Modul AjarBab 4Fase BSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 4 Bab 4: Ayo, Bugarkan Tubuhmu!

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian PJOK kelas 4 untuk Bab 4 "Ayo, Bugarkan Tubuhmu!", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 4 Bab 4: Ayo, Bugarkan Tubuhmu!

PJOK - Kelas 4

Bab 4

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Bab 4 — Ayo, Bugarkan Tubuhmu!

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikBab 4 — Ayo, Bugarkan Tubuhmu!
Alokasi Waktu30 JP (30 x 35 menit = 1050 menit)
Jumlah Pertemuan10
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 4.4.1 Mengenali faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan dalam latihan kebugaran jasmani
  2. TP 4.4.2 Berpartisipasi dalam berbagai aktivitas jasmani untuk melatih kebugaran jasmani di sekolah dan di lingkungan tempat tinggal
  3. TP 4.4.3 Menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak dalam permainan sederhana peningkatan kebugaran jasmani
  4. TP 4.4.4 Berpartisipasi secara positif dalam kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani kebugaran

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan✓
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang membuat sebuah latihan fisik terasa seru dan tidak membosankan bagi kalian?
  2. Saat melakukan gerakan mendorong, menarik, atau menahan tubuh, hal apa saja yang membuat kalian merasa senang melakukannya?
  3. Saat melakukan lari cepat atau lari berbelok-belok menghindari rintangan, hal apa yang membuat kalian merasa senang dan bersemangat?
  4. Apakah bermain lari bersama teman atau ada rintangan warna-warni membuat aktivitas bergerak terasa lebih seru dan menyenangkan?
  5. Aktivitas jasmani apa saja yang sering kalian lakukan saat jam istirahat atau jam olahraga di sekolah?
  6. Bagaimana rasanya pada tubuh kalian saat ikut bergerak aktif dalam permainan di lapangan sekolah?
  7. Aktivitas fisik apa saja yang biasa kalian lakukan di sekitar rumah atau lingkungan tempat tinggal?
  8. Bagaimana rasanya tubuh kita jika rutin bergerak aktif saat bermain di lingkungan rumah?
  9. Bagaimana caramu mengubah arah lari dengan cepat saat ada rintangan di depanmu?
  10. Kapan kamu harus berlari secepat mungkin dan kapan harus melambat saat berusaha menghindari kejaran lawan dalam permainan?
  11. Bagaimana caramu mengatur kecepatan lari dan irama napas agar tidak cepat lelah saat melintasi beberapa pos rintangan secara terus-menerus?
  12. Apa yang harus kamu sesuaikan pada posisi langkah dan ayunan tangan agar bola tidak terjatuh saat melompati bilah bambu/rintangan?
  13. Bagaimana sikap kita saat teman satu kelompok merasa lelah saat berlatih di pos sirkuit kebugaran?
  14. Mengapa saling menyemangati dan bergantian secara tertib membuat latihan sirkuit kelompok terasa lebih menyenangkan?
  15. Bagaimana caramu membantu teman satu tim agar regumu dapat menyelesaikan permainan kebugaran bersama-sama?
  16. Apa yang sebaiknya kamu katakan saat ada teman satu kelompok yang merasa lelah atau terjatuh saat bermain?
  17. Bagaimana caramu mengatur kecepatan lari saat melewati rintangan zig-zag agar tidak terjatuh atau menabrak rintangan?
  18. Mengapa kita perlu menyemangati dan bekerja sama dengan teman saat melakukan simulasi latihan kebugaran beregu?
  19. Bagaimana kerja sama tim dan pengaturan strategi gerak dapat membantu regumu menyelesaikan rintangan kebugaran?
  20. Apa saja hal yang membuat rangkaian latihan kebugaran terasa menyenangkan bagi dirimu dan teman-teman?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengenali Faktor-Faktor yang Menyebabkan Aktivitas Jasmani Menyenangkan pada Latihan Kekuatan dan Daya Tahan Otot — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.1 Mengenali faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan dalam latihan kebugaran jasmani

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid di lapangan/aula, dan memimpin doa bersama (5 menit).
  • Guru memandu pemanasan dinamis yang menyenangkan lewat permainan 'Ikuti Gerakanku' yang melatih peregangan otot lengan dan tungkai (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan mengenai pengalaman bergerak murid dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang mengenali faktor-faktor yang membuat latihan fisik terasa menyenangkan (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru memberikan pengantar dan contoh gerak latihan kekuatan dan daya tahan otot sederhana berupa dorong berpasangan telapak tangan (hand push) dan menahan posisi duduk di dinding (wall sit) (10 menit).
  • Guru memperkenalkan 4 faktor utama yang dapat membuat aktivitas fisik terasa menyenangkan: (1) Adanya tantangan yang menarik, (2) Suasana bermain bersama teman, (3) Variasi gerakan yang tidak membosankan, dan (4) Rasa bangga setelah berhasil menyelesaikan gerakan (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mempraktikkan stasiun latihan kekuatan dan daya tahan otot yang dikemas dalam bentuk permainan seru berpasangan: Stasiun 1 'Dorong Telapak Tangan Berhadapan' (kekuatan otot lengan) dan Stasiun 2 'Tahan Jongkok Berhadapan Tepuk Tangan' (daya tahan otot tungkai) secara bergantian (25 menit).
  • Murid menerima Lembar Detektif Kesenangan yang berisi 4 kartu pernyataan situasi latihan untuk dipilih/dikenali faktor yang membuatnya menyenangkan: Situasi 1 'Melakukan gerakan push-up sambil tos dengan teman' -> (acuan: faktor suasana bermain bersama teman); Situasi 2 'Mencoba menahan posisi duduk di dinding selama 15 detik sampai berhasil' -> (acuan: faktor tantangan yang menarik atau rasa bangga setelah berhasil); Situasi 3 'Mengubah gerakan jongkok menjadi lompat katak bergantian' -> (acuan: faktor variasi gerakan); Situasi 4 'Merasa puas dan tersenyum saat mampu menyelesaikan latihan tahan tubuh' -> (acuan: faktor rasa bangga setelah berhasil) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri memeriksa kembali pilihannya pada Lembar Detektif Kesenangan dengan mencocokkan faktor kesenangan yang paling mereka rasakan saat latihan berlangsung (10 menit).

Penutup:

  • Guru memandu pendinginan statis untuk merelaksasi otot lengan dan tungkai yang telah dilatih (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan faktor-faktor penyebab latihan kekuatan dan daya tahan otot terasa menyenangkan dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar bergambar ikon visual untuk masing-masing dari 4 faktor kesenangan; murid yang cepat diberikan lembar dengan situasi variasi latihan tambahan untuk dikenali faktor kesenangannya.
  • Proses: Pada latihan gerak kekuatan, murid yang belum kuat menahan beban tubuh dapat menyesuaikan sudut dorongan atau durasi menahan posisi, sementara murid yang lebih bugar dapat menambah durasi atau variasi tantangan gerak.
  • Produk: Murid mengenali faktor kesenangan dengan cara melingkari ikon atau memberi tanda centang pada kartu situasi di lembar kerja sesuai pemahamannya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di awal pembelajaran: 'Sebutkan 1 hal yang membuatmu bersemangat saat berolahraga!' (Kriteria penerimaan: murid menyebutkan salah satu hal konkret yang menyenangkan seperti ada teman bermain, gerakannya menantang, gerakannya seru/bervariasi, atau merasa senang/bangga saat bisa melakukannya).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat kegiatan inti: ketepatan murid mengenali faktor kesenangan pada Lembar Detektif Kesenangan berdasarkan 4 situasi latihan kekuatan dan daya tahan otot: (1) Push-up sambil tos dengan teman -> faktor kebersamaan/bermain bersama teman; (2) Mencoba menahan wall sit 15 detik -> faktor tantangan yang menarik; (3) Mengubah gerakan jongkok menjadi lompat bergantian -> faktor variasi gerakan; (4) Merasa puas setelah menyelesaikan latihan -> faktor rasa bangga/pencapaian.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi melalui lembar refleksi: Murid memilih minimal 2 dari 4 faktor yang paling membuat latihan kekuatan otot hari ini menyenangkan bagi dirinya beserta contoh gerakannya (acuan faktor: tantangan menarik, bermain bersama teman, variasi gerakan, rasa bangga/puas setelah berhasil).

Formatif:

  • Pemeriksaan Lembar Detektif Kesenangan (mengenali faktor-faktor penyebab aktivitas jasmani menyenangkan dari 4 situasi yang diberikan)
  • Observasi tanya jawab saat murid mengidentifikasi faktor kesenangan saat mempraktikkan gerakan kekuatan dan daya tahan otot

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan pada latihan kekuatan dan daya tahan ototBelum mampu mengenali faktor penyebab aktivitas menyenangkan (tepat mengenali 0-1 dari 4 situasi yang disajikan).Mulai mampu mengenali faktor penyebab aktivitas menyenangkan dengan bantuan guru (tepat mengenali 2 dari 4 situasi yang disajikan).Mampu mengenali faktor-faktor penyebab aktivitas fisik menyenangkan secara tepat dan mandiri (tepat mengenali 3 dari 4 situasi yang disajikan).Sangat mahir mengenali seluruh faktor penyebab aktivitas fisik menyenangkan secara tepat, konsisten, dan mandiri (tepat mengenali seluruh 4 situasi yang disajikan).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah modifikasi bentuk latihan kekuatan dan daya tahan otot berpasangan berhasil memunculkan rasa senang pada murid?
  • Apakah murid dapat membedakan faktor-faktor yang membuat aktivitas fisik menyenangkan tanpa kesulitan?

