MODUL AJAR PJOK — Kelas 4 (Fase B) Topik: Bab 3 — Ayo, Merangkai Gerak! INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Ayo, Merangkai Gerak! |
|---|
| Alokasi Waktu | 19 JP (19 x 35 menit = 665 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 7 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 4.3.1 Memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak aktivitas gerak berirama
- TP 4.3.2 Memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak aktivitas senam
- TP 4.3.3 Memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak aktivitas bela diri pencak silat
- TP 4.3.4 Berpartisipasi secara positif dalam kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani merangkai gerak
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana cara kita memindahkan kaki agar gerakan langkah selaras dengan ketukan atau irama musik?
- Apa perbedaan cara melangkah saat melakukan langkah biasa, langkah rapat, dan langkah menyilang?
- Bagaimana rasanya jika langkah kaki kita dipadukan dengan ayunan lengan yang selaras mengikuti ketukan musik?
- Ke arah mana saja kedua lengan kita dapat diayunkan saat melangkah berirama?
- Bagaimana posisi anggota tubuh kita agar dapat berdiri seimbang menggunakan satu kaki tanpa terjatuh?
- Apa yang terjadi pada tubuh kita ketika merentangkan tangan saat bertumpu pada satu kaki?
- Bagaimana posisi kaki saat melakukan kuda-kuda tengah agar badan tetap seimbang dan kokoh?
- Bagaimana cara memindahkan kaki dengan pola langkah lurus dan serong tanpa kehilangan keseimbangan kuda-kuda?
- Bagaimana posisi tangan dan badan kita saat melakukan tangkisan atas lalu langsung menyambungnya dengan pukulan lurus?
- Mengapa saat beralih dari tangkisan ke pukulan posisi kuda-kuda kita harus tetap kokoh dan seimbang?
- Bagaimana cara kita menyatukan gerak langkah berirama, keseimbangan senam, dan kuda-kuda pencak silat secara bersambung bersama kelompok?
- Sikap positif apa yang harus kita tunjukkan agar latihan memadukan gerak bersama teman kelompok berjalan lancar dan kompak?
- Bagaimana kelompokmu memadukan gerak langkah berirama, tumpuan satu kaki, dan kuda-kuda silat agar mengalir lancar?
- Mengapa saling mendukung dan berbagi peran di dalam kelompok sangat penting saat kita memperagakan rangkaian gerak bersama?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Memperagakan Konsep Gerak Langkah Kaki dalam Rangkaian Gerak Berirama — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.1 Memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak aktivitas gerak berirama
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan/aula, mengucapkan salam, memimpin doa, serta mengecek kehadiran dan kesiapan fisik murid (3 menit).
- Guru memandu pemanasan statis dan dinamis yang menekankan kelenturan pergelangan kaki dan tungkai (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik unjuk kerja: meminta murid melakukan 4 hitungan langkah biasa di tempat mengikuti tepukan guru untuk memetakan keselarasan langkah kaki dengan irama (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati peragaan guru dan gambar panduan mengenai 3 konsep pola langkah kaki berirama: langkah biasa (looppas: mendarat dengan tumit bergantian), langkah rapat (bijtrekpas: melangkah dan merapatkan kedua kaki), dan langkah menyilang ke depan (kruispas: melangkah dengan menyilangkan kaki di depan kaki tumpu) (7 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru mengenai penerapan konsep gerak (arah ruang ke depan/silang dan tempo usaha sesuai ketukan) dalam melakukan setiap variasi langkah kaki (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid mempraktikkan secara mandiri pola langkah biasa (8 hitungan), langkah rapat (8 hitungan), dan langkah menyilang ke depan (8 hitungan) dengan tempo lambat mengikuti ketukan tepuk tangan guru (10 menit).
- Murid memainkan permainan tantangan gerak 'Jejak Irama': murid bergerak melintasi garis penanda dengan memperagakan kombinasi 4 langkah biasa, 4 langkah rapat, dan 4 langkah menyilang secara berurutan mengikuti irama musik berketukan sedang (16 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar dan mengevaluasi ketepatan pendaratan kaki serta keselarasan langkah mereka dengan ketukan irama selama latihan (7 menit).
- Murid mengidentifikasi variasi langkah kaki mana yang paling mudah dan yang membutuhkan konsentrasi lebih untuk diselaraskan dengan irama (5 menit).
Penutup:- Guru memandu aktivitas pendinginan untuk merelaksasi otot tungkai dan kaki (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik formatif terhadap ketercapaian peragaan konsep langkah kaki serta menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan visualisasi jejak telapak kaki di lantai sebagai panduan arah langkah bagi murid yang membutuhkan scaffolding arah gerak.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih dengan tempo ketukan lebih lambat (tepukan tangan perlahan), sedangkan murid yang cepat mempraktikkan rangkaian langkah dengan variasi tempo irama sedang hingga dinamis secara mandiri.
- Produk: Tuntutan peragaan disesuaikan dengan tingkat kelancaran: murid bimbingan berfokus pada ketepatan posisi kaki pada langkah biasa dan rapat, sedangkan murid mahir merangkaikan ketiga pola langkah secara utuh dan selaras irama tanpa jeda.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Unjuk kerja diagnostik: Murid memperagakan 4 hitungan langkah biasa di tempat mengikuti tempo tepukan guru. Kriteria ketercapaian diagnostik: (1) Kaki melangkah bergantian kanan-kiri pada setiap satu ketukan tepukan; (2) Tumpuan pendaratan kaki stabil dan tidak kehilangan keseimbangan.
Proses:- Pengamatan formatif saat latihan dan permainan 'Jejak Irama' memperagakan 3 variasi langkah: (1) Langkah biasa: melangkah ke depan dengan pendaratan tumit bergantian sesuai ketukan; (2) Langkah rapat: melangkah ke depan dan merapatkan kaki pada hitungan genap sesuai ketukan; (3) Langkah menyilang: menyilangkan kaki di depan kaki tumpu secara bergantian sesuai ketukan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan peragaan singkat di akhir sesi: Murid memperagakan secara mandiri 1 rangkaian terpadu (4 hitungan langkah biasa + 4 hitungan langkah rapat + 4 hitungan langkah menyilang) mengikuti irama ketukan. Kriteria acuan: Memperagakan ketiga pola langkah dengan urutan yang benar dan pendaratan kaki selaras dengan ketukan irama.
Formatif:- Observasi unjuk kerja peragaan konsep langkah kaki (langkah biasa, langkah rapat, langkah menyilang) sesuai irama ketukan menggunakan lembar ceklis proses.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Peragaan Konsep Pola Langkah Kaki Berirama | Belum mampu memperagakan variasi langkah kaki (langkah biasa, rapat, atau menyilang) secara tepat, gerakan kaki masih kaku dan tidak selaras dengan ketukan irama. | Mampu memperagakan langkah biasa dan langkah rapat dengan benar namun masih sering kehilangan tempo ketukan, serta langkah menyilang belum dilakukan dengan tumpuan yang tepat. | Mampu memperagakan ketiga variasi langkah kaki (langkah biasa, langkah rapat, dan langkah menyilang) dengan gerakan kaki yang tepat dan selaras dengan ketukan irama secara konsisten. | Mampu memperagakan seluruh variasi langkah kaki (langkah biasa, langkah rapat, dan langkah menyilang) dengan teknik pendaratan kaki yang sempurna, sangat selaras dengan ketukan irama, serta transisi antarlangkah dilakukan dengan lancar dan luwes. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan tempo ketukan atau irama musik sudah memfasilitasi seluruh murid dalam melakukan langkah kaki dengan selaras?
