MODUL AJAR PJOK — Kelas 4 (Fase B) Topik: Merangkai Gerak dalam Aktivitas Bela Diri Pencak Silat INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Merangkai Gerak dalam Aktivitas Bela Diri Pencak Silat |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat memperagakan dan merangkai gerak dasar pencak silat (kuda-kuda, langkah, tangkisan, pukulan) menjadi rangkaian gerak sederhana dengan memperhatikan konsep tubuh, ruang, dan usaha.
- Murid dapat menerapkan peraturan dan sikap fair play dalam latihan rangkaian gerak pencak silat bersama pasangan atau kelompok.
- Murid dapat menunjukkan perannya secara aktif dan terhormat dalam proses pembelajaran aktivitas bela diri pencak silat.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian melihat pertandingan pencak silat? Gerakan apa saja yang kalian ingat dan mengapa gerakan itu terlihat kuat dan indah sekaligus?
- Jika kalian harus melindungi diri sendiri dengan gerakan yang sopan dan terhormat, gerakan apa yang akan kalian pilih dan bagaimana cara merangkainya?
- Pencak silat adalah warisan budaya Indonesia — menurut kalian, apa yang membuat seni bela diri ini berbeda dari olahraga bela diri lain yang pernah kalian kenal?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai aktivitas fisik (± 2 menit).
- Guru melakukan presensi dan memastikan semua murid sudah berada di area lapangan atau aula dengan cukup ruang gerak.
- Asesmen Awal — Guru mengajukan 2 pertanyaan lisan singkat: (1) 'Siapa yang sudah pernah melihat atau mencoba gerakan pencak silat?' (2) 'Sebutkan satu gerakan pencak silat yang kalian ingat!' Guru mencatat respons murid sebagai peta awal kemampuan kelas (± 3 menit).
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama untuk membangun rasa ingin tahu: 'Pernahkah kalian melihat pertandingan pencak silat? Gerakan apa yang paling kalian ingat?' Biarkan 2–3 murid merespons secara singkat.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara ringkas: 'Hari ini kita akan merangkai gerakan kuda-kuda, langkah, tangkisan, dan pukulan menjadi satu rangkaian pencak silat yang utuh, sambil menjaga sikap sportif dan saling menghormati.' (± 2 menit)
- Pemanasan terstruktur (± 5 menit): Guru memimpin pemanasan statis dan dinamis — gerak leher, bahu, pinggang, lutut, dan pergelangan kaki — diikuti dengan gerakan jalan di tempat berirama yang perlahan memperkenalkan pola langkah pencak silat secara menyenangkan (bertepuk tangan mengikuti irama).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menayangkan video singkat (2–3 menit) rangkaian gerak pencak silat sederhana yang mencakup kuda-kuda tengah, langkah maju, tangkisan luar, dan pukulan lurus. Murid diminta mengamati dengan cermat dan diam, fokus pada perpindahan berat badan dan posisi tangan. (Berkesadaran)
- Setelah video, guru mengajukan pertanyaan refleksi pengamatan: 'Gerakan mana yang menurut kalian paling membutuhkan keseimbangan? Mengapa?' Murid berdiskusi berpasangan selama 1 menit, lalu 2 pasangan berbagi jawaban ke kelas.
- Guru mendemonstrasikan satu per satu komponen gerak dasar secara urut: (1) Kuda-kuda tengah — berdiri dengan kaki selebar bahu, lutut sedikit ditekuk, badan tegak; (2) Langkah maju — melangkahkan kaki depan ke depan sambil mempertahankan kuda-kuda; (3) Tangkisan luar — lengan bawah bergerak ke luar menangkis dari sisi dalam; (4) Pukulan lurus — kepalan tangan maju lurus setinggi dada diikuti tarikan tangan lain ke pinggang. Setiap gerakan dijelaskan dengan nama, fungsi, dan konsep tubuh-ruang-usaha yang terlibat. (Bermakna)
- Murid diminta menirukan setiap gerakan secara perlahan bersama guru (metode mirror/cermin), satu gerakan diulang 4 kali sebelum berpindah ke gerakan berikutnya. Guru berkeliling mengamati dan memberikan umpan balik verbal singkat ('posisi kaki sudah bagus', 'coba tekuk lutut sedikit lebih dalam').
