MODUL AJAR PJOK — Kelas 4 (Fase B) Topik: Bab 5 — Hidup yang Menyehatkan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Bab 5 — Hidup yang Menyehatkan |
|---|
| Alokasi Waktu | 24 JP (24 x 35 menit = 840 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 8 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 4.5.1 Mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidup yang tidak sehat
- TP 4.5.2 Mengenali berbagai aktivitas jasmani untuk pencegahan risiko kesehatan
- TP 4.5.3 Mengidentifikasi pola makan sehat dan bergizi seimbang sesuai rekomendasi kesehatan untuk menunjang aktivitas sehari-hari
- TP 4.5.4 Mempraktikkan penanganan cedera ringan sesuai pemahaman tentang prinsip pertolongan pertama
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang biasanya dirasakan tubuhmu jika duduk diam menatap layar gawai terlalu lama tanpa bergerak?
- Mengapa tubuh kita membutuhkan banyak bergerak agar terhindar dari gangguan kesehatan?
- Apa yang biasanya kalian rasakan pada tubuh di pagi hari jika tidur terlalu larut malam?
- Mengapa kita bisa mengalami sakit perut atau gatal-gatal jika malas mencuci tangan atau jarang mandi?
- Apa perbedaan yang kalian rasakan di tubuh saat hanya duduk membaca buku dibandingkan saat berjalan cepat menuju perpustakaan?
- Aktivitas apa saja di lingkungan sekolah kita yang bisa membuat tubuh tetap bergerak agar kita terhindar dari risiko badan lemas atau kegemukan?
- Permainan gerak apa yang biasa kamu mainkan di halaman atau ruang rumah saat libur?
- Mengapa bermain aktif seperti lompat tali atau engklek di rumah bisa mencegah tubuh kita dari risiko kegemukan dan rasa lesu?
- Apa saja jenis makanan yang biasanya ada di piring sarapanmu?
- Mengapa tubuh kita membutuhkan pembagian porsi makanan yang seimbang setiap kali makan?
- Apa yang biasanya kamu lakukan jika lutut atau sikumu lecet saat bermain lari-larian?
- Mengapa luka lecet harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum ditutup plester?
- Apa yang harus kita lakukan jika lutut atau pergelangan kaki teman membentur lantai dan mulai membiru?
- Mengapa bagian tubuh yang terkilir tidak boleh langsung diurut atau dipijat keras, melainkan dikompres dingin?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa kita sudah memahami bahaya gaya hidup sedenter dan cara pencegahannya melalui aktivitas fisik serta pola makan bergizi?
- Apa saja langkah runtut yang harus kita lakukan saat menolong teman yang mengalami cedera lecet atau memar?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengenali Risiko Kesehatan Akibat Kurang Gerak dan Perilaku Sedenter — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.5.1 Mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidup yang tidak sehat
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali risiko kesehatan akibat perilaku kurang gerak atau perilaku sedenter (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 ilustrasi kebiasaan (gambar A: anak aktif bergerak/bermain lompat tali; gambar B: anak duduk berjam-jam menonton layar gawai sambil rebahan) dan meminta murid secara lisan mengidentifikasi perilaku yang berisiko tidak sehat (acuan: gambar B berisiko karena kurang gerak/sedenter) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mengamati tayangan infografik 'Awas Screen Time dan Perilaku Kurang Gerak' yang memuat 4 dampak buruk kurang gerak: berat badan berlebih/kegemukan, badan cepat pegal/kaku, mata lelah, dan tubuh lemas/mudah lelah (15 menit).
- Guru memberikan penguatan konsep tentang istilah gaya hidup sedenter (kebiasaan berdiam diri, rebahan, atau duduk terlalu lama) dan kaitannya secara langsung dengan risiko kesehatan tubuh (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan menggembirakan 'Detektif Risiko Tubuh': guru membacakan 4 kartu skenario kebiasaan harian secara bergantian, lalu murid berdiri jika skenario termasuk perilaku sedenter berisiko atau merentangkan tangan jika perilaku aktif: (1) 'Bermain game di ponsel selama 4 jam berturut-turut di sofa' (acuan: berdiri/sedenter berisiko); (2) 'Membantu menyapu halaman rumah setiap sore' (acuan: rentangkan tangan/aktif); (3) 'Rebahan menonton televisi seharian saat libur' (acuan: berdiri/sedenter berisiko); (4) 'Berjalan kaki menuju sekolah bersama kawan' (acuan: rentangkan tangan/aktif) (20 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja 'Memasangkan Risiko Kesehatan', yaitu menjodohkan 4 kartu perilaku kurang gerak dengan kartu dampak risiko kesehatannya: Perilaku (1) 'Duduk menatap ponsel 4 jam tanpa jeda' berpasangan dengan Risiko (A) 'Mata lelah dan perih'; Perilaku (2) 'Terbiasa rebahan seharian dan jarang berolahraga' berpasangan dengan Risiko (B) 'Kelebihan berat badan/kegemukan'; Perilaku (3) 'Membungkuk di depan komputer terlalu lama' berpasangan dengan Risiko (C) 'Otot leher dan punggung kaku/pegal'; Perilaku (4) 'Menolak diajak berjalan dan selalu memilih diam di kasur' berpasangan dengan Risiko (D) 'Tubuh cepat lemas dan daya tahan turun' (acuan pasangan tepat: 1-A, 2-B, 3-C, 4-D) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa hasil lembar kerjanya secara mandiri bersama bimbingan guru untuk menyadari kebiasaan gerak pribadinya sehari-hari (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan jenis-jenis risiko kesehatan akibat kurang gerak dan perilaku sedenter (5 menit).
- Guru memberikan penguatan serta apresiasi atas partisipasi aktif murid, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu skenario bergambar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual dan kartu berbasis teks bagi murid yang sudah lancar membaca.
- Proses: Memberikan pendampingan terbimbing secara langsung bagi murid yang belum dapat mengidentifikasi dampak sedenter, serta memberikan kartu studi kasus tambahan bagi murid yang cepat paham.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman pengenalan risiko melalui menjodohkan kartu bergambar atau menuliskan tanda centang pada lembar pilihan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik menggunakan 2 gambar pembanding (Gambar A: anak aktif melompat; Gambar B: anak rebahan bermain gawai) dengan pertanyaan: 'Manakah kebiasaan yang berisiko menimbulkan masalah bagi kesehatan tubuhmu?' (acuan: Gambar B berisiko karena kurang gerak/sedenter).
Proses:- Observasi ketepatan murid dalam menentukan jenis kebiasaan pada 4 butir permainan 'Detektif Risiko Tubuh' (acuan kunci: butir 1 berdiri/sedenter, butir 2 merentang/aktif, butir 3 berdiri/sedenter, butir 4 merentang/aktif).
- Pemeriksaan hasil lembar kerja mandiri 'Memasangkan Risiko Kesehatan' yang memuat 4 pasangan butir (acuan kunci pasangan: 1-A [menatap ponsel lama - mata lelah], 2-B [rebahan seharian - kegemukan], 3-C [membungkuk lama - punggung kaku], 4-D [selalu diam di kasur - tubuh cepat lemas]).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat di akhir sesi: murid menyebutkan secara lisan atau menunjuk 2 dampak kesehatan nyata akibat terlalu lama diam tanpa bergerak (kriteria penerimaan: menyebutkan minimal 2 dari daftar acuan dampak berikut: mata perih/lelah, kegemukan/berat badan naik, badan pegal/kaku, atau tubuh cepat lemas).