Murid:

  • Faktor apa yang paling membuatmu merasa senang saat melakukan latihan kekuatan dan daya tahan tadi?
  • Apakah kamu ingin mengulangi latihan kebugaran seperti ini lagi karena terasa menyenangkan?

Pertemuan 2 — Mengenali Faktor-Faktor yang Menyebabkan Aktivitas Jasmani Menyenangkan pada Latihan Kecepatan dan Kelincahan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.1 Mengenali faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan dalam latihan kebugaran jasmani

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memandu pemanasan dinamis yang menyenangkan berupa lari pelan variasi (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali faktor-faktor yang membuat aktivitas jasmani menyenangkan saat melakukan latihan kecepatan dan kelincahan (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal secara lisan dengan menanyakan: 'Apa yang membuatmu paling bersemangat saat bermain kejar-kejaran: apakah karena berlari cepat bersama teman, rintangan yang menantang, atau suasana bermain yang gembira?' (acuan: murid menyebut minimal salah satu faktor kesenangan: interaksi bersama teman, tantangan gerak/rintangan, atau perasaan gembira) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani terasa menyenangkan saat berlatih kecepatan (lari cepat) dan kelincahan (lari zig-zag), yaitu: (1) Adanya unsur tantangan rintangan/arah; (2) Bermain bersama teman sebaya; (3) Suasana ceria/tanpa paksaan; (4) Perasaan tubuh menjadi bertenaga dan segar (10 menit).
  • Murid mengamati kartu peraga situasi aktivitas gerak yang ditunjukkan guru dan bersama-sama mengenali faktor kesenangan yang ada pada situasi tersebut berdasarkan acuan 4 faktor di atas (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid secara berpasangan mempraktikkan dua pos aktivitas fisik sederhana: Pos A (latihan kecepatan: lari cepat bolak-balik mengambil pita warna) dan Pos B (latihan kelincahan: lari zig-zag melewati deretan kerucut/corong) untuk merasakan langsung sensasi gerak yang menyenangkan (15 menit).
  • Setelah mencoba kedua pos, murid menerima Lembar Pengenal Faktor Kesenangan yang memuat 4 pernyataan situasi latihan kecepatan dan kelincahan: (1) Merasa gembira saat berusaha lari zig-zag secepat mungkin melewati rintangan corong tanpa menjatuhkannya; (2) Merasa bersemangat karena saling memberi aba-aba dan berlari mengambil pita bersama pasangan; (3) Merasa senang memilih sendiri rute lintasan lari tanpa dipaksa; (4) Merasa puas karena napas berhembus kencang dan tubuh terasa lebih berenergi setelah berlari (15 menit).
  • Murid mengenali dan menjodohkan ke-4 pernyataan situasi tersebut dengan kartu faktor kesenangan yang tepat: Pernyataan (1) -> Faktor Tantangan Gerak/Rintangan; Pernyataan (2) -> Faktor Bermain Bersama Teman; Pernyataan (3) -> Faktor Kebebasan Memilih Tanpa Paksaan; Pernyataan (4) -> Faktor Rasa Bugar/Bertenaga pada Tubuh (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk melingkar dalam pendinginan santai, lalu secara mandiri menunjukkan kartu faktor kesenangan yang paling mereka rasakan saat melakukan latihan kecepatan dan kelincahan hari ini disertai pencocokan alasan sederhana (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali 4 faktor utama yang membuat latihan kecepatan dan kelincahan terasa menyenangkan (tantangan rintangan, bersama teman, suasana tanpa paksaan, rasa tubuh bugar) (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid, mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran tubuh, memimpin doa penutup, dan membubarkan barisan secara tertib (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu situasi dengan gambar ilustrasi visual pendukung bagi murid yang membutuhkan bantuan membaca.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan per pos secara bertahap saat mengaitkan pengalaman gerak dengan kartu faktor; murid yang lebih cepat diberikan 2 skenario situasi tambahan untuk dikenali faktor kesenangannya.
  • Produk: Penyampaian hasil pengenalan faktor kesenangan dapat dilakukan dengan menempelkan kartu jodoh atau menandai lembar kerja bergambar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di awal pembelajaran: 'Ketika kamu berlari cepat atau meliuk-liuk menghindari teman, hal apa yang membuatmu merasa senang?' (Acuan jawaban yang diterima: menyebutkan minimal satu faktor pendukung kesenangan, seperti: adanya teman/bermain bersama, adanya tantangan/rintangan, atau rasa seru/gembira/tubuh segar).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan saat mencoba aktivitas kecepatan/kelincahan dan penilaian Lembar Pengenal Faktor Kesenangan. Instrumen kunci penjodohan: Situasi (1) Lari zig-zag melewati corong -> Faktor Tantangan Gerak/Rintangan; Situasi (2) Berlari mengambil pita bersama pasangan -> Faktor Bermain Bersama Teman; Situasi (3) Memilih rute lintasan tanpa paksaan -> Faktor Kebebasan Memilih Tanpa Paksaan; Situasi (4) Napas berhembus kencang dan tubuh terasa segar -> Faktor Rasa Bugar/Bertenaga pada Tubuh.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: Murid secara mandiri memilih dan menyebutkan faktor yang membuat aktivitas lari cepat atau kelincahan menyenangkan berdasarkan 4 acuan yang dipelajari (tantangan gerak, bersama teman, tanpa paksaan, rasa bugar pada tubuh). Kriteria penerimaan: tepat menunjukkan minimal 3 dari 4 faktor kesenangan sesuai acuan.

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik awal terkait faktor yang membuat aktivitas lari menyenangkan
  • Lembar Pengenal Faktor Kesenangan (menjodohkan 4 situasi latihan kecepatan/kelincahan dengan faktor kesenangan yang tepat)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan pada latihan kecepatan dan kelincahanMurid mengenali 1 faktor kesenangan dari 4 situasi yang disajikan pada lembar kerja (acuan: tantangan rintangan, bermain bersama teman, tanpa paksaan, rasa tubuh bugar).Murid mengenali 2 faktor kesenangan dari 4 situasi yang disajikan pada lembar kerja secara tepat sesuai acuan kunci.Murid mengenali 3 faktor kesenangan dari 4 situasi yang disajikan pada lembar kerja secara tepat sesuai acuan kunci.Murid mengenali seluruh (4) faktor kesenangan dari 4 situasi yang disajikan pada lembar kerja secara tepat dan mandiri sesuai acuan kunci.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah bentuk permainan kecepatan dan kelincahan yang disiapkan berhasil menghadirkan suasana menyenangkan bagi seluruh murid?
  • Apakah murid mampu mengidentifikasi dan mengenali secara sadar faktor yang membuat mereka merasa senang saat beraktivitas fisik?

Murid:

  • Bagian mana dari latihan lari cepat atau lari berbelok-belok tadi yang paling membuatmu merasa gembira?
  • Faktor apa yang paling penting bagimu agar kamu tidak merasa bosan atau terpaksa saat berolahraga?

Pertemuan 3 — Berpartisipasi dalam Berbagai Aktivitas Jasmani Kebugaran di Sekolah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.2 Berpartisipasi dalam berbagai aktivitas jasmani untuk melatih kebugaran jasmani di sekolah dan di lingkungan tempat tinggal

Pendahuluan:

  • Guru mengumpulkan murid di lapangan sekolah, memimpin doa bersama, mengecek kehadiran, dan memeriksa kesiapan fisik murid dengan menanyakan kondisi kesehatan (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berpartisipasi aktif dalam berbagai pos aktivitas jasmani kebugaran yang disiapkan di lingkungan sekolah (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai jenis aktivitas jasmani kebugaran yang ada di sekolah (5 menit).
  • Guru memimpin pemanasan dinamis yang menyenangkan berupa permainan menirukan gerakan hewan di halaman sekolah untuk mempersiapkan fisik (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan dan mendemonstrasikan rute 4 pos aktivitas kebugaran di halaman sekolah: Pos 1 (Lari bolak-balik menyentuh garis), Pos 2 (Melompat melewati 4 garis rintangan), Pos 3 (Jalan kepiting 5 meter), dan Pos 4 (Duduk-berdiri berulang 5 kali) (15 menit).
  • Murid menyimak aturan berpartisipasi dan mencoba satu per satu pos secara perlahan untuk memahami alur perpindahan pos dengan tertib (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid berpartisipasi secara langsung melakukan rangkaian aktivitas kebugaran di 4 pos halaman sekolah sesuai jalur yang ditentukan selama 2 putaran penuh (15 menit).
  • Murid melanjutkan partisipasi dalam tantangan permainan kebugaran 'Jelajah Bugar Sekolah': murid berpindah antar-pos secara berkelanjutan dengan menjaga keterlibatan diri dalam setiap pos gerakan tanpa berhenti di tengah lintasan (20 menit).

