Modul AjarPertemuan 12Bab 4Fase BSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 4: Asesmen Sumatif Bab 4: Ayo, Bugarkan Tubuhmu!

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 4 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 4: Ayo, Bugarkan Tubuhmu!". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 4: Asesmen Sumatif Bab 4: Ayo, Bugarkan Tubuhmu!

PJOK - Kelas 4

Bab 4 - Pertemuan 12

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 4: Ayo, Bugarkan Tubuhmu!

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikAsesmen Sumatif Bab 4: Ayo, Bugarkan Tubuhmu!
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang aktivitas fisik yang menyenangkan, komponen kebugaran jasmani (kekuatan otot, daya tahan otot, kecepatan, kelincahan), ciri-ciri tubuh bugar, dan cara mengukur denyut nadi melalui asesmen sumatif.
  2. Murid dapat mempraktikkan rangkaian gerak latihan kebugaran jasmani secara mandiri sebagai bukti ketercapaian tujuan pembelajaran Bab 4.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Menurutmu, apa saja yang sudah kamu pelajari tentang kebugaran jasmani selama Bab 4 ini? Mana yang paling berkesan?
  2. Kalau kamu ingin tahu apakah tubuhmu sudah bugar, apa yang bisa kamu lakukan untuk membuktikannya?
  3. Mengapa penting bagi kita untuk bisa melatih kebugaran jasmani secara mandiri, tanpa harus selalu diarahkan oleh guru?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyambut murid, mengecek kehadiran, dan memastikan semua siap mengikuti asesmen sumatif.
  • Guru memimpin pemanasan ringan (5 menit): jalan di tempat, putaran lengan, peregangan leher dan kaki) agar tubuh murid siap bergerak.
  • Diagnostik singkat (asesmen awal): Guru mengajukan 2–3 pertanyaan lisan ringkas, misalnya 'Sebutkan satu komponen kebugaran jasmani yang kamu ingat!' dan 'Bagaimana cara mengukur denyut nadi?' untuk memastikan kesiapan dan mengaktifkan memori murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan hari ini: murid akan menunjukkan seluruh hasil belajar Bab 4 melalui tes tertulis singkat dan praktik rangkaian gerak.
  • Guru menjelaskan alur asesmen: (1) sesi tanya-jawab refleksi konsep, (2) tes tertulis pilihan ganda/isian singkat, (3) praktik rangkaian gerak kebugaran secara bergantian.
  • Guru mengingatkan murid untuk bekerja jujur dan mandiri, serta menjaga semangat dan sportivitas selama asesmen.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan 4 kartu visual (bisa berupa gambar di papan tulis atau kartu cetak) yang masing-masing mewakili satu komponen kebugaran jasmani: kekuatan otot, daya tahan otot, kecepatan, dan kelincahan.
  • Murid diminta menyebutkan secara bergantian: nama komponen, contoh gerakan latihannya, dan mengapa komponen tersebut membuat tubuh bugar. (Prinsip: Berkesadaran — murid diminta berpikir sadar tentang apa yang sudah mereka pelajari.)
  • Guru memberikan tes tertulis sumatif bagian pengetahuan (10 soal pilihan ganda + 3 soal isian singkat) yang mencakup: aktivitas fisik yang menyenangkan, komponen kebugaran jasmani, ciri-ciri tubuh bugar, dan cara mengukur denyut nadi. Waktu pengerjaan 15 menit.
  • Selama tes tertulis, guru memantau dan memastikan murid mengerjakan secara mandiri dan tenang.
  • Setelah tes tertulis selesai, guru mengajak murid memeriksa kembali jawaban mereka sebelum dikumpulkan sebagai latihan metakognisi.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menjelaskan format asesmen praktik: setiap murid akan mempraktikkan rangkaian gerak kebugaran jasmani secara mandiri selama ±60 detik, mencakup minimal 4 gerakan yang mewakili 4 komponen (contoh: push-up modifikasi untuk kekuatan otot, lari di tempat untuk daya tahan, sprint pendek untuk kecepatan, zig-zag untuk kelincahan).
  • Guru memberikan waktu 3 menit bagi murid untuk mempersiapkan diri dan mengingat kembali urutan gerakan yang akan mereka tampilkan. (Prinsip: Bermakna — murid menghubungkan gerakan dengan manfaat nyata bagi kebugaran tubuh mereka.)
  • Murid mempraktikkan rangkaian gerak secara bergantian dalam kelompok kecil (4–5 orang per kelompok). Saat menunggu giliran, murid lain berperan sebagai pengamat dan memberi tanda pada lembar observasi sederhana yang disediakan guru. (Prinsip: Menggembirakan — suasana dibuat positif dan suportif, teman memberi semangat bukan menghakimi.)
  • Guru mengamati dan menilai setiap murid menggunakan rubrik asesmen praktik yang mencakup: ketepatan gerakan, kemandirian, kelancaran rangkaian, dan penampilan percaya diri.
  • Guru juga menginstruksikan murid untuk mempraktikkan cara mengukur denyut nadi sendiri setelah menyelesaikan rangkaian gerak, lalu melaporkan hasilnya kepada guru. (Prinsip: Bermakna — murid merasakan langsung hubungan antara aktivitas fisik dan respons tubuh.)
  • Diferensiasi proses: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan boleh memilih gerakan modifikasi yang lebih ringan (misalnya push-up di dinding). Murid yang sudah sangat siap dapat menambahkan satu gerakan tambahan pilihan sendiri untuk memperkaya rangkaian.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah seluruh murid selesai praktik, guru mengajak semua duduk melingkar. Guru memandu refleksi singkat (5 menit) dengan pertanyaan: 'Gerakan mana yang paling mudah bagimu? Mana yang paling sulit? Mengapa?'
  • Murid mengisi lembar refleksi diri (self-assessment) sederhana yang berisi 5 pernyataan dengan pilihan 'Sudah Bisa / Hampir Bisa / Perlu Latihan Lagi', mencakup: memahami komponen kebugaran, mempraktikkan gerakan dengan benar, mengukur denyut nadi, mengetahui ciri tubuh bugar, dan menikmati aktivitas fisik. (Prinsip: Berkesadaran — murid mengevaluasi proses belajar mereka sendiri.)
  • Guru memberikan umpan balik lisan singkat kepada kelas secara umum: mengapresiasi usaha dan keberanian semua murid, menyebutkan hal-hal positif yang terlihat selama praktik, dan mengingatkan bahwa hasil asesmen ini adalah cerminan proses belajar, bukan hukuman.
  • Murid diminta menuliskan satu kalimat: 'Satu hal yang ingin aku latih lagi tentang kebugaran jasmani adalah...' pada lembar refleksi mereka. (Prinsip: Bermakna — murid menetapkan rencana tindak lanjut bagi diri sendiri.)

