MODUL AJAR PJOK — Kelas 4 (Fase B) Topik: Bab 2 — Ayo, Bermain! INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Ayo, Bermain! |
|---|
| Alokasi Waktu | 18 JP (18 x 35 menit = 630 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 4.2.1 Menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak dalam aktivitas permainan
- TP 4.2.2 Memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak aktivitas permainan
- TP 4.2.3 Menerapkan strategi gerak sederhana dan memecahkan masalah gerak dalam aktivitas permainan
- TP 4.2.4 Menerapkan peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani permainan
- TP 4.2.5 Mengenali faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan dalam aktivitas permainan
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana caramu mengatur tenaga dan arah lemparan agar bola tepat mengenai sasaran yang berada di jarak yang berbeda?
- Apa yang perlu kamu ubah pada posisi badan dan ayunan tangan jika lemparan pertamamu jatuh sebelum mencapai target?
- Kapan waktu yang tepat bagi kita untuk mengoper bola kepada teman daripada menggiring bola sendirian?
- Bagaimana caramu menyesuaikan arah dan kecepatan gerak saat lawan berusaha merebut bola yang sedang kamu kuasai?
- Bagaimana caramu berlari agar tidak bertubrukan dengan teman saat berada di area permainan yang luas?
- Mengapa saat bermain di lapangan kita perlu mengubah arah lari ke depan, samping, atau berbelok?
- Ke mana arah lemparan bola yang paling sulit dijangkau oleh tim lawan dalam permainan net?
- Bagaimana pembagian posisi berdiri yang tepat di lapangan agar area pertahanan kita tidak mudah ditembus bola lawan?
- Apa yang terjadi pada permainan beregu jika ada pemain yang tidak menaati peraturan?
- Hal apa saja yang membuatmu merasa sangat senang dan gembira saat bermain bersama teman-temanmu?
- Bagaimana caramu dan kelompokmu menyesuaikan gerak agar berhasil mencetak poin dan menjaga wilayah saat bermain?
- Mengapa menaati aturan dan bersikap jujur membuat permainan beregu menjadi lebih menyenangkan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menyesuaikan Strategi Gerak Melempar dan Menangkap untuk Mendapatkan Capaian Keterampilan Gerak dalam Permainan Target — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.1 Menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak dalam aktivitas permainan
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan pemanasan dinamis yang berfokus pada peregangan sendi bahu, lengan, dan tungkai (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu melatih kemampuan menyesuaikan strategi gerak melempar bola ke sasaran target dan menangkap bola pantul (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik: murid diminta melakukan 2 kali lemparan percobaan ke sasaran ember/kerucut pada jarak 3 meter untuk mengamati kesiapan awal daya dorong dan arah lemparan (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati peragaan guru mengenai 2 variasi lintasan lemparan sasaran: lemparan mendatar (lintasan lurus bertenaga sedang) dan lemparan lambung (lintasan melengkung parabola dengan dorongan ke atas), serta cara memposisikan kedua telapak tangan terbuka membentuk mangkuk saat menangkap bola pantul (10 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru mengenai strategi gerak dalam permainan target: (1) kontrol kekuatan/tenaga (jarak dekat memakai tenaga lembut, jarak jauh memakai ayunan lebih kuat), (2) sudut pelepasan bola (sudut elevasi rendah untuk target rendah, elevasi tinggi untuk melompati rintangan), dan (3) penyesuaian posisi berdiri (kaki berlawanan melangkah ke depan untuk stabilitas lemparan) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan mempraktikkan latihan keterampilan dasar lempar-tangkap bola tenis/karet pada jarak bertingkat (jarak 3 meter sebanyak 5 kali lemparan, lalu mundur ke jarak 5 meter sebanyak 5 kali lemparan), menyesuaikan dorongan lengan dan kesiapan tangan menangkap bola (15 menit).
- Tantangan Menggembirakan 'Raja Target Bertingkat': Setiap murid melakukan 3 sesi lemparan ke 3 target sasaran kaleng/kerucut dengan jarak berbeda (Target A: 3 meter bernilai 1 poin; Target B: 5 meter bernilai 2 poin; Target C: 7 meter bernilai 3 poin). Murid secara mandiri memilih strategi lemparan (mendatar atau melambung) dan menyesuaikan tenaga ayunan pada tiap giliran untuk mengumpulkan poin maksimal (10 menit).
- Murid melanjutkan permainan target bertimbal-balik 'Lempar Target Tangkap Rebound': Murid melempar bola mengenai target bidang dinding/papan sasaran pada jarak 4 meter, lalu segera bergerak menyesuaikan posisi langkah untuk menangkap bola pantulannya sendiri sebanyak 5 kali percobaan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar dan memeriksa hasil capaian keterampilannya: murid membandingkan hasil lemparan ketika menggunakan tenaga penuh dengan tenaga terukur, serta menganalisis penyesuaian sudut ayunan yang paling efektif menjatuhkan target (10 menit).
Penutup:- Murid melakukan pendinginan terpandu (pelemasan otot lengan dan kaki) serta mengatur ritme napas (7 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman lisan singkat mengenai penyesuaian strategi gerak saat lemparan meleset, menyampaikan apresiasi atas ketekunan berlatih, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (8 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan ukuran bola yang bervariasi (bola tenis kecil dan bola spons sedang) serta ukuran target kerucut/ember yang beragam.
- Proses: Murid yang belum stabil diarahkan melempar dari jarak 2-3 meter dengan target ember berdiameter lebih lebar, sedangkan murid yang sudah mahir diarahkan melempar dari jarak 6-7 meter ke target kaleng kecil dengan sudut lemparan berbeda.
- Produk: Tingkat penyesuaian strategi gerak dinilai dari ketepatan penyesuaian gaya lemparan dan akurasi lemparan sesuai jarak sasaran yang dipilih.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes unjuk kerja diagnostik melempar bola ke kerucut sasaran berjarak 3 meter sebanyak 2 kali percobaan. Acuan diagnostik: (1) Murid siap: mampu melempar dengan ayunan terarah dan bola menyentuh kerucut/meleset kurang dari 30 cm; (2) Murid butuh bimbingan: lemparan meleset jauh (>50 cm) atau bola menggelinding lemah sebelum garis target.