Merefleksi (Bermakna):

  • Murid melakukan pendinginan dengan berjalan santai mengelilingi lapangan sambil mengatur napas (5 menit).
  • Murid duduk melingkar dan mencentang lembar ceklis partisipasi diri terkait keikutsertaan mereka dalam menyelesaikan 4 pos aktivitas kebugaran di sekolah (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi dan umpan balik langsung kepada seluruh murid atas keikutsertaan penuh mereka dalam seluruh rangkaian aktivitas kebugaran di sekolah (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya terus berpartisipasi aktif dalam kegiatan jasmani di sekolah, kemudian menutup pembelajaran dengan doa dan kembali ke kelas dengan tertib (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan modifikasi jarak lari (misal 5 meter atau 10 meter) dan variasi ketinggian garis rintangan lompat di pos aktivitas sekolah.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan fisik dapat melakukan gerakan dengan tempo lebih lambat atau dipandu guru di setiap pos, sedangkan murid yang bugar dapat menambah pengulangan putaran pos secara mandiri.
  • Produk: Lembar ceklis partisipasi mandiri yang mencatat jumlah pos aktivitas jasmani sekolah yang berhasil diikuti secara penuh.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan partisipasi jasmani: Guru menanyakan, 'Sebutkan 2 contoh aktivitas bergerak yang biasa dilakukan di lapangan sekolah untuk melatih kebugaran jasmani!' (Kriteria penerimaan: Murid menyebutkan minimal 2 aktivitas jasmani yang valid di lingkungan sekolah, seperti berlari keliling lapangan, bermain lompat tali, senam bersama, bermain kejar-kejaran, atau push-up/sit-up di matras).

Proses:

  • Pengamatan langsung keterlibatan murid selama melakukan aktivitas di Pos 1 (Lari bolak-balik), Pos 2 (Melompat garis), Pos 3 (Jalan kepiting), dan Pos 4 (Duduk-berdiri). Kriteria pengamatan: Murid mengikuti setiap pos secara berurutan, menyelesaikan putaran tanpa menolak atau berhenti sebelum rute selesai (Acuan kelengkapan: 4 dari 4 pos berhasil diikuti).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan lembar ceklis partisipasi murid yang berisi 4 butir pos kebugaran: (1) Pos 1 Lari bolak-balik, (2) Pos 2 Melompat rintangan, (3) Pos 3 Jalan kepiting, (4) Pos 4 Duduk-berdiri. (Kriteria penerimaan: Lembar terisi lengkap dengan centang keterlibatan murid pada seluruh pos yang telah dicoba dan diselesaikan secara jujur).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja partisipasi langsung murid pada 4 pos aktivitas kebugaran di sekolah menggunakan lembar pengamatan.
  • Ceklis keterlibatan diri murid pada lembar catatan partisipasi aktivitas jasmani di sekolah.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Partisipasi dalam Aktivitas Jasmani Kebugaran di SekolahHanya berpartisipasi aktif dalam 1 dari 4 pos aktivitas kebugaran di sekolah dan membutuhkan dorongan terus-menerus.Berpartisipasi aktif dalam 2 dari 4 pos aktivitas kebugaran di sekolah dengan sesekali berhenti sebelum rangkaian pos selesai.Berpartisipasi aktif dan menyelesaikan 3 hingga 4 pos aktivitas kebugaran di sekolah secara konsisten dari awal hingga akhir.Berpartisipasi aktif, menyelesaikan seluruh (4) pos aktivitas kebugaran di sekolah secara mandiri, serta bersedia mengulang rangkaian putaran tantangan tambahan secara penuh.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan yang sama dan ruang yang aman untuk berpartisipasi dalam setiap pos kebugaran di sekolah?
  • Bagaimana tingkat keterlibatan murid selama alur perpindahan antar-pos aktivitas jasmani berlangsung?

Murid:

  • Pos aktivitas kebugaran mana di lapangan sekolah tadi yang paling membuat tubuhmu bersemangat bergerak?
  • Apakah kamu berhasil mengikuti seluruh pos aktivitas jasmani dari awal sampai selesai?

Pertemuan 4 — Berpartisipasi dalam Berbagai Aktivitas Jasmani Kebugaran di Lingkungan Tempat Tinggal — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.2 Berpartisipasi dalam berbagai aktivitas jasmani untuk melatih kebugaran jasmani di sekolah dan di lingkungan tempat tinggal

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memastikan kondisi kesiapan fisik murid untuk beraktivitas (5 menit).
  • Guru melakukan pemanasan dinamis yang menirukan gerakan aktivitas sehari-hari di lingkungan rumah seperti menyapu, mengambil jemuran, dan melompati genangan air (10 menit).
  • Guru memberikan asesmen awal lisan mengenai aktivitas kebugaran di lingkungan rumah dan menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru menunjukkan 3 kartu gambar aktivitas fisik kebugaran yang biasa dilakukan di lingkungan tempat tinggal: (1) Gambar A: Bersepeda santai keliling lingkungan perumahan; (2) Gambar B: Permainan lompat tali/karet di halaman rumah; (3) Gambar C: Berjalan kaki/joging di jalan kampung; murid mengamati dan mengidentifikasi bentuk gerak kebugaran pada masing-masing gambar (10 menit).
  • Murid menyimak penjelasan dan peragaan alur 3 pos simulasi aktivitas kebugaran lingkungan rumah yang disiapkan di lapangan: Pos 1 menirukan kayuhan dan dorongan langkah bersepeda (gerak langkah cepat berkelok melewati 5 kerucut), Pos 2 melompat melewati tali karet setinggi mata kaki sebanyak 10 kali lompatan, dan Pos 3 berjalan cepat lalu joging menempuh lintasan lurus sejauh 15 meter (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid secara bergiliran berpartisipasi mempraktikkan rangkaian aktivitas kebugaran simulasi lingkungan rumah pada Pos 1 (langkah cepat berkelok 5 kerucut), Pos 2 (lompat tali 10 kali), dan Pos 3 (joging 15 meter) dengan bimbingan dan pemantauan guru (25 menit).
  • Murid berpartisipasi dalam permainan sirkuit mini 'Jelajah Kampung Bugar', di mana murid secara mandiri menyelesaikan tantangan gerak di ketiga pos kebugaran tersebut sebanyak 2 putaran penuh secara berkesinambungan (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid duduk melingkar melakukan pendinginan sambil memeriksa denyut nadi dan merasakan perubahan kondisi fisik pada tubuhnya setelah berpartisipasi aktif dalam rangkaian pos aktivitas fisik (10 menit).
  • Murid mengisi lembar ceklis partisipasi diri terkait pelaksanaan 3 aktivitas kebugaran simulasi lingkungan rumah yang baru saja dilakukan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya membiasakan diri berpartisipasi dalam aktivitas fisik kebugaran di lingkungan tempat tinggal secara teratur (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap partisipasi aktif seluruh murid dan menutup pembelajaran dengan doa bersama serta pembiasaan mencuci tangan dan minum air putih (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan visualisasi kartu peraga di setiap pos; murid yang sudah mahir dapat menambahkan variasi ritme langkah di Pos 1 dan Pos 3.
  • Proses: Pada Pos 2 lompat tali, murid yang belum lancar diperbolehkan melompati tali yang diletakkan di tanah, sedangkan murid yang lancar melompati tali setinggi mata kaki.
  • Produk: Partisipasi ditunjukkan dengan penyelesaian putaran pos: murid yang butuh penyesuaian menyelesaikan 1 putaran penuh, sedangkan murid reguler dan mahir menyelesaikan 2 putaran penuh.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 3 contoh aktivitas fisik yang biasa dilakukan orang atau anak-anak untuk menjaga tubuh tetap bugar di sekitar rumahmu!' (Kriteria penerimaan: murid menyebutkan minimal 2 aktivitas fisik nyata di lingkungan rumah seperti jalan kaki/joging, bersepeda, bermain lompat tali, bermain bola di lapangan kampung, atau senam di halaman).

Proses:

  • Observasi keterlibatan aktif selama alur pos 'Jelajah Kampung Bugar' menggunakan lembar observasi partisipasi gerak dengan indikator: (1) Mengikuti Pos 1 langkah berkelok; (2) Mengikuti Pos 2 lompat tali; (3) Mengikuti Pos 3 joging lintasan; (acuan ketuntasan: murid berpartisipasi melakukan gerakan di ketiga pos tanpa menolak atau berhenti sebelum instruksi guru selesai).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan refleksi partisipasi melalui pengisian lembar ceklis diri: 'Beri tanda centang (V) pada aktivitas yang telah kamu ikuti hari ini: [ ] Pos 1 Langkah Cepat Berkelok, [ ] Pos 2 Lompat Tali, [ ] Pos 3 Joging Lintasan' (Acuan ketuntasan: murid menandai minimal 2 dari 3 aktivitas yang telah dipraktikkannya secara nyata).

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja keikutsertaan/partisipasi aktif murid dalam melakukan aktivitas fisik di Pos 1, Pos 2, dan Pos 3
  • Lembar ceklis mandiri partisipasi aktivitas kebugaran simulasi lingkungan rumah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Partisipasi dalam Aktivitas Jasmani Kebugaran Lingkungan Tempat TinggalHanya berpartisipasi pada 1 pos simulasi aktivitas fisik kebugaran dan memerlukan dorongan penuh dari guru untuk bergerak.Berpartisipasi pada 2 pos simulasi aktivitas fisik kebugaran (Pos 1, Pos 2, atau Pos 3) dengan sesekali memerlukan dorongan guru.Berpartisipasi secara tuntas pada ketiga pos simulasi aktivitas fisik kebugaran (Pos 1 langkah berkelok, Pos 2 lompat tali, dan Pos 3 joging) secara mandiri.Berpartisipasi secara tuntas pada ketiga pos simulasi aktivitas fisik kebugaran secara mandiri serta mengulang putaran tantangan secara konsisten hingga waktu selesai.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur ketiga pos aktivitas kebugaran simulasi lingkungan rumah mampu memfasilitasi seluruh murid berpartisipasi aktif tanpa ada yang menunggu terlalu lama?
  • Bagaimana respons dan antusiasme gerak murid selama kegiatan permainan simulasi 'Jelajah Kampung Bugar' berlangsung?