Formatif:- Pengamatan respons gerak murid saat permainan 'Detektif Risiko Tubuh'
- Penilaian lembar kerja mandiri menjodohkan perilaku kurang gerak dengan risiko kesehatannya
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali risiko kesehatan akibat kurang gerak dan perilaku sedenter | Mengenali 1 atau belum mampu mengenali risiko kesehatan akibat perilaku kurang gerak pada lembar kerja (acuan: tepat 0-1 dari 4 pasangan risiko). | Mengenali 2 risiko kesehatan akibat perilaku kurang gerak pada lembar kerja secara tepat (acuan: tepat 2 dari 4 pasangan risiko). | Mengenali 3 risiko kesehatan akibat perilaku kurang gerak pada lembar kerja secara tepat (acuan: tepat 3 dari 4 pasangan risiko). | Mengenali seluruh (4) risiko kesehatan akibat perilaku kurang gerak pada lembar kerja secara tepat dan mandiri (acuan: tepat 4 dari 4 pasangan risiko: 1-A, 2-B, 3-C, 4-D). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan 'Detektif Risiko Tubuh' efektif membantu murid mengenali dampak perilaku sedenter secara menggembirakan?
- Bagaimana keterlibatan dan pemahaman murid saat mengaitkan kebiasaan kurang gerak dengan risiko kesehatan pada tubuh mereka?
Murid:- Apa hal baru yang kamu ketahui tentang bahaya terlalu lama duduk atau rebahan bermain gawai?
- Perilaku kurang gerak mana yang mulai hari ini ingin kamu kurangi agar tubuhmu tetap sehat?
Pertemuan 2 — Mengenali Risiko Kesehatan Akibat Pola Istirahat Buruk dan Kebiasaan Tidak Bersih — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.5.1 Mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidup yang tidak sehat
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali risiko kesehatan akibat pola istirahat yang buruk dan kebiasaan hidup tidak bersih (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat tentang hubungan perilaku dengan keluhan tubuh: (1) Tidur larut malam menonton TV -> mengantuk di kelas/daya tahan tubuh menurun; (2) Makan jajanan tanpa cuci tangan -> sakit perut/diare (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati dan mencermati 4 kartu gambar contoh kebiasaan tidak sehat yang dipajang di papan tulis: Kartu A (Tidur larut malam karena bermain ponsel/game), Kartu B (Bangun kesiangan dan kurang tidur), Kartu C (Makan dengan tangan kotor/tidak cuci tangan pakai sabun), dan Kartu D (Jarang mandi dan memakai pakaian kotor berhari-hari) (10 menit).
- Guru memberikan penjelasan terarah mengenai risiko gangguan kesehatan dari masing-masing perilaku tersebut: tidur buruk menyebabkan penurunan konsentrasi, pusing, dan tubuh mudah sakit; kebiasaan tidak bersih memicu diare, cacingan, dan infeksi/gatal pada kulit (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi berpasangan untuk memainkan permainan mencocokkan kartu tantangan 'Detektif Risiko Kesehatan': setiap pasangan menerima 4 kartu kasus gaya hidup tidak sehat dan 4 kartu risiko penyakit/gangguan kesehatan (15 menit).
- Murid bersama pasangannya memasangkan 4 kartu kasus dengan 4 kartu risiko kesehatan yang tepat pada lembar kerja: Kasus 1 'Sering begadang hingga larut malam menonton gawai' dipasangkan dengan Risiko 'Mata lelah, sakit kepala, dan tubuh lemas/mengantuk di siang hari'; Kasus 2 'Makan menggunakan jari tangan tanpa mencuci tangan dengan sabun' dipasangkan dengan Risiko 'Sakit perut dan diare akibat kuman termakan'; Kasus 3 'Malas mandi setelah berkeringat dan tetap memakai seragam kotor' dipasangkan dengan Risiko 'Gatal-gatal dan infeksi kuman/jamur pada kulit'; Kasus 4 'Waktu tidur malam kurang dari 7 jam secara berulang' dipasangkan dengan Risiko 'Daya tahan tubuh melemah sehingga mudah tertular flu/batuk' (acuan: pasangan tepat 1-1, 2-2, 3-3, 4-4) (15 menit).
- Guru berkeliling mengobservasi pengerjaan, mencatat murid yang tepat memasangkan risiko kesehatan, serta memberi bimbingan langsung bagi yang mengalami kendala (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara mandiri memeriksa kembali lembar hasil penjodohan kartu mereka berdasarkan pembacaan kunci acuan bersama guru di papan tulis untuk menyadari pentingnya menjaga pola istirahat dan kebersihan diri (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan kembali risiko kesehatan dari pola istirahat yang buruk dan kebiasaan tidak bersih (5 menit).
- Murid mengerjakan asesmen akhir berupa 2 butir cek pemahaman tertulis singkat (5 menit).
- Guru memberikan penguatan perilaku hidup sehat sehari-hari dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu kasus bergambar visual konkret bagi murid yang membutuhkan bantuan visual dan kartu narasi deskriptif bagi murid yang membaca cepat.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu secara bertahap menelaah hubungan sebab-akibat per satu kasus, sedangkan murid yang cepat diberikan 2 kartu kasus tambahan mengenai risiko jarang memotong kuku dan jarang menggosok gigi sebelum tidur.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman risiko kesehatan dengan cara menarik garis panah penjodohan atau menempelkan kartu risiko pada kartu kasus.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan apa risiko kesehatan jika kita (1) sering tidur larut malam, dan (2) makan tanpa mencuci tangan?' (Acuan jawaban benar: (1) Mengantuk/lemas/pusing/badan tidak fit; (2) Sakit perut/diare/masuk kuman ke perut).
Proses:- Formatif proses melalui Lembar Penjodohan Kartu 4 Kasus: Kasus 1 (Begadang menonton gawai -> Risiko: Mata lelah, sakit kepala, lemas/mengantuk di siang hari); Kasus 2 (Makan tanpa cuci tangan bersabun -> Risiko: Sakit perut dan diare); Kasus 3 (Malas mandi dan baju kotor -> Risiko: Gatal-gatal dan infeksi kuman kulit); Kasus 4 (Kurang tidur malam berulang -> Risiko: Daya tahan tubuh melemah, mudah tertular flu). Dinilai dari ketepatan memasangkan minimal 3 dari 4 pasangan dengan benar.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis mandiri: Murid memilih jawaban benar untuk 2 pernyataan: (1) Risiko utama tubuh jika sering tidur larut malam adalah... (Pilihan: a. Tubuh lemas dan mudah sakit, b. Gigi berlubang; Acuan benar: a); (2) Risiko utama malas mencuci tangan sebelum makan adalah... (Pilihan: a. Kulit memar, b. Sakit perut dan diare; Acuan benar: b).
Formatif:- Penilaian kinerja unjuk kerja penjodohan 4 kartu kasus gaya hidup tidak sehat dengan risiko kesehatannya pada lembar kerja
- Observasi diagnostik lisan pada awal pembelajaran
- Tes tertulis cek pemahaman singkat pada akhir pertemuan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali risiko kesehatan akibat pola istirahat buruk dan kebiasaan tidak bersih | Mengenali 1 dari 4 risiko kesehatan dengan tepat dari kartu kasus yang diberikan. | Mengenali 2 dari 4 risiko kesehatan dengan tepat dari kartu kasus yang diberikan. | Mengenali 3 dari 4 risiko kesehatan dengan tepat dari kartu kasus yang diberikan secara mandiri. | Mengenali seluruh 4 risiko kesehatan dengan tepat dari kartu kasus yang diberikan secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan kartu tantangan kasus konkret membantu murid mengenali risiko kesehatan dari gaya hidup tidak sehat?
- Bagian mana dari aktivitas yang paling menarik minat murid dan bagaimana ketepatan waktu pelaksanaannya?
Murid:- Apa bahaya bagi tubuh jika kamu sering tidur terlalu larut malam?
- Mengapa kamu harus selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum makan?