- Bagian mana dari konsep langkah kaki (biasa, rapat, menyilang) yang paling banyak memerlukan bimbingan tambahan bagi murid?
Murid:- Apakah langkah kakiku sudah mendarat tepat mengikuti ketukan musik atau tepukan guru?
- Gerakan langkah kaki mana yang terasa paling mudah dan gerakan mana yang terasa paling menantang untuk dilakukan?
Pertemuan 2 — Memperagakan Konsep Gerak Ayunan Lengan dan Paduan Langkah dalam Rangkaian Gerak Berirama — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.1 Memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak aktivitas gerak berirama
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan, mengucapkan salam, memandu doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memperagakan konsep gerak ayunan lengan dan memadukannya dengan langkah kaki dalam rangkaian gerak berirama (5 menit).
- Guru memandu pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada peregangan sendi bahu, lengan, dan tungkai kaki (5 menit).
- Asesmen Awal: Guru meminta murid melakukan 2 variasi ayunan lengan dasar di tempat mengikuti hitungan 1-4 untuk memetakan kesiapan gerak lengan: (1) Ayunan satu lengan ke depan-belakang; (2) Ayunan dua lengan ke samping kanan-kiri (acuan: ayunan lengan berpangkal pada sendi bahu secara luwes dan teratur sesuai ketukan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mengamati peragaan guru tentang 2 variasi ayunan lengan dalam gerak berirama: ayunan kedua lengan ke depan-belakang dan ayunan kedua lengan ke samping setinggi bahu (10 menit).
- Murid menyimak penjelasan konsep ruang (arah depan, belakang, samping) dan usaha (keluwesan/ketukan irama) saat lengan diayunkan bersamaan dengan perpindahan langkah kaki (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mempraktikkan variasi gerak ayunan lengan di tempat secara mandiri: 4 hitungan ayunan lengan ke depan-belakang dilanjutkan 4 hitungan ayunan lengan ke samping (10 menit).
- Tantangan Menyenangkan: 'Tebak Irama Lengan'. Murid bergerak memperagakan ayunan lengan sesuai variasi tempo tepukan guru (lambat, sedang, cepat) secara riang dan gembira (5 menit).
- Murid mempraktikkan paduan gerak: langkah kaki biasa/silang dipadukan dengan ayunan lengan ke depan dan ke belakang dalam 8 hitungan berulang (15 menit).
- Murid mempraktikkan paduan gerak: langkah kaki ke samping (side step) dipadukan dengan ayunan kedua lengan ke samping kanan dan kiri dalam 8 hitungan berulang (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara berpasangan saling mengamati dan bergantian memperagakan 1 rangkaian utuh paduan langkah kaki dan ayunan lengan sebanyak 2 x 8 hitungan (10 menit).
- Murid mengidentifikasi bagian tubuh mana yang bergerak serta keselarasan antara ketukan kaki dan ayunan lengannya (5 menit).
Penutup:- Guru memandu gerakan pendinginan untuk melemaskan otot tungkai dan lengan disertai pengaturan napas (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan kembali paduan gerak langkah kaki dan ayunan lengan berirama yang telah dipelajari hari ini (3 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi atas ketertiban dan kemandirian murid berlatih, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan contoh tempo ketukan yang bertahap (sangat lambat untuk yang butuh adaptasi, tempo standar dan dinamis untuk yang siap).
- Proses: Bagi murid yang masih kesulitan menyelaraskan, latihan dipecah kembali: ayunan lengan di tempat terlebih dahulu baru melangkah perlahan; bagi murid yang sudah mahir, dipersilakan menggabungkan ayunan lengan dengan variasi langkah menyilang.
- Produk: Variasi kombinasi gerak: murid pemula memperagakan paduan langkah biasa dan ayunan depan-belakang, sedangkan murid mahir memperagakan paduan langkah menyilang dengan ayunan lengan samping-depan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan gerak lengan di tempat melalui 2 variasi acuan: (1) Ayunan satu lengan ke depan-belakang pada hitungan 1-4; (2) Ayunan dua lengan ke samping kanan-kiri pada hitungan 1-4. Acuan ketercapaian: gerakan lengan mengayun bebas bertumpu pada persendian bahu secara teratur mengikuti aba-aba/hitungan tanpa kaku.
Proses:- Pengamatan unjuk kerja saat murid memperagakan paduan langkah kaki dan ayunan lengan berirama (2 x 8 hitungan). Acuan yang dinilai: (1) Ayunan lengan dilakukan luwes sesuai arah (depan/belakang atau samping); (2) Langkah kaki melangkah teratur mengikuti irama ketukan; (3) Keterpaduan koordinasi gerak antara langkah kaki dan ayunan lengan bergerak serempak pada ketukan yang sama.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman gerak di akhir sesi: Murid memperagakan 1 kombinasi paduan (4 langkah ke depan dengan ayunan lengan depan-belakang + 4 langkah ke samping dengan ayunan lengan samping). Acuan keberhasilan: murid mampu menyelesaikan seluruh 8 hitungan secara mandiri dengan koordinasi lengan dan kaki yang tidak terhenti di tengah gerakan.
Formatif:- Unjuk kerja dan lembar observasi peragaan konsep ayunan lengan dan paduan langkah berirama
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Konsep Gerak Ayunan Lengan Berirama | Belum mampu memperagakan ayunan lengan ke depan-belakang maupun ke samping secara luwes; gerakan masih sangat kaku dan terputus-putus. | Mampu memperagakan salah satu variasi ayunan lengan (depan-belakang atau samping) secara luwes tetapi masih memerlukan bimbingan guru secara intensif. | Mampu memperagakan kedua variasi ayunan lengan (ke depan-belakang dan ke samping) dengan luwes dan berpangkal pada sendi bahu sesuai irama ketukan secara mandiri. | Mampu memperagakan kedua variasi ayunan lengan dengan sangat luwes, rentang gerak penuh, dan konsisten selaras dengan variasi tempo ketukan lambat maupun cepat tanpa ragu. | | Paduan Langkah Kaki dan Ayunan Lengan | Belum mampu memadukan langkah kaki dengan ayunan lengan; gerakan kaki dan lengan berhenti atau bergerak tidak serempak dengan ketukan. | Mampu memadukan langkah kaki dan ayunan lengan sebanyak 1-4 hitungan, namun koordinasi terhenti atau kehilangan ketukan pada hitungan berikutnya. | Mampu memadukan langkah kaki dan ayunan lengan secara terpadu sepanjang 2 x 8 hitungan secara berkesinambungan sesuai irama ketukan. | Mampu memadukan langkah kaki dan ayunan lengan secara terpadu sepanjang 2 x 8 hitungan dengan koordinasi gerak yang sangat harmonis, stabil, dan tepat irama secara konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk memadukan koordinasi langkah kaki dan ayunan lengan sudah mencukupi bagi seluruh murid?