Murid:

  • Aktivitas pos mana (berkelok, lompat tali, atau joging) yang paling membuat tubuhmu terasa segar dan berkeringat?
  • Aktivitas fisik apa yang ingin kamu lakukan bersama keluarga atau teman di sekitar rumahmu pada akhir pekan nanti?

Pertemuan 5 — Menyesuaikan Strategi Gerak Kelincahan dan Kecepatan dalam Permainan Sederhana Peningkatan Kebugaran Jasmani — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.3 Menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak dalam permainan sederhana peningkatan kebugaran jasmani

Pendahuluan:

  • Guru mengumpulkan murid di lapangan, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memandu pemanasan dinamis berfokus pada peregangan sendi kaki dan kelincahan langkah (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran serta melakukan asesmen awal kesiapan strategi gerak melalui tes respons gerak terarah: guru memberi aba-aba arah dan murid segera bereaksi (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang konsep penyesuaian strategi gerak kelincahan (menurunkan titik berat badan, memperpendek langkah saat berbelok) dan kecepatan (lari akselerasi saat ruang terbuka) dalam permainan sederhana (10 menit).
  • Murid mempraktikkan uji coba mandiri gerak lari zig-zag melewati 4 cone dan membandingkan kecepatan berbelok antara badan tegak versus badan condong merendah (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid melakukan permainan sederhana 'Kucing dan Tikus di Lorong Rintangan' di mana murid penyerang menyesuaikan kecepatan lari dan kelincahan gerak tipu berbelok untuk melewati lorong tanpa tersentuh penjaga (25 menit).
  • Murid melakukan permainan kompetisi 'Rebut Cone Warna' secara berpasangan dengan menerapkan variasi penyesuaian strategi gerak: mengubah tempo lari dari pelan lalu sprint cepat serta melakukan gerak tipu arah zig-zag untuk mengambil cone target (25 menit).

Merefleksi (Bermakna):

  • Murid duduk melingkar dan mengevaluasi strategi gerak yang paling efektif: mengidentifikasi kapan harus menurunkan badan saat berbelok dan kapan harus melakukan sprint lurus untuk mencapai target permainan (10 menit).

Penutup:

  • Murid melakukan pendinginan statis untuk menurunkan detak jantung dan merelaksasi otot tungkai (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap kemampuan murid dalam menyesuaikan strategi gerak selama permainan serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan variasi jarak antar-cone (2 meter untuk tingkat dasar, 1 meter untuk tantangan kelincahan lebih tinggi).
  • Proses: Bagi murid yang masih kaku dalam mengubah arah, guru memberikan panduan ketukan ritme langkah; bagi murid yang sudah terampil, diberikan variasi arah rintangan yang bergerak.
  • Produk: Unjuk penyesuaian gerak dinilai dari ketepatan mengubah arah dan percepatan laju lari pada situasi rintangan permainan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes respons arah cepat: Guru memberi instruksi lisan 'Kanan - Kiri - Maju Sprint' sebanyak 3 repetisi untuk memetakan kesiapan murid mengubah arah dan laju lari (acuan: reaksi tepat sesuai instruksi arah dalam waktu kurang dari 2 detik tanpa kehilangan keseimbangan).

Proses:

  • Pengamatan ketercapaian penyesuaian strategi gerak pada permainan 'Rebut Cone Warna' dengan 3 indikator: (1) menurunkan posisi badan saat memotong arah/kelincahan, (2) menambah frekuensi langkah saat sprint merebut cone, dan (3) melakukan gerak tipu arah ketika dihadang.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi mengenai 2 situasi gerak: (1) Apa yang dilakukan pada langkah kaki saat harus berbelok tajam menghindari lawan? (acuan benar: memperpendek langkah kaki dan merendahkan badan), (2) Kapan strategi lari cepat maksimal (sprint) digunakan dalam permainan? (acuan benar: saat ada ruang terbuka bebas rintangan menuju target).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja gerak selama permainan sederhana menggunakan lembar observasi penyesuaian strategi kelincahan dan kecepatan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penyesuaian Strategi Gerak Kelincahan dan KecepatanBelum mampu menyesuaikan laju dan arah gerak; gerakan lari cenderung konstan satu arah dan mudah terjatuh atau tersentuh saat mengubah haluan.Mampu menyesuaikan arah atau kecepatan gerak tetapi masih dengan jeda lambat atau membutuhkan arahan/bimbingan langsung dari guru.Mampu menyesuaikan strategi gerak kelincahan (merendahkan badan saat belok) dan kecepatan (akselerasi lari) secara tepat dan mandiri dalam situasi permainan.Mampu menyesuaikan strategi gerak kelincahan dan kecepatan secara konsisten, halus, dan efektif mengatasi rintangan lawan yang berubah-ubah secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah modifikasi ukuran lapangan dan aturan permainan sudah memberi ruang yang cukup bagi murid untuk mengeksplorasi penyesuaian strategi gerak kelincahan dan kecepatan?
  • Apakah murid yang kesulitan mengubah arah sudah mendapatkan bantuan teknik merendahkan badan dengan tepat?

Murid:

  • Bagian mana dari permainan tadi yang membuatmu harus berpikir cepat dalam mengubah arah lari?
  • Apakah kamu merasa tubuhmu lebih lincah setelah mencoba strategi merendahkan badan saat berbelok?

Pertemuan 6 — Menyesuaikan Strategi Gerak Daya Tahan dan Koordinasi dalam Permainan Sederhana Peningkatan Kebugaran Jasmani — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.3 Menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak dalam permainan sederhana peningkatan kebugaran jasmani

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran di lapangan dengan salam, berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan memastikan kesiapan fisik serta perlengkapan olahraga murid (5 menit).
  • Guru memimpin pemanasan dinamis berbentuk peregangan otot tungkai dan koordinasi gerak sederhana (jalan di tempat sambil menepuk lutut silang berirama) (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyesuaikan strategi gerak daya tahan dan koordinasi dalam lintasan rintangan, lalu melakukan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan terarah: (1) 'Apa strategi gerak langkahmu agar napas tidak cepat habis saat harus bergerak terus-menerus selama 3 menit?' (acuan: menjaga tempo langkah stabil/konstan dan mengatur ritme napas teratur, bukan sprint mendadak di awal); (2) 'Bagaimana posisi tubuh dan tanganmu saat melangkah melewati rintangan sambil membawa bola agar bola tetap seimbang?' (acuan: memusatkan pandangan ke arah rintangan, memegang bola dengan kedua tangan di depan dada secara stabil, serta mengatur ayunan dan pendaratan kaki dengan lutut sedikit mengeper) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan dan demonstrasi guru mengenai bentuk lintasan permainan 'Jelajah Rintangan Bugar' yang terdiri dari 3 pos gerak kontinu: Pos 1 (lari berbelok melingkari 3 kerucut untuk daya tahan langkah konstan), Pos 2 (melompati 3 bilah rintangan rendah setinggi 15 cm dengan ritme teratur), dan Pos 3 (berjalan cepat memindahkan bola spons di atas piring plastik tanpa terjatuh sejauh 5 meter untuk koordinasi tangan-mata-kaki) (10 menit).
  • Murid bersama guru menganalisis 2 bentuk penyesuaian strategi gerak: Penyesuaian Daya Tahan (mengatur kecepatan langkah stabil dari Pos 1 hingga Pos 2 agar tenaga tidak habis) dan Penyesuaian Koordinasi (menyesuaikan panjang langkah kaki dan kecondongan badan saat membawa piring bola di Pos 3 agar bola tidak goyah dan jatuh) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid melakukan uji coba pertama melintasi pos 'Jelajah Rintangan Bugar' secara bergiliran untuk merasakan kebutuhan daya tahan tubuh dan tantangan koordinasi membawa bola (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyesuaikan strategi gerak pada putaran kedua: murid yang terengah-engah memperlambat tempo lari di Pos 1 menjadi lari konstan berirama, dan murid yang bolanya sempat goyah/terjatuh menyesuaikan langkah di Pos 3 dengan memperpendek jangkauan langkah serta merendahkan sedikit titik tumpu tubuh (15 menit).
  • Murid mempraktikkan permainan tantangan lanjutan: melintasi lintasan rintangan bugar secara berulang sebanyak 3 siklus kontinu tanpa jeda dengan menerapkan strategi gerak daya tahan (langkah stabil) dan koordinasi (keseimbangan bola terjaga penuh tanpa jatuh) secara efektif (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk melingkar dalam suasana tenang, melakukan pendinginan dan pengaturan napas mendalam, lalu membandingkan hasil gerak antara putaran pertama sebelum penyesuaian dan putaran kedua/ketiga setelah menyesuaikan strategi gerak (5 menit).
  • Murid mengidentifikasi secara mandiri strategi gerak mana yang paling berhasil mempertahankan daya tahan tubuhnya hingga akhir lintasan serta menjaga koordinasi bola tetap stabil (5 menit).