Pertemuan 3 — Mengenali Berbagai Aktivitas Jasmani Ringan dan Sedang untuk Pencegahan Risiko Kesehatan di Sekolah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.5.2 Mengenali berbagai aktivitas jasmani untuk pencegahan risiko kesehatan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengenali berbagai aktivitas jasmani ringan dan sedang di lingkungan sekolah serta manfaatnya untuk mencegah risiko kesehatan (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal dengan meminta murid mengamati 3 gambar aktivitas di papan tulis dan memilih mana yang tergolong aktivitas jasmani di sekolah: Gambar 1: Duduk diam melamun di bangku; Gambar 2: Berjalan santai menaiki tangga sekolah; Gambar 3: Bermain lempar tangkap bola kecil di halaman sekolah. Murid mengacungkan tangan untuk memilih aktivitas jasmani (acuan: Gambar 2 dan Gambar 3 adalah aktivitas jasmani; Gambar 1 bukan aktivitas jasmani) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru melalui media kartu bergambar mengenai karakteristik intensitas aktivitas jasmani di sekolah: aktivitas jasmani ringan (tidak mengubah napas secara drastis, contoh: merapikan alat tulis/buku, berdiri saat piket kelas, berjalan santai di koridor) dan aktivitas jasmani sedang (membuat napas sedikit lebih cepat dan denyut nadi meningkat tetapi masih bisa berbicara, contoh: berjalan cepat saat menuju lapangan, bermain lompat tali, senam peregangan di sela jam belajar) (15 menit).
- Murid mengamati 4 contoh risiko kesehatan yang dapat dicegah dengan rutin bergerak di sekolah: (1) Kegemukan/obesitas; (2) Tubuh cepat lelah/lemas; (3) Otot kaku/pegal karena terlalu lama duduk; (4) Penurunan daya tahan tubuh (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru memandu permainan 'Detektif Gerak Sekolah' di mana guru menyebutkan sebuah skenario kegiatan sekolah, lalu murid secara serempak mengangkat kartu label bertuliskan 'RINGAN' atau 'SEDANG': Skenario 1: Berjalan santai mengembalikan buku ke perpustakaan; Skenario 2: Bermain petak umpet dengan berjalan cepat dan berpindah tempat di halaman; Skenario 3: Menghapus papan tulis dan menyapu lantai kelas; Skenario 4: Senam peregangan berdiri dan lompat bintang kecil saat istirahat (acuan ketepatan: Skenario 1 = RINGAN, Skenario 2 = SEDANG, Skenario 3 = RINGAN, Skenario 4 = SEDANG) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja 'Pasangkan Aktivitas dan Pencegahan Risiko' yang memuat 4 butir aktivitas jasmani sekolah untuk dipasangkan ke kategori intensitas dan risiko yang dicegah: (1) Berjalan cepat mengelilingi lapangan saat pemanasan PJOK -> Intensitas Sedang, Mencegah Obesitas; (2) Merapikan bangku dan meja kelas saat piket pagi -> Intensitas Ringan, Mencegah Otot Kaku; (3) Bermain engklek/lompat tali di halaman saat jam istirahat -> Intensitas Sedang, Mencegah Tubuh Cepat Lemas; (4) Berjalan santai menaiki tangga menuju kelas lantai dua -> Intensitas Ringan, Mencegah Risiko Kurang Gerak (acuan: pasangan sesuai kunci di atas) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru bersama murid memeriksa hasil pengerjaan lembar kerja secara klasikal, mencocokkan pengelompokan aktivitas ringan dan sedang serta risiko kesehatan yang dicegah (15 menit).
- Murid mengidentifikasi satu aktivitas jasmani ringan atau sedang yang akan dibiasakan di sekolah mulai besok untuk mencegah tubuh lemas atau kaku, lalu menuliskannya di secarik kertas refleksi diri (acuan kriteria: menyebutkan aktivitas konkret di sekolah yang tergolong ringan atau sedang, mis. menyapu kelas saat piket atau berjalan cepat saat istirahat) (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran hari ini bahwa aktivitas jasmani ringan dan sedang di sekolah sangat bermanfaat mencegah badan kaku, lemas, dan kegemukan (5 menit).
- Guru memberikan penguatan materi, menginformasikan topik pertemuan berikutnya (aktivitas jasmani rekreatif di rumah), dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar dengan ikon pembeda yang jelas (ikon bintang satu untuk aktivitas ringan dan bintang dua untuk aktivitas sedang); murid yang lebih cepat diberikan lembar pengelompokan tanpa bantuan ikon visual.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru membaca teks skenario pada permainan detektif gerak; murid yang mandiri langsung menentukan kategori intensitas secara mandiri.
- Produk: Murid cepat mengidentifikasi 2 contoh tambahan aktivitas jasmani sedang di sekolah beserta risiko yang dicegahnya; murid yang butuh bimbingan cukup menuntaskan 4 butir aktivitas pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Meminta murid mengidentifikasi mana yang merupakan aktivitas jasmani di sekolah dari 3 pilihan gambar: Gambar 1: Duduk diam melamun di bangku; Gambar 2: Berjalan santai menaiki tangga sekolah; Gambar 3: Bermain lempar tangkap bola kecil di halaman sekolah (acuan kunci: Gambar 2 dan Gambar 3 adalah aktivitas jasmani; Gambar 1 bukan aktivitas jasmani).
Proses:- Pengamatan ketepatan murid mengangkat kartu label 'RINGAN' atau 'SEDANG' pada permainan 'Detektif Gerak Sekolah' berdasarkan 4 skenario: Skenario 1: Berjalan santai mengembalikan buku ke perpustakaan (acuan: RINGAN); Skenario 2: Bermain petak umpet dengan berjalan cepat di halaman (acuan: SEDANG); Skenario 3: Menghapus papan tulis dan menyapu lantai kelas (acuan: RINGAN); Skenario 4: Senam peregangan berdiri dan lompat bintang kecil saat istirahat (acuan: SEDANG).
- Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Kerja 'Pasangkan Aktivitas dan Pencegahan Risiko' yang memuat 4 butir: Butir 1: Berjalan cepat mengelilingi lapangan -> Intensitas Sedang, Mencegah Obesitas; Butir 2: Merapikan bangku dan meja kelas -> Intensitas Ringan, Mencegah Otot Kaku; Butir 3: Bermain lompat tali di halaman -> Intensitas Sedang, Mencegah Tubuh Cepat Lemas; Butir 4: Berjalan santai menaiki tangga -> Intensitas Ringan, Mencegah Risiko Kurang Gerak (acuan: seluruh 4 butir terpasangkan tepat sesuai acuan di atas).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman melalui kertas refleksi: murid menyebutkan 1 aktivitas jasmani ringan atau sedang di sekolah dan 1 risiko kesehatan yang dicegah (acuan kriteria: aktivitas yang ditulis adalah kegiatan sekolah yang tergolong ringan/sedang, misal berjalan cepat saat jam istirahat, dan risiko yang dicegah relevan, misal mencegah badan lemas/kegemukan/otot pegal).
Formatif:- Tes lisan/respons cepat pada permainan 'Detektif Gerak Sekolah' untuk mengenali intensitas aktivitas jasmani (ringan vs sedang)
- Penilaian kinerja tertulis pada Lembar Kerja 'Pasangkan Aktivitas dan Pencegahan Risiko'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali aktivitas jasmani ringan dan sedang di sekolah untuk pencegahan risiko kesehatan | Belum mampu mengenali intensitas aktivitas jasmani di sekolah atau hanya mampu memasangkan 1 butir secara tepat pada lembar kerja (acuan: 4 butir lembar kerja). | Mampu mengenali intensitas aktivitas jasmani di sekolah dan pencegahan risiko kesehatan dengan tepat pada 2 dari 4 butir lembar kerja dengan bimbingan guru. | Mampu mengenali intensitas aktivitas jasmani ringan dan sedang di sekolah serta risiko kesehatan yang dicegah secara mandiri pada 3-4 butir lembar kerja sesuai acuan. | Mampu mengenali seluruh 4 butir aktivitas jasmani ringan dan sedang di sekolah serta pencegahan risiko kesehatan secara mandiri dan tepat, serta mampu menyebutkan 2 contoh aktivitas jasmani sedang tambahan di sekolah dengan benar. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu selama permainan Detektif Gerak dan pengerjaan lembar kerja mencukupi untuk mengamati pemahaman setiap murid?