Proses:- Observasi formatif saat aktivitas Tantangan 'Raja Target Bertingkat' dan 'Lempar Target Tangkap Rebound' yang menilai: (1) Penyesuaian kekuatan ayunan sesuai jarak sasaran (3 m, 5 m, 7 m), (2) Penyesuaian lintasan bola (mendatar vs lambung), dan (3) Kesiapan posisi tangan dan kaki saat menangkap bola pantul.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru mengajukan 2 pertanyaan strategi gerak: 'Jika lemparanmu melewati target (terlalu jauh), apa penyesuaian yang kamu lakukan pada lemparan berikutnya?' (acuan: mengurangi dorongan kekuatan ayunan/merendahkan sudut lepas) dan 'Jika bola memantul lebih rendah dari perkiraan, apa yang harus kamu sesuaikan?' (acuan: merendahkan posisi lutut dan membuka telapak tangan ke arah bawah).
Formatif:- Lembar observasi unjuk kerja penyesuaian strategi gerak melempar dan menangkap pada permainan target bertingkat.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyesuaian Kekuatan dan Arah Lemparan Target | Melempar tanpa penyesuaian; dorongan tenaga konstan sama untuk semua jarak sehingga seluruh lemparan meleset dari sasaran. | Mulai mencoba menyesuaikan kekuatan atau arah lemparan setelah diingatkan guru, namun bola masih meleset pada 2 dari 3 jarak sasaran. | Menyesuaikan kekuatan dan lintasan gerak melempar secara tepat sehingga bola mengenai sasaran pada minimal 2 dari 3 jarak sasaran (jarak 3 m, 5 m, atau 7 m) secara mandiri. | Menyesuaikan strategi gerak melempar secara akurat dan konsisten pada ketiga jarak sasaran (3 m, 5 m, dan 7 m) serta mampu segera mengoreksi ayunan bila bola meleset pada lemparan pertama. | | Penyesuaian Gerak Menangkap Bola Rebound | Belum mampu menyesuaikan posisi tubuh dan tangan saat bola datang sehingga gagal menangkap bola pantul. | Mampu memposisikan tangan membuka namun langkah kaki terlambat menyesuaikan arah datangnya pantulan bola (menangkap 1-2 dari 5 kali pantulan). | Menyesuaikan langkah kaki dan posisi kedua tangan mengikuti arah pantulan bola sehingga berhasil menangkap bola minimal 3 dari 5 kali percobaan. | Menyesuaikan posisi tubuh dan kedua tangan dengan cepat dan stabil mengikuti berbagai variasi ketinggian bola pantul sehingga berhasil menangkap minimal 4 dari 5 kali percobaan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit sudah mencukupi untuk setiap murid melakukan latihan penyesuaian jarak dan sudut lemparan secara merata?
- Bagaimana respons murid terhadap variasi jarak target: apakah mereka mampu mengidentifikasi kebutuhan tenaga ayunan yang berbeda?
Murid:- Apa yang kamu ubah pada caramu melempar ketika jarak sasaran dipindahkan menjadi lebih jauh?
- Bagian mana dari gerakan menangkap bola pantul yang terasa paling menantang bagimu?
Pertemuan 2 — Menyesuaikan Strategi Gerak Mengoper dan Menggiring untuk Mendapatkan Capaian Keterampilan Gerak dalam Permainan Invasi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.1 Menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak dalam aktivitas permainan
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan, mengucapkan salam, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan memastikan kesiapan fisik murid untuk beraktivitas jasmani (5 menit).
- Guru memandu pemanasan dinamis berpasangan berbasis reaksi arah (maju, mundur, geser samping) untuk menyiapkan otot tungkai dan kelincahan (10 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 situasi gambar pada papan peraga: Gambar A (murid dihadang 2 lawan di depan, teman berdiri bebas di sisi samping) dan Gambar B (jalur depan kosong tanpa penjagaan lawan). Guru meminta murid menunjukkan tindakan strategi yang tepat: apakah 'mengoper' atau 'menggiring' (acuan jawaban: Gambar A = mengoper ke teman bebas; Gambar B = menggiring ke ruang kosong di depan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan dan mendemonstrasikan konsep penyesuaian strategi gerak mengoper dan menggiring dalam permainan invasi: menggiring digunakan saat ada ruang kosong untuk mendekati target, sedangkan mengoper disesuaikan ketika ada tekanan/hadangan lawan dengan memilih arah (depan, samping, atau belakang) dan tenaga yang sesuai (10 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) melakukan latihan pengenalan situasi: bergerak membentuk segitiga sambil mengamati penanda kerucut (cone) sebagai rintangan gerak untuk menentukan kapan harus mengubah arah dribel atau melepas operan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan invasi modifikasi 'Menjaga Harta Karun' (4 lawan 2 di area 10x10 meter): 4 murid penyerang bertugas membawa bola (harta karun) melewati garis batas sasaran dengan menyesuaikan strategi gerak menggiring di ruang bebas dan mengoper cepat saat 2 murid bertahan mendekat (20 menit).
- Guru memberikan tantangan peningkatan: mempersempit area bermain atau membatasi sentuhan (maksimal 3 sentuhan sebelum bola dilepas) agar murid secara sadar menyesuaikan kecepatan menggiring dan ketepatan momentum mengoper guna mempertahankan kepemilikan bola (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompoknya duduk melingkar untuk mengevaluasi strategi gerak yang diterapkan: mengidentifikasi situasi gerak yang berhasil menghasilkan gol/lolos dan situasi ketika bola berhasil direbut oleh tim bertahan (15 menit).
Penutup:- Murid melakukan pendinginan statis dan peregangan tungkai secara mandiri di bawah bimbingan guru (5 menit).
- Guru melakukan cek pemahaman akhir dan memberikan umpan balik langsung terhadap penyesuaian keputusan gerak murid selama permainan, lalu memimpin doa penutup (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan ukuran bola yang bervariasi (bola busa/bola ukuran 4 untuk kemudahan kontrol, bola standar ukuran 5 untuk yang mahir) dan variasi jarak antar-penanda ruang bermain.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu menyesuaikan gerak, rasio pemain penyerang diperbesar (4 lawan 1) agar ruang gerak mengoper lebih lapang; bagi murid yang tanggap gerak, rasio diperketat (3 lawan 2) dengan ruang gerak yang lebih sempit.