- Guru menggabungkan keempat gerakan menjadi satu urutan rangkaian gerak Pencak Silat 1 (mengacu Buku Siswa: sikap tegak satu → kuda-kuda tengah → sikap pasang terbuka → tangkisan luar → pukulan lurus) dan mendemonstrasikan sekali secara penuh dengan hitungan 1–8.
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Latihan mandiri berulang (± 8 menit): Murid berlatih rangkaian gerak secara mandiri dengan hitungan guru (1–8 diulang 4 kali). Guru memutar musik tradisional/gamelan Sunda/Jawa dengan tempo sedang sebagai latar agar suasana lebih menyenangkan dan otentik. (Menggembirakan)
- Latihan berpasangan — mirror drill (± 5 menit): Murid berpasangan, satu sebagai 'pesilat' dan satu sebagai 'cermin'. Pesilat melakukan rangkaian gerak, cermin menirukan secara sinkron. Setelah 2 kali pengulangan, peran berganti. Guru mengingatkan etika: tidak menertawakan kesalahan pasangan, memberi semangat dengan 'Bisa!' (Bermakna — konteks kerja sama dan fair play, TP 4.3.7.2)
- Asesmen Proses — observasi gerak: Saat latihan berpasangan, guru menggunakan lembar ceklis pengamatan untuk menilai: (a) ketepatan posisi kuda-kuda, (b) kesinambungan langkah, (c) bentuk tangkisan, (d) arah dan tenaga pukulan, (e) sikap hormat kepada pasangan. Guru memberi umpan balik langsung kepada 4–5 murid yang membutuhkan koreksi.
- Tantangan rangkaian kelompok (± 5 menit): Murid dibagi menjadi kelompok 4 orang. Setiap kelompok bertugas melakukan rangkaian gerak secara bersamaan (synchronised) dan menambahkan satu variasi gerak pilihan mereka sendiri (boleh menambah langkah mundur, tangkisan atas, atau elakan hadap sesuai buku siswa). Kelompok mendiskusikan dan memilih bersama. (Menggembirakan, Bermakna — kreativitas dan kolaborasi)
- Setiap kelompok menampilkan hasil rangkaian mereka di depan kelompok lain. Penonton memberikan apresiasi dengan tepuk tangan dan satu kalimat positif ('Kuda-kudanya kompak!', 'Pukulannya serentak!'). Guru mengingatkan nilai fair play: menghargai penampilan semua kelompok tanpa mengejek. (TP 4.3.7.2 dan 4.3.7.3)
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru meminta murid berdiri di tempat masing-masing, menutup mata sejenak (10 detik), dan merasakan bagian tubuh mana yang paling banyak bekerja hari ini. Guru bertanya: 'Apa yang tubuh kalian rasakan setelah melakukan rangkaian pencak silat? Otot mana yang terasa paling lelah?' (Berkesadaran)
- Diskusi makna (± 3 menit): Guru mengajukan pertanyaan pemantik ketiga: 'Pencak silat adalah warisan budaya Indonesia — menurut kalian, apa yang membuat bela diri ini istimewa dibanding olahraga lain?' Murid menjawab secara bergantian (round-robin singkat, setiap anak 1 kalimat). Guru merangkum nilai: pencak silat mengajarkan kekuatan fisik sekaligus budi pekerti. (Bermakna — koneksi ke identitas budaya, DPL Kewargaan)
- Jurnal gerak singkat (± 3 menit): Murid menuliskan di selembar kertas kecil (atau sticky note): (1) Satu gerakan yang sudah bisa dilakukan dengan baik, (2) Satu gerakan yang masih perlu dilatih, (3) Satu hal yang ingin dicoba di latihan berikutnya. Kertas dikumpulkan dan digunakan guru sebagai data tindak lanjut. (Berkesadaran — metakognisi gerak)
- Guru memfasilitasi murid untuk menyampaikan satu kalimat apresiasi kepada diri sendiri dan kepada kelompoknya atas usaha hari ini, sebagai penutup tahap refleksi.