- Bagian mana dari paduan gerak yang paling banyak menimbulkan kesalahan koordinasi pada murid?
Murid:- Apakah kamu merasa lebih mudah melakukan ayunan lengan di tempat atau sambil melangkahkan kaki?
- Gerakan ayunan lengan mana yang paling kamu sukai saat dipadukan dengan langkah berirama hari ini?
Pertemuan 3 — Memperagakan Konsep Gerak Keseimbangan Bertumpu Satu Kaki dalam Rangkaian Gerak Senam — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.2 Memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak aktivitas senam
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan/aula, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan memeriksa kesiapan fisik murid untuk beraktivitas jasmani (5 menit).
- Guru melakukan pemanasan statis dan dinamis yang menekankan kelenturan sendi pergelangan kaki, lutut, dan pinggul (10 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik unjuk kerja singkat: meminta setiap murid berdiri bertumpu pada satu kaki kanan bebas selama 5 detik untuk memetakan kesiapan stabilitas tumpuan kaki murid (acuan: kaki tumpu kokoh menapak, badan tegak terkontrol, tidak terjatuh/kaki bebas tidak menyentuh lantai sebelum 5 detik) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru mendemonstrasikan 3 bentuk konsep gerak keseimbangan bertumpu satu kaki dalam senam sesuai panduan: (1) Sikap Bangau (berdiri satu kaki tumpu lurus, satu lutut ditekuk ke belakang dipegang tangan berlawanan di belakang pantat, lengan lain lurus ke samping); (2) Sikap Kapal Terbang (berdiri satu kaki tumpu lurus, badan membungkuk horizontal, satu kaki bebas lurus ke belakang, kedua lengan merentang lurus ke samping, pandangan ke depan); (3) Sikap Keseimbangan Kaki ke Samping (berdiri satu kaki tumpu lurus, satu kaki bebas diangkat lurus ke samping setinggi pinggul, kedua lengan merentang ke samping) (10 menit).
- Murid menyimak dan mengamati peragaan guru, kemudian mencoba mengidentifikasi bagian tubuh yang menjadi tumpuan penyeimbang (kaki tumpu, pandangan fokus ke satu titik, rentangan lengan untuk penyeimbang ruang) secara berkesadaran (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara mandiri berlatih memperagakan 3 bentuk gerak keseimbangan bertumpu satu kaki secara berulang: Sikap Bangau ditahan 10-15 detik bergantian kaki kanan dan kiri, Sikap Kapal Terbang ditahan 10-15 detik bergantian kaki, dan Keseimbangan Kaki ke Samping ditahan 10-15 detik bergantian kaki (15 menit).
- Murid memainkan permainan tantangan menggembirakan 'Patung Taman Senam': murid bergerak bebas di area yang ditentukan mengikuti ketukan peluit guru; saat peluit ditiup 2 kali dengan aba-aba bentuk gerak ('Bangau!', 'Kapal Terbang!', atau 'Kaki ke Samping!'), murid seketika memperagakan bentuk keseimbangan satu kaki tersebut dan bertahan mematung selama 10 detik tanpa terjatuh (20 menit).
- Murid secara mandiri memperagakan rangkaian gerak senam sederhana yang memadukan ketiga bentuk keseimbangan: diawali berdiri tegak rapat -> masuk ke Sikap Bangau (tahan 10 detik) -> beralih perlahan ke Sikap Kapal Terbang (tahan 10 detik) -> kembali tegak lalu beralih ke Sikap Kaki ke Samping (tahan 10 detik) -> diakhiri berdiri tegak seimbang (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid duduk melingkar dalam kondisi tenang (berkesadaran), merasakan sensasi kerja otot kaki tumpu dan mengevaluasi posisi tubuh mana yang paling stabil saat menahan keseimbangan satu kaki (5 menit).
- Murid secara bergantian menceritakan kendala gerak yang dialami (misalnya tubuh bergoyang atau lutut tumpuan tertekuk) dan cara memperbaikinya (menjaga pandangan tetap fokus ke depan dan mengunci otot perut serta kaki tumpu) (5 menit).
Penutup:- Murid melakukan aktivitas pendinginan (cooling down) untuk melemaskan otot tungkai dan lengan dengan mengatur pernapasan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap keberhasilan peragaan gerak keseimbangan murid dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan berlatih keseimbangan dengan bantuan tumpuan memegang dinding/bahu teman atau merentangkan tangan lebih lebar; murid mahir menahan posisi keseimbangan selama 15 detik penuh tanpa goyah dengan mata bergantian fokus pada titik berbeda.
- Proses: Pemberian waktu adaptasi lebih panjang bagi murid yang belum stabil dalam tumpuan satu kaki, serta variasi pergantian kaki tumpu kanan dan kiri.
- Produk: Variasi durasi peragaan rangkaian gerak keseimbangan bertumpu satu kaki (minimal 5-10 detik bagi pemula, dan 10-15 detik bagi yang mahir).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Unjuk kerja diagnostik: Murid diminta berdiri tegak lalu mengangkat satu kaki bebas dan bertahan bertumpu pada satu kaki selama 5 detik. Acuan ketercapaian: Kaki tumpu menapak kokoh tanpa bergeser/terguling, badan tegak, dan kaki bebas tidak menyentuh lantai sebelum hitungan ke-5.
Proses:- Pengamatan ketercapaian 3 bentuk gerak keseimbangan bertumpu satu kaki selama latihan dan permainan Patung Taman Senam (acuan: (1) Sikap Bangau: satu lutut ditekuk ke belakang dipegang tangan berlawanan di belakang pantat, tangan lain lurus ke samping; (2) Sikap Kapal Terbang: badan condong bungkuk mendatar, satu kaki lurus ke belakang, kedua lengan merentang lurus ke samping; (3) Sikap Keseimbangan Kaki ke Samping: satu kaki diangkat lurus ke samping, kedua tangan terentang seimbang).
Akhir Pertemuan:- Cek penguasaan gerak akhir sesi: Setiap murid memperagakan rangkaian 3 gerak keseimbangan bertumpu satu kaki (Sikap Bangau, Kapal Terbang, Kaki ke Samping) secara berurutan dengan durasi bertahan minimal 5 detik pada tiap bentuk sikap tanpa kehilangan keseimbangan (acuan: mampu menyelesaikan ketiga bentuk sikap secara berurutan dengan kaki tumpu kokoh dan posisi anggota tubuh sesuai kriteria gerak).