- Produk: Variasi jumlah keberhasilan rangkaian kombinasi oper-giring tanpa kehilangan bola (kelompok pemula menargetkan 3 kali berhasil, kelompok mahir menargetkan lebih dari 5 kali kombinasi berurutan).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual respon gerak cepat: Guru memperlihatkan 2 kartu skenario situasi bermain di lapangan: Skenario 1 = Murid membawa bola langsung dihadang lawan tepat di depannya sementara kawan satu regu bebas di samping kanan; Skenario 2 = Jalur depan menuju gawang/garis akhir bersih tanpa penjagaan lawan. Guru meminta murid memilih tindakan strategi gerak yang tepat. (Acuan ketepatan: Skenario 1 = mengoper ke arah kawan bebas; Skenario 2 = menggiring bola lurus ke ruang kosong).
Proses:- Observasi formatif unjuk kerja saat permainan invasi: Guru mengamati ketercapaian murid dalam menyesuaikan strategi gerak berdasarkan 2 indikator: (1) Menyesuaikan keputusan menggiring saat ada ruang terbuka, dan (2) Menyesuaikan operan bola (arah dan waktu) saat jalur dihadang lawan agar penguasaan bola tetap terjaga.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan/tunjuk cepat: Guru memberikan satu situasi bermain nyata: 'Jika kamu sedang menggiring bola dan tiba-tiba lawan memotong jalur larimu dari depan, tindakan penyesuaian gerak apa yang harus kamu lakukan?' (Kriteria penerimaan: Menjawab mengubah arah dribel menjauhi lawan atau segera mengoper bola ke teman yang berdiri di ruang kosong).
Formatif:- Asesmen diagnostik pemilihan strategi gerak (mengoper vs menggiring) melalui pengamatan situasi gambar
- Lembar observasi unjuk kerja penyesuaian strategi gerak (mengoper dan menggiring) selama permainan invasi 'Menjaga Harta Karun'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyesuaian strategi gerak menggiring (ruang gerak) | Terus menggiring bola ke arah kerumunan lawan tanpa memperhatikan ada tidaknya ruang kosong sehingga bola mudah terlepas. | Mulai mengenali ruang kosong untuk menggiring bola, namun masih sering terlambat mengubah arah saat dihadang lawan. | Mampu menyesuaikan arah dan kecepatan menggiring bola menuju ruang kosong secara tepat ketika ada hadangan lawan. | Secara konsisten dan mandiri menyesuaikan variasi laju serta arah menggiring bola ke ruang bebas secara efektif dalam berbagai situasi tekanan lawan. | | Penyesuaian strategi gerak mengoper (momentum dan sasaran) | Mengoper bola secara acak atau menahan bola terlalu lama saat terkepung tanpa melakukan operan ke rekan satu tim. | Mampu mengoper bola ke teman, namun momentum atau pilihan arah operan belum disesuaikan dengan posisi lawan yang menjaga. | Mampu menyesuaikan momentum dan arah operan ke rekan yang bebas tepat saat jalur gerak tertutup oleh lawan. | Secara konsisten dan akurat menyesuaikan pilihan jenis operan (ke depan, samping, atau belakang) dengan waktu yang tepat saat dihadang sehingga serangan tetap mengalir. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah modifikasi ukuran lapangan dan rasio pemain dalam permainan 'Menjaga Harta Karun' sudah cukup efektif menstimulasi murid untuk berpikir dan menyesuaikan strategi gerak?
- Bagaimana keterlibatan murid yang masih ragu dalam mengambil keputusan gerak antara mengoper dan menggiring selama kegiatan inti?
Murid:- Kapan saat yang paling menantang bagimu untuk memutuskan apakah harus mengoper bola atau tetap menggiring bola?
- Penyesuaian gerak apa yang paling berhasil membantumu dan teman kelompokmu mempertahankan bola dari kejaran lawan?
Pertemuan 3 — Memperagakan Konsep Gerak Ruang dan Arah dalam Rangkaian Gerak Aktivitas Permainan Lapangan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.2 Memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak aktivitas permainan
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memandu pemanasan statis serta dinamis yang berfokus pada kelenturan persendian kaki dan koordinasi tubuh (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini, yaitu memperagakan konsep gerak ruang (ruang pribadi dan ruang umum) serta arah (depan, belakang, kanan, kiri) dalam rangkaian gerak permainan lapangan (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik unjuk kerja: guru memberi aba-aba gerak cepat berupa 3 komando ruang dan arah: (1) bergerak di ruang pribadi di tempat tanpa berpindah, (2) berpindah di ruang umum ke arah depan, (3) berpindah di ruang umum ke arah samping kanan. Guru mencatat kesiapan murid dalam memperagakan konsep ruang dan arah tersebut (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan dan demonstrasi guru mengenai konsep ruang (ruang pribadi: area di sekitar tubuh tanpa berpindah tempat; ruang umum: area luas lapangan yang digunakan bersama) dan konsep arah (maju ke depan, mundur ke belakang, melangkah ke kanan, dan ke kiri) (10 menit).
- Murid mempraktikkan eksplorasi terbimbing konsep ruang dan arah secara mandiri sesuai 4 kartu instruksi gerak yang dibacakan guru: (1) Ruang pribadi level rendah: jongkok meliukkan badan di tempat; (2) Ruang pribadi level sedang: melompat di tempat; (3) Ruang umum arah depan-belakang: lari 5 meter ke depan lalu berjalan mundur ke titik awal; (4) Ruang umum arah zig-zag samping: melompat ke samping kanan lalu ke samping kiri melintasi garis (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil untuk melakukan rangkaian gerak sirkuit pos permainan lapangan 'Jelajah Ruang dan Arah': Pos 1 (lari zig-zag mengubah arah kanan-kiri melewati 4 corong di ruang umum), Pos 2 (berhenti di dalam simpai/ruang pribadi sambil mengayunkan lengan dan menekuk lutut 3 kali), Pos 3 (berlari lurus ke arah depan sejauh 10 meter menuju base aman di ruang umum) (25 menit).
