tanpa diminta.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah soal tes tertulis yang diberikan sudah mencakup seluruh kompetensi yang diajarkan pada Bab 5 secara proporsional?
  • Apakah instruksi asesmen kinerja (praktik gerak dan pengukuran denyut nadi) disampaikan dengan cukup jelas sehingga semua murid memahami tugasnya?
  • Murid mana yang menunjukkan kesulitan signifikan? Tindak lanjut apa yang perlu disiapkan untuk mereka?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk menyelesaikan tes tertulis dan asesmen kinerja seluruh murid? Jika tidak, bagian mana yang perlu diefisienkan?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan hari ini membantu murid dengan kebutuhan berbeda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya?

Refleksi Murid:

  • Bagian soal atau praktik mana yang menurutmu paling mudah hari ini? Mengapa?
  • Bagian mana yang menurutmu paling sulit? Apa yang ingin kamu pelajari lebih lagi tentang hal itu?
  • Setelah hari ini, satu kebiasaan hidup sehat apa yang paling ingin kamu mulai atau pertahankan? Mengapa kebiasaan itu penting bagimu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas IV Edisi 2024, Penulis: Alda Indrawan dan Tri Agus Prasetijo, ISBN: 978-623-388-545-4 (Bab 5: Hidup yang Menyehatkan)
  2. Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas IV Edisi 2024, Penulis: Tri Agus Prasetijo dan Alda Indrawan, ISBN: 978-623-388-558-4 (Panduan Khusus Bab 5)
  3. Lembar soal tes tertulis (disiapkan guru): 15 pilihan ganda + 5 uraian singkat tentang risiko gaya hidup tidak sehat, pola makan bergizi seimbang, ciri tubuh bugar, dan penanganan cedera ringan
  4. Lembar observasi kinerja gerak dan denyut nadi (disiapkan guru sesuai rubrik 4 aspek)
  5. Lembar refleksi diri murid (disiapkan guru, berisi 3 pertanyaan refleksi dan kolom tekad pribadi)
  6. Stopwatch atau jam tangan untuk pengukuran denyut nadi 15 detik
  7. Area lapangan atau ruang gerak yang cukup luas untuk sesi asesmen kinerja
  8. Kotak P3K sekolah (sebagai alat peraga kontekstual penanganan cedera ringan, bila tersedia)
  9. Platform Merdeka Mengajar: modul ajar dan video pembelajaran PJOK Fase B yang relevan (referensi guru)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.