Penutup:

  • Guru memfasilitasi murid menyimpulkan pembelajaran mengenai pentingnya menyesuaikan strategi langkah konstan untuk daya tahan dan kontrol tubuh untuk koordinasi gerak (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik formatif terhadap penerapan strategi gerak murid di lapangan dan mengumumkan fokus aktivitas pembelajaran berikutnya (Pertemuan 7 mengenai sirkuit kebugaran) (4 menit).
  • Pembelajaran diakhiri dengan doa bersama, pengembalian alat olahraga ke tempatnya, dan kembali ke ruang kelas dengan tertib (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih pada jarak kerucut lebih pendek (3 meter) dan rintangan bilah diletakkan rata di tanah; murid mahir berlatih pada rintangan bilah setinggi 20 cm dengan penambahan jarak lintasan menjadi 7 meter.
  • Proses: Murid yang mengalami kesulitan koordinasi diperbolehkan memegang piring bola dengan dua tangan penuh sambil berjalan pelan berirama; murid yang sudah mahir diarahkan menyesuaikan ritme langkah kaki cepat yang sinkron dengan ayunan langkah stabil.
  • Produk: Murid menunjukkan keberhasilan penyesuaian strategi gerak melalui kemampuan menyelesaikan 3 siklus lintasan dengan ritme langkah terjaga dan bola stabil.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan di pendahuluan mengenai 2 strategi gerak: (1) Strategi ritme langkah kontinu untuk daya tahan (acuan: mempertahankan tempo langkah lari stabil, tidak sprint habis-habisan di awal lintasan); (2) Strategi keseimbangan untuk koordinasi rintangan (acuan: memfokuskan pandangan ke rintangan, melangkah dengan lutut mengeper, dan menyeimbangkan posisi piring bola di depan dada).

Proses:

  • Lembar observasi ketercapaian penyesuaian strategi gerak: (1) Penyesuaian daya tahan: murid mampu mempertahankan ritme lari stabil sepanjang 3 siklus lintasan tanpa berhenti mendadak karena kehabisan tenaga; (2) Penyesuaian koordinasi: murid mampu mengatur panjang langkah dan ayunan kaki melewati rintangan tanpa menjatuhkan bola spons dari piring plastik (kriteria: bola tidak jatuh minimal pada 2 dari 3 siklus lintasan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi mengenai penyesuaian yang dilakukan: murid menyebutkan secara tepat 1 perubahan strategi langkah yang dilakukannya saat mulai merasa lelah di pos daya tahan (acuan: memperlambat kecepatan ke tempo stabil berirama) dan 1 perubahan posisi tubuh saat membawa bola di pos koordinasi (acuan: memendekkan langkah atau sedikit merendahkan lutut agar bola tidak goyang).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja penyesuaian strategi gerak daya tahan (ritme langkah konstan) dan koordinasi (keseimbangan tangan dan kaki melintasi rintangan) selama aktivitas inti.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penyesuaian strategi gerak daya tahanBelum mampu menyesuaikan ritme gerak; berlari terlalu kencang di awal lalu berhenti total karena kelelahan sebelum menyelesaikan 1 siklus lintasan.Mulai mencoba menyesuaikan ritme gerak, tetapi tempo langkah masih sangat naik-turun dan membutuhkan jeda istirahat berkali-kali di tengah siklus lintasan.Mampu menyesuaikan ritme gerak dengan menjaga kecepatan langkah stabil secara mandiri sehingga berhasil menyelesaikan siklus lintasan daya tahan secara berkelanjutan.Mampu secara konsisten dan mandiri menyesuaikan strategi gerak tempo langkah dan pengaturan napas yang sangat efisien sepanjang seluruh siklus lintasan tanpa penurunan performa yang signifikan.
Penyesuaian strategi gerak koordinasiBelum mampu menyesuaikan posisi langkah dan tangan; bola spons terjatuh berulang kali (lebih dari 3 kali) di setiap rintangan.Mulai menyesuaikan langkah kaki melewati rintangan, namun posisi piring bola masih miring dan bola terjatuh 2-3 kali.Mampu menyesuaikan panjang langkah dan posisi kedua tangan secara tepat sehingga berhasil melompati rintangan dengan bola tetap seimbang (maksimal bola goyah tanpa terjatuh).Mampu secara konsisten menyesuaikan keselarasan gerak kaki, postur tubuh, dan kontrol kedua tangan melewati seluruh rintangan secara mulus dan seimbang penuh tanpa bola bergulir sama sekali.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah desain pos rintangan 'Jelajah Rintangan Bugar' memberikan tantangan nyata bagi murid untuk memikirkan dan menyesuaikan strategi geraknya?
  • Bagaimana efektivitas bimbingan yang diberikan kepada murid yang masih kesulitan menyeimbangkan ritme daya tahan dan koordinasi tangan-kaki?

Murid:

  • Perubahan apa yang kamu buat pada cara melangkahmu ketika tubuhmu mulai terasa lelah di pos rintangan?
  • Bagaimana kamu mengatur gerakan tangan dan kakimu agar bola di piring tidak terjatuh saat melompati bilah rintangan?

Pertemuan 7 — Berpartisipasi secara Positif dalam Kelompok pada Aktivitas Jasmani Latihan Sirkuit Kebugaran — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.4 Berpartisipasi secara positif dalam kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani kebugaran

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memandu doa bersama, dan memeriksa kehadiran serta kesiapan fisik murid di lapangan olahraga (5 menit).
  • Guru memimpin pemanasan dinamis terpadu yang menyenangkan dalam bentuk permainan 'Ikuti Gerak Pemimpin' untuk menyiapkan kebugaran tubuh sebelum latihan kelompok (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu berpartisipasi secara positif dalam kelompok saat menjalani pos latihan sirkuit kebugaran, serta melakukan asesmen awal kesiapan sikap partisipasi positif melalui tanya jawab cepat (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan dan demonstrasi guru mengenai 4 bentuk perilaku partisipasi positif dalam kelompok saat sirkuit kebugaran: (1) antre bergiliran dengan tertib, (2) memberi kata penyemangat kepada teman, (3) mematuhi giliran waktu pos, dan (4) membantu merapikan perlengkapan pos bersama (10 menit).
  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (masing-masing 4-5 murid), berkeliling mengenali 4 pos sirkuit kebugaran: Pos 1 (lompat kardus/tali untuk kelincahan kaki), Pos 2 (push-up modifikasi lutut untuk kekuatan lengan), Pos 3 (lari bolak-balik shuttle run 5 meter untuk kecepatan), dan Pos 4 (plank tahanan 15 detik untuk daya tahan otot), kemudian bersama kelompoknya mendiskusikan kesepakatan partisipasi positif yang akan diterapkan di setiap pos (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Setiap kelompok memulai latihan sirkuit kebugaran putaran 1 dengan bergerak berputar antar-pos tiap 3 menit peluit dibunyikan, di mana tiap murid secara bergantian mempraktikkan aktivitas pos sambil secara aktif menyemangati teman satu kelompoknya ('Ayo semangat!', 'Bagus, teruskan!') dan tertib mengantre (20 menit).
  • Setiap kelompok melanjutkan ke tantangan putaran 2 'Sirkuit Kompak Ceria', yaitu latihan sirkuit kebugaran beregu di mana seluruh anggota kelompok wajib menyelesaikan pos secara bergantian tanpa menyerobot, saling bertepuk tangan memberikan dukungan positif saat rekan menyelesaikan tugas pos, dan bersama-sama merapikan tanda pos saat berpindah (20 menit).

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Setiap kelompok berkumpul dalam lingkaran kecil dan saling memeriksa catatan ceklis partisipasi positif kelompok: menilai apakah semua anggota telah menunjukkan giliran tertib, menyemangati teman, dan tidak mengeluh saat membantu regunya (10 menit).
  • Perwakilan setiap kelompok menceritakan secara singkat satu bentuk dukungan positif yang paling dirasakan membantu kelompok mereka menyelesaikan seluruh pos kebugaran hari ini (5 menit).

Penutup:

  • Guru memandu kegiatan pendinginan (cooling down) berpasangan sambil mengatur napas untuk memulihkan denyut nadi dan kebugaran fisik murid (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya partisipasi positif dalam kelompok untuk mencapai tujuan latihan kebugaran jasmani bersama-sama (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi terhadap kerja sama kelompok, mengingatkan murid menjaga kebugaran di rumah, dan menutup kegiatan dengan doa bersama serta salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan pilihan intensitas gerak di tiap pos sirkuit (misal lompat melewati garis lantai bagi yang belum siap melompati kardus) agar semua murid dapat berpartisipasi penuh dalam kelompok tanpa merasa tertinggal.
  • Proses: Bagi murid yang masih individualistis diberikan pendampingan langsung oleh guru untuk membiasakan memberi ucapan penyemangat kepada teman; bagi murid yang sudah sangat suportif didorong menjadi pengingat waktu giliran di pos kelompoknya.
  • Produk: Umpan balik partisipasi kelompok dicatat melalui lembar ceklis observasi partisipasi positif beregu sederhana.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat kesiapan perilaku partisipasi positif: Guru menanyakan situasi, 'Jika temanmu kelelahan di pos lompat, apa yang harus kamu lakukan?' (Kriteria penerimaan jawaban tepat: menyebutkan tindakan menyemangati, memberi waktu jeda sejenak, atau tidak mengejek/memarahi).