- Murid bermain permainan lapangan modifikasi 'Kucing dan Tikus Lapangan' (game menyenangkan): Murid yang menjadi pelari harus memperagakan rangkaian gerak berpindah di ruang umum ke berbagai arah (depan, samping kanan, samping kiri, memutar) untuk menuju 3 base aman (simpai ruang pribadi), di mana saat berada di dalam simpai murid tidak boleh disentuh penjaga (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar dan melakukan pendinginan mandiri dengan mengayunkan kaki dan menarik napas teratur (5 menit).
- Murid bersama guru merefleksikan peragaan gerak yang telah dilakukan dengan menjawab cek pemahaman: murid memperagakan kembali perbedaan bergerak di ruang pribadi (diam di tempat) dan ruang umum (berpindah melintasi batas lapangan) serta perubahan arah gerak yang paling efektif saat menghindari rintangan (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap peragaan konsep ruang dan arah yang telah ditunjukkan oleh murid selama kegiatan sirkuit dan permainan lapangan (5 menit).
- Guru menginformasikan fokus pembelajaran untuk pertemuan berikutnya dan memimpin doa penutup serta membubarkan barisan secara tertib (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lintasan gerak dengan jarak antar-corong yang lebih lebar bagi murid yang memerlukan ruang adaptasi gerak lebih luas.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu membedakan arah dan ruang, guru memberikan tanda visual garis warna di lapangan; bagi murid yang sudah terampil, diberikan tantangan memperagakan perubahan arah lari dengan variasi tempo lebih cepat.
- Produk: Peragaan rangkaian gerak dinilai berdasarkan ketepatan pemanfaatan ruang dan perubahan arah gerak pada sirkuit permainan lapangan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Uji peragaan awal berupa 3 instruksi konsep ruang dan arah di lapangan: (1) Bergerak di ruang pribadi di tempat tanpa berpindah tempat (acuan: murid berdiri/jongkok/meliuk tetap di titik posisinya tanpa melangkah berpindah); (2) Berpindah di ruang umum ke arah depan (acuan: murid berlari atau melangkah maju ke arah depan melintasi area lapangan terbuka); (3) Berpindah di ruang umum ke arah kanan (acuan: murid melangkah atau melompat ke arah sisi kanan tubuhnya). Dinilai dari ketepatan murid memperagakan ketiga instruksi tersebut.
Proses:- Pengamatan formatif saat murid melakukan rangkaian gerak pada 3 pos sirkuit lapangan: Pos 1 (lari zig-zag arah kanan dan kiri melewati corong), Pos 2 (gerak di ruang pribadi simpai), dan Pos 3 (lari lurus ke arah depan menuju base di ruang umum). Acuan ketepatan: Murid tepat memperagakan batas ruang pribadi (tidak keluar simpai saat di Pos 2), memanfaatkan ruang umum secara tepat (tidak bertabrakan di Pos 1 dan 3), serta tepat memperagakan perubahan arah (kanan, kiri, depan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman peragaan mandiri pada akhir pembelajaran: Murid memperagakan 2 tugas gerak akhir secara bergantian: (1) Melakukan 1 gerak di ruang pribadi (acuan yang diterima: menekuk lutut, meliukkan badan, atau memutar torso di tempat tanpa memindahkan poros kaki); (2) Melakukan rangkaian gerak di ruang umum dengan minimal 2 perubahan arah (acuan yang diterima: lari ke depan lalu beralih melangkah/berlari ke kanan atau ke kiri tanpa menabrak batas area).
Formatif:- Observasi unjuk kerja peragaan konsep ruang dan arah dalam sirkuit dan permainan lapangan menggunakan lembar rubrik penilaian proses
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Peragaan Konsep Ruang (Ruang Pribadi dan Ruang Umum) dalam Rangkaian Gerak | Belum mampu membedakan dan memperagakan gerak di ruang pribadi maupun ruang umum (masih berpindah saat diminta gerak di ruang pribadi atau diam saat diminta menjelajah ruang umum). | Mampu memperagakan salah satu konsep gerak ruang dengan tepat (hanya tepat pada ruang pribadi saja atau ruang umum saja) dalam rangkaian gerak aktivitas permainan lapangan. | Mampu memperagakan konsep gerak ruang pribadi (tetap di tempat) dan ruang umum (bergerak melintasi lapangan) secara tepat dalam rangkaian gerak aktivitas permainan lapangan. | Mampu memperagakan konsep gerak ruang pribadi dan ruang umum secara konsisten, tepat, dan luwes dalam seluruh rangkaian gerak aktivitas permainan lapangan secara mandiri. | | Peragaan Konsep Arah (Depan, Belakang, Samping Kanan/Kiri) dalam Rangkaian Gerak | Belum mampu memperagakan perubahan arah gerak sesuai instruksi dalam rangkaian gerak aktivitas permainan lapangan. | Mampu memperagakan gerak dengan 1 variasi arah (misalnya hanya lurus ke depan) namun kesulitan saat harus mengubah arah ke kanan, kiri, atau mundur. | Mampu memperagakan gerak ke berbagai arah (depan, belakang, dan samping kanan/kiri) secara tepat dalam rangkaian gerak aktivitas permainan lapangan. | Mampu memperagakan perubahan berbagai arah gerak secara cepat, tepat, dan konsisten dalam rangkaian gerak sirkuit serta permainan lapangan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penataan pos sirkuit dan batas lapangan sudah memfasilitasi murid memahami perbedaan ruang pribadi dan ruang umum secara optimal?
- Bagaimana keterlibatan murid saat mempraktikkan perubahan arah dalam permainan lapangan?
Murid:- Bagian mana dari gerakan mengubah arah (depan, belakang, kanan, atau kiri) yang paling mudah dan paling menantang bagimu?
- Apakah kamu berhasil bergerak di ruang umum tanpa bersenggolan dengan teman saat bermain tadi?