Formatif:- Observasi unjuk kerja peragaan konsep gerak keseimbangan bertumpu satu kaki (Sikap Bangau, Sikap Kapal Terbang, Keseimbangan Kaki ke Samping) menggunakan lembar ceklis rubrik proses.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keseimbangan Sikap Bangau | Belum mampu mempertahankan posisi berdiri satu kaki dengan lutut ditekuk ke belakang selama 5 detik (kaki bebas langsung terjatuh/menapak). | Mampu berdiri satu kaki dengan lutut ditekuk ke belakang selama 5 detik namun posisi tangan belum memegang kaki berlawanan atau tubuh masih sangat bergoyang. | Mampu memperagakan sikap bangau dengan posisi kaki ditekuk dipegang tangan berlawanan dan satu tangan lurus ke samping serta bertahan stabil selama 5-10 detik. | Mampu memperagakan sikap bangau dengan postur tubuh sangat stabil, kaki tumpu kokoh lurus, tangan penyeimbang lurus sempurna, dan bertahan lebih dari 10 detik. | | Keseimbangan Sikap Kapal Terbang | Belum mampu membungkukkan badan sambil meluruskan satu kaki ke belakang tanpa terjatuh sebelum 5 detik. | Mampu membungkukkan badan dan mengangkat kaki ke belakang selama 5 detik tetapi posisi badan belum sejajar horizontal atau kedua lengan belum terentang lurus. | Mampu memperagakan sikap kapal terbang dengan badan membungkuk mendatar, satu kaki lurus ke belakang, kedua lengan merentang seimbang, dan bertahan stabil selama 5-10 detik. | Mampu memperagakan sikap kapal terbang dengan posisi punggung dan kaki belakang sejajar lurus mendatar, lutut tumpuan kokoh, pandangan ke depan, dan bertahan stabil lebih dari 10 detik. | | Rangkaian Gerak Keseimbangan Senam | Belum mampu menyambungkan perpindahan dari satu bentuk keseimbangan satu kaki ke bentuk lainnya secara mandiri. | Mampu merangkaikan 2 bentuk gerak keseimbangan bertumpu satu kaki namun masih membutuhkan jeda berhenti lama atau tumpuan kaki terlepas. | Mampu merangkaikan ketiga bentuk gerak keseimbangan (Bangau, Kapal Terbang, Kaki ke Samping) secara runtut dan terkontrol dengan tumpuan satu kaki yang stabil. | Mampu merangkaikan ketiga bentuk gerak keseimbangan dengan peralihan gerak yang sangat mulus, ritme terkontrol, postur tegak seimbang, dan bertahan penuh pada setiap bentuk gerakan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu latihan praktik dan permainan tantangan keseimbangan sudah memberikan kesempatan gerak yang cukup bagi setiap murid?
- Bagian gerak keseimbangan bertumpu satu kaki manakah yang paling banyak memicu kesulitan keseimbangan pada murid (Sikap Bangau, Kapal Terbang, atau Kaki ke Samping)?
- Bagaimana penyesuaian bimbingan yang efektif bagi murid yang masih kesulitan menjaga kestabilan tumpuan satu kaki?
Murid:- Gerakan keseimbangan bertumpu satu kaki mana yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu lakukan hari ini?
- Apa yang kamu rasakan pada otot kakimu saat berusaha mempertahankan posisi agar tidak terjatuh?
- Bagaimana caramu mengatur posisi tangan dan pandangan agar tubuhmu tetap seimbang saat berdiri dengan satu kaki?
Pertemuan 4 — Memperagakan Konsep Pola Langkah dan Kuda-kuda dalam Rangkaian Gerak Pencak Silat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.3 Memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak aktivitas bela diri pencak silat
Pendahuluan:- Guru membariskan murid di lapangan, mengucapkan salam, memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru memandu pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada peregangan otot kaki, lutut, dan pergelangan kaki melalui permainan peregangan berhitung (10 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta seluruh murid memperagakan sikap dasar kuda-kuda tengah secara serentak untuk mengecek kesiapan fisik dan penguasaan posisi kaki (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memberikan demonstrasi dan menjelaskan konsep gerak ruang dan usaha pada kuda-kuda dasar (kuda-kuda tengah dan kuda-kuda depan) serta pola langkah lurus dan pola langkah serong (zig-zag) dalam pencak silat (10 menit).
- Murid secara mandiri menirukan posisi kuda-kuda tengah (kedua kaki melebar, lutut ditekuk, berat badan di tengah) dan kuda-kuda depan (satu kaki melangkah ke depan ditekuk, kaki belakang lurus) dengan panduan hitungan dari guru (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid berlatih memperagakan kombinasi gerak berpindah tempat: bergerak 3 langkah lurus ke depan dengan kuda-kuda depan stabil, lalu berpindah ke samping membentuk kuda-kuda tengah kokoh (15 menit).
- Guru memandu permainan tantangan menggembirakan bernama 'Ksatria Silat Kokoh': murid melangkah dengan pola serong melintasi penanda kerucut, lalu saat guru membunyikan peluit murid harus langsung mengunci posisi kuda-kuda tengah tanpa goyah selama 5 detik (15 menit).
- Murid merangkai 4 gerakan pencak silat berurutan secara berulang: (1) Sikap tegak, (2) Kuda-kuda tengah, (3) Langkah lurus ke depan menjadi kuda-kuda depan, (4) Langkah serong kembali ke sikap pasang awal (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara berpasangan saling mengamati dan mengevaluasi posisi tumpuan kaki dan ketegasan kuda-kuda rekannya berdasarkan acuan gerak yang sudah dipelajari (10 menit).
Penutup:- Guru memandu aktivitas pendinginan untuk melemaskan otot tungkai dan mengatur pernapasan (5 menit).
- Guru bersama murid melakukan cek pemahaman singkat mengenai posisi kaki yang benar pada kuda-kuda dan pola langkah, memberikan umpan balik perbaikan, serta menutup pertemuan dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan garis lintasan dan tanda jejak kaki di lantai untuk membantu visualisasi arah pola langkah dan lebar kuda-kuda.
- Proses: Bagi murid yang masih goyah diberikan scaffolding berupa rentang kuda-kuda yang tidak terlalu rendah, sedangkan murid yang sudah mahir ditantang memperagakan rangkaian pola langkah serong berkelanjutan dengan kuda-kuda yang lebih rendah dan mantap.
- Produk: Variasi kedalaman tekukan lutut pada kuda-kuda disesuaikan dengan fleksibilitas dan kesiapan fisik masing-masing murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pemeriksaan kesiapan gerak dasar melalui peragaan serentak kuda-kuda tengah: Murid diminta memperagakan posisi kuda-kuda tengah selama 5 detik. (Acuan ketercapaian: kedua kaki dibuka melebar selebar bahu atau lebih, kedua lutut ditekuk seimbang, badan tegak, berat badan berada tepat di tengah tanpa condong ke salah satu sisi).
Proses:- Formatif unjuk kerja saat latihan rangkaian 4 gerak: Mengamati ketepatan posisi kaki dan kestabilan tubuh murid saat memperagakan rangkaian: (1) Sikap tegak, (2) Kuda-kuda tengah, (3) Langkah lurus ke kuda-kuda depan, (4) Langkah serong ke sikap pasang. (Acuan: transisi langkah teratur, tumpuan kaki kokoh, lutut ditekuk sesuai jenis kuda-kuda, dan posisi badan seimbang).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman peragaan di akhir sesi: Murid diminta memperagakan 2 gerakan secara bergantian: Kuda-kuda tengah dan Kuda-kuda depan melangkah serong. (Acuan ketepatan: Pada kuda-kuda tengah kedua lutut ditekuk merata dengan tumpuan seimbang di tengah; pada kuda-kuda depan kaki tumpu depan ditekuk dan kaki belakang lurus mengarah serong dengan badan tegak).