Penutup:- Pendinginan (± 3 menit): Guru memimpin gerakan pendinginan — peregangan statis untuk kaki (paha depan, betis), bahu, dan pergelangan tangan — sambil menghitung bersama dengan suara pelan dan napas dalam.
- Asesmen Akhir — penilaian unjuk kerja singkat (± 4 menit): Guru memilih 4–6 murid secara acak untuk memperagakan rangkaian gerak pencak silat secara individual di depan kelas. Guru menilai menggunakan rubrik 4 level. Peserta lain menjadi penonton yang sportif.
- Guru memberikan umpan balik umum kepada seluruh kelas: hal-hal yang sudah bagus hari ini dan satu fokus perbaikan untuk latihan berikutnya.
- Guru mengajukan pertanyaan refleksi penutup: 'Apa satu hal paling berharga yang kalian pelajari hari ini — bukan hanya tentang gerakan, tapi juga tentang diri kalian sendiri?' 2–3 murid berbagi jawaban.
- Guru menyampaikan tindak lanjut: murid dianjurkan berlatih rangkaian gerak di rumah minimal sekali sebelum pertemuan berikutnya, bisa bersama anggota keluarga.
- Guru menutup pelajaran dengan berdoa bersama dan salam penutup.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang belum menguasai gerak dasar diberikan kartu gerak bergambar (picture card) bergambar posisi kuda-kuda, langkah, tangkisan, dan pukulan dengan keterangan singkat sebagai panduan visual saat berlatih mandiri. Murid yang sudah mahir dapat mempelajari Rangkaian Gerak 2 (sikap tegak dua → langkah lompat → tangkisan atas → pukulan lurus → elakan hadap) sebagai pengayaan.
- Proses: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan dikelompokkan bersama guru atau teman sebaya yang lebih mahir (peer-tutoring) pada sesi latihan mandiri. Guru memberikan asistensi fisik terbimbing (physical guidance) untuk membenarkan posisi dengan izin murid. Murid yang cepat belajar diberi peran sebagai 'demonstrator mini' untuk membantu teman dan mendapat tantangan ekstra: merangkai gerakan dengan irama berbeda (lambat-cepat-lambat).
- Produk: Murid yang belum berkembang cukup memperagakan minimal 3 dari 4 elemen gerak (kuda-kuda, langkah, tangkisan atau pukulan). Murid yang sudah berkembang memperagakan rangkaian lengkap dengan alur yang mulus dan konsisten. Murid dengan kemampuan sangat berkembang dapat menciptakan variasi rangkaian sendiri dan mempresentasikannya kepada kelompok.
ASESMENAwal:- Tanya jawab lisan 2 pertanyaan di pendahuluan: (1) 'Siapa yang sudah pernah melihat atau mencoba gerakan pencak silat?' — untuk memetakan pengalaman awal. (2) 'Sebutkan satu gerakan pencak silat yang kalian ingat!' — untuk memetakan pengetahuan gerak yang sudah dimiliki.
- Guru mencatat respons murid secara informal (bisa dengan tanda tangan di daftar hadir kelas) untuk mengelompokkan: murid yang sudah familiar vs yang belum pernah melihat pencak silat. Hasil ini digunakan untuk menentukan strategi diferensiasi proses.
Proses:- Observasi berkeliling saat latihan mandiri dan mirror drill: guru menggunakan lembar ceklis per murid dengan 5 indikator — (a) posisi kuda-kuda benar, (b) langkah maju terkoordinasi, (c) tangkisan dengan lengan bawah, (d) pukulan lurus setinggi dada, (e) sikap hormat kepada pasangan.