Pertemuan 4 — Menerapkan Strategi Gerak Sederhana dan Memecahkan Masalah Gerak Bertahan serta Menyerang dalam Aktivitas Permainan Net — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.3 Menerapkan strategi gerak sederhana dan memecahkan masalah gerak dalam aktivitas permainan
Pendahuluan:- Guru membariskan murid di lapangan, mengucapkan salam, memandu doa bersama, dan memeriksa kehadiran serta kesiapan fisik murid untuk beraktivitas gerak (5 menit).
- Guru memandu pemanasan terstruktur dalam formasi lingkaran yang menirukan gerakan melempar, melompat meraih sasaran atas, dan bergerak gesit ke samping kiri-kanan (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini mengenai strategi menyerang ke ruang kosong dan strategi bertahan dengan menjaga area dalam permainan net sederhana lempar-tangkap bola (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan strategi gerak net: (1) 'Jika lawan berkumpul di area kanan lapangan, ke manakah bola sebaiknya dilemparkan?' (acuan: area kiri/ruang kosong yang tidak terjaga); (2) 'Bagaimana posisi berdiri pemain bertahan agar lapangan tertutup rapat?' (acuan: menyebar menempati area depan dan belakang/tidak bergerombol di satu titik) untuk memetakan kesiapan murid (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan demonstrasi model sederhana mengenai 2 masalah gerak utama dalam permainan net: masalah menyerang (bagaimana menjatuhkan bola di area lawan) dan masalah bertahan (bagaimana mencegah bola jatuh di area sendiri) (5 menit).
- Murid secara berpasangan mendiskusikan 2 skenario pemecahan masalah gerak yang diberikan guru: Skenario A (lawan berdiri terlalu maju mendekati net -> solusi gerak: melempar melambung tinggi ke area belakang lawan); Skenario B (bola melambung tinggi ke area belakang tim sendiri -> solusi gerak: pemain belakang mundur mengamankan bola sementara pemain depan bersiap menerima umpan) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid dibagi ke dalam kelompok (masing-masing 4-5 murid per tim) untuk memainkan simulasi 'Tantangan Bidik Ruang Kosong' di lapangan ber-net/tali: tim menyerang mencoba melempar bola lunak melewati net agar mendarat pada 2 area target sasaran (petak depan kiri dan petak belakang kanan) yang tidak dijaga (15 menit).
- Murid mempraktikkan permainan net 'Lempar Tangkap Bola Melewati Net' secara beregu (5 lawan 5) dengan aturan maksimal 3 operan antar-rekan sebelum bola dilempar menyeberangi net, sambil menerapkan strategi menyerang ke ruang kosong lawan (20 menit).
- Murid menerapkan strategi gerak bertahan dalam permainan yang sama, yaitu memecahkan masalah ruang dengan cara membagi posisi berdiri saling menutupi (2 pemain menjaga area depan dan 3 pemain menjaga area belakang) serta bergerak aktif menyambut bola sebelum menyentuh tanah (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid berkumpul dalam kelompoknya untuk mengevaluasi efektivitas pemecahan masalah gerak yang telah dicoba: mengidentifikasi apakah bola sering jatuh karena ruang kosong tidak terjaga atau karena operan yang kurang terarah (7 menit).
- Perwakilan murid menyebutkan satu keputusan gerak terbaik yang berhasil dilakukan timnya saat menyerang dan satu penyesuaian posisi saat bertahan ketika menghadapi serangan lawan (3 menit).
Penutup:- Guru memandu aktivitas pendinginan statis dan peregangan otot lengan, bahu, serta tungkai untuk memulihkan kondisi fisik (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan prinsip utama strategi gerak permainan net: menempatkan bola ke area kosong saat menyerang dan membagi posisi merata saat bertahan (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat serta menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan ukuran bola yang bervariasi (bola spons besar membal untuk kelompok yang butuh kemudahan menangkap, dan bola voli mini/bola karet standar untuk kelompok yang siap tantangan gerak lebih cepat).
- Proses: Untuk murid yang kesulitan menangkap bola, ketinggian net diturunkan dan diperbolehkan menangkap bola setelah satu kali pantulan; bagi murid yang mahir, diberikan tantangan variasi lemparan menyudut atau bola harus langsung ditangkap tanpa pantulan.
- Produk: Variasi bentuk penempatan sasaran gerak: murid pemula menargetkan lemparan jatuh bebas di sembarang area lapangan kosong, murid mahir menargetkan sudut-sudut petak belakang yang sempit.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik pada awal pembelajaran terkait strategi gerak dasar permainan net: (1) 'Jika pemain lawan berkumpul di sisi kanan net, ke mana lemparan bola harus diarahkan agar mendapat poin?' (acuan jawaban: ke sisi kiri lapangan lawan / ke area yang kosong tanpa penjagaan); (2) 'Bagaimana cara membagi posisi berdiri di lapangan agar area bertahan tidak mudah ditembus lawan?' (acuan jawaban: menyebar menempati area depan dan belakang lapangan secara merata, tidak menumpuk di satu tempat).
Proses:- Lembar observasi tindakan gerak murid saat permainan inti (4 indikator teramati): (1) Menempatkan lemparan bola ke area lapangan lawan yang kosong; (2) Bergerak menempati posisi depan atau belakang sesuai pembagian area tim; (3) Berpindah posisi untuk menyambut dan menangkap bola dari arah lawan; (4) Melakukan operan kepada rekan sebelum bola dikembalikan menyeberangi net untuk memecahkan situasi gerak sulit.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru memberikan 2 butir pertanyaan strategi: (1) 'Apa strategi gerak paling efektif saat timmu melihat dua pemain lawan maju mendekati net?' (acuan jawaban: melempar bola melambung ke area belakang lapangan lawan); (2) 'Apa tindakan gerakmu ketika teman satu tim maju mengejar bola di depan net?' (acuan jawaban: bergerak mengisi atau mengamankan area belakang yang ditinggalkan teman).