Penutup:

  • Guru mengajak murid melakukan pendinginan: peregangan statis ringan sambil mengambil napas dalam-dalam (3 menit).
  • Guru merangkum perjalanan belajar Bab 4 secara singkat: komponen kebugaran, ciri tubuh bugar, pengukuran denyut nadi, dan pentingnya aktivitas fisik menyenangkan.
  • Guru mengumumkan bahwa hasil tes tertulis dan penilaian praktik akan disampaikan pada pertemuan berikutnya beserta umpan balik individual.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berkomitmen untuk terus aktif bergerak di rumah dan di sekolah demi tubuh yang bugar.
  • Salam penutup dan doa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang kesulitan membaca soal tes tertulis dapat mendapat bantuan guru membacakan soal secara lisan. Kartu visual komponen kebugaran tetap ditampilkan selama tes praktik sebagai pengingat visual.
  • Proses: Murid dengan kemampuan gerak terbatas diperbolehkan memilih variasi gerakan modifikasi (push-up di dinding, jalan cepat menggantikan sprint). Murid yang sudah sangat mahir dapat menambah 1–2 gerakan tambahan pilihan sendiri dalam rangkaian praktik.
  • Produk: Murid yang belum mampu menyelesaikan rangkaian gerak penuh dapat menunjukkan pemahamannya melalui penjelasan lisan tentang gerakan yang seharusnya dilakukan.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan: 'Sebutkan satu komponen kebugaran jasmani yang kamu ingat dari pelajaran sebelumnya!'
  • Pertanyaan lisan: 'Bagaimana cara mengukur denyut nadi? Di mana kita bisa merasakannya?'
  • Guru mencatat secara mental siapa yang sudah siap dan siapa yang perlu pendampingan selama asesmen.

Proses:

  • Observasi kemandirian dan fokus murid saat mengerjakan tes tertulis.
  • Ceklis guru per murid saat praktik: ketepatan gerakan, urutan rangkaian, kepercayaan diri, dan kemampuan mengukur denyut nadi.
  • Lembar pengamatan teman sejawat yang diisi saat menunggu giliran praktik.

Akhir:

  • Nilai tes tertulis (skor 0–100) sebagai bukti pemahaman pengetahuan Bab 4.
  • Nilai praktik rangkaian gerak menggunakan rubrik 4 level sebagai bukti keterampilan gerak.
  • Lembar refleksi diri murid (self-assessment 5 pernyataan) sebagai bukti kesadaran belajar.

Formatif:

  • Observasi guru selama sesi tanya-jawab pemantik dan refleksi konsep di awal inti (mencatat tingkat pemahaman verbal murid).
  • Lembar observasi teman sejawat saat praktik: murid pengamat memberi tanda centang pada kolom gerakan yang berhasil dilakukan temannya.
  • Pemantauan guru terhadap kemandirian dan kelancaran saat praktik rangkaian gerak menggunakan ceklis rubrik.

