Modul AjarPertemuan 5Bab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 4: Merangkai Gerak dalam Aktivitas Senam (Gerak Keseimbangan dan Lokomotor)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 4 dengan topik "Merangkai Gerak dalam Aktivitas Senam (Gerak Keseimbangan dan Lokomotor)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 4: Merangkai Gerak dalam Aktivitas Senam (Gerak Keseimbangan dan Lokomotor)

PJOK - Kelas 4

Bab 3 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Merangkai Gerak dalam Aktivitas Senam (Gerak Keseimbangan dan Lokomotor)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMerangkai Gerak dalam Aktivitas Senam (Gerak Keseimbangan dan Lokomotor)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat memperagakan gerak keseimbangan (keseimbangan satu kaki) dan gerak lokomotor sebagai elemen rangkaian gerak senam dengan teknik yang benar.
  2. Murid dapat memecahkan masalah gerak sederhana saat menyusun urutan gerak senam agar rangkaian terlihat rapi dan terkontrol.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat atlet senam melakukan gerakan berdiri satu kaki? Menurutmu, apa yang membuat gerakan itu terlihat bagus dan tidak oleng?
  2. Kalau kamu ingin menggabungkan gerakan berdiri satu kaki lalu melangkah maju, gerakan mana yang harus dilakukan lebih dulu supaya tidak jatuh?
  3. Bayangkan kamu sedang menampilkan senam di depan kelas — gerakan apa saja yang ingin kamu rangkaikan agar terlihat rapi dan percaya diri?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai aktivitas fisik.
  • Guru melakukan presensi dan memastikan semua murid sudah siap secara fisik (memakai sepatu, pakaian olahraga).
  • Asesmen Awal (diagnostik): Guru meminta murid mencoba berdiri satu kaki selama 5 detik. Amati siapa yang sudah stabil, cukup stabil, dan masih oleng — gunakan catatan singkat sebagai pemetaan awal kemampuan keseimbangan.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama dan kedua untuk memancing rasa ingin tahu murid tentang gerak keseimbangan dalam senam.
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini: memperagakan keseimbangan satu kaki dan gerak lokomotor, lalu merangkainya menjadi urutan gerak senam yang rapi.
  • Pemanasan dinamis (5 menit): lari keliling lapangan 2 putaran, dilanjutkan peregangan statis (leher, bahu, pinggang, paha, betis) dan latihan keseimbangan ringan (berdiri jinjit 10 detik, berdiri satu kaki bergantian 5 detik).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru mendemonstrasikan dua posisi keseimbangan satu kaki: (a) Sikap Bangau — berdiri tegak, satu lutut ditekuk ke depan setinggi pinggang, tangan di pinggang; (b) Sikap Kapal Terbang — berdiri tegak, badan condong ke depan, satu kaki lurus ke belakang sejajar lantai, tangan membentang ke samping.
  • Guru menunjukkan dua gerak lokomotor yang akan dirangkai: langkah maju 3 hitungan dan lompat kangkang (atau lompat melangkah jika tidak ada bangku lompat).
  • Murid mengamati demonstrasi guru dan diminta memperhatikan tiga poin kunci: posisi titik berat badan, pandangan mata ke depan, dan koordinasi tangan-kaki.
  • Guru bertanya: 'Apa yang terjadi jika pandangan mata tidak lurus ke depan saat berdiri satu kaki?' — ajak murid mendiskusikan jawabannya secara singkat (2-3 jawaban dari murid).
  • Guru menjelaskan konsep rangkaian gerak: setiap elemen harus terhubung dengan transisi yang mulus, bukan berhenti lalu mulai lagi.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Latihan elemen 1 — Keseimbangan Satu Kaki: Seluruh murid berlatih Sikap Bangau secara mandiri selama 2 menit (tahan 5 detik, ganti kaki, ulangi). Guru berkeliling memberi umpan balik individual tentang posisi lutut dan pandangan mata.
  • Latihan elemen 2 — Gerak Lokomotor: Murid berlatih langkah maju 3 hitungan dan lompat melangkah secara mandiri selama 2 menit. Fokus pada ayunan tangan yang selaras dengan langkah kaki.
  • Tantangan Merangkai (Aktivitas Utama): Murid diminta menyusun dan memperagakan rangkaian gerak berikut — (1) Berdiri tegak, (2) Sikap Bangau tahan 3 hitungan, (3) Langkah maju 3 langkah, (4) Sikap Kapal Terbang tahan 3 hitungan, (5) Lompat melangkah ke depan, (6) Kembali ke sikap berdiri tegak.
  • Murid berlatih mandiri terlebih dahulu (5 menit), kemudian berpasangan untuk saling mengamati dan memberi masukan: 'Apakah temanmu oleng? Apakah transisi geraknya mulus?'
  • Guru memfasilitasi sesi pemecahan masalah: setiap pasangan diminta mengidentifikasi satu masalah gerak yang muncul (misalnya oleng saat Sikap Kapal Terbang) dan mencoba solusinya (misalnya fokuskan pandangan ke titik tetap di lantai). Pasangan mendiskusikan dan mencoba minimal dua kali.
  • Guru meminta 2-3 pasukan sukarela memperagakan rangkaian di depan kelas sebagai referensi bersama. Kelas memberi apresiasi dengan tepuk tangan.
  • Diferensiasi Proses: Murid yang kesulitan boleh memegang dinding atau tangan teman saat berlatih keseimbangan. Murid yang sudah mahir diberi tantangan tambahan: tahan setiap posisi keseimbangan selama 5 hitungan dan tambahkan variasi arah pandangan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid duduk berpasangan dan menjawab dua pertanyaan refleksi gerak secara lisan kepada pasangannya: (a) 'Gerakan mana yang paling sulit bagimu tadi? Mengapa?' (b) 'Apa yang kamu lakukan untuk membuat rangkaianmu lebih rapi?'
  • Guru meminta 3-4 murid berbagi jawaban mereka di depan kelas secara singkat. Guru menegaskan bahwa menemukan masalah dan mencoba solusi adalah bagian dari belajar senam.
  • Murid mengisi Kartu Refleksi Gerak (dapat berupa lembar sederhana atau disampaikan lisan): (1) Gambar bintang pada gerakan yang sudah bisa dilakukan dengan baik, (2) Gambar tanda tanya pada gerakan yang masih perlu latihan.
  • Guru merangkum pembelajaran dengan menghubungkan rangkaian gerak tadi dengan kehidupan nyata: 'Kemampuan menjaga keseimbangan dan bergerak terkoordinasi berguna dalam banyak aktivitas sehari-hari, mulai dari berolahraga hingga menjaga kesehatan tubuh.'