- Apakah murid dapat membedakan secara jelas antara aktivitas jasmani ringan dan sedang di lingkungan sekolah?
Murid:- Aktivitas jasmani apa di sekolah yang paling sering kamu lakukan setiap hari?
- Apa manfaat yang kamu rasakan setelah mengetahui bahwa banyak bergerak di sekolah bisa mencegah tubuh lemas?
Pertemuan 4 — Mengenali Berbagai Aktivitas Jasmani Rekreatif untuk Pencegahan Risiko Kesehatan di Rumah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.5.2 Mengenali berbagai aktivitas jasmani untuk pencegahan risiko kesehatan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran serta kesiapan murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali berbagai bentuk aktivitas jasmani rekreatif yang bisa dilakukan di rumah serta risikonya bila tubuh tidak aktif bergerak (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan menunjukkan 4 kartu gambar kebiasaan di rumah: (1) Menonton TV sambil tiduran berjam-jam, (2) Bermain lompat tali di teras, (3) Bermain video game seharian di kasur, (4) Bermain engklek bersama adik. Murid diminta mengangkat kartu jempol ke atas jika merupakan aktivitas jasmani rekreatif pencegah risiko lesu/obesitas, atau jempol ke bawah jika merupakan perilaku kurang gerak (acuan: gambar 1 = jempol bawah, gambar 2 = jempol atas, gambar 3 = jempol bawah, gambar 4 = jempol atas) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati lembar peraga 'Aktivitas Rekreatif Rumah Tangkal Penyakit' yang memuat 4 jenis aktivitas jasmani rekreatif di lingkungan rumah: (1) Bermain lompat tali di halaman, (2) Bersepeda santai keliling pekarangan/kompleks, (3) Bermain engklek/permainan tradisional tapak gunung, (4) Membantu berkebun/menyiram tanaman sambil bergerak (15 menit).
- Guru memberikan penjelasan terarah mengenai kaitan aktivitas rekreatif tersebut dengan pencegahan risiko kesehatan, yaitu melatih jantung agar tidak mudah lelah, membakar energi agar mencegah obesitas/kegemukan, serta menguatkan tulang dan otot kaki (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru memandu permainan interaktif 'Tebak Kartu Rekreatif Sehat' di mana murid menerima Lembar Aktivitas 4 Skenario Rumah: (Skenario A) 'Rian merasa badannya kaku dan mudah lelah karena duduk seharian'; (Skenario B) 'Siti ingin menjaga berat badan seimbang sambil bersenang-senang di halaman'; (Skenario C) 'Budi ingin melatih kekuatan kaki tanpa alat mahal di teras'; (Skenario D) 'Ayu ingin menggerakkan tubuh di sekitar rumah di pagi hari libur' (10 menit).
- Murid secara mandiri memasangkan setiap skenario dengan pilihan aktivitas jasmani rekreatif yang tepat beserta risiko kesehatan yang dicegahnya berdasarkan 4 pilihan: Pilihan 1: Bermain engklek (mencegah kelemahan otot kaki), Pilihan 2: Bermain lompat tali (mencegah kegemukan/obesitas), Pilihan 3: Bersepeda santai pagi (mencegah tubuh lemas/kaku), Pilihan 4: Membantu menyiram kebun sambil aktif bergerak (mencegah badan kaku akibat mager) (acuan ketepatan: Skenario A -> Pilihan 4, Skenario B -> Pilihan 2, Skenario C -> Pilihan 1, Skenario D -> Pilihan 3) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid memeriksa bersama hasil pencocokan skenario, mengonfirmasi pilihan yang tepat, serta membahas mengapa bermain aktif di rumah jauh lebih menyehatkan daripada bermain gawai seharian (15 menit).
- Murid menandai kartu refleksi diri dengan memilih satu aktivitas rekreatif rumah yang paling ingin ia lakukan akhir pekan nanti untuk mencegah rasa malas dan badan lemas (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap materi mengenali aktivitas jasmani rekreatif di rumah sebagai cara menyenangkan untuk mencegah risiko masalah kesehatan tubuh (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas lembar kerja murid, menyampaikan gambaran materi pertemuan berikutnya mengenai pola makan sehat, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu bergambar visual konkret bagi murid yang membutuhkan scaffolding dalam mengenali jenis aktivitas rekreatif rumah.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru memberikan panduan bertahap saat membaca deskripsi skenario; bagi murid yang cepat selesai, diberikan 2 skenario tambahan untuk diidentifikasi jenis gerakannya.
- Produk: Murid menuangkan hasil identifikasi dengan cara menarik garis jodoh gambar atau menuliskan nomor kode pilihan aktivitas secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru memperlihatkan 4 kartu gambar: (1) Menonton TV sambil tiduran berjam-jam, (2) Bermain lompat tali di teras, (3) Bermain video game seharian di kasur, (4) Bermain engklek bersama adik. Murid mengangkat kartu jempol ke atas (aktivitas jasmani rekreatif penangkal risiko kesehatan) atau jempol ke bawah (perilaku sedentari/kurang gerak). Acuan ketepatan: Gambar 1 = Jempol Bawah, Gambar 2 = Jempol Atas, Gambar 3 = Jempol Bawah, Gambar 4 = Jempol Atas.
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengerjaan Lembar Kerja Mandiri 'Pencocokan 4 Skenario Aktivitas Rekreatif Rumah'. Acuan kunci jawaban: Skenario A (badan kaku/lelah duduk terus) -> Membantu menyiram kebun sambil aktif bergerak (mencegah badan kaku); Skenario B (jaga berat badan di halaman) -> Bermain lompat tali (mencegah kegemukan); Skenario C (latih kekuatan kaki di teras) -> Bermain engklek (mencegah kelemahan otot kaki); Skenario D (gerak tubuh pagi libur keliling komplek) -> Bersepeda santai pagi (mencegah tubuh lemas).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/tulis singkat di akhir sesi: Murid menyebutkan 2 contoh aktivitas jasmani rekreatif yang dapat dilakukan di rumah dan menyebutkan 1 risiko kesehatan yang dapat dicegah (acuan kriteria penerimaan: menyebutkan minimal 2 aktivitas seperti lompat tali/engklek/bersepeda/membantu berkebun dan 1 risiko tepat seperti obesitas/kegemukan/otot lemah/badan kaku).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: respons angkat jempol mengenali 4 kartu perilaku aktif vs pasif di rumah.
- Asesmen formatif proses: Lembar Aktivitas pencocokan 4 skenario kebutuhan gerak rekreatif di rumah dengan jenis aktivitas dan risiko kesehatan yang dicegah.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali aktivitas jasmani rekreatif di rumah untuk pencegahan risiko kesehatan | Mengenali tepat 0-1 dari 4 pasangan skenario aktivitas jasmani rekreatif di rumah dan pencegahan risiko kesehatan sesuai acuan kunci jawaban. | Mengenali tepat 2 dari 4 pasangan skenario aktivitas jasmani rekreatif di rumah dan pencegahan risiko kesehatan sesuai acuan kunci jawaban. | Mengenali tepat 3 dari 4 pasangan skenario aktivitas jasmani rekreatif di rumah dan pencegahan risiko kesehatan sesuai acuan kunci jawaban. | Mengenali seluruh 4 pasangan skenario aktivitas jasmani rekreatif di rumah dan pencegahan risiko kesehatan secara lengkap dan tepat sesuai acuan kunci jawaban. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah konteks aktivitas rekreatif di rumah yang disajikan dekat dan relevan dengan rutinitas murid sehari-hari?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam menghubungkan aktivitas bermain rekreatif dengan pencegahan gangguan kesehatan seperti obesitas dan tubuh lesu?
Murid:- Aktivitas jasmani rekreatif apa yang paling seru dan ingin kamu lakukan di rumah akhir pekan ini?