Proses:

  • Pengamatan langsung selama murid berlatih sirkuit kebugaran pada 4 indikator partisipasi positif: (1) Mengantre giliran secara tertib, (2) Memberi kata penyemangat kepada teman, (3) Mematuhi batas waktu pos tanpa mendahului, dan (4) Membantu merapikan alat pos bersama kelompok (Acuan ketercapaian: murid menunjukkan minimal 3 dari 4 indikator secara konsisten).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di penutup: Murid menunjukkan jempol ke atas atau jempol ke samping terhadap 2 pernyataan refleksi partisipasi: (1) 'Saya menyemangati teman saat latihan sirkuit' dan (2) 'Saya sabar menunggu giliran tanpa memotong antrean' (Acuan: murid mengonfirmasi pelaksanaan kedua perilaku positif tersebut).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja partisipasi positif menggunakan lembar ceklis 4 indikator perilaku suportif dalam kelompok sirkuit kebugaran.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Partisipasi positif dalam kelompok pada sirkuit kebugaranHanya menunjukkan 1 dari 4 indikator partisipasi positif (antre tertib, menyemangati teman, mematuhi waktu pos, merapikan alat) dan masih sering memotong giliran teman.Menunjukkan 2 dari 4 indikator partisipasi positif dalam kelompok saat sirkuit kebugaran dengan bimbingan dan pengingatan guru.Menunjukkan 3 dari 4 indikator partisipasi positif dalam kelompok saat latihan sirkuit kebugaran secara konsisten dan mandiri.Menunjukkan seluruh (4) indikator partisipasi positif dalam kelompok (antre tertib, konsisten menyemangati teman, mematuhi waktu pos, dan merapikan alat) secara mandiri dan konsisten sepanjang kegiatan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid terlibat aktif dan menunjukkan sikap saling mendukung dalam kelompok saat latihan sirkuit kebugaran?
  • Bagian pos manakah yang paling menantang bagi dinamika kerja sama kelompok, dan bagaimana penyesuaiannya untuk pembelajaran berikutnya?

Murid:

  • Apakah saya sudah memberi semangat kepada teman satu kelompok saat mereka merasa lelah di pos kebugaran?
  • Perilaku baik apa yang sudah saya lakukan untuk membantu kelompok saya menyelesaikan sirkuit kebugaran hari ini?

Pertemuan 8 — Berpartisipasi secara Positif dalam Tim pada Permainan Kebugaran Jasmani Beregu — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.4 Berpartisipasi secara positif dalam kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani kebugaran

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid di lapangan, memimpin doa, memeriksa kesiapan fisik, dan memandu pemanasan statis serta dinamis (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran serta melakukan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan 2 perilaku partisipasi positif dalam tim saat bermain: (1) saling memberi semangat/dorongan dan (2) menjalankan giliran/peran tugas bersama tanpa mengeluh (acuan: jawaban memuat minimal salah satu dari 2 tindakan tersebut) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan dan demonstrasi guru mengenai aturan 'Permainan Cacing Berantai Bugar', yaitu permainan beregu (tiap regu beranggotakan 4-5 anak berpegangan pundak/tali simpai) yang harus bergerak bersama melintasi rintangan cone lalu memindahkan bola ke keranjang tim (10 menit).
  • Murid bersama kelompok mengidentifikasi 3 wujud partisipasi positif dalam tim: (1) bergerak selaras mengikuti ritme teman regu agar pegangan tidak putus, (2) memberi kata-kata penyemangat verbal seperti 'ayo terus maju!', dan (3) membantu teman satu regu yang tertinggal tanpa memarahi (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Setiap tim mempraktikkan putaran uji coba Permainan Cacing Berantai Bugar sepanjang lintasan 10 meter untuk mencoba koordinasi langkah kaki dan saling menjaga pegangan pundak/tali (15 menit).
  • Setiap tim memainkan Permainan Cacing Berantai Bugar secara kompetitif dan gembira dalam 3 babak tantangan pemindahan 5 bola ke keranjang, di mana setiap anggota mempraktikkan partisipasi positif dengan aktif menyemangati dan menjaga keutuhan barisan regu (20 menit).

Merefleksi (Bermakna):

  • Dalam kelompok masing-masing, murid mendiskusikan pengalaman partisipasi mereka selama permainan: apakah mereka sudah saling mendukung atau masih ada yang mementingkan langkah sendiri (10 menit).
  • Perwakilan kelompok menyampaikan hasil refleksi kelompoknya tentang bagaimana partisipasi positif membuat aktivitas fisik beregu menjadi lebih ringan dan menyenangkan (10 menit).

Penutup:

  • Guru memandu gerakan pendinginan dan relaksasi otot kaki serta bahu bersama seluruh murid (10 menit).
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap partisipasi positif seluruh tim, menyampaikan apresiasi atas sportivitas dan kekompakan murid, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Panjang rintangan dan jumlah bola disesuaikan: regu yang membutuhkan penyesuaian menempuh jarak 8 meter dengan 3 bola, sedangkan regu yang siap menempuh jarak 12 meter dengan 5 bola.
  • Proses: Pada murid yang kurang percaya diri, guru memberikan pendampingan dengan menempatkannya di posisi tengah barisan cacing berantai agar mendapat dorongan gerak dari teman depan dan belakangnya.
  • Produk: Partisipasi positif dinilai setara berdasarkan konsistensi keterlibatan fisik dan sikap saling mendukung dalam tim, terlepas dari regu mana yang menyelesaikan estafet lebih cepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pertemuan mengenai 2 wujud partisipasi positif dalam tim: 'Sebutkan 2 contoh tindakan baik yang mendukung tim saat bermain bersama!' (Acuan jawaban: [1] menyemangati teman/berbicara positif, [2] ikut bergerak kompak/menjalankan peran giliran tanpa meninggalkan barisan).

Proses:

  • Pengamatan langsung selama Permainan Cacing Berantai Bugar berlangsung untuk melihat keterlibatan aktif murid dalam barisan dan pemberian dukungan positif (ucapan penyemangat/membantu menjaga ritme gerak) kepada anggota timnya.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi melalui pertanyaan reflektif: 'Sebutkan 2 hal konkret yang sudah kamu lakukan hari ini untuk membantu kelompokmu bermain dengan lancar!' (Acuan jawaban benar: murid menyebutkan 2 tindakan nyata dari daftar: [1] berpegangan kuat/menyesuaikan kecepatan langkah, [2] menyemangati teman satu tim, [3] tidak menyalahkan teman saat rintangan tersenggol).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja partisipasi positif menggunakan lembar ceklis keterlibatan aktif dan pemberian dukungan dalam tim pada Permainan Cacing Berantai Bugar

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Partisipasi positif dalam kelompok/tim pada permainan kebugaran bereguBelum berpartisipasi dalam barisan regu dan menunjukkan keengganan berinteraksi secara positif dengan teman sekelompok.Berpartisipasi secara fisik dalam permainan regu tetapi masih sering melepas barisan atau pasif dalam memberikan dukungan kepada teman sekelompok.Berpartisipasi secara konsisten dalam permainan beregu serta menunjukkan interaksi positif (menjaga keselarasan gerak barisan dan menyemangati teman) dengan arahan sesekali dari guru.Berpartisipasi secara aktif dan konsisten sepanjang permainan serta mandiri menunjukkan dukungan positif (menjaga keutuhan tim dan menyemangati seluruh rekan) tanpa perlu diingatkan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid telah terlibat aktif dan saling menunjukkan dukungan positif selama permainan kebugaran beregu?
  • Bagaimana pengelolaan kelompok yang paling efektif untuk meminimalkan gesekan dan meningkatkan kerja sama antar-murid?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu saat teman satu regu memberikan semangat kepadamu ketika kamu mulai lelah?
  • Tindakan apa yang sudah kamu lakukan hari ini yang membuat kelompokmu tetap kompak dan bersemangat?

Pertemuan 9 — Simulasi Penyesuaian Strategi Gerak dan Partisipasi Positif Kelompok dalam Rangkaian Aktivitas Jasmani Kebugaran — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.2 Berpartisipasi dalam berbagai aktivitas jasmani untuk melatih kebugaran jasmani di sekolah dan di lingkungan tempat tinggal
  • TP 4.4.3 Menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak dalam permainan sederhana peningkatan kebugaran jasmani
  • TP 4.4.4 Berpartisipasi secara positif dalam kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani kebugaran

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran seluruh murid di lapangan (5 menit).
  • Guru melakukan pemanasan dinamis yang dipadukan dengan asesmen diagnostik singkat: murid diminta memperagakan 2 pilihan langkah gerak menghindar/berbelok saat berlari pelan ke depan (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan dan mendemonstrasikan jalur simulasi kebugaran jasmani yang menggabungkan 3 pos: Pos 1 Lari Zig-zag (kelincahan), Pos 2 Lompat Melewati Tali Rendah (daya ledak/koordinasi), dan Pos 3 Lari Bolak-balik Memindahkan Bola Mini (kecepatan) (10 menit).
  • Dalam kelompok beranggotakan 4-5 anak, murid berdiskusi menentukan pembagian giliran lari dan cara menyesuaikan langkah gerak (memperpendek langkah di tikungan dan memperpanjang langkah di lintasan lurus) agar rangkaian aktivitas dapat diselesaikan dengan efektif (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Setiap kelompok melaksanakan simulasi putaran pertama: murid berlari secara estafet melalui Pos 1, 2, dan 3 dengan menerapkan penyesuaian gerak langkah sesuai rintangan sambil saling memberi aba-aba giliran (20 menit).
  • Kelompok melaksanakan simulasi putaran kedua dalam bentuk 'Tantangan Bintang Kebugaran': murid aktif berpartisipasi menyelesaikan tantangan sambil menyesuaikan kembali strategi gerak (mengatur laju lari agar tidak lelah di akhir rute) dan memperlihatkan partisipasi positif dengan menyemangati rekan satu tim yang sedang bergerak (25 menit).

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompoknya duduk melingkar untuk mencermati apakah penyesuaian langkah gerak yang mereka gunakan berhasil mempermudah melewati pos kebugaran (10 menit).
  • Perwakilan murid menyebutkan satu penyesuaian strategi gerak yang paling membantunya serta bentuk partisipasi positif teman yang paling dirasakan manfaatnya selama simulasi (5 menit).

