Modul AjarPertemuan 3Bab 4Fase BSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 4: Latihan Meningkatkan Kekuatan Otot

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 4 dengan topik "Latihan Meningkatkan Kekuatan Otot". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 4: Latihan Meningkatkan Kekuatan Otot

PJOK - Kelas 4

Bab 4 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Latihan Meningkatkan Kekuatan Otot

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikLatihan Meningkatkan Kekuatan Otot
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempraktikkan aktivitas latihan untuk meningkatkan kekuatan otot (push-up, squat, dan plank sederhana) dengan teknik yang benar.
  2. Murid dapat menerapkan strategi gerak sederhana dalam latihan kekuatan otot untuk memperoleh hasil yang optimal.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu merasa badanmu lebih kuat setelah rutin berolahraga? Apa yang kamu rasakan?
  2. Menurutmu, mengapa atlet olahraga memiliki otot yang lebih kuat dibandingkan orang yang jarang bergerak?
  3. Gerakan sehari-hari mana yang menurutmu paling banyak menggunakan kekuatan otot dan mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyambut murid di lapangan dan mengondisikan barisan dengan rapi (±2 menit).
  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama untuk menumbuhkan rasa syukur atas kesehatan tubuh.
  • Asesmen awal: Guru mengajukan 2–3 pertanyaan lisan singkat — 'Siapa yang tadi malam tidur cukup?', 'Siapa yang pernah melakukan push-up?' — untuk mengetahui kesiapan dan pengalaman awal murid (±3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat dan menarik: 'Hari ini kita akan melatih otot kita jadi lebih kuat lewat gerakan push-up, squat, dan plank!' (±2 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu murid (±3 menit).
  • Pemanasan terstruktur: murid melakukan pemanasan dinamis selama ±5 menit — jogging di tempat, rotasi bahu, ayunan lengan, dan peregangan tungkai — dipandu guru dengan hitungan bersama.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep kekuatan otot secara singkat: 'Kekuatan otot adalah kemampuan otot menerima beban saat bekerja. Semakin sering dilatih, otot semakin kuat.' (±3 menit).
  • Guru mendemonstrasikan secara langsung tiga gerakan latihan: push-up, squat, dan plank sederhana — satu per satu dengan aba-aba lambat sambil menyebut bagian otot yang dilatih (dada/lengan, paha/bokong, inti tubuh) (±5 menit).
  • Murid mengamati demonstrasi guru, lalu secara berkelompok (4–5 orang) berdiskusi singkat: 'Bagian otot mana yang bekerja saat push-up? Saat squat? Saat plank?' dan mencatat jawaban di buku tugas (±4 menit).
  • Setiap kelompok menyampaikan hasil diskusi secara lisan; guru memberikan konfirmasi dan koreksi konsep jika diperlukan (±3 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mencoba gerakan push-up bersama-sama: posisi telungkup, kedua telapak tangan di samping dada, angkat badan hingga lengan lurus, turunkan kembali. Durasi 15–30 detik, diulang 2 set. Guru berkeliling mengoreksi teknik (pergelangan, posisi punggung, kepala netral) (±7 menit).
  • Murid melakukan gerakan squat sederhana: berdiri tegak, kaki selebar bahu, turunkan pinggul ke bawah seperti akan duduk hingga paha sejajar lantai, kembali berdiri. Durasi 15–30 detik, diulang 2 set (±6 menit).
  • Murid melakukan plank sederhana: posisi telungkup bertumpu pada lengan bawah dan ujung kaki, tubuh lurus seperti papan, tahan selama 10–20 detik, diulang 2 set (±5 menit).
  • Strategi gerak optimal — sirkuit latihan: murid dalam kelompok melakukan tiga gerakan secara bergilir seperti sirkuit kecil (push-up → squat → plank) dengan istirahat 15 detik antar-gerakan. Setiap anggota kelompok saling mengamati dan memberi aba-aba 'mulai' dan 'berhenti' untuk temannya (±8 menit).
  • Selama sirkuit, guru melakukan pengamatan formatif: mengecek teknik gerak, jumlah repetisi, dan semangat murid. Guru memberikan umpan balik langsung kepada individu atau kelompok yang membutuhkan koreksi.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid duduk melingkar bersama kelompoknya. Guru memandu refleksi gerak dengan pertanyaan: 'Gerakan mana yang paling menantang bagimu? Apa yang kamu lakukan agar lebih mudah?' (±3 menit).
  • Setiap murid mengisi lembar refleksi diri singkat (3 pertanyaan): (1) Gerakan mana yang paling berhasil kulakukan dengan teknik benar? (2) Bagian otot mana yang paling terasa bekerja? (3) Apa yang akan kulakukan agar gerakanku lebih baik di latihan berikutnya? (±5 menit).
  • Dua atau tiga perwakilan murid berbagi jawaban refleksinya secara lisan; guru merespons dengan apresiasi dan penguatan konsep bahwa latihan rutin membuat otot semakin kuat (±3 menit).
  • Guru memandu murid menghubungkan manfaat latihan hari ini dengan kehidupan sehari-hari: 'Otot yang kuat membantu kamu membawa tas, bermain, bahkan menjaga postur tubuh agar tidak mudah lelah.' (±2 menit).