Formatif:- Observasi unjuk kerja penerapan strategi gerak menyerang (mengarahkan bola ke ruang kosong lawan) dan bertahan (pembagian posisi menjaga ruang) selama permainan net lempar-tangkap berlangsung
- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran dan lembar cek pemahaman strategi gerak pada penutup
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menerapkan Strategi Gerak Menyerang dalam Permainan Net | Melempar bola melewati net tanpa mengarahkan sasaran gerak, bola selalu jatuh langsung ke arah hadapan lawan yang sudah siap menangkap. | Mulai mencoba mengarahkan lemparan bola ke ruang kosong lawan namun arah bola masih sering meleset keluar garis lapangan atau mudah dijangkau lawan. | Konsisten menerapkan strategi mengarahkan lemparan bola menyeberangi net menuju ruang kosong atau area lapangan lawan yang tidak terjaga secara tepat. | Sangat mahir dan mandiri menerapkan strategi menyerang dengan membaca celah posisi lawan secara cepat dan menempatkan bola ke ruang kosong tersulit secara akurat. | | Memecahkan Masalah Gerak Bertahan dalam Permainan Net | Berdiri diam di tempat atau bergerombol di satu titik bersama teman sehingga membiarkan area pertahanan tim sendiri terbuka lebar. | Mulai bergerak menjaga area pertahanan tetapi masih sering terlambat berpindah tempat saat bola datang menuju area kosong timnya. | Mampu memecahkan masalah bertahan dengan menempati pembagian ruang lapangan secara merata dan aktif bergerak menangkap bola yang jatuh di areanya. | Sangat tanggap memecahkan masalah gerak bertahan dengan menutup ruang kosong secara cepat, saling melapis posisi teman, dan mengamankan bola sulit secara konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah modifikasi permainan net lempar-tangkap bola efektif memfasilitasi murid dalam berpikir dan menerapkan strategi penempatan ruang?
- Bagaimana keterlibatan murid yang memiliki kemampuan gerak berbeda dalam pembagian peran menyerang dan bertahan di lapangan?
Murid:- Bagian mana yang lebih menantang bagimu: mencari ruang kosong di lapangan lawan atau menjaga ruang sendiri agar tidak kebobolan?
- Keputusan gerak apa yang berhasil membantumu dan tim meraih poin dalam permainan tadi?
Pertemuan 5 — Menerapkan Peraturan untuk Menumbuhkan Fair Play dan Mengenali Faktor-Faktor yang Menyebabkan Aktivitas Jasmani Menyenangkan dalam Permainan Beregu — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.4 Menerapkan peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani permainan
- TP 4.2.5 Mengenali faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan dalam aktivitas permainan
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan/aula, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan melakukan pemanasan dinamis berbentuk lari santai mengelilingi batas lapangan (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menerapkan peraturan untuk bersikap fair play serta mengenali faktor-faktor yang membuat aktivitas bermain itu menyenangkan (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan dua pertanyaan lisan: (1) 'Sebutkan 1 contoh tindakan fair play saat bermain!', (2) 'Sebutkan 1 hal yang membuatmu senang saat bermain!' (acuan jawaban: 1. mematuhi peraturan/mengakui kesalahan/menerima hasil permainan; 2. bisa bergerak bebas/bermain bersama teman/ada tantangan seru) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan kartu situasi mengenai 3 aturan utama bermain fair play dalam permainan beregu 'Bola Beracun Berantai' (Aturan 1: Lemparan sah hanya mengenai pinggang ke bawah; Aturan 2: Murid yang terkena lemparan wajib jujur keluar ke tepi lapangan tanpa membantah; Aturan 3: Menerima keputusan permainan dengan sportif dan saling menghargai) (10 menit).
- Guru memperkenalkan 3 faktor yang menyebabkan aktivitas permainan terasa menyenangkan: (1) Partisipasi aktif (semua murid ikut bergerak tanpa membeda-bedakan), (2) Tantangan yang seru dan memicu semangat (menghindar dan mengoper bola tepat waktu), serta (3) Rasa aman dan adil karena semua menaati aturan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid dibagi menjadi 4 regu beranggotakan 6-7 murid. Dua regu bermain permainan 'Bola Beracun Berantai' di lapangan berukuran 10x10 meter selama 15 menit per sesi (total 2 putaran rotasi) dengan menerapkan 3 aturan fair play secara tertib dan jujur (20 menit).
- Selama bermain, guru mengamati dan mencatat penerapan fair play murid (kejujuran saat tersentuh bola, kepatuhan batas lemparan sasaran pinggang ke bawah, dan sikap menerima keputusan) serta keterlibatan aktif yang memunculkan keceriaan murid (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid berkumpul dalam lingkaran untuk melakukan refleksi terpandu, lalu murid menandai pada 'Lembar Kartu Ceklist Faktor Kesenangan' berisi 3 pilihan faktor penyebab bermain terasa menyenangkan: [ ] Mengikuti permainan secara aktif bersama teman, [ ] Menghadapi tantangan menghindar lemparan bola, [ ] Permainan berjalan jujur dan adil tanpa kecurangan (10 menit).
Penutup:- Guru memandu gerakan pendinginan statis dan menghela napas relaksasi bersama-sama di tepi lapangan (8 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas pelaksanaan permainan, menegaskan pentingnya menjunjung tinggi fair play dalam setiap kegiatan bermain, serta menutup kegiatan dengan doa dan salam (12 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar panduan visual peraturan bermain fair play bagi murid yang membutuhkan penguatan pemahaman.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu mengakui sentuhan bola, guru memberikan pendampingan isyarat langsung; bagi murid yang sudah mandiri, diberikan tanggung jawab mengawasi garis batas permainan.
- Produk: Pilihan bentuk pengenalan faktor kesenangan permainan melalui tanda centang pada lembar kartu ceklist atau menyebutkan pilihannya secara lisan langsung kepada guru.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: (1) Sebutkan 1 contoh sikap mematuhi peraturan/fair play dalam permainan! (acuan jawaban: mengakui saat terkena bola / mematuhi aturan batas area / tidak mencurangi lawan); (2) Sebutkan 1 hal yang membuatmu merasa senang saat bermain jasmani! (acuan jawaban: bisa berlari bebas bersama teman / adanya tantangan permainan / permainan berjalan adil dan seru).
Proses:- Pengamatan keterlaksanaan 3 aturan fair play saat bermain beregu: (1) Mematuhi aturan batas lemparan (pinggang ke bawah), (2) Mengakui secara jujur saat terkena bola dan segera keluar lapangan, (3) Menerima hasil akhir dan menghargai teman tanpa mencela.