- Umpan balik langsung (corrective feedback) kepada 4–5 murid yang membutuhkan koreksi segera selama latihan berpasangan.
- Observasi kerja kelompok: keaktifan setiap anggota, kemampuan berdiskusi menentukan variasi gerak, dan kualitas penampilan rangkaian kelompok.
Akhir:- Unjuk kerja individual: 4–6 murid dipilih acak memperagakan rangkaian gerak lengkap. Penilaian menggunakan rubrik 4 level yang mencakup aspek: keakuratan gerak, kesinambungan rangkaian, konsep tubuh-ruang-usaha, dan sikap (fair play dan keterlibatan aktif).
- Jurnal gerak (dikumpulkan): guru membaca dan menganotasi jurnal gerak murid untuk merencanakan tindak lanjut pada pertemuan berikutnya.
- Observasi sikap keseluruhan (fair play dan peran aktif) selama satu pertemuan dicatat pada lembar observasi sikap sebagai data asesmen TP 4.3.7.2 dan 4.3.7.3.
Formatif:- Observasi gerak selama latihan berpasangan menggunakan lembar ceklis: ketepatan kuda-kuda, kesinambungan langkah, bentuk tangkisan, arah pukulan, dan sikap hormat kepada pasangan.
- Pertanyaan lisan saat tahap Memahami untuk mengecek pemahaman konsep (nama gerakan, fungsi, dan konsep tubuh-ruang-usaha).
- Pengamatan saat presentasi kelompok: kekompakan, inisiatif variasi gerak, dan penerapan fair play.
- Jurnal gerak singkat (sticky note) di akhir tahap Merefleksi sebagai data perkembangan individual.
Sumatif:- Unjuk kerja individual: murid memperagakan rangkaian gerak pencak silat (minimal 4 elemen: kuda-kuda, langkah, tangkisan, pukulan) dinilai menggunakan rubrik 4 level.
- Observasi sikap fair play dan keterlibatan aktif selama seluruh proses pembelajaran, direkam dalam lembar observasi sikap.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keakuratan Gerak Dasar (kuda-kuda, langkah, tangkisan, pukulan) | Murid hanya dapat memperagakan 1 dari 4 gerak dasar dengan bentuk yang dapat dikenali; posisi tubuh belum sesuai. | Murid dapat memperagakan 2–3 dari 4 gerak dasar dengan bentuk yang cukup sesuai, namun masih memerlukan bantuan atau pengingat dari guru. | Murid dapat memperagakan semua 4 gerak dasar dengan bentuk yang sebagian besar benar secara mandiri, meskipun ada 1–2 detail posisi yang masih perlu diperbaiki. | Murid memperagakan semua 4 gerak dasar dengan posisi tepat, tenaga sesuai, dan tanpa perlu pengingat dari guru. | | Kesinambungan Rangkaian Gerak | Murid berhenti atau terputus di antara setiap gerakan dan belum dapat menghubungkan gerakan menjadi rangkaian. | Murid dapat menghubungkan 2–3 gerakan menjadi rangkaian pendek namun ada jeda atau kebingungan yang jelas di antara gerakan. | Murid dapat melakukan rangkaian 4 gerakan secara berurutan dengan transisi yang cukup lancar, meskipun ada sedikit hesitasi. | Murid melakukan seluruh rangkaian dengan alur yang mulus, ritmis, dan terkontrol tanpa jeda yang tidak perlu. | | Penerapan Konsep Tubuh, Ruang, dan Usaha | Murid belum menunjukkan kesadaran terhadap konsep tubuh, ruang, dan usaha dalam gerak (misalnya tubuh kaku, langkah tidak terarah, tenaga tidak terkontrol). | Murid menunjukkan kesadaran pada salah satu dari tiga konsep (misalnya ruang gerak cukup, tapi tubuh dan usaha belum terkontrol). | Murid menunjukkan kesadaran pada 2 dari 3 konsep secara konsisten dalam sebagian