Penutup:

  • Guru memandu aktivitas pendinginan statis untuk menurunkan denyut nadi dan melemaskan otot tungkai (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap keterlibatan murid dalam simulasi, mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran di rumah, lalu menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Jarak antar-patok pada Pos 1 zig-zag disediakan dalam dua variasi (jarak 1,5 meter untuk kelompok reguler dan 2 meter untuk kelompok yang memerlukan ruang gerak lebih longgar).
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu menyesuaikan ritme langkah, guru memberikan panduan visual tanda pijakan kaki; murid yang sudah mahir diberi variasi memindahkan dua bola sekaligus untuk menaikkan tantangan kelincahan.
  • Produk: Semua murid menampilkan bukti yang sama yaitu menyelesaikan 3 pos simulasi dengan penyesuaian gerak dan menunjukkan partisipasi positif dalam kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Uji kesiapan gerak di kegiatan pendahuluan: Murid mempraktikkan respon gerak berbelok saat berlari pelan. Kriteria penerimaan: Murid mampu menurunkan pusat gravitasi dan memperpendek langkah minimal pada 1 kali percobaan tanpa kehilangan keseimbangan (acuan: tubuh condong ke dalam arah belokan dan langkah kaki stabil).

Proses:

  • Observasi keterlibatan aktif berpartisipasi melewati seluruh 3 pos kebugaran (Pos 1 zig-zag, Pos 2 lompat tali, Pos 3 lari bolak-balik). Kriteria: Murid menyelesaikan ketiga pos tanpa berhenti atau menolak beraktivitas.
  • Observasi penyesuaian strategi gerak saat berpindah rute rintangan (acuan: memperpendek langkah kaki saat berbelok di patok Pos 1 dan langsung menambah dorongan kaki saat lari lurus di Pos 3).
  • Observasi partisipasi positif dalam tim (acuan: menempati urutan giliran tanpa berebut dan memberikan sorakan/tepukan semangat kepada rekan yang sedang melakukan lintasan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan refleksi gerak di akhir sesi: Murid menyebutkan penyesuaian gerak yang dilakukannya pada lintasan simulasi. Kriteria penerimaan: Jawaban menyebutkan perubahan fisik operasional yang tepat (acuan jawaban: memperlambat laju/memperpendek langkah saat mendekati tikungan patok, atau mempercepat ayunan langkah saat berada di jalur lurus bolak-balik).

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja keikutsertaan dan penyesuaian strategi gerak pada rangkaian pos kebugaran.
  • Lembar observasi partisipasi positif (menyemangati, bergiliran, bekerja sama) dalam kelompok selama simulasi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Partisipasi dalam Aktivitas Kebugaran JasmaniHanya mengikuti 1 pos kebugaran dan memerlukan dorongan penuh dari guru untuk melanjutkan aktivitas.Mengikuti 2 pos kebugaran dengan cukup antusias namun belum menyelesaikan rangkaian pos secara tuntas.Berpartisipasi aktif menyelesaikan seluruh 3 pos simulasi latihan kebugaran jasmani dari awal hingga akhir.Berpartisipasi aktif menyelesaikan seluruh 3 pos simulasi secara mandiri dan mengulang lintasan dengan konsisten penuh energi.
Penyesuaian Strategi Gerak dalam Rangkaian AktivitasBelum menyesuaikan gerak langkah; kecepatan dan panjang langkah tetap sama sehingga menabrak patok atau kehilangan ritme.Menyesuaikan langkah gerak (misal memperpendek langkah di Pos 1) hanya jika diberi aba-aba oleh guru.Menyesuaikan strategi gerak secara mandiri (memperpendek langkah saat zig-zag dan mempercepat dorongan kaki di lintasan lurus) sehingga lintasan terselesaikan lancar.Menyesuaikan strategi gerak secara konsisten dan luwes pada setiap transisi pos tanpa melakukan kesalahan perputaran tubuh.
Partisipasi Positif dalam Kelompok/TimBelum menunjukkan dukungan kepada rekan tim dan sering menyerobot giliran bermain.Menunggu giliran bermain dengan tertib namun belum menunjukkan tindakan aktif menyemangati teman satu tim.Menunjukkan partisipasi positif dengan mematuhi giliran estafet dan aktif menyemangati rekan kelompok selama simulasi.Secara konsisten berpartisipasi positif: tertib giliran, aktif memberi semangat secara verbal maupun tepuk tangan, serta sigap membantu merapikan perlengkapan pos bersama kelompok.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah desain rute simulasi 3 pos kebugaran memberikan ruang yang cukup bagi murid untuk melatih penyesuaian strategi gerak?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam menunjukkan sikap saling mendukung di dalam kelompok selama simulasi berlangsung?

Murid:

  • Gerakan penyesuaian apa yang paling membantumu agar dapat berlari cepat tanpa menabrak patok rintangan?
  • Apakah kamu merasa senang ketika teman sekelompokmu menyemangati saat giliranmu berlari?

Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.4.1 Mengenali faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan dalam latihan kebugaran jasmani
  • TP 4.4.2 Berpartisipasi dalam berbagai aktivitas jasmani untuk melatih kebugaran jasmani di sekolah dan di lingkungan tempat tinggal
  • TP 4.4.3 Menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak dalam permainan sederhana peningkatan kebugaran jasmani
  • TP 4.4.4 Berpartisipasi secara positif dalam kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani kebugaran

Pendahuluan:

  • Guru mengumpulkan murid di lapangan, memimpin doa bersama, memeriksa presensi, dan memimpin pemanasan dinamis terstruktur yang berfokus pada peregangan sendi dan otot (8 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab kebugaran jasmani serta menjelaskan tiga agenda utama: verifikasi lembar catatan aktivitas, unjuk kerja sirkuit permainan kebugaran beregu, dan tes lisan refleksi saat pendinginan (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Tugas 1: Murid dalam kelompoknya menyerahkan Lembar Catatan Aktivitas Jasmani (keikutsertaan latihan kebugaran di rumah diverifikasi orang tua dan di sekolah); guru memeriksa kelengkapan pengisian 2 catatan aktivitas di rumah dan 2 catatan di sekolah (10 menit).
  • Guru memberikan pengarahan teknis dan aturan keselamatan untuk unjuk kerja sirkuit kebugaran beregu yang terdiri atas 3 pos: Pos 1 Kelincahan (lari zig-zag 5 cone berjarak 1,5 meter), Pos 2 Daya Tahan (lompat tali kardus setinggi 15 cm sebanyak 6 kali), dan Pos 3 Koordinasi (memindahkan 3 bola ke dalam keranjang sasaran berjarak 3 meter) (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 2: Sebanyak 4 regu (masing-masing 7 murid) secara bergiliran/serempak melaksanakan unjuk kerja sirkuit permainan kebugaran beregu, di mana setiap murid menyesuaikan strategi gerak (mengatur tempo lari zig-zag, ritme lompatan kardus, dan ketepatan koordinasi lempar-tangkap bola) (30 menit).
  • Lanjutan Tugas 2: Guru mengobservasi penerapan partisipasi positif anggota kelompok saat sirkuit berlangsung, mencakup pembagian giliran yang adil, saling menyemangati rekan tim, mematuhi batas lintasan tanpa curang, dan kerja sama penyelesaian sirkuit hingga regu terakhir tuntas (30 menit).

Merefleksi (Menggembirakan):

  • Tugas 3: Seluruh murid duduk membentuk lingkaran besar di bawah naungan untuk melakukan pendinginan terpandu dan mengikuti tes lisan terstruktur bergiliran terpimpin (1 menit per respons perwakilan/murid) mengenai faktor-faktor yang membuat aktivitas jasmani menyenangkan (acuan faktor: bermain bersama teman, adanya tantangan gerak, suasana ceria tanpa tekanan, tubuh terasa segar/sehat) (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan umum dan apresiasi atas sportivitas serta daya juang seluruh murid selama pelaksanaan asesmen sumatif kebugaran jasmani (3 menit).
  • Guru memandu murid melakukan pendinginan akhir, mengembalikan peralatan olahraga ke tempat semula, memimpin doa penutup sesi bab, dan membubarkan barisan (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi visual berupa gambar skema alur sirkuit di papan petunjuk lapangan untuk memudahkan pemahaman urutan pos.
  • Proses: Penyediaan lintasan cadangan dengan jarak cone yang setara bagi murid yang memerlukan ruang gerak lebih teratur tanpa mengubah target tugas gerak.
  • Produk: Respons tes lisan dapat disampaikan secara langsung atau dibantu memilih kartu kata kunci faktor kesenangan yang disediakan guru bagi murid yang memerlukan dukungan komunikasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan fisik murid melalui tanya jawab kesiapan gerak dan kelengkapan membawa lembar catatan aktivitas jasmani yang telah ditandatangani orang tua (acuan: tanda tangan orang tua tertera dan kondisi fisik siap berolahraga).

Proses:

  • Observasi kepatuhan alur pos sirkuit dan pencatatan lembar observasi keterlibatan murid dalam regu selama unjuk kerja berlangsung.