Sumatif:

  • Tes tertulis: 10 soal pilihan ganda + 3 soal isian singkat tentang komponen kebugaran jasmani, ciri tubuh bugar, aktivitas fisik menyenangkan, dan cara mengukur denyut nadi.
  • Asesmen praktik: penilaian rangkaian gerak kebugaran jasmani secara mandiri menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang).
  • Praktik pengukuran denyut nadi: murid mengukur denyut nadinya sendiri setelah aktivitas dan melaporkan hasilnya kepada guru.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Konsep Kebugaran Jasmani (Tes Tertulis)Menjawab kurang dari 5 soal dengan benar; belum dapat menyebutkan komponen kebugaran jasmani dan ciri tubuh bugar.Menjawab 5–8 soal dengan benar; dapat menyebutkan 1–2 komponen kebugaran jasmani tetapi belum lengkap.Menjawab 9–11 soal dengan benar; dapat menyebutkan semua komponen kebugaran jasmani dan ciri tubuh bugar dengan tepat.Menjawab 12–13 soal dengan benar; dapat menjelaskan komponen kebugaran jasmani, ciri tubuh bugar, dan cara mengukur denyut nadi dengan lengkap dan tepat.
Keterampilan Praktik Rangkaian Gerak KebugaranHanya mampu mempraktikkan 1 gerakan atau tidak menyelesaikan rangkaian; gerakan tidak sesuai komponen kebugaran; memerlukan banyak bantuan.Mampu mempraktikkan 2 gerakan dari rangkaian; sebagian gerakan kurang tepat; masih sering memerlukan arahan guru.Mampu mempraktikkan 3–4 gerakan dalam rangkaian dengan cukup tepat; dapat menyelesaikan rangkaian secara mandiri meskipun ada beberapa kesalahan teknis.Mampu mempraktikkan rangkaian penuh (4+ gerakan) secara mandiri, lancar, dan tepat; gerakan mencerminkan keempat komponen kebugaran dengan percaya diri.
Kemampuan Mengukur Denyut NadiBelum dapat menemukan titik denyut nadi; tidak dapat menghitung denyutan dalam waktu yang ditentukan.Dapat menemukan titik denyut nadi dengan bantuan; mencoba menghitung tetapi hasil kurang akurat.Dapat menemukan titik denyut nadi secara mandiri dan menghitung denyutan dalam 15 detik dengan hasil yang mendekati akurat.Dapat mengukur denyut nadi secara mandiri dan akurat, lalu mengonversi ke denyut per menit; dapat menyebutkan apakah hasilnya normal atau tidak.
Kemandirian dan Sikap Selama AsesmenSangat bergantung pada arahan guru atau teman; tidak menyelesaikan tugas asesmen secara utuh.Berusaha mandiri tetapi sering meminta konfirmasi; menyelesaikan sebagian tugas dengan dorongan dari guru.Mengerjakan tes dan praktik secara mandiri; menunjukkan sikap sportif dan percaya diri sebagian besar waktu.Mengerjakan seluruh asesmen secara mandiri, jujur, dan penuh percaya diri; menunjukkan sikap sportif dan mampu mengevaluasi diri sendiri melalui refleksi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah instrumen tes tertulis yang saya buat sudah mengukur pemahaman murid secara tepat terhadap semua materi Bab 4?
  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang adil dan cukup waktu untuk menyelesaikan asesmen praktik?
  • Murid mana yang menunjukkan perkembangan paling signifikan? Siapa yang masih perlu pendampingan khusus setelah asesmen ini?
  • Apakah diferensiasi yang saya siapkan sudah cukup memfasilitasi murid dengan kebutuhan beragam?
  • Apa yang perlu saya perbaiki dalam merancang asesmen sumatif untuk bab berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Gerakan kebugaran mana yang sudah bisa kamu lakukan dengan baik? Gerakan mana yang masih ingin kamu latih lagi?
  • Apakah kamu sudah bisa mengukur denyut nadimu sendiri? Bagaimana perasaanmu saat mencobanya?
  • Dari semua yang kamu pelajari di Bab 4, hal apa yang paling berguna untuk kehidupan sehari-harimu?
  • Apakah kamu sudah mengerjakan asesmen hari ini dengan jujur dan semaksimal mungkin?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas IV (Alda Indrawan dan Tri Agus Prasetijo, Kemdikbudristek) — Bab 4: Ayo, Bugarkan Tubuhmu!
  2. Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas IV (Kemdikbudristek) — Bab 4
  3. Kartu visual komponen kebugaran jasmani (dibuat guru: kekuatan otot, daya tahan otot, kecepatan, kelincahan)
  4. Lembar soal tes tertulis sumatif (dibuat guru: 10 pilihan ganda + 3 isian singkat)
  5. Lembar rubrik penilaian praktik dan lembar observasi teman sejawat (dibuat guru)
  6. Lembar refleksi diri murid / self-assessment (dibuat guru)
  7. Stopwatch atau jam tangan untuk pengukuran denyut nadi
  8. Area lapangan atau aula sekolah yang cukup untuk praktik gerak
  9. Peluit guru untuk pengaturan rotasi saat praktik

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.