- Mengapa tubuhmu membutuhkan aktivitas gerak bermain di rumah daripada hanya duduk bermain gawai berjam-jam?
Pertemuan 5 — Mengidentifikasi Pola Makan Sehat dan Prinsip Gizi Seimbang Sesuai Isi Piringku — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.5.3 Mengidentifikasi pola makan sehat dan bergizi seimbang sesuai rekomendasi kesehatan untuk menunjang aktivitas sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa, serta memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang aktivitas jasmani dengan kebutuhan energi tubuh yang diperoleh dari asupan makanan sehari-hari (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu mengidentifikasi kelompok makanan dan proporsi porsi makan sehat bergizi seimbang berdasarkan pedoman Isi Piringku (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat dengan menanyakan kelompok zat gizi dari 4 bahan makanan: nasi, ikan, bayam, dan pepaya (acuan kunci: nasi = makanan pokok/sumber karbohidrat; ikan = lauk-pauk/sumber protein; bayam = sayuran/sumber vitamin & mineral; pepaya = buah-buahan/sumber vitamin & mineral) untuk memetakan kesiapan murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati bagan 'Isi Piringku' yang membagi 1 piring menjadi: 1/3 bagian makanan pokok, 1/3 bagian sayuran, 1/6 bagian lauk-pauk, 1/6 bagian buah-buahan, serta anjuran minum air putih (10 menit).
- Murid mengidentifikasi fungsi utama zat gizi: makanan pokok sebagai sumber tenaga (karbohidrat), lauk-pauk sebagai zat pembangun (protein), sayuran dan buah-buahan sebagai zat pengatur (vitamin dan mineral) untuk menunjang aktivitas harian (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan edukatif 'Tantangan Menu Isi Piringku' secara mandiri: guru membagikan lembar bergambar piring kosong berporsi (1/3 makanan pokok, 1/3 sayuran, 1/6 lauk-pauk, 1/6 buah) dan murid mengelompokkan 8 kartu gambar makanan ke dalam bagian piring yang tepat. Daftar 8 kartu: (1) Jagung rebus -> porsi makanan pokok; (2) Telur rebus -> porsi lauk-pauk; (3) Wortel -> porsi sayuran; (4) Pisang -> porsi buah-buahan; (5) Nasi putih -> porsi makanan pokok; (6) Tempe goreng -> porsi lauk-pauk; (7) Kangkung -> porsi sayuran; (8) Jeruk -> porsi buah-buahan (acuan: masing-masing porsi terisi 2 bahan yang tepat sesuai daftar di atas) (15 menit).
- Murid memeriksa menu bekal sarapan masing-masing atau daftar menu sarapan yang disediakan guru, lalu mengidentifikasi kelompok zat gizi dan porsi yang ada di dalamnya apakah sudah memenuhi prinsip gizi seimbang (makanan pokok, sayuran, lauk-pauk, buah, air putih) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menandai pada catatan bekalnya komponen apa yang sudah lengkap dan komponen apa yang masih kurang (misal: sayur atau buah belum ada) untuk perbaikan menu makan harian berikutnya (15 menit).
- Murid menyimpulkan secara berkesadaran pentingnya makan dengan komposisi seimbang agar tubuh memiliki energi yang cukup saat beraktivitas jasmani dan belajar di sekolah (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan murid dalam mengelompokkan 8 bahan makanan pada bagan Isi Piringku (5 menit).
- Guru bersama murid merangkum 4 kelompok komponen Isi Piringku dan porsinya (1/3 makanan pokok, 1/3 sayur, 1/6 lauk, 1/6 buah) serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bahan makanan dengan label petunjuk warna sesuai bagan piring; murid yang mahir diberikan kartu bahan makanan alternatif lokal (misal: ubi jalar, ikan kembung, daun kelor, pepaya) tanpa label warna.
- Proses: Murid yang kesulitan dipandu guru secara bertahap memasangkan makanan pokok dan lauk terlebih dahulu, sementara murid yang sudah mandiri langsung menyusun menu seimbang 1 piring penuh.
- Produk: Format pengelompokan piring dapat berupa tempelan kartu bergambar atau menuliskan nama-nama makanan pada sektor piring yang sesuai.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik klasikal: Murid mengidentifikasi kelompok zat gizi dari 4 bahan makanan berikut: (1) Nasi, (2) Ikan, (3) Bayam, (4) Pepaya. (Kriteria & acuan jawaban benar: nasi = makanan pokok/karbohidrat; ikan = lauk-pauk/protein; bayam = sayuran/vitamin & mineral; pepaya = buah-buahan/vitamin & mineral).
Proses:- Pengamatan kinerja lembar kerja 'Tantangan Menu Isi Piringku': Ketepatan mengelompokkan 8 kartu makanan ke dalam 4 bagian porsi piring (Acuan kunci: 2 makanan pokok = Jagung, Nasi putih; 2 lauk-pauk = Telur, Tempe; 2 sayuran = Wortel, Kangkung; 2 buah = Pisang, Jeruk).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 4 butir singkat pada akhir sesi: Murid menentukan kelompok porsi untuk: (1) Singkong, (2) Ikan tongkol, (3) Sayur bayam, (4) Buah semangka. (Acuan kunci: 1 = makanan pokok porsi 1/3 piring; 2 = lauk-pauk porsi 1/6 piring; 3 = sayuran porsi 1/3 piring; 4 = buah-buahan porsi 1/6 piring).
Formatif:- Penilaian kinerja penempatan 8 kartu bahan makanan ke dalam porsi bagan Isi Piringku menggunakan rubrik
- Cek pemahaman tertulis singkat identifikasi porsi Isi Piringku di akhir kegiatan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Kelompok Makanan dan Porsi Isi Piringku | Mengidentifikasi tepat 1-2 dari 8 kartu makanan ke dalam kelompok porsi Isi Piringku (acuan: makanan pokok [jagung, nasi], lauk [telur, tempe], sayur [wortel, kangkung], buah [pisang, jeruk]) dengan bimbingan penuh guru. | Mengidentifikasi tepat 3-5 dari 8 kartu makanan ke dalam kelompok porsi Isi Piringku (acuan: makanan pokok [jagung, nasi], lauk [telur, tempe], sayur [wortel, kangkung], buah [pisang, jeruk]) dengan arahan guru. | Mengidentifikasi tepat 6-7 dari 8 kartu makanan ke dalam kelompok porsi Isi Piringku (acuan: makanan pokok [jagung, nasi], lauk [telur, tempe], sayur [wortel, kangkung], buah [pisang, jeruk]) secara mandiri. | Mengidentifikasi tepat seluruh (8 dari 8) kartu makanan ke dalam kelompok porsi Isi Piringku (acuan: makanan pokok [jagung, nasi], lauk [telur, tempe], sayur [wortel, kangkung], buah [pisang, jeruk]) secara mandiri dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mampu membedakan proporsi porsi sayur/makanan pokok (1/3 bagian) dengan lauk/buah (1/6 bagian) pada bagan Isi Piringku?
- Bagaimana keterlibatan murid saat menganalisis kelengkapan gizi bekal yang mereka bawa?
Murid:- Bagian mana dari Isi Piringku yang paling sering kamu makan di rumah?
- Zat gizi atau kelompok makanan apa yang masih perlu kamu tambahkan pada piring makanmu setiap hari?