Sumatif Bab:

  • Unjuk kerja permainan kebugaran beregu dan penyerahan lembar catatan aktivitas jasmani: Performa penyesuaian gerak dan perilaku kerja sama tim dalam sirkuit permainan kebugaran, penyampaian lisan faktor kesenangan saat pendinginan, serta lembar catatan aktivitas kebugaran di rumah dan sekolah
  • pengecekan portofolio catatan aktivitas jasmani: lembar catatan aktivitas jasmani yang memuat bukti keikutsertaan latihan kebugaran di lingkungan rumah (diverifikasi orang tua) dan di sekolah yang dikumpulkan murid serentak di awal sesi (15 menit; kelompok; instrumen: lembar cek keikutsertaan aktivitas jasmani)
  • unjuk kerja permainan kelompok sederhana: pengamatan terhadap penyesuaian strategi gerak (kelincahan, daya tahan, koordinasi) dan partisipasi positif (sportivitas, saling mendukung, kerja sama regu) saat bertanding dalam sirkuit permainan kebugaran sederhana yang dinilai secara berkelompok (4 regu beranggotakan 7 murid bermain secara bergiliran/serempak) (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik observasi unjuk kerja dan perilaku kerja sama tim)
  • tes lisan terstruktur saat refleksi pendinginan: jawaban lisan terpandu dari perwakilan kelompok dan murid secara bergiliran dalam lingkaran kelas (1 menit per respons dalam diskusi refleksi terpimpin seluruh kelas) mengenai hal-hal yang membuat latihan dan permainan kebugaran terasa menyenangkan (30 menit; kelompok; instrumen: pedoman wawancara lisan dan daftar cek ketercapaian refleksi)

Sumatif:

  • Unjuk kerja permainan kebugaran beregu dan penyerahan lembar catatan aktivitas jasmani: Performa penyesuaian gerak dan perilaku kerja sama tim dalam sirkuit permainan kebugaran, penyampaian lisan faktor kesenangan saat pendinginan, serta lembar catatan aktivitas kebugaran di rumah dan sekolah
  • pengecekan portofolio catatan aktivitas jasmani: lembar catatan aktivitas jasmani yang memuat bukti keikutsertaan latihan kebugaran di lingkungan rumah (diverifikasi orang tua) dan di sekolah yang dikumpulkan murid serentak di awal sesi (15 menit; kelompok; instrumen: lembar cek keikutsertaan aktivitas jasmani)
  • unjuk kerja permainan kelompok sederhana: pengamatan terhadap penyesuaian strategi gerak (kelincahan, daya tahan, koordinasi) dan partisipasi positif (sportivitas, saling mendukung, kerja sama regu) saat bertanding dalam sirkuit permainan kebugaran sederhana yang dinilai secara berkelompok (4 regu beranggotakan 7 murid bermain secara bergiliran/serempak) (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik observasi unjuk kerja dan perilaku kerja sama tim)
  • tes lisan terstruktur saat refleksi pendinginan: jawaban lisan terpandu dari perwakilan kelompok dan murid secara bergiliran dalam lingkaran kelas (1 menit per respons dalam diskusi refleksi terpimpin seluruh kelas) mengenai hal-hal yang membuat latihan dan permainan kebugaran terasa menyenangkan (30 menit; kelompok; instrumen: pedoman wawancara lisan dan daftar cek ketercapaian refleksi)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Partisipasi Aktivitas Jasmani di Sekolah dan Rumah (TP 4.4.2)Lembar catatan aktivitas jasmani memuat kurang dari 2 aktivitas gabungan antara rumah dan sekolah, atau tidak disertai verifikasi orang tua.Lembar catatan aktivitas jasmani memuat 2 aktivitas kebugaran (di rumah berverifikasi atau di sekolah), tetapi belum lengkap mencakup kedua lingkungan.Lembar catatan aktivitas jasmani memuat 3-4 aktivitas kebugaran lengkap yang mencakup lingkungan rumah (terverifikasi orang tua) dan lingkungan sekolah.Lembar catatan aktivitas jasmani memuat lebih dari 4 aktivitas kebugaran di lingkungan rumah (terverifikasi orang tua) dan sekolah dengan rincian durasi yang konsisten.
Penyesuaian Strategi Gerak dalam Sirkuit Kebugaran (TP 4.4.3)Belum mampu menyesuaikan kecepatan atau ritme gerak pada ketiga pos sirkuit (sering menjatuhkan cone, kehilangan ritme lompat, dan gagal memindahkan bola).Mampu menyesuaikan strategi gerak pada 1 pos sirkuit saja (misal hanya pada kelincahan zig-zag), sedangkan pos lainnya belum disesuaikan dengan baik.Mampu menyesuaikan strategi gerak secara efektif pada 2-3 pos sirkuit (mengatur langkah pada lari zig-zag, menjaga ritme lompatan kardus, dan akurasi lempar bola sasaran).Mampu menyesuaikan seluruh strategi gerak pada 3 pos sirkuit dengan transisi yang sangat halus, ritme stabil, dan akurat tanpa kehilangan kendali tubuh.
Partisipasi Positif dalam Tim (TP 4.4.4)Menunjukkan sikap pasif, mengabaikan giliran regu, atau enggan bekerja sama dalam menyelesaikan sirkuit kebugaran.Mengikuti giliran bermain dalam tim, namun belum menunjukkan dorongan positif atau saling mendukung rekan satu kelompok.Berpartisipasi aktif secara positif: mematuhi giliran dengan tertib, menyemangati rekan satu tim, dan menghargai aturan main fair play.Secara konsisten menunjukkan partisipasi positif penuh: mematuhi giliran, aktif memberikan motivasi suportif kepada semua rekan tim, dan menjaga kekompakan regu hingga tuntas.
Mengenali Faktor Aktivitas Jasmani Menyenangkan (TP 4.4.1)Belum mampu menyebutkan faktor yang membuat aktivitas jasmani menyenangkan sesuai konteks latihan kebugaran.Menyebutkan 1 faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan berdasarkan daftar acuan dengan bimbingan stimulus guru.Menyebutkan secara tepat minimal 2 faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan sesuai daftar acuan (unsur permainan/teman/suasana gembira/tubuh segar) secara mandiri.Menyebutkan secara tepat 3 atau lebih faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan sesuai daftar acuan secara runtut, percaya diri, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh rangkaian tugas asesmen sumatif unjuk kerja dan tes lisan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai alokasi 105 menit?
  • Bagaimana tingkat objektivitas guru dalam mengamati penyesuaian strategi gerak dan partisipasi positif pada 4 regu yang bertanding?
  • Apakah instrumen lembar catatan aktivitas jasmani efektif dalam memotret kebiasaan hidup aktif murid di luar jam sekolah?

Murid:

  • Strategi gerak apa yang paling membantumu saat melewati rintangan zig-zag dan lompat tali kardus tadi?
  • Apa yang paling membuatmu merasa senang saat bermain dan berolahraga bersama regumu hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2022)
  2. Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2022)
  3. Matras olahraga, stopwatch, peluit, dan Lembar Kerja Detektif Kesenangan
  4. Buku Panduan Siswa PJOK SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2022)
  5. Kerucut/corong (cone) untuk rintangan zig-zag
  6. Pita warna dan peluit
  7. Kartu peraga faktor kesenangan aktivitas fisik dan Lembar Pengenal Faktor Kesenangan
  8. Buku Panduan Guru PJOK Kelas IV SD (Kemendikbudristek, 2022, Bab 4)
  9. Buku Siswa PJOK Kelas IV SD (Kemendikbudristek, 2022, Bab 4)
  10. Halaman/lapangan sekolah, cone/patok pembatas, peluit, stopwatch, lembar ceklis keterlibatan diri
  11. Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas IV, Pusat Perbukuan Balitbangbud Kemendikbudristek
  12. Buku Siswa PJOK Kelas IV, Pusat Perbukuan Balitbangbud Kemendikbudristek
  13. Alat peraga: 10 buah cone/kerucut, 4 utas tali karet/skipping, peluit, stopwatch, dan 3 lembar kartu gambar aktivitas lingkungan rumah
  14. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023)
  15. Buku Siswa PJOK Kelas IV SD/MI Bab 4
  16. Cone/corong pembatas lapangan, peluit, rompi/pita penanda
  17. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2023), Bab 4 'Ayo, Bugarkan Tubuhmu!'
  18. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2023), Bab 4
  19. Peralatan: kerucut pembatas (cone), bilah rintangan rendah (tinggi 15-20 cm), bola spons kecil, piring plastik, stopwatch, dan peluit.
  20. Buku Panduan Guru PJOK untuk SD/MI Kelas IV, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  21. Buku Siswa PJOK untuk SD/MI Kelas IV, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  22. Perlengkapan pos sirkuit kebugaran: kardus/tali rintangan, matras senam, cone rintangan lari, peluit, dan stopwatch.
  23. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2022)
  24. Buku Siswa PJOK Kelas IV Bab 4: Ayo, Bugarkan Tubuhmu!
  25. Cone/corong pembatas, bola plastik/bola tenis, keranjang/ember, simpai/tali regu
  26. Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2022).
  27. Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2022).
  28. Peluit, stopwatch, patok kerucut (cones), tali rintangan rendah, dan bola mini.
  29. Buku Panduan Guru PJOK Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek RI, 2022)
  30. Buku Siswa PJOK Kelas IV SD/MI Bab 4 (Kemendikbudristek RI, 2022)
  31. Peralatan sirkuit: 20 buah cone, 6 kardus rintangan rendah (tinggi 15 cm), 12 bola plastik kecil, 4 keranjang sasaran, peluit, dan stopwatch
  32. Instrumen Lembar Catatan Aktivitas Jasmani Rumah dan Sekolah
  33. Lembar Rubrik Observasi Unjuk Kerja dan Panduan Wawancara Lisan Refleksi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.