Penutup:

  • Pendinginan (±3 menit): murid melakukan peregangan statis — regangkan lengan, paha, dan punggung bawah — dipandu guru dengan napas dalam.
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: tiga gerakan yang sudah dipelajari, otot yang dilatih, dan pentingnya teknik yang benar untuk hasil optimal (±3 menit).
  • Asesmen akhir singkat: guru meminta 3–4 murid secara acak mendemonstrasikan satu gerakan pilihan mereka; guru memberikan penilaian observasi teknik (±3 menit).
  • Guru memberikan motivasi singkat dan pesan untuk berlatih di rumah: 'Coba lakukan 10 push-up atau squat setiap pagi — ototmu akan semakin kuat!'
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum mampu push-up penuh, guru menyediakan modifikasi push-up bertumpu lutut (knee push-up) sehingga beban lebih ringan. Untuk murid yang sudah sangat terampil, guru menantang dengan menambah repetisi atau meminta mereka menjelaskan teknik kepada teman yang kesulitan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bantuan lebih ditempatkan berdekatan dengan guru atau teman sebaya terampil sebagai 'buddy'. Guru memberikan aba-aba hitungan lebih lambat untuk kelompok yang kesulitan mengatur tempo gerak.
  • Produk: Murid yang sudah terampil dapat mencatat di buku tugas jumlah repetisi yang berhasil mereka capai dan membuat target pribadi untuk latihan berikutnya. Murid yang masih berkembang cukup menunjukkan kemampuan melakukan satu gerakan dengan teknik dasar yang benar.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan di awal pendahuluan: 'Siapa yang pernah melakukan push-up atau squat sebelumnya?' dan 'Menurutmu, apa itu kekuatan otot?' untuk mengetahui pengetahuan dan pengalaman awal murid.
  • Guru mengamati respons murid untuk mengelompokkan secara kasar mana yang sudah memiliki pengalaman gerak dan mana yang belum, sebagai dasar diferensiasi.

Proses:

  • Selama tahap Mengaplikasi, guru menggunakan lembar ceklis observasi dengan indikator: (1) posisi tubuh saat push-up benar, (2) sudut lutut saat squat tepat, (3) posisi tubuh lurus saat plank.
  • Guru memberikan umpan balik verbal langsung kepada murid selama latihan sirkuit: koreksi teknik, apresiasi usaha, dan pertanyaan pancingan seperti 'Coba perhatikan posisi punggungmu — sudah lurus belum?'
  • Guru mengamati kerja sama dan komunikasi antar-anggota kelompok saat saling memberi aba-aba dalam sirkuit.

Akhir:

  • Demonstrasi gerakan: 3–4 murid secara acak diminta menunjukkan satu gerakan pilihan (push-up / squat / plank) dan dinilai menggunakan rubrik teknik gerak 4 level.
  • Lembar refleksi diri (3 pertanyaan tertulis) dikumpulkan sebagai bukti ketercapaian TP 4.4.3.2 — menerapkan strategi gerak untuk hasil optimal.

Formatif:

  • Observasi langsung teknik gerak murid selama sesi latihan sirkuit menggunakan lembar ceklis per gerakan (push-up, squat, plank).
  • Pertanyaan lisan selama sesi Memahami untuk mengecek pemahaman konsep kekuatan otot dan bagian tubuh yang dilatih.
  • Pengamatan partisipasi dan kerja sama dalam kelompok sirkuit.