Penutup:

  • Guru memimpin pendinginan (3 menit): peregangan statis ringan — hamstring, paha depan, bahu, dan punggung bawah.
  • Asesmen Akhir: Guru meminta setiap murid memperagakan rangkaian gerak lengkap (6 elemen) sekali putaran secara berurutan di tempatnya masing-masing. Guru mengamati dan mencatat penilaian menggunakan rubrik.
  • Guru memberikan penguatan positif: menyebutkan contoh perbaikan nyata yang terlihat selama pembelajaran (tanpa menyinggung murid tertentu secara negatif).
  • Guru menyampaikan pesan keselamatan: selalu lakukan pemanasan sebelum berlatih senam agar otot tidak cedera.
  • Guru menutup pembelajaran dengan berdoa bersama dan menginformasikan materi pertemuan berikutnya.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum stabil diberikan variasi gerak keseimbangan yang lebih mudah (berdiri jinjit dua kaki, baru satu kaki dengan tangan menyentuh dinding). Murid yang sudah mahir diberikan tantangan tambahan berupa variasi sikap kapal terbang dengan menutup mata selama 2 hitungan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan dapat berpasangan dengan teman sebaya (peer support) yang lebih mahir sebagai model dan penyemangat. Murid yang cepat memahami dapat langsung mencoba menyusun urutan gerak senam versi mereka sendiri dengan menambah satu elemen bebas.
  • Produk: Murid menunjukkan hasil belajar melalui peragaan langsung rangkaian gerak. Murid yang belum dapat memperagakan semua elemen dapat menunjukkan minimal 4 dari 6 elemen dengan teknik yang benar sebagai bentuk pencapaian bertahap.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid berdiri satu kaki selama 5 detik di awal pendahuluan untuk memetakan kemampuan keseimbangan awal.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara lisan dan mengamati respons murid untuk mengetahui pengetahuan awal mereka tentang rangkaian gerak senam.

Proses:

  • Observasi berkelanjutan saat latihan elemen dan rangkaian gerak (checklist posisi tubuh, stabilitas, koordinasi).
  • Diskusi pasangan saat sesi pemecahan masalah — guru mendengarkan identifikasi masalah dan solusi yang diusulkan murid.
  • Kartu Refleksi Gerak (bintang dan tanda tanya) yang diisi murid pada tahap Merefleksi sebagai bukti kesadaran diri terhadap kemampuan gerak.

Akhir:

  • Peragaan rangkaian gerak lengkap (Berdiri tegak → Sikap Bangau → Langkah maju → Sikap Kapal Terbang → Lompat melangkah → Berdiri tegak) oleh setiap murid, dinilai dengan rubrik 4 level pada aspek teknik keseimbangan dan kelancaran rangkaian lokomotor.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid berlatih mandiri (checklist: posisi titik berat badan, stabilitas keseimbangan, kelancaran transisi gerak).
  • Penilaian teman sebaya (peer assessment) saat latihan berpasangan: menggunakan panduan observasi sederhana — oleng/tidak, transisi mulus/terputus.
  • Tanya jawab lisan saat sesi pemecahan masalah: guru mengidentifikasi pemahaman murid tentang cara mengatasi masalah keseimbangan.