besar rangkaian gerak. | Murid secara sadar mengaplikasikan konsep tubuh (posisi), ruang (arah dan jarak gerak), dan usaha (tenaga dan irama) secara terpadu dalam seluruh rangkaian. | | Sikap Fair Play dan Keterlibatan Aktif | Murid tidak terlibat aktif, tidak mengikuti instruksi, dan/atau menunjukkan sikap tidak menghormati pasangan/kelompok (menertawakan, tidak mau bergantian peran). | Murid terlibat namun pasif (hanya ikut saat diminta), dan menunjukkan sikap netral terhadap pasangan — belum secara aktif menghargai. | Murid terlibat aktif dalam latihan, mengikuti aturan giliran, dan menunjukkan sikap menghargai pasangan/kelompok secara konsisten. | Murid terlibat sangat aktif, berinisiatif membantu teman yang kesulitan, secara konsisten memberikan semangat kepada pasangan/kelompok, dan menjadi contoh sikap fair play dalam kelas. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang cukup untuk berlatih dan mendapatkan umpan balik selama sesi ini?
- Apakah urutan kegiatan (Memahami → Mengaplikasi → Merefleksi) berjalan sesuai alokasi waktu, dan bagian mana yang perlu disesuaikan durasinya?
- Sejauh mana diferensiasi yang disiapkan berhasil menjangkau murid yang bergerak di bawah dan di atas rata-rata kelas?
- Bagaimana kualitas penerapan fair play yang ditunjukkan murid — apakah nilai ini perlu lebih ditekankan pada pertemuan berikutnya?
- Apakah strategi mirror drill dan penampilan kelompok efektif untuk membangun kepercayaan diri murid dalam bergerak di depan teman?
Refleksi Murid:- Gerakan mana dalam rangkaian pencak silat yang paling mudah dan paling sulit kamu lakukan hari ini? Apa yang membuatnya sulit?
- Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama dengan pasangan — apakah kamu sudah bersikap adil dan menghargai? Apa yang bisa kamu lakukan lebih baik lagi?
- Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa PJOK Kelas 4 Edisi 2024 (Tri Agus Prasetijo dan Alda Indrawan, ISBN: 978-623-388-558-4) — Bab 3 'Ayo, Merangkai Gerak!', halaman 112–113 (Rangkaian Gerak Pencak Silat 1 dan 2).
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas 4 Edisi 2024 — Panduan Khusus Bab 3 (halaman 106 dst.) tentang aktivitas merangkai gerak bela diri pencak silat.
- Video pembelajaran rangkaian gerakan pencak silat (dapat diakses melalui Platform Merdeka Mengajar, YouTube resmi Kemendikbudristek, atau sumber internet relevan lainnya).
- Kartu gerak bergambar (picture card) untuk diferensiasi — dapat dibuat guru dari gambar buku siswa atau dicetak dari sumber daring, berisi ilustrasi posisi kuda-kuda, langkah, tangkisan, dan pukulan.
- Lembar ceklis observasi gerak (dibuat guru) — 5 indikator per murid untuk asesmen proses.
- Lembar observasi sikap (dibuat guru) — indikator fair play dan keterlibatan aktif.
- Sticky note / kertas kecil untuk jurnal gerak murid.
- Musik tradisional Indonesia bertempo sedang (gamelan Sunda/Jawa) untuk latar aktivitas latihan — dapat diakses melalui platform musik digital atau YouTube.
- Lapangan olahraga atau aula sekolah dengan cukup ruang gerak per murid (minimal 2x2 meter per orang).
- Peluit guru untuk mengatur transisi antar kegiatan.
- Platform Merdeka Mengajar — sebagai sumber modul ajar dan video pembelajaran tambahan yang relevan.
|