Formatif:- Observasi unjuk kerja peragaan konsep kuda-kuda tengah dan kuda-kuda depan
- Observasi unjuk kerja peragaan pola langkah lurus dan pola langkah serong
- Peragaan mandiri rangkaian 4 gerak pencak silat terpadu
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Peragaan Kuda-kuda (Tengah dan Depan) | Belum mampu memperagakan posisi kuda-kuda tengah maupun depan dengan benar; lutut tidak ditekuk dan tumpuan kaki tidak stabil. | Mampu memperagakan salah satu posisi kuda-kuda (tengah atau depan) dengan tepat, namun masih goyah dan membutuhkan arahan bertahap. | Mampu memperagakan kedua posisi kuda-kuda (tengah dan depan) secara tepat, tumpuan kaki kokoh dan seimbang secara mandiri. | Mampu memperagakan kedua posisi kuda-kuda (tengah dan depan) dengan tekukan lutut sempurna, posisi tubuh tegak kokoh, konsisten, dan sangat stabil dalam setiap pengulangan. | | Peragaan Pola Langkah (Lurus dan Serong) | Belum mampu melangkahkan kaki dengan pola lurus maupun serong; langkah kaki terseret dan kehilangan keseimbangan. | Mampu memperagakan langkah lurus dengan benar, namun pola langkah serong masih belum tepat arah sudutnya. | Mampu memperagakan pola langkah lurus dan serong secara tepat dan teratur tanpa kehilangan keseimbangan. | Mampu memperagakan perpindahan pola langkah lurus dan serong secara lancar, lincah, terarah sempurna, dan konsisten mempertahankan ketinggian tubuh. | | Rangkaian Gerak Pola Langkah dan Kuda-kuda | Belum mampu menyambungkan perpindahan langkah ke posisi kuda-kuda dalam satu rangkaian gerak. | Mampu merangkai gerak langkah dan kuda-kuda namun gerakan terputus-putus dan berhenti lama di setiap pergantian gerak. | Mampu merangkai 4 urutan gerak pencak silat (sikap tegak, kuda-kuda tengah, langkah depan, langkah serong) secara runtut dan stabil. | Mampu merangkai 4 urutan gerak pencak silat secara mengalir, transisi antarposisi sangat mulus, seimbang, dan kokoh dari awal hingga akhir. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit efektif untuk melatih pola langkah dan kuda-kuda secara aman bagi persendian murid?
- Apakah permainan tantangan 'Ksatria Silat Kokoh' berhasil memotivasi murid memperagakan kuda-kuda dengan sungguh-sungguh?
- Bagian rangkaian langkah mana yang masih menjadi kendala keseimbangan bagi sebagian besar murid?
Murid:- Bagian tubuh mana yang paling terasa bekerja keras saat menahan posisi kuda-kuda?
- Apakah kamu merasa sudah bisa melangkah serong dan lurus tanpa kehilangan keseimbangan?
- Apa yang perlu kamu perbaiki agar kuda-kuda kakimu lebih kuat dan tidak mudah goyah?
Pertemuan 5 — Memperagakan Kombinasi Tangkisan dan Pukulan dalam Rangkaian Gerak Pencak Silat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.3 Memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak aktivitas bela diri pencak silat
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan/aula, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memandu pemanasan statis serta dinamis yang berfokus pada kelenturan bahu, pergelangan tangan, dan kekuatan otot tungkai (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini yaitu memperagakan rangkaian kombinasi tangkisan dan pukulan dalam pencak silat (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid secara serentak memperagakan 2 gerak dasar tunggal: (1) tangkisan atas dan (2) pukulan lurus dari posisi kuda-kuda tengah. Guru mencatat kesiapan murid berdasarkan acuan gerak (acuan tangkisan atas: satu lengan diangkat menyilang melindungi kepala dengan kepalan tangan menghadap ke luar; acuan pukulan lurus: tinju diluruskan ke depan sejajar dada dengan lintasan lurus dan tangan lainnya melindungi dada) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mengamati peragaan langsung dari guru mengenai konsep gerak kombinasi: diawali kuda-kuda tengah kokoh, dilanjutkan tangkisan luar untuk menepis serangan samping, lalu bertransisi melakukan pukulan lurus ke depan dengan pinggul berputar membantu dorongan tenaga (konsep usaha dan ruang) (10 menit).
- Murid secara mandiri menirukan gerakan tangkisan luar secara perlahan sebanyak 5 kali hitungan, dilanjutkan menirukan pukulan lurus 5 kali hitungan sambil menyadari lintasan gerak tangan dan tumpuan kaki (konsep tubuh) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid melakukan latihan terpandu memperagakan Rangkaian Kombinasi 1 secara berulang: Posisi awal kuda-kuda tengah -> Tangkisan atas (tangan kanan) -> Pukulan lurus ke depan (tangan kiri) -> kembali ke sikap pasang (15 menit).
- Murid melakukan permainan tantangan berpasangan 'Tangkis-Pukul Bersambut' yang menggembirakan: berhadapan pada jarak aman 1,5 meter tanpa kontak fisik, Murid A memperagakan gerakan lambat pukulan terarah ke depan, Murid B memperagakan tangkisan luar lalu membalas dengan pukulan lurus berjarak, kemudian bergantian peran setelah aba-aba peluit (20 menit).
- Murid secara mandiri memperagakan Rangkaian Kombinasi 2 lengkap: Kuda-kuda tengah -> Tangkisan luar -> Pukulan lurus -> Tangkisan atas -> Pukulan bandul sebanyak 3 kali pengulangan penuh (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk berbaris melingkar di lapangan, memperhatikan demonstrasi ulang guru tentang koordinasi putaran pinggul saat memukul, lalu mengevaluasi keselarasan gerak tangkis dan pukul yang telah mereka peragakan (10 menit).
Penutup:- Guru memandu pendinginan statis untuk merelaksasi otot lengan, bahu, dan tungkai yang telah aktif digunakan (3 menit).
- Guru melakukan cek pemahaman akhir melalui unjuk gerak acak satu per satu kombinasi gerak tangkis dan pukul, serta memberikan umpan balik langsung (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih kombinasi 2 gerak dasar (kuda-kuda tengah -> tangkisan atas -> pukulan lurus), sedangkan murid yang lebih mahir memperagakan kombinasi 4 gerak dasar secara mengalir (kuda-kuda tengah -> tangkisan luar -> pukulan lurus -> tangkisan atas -> pukulan bandul).
- Proses: Murid yang masih kesulitan koordinasi tangan-kaki diberi panduan hitungan bertahap oleh guru, sementara murid yang sudah terampil berlatih mandiri dengan tempo yang lebih ritmis dan bertenaga.
- Produk: Unjuk kerja peragaan rangkaian kombinasi gerak pencak silat dinilai berdasarkan kelancaran dan ketepatan konsep gerak (lintasan tangkisan, arah sasaran pukulan, dan kestabilan tumpuan kuda-kuda).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru meminta murid memperagakan 2 gerak dasar tunggal di awal pembelajaran: (1) tangkisan atas dan (2) pukulan lurus dari posisi kuda-kuda tengah. Kriteria ketercapaian acuan diagnostik: Murid dinyatakan siap jika mampu memperagakan (1) tangkisan atas dengan mengangkat lengan melintang melindungi bagian atas kepala dan (2) pukulan lurus ke arah dada dengan lintasan lurus dari samping pinggang.