Pertemuan 6 — Mempraktikkan Penanganan Cedera Ringan Luka Lecet Berdasarkan Prinsip Pertolongan Pertama — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.5.4 Mempraktikkan penanganan cedera ringan sesuai pemahaman tentang prinsip pertolongan pertama
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan fisik murid, dan berdoa bersama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu mempraktikkan langkah-langkah pertolongan pertama pada cedera luka lecet secara tepat dan runtut (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal dengan menunjukkan 3 gambar tindakan acak: (A) Menutup luka dengan plester, (B) Mencuci tangan dan membersihkan luka dengan air mengalir/cairan antiseptik, (C) Mengeringkan area sekitar luka dengan kasa bersih. Murid diminta menentukan urutan tindakan yang benar (acuan urutan benar: B -> C -> A) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru tentang 4 langkah baku penanganan luka lecet: (1) Mencuci tangan penolong dengan sabun atau cairan pembersih, (2) Membersihkan kotoran pada luka lecet secara perlahan menggunakan air bersih mengalir atau cairan antiseptik, (3) Mengeringkan kulit di sekitar luka menggunakan kasa steril secara perlahan tanpa digosok keras, (4) Menutup luka lecet dengan plester obat atau kasa steril berplester (15 menit).
- Murid secara berpasangan mencocokkan kartu langkah penanganan luka lecet dengan kartu alat yang sesuai: Langkah 1 cocok dengan kartu sabun/air; Langkah 2 cocok dengan kartu air mengalir/antiseptik; Langkah 3 cocok dengan kartu kasa steril; Langkah 4 cocok dengan kartu plester luka (acuan: pasangan 1-sabun, 2-antiseptik/air, 3-kasa, 4-plester) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan simulasi berpasangan bertajuk 'Tantangan Dokter Kecil Sigap' di mana satu murid berperan sebagai atlet yang terkena lecet di siku/lutut dan pasangannya mempraktikkan penanganan menggunakan kotak P3K latihan (berisi kasa steril, larutan antiseptik/air bersih simulasi, dan plester) (15 menit).
- Murid mempraktikkan seluruh 4 prosedur penanganan cedera lecet secara runtut: mencuci tangan/memakai pembersih, membersihkan permukaan luka lecet simulasi dengan antiseptik/air mengalir, menepuk kering area sekitar luka dengan kasa steril, dan menempelkan plester tepat menutup luka lecet (15 menit).
- Murid bertukar peran dengan pasangannya sehingga setiap murid mempraktikkan langsung prosedur penanganan luka lecet tersebut secara lengkap dan mandiri (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya memeriksa daftar cek praktik penanganan luka lecet yang telah dilakukan, memastikan tidak ada langkah yang terlewat atau terbalik (acuan 4 langkah: cuci tangan, bersihkan luka, keringkan sekitar luka, pasang plester) (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan prosedur penanganan luka lecet yang dipraktikkan murid (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya menjaga kebersihan saat merawat luka lecet agar terhindar dari kuman dan infeksi, serta menutup pertemuan dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan disediakan kartu panduan bergambar langkah 1-4 di samping kotak P3K; murid yang sudah mahir mempraktikkan penanganan luka lecet simulasi tanpa melihat kartu panduan.
- Proses: Pada tahap praktik, guru mendampingi murid yang masih ragu memegang kasa dan menempelkan plester, sedangkan pasangan yang mandiri langsung melakukan simulasi secara bergantian.
- Produk: Seluruh murid mencapai unjuk kerja praktik 4 langkah penanganan luka lecet; murid yang mahir mempraktikkan penanganan luka lecet pada 2 lokasi cedera yang berbeda (siku dan lutut).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Menjawab urutan tindakan penanganan luka lecet dari 3 gambar acak: (A) Memasang plester, (B) Membersihkan luka, (C) Mengeringkan sekitar luka. (Acuan urutan benar: B -> C -> A).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid mempraktikkan 4 langkah penanganan cedera lecet: (1) mencuci/membersihkan tangan penolong, (2) membersihkan luka dengan cairan antiseptik/air mengalir, (3) mengeringkan area sekitar luka dengan kasa steril, (4) memasang plester/kasa menutup luka.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/tindakan di akhir sesi: Menyebutkan dan menunjukkan secara cepat 2 tindakan wajib sebelum luka lecet ditempeli plester (Acuan: membersihkan luka dengan air mengalir/antiseptik dan mengeringkan area luka dengan kasa steril).
Formatif:- Unjuk kerja praktik penanganan luka lecet berpasangan menggunakan rubrik 4 langkah prosedur baku
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Praktik Penanganan Cedera Ringan Luka Lecet | Mempraktikkan paling banyak 1 dari 4 langkah penanganan luka lecet dengan benar (Acuan 4 langkah: cuci tangan, bersihkan luka lecet, keringkan sekitar luka dengan kasa steril, tutup luka dengan plester). | Mempraktikkan 2 dari 4 langkah penanganan luka lecet secara benar sesuai acuan prosedur. | Mempraktikkan 3 dari 4 langkah penanganan luka lecet secara benar dan runtut sesuai acuan prosedur. | Mempraktikkan seluruh 4 langkah penanganan luka lecet secara benar, runtut, dan mandiri tanpa ragu sesuai acuan prosedur. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan langsung untuk mempraktikkan penanganan luka lecet?
- Bagian langkah penanganan mana yang paling sering keliru dilakukan oleh murid?
Murid:- Langkah apa yang paling mudah dan paling sulit saat kamu mempraktikkan penanganan luka lecet?
- Apakah kamu merasa yakin bisa merawat luka lecet teman atau dirimu sendiri jika terjatuh saat berolahraga?
Pertemuan 7 — Mempraktikkan Penanganan Cedera Ringan Memar dan Terkilir Sesuai Prosedur Pertolongan Pertama — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.5.4 Mempraktikkan penanganan cedera ringan sesuai pemahaman tentang prinsip pertolongan pertama
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan dan kesehatan murid, memimpin doa bersama, serta mengecek kehadiran (5 menit).
- Guru melakukan diagnostik awal cepat secara lisan: guru menanyakan prosedur dasar saat ada bagian tubuh terbentur atau terkilir (acuan jawaban: diistirahatkan/jangan banyak digerakkan, lalu dikompres dingin, dibalut elastis/kain, dan ditinggikan) untuk memetakan kesiapan murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mempraktikkan langkah-langkah pertolongan pertama pada cedera ringan memar dan terkilir (istirahatkan, kompres dingin, balut, tinggikan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi terpandu oleh guru mengenai 4 langkah pertolongan pertama pada cedera memar dan terkilir: (1) Mengistirahatkan bagian yang cedera (korban duduk/berbaring tenang), (2) Memberikan kompres dingin (kantong es berbalut handuk kecil pada area memar selama 10-15 menit untuk mengurangi pembengkakan), (3) Membalut dengan perban elastis secara rapi tanpa terlalu mencekik aliran darah, (4) Meninggikan posisi anggota tubuh yang cedera di atas bantal agar posisinya lebih tinggi dari letak jantung (15 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (beranggotakan 4-5 murid) menelaah urutan langkah pertolongan pertama pada memar dan terkilir menggunakan kartu panduan bergambar langkah kerja (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Relawan Siaga Cedera': secara bergantian antar-pasangan, satu murid berperan sebagai korban (simulasi terkilir pergelangan kaki saat bermain bola voli) dan murid pasangannya bertindak sebagai penolong yang mempraktikkan langsung prosedur penanganan (mengistirahatkan, menempelkan kompres dingin, membalut perban elastis, dan mengganjal kaki dengan bantal agar lebih tinggi) (20 menit).
- Murid mempraktikkan skenario kedua: penanganan cedera memar pada siku atau lutut akibat benturan, di mana penolong mempraktikkan penempelan kantong kompres dingin dengan tepat pada area memar dan mengistirahatkan korban secara mandiri (15 menit).
- Guru berkeliling mengamati praktik tiap pasangan menggunakan lembar observasi unjuk kerja dan memberikan umpan balik langsung pada ketepatan pemasangan kompres dan kerapian pembalutan (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara berpasangan saling memeriksa hasil balutan dan ketepatan prosedur penanganan yang baru saja dipraktikkan berdasarkan daftar cek 4 langkah penanganan cedera memar/terkilir (5 menit).