- Pemeriksaan lembar ceklist faktor kesenangan bermain: mengenali faktor kesenangan (acuan faktor: keterlibatan aktif bersama teman, menghadapi tantangan gerak yang seru, rasa nyaman karena aturan ditaati secara adil).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup melalui kartu refleksi: Murid memilih minimal 2 dari 3 faktor penyebab bermain menyenangkan yang disediakan pada lembar ceklist (acuan: keterlibatan aktif bersama teman, adanya tantangan permainan, permainan berjalan jujur/adil) serta menyatakan komitmen fair play yang telah dilakukan secara tepat.
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek pemahaman dasar fair play dan faktor kesenangan bermain.
- Lembar observasi unjuk perilaku fair play selama aktivitas permainan beregu 'Bola Beracun Berantai'.
- Lembar ceklist refleksi identifikasi faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas permainan menyenangkan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menerapkan peraturan untuk menumbuhkan fair play (TP 4.2.4) | Belum menerapkan peraturan permainan dan perlu selalu diingatkan untuk bersikap jujur saat tersentuh bola. | Menerapkan 1 dari 3 peraturan fair play (mematuhi batas lemparan, jujur mengaku saat terkena bola, atau menerima hasil permainan) dengan pengawasan guru. | Menerapkan 2 dari 3 peraturan fair play dalam permainan beregu secara konsisten. | Menerapkan seluruh (3 dari 3) peraturan fair play dalam permainan beregu secara mandiri dan konsisten tanpa harus diingatkan. | | Mengenali faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan (TP 4.2.5) | Belum dapat mengenali faktor yang menyebabkan aktivitas permainan menyenangkan meskipun diberikan panduan lembar ceklist. | Mengenali 1 dari 3 faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan pada lembar ceklist/lisan. | Mengenali 2 dari 3 faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan pada lembar ceklist/lisan sesuai pengalaman bermainnya. | Mengenali seluruh (3 dari 3) faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan (keterlibatan aktif, tantangan seru, suasana jujur dan adil) pada lembar ceklist/lisan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu bermain beregu cukup memberikan kesempatan bagi semua murid untuk mempraktikkan fair play secara nyata?
- Bagaimana respons keceriaan murid saat mengenali faktor-faktor yang membuat aktivitas jasmani hari ini terasa menyenangkan?
Murid:- Peraturan apa yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu taati secara jujur hari ini?
- Faktor apa yang paling membuatmu merasa senang dan gembira saat mengikuti permainan tadi?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.1 Menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak dalam aktivitas permainan
- TP 4.2.2 Memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak aktivitas permainan
- TP 4.2.3 Menerapkan strategi gerak sederhana dan memecahkan masalah gerak dalam aktivitas permainan
- TP 4.2.4 Menerapkan peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani permainan
- TP 4.2.5 Mengenali faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan dalam aktivitas permainan
Pendahuluan:- Guru membariskan murid di lapangan, memimpin doa bersama, mengecek kesiapan fisik, serta memandu pemanasan statis dan dinamis secara terpimpin (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, menjelaskan tata tertib bermain beregu, serta membagi murid menjadi 4 kelompok bertanding (Kelompok A, B, C, dan D) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menjelaskan petunjuk teknis Tugas 1 unjuk kerja permainan beregu (lapangan terbagi 2 lapangan mini, durasi main 2 putaran @10-12 menit per regu) serta kriteria penilaian gerak, ruang, strategi bertahan-menyerang, dan ketaatan aturan/fair play (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Pelaksanaan Tugas 1: Murid melaksanakan unjuk kerja bermain beregu pada 4 kelompok secara bergantian dalam 2 putaran tanding (Putaran 1: Regu A vs Regu B di Lapangan 1, Regu C vs Regu D di Lapangan 2; Putaran 2: Regu A vs Regu C di Lapangan 1, Regu B vs Regu D di Lapangan 2), sementara guru mengobservasi performa penyesuaian strategi gerak, peragaan konsep ruang/arah, pemecahan masalah bertahan/menyerang, dan penerapan fair play menggunakan lembar observasi dan ceklis (55 menit).
Merefleksi (Menggembirakan):- Pelaksanaan Tugas 2: Guru memandu pendinginan sambil membentuk lingkaran refleksi besar, kemudian mengajukan pertanyaan lisan secara terpandu kepada murid secara klasikal-bergilir mengenai faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas permainan menyenangkan serta mencatat respons murid pada lembar catatan respons (20 menit).
Penutup:- Guru merangkum hasil ketercapaian seluruh rangkaian Bab 2 'Ayo, Bermain!', memberikan apresiasi menyeluruh atas sportivitas semua regu, memimpin doa penutup, dan mengarahkan murid berganti pakaian (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada perbedaan kompetensi yang diuji; seluruh murid dinilai berdasarkan acuan unjuk kerja bermain beregu dan refleksi lisan yang sama.
- Proses: Akomodasi akses berupa penempatan posisi bermain yang disesuaikan dengan kondisi fisik murid tanpa mengubah aturan atau kriteria penilaian permainan.