Proses:- Pengamatan langsung saat murid memperagakan rangkaian kombinasi: kuda-kuda tengah -> tangkisan luar/atas -> pukulan lurus. Indikator pengamatan mencakup: (1) ketepatan bentuk tangkisan memotong lintasan serangan luar/atas, (2) ketepatan arah lintasan pukulan lurus sejajar dada, dan (3) kelancaran transisi sambungan gerak dari menangkis langsung memukul tanpa kehilangan keseimbangan kuda-kuda.
Akhir Pertemuan:- Cek penguasaan gerak di akhir sesi melalui unjuk kerja mandiri: Setiap murid memperagakan 1 siklus rangkaian kombinasi (kuda-kuda tengah -> tangkisan atas -> pukulan lurus -> sikap pasang). Kriteria penerimaan operasional: gerakan dilakukan berurutan secara utuh dengan posisi kuda-kuda tumpuan tetap stabil dan lintasan tangan sesuai acuan teknis.
Formatif:- Observasi unjuk kerja peragaan rangkaian kombinasi gerak tangkisan dan pukulan pencak silat menggunakan lembar amatan rubrik
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Memperagakan Kombinasi Tangkisan dan Pukulan Pencak Silat | Belum mampu memperagakan tangkisan dan pukulan secara bersambung; gerakan terputus-putus dan posisi tumpuan kuda-kuda goyah. | Mampu memperagakan tangkisan dan pukulan secara bersambung namun masih canggung, lintasan tangan belum presisi, dan memerlukan arahan hitungan guru. | Mampu memperagakan rangkaian kombinasi tangkisan atas/luar dan pukulan lurus secara mandiri dengan lintasan gerak tepat serta kuda-kuda seimbang sesuai acuan teknik. | Mampu memperagakan seluruh rangkaian kombinasi tangkisan dan pukulan secara mandiri, mengalir lancar, bertenaga, dengan koordinasi tubuh yang konsisten kokoh pada setiap transisi gerak. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu dan variasi latihan berpasangan jarak aman efektif membantu murid menguasai transisi gerak tangkis ke pukul?
- Bagian kombinasi mana yang paling banyak mengalami kesalahan koordinasi pada murid?
Murid:- Bagian mana dari gerakan kombinasi menangkis dan memukul yang terasa paling menantang untuk dilakukan?
- Apa yang saya rasakan pada posisi kaki dan tangan ketika melakukan pukulan lurus tepat setelah menangkis?
Pertemuan 6 — Berpartisipasi secara Positif dalam Kelompok Memadukan Rangkaian Gerak Berirama, Senam, dan Pencak Silat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.1 Memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak aktivitas gerak berirama
- TP 4.3.2 Memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak aktivitas senam
- TP 4.3.3 Memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak aktivitas bela diri pencak silat
- TP 4.3.4 Berpartisipasi secara positif dalam kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani merangkai gerak
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memimpin doa bersama, mengecek kehadiran, dan mengondisikan fisik murid di lapangan (3 menit).
- Guru dan murid melakukan pemanasan terpadu melalui permainan gerak berantai 'Ikuti Ketukan dan Sikap' secara menggembirakan di area terbuka (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik kesiapan: meminta 3 murid sukarelawan memperagakan masing-masing 1 gerakan dasar yang telah dipelajari, yaitu langkah kaki ayun lengan berirama, tumpuan satu kaki senam, serta kuda-kuda dan pukulan pencak silat, lalu guru memetakan kesiapan gerak murid (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memberikan demonstrasi dan penjelasan terarah mengenai alur perpaduan rangkaian gerak: (1) 4 hitungan langkah kaki berirama dengan ayunan lengan, disambung langsung dengan (2) 4 hitungan gerak keseimbangan bertumpu satu kaki (sikap kapal terbang), dilanjutkan dengan (3) 4 hitungan sikap pasang, kuda-kuda tengah, dan tangkisan-pukulan pencak silat (acuan urutan: berirama -> senam -> pencak silat) (5 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (4-5 orang) menyepakati giliran posisi barisan dan mendiskusikan urutan transisi gerak gabungan tersebut dengan saling mendengarkan dan menghargai peran masing-masing (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Tiap kelompok mempraktikkan latihan mandiri memadukan rangkaian gerak terpadu: diawali gerak berirama (langkah kaki dan ayunan lengan), menyambung ke gerak senam (keseimbangan bertumpu satu kaki), dan diakhiri gerak pencak silat (kuda-kuda tengah serta kombinasi tangkisan-pukulan) secara bersambung dan selaras hitungan kelompok (10 menit).
- Kelompok memainkan tantangan menggembirakan 'Estafet Gerak Selaras': kelompok berbaris berbanjar lalu memperagakan rangkaian gerak terpadu secara bersamaan mengikuti irama tepukan tempo guru tanpa terputus di titik perpindahan gerak, saling menyemangati dan menjaga formasi kelompok (15 menit).
- Guru melakukan observasi asesmen proses menggunakan lembar ceklis partisipasi positif dan lembar unjuk kerja peragaan keterpaduan tiga konsep gerak sambil memberikan umpan balik langsung (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar dalam kelompok untuk mengevaluasi latihan kelompoknya: mengecek kelancaran peralihan gerak (berirama ke senam lalu ke silat) dan menilai apakah semua anggota kelompok sudah berpartisipasi aktif serta saling mendukung (5 menit).
Penutup:- Guru memfasilitasi gerakan pendinginan (cooling down) ringan untuk melemaskan otot-otot kaki dan lengan serta mengatur napas (4 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan proses latihan keterpaduan gerak hari ini dan melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat mengenai transisi tiga rangkaian gerak (3 menit).
- Guru mengingatkan persiapan fisik untuk pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam penutup (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan gambar alur transisi gerak (berirama -> senam -> pencak silat) di tiap pos latihan bagi kelompok yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan berlatih dengan tempo ketukan lambat hitungan per hitungan; kelompok yang sudah mahir memadukan gerak dengan variasi arah hadap (ruang gerak 180 derajat) dalam formasi kelompok.
- Produk: Kelompok memperagakan minimal 1 rangkaian transisi terpadu lengkap (langkah berirama -> keseimbangan senam -> kuda-kuda pukulan silat) dengan keterlibatan penuh seluruh anggota kelompok.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan gerak dasar melalui peragaan 3 pola gerak dasar secara acak: (1) Langkah kaki berirama ke depan-belakang dengan ayunan lengan; (2) Gerak keseimbangan bertumpu satu kaki selama 4 hitungan; (3) Sikap kuda-kuda tengah dengan pukulan lurus pencak silat (acuan: murid mampu melakukan posisi tumpuan kaki stabil dan arah gerak tangan sesuai konsep gerak masing-masing).
Proses:- Observasi formatif keterpaduan gerak: Guru mengamati kemampuan murid memperagakan rangkaian 3 gerak secara berurutan dan berkesinambungan (acuan: transisi dari langkah berirama langsung masuk ke sikap tumpu satu kaki tanpa terjatuh, dilanjutkan langsung mengambil kuda-kuda tengah dan pukulan lurus pencak silat).