Sumatif:

  • Peragaan rangkaian gerak lengkap (6 elemen) di akhir pembelajaran, dinilai menggunakan rubrik 4 level untuk dua aspek: teknik keseimbangan dan kelancaran transisi lokomotor.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Teknik Gerak Keseimbangan Satu KakiMurid tidak dapat mempertahankan posisi keseimbangan satu kaki lebih dari 1 detik; tubuh sangat oleng atau kaki selalu turun ke lantai.Murid dapat mempertahankan posisi keseimbangan satu kaki 2-3 detik dengan bantuan dinding atau teman; posisi tubuh belum stabil.Murid dapat mempertahankan posisi keseimbangan satu kaki secara mandiri 3-4 detik dengan posisi tubuh cukup tegak dan pandangan lurus ke depan.Murid dapat mempertahankan posisi keseimbangan satu kaki secara mandiri lebih dari 5 detik dengan posisi tubuh tegak, pandangan fokus ke depan, dan tangan/lengan terkontrol sesuai bentuk sikap (Bangau atau Kapal Terbang).
Kelancaran Transisi Gerak Lokomotor dalam RangkaianRangkaian gerak berhenti total di antara setiap elemen; tidak ada transisi yang terbentuk; urutan gerak tidak mengikuti rangkaian yang ditentukan.Rangkaian gerak bisa dilakukan namun terdapat jeda panjang (lebih dari 2 detik) di antara elemen; urutan gerak sudah cukup sesuai namun langkah kaki dan ayunan tangan tidak terkoordinasi.Rangkaian gerak dilakukan dengan transisi cukup mulus (jeda singkat); urutan gerak sesuai; koordinasi langkah kaki dan ayunan tangan terlihat meskipun belum konsisten.Rangkaian gerak dilakukan secara mengalir dari awal hingga akhir tanpa jeda berarti; urutan gerak tepat; transisi antarelemen mulus; koordinasi tangan-kaki harmonis dan rangkaian terlihat rapi dan terkontrol.
Pemecahan Masalah GerakMurid tidak dapat mengidentifikasi masalah gerak yang dialami dan tidak mencoba solusi apapun.Murid dapat mengidentifikasi masalah gerak (misalnya 'saya oleng') namun belum bisa menyebutkan atau mencoba solusi yang tepat.Murid dapat mengidentifikasi masalah gerak dan mencoba satu solusi (misalnya 'fokus pandangan ke satu titik') meskipun hasilnya belum konsisten.Murid dapat mengidentifikasi masalah gerak dengan spesifik, mencoba solusi yang tepat, dan menjelaskan alasannya kepada teman atau guru dengan bahasa yang sederhana namun jelas.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang cukup untuk berlatih setiap elemen gerak secara mandiri sebelum dirangkai?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah efektif menjangkau murid yang kesulitan dan murid yang sudah mahir?
  • Apakah pertanyaan pemantik dan sesi pemecahan masalah berhasil mendorong murid berpikir tentang strategi gerak mereka sendiri?
  • Bagian mana dari rangkaian kegiatan yang paling banyak memakan waktu? Apa yang perlu disesuaikan untuk pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Gerakan mana dalam rangkaian senam hari ini yang paling susah kamu lakukan? Apa yang kamu coba lakukan agar bisa lebih baik?
  • Saat kamu dan temanmu saling mengamati, hal apa yang paling sering perlu diperbaiki? Mengapa menurutmu itu terjadi?
  • Setelah belajar hari ini, apa satu hal yang ingin kamu latih lagi di rumah atau di waktu istirahat?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK Kelas IV SD/MI (Kurikulum Merdeka) — Bab 3: Ayo, Merangkai Gerak!, halaman 88–101
  2. Buku Guru PJOK Kelas IV SD/MI (Kurikulum Merdeka) — Panduan Bab 3
  3. Video demonstrasi rangkaian gerak keseimbangan senam (dapat diakses dari platform Rumah Belajar Kemendikbud atau YouTube kanal resmi)
  4. Matras senam atau area lantai yang bersih dan tidak licin
  5. Bangku lompat (jika tersedia) atau penanda lantai sebagai pengganti
  6. Kartu Refleksi Gerak (lembar sederhana bergambar bintang dan tanda tanya, disiapkan guru)
  7. Peluit dan stopwatch untuk pengelolaan waktu latihan
  8. Cone atau tanda lantai untuk menandai area latihan setiap murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.