Modul AjarPertemuan 4Bab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 4: Merangkai Gerak dalam Aktivitas Gerak Berirama

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 4 dengan topik "Merangkai Gerak dalam Aktivitas Gerak Berirama". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 4: Merangkai Gerak dalam Aktivitas Gerak Berirama

PJOK - Kelas 4

Bab 3 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Merangkai Gerak dalam Aktivitas Gerak Berirama

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMerangkai Gerak dalam Aktivitas Gerak Berirama
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menampilkan rangkaian gerak langkah kaki dan ayunan lengan berirama secara kelompok dengan mempertimbangkan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan.
  2. Murid dapat menunjukkan perannya secara aktif dan terhormat dalam kelompok saat memperagakan rangkaian gerak berirama.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu menari atau bergerak mengikuti irama musik? Apa yang kamu rasakan saat tubuhmu bergerak selaras dengan musiknya?
  2. Menurutmu, apa bedanya bergerak sendiri dengan bergerak bersama kelompok mengikuti irama?
  3. Bagian tubuh mana saja yang paling banyak bergerak ketika kamu mengikuti senam atau tarian berirama?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa sebelum memulai aktivitas jasmani.
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kondisi fisik murid hari ini (asesmen awal informal: tanya-jawab singkat tentang pengalaman gerak berirama).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan merangkai gerak langkah kaki dan ayunan lengan berirama secara kelompok.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu: 'Pernahkah kalian bergerak mengikuti irama musik? Bagaimana rasanya?'
  • Salah satu murid memimpin pemanasan dinamis selama ±5 menit: jalan di tempat, ayunan lengan ke depan-belakang, ayunan lengan ke samping, dan gerakan lutut mengeper, diiringi hitungan bersama.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan hari ini, manfaat belajar gerak berirama bagi kesehatan dan kerja sama, serta menyampaikan bahwa pada akhir pembelajaran akan ada penampilan kelompok.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid diminta membaca buku siswa halaman tentang rangkaian gerak langkah kaki dan ayunan lengan selama ±5 menit. Guru memastikan semua murid membaca dan memberikan pendampingan bagi yang membutuhkan.
  • Guru memperagakan 3 variasi gerak secara berurutan: (a) melangkah maju-mundur sambil mengayunkan kedua lengan ke depan-belakang; (b) melangkah ke samping sambil mengayunkan satu lengan ke samping disertai perpindahan berat badan dan lutut mengeper; (c) melangkah silang sambil mengayunkan dua lengan ke samping diikuti berat badan berpindah.
  • Murid mengamati demonstrasi guru dan mencatat (secara lisan/hafalan) bagian tubuh yang bergerak serta arah geraknya — mengaitkan dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman: 'Bagian tubuh mana yang bergerak? Ke arah mana? Seberapa kuat tenaga yang digunakan?' untuk memastikan murid memahami konsep gerak sebelum berlatih.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencoba masing-masing variasi gerak secara mandiri (±3 menit per variasi), diiringi hitungan guru atau musik berirama sederhana.
  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4–5 orang) secara heterogen. Setiap kelompok berdiskusi dan mencoba menyusun rangkaian minimal 3 hitungan 8 yang menggabungkan variasi langkah kaki dan ayunan lengan yang sudah dipelajari.
  • Setiap anggota kelompok mendapat peran: pemimpin hitungan, pengatur formasi, atau pengingat variasi gerak, sehingga semua terlibat aktif dan terhormat dalam kelompoknya.
  • Kelompok berlatih rangkaian gerak mereka diiringi musik selama ±10 menit. Guru berkeliling, mengamati, dan memberikan umpan balik langsung: mengingatkan konsep tubuh (postur tegak), ruang (arah gerak yang jelas), usaha (tenaga sesuai irama), dan keterhubungan (keselarasan antaranggota).
  • Jika ada murid yang sudah mahir, guru mendorong mereka untuk membantu rekan kelompoknya yang belum berhasil (peer coaching).
  • Diferensiasi proses: murid yang mengalami kesulitan diberi variasi gerak lebih sederhana (hanya langkah maju-mundur + ayunan lengan depan-belakang); murid yang sudah sangat lancar diberi tantangan menambah variasi perpindahan formasi kelompok.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok menampilkan rangkaian gerak berirama mereka di depan kelompok lain (±2 menit per kelompok). Kelompok penonton mengamati dan siap memberikan apresiasi.
  • Setelah semua kelompok tampil, guru memfasilitasi sesi apresiasi singkat: tiap kelompok menyebut satu hal yang mereka sukai dari penampilan kelompok lain.
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan kepada seluruh kelas: 'Gerakan mana yang paling sulit? Bagaimana kalian membantu satu sama lain dalam kelompok? Apa yang akan kalian lakukan berbeda jika berlatih lagi?'
  • Murid menjawab 1–2 pertanyaan refleksi tertulis singkat (bisa di buku catatan): 'Bagian tubuh mana saja yang terlibat?' dan 'Apakah kamu sudah berperan aktif dalam kelompokmu? Ceritakan caranya.'