- Observasi formatif partisipasi kelompok: Guru mencatat keikutsertaan murid dalam latihan kelompok (acuan 3 perilaku: hadir aktif dalam barisan kelompok, bergerak bersama mengikuti aba-aba hitungan kelompok, dan memberikan dorongan semangat kepada anggota kelompok).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir sesi: Guru menanyakan urutan perpindahan gerak terpadu yang telah dilatih bersama kelompok (acuan jawaban: urutan 1 = langkah kaki dan ayunan lengan aktivitas berirama, urutan 2 = keseimbangan bertumpu satu kaki senam, urutan 3 = pola kuda-kuda serta tangkisan-pukulan bela diri pencak silat).
Formatif:- Observasi unjuk kerja peragaan keterpaduan rangkaian gerak (gerak berirama, gerak senam bertumpu satu kaki, dan pola kuda-kuda pukulan pencak silat)
- Observasi lembar ceklis partisipasi positif dalam kelompok (kerja sama, kesediaan berbagi peran, dan saling menyemangati)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Peragaan Konsep Rangkaian Gerak Terpadu (Berirama, Senam, Pencak Silat) | Belum mampu memperagakan rangkaian gerak terpadu (hanya mampu 1 jenis gerak dan terputus-putus pada saat transisi antar-aktivitas) meskipun dibimbing. | Mampu memperagakan 2 dari 3 komponen gerak terpadu (misal berirama dan senam saja), namun masih membutuhkan arahan guru pada transisi gerak pencak silat. | Mampu memperagakan ketiga konsep gerak secara lengkap dan berurutan (rangkaian berirama, keseimbangan senam, dan kuda-kuda/pukulan pencak silat) secara runtut sesuai alur. | Mampu memperagakan seluruh rangkaian gerak terpadu (berirama, senam, pencak silat) secara runtut, transisi gerak sangat mulus dan stabil, serta dilakukan mandiri tanpa kesalahan urutan. | | Partisipasi Positif dalam Kelompok | Belum menunjukkan partisipasi aktif dalam latihan kelompok atau pasif saat kelompok merangkai gerak bersama. | Menunjukkan partisipasi dalam kelompok dengan mengikuti gerakan, namun masih perlu diingatkan untuk bergerak selaras bersama anggota lain. | Berpartisipasi secara positif dan aktif dalam latihan kelompok secara konsisten (mengikuti gerak kelompok, menyesuaikan hitungan, dan mendukung teman). | Secara konsisten berpartisipasi sangat aktif, menjaga kekompakan kelompok tanpa diingatkan guru, serta konsisten menyemangati teman satu kelompok selama rangkaian gerak berlangsung. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 70 menit cukup memfasilitasi murid dalam memadukan ketiga ragam gerak (berirama, senam, silat) dalam kerja kelompok?
- Bagaimana keterlibatan murid yang masih ragu dalam kelompok, dan bantuan apa yang paling efektif mendorong partisipasi positif mereka?
Murid:- Gerakan mana yang paling mudah dan paling menantang saat disambungkan dalam kelompok tadi?
- Bagaimana perasaanmu saat berhasil melakukan rangkaian gerak terpadu secara kompak bersama teman-teman sekelompok?
Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.1 Memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak aktivitas gerak berirama
- TP 4.3.2 Memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak aktivitas senam
- TP 4.3.3 Memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak aktivitas bela diri pencak silat
- TP 4.3.4 Berpartisipasi secara positif dalam kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani merangkai gerak
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran 28 murid, dan memastikan kondisi fisik seluruh murid siap beraktivitas (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan asesmen sumatif, yaitu unjuk kerja rangkaian gerak terpadu berkelompok (memadukan gerak berirama, senam bertumpu satu kaki, dan pencak silat) serta observasi partisipasi aktif kelompok (3 menit).
- Guru menjelaskan alur asesmen, pembagian giliran tampil untuk 6 kelompok (masing-masing 4-5 murid), dan kriteria penilaian unjuk kerja serta observasi partisipasi secara transparan (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid dalam kelompok menyimak kembali 3 elemen wajib peragaan yang dibacakan guru: (1) 4 hitungan langkah kaki dan ayunan lengan berirama, (2) 4 hitungan tumpuan seimbang satu kaki (sikap kapal terbang/bangau), dan (3) kombinasi pola langkah lurus/serong dengan kuda-kuda tengah/depan diikuti tangkisan luar/dalam dan pukulan lurus pencak silat (5 menit).
- Guru memfasilitasi tanya jawab singkat mengenai batas area peragaan di lapangan dan tata tertib unjuk kerja kelompok (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 2 Acuan ATP (Observasi Keterlibatan Serentak): Seluruh kelompok secara serentak melaksanakan pemanasan mandiri terstruktur dan gladi bersih rangkaian gerak selama 20 menit; guru mengamati dan mencatat partisipasi aktif, pembagian peran, dan sikap saling menyemangati antaranggota menggunakan lembar observasi keterlibatan kelompok (20 menit).
- Tugas 1 Acuan ATP (Unjuk Kerja Kelompok 1, 2, dan 3): Kelompok 1, Kelompok 2, dan Kelompok 3 tampil bergiliran di area unjuk kerja masing-masing selama 11 menit (total 33 menit) memperagakan rangkaian gerak terpadu gerak berirama, senam keseimbangan satu kaki, dan gerak pencak silat, sementara kelompok lain duduk tertib menyimak; guru menilai peragaan gerak dan keterlibatan aktif saat tampil (28 menit).
- Tugas 1 Acuan ATP (Unjuk Kerja Kelompok 4, 5, dan 6): Kelompok 4, Kelompok 5, dan Kelompok 6 tampil bergiliran di area unjuk kerja masing-masing selama 11 menit (total 33 menit) memperagakan rangkaian gerak terpadu gerak berirama, senam keseimbangan satu kaki, dan gerak pencak silat, sementara kelompok lain duduk tertib menyimak; guru menilai peragaan gerak dan keterlibatan aktif saat tampil (33 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar melakukan pendinginan statis dan menghela napas bersama, merefleksikan pengalaman merangkai gerak dan kekompakan kerja sama kelompok yang telah ditampilkan (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi umum atas sportivitas, keberanian tampil, keterlibatan aktif, dan kerja sama seluruh kelompok selama asesmen berlangsung (1 menit).
- Guru merangkum ketercapaian Bab 3 'Ayo, Merangkai Gerak!', memotivasi murid untuk terus menjaga kebugaran jasmani, dan menutup sesi dengan doa bersama serta salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Standar kompetensi rangkaian gerak dan kriteria asesmen sama untuk seluruh murid.
- Proses: Penyediaan akomodasi akses ruang gerak dan penanda visual batas lantai bagi kelompok/murid yang memerlukan panduan spasial tanpa mengubah kriteria penilaian.