- Murid mengidentifikasi kesulitan yang dialami selama praktik, seperti menjaga agar balutan tidak terlalu ketat atau posisi kompres tidak bergeser (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali 4 langkah runtut penanganan cedera ringan memar dan terkilir: istirahatkan, kompres dingin, balut, dan tinggikan (5 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi atas kerja sama murid dalam latihan pertolongan pertama, mengingatkan pentingnya sikap peduli dan tenang saat menghadapi cedera di sekolah, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan visual berisi foto langkah demi langkah penanganan memar/terkilir di dekat area praktiknya.
- Proses: Murid yang sudah mahir mempraktikkan prosedur penanganan pada dua lokasi cedera yang berbeda (pergelangan kaki dan siku) tanpa melihat kartu panduan.
- Produk: Unjuk kerja praktik penanganan cedera ringan dinilai berdasarkan ketepatan 4 langkah (istirahatkan, kompres, balut, tinggikan) baik secara mandiri maupun dengan bantuan kartu langkah.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Jika temanmu terjatuh dan pergelangan kakinya bengkak/terkilir, sebutkan tindakan pertama yang harus segera dilakukan!' (Acuan jawaban: Korban diminta diam/diistirahatkan jangan dipakai berjalan, lalu dikompres dingin dengan es/kain basah dingin, dibalut kain/perban, dan ditinggikan posisinya).
Proses:- Observasi unjuk kerja praktik berpasangan pada 4 langkah penanganan cedera memar dan terkilir: (1) Mengistirahatkan bagian yang cedera, (2) Memberikan kompres dingin pada area benturan/memar, (3) Membalut bagian yang terkilir dengan rapi menggunakan perban elastis, (4) Meninggikan bagian yang terkilir lebih tinggi dari posisi tubuh korban.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan konfirmasi unjuk kerja pada akhir praktik: Murid memperagakan ulang urutan 4 tindakan penanganan cedera memar/terkilir di hadapan guru atau teman sebaya (acuan runtutan tindakan: 1. Mengistirahatkan korban, 2. Menempelkan kompres dingin, 3. Membalut dengan perban, 4. Meninggikan posisi anggota tubuh yang cedera).
Formatif:- Unjuk kerja praktik simulasi penanganan cedera memar dan terkilir berpasangan menggunakan lembar observasi checklist 4 langkah.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Praktik Penanganan Cedera Memar dan Terkilir | Hanya mampu mempraktikkan 1 dari 4 langkah penanganan cedera memar/terkilir (acuan: istirahatkan, kompres dingin, balut perban, tinggikan) dan membutuhkan bimbingan penuh guru. | Mampu mempraktikkan 2 dari 4 langkah penanganan cedera memar/terkilir secara tepat sesuai acuan langkah pertolongan pertama. | Mampu mempraktikkan 3 sampai 4 langkah penanganan cedera memar/terkilir secara berurutan dan tepat sesuai acuan langkah pertolongan pertama. | Mampu mempraktikkan seluruh (4) langkah penanganan cedera memar/terkilir secara runtut, rapi, tepat sasaran tanpa keraguan, serta mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit cukup bagi setiap murid untuk bergantian memerankan korban dan penolong dalam praktik pertolongan pertama?
- Apakah peralatan simulasi (kantong kompres/es tiruan, perban elastis, bantal pengganjal) memadai dan aman digunakan oleh semua kelompok?
Murid:- Langkah penanganan cedera memar atau terkilir mana yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu lakukan hari ini?
- Apa yang akan kamu lakukan jika ada teman yang mengalami memar atau terkilir saat berolahraga di sekolah?
Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.5.1 Mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidup yang tidak sehat
- TP 4.5.2 Mengenali berbagai aktivitas jasmani untuk pencegahan risiko kesehatan
- TP 4.5.3 Mengidentifikasi pola makan sehat dan bergizi seimbang sesuai rekomendasi kesehatan untuk menunjang aktivitas sehari-hari
- TP 4.5.4 Mempraktikkan penanganan cedera ringan sesuai pemahaman tentang prinsip pertolongan pertama
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, presensi kehadiran, serta menyampaikan tujuan pelaksanaan asesmen sumatif bab gaya hidup sehat dan simulasi penanganan cedera ringan (5 menit).
- Guru mengondisikan ruang kelas, membagikan Lembar Kerja Portofolio Terpadu, serta membacakan petunjuk pengerjaan bagian tertulis dan pembagian urutan pasangan unjuk kerja simulasi (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak dan mencermati instruksi 3 bagian lembar kerja tertulis serta tata tertib pelaksanaan simulasi berpasangan (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan Lembar Kerja Terpadu Gaya Hidup Sehat secara mandiri yang terdiri atas 3 bagian: Bagian 1 menganalisis 2 risiko kesehatan akibat gaya hidup sedenter (acuan: obesitas/kegemukan dan penyakit tidak menular/gangguan postur); Bagian 2 mengelompokkan 4 aktivitas jasmani pencegah risiko (acuan: jalan kaki, senam ceria, bersepeda santai, bermain lempar tangkap bola); Bagian 3 merancang menu harian bergizi seimbang Isi Piringku untuk sarapan, makan siang, dan makan malam (acuan: memuat karbohidrat pokok, lauk pauk protein, sayur-mayur, buah-buahan, dan air putih) (35 menit).
- Murid secara berpasangan (14 pasang untuk 28 murid) tampil bergantian melakukan Unjuk Kerja Simulasi Pertolongan Pertama Cedera Ringan selama masing-masing 3,5 menit per pasang dengan skenario cedera memar (langkah RICE: mengistirahatkan bagian cedera, mengompres es dengan handuk tipis 10-15 menit, membalut tekan lembut, meninggikan posisi) atau skenario cedera luka lecet (membersihkan luka dengan air bersih mengalir, mengeringkan dengan kasa steril, mengoleskan antiseptik povidone iodine, menutup dengan plester/perban steril) sementara pasangan lain menunggu giliran dengan tertib (44 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali kelengkapan portofolio lembar kerja yang telah diisi dan mengumpulkan hasil kerjanya ke meja guru (3 menit).
Penutup:- Guru bersama murid melakukan ulasan umum dan umpan balik singkat mengenai ketepatan prinsip pertolongan pertama serta apresiasi atas kedisiplinan murid selama evaluasi bab berlangsung (5 menit).
- Guru menutup seluruh rangkaian pembelajaran Bab 5 dengan doa bersama dan salam penutup (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Lembar kerja dilengkapi panduan visual simbol piring gizi seimbang bagi murid yang memerlukan penegasan visual tanpa mengubah indikator penilaian.
- Proses: Penyediaan meja peragaan di depan kelas dengan susunan alat P3K yang tertata jelas untuk memudahkan akses seluruh murid.
- Produk: Standar bukti capaian tetap sama bagi seluruh murid sesuai rubrik baku asesmen sumatif.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat dan pemahaman alur asesmen melalui konfirmasi kesiapan murid terhadap instrumen lembar kerja dan peralatan P3K simulasi (acuan kesiapan: tersedianya alat tulis dan kotak P3K berisi kasa steril, plester, kompres es, dan antiseptik).
Proses:- Observasi keteraturan murid saat mengerjakan lembar kerja secara mandiri dan kepatuhan urutan giliran saat peragaan simulasi P3K.