Penutup:

  • Murid melakukan pendinginan bersama: meluruskan lengan, meregangkan punggung, dan menarik napas dalam-dalam diiringi hitungan pelan.
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: rangkaian gerak berirama yang baik mempertimbangkan konsep tubuh (postur), ruang (arah gerak), usaha (tenaga dan irama), serta keterhubungan (keselarasan dalam kelompok).
  • Guru memberikan umpan balik umum atas penampilan seluruh kelompok, menekankan apresiasi terhadap kerja sama dan keberanian tampil.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya: aktivitas merangkai gerak dalam senam.
  • Murid berdoa bersama mengakhiri pembelajaran, dipimpin oleh salah satu murid.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan kartu panduan bergambar yang menunjukkan langkah-langkah setiap variasi gerak secara visual.
  • Proses: Murid yang belum lancar diberi latihan dengan variasi paling sederhana (langkah maju-mundur + ayunan lengan depan-belakang) dan pendampingan teman sebaya. Murid yang sudah mahir diberi tantangan menambah perpindahan formasi atau variasi gerak baru yang lebih kompleks.
  • Produk: Kelompok yang sudah sangat lancar dapat menampilkan rangkaian dengan transisi formasi (misal: dari baris menjadi lingkaran), sedangkan kelompok yang masih berkembang cukup menampilkan rangkaian statis di tempat dengan keselarasan irama.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya-jawab lisan saat pendahuluan: guru menanyakan pengalaman murid bergerak mengikuti irama sebelumnya untuk memetakan kesiapan belajar.
  • Guru meminta murid menunjukkan secara bebas satu gerakan tangan atau kaki mengikuti irama hitungan, untuk mengetahui pemahaman awal tentang gerak berirama.

Proses:

  • Observasi menggunakan lembar ceklis selama latihan kelompok: apakah murid mampu melakukan langkah kaki sesuai irama, apakah ayunan lengan selaras dengan langkah kaki, apakah murid menunjukkan peran aktif (memberi instruksi, membantu teman, menjaga formasi).
  • Umpan balik lisan langsung dari guru saat berkeliling ke setiap kelompok, menyebut nama murid dan aspek spesifik yang perlu diperbaiki atau diapresiasi.

Akhir:

  • Penampilan rangkaian gerak berirama kelompok (minimal 3 hitungan 8) yang dinilai menggunakan rubrik 4 level untuk aspek keterampilan gerak dan aspek peran dalam kelompok.
  • Refleksi tertulis singkat murid di buku catatan: menjawab 2 pertanyaan tentang keterlibatan tubuh dan cara mereka berkontribusi dalam kelompok.

Formatif:

  • Tanya-jawab lisan saat tahap Memahami untuk memastikan murid dapat mengidentifikasi konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam demonstrasi guru.
  • Observasi guru saat tahap Mengaplikasi: menggunakan lembar ceklis pengamatan gerak (postur tubuh, arah gerak, keselarasan dengan irama, peran aktif dalam kelompok).
  • Umpan balik langsung (verbal) saat kelompok berlatih, menunjuk aspek yang perlu diperbaiki secara spesifik.