- Produk: Format rangkaian gerak terpadu dan kriteria penilaian rubrik unjuk kerja tetap seragam untuk seluruh kelompok.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- unjuk kerja rangkaian gerak terpadu berkelompok dan observasi partisipasi: peragaan rangkaian gerak yang memadukan gerak berirama, senam keseimbangan bertumpu satu kaki, dan kombinasi pola langkah serta tangkisan/pukulan pencak silat, disertai catatan keterlibatan aktif dan kerja sama dalam kelompok
- unjuk kerja peragaan rangkaian gerak berkelompok: praktik rangkaian gerak terpadu (langkah kaki dan ayunan lengan berirama, senam lantai keseimbangan bertumpu satu kaki, serta kombinasi pola langkah dan tangkisan/pukulan pencak silat) yang ditampilkan per kelompok (terdiri dari 4-5 murid, total 6 kelompok bergiliran tampil masing-masing 10-12 menit termasuk persiapan dan transisi, melayani 28 murid satu kelas) beserta pengamatan partisipasi positif dan saling mendukung saat tampil (75 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja peragaan rangkaian gerak dan lembar observasi keterlibatan kelompok)
- observasi keterlibatan dan saling mendukung dalam kelompok: catatan pengamatan guru terhadap partisipasi aktif, pembagian peran, dan sikap saling menyemangati antaranggota saat pemanasan serta gladi bersih kelompok secara serentak sebelum unjuk kerja utama (30 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi keterlibatan kelompok)
Sumatif:- unjuk kerja rangkaian gerak terpadu berkelompok dan observasi partisipasi: peragaan rangkaian gerak yang memadukan gerak berirama, senam keseimbangan bertumpu satu kaki, dan kombinasi pola langkah serta tangkisan/pukulan pencak silat, disertai catatan keterlibatan aktif dan kerja sama dalam kelompok
- unjuk kerja peragaan rangkaian gerak berkelompok: praktik rangkaian gerak terpadu (langkah kaki dan ayunan lengan berirama, senam lantai keseimbangan bertumpu satu kaki, serta kombinasi pola langkah dan tangkisan/pukulan pencak silat) yang ditampilkan per kelompok (terdiri dari 4-5 murid, total 6 kelompok bergiliran tampil masing-masing 10-12 menit termasuk persiapan dan transisi, melayani 28 murid satu kelas) beserta pengamatan partisipasi positif dan saling mendukung saat tampil (75 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja peragaan rangkaian gerak dan lembar observasi keterlibatan kelompok)
- observasi keterlibatan dan saling mendukung dalam kelompok: catatan pengamatan guru terhadap partisipasi aktif, pembagian peran, dan sikap saling menyemangati antaranggota saat pemanasan serta gladi bersih kelompok secara serentak sebelum unjuk kerja utama (30 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi keterlibatan kelompok)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Konsep Rangkaian Gerak Berirama (TP 4.3.1) [Acuan: paduan langkah kaki biasa/rapat dan ayunan lengan depan-belakang/ke samping minimal 4 hitungan] | Belum mampu memperagakan paduan langkah kaki dan ayunan lengan berirama, gerakan terputus atau tidak selaras dengan irama. | Memperagakan langkah kaki dan ayunan lengan berirama namun koordinasi gerak masih kaku atau belum selaras selama 4 hitungan. | Memperagakan paduan langkah kaki dan ayunan lengan berirama secara runtut dan selaras sesuai acuan minimal 4 hitungan. | Memperagakan paduan langkah kaki dan ayunan lengan berirama dengan koordinasi tubuh yang sangat luwes, stabil, dan selaras konsisten sepanjang rangkaian. | | Konsep Rangkaian Gerak Senam Keseimbangan (TP 4.3.2) [Acuan: tumpuan satu kaki sikap bangau atau kapal terbang tertahan stabil minimal 4 hitungan] | Belum mampu bertumpu pada satu kaki, sering terjatuh atau menyentuhkan kaki bebas sebelum 2 hitungan. | Mampu melakukan tumpuan satu kaki tetapi posisi tubuh masih bergoyang dan hanya bertahan 2-3 hitungan. | Mampu mempertahankan posisi bertumpu satu kaki secara seimbang dan stabil sesuai acuan minimal 4 hitungan. | Mampu mempertahankan posisi bertumpu satu kaki secara kokoh, postur tubuh terkontrol sempurna dan tenang lebih dari 4 hitungan. | | Konsep Rangkaian Bela Diri Pencak Silat (TP 4.3.3) [Acuan: pola langkah lurus/serong, kuda-kuda tengah/depan, tangkisan luar/dalam, dan pukulan lurus] | Belum mampu memperagakan kombinasi gerak pencak silat, posisi kuda-kuda dan arah tangkisan/pukulan tidak terbentuk. | Memperagakan sebagian gerak pencak silat (misal kuda-kuda dan pukulan saja), tetapi pola langkah dan tangkisan belum terangkai. | Memperagakan seluruh rangkaian pencak silat (pola langkah, kuda-kuda, tangkisan, dan pukulan) secara runtut sesuai acuan. | Memperagakan seluruh rangkaian pencak silat secara runtut, bertenaga, dengan transisi kuda-kuda dan tangkisan/pukulan yang sangat mantap dan presisi. | | Partisipasi Positif dalam Kelompok (TP 4.3.4) [Acuan: aktif melakukan gerak bersama, berbagi peran/posisi, dan saling menyemangati tanpa mencela] | Pasif, enggan bergerak bersama kelompok, atau mengganggu anggota kelompok lain selama latihan dan peragaan. | Mengikuti gerakan kelompok namun pasif dalam berbagi peran dan belum menunjukkan sikap menyemangati teman. | Berpartisipasi aktif dalam peragaan kelompok, mematuhi pembagian posisi, dan menunjukkan sikap saling menyemangati antaranggota. | Secara konsisten berpartisipasi penuh, sigap menjaga kekompakan formasi kelompok, serta memberi dukungan positif kepada seluruh anggota tim. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 11 menit per kelompok cukup efektif untuk pelaksanaan asesmen unjuk kerja sekaligus pencatatan observasi?
- Bagaimana ketercapaian murid secara umum dalam merangkai ketiga jenis konsep gerak (irama, senam, silat)?
- Apakah instrumen lembar observasi keterlibatan kelompok memudahkan identifikasi partisipasi positif setiap murid?
Murid:- Gerakan apa dalam rangkaian terpadu kelompok yang paling berhasil kamu peragakan dengan baik hari ini?
- Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama dan saling mendukung dengan teman sekelompokmu selama unjuk kerja gerak?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2024)
- Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2024) Bab 3
- Peluit, pemutar audio/musik berirama sedang, dan cone/penanda lantai
- Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2024)
- Peluit dan pemutar musik/ketukan ritmis (tamborin/tepukan tangan)
- Area lapangan atau ruang serbaguna yang aman dan rata
- Buku Panduan Guru PJOK untuk SD/MI Kelas IV, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Buku Siswa PJOK untuk SD/MI Kelas IV, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Bab 3: Ayo, Merangkai Gerak!.
- Peluit, matras senam, dan area lapang/lantai datar yang aman untuk beraktivitas senam.
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek 2024)
- Buku Siswa PJOK Kelas IV SD/MI Bab 3 (Kemendikbudristek 2024)
- Peluit dan cone/kerucut pembatas lintasan pola langkah
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas IV SD/MI Edisi 2024 (Kemendikbudristek)
- Buku Siswa PJOK Kelas IV SD/MI Edisi 2024 (Kemendikbudristek) Bab 3: Ayo, Merangkai Gerak!
- Peluit, matras/lapangan terbuka yang rata dan aman
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek RI, 2022, Bab 3: Ayo, Merangkai Gerak!)
- Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek RI, 2022)
- Peluit, stopwatch, kerucut pembatas area (cone), dan lembar rubrik asesmen unjuk kerja/observasi partisipasi kelompok
|