Sumatif:

  • Demonstrasi gerakan oleh murid terpilih di akhir pembelajaran dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Lembar refleksi diri murid sebagai bukti pemahaman bermakna terhadap manfaat latihan dan strategi perbaikan gerak.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Teknik Gerakan Push-UpMurid belum mampu melakukan posisi dasar push-up; tubuh tidak lurus, tangan tidak pada posisi yang tepat, atau tidak dapat mengangkat tubuh sama sekali.Murid dapat melakukan push-up dengan bantuan (lutut menekuk di lantai) namun posisi punggung masih tidak lurus atau gerakan turun-naik belum konsisten.Murid dapat melakukan push-up dengan posisi tubuh lurus dan gerakan turun-naik cukup konsisten, meskipun masih ada sedikit kesalahan posisi tangan atau kepala.Murid dapat melakukan push-up dengan teknik sempurna: tubuh lurus, tangan di samping dada, gerakan turun-naik konsisten, dan mampu melakukan minimal 5 repetisi tanpa henti.
Teknik Gerakan SquatMurid tidak dapat melakukan gerakan squat; keseimbangan tidak terjaga atau tidak memahami arah gerakan yang diminta.Murid dapat melakukan squat namun posisi lutut melebihi ujung kaki, badan condong ke depan berlebihan, atau paha belum sejajar lantai.Murid dapat melakukan squat dengan posisi yang cukup benar (paha hampir sejajar lantai, punggung tegak), meskipun masih membutuhkan pengingat untuk menjaga keseimbangan.Murid dapat melakukan squat dengan teknik tepat: kaki selebar bahu, paha sejajar lantai, punggung tegak, lutut sejajar jari kaki, dan gerakan naik-turun konsisten minimal 8 repetisi.
Teknik Gerakan PlankMurid tidak dapat menahan posisi plank; tubuh jatuh atau pinggul terlalu tinggi/rendah dalam waktu kurang dari 5 detik.Murid dapat menahan posisi plank selama 5–9 detik namun posisi tubuh belum lurus (pinggul naik atau turun, kepala tidak netral).Murid dapat menahan posisi plank selama 10–14 detik dengan tubuh cukup lurus, meskipun pada akhir waktu posisi mulai berubah.Murid dapat menahan posisi plank selama 15–20 detik atau lebih dengan tubuh lurus sempurna, lengan bawah menopang kuat, kepala netral, dan napas teratur.
Penerapan Strategi Gerak dalam SirkuitMurid tidak dapat mengikuti urutan sirkuit dan tidak menunjukkan upaya untuk mengatur strategi gerak (tempo, napas, istirahat).Murid mengikuti sirkuit dengan bantuan penuh dari teman atau guru; belum dapat mengatur tempo dan napas secara mandiri.Murid dapat mengikuti sirkuit secara mandiri dengan mengatur tempo gerak yang cukup baik, meskipun belum optimal dalam mengatur napas di antara gerakan.Murid dapat menyelesaikan sirkuit secara mandiri dengan strategi yang baik: mengatur tempo, menjaga napas, dan dapat menjelaskan kepada teman strategi yang digunakannya agar tidak cepat kelelahan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil mempraktikkan ketiga gerakan (push-up, squat, plank) dengan teknik yang setidaknya memadai? Kelompok mana yang membutuhkan perhatian lebih di pertemuan berikutnya?
  • Apakah instruksi dan demonstrasi yang saya berikan cukup jelas sehingga murid memahami teknik gerak yang benar?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan (modifikasi push-up, penempatan buddy) efektif membantu murid dengan kebutuhan berbeda?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu disesuaikan?

Refleksi Murid:

  • Gerakan mana yang paling berhasil kamu lakukan dengan teknik yang benar hari ini? Apa yang membuatmu berhasil?
  • Bagian otot mana yang paling kamu rasakan bekerja keras selama latihan tadi? Apakah kamu merasa lebih kuat sekarang?
  • Apa satu hal yang ingin kamu perbaiki dari gerakan latihanmu? Apa rencanamu untuk memperbaikinya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK Kelas IV SD/MI, Penulis: Tri Agus Prasetijo dan Alda Indrawan, Kemendikbudristek, ISBN: 978-623-388-558-4 (Bab 4, hlm. 122–130).
  2. Buku Panduan Guru PJOK Kelas IV SD/MI, Kemendikbudristek (Panduan Khusus Bab 4, hlm. 154–165).
  3. Matras senam atau alas latihan (1 per murid atau per pasangan).
  4. Peluit untuk aba-aba pergantian gerakan dalam sirkuit.
  5. Lembar kerja refleksi diri murid (disiapkan guru, dicetak atau ditulis di buku tugas).
  6. Lembar ceklis observasi teknik gerak untuk guru.
  7. Stopwatch atau timer untuk mengatur durasi setiap gerakan.
  8. Video referensi gerakan push-up, squat, dan plank yang dapat diakses melalui Platform Merdeka Mengajar atau sumber internet yang relevan (opsional, jika tersedia proyektor di lapangan).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.