Sumatif:

  • Penampilan rangkaian gerak kelompok di tahap Merefleksi, dinilai menggunakan rubrik 4 level pada 2 aspek: (1) kualitas rangkaian gerak (langkah kaki dan ayunan lengan selaras dengan irama, mempertimbangkan konsep tubuh-ruang-usaha-keterhubungan) dan (2) peran aktif dan terhormat dalam kelompok.
  • Refleksi tertulis singkat murid tentang keterlibatan bagian tubuh dan peran diri dalam kelompok.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Rangkaian Gerak Langkah Kaki dan Ayunan Lengan BeriramaMurid belum dapat melakukan langkah kaki dan ayunan lengan secara bersamaan; gerakan tidak mengikuti irama dan tidak mempertimbangkan konsep tubuh, ruang, usaha, serta keterhubungan.Murid dapat melakukan langkah kaki dan ayunan lengan secara terpisah dengan bantuan guru atau teman; sesekali mengikuti irama namun konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan belum konsisten diterapkan.Murid dapat merangkai langkah kaki dan ayunan lengan secara berirama dengan cukup baik; sebagian besar gerakan mempertimbangkan konsep tubuh (postur), ruang (arah), usaha (tenaga), dan keterhubungan (keselarasan kelompok), meski masih ada ketidakselarasan sesekali.Murid menampilkan rangkaian langkah kaki dan ayunan lengan secara berirama dengan konsisten dan selaras; gerakan dengan jelas mempertimbangkan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan, serta terlihat luwes dan percaya diri dalam kelompok.
Peran Aktif dan Terhormat dalam KelompokMurid tidak terlibat dalam latihan kelompok; tidak berinteraksi dengan anggota lain atau mengganggu kegiatan kelompok.Murid terlibat sesekali dalam latihan kelompok namun lebih banyak pasif; belum menunjukkan inisiatif untuk membantu atau berkontribusi pada keberhasilan kelompok.Murid aktif berlatih dalam kelompok dan sesekali membantu teman atau memberi masukan; menghargai kontribusi anggota lain meski belum konsisten.Murid berperan aktif dan penuh tanggung jawab dalam kelompok: menjalankan perannya (pemimpin hitungan/pengatur formasi/pengingat variasi), membantu teman yang kesulitan, dan menunjukkan sikap saling menghargai secara konsisten selama seluruh kegiatan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan bergerak dan berperan aktif dalam kelompoknya hari ini?
  • Variasi gerak mana yang paling banyak menyulitkan murid, dan bagaimana saya akan menyesuaikan pendekatan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah strategi diferensiasi yang saya terapkan hari ini efektif untuk menjangkau murid dengan kemampuan berbeda?
  • Apakah suasana belajar sudah berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan? Apa yang perlu saya tingkatkan?

Refleksi Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah merangkai gerak langkah kaki dan ayunan lengan bersama kelompokmu hari ini?
  • Gerakan mana yang paling sulit kamu lakukan? Apa yang kamu coba lakukan untuk mengatasinya?
  • Bagaimana caramu membantu atau berkontribusi dalam kelompok tadi? Apakah ada hal yang ingin kamu lakukan lebih baik lagi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas IV (Bab 3: Ayo, Merangkai Gerak!) — halaman tentang rangkaian gerak langkah kaki dan ayunan lengan
  2. Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas IV — Bab 3, panduan aktivitas pembelajaran gerak berirama
  3. Musik berirama sederhana (lagu anak atau musik instrumen bertempo sedang) sebagai pengiring latihan
  4. Peluit atau alat penanda irama untuk membantu hitungan
  5. Kartu panduan bergambar variasi gerak (untuk diferensiasi murid yang membutuhkan dukungan visual)
  6. Lembar ceklis observasi guru untuk asesmen proses
  7. Buku catatan murid untuk refleksi tertulis

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.