Sumatif Bab:- Portofolio lembar kerja terpadu gaya hidup sehat dan unjuk kerja simulasi pertolongan pertama pada cedera ringan secara berpasangan: Lembar kerja berisi analisis risiko gaya hidup tidak sehat, pengelompokan aktivitas jasmani pencegah risiko, dan rancangan menu gizi seimbang harian, serta rekaman observasi praktik langkah pertolongan pertama cedera ringan (memar/luka lecet) secara berpasangan
- Penugasan lembar kerja terpadu serentak: Lembar kerja murid yang mencakup penjelasan risiko kesehatan akibat gaya hidup tidak sehat, tabel pengelompokan ragam aktivitas jasmani pencegahnya, dan tabel rencana menu makanan sehat bergizi seimbang untuk aktivitas sehari-hari yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (45 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian lembar kerja dan pedoman penskoran)
- Unjuk kerja simulasi berpasangan: Praktik peragaan langkah pertolongan pertama pada cedera ringan (penanganan luka lecet atau memar sesuai prinsip RICE/P3K dasar) dilakukan secara berpasangan (14 pasang untuk 28 murid, masing-masing pasangan tampil 4 menit bergantian: 14 pasang x 4 menit = 56 menit, muat satu kelas) (60 menit; kelompok; instrumen: Lembar observasi dan rubrik unjuk kerja simulasi P3K)
Sumatif:- Portofolio lembar kerja terpadu gaya hidup sehat dan unjuk kerja simulasi pertolongan pertama pada cedera ringan secara berpasangan: Lembar kerja berisi analisis risiko gaya hidup tidak sehat, pengelompokan aktivitas jasmani pencegah risiko, dan rancangan menu gizi seimbang harian, serta rekaman observasi praktik langkah pertolongan pertama cedera ringan (memar/luka lecet) secara berpasangan
- Penugasan lembar kerja terpadu serentak: Lembar kerja murid yang mencakup penjelasan risiko kesehatan akibat gaya hidup tidak sehat, tabel pengelompokan ragam aktivitas jasmani pencegahnya, dan tabel rencana menu makanan sehat bergizi seimbang untuk aktivitas sehari-hari yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (45 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian lembar kerja dan pedoman penskoran)
- Unjuk kerja simulasi berpasangan: Praktik peragaan langkah pertolongan pertama pada cedera ringan (penanganan luka lecet atau memar sesuai prinsip RICE/P3K dasar) dilakukan secara berpasangan (14 pasang untuk 28 murid, masing-masing pasangan tampil 4 menit bergantian: 14 pasang x 4 menit = 56 menit, muat satu kelas) (60 menit; kelompok; instrumen: Lembar observasi dan rubrik unjuk kerja simulasi P3K)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali Risiko Gaya Hidup Tidak Sehat (TP 4.5.1) | Belum mengenali risiko kesehatan akibat perilaku sedenter (0 risiko tepat). | Mengenali 1 risiko kesehatan akibat perilaku sedenter secara tepat (acuan: obesitas/kegemukan ATAU gangguan postur/penyakit tidak menular). | Mengenali 2 risiko kesehatan akibat perilaku sedenter secara tepat (acuan: obesitas/kegemukan DAN gangguan postur/penyakit tidak menular). | Mengenali lebih dari 2 risiko kesehatan akibat gaya hidup sedenter secara tepat dan lengkap (acuan: obesitas, gangguan metabolisme/jantung, kelemahan otot, dan postur bungkuk). | | Mengenali Aktivitas Jasmani Pencegah Risiko (TP 4.5.2) | Mengenali kurang dari 2 aktivitas jasmani pencegah risiko kesehatan secara tepat. | Mengenali 2 dari 4 aktivitas jasmani pencegah risiko secara tepat (acuan pilihan: jalan kaki, senam ceria, bersepeda santai, bermain lempar tangkap bola). | Mengenali 3-4 aktivitas jasmani pencegah risiko secara tepat (acuan: jalan kaki, senam ceria, bersepeda santai, bermain lempar tangkap bola). | Mengenali seluruh (4) aktivitas jasmani pencegah risiko secara tepat disertai pengelompokan intensitas ringan dan sedang yang benar. | | Mengidentifikasi Pola Makan Sehat dan Gizi Seimbang (TP 4.5.3) | Rancangan menu harian memuat kurang dari 2 komponen Isi Piringku. | Rancangan menu harian memuat 2-3 komponen Isi Piringku (acuan komponen: makanan pokok karbohidrat, lauk pauk protein, sayuran, buah-buahan). | Rancangan menu harian memuat lengkap 4 komponen Isi Piringku (makanan pokok karbohidrat, lauk pauk protein, sayuran, buah-buahan) secara seimbang. | Rancangan menu harian memuat lengkap 4 komponen Isi Piringku secara seimbang disertai anjuran kecukupan konsumsi air putih pada setiap waktu makan. | | Mempraktikkan Penanganan Cedera Ringan (TP 4.5.4) | Mempraktikkan langkah pertolongan pertama tanpa urutan yang benar atau terdapat kesalahan fatal penanganan. | Mempraktikkan sebagian langkah pertolongan pertama (2 langkah benar) sesuai prosedur cedera memar/lecet. | Mempraktikkan seluruh langkah pertolongan pertama secara runtut dan tepat sesuai prosedur (acuan memar: istirahat, kompres dingin es, balut tekan, tinggikan; acuan lecet: bersihkan air mengalir, keringkan kasa steril, beri antiseptik, tutup plester). | Mempraktikkan seluruh langkah penanganan cedera secara runtut, higienis, tepat prosedur, dan mandiri tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk pengerjaan lembar kerja tertulis dan simulasi berpasangan terlaksana sesuai rencana?
- Bagian kompetensi mana dari keseluruhan Bab 5 yang sudah dikuasai sangat baik oleh sebagian besar murid dan mana yang masih memerlukan tindak lanjut remediasi?
Murid:- Apakah aku sudah mampu mengenali bahaya malas bergerak serta memilih makanan bergizi seimbang untuk keseharianku?
- Apakah aku sudah terampil dan percaya diri dalam mempraktikkan pertolongan pertama saat temanku mengalami cedera lecet atau memar?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2024)
- Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2024) Bab 5
- Infografik dan Kartu Kasus Skenario 'Awas Screen Time dan Perilaku Kurang Gerak'
- Lembar Kerja Murid: Memasangkan Risiko Kesehatan
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas IV Kurikulum Merdeka (Kemendikbudristek, 2024)
- Buku Siswa PJOK Kelas IV Kurikulum Merdeka (Kemendikbudristek, 2024)
- Set Kartu Bergambar 'Detektif Risiko Kesehatan' (4 kartu kasus kebiasaan buruk dan 4 kartu dampak/risiko kesehatan)
- Lembar Kerja Siswa (LKS) Penjodohan Kasus Gaya Hidup Tidak Sehat
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas IV SD (Kemendikbudristek 2024)
- Buku Siswa PJOK Kelas IV SD (Kemendikbudristek 2024)
- Kartu gambar aktivitas jasmani di sekolah dan kartu tanda 'RINGAN' / 'SEDANG'
- Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Pasangkan Aktivitas dan Pencegahan Risiko'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas IV, Kemendikbudristek 2024, Bab 5 'Hidup yang Menyehatkan'
- Buku Siswa PJOK Kelas IV SD/MI, Kemendikbudristek 2024
- Set kartu gambar aktivitas rekreatif di rumah dan lembar skenario kerja murid
- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas IV, Kemendikbudristek 2022 (Bab 5: Hidup yang Menyehatkan, Halaman 207-208)
- Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas IV, Kemendikbudristek 2022 (Halaman 171-173)
- Poster dan bagan 'Isi Piringku' dari Kementerian Kesehatan RI
- Kartu bergambar aneka bahan makanan pokok, sayur, lauk, dan buah
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas IV SD/MI, Kemendikbudristek 2022
- Buku Siswa PJOK Kelas IV SD/MI, Kemendikbudristek 2022
- Kotak P3K simulasi (kasa steril, cairan antiseptik/air bersih, plester luka)
- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas IV, Kemendikbudristek RI, Bab 5
- Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas IV, Kemendikbudristek RI, Bab 5
- Peralatan P3K simulasi: perban gulung/elastis, kantong es/kompres dingin, handuk kecil, bantal pengganjal
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas IV SD/MI Kemendikbudristek
- Buku Siswa PJOK Kelas IV SD/MI Kemendikbudristek Bab 5
- Kotak P3K lengkap (kasa steril, plester, larutan antiseptik povidone iodine, kantong kompres es, perban elastis/kasa gulung)
- Lembar Kerja Terpadu Gaya Hidup Sehat dan Lembar Observasi Simulasi P3K
|