- Produk: Format unjuk kerja permainan beregu dan respons lisan seragam untuk seluruh murid sesuai acuan sumatif.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- unjuk kerja bermain beregu dan refleksi lisan terpadu: kinerja penyesuaian strategi gerak, peragaan konsep ruang/arah, pemecahan masalah gerak, dan penerapan fair play dalam permainan kelompok, serta jawaban lisan tentang faktor permainan yang menyenangkan
- unjuk kerja bermain beregu: performa regu dalam mempraktikkan konsep gerak dan penyesuaian strategi untuk memecahkan masalah saat bermain serta ketaatan aturan/fair play yang diamati pada 4 kelompok secara bergantian (2 putaran tanding @10-12 menit antar-tim) (75 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja dan ceklis fair play)
- tanya jawab lisan terpandu: respons lisan murid secara klasikal-bergilir saat pendinginan/lingkaran refleksi mengenai hal-hal yang membuat aktivitas permainan menyenangkan (30 menit; kelompok; instrumen: panduan pertanyaan lisan dan lembar catatan respons)
Sumatif:- unjuk kerja bermain beregu dan refleksi lisan terpadu: kinerja penyesuaian strategi gerak, peragaan konsep ruang/arah, pemecahan masalah gerak, dan penerapan fair play dalam permainan kelompok, serta jawaban lisan tentang faktor permainan yang menyenangkan
- unjuk kerja bermain beregu: performa regu dalam mempraktikkan konsep gerak dan penyesuaian strategi untuk memecahkan masalah saat bermain serta ketaatan aturan/fair play yang diamati pada 4 kelompok secara bergantian (2 putaran tanding @10-12 menit antar-tim) (75 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja dan ceklis fair play)
- tanya jawab lisan terpandu: respons lisan murid secara klasikal-bergilir saat pendinginan/lingkaran refleksi mengenai hal-hal yang membuat aktivitas permainan menyenangkan (30 menit; kelompok; instrumen: panduan pertanyaan lisan dan lembar catatan respons)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyesuaikan strategi gerak (TP 4.2.1) | Belum mampu menyesuaikan posisi dan jenis gerak (melempar, menangkap, atau mengoper) saat situasi permainan berubah. | Menyesuaikan strategi gerak hanya sesekali saat diarahkan oleh guru atau teman seregu. | Menyesuaikan strategi gerak (jarak, kecepatan, atau jenis operan) secara mandiri saat situasi permainan berubah. | Menyesuaikan strategi gerak secara konsisten, cepat, dan tepat dalam berbagai situasi permainan secara mandiri. | | Memperagakan konsep gerak ruang dan arah (TP 4.2.2) | Belum memperagakan konsep gerak menuju ruang kosong maupun mengubah arah gerak saat bermain. | Memperagakan gerak menuju ruang kosong atau mengubah arah gerak hanya ketika diingatkan. | Memperagakan gerak mencari ruang kosong dan mengubah arah gerak secara tepat selama permainan. | Memperagakan variasi konsep gerak ruang dan arah secara konsisten dan efektif di sepanjang permainan. | | Menerapkan strategi bertahan dan menyerang (TP 4.2.3) | Belum mampu menerapkan langkah pemecahan masalah untuk bertahan maupun menyerang wilayah lawan. | Menerapkan strategi bertahan atau menyerang sederhana namun masih sering ragu dalam memecahkan masalah gerak. | Menerapkan strategi gerak sederhana untuk bertahan dan menyerang serta memecahkan masalah penjagaan wilayah secara tepat. | Menerapkan strategi bertahan dan menyerang secara cerdas serta memecahkan masalah gerak regu dengan konsisten. | | Menerapkan fair play dan aturan (TP 4.2.4) | Belum mematuhi aturan permainan dan masih melakukan pelanggaran fisik atau protes terhadap keputusan. | Menerapkan aturan permainan dan fair play hanya jika diawasi ketat oleh guru. | Menerapkan peraturan permainan secara tertib, mengakui pelanggaran/kesalahan, dan menghormati lawan secara mandiri. | Menerapkan fair play secara konsisten di setiap situasi permainan tanpa pernah melanggar aturan. | | Mengenali faktor aktivitas menyenangkan (TP 4.2.5) | Belum dapat menyebutkan faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani permainan menyenangkan. | Menyebutkan faktor kesenangan namun belum relevan dengan aktivitas jasmani permainan. | Menyebutkan secara lisan minimal satu faktor penyebab permainan menyenangkan sesuai acuan (kebersamaan tim, tantangan, kejujuran, keaktifan gerak). | Menyebutkan secara lisan dua atau lebih faktor penyebab permainan menyenangkan secara runtut dan tepat sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh instrumen asesmen unjuk kerja dan lembar catatan respons lisan dapat mendokumentasikan capaian TP murid secara objektif?
- Bagaimana pembagian waktu antara 2 putaran pertandingan dan lingkaran refleksi lisan berjalan di lapangan?
Murid:- Bagian mana dari permainan beregu tadi yang paling berhasil kamu lakukan bersama teman kelompokmu?
- Hal apa yang paling membuatmu merasa gembira dan bersemangat selama beraktivitas jasmani hari ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek 2023, Bab 2: Ayo, Bermain!)
- Buku Siswa PJOK Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek 2023, Bab 2)
- Peralatan: bola tenis/bola spons (sejumlah murid), kerucut/cone sasaran (15 buah), kaleng/papan target, ember plastik, peluit, dan lapangan olahraga/halaman sekolah.
- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas IV, Penerbit Kemendikbudristek 2022 (Bab 2: Ayo, Bermain!)
- Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas IV, Penerbit Kemendikbudristek 2022
- Bola sepak ukuran 4 / bola busa / bola karet
- Kerucut pembatas (cones/marker)
- Rompi penanda regu (bibs)
- Buku Panduan Guru PJOK untuk SD/MI Kelas IV, Penerbit Pusat Perbukuan Balai Pustaka dan Perbukuan Kemendikbudristek 2021
- Buku Siswa PJOK Kelas IV SD/MI Bab 2 Ayo Bermain!, Kemendikbudristek 2021
- Peralatan lapangan: corong/kerucut (cone), simpai (hula hoop), dan peluit
- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas IV, Kemendikbudristek, 2021 (Bab 2: Ayo, Bermain!)
- Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas IV, Kemendikbudristek, 2021 (Materi Permainan Net, hlm. 48-50)
- Net/tali pembatas, tiang net, bola lunak/bola spon besar/bola voli mini, peluit, dan cone penanda petak lapangan
- Buku Panduan Guru PJOK untuk SD/MI Kelas IV, Kemendikbudristek 2021
- Buku Siswa PJOK Kelas IV, Kemendikbudristek 2021
- Bola spons/bola plastik lunak 4 buah
- Peluit dan kerucut (cone) pembatas lapangan 8 buah
- Lembar Kartu Ceklist Faktor Kesenangan Bermain
- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas IV (Alda Indrawan & Tri Agus Prasetijo, 2023)
- Buku Siswa PJOK Kelas IV Bab 2 'Ayo, Bermain!'
- Peralatan: bola permainan (bola sepak mini/bola tangan), rompi bertanding (4 warna), peluit, cone pembatas lapangan, lembar observasi unjuk kerja, ceklis fair play, dan lembar catatan respons lisan
|