Modul AjarPertemuan 8Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 4: Keselamatan Bergerak dan Penanganan Cedera Ringan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 4 dengan topik "Keselamatan Bergerak dan Penanganan Cedera Ringan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 4: Keselamatan Bergerak dan Penanganan Cedera Ringan

PJOK - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Keselamatan Bergerak dan Penanganan Cedera Ringan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikKeselamatan Bergerak dan Penanganan Cedera Ringan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengenali minimal 3 risiko cedera ringan (memar, lecet, terkilir) yang mungkin terjadi saat melakukan berbagai aktivitas gerak dan menyebutkan cara mencegahnya dengan benar.
  2. Murid dapat mempraktikkan langkah penanganan cedera ringan (memar atau lecet) sesuai prinsip pertolongan pertama yang sederhana melalui simulasi berpasangan atau berkelompok.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu jatuh atau terluka saat bermain atau berolahraga? Apa yang pertama kali kamu lakukan saat itu?
  2. Menurutmu, mengapa cedera bisa terjadi saat kita berolahraga, dan apa yang bisa kita lakukan agar tidak cedera?
  3. Jika temanmu tiba-tiba mengalami memar atau lecet di lapangan, dan tidak ada guru di dekatnya, apa yang akan kamu lakukan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai kegiatan. (± 2 menit)
  • Guru memeriksa kehadiran dan memastikan kondisi kesehatan murid siap mengikuti pembelajaran.
  • Asesmen awal: Guru mengajukan 2–3 pertanyaan lisan diagnostik singkat — 'Siapa yang pernah cedera saat olahraga? Cedera apa yang dialami? Apa yang dilakukan saat itu?' — untuk memetakan pengetahuan awal murid. (± 3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat: 'Hari ini kita akan belajar mengenali risiko cedera ringan dan cara menanganinya dengan benar.' (± 2 menit)
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Jika temanmu jatuh dan lututnya lecet di lapangan, apa yang kamu lakukan pertama kali?' untuk memancing rasa ingin tahu murid. (± 3 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau memperlihatkan gambar/kartu cerita bergambar tentang situasi aktivitas gerak yang berisiko cedera (misalnya: anak berlari jatuh, bermain voli, melompat tanpa pemanasan). Murid mengamati dan mengidentifikasi potensi risiko cedera yang terlihat. (± 7 menit)
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: 'Cedera apa yang mungkin terjadi pada gambar itu? Mengapa bisa terjadi? Bagaimana cara mencegahnya?' Murid menyebutkan jawaban secara lisan. (± 5 menit)
  • Guru menjelaskan secara singkat tiga jenis cedera ringan yang umum terjadi saat aktivitas gerak — lecet, memar, dan terkilir — beserta penyebab dan cara pencegahannya (pemanasan yang benar, perlengkapan yang tepat, memperhatikan lingkungan bermain). Penjelasan dikaitkan dengan pengalaman nyata murid. (± 5 menit)
  • Guru menjelaskan langkah penanganan pertama untuk: (1) Lecet: bersihkan dengan antiseptik, tutup dengan kasa dan plester; (2) Memar: istirahatkan bagian yang memar, kompres dingin, tinggikan bagian yang terluka; (3) Terkilir: istirahatkan, kompres dingin, balut, tinggikan, rujuk jika sangat nyeri. Guru dapat menggunakan papan tulis atau kartu langkah bergambar sebagai alat bantu. (± 5 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok beranggotakan 5–7 orang. Setiap kelompok memilih satu jenis cedera ringan yang akan disimulasikan (lecet, memar, atau terkilir). (± 3 menit)
  • Setiap kelompok mendapatkan kartu skenario berisi situasi cedera singkat (contoh: 'Ani jatuh saat berlari, lututnya lecet dan berdarah ringan') dan kotak simulasi berisi bahan sederhana: kapas, plester, kain kasa, botol berisi air berwarna sebagai pengganti antiseptik, dan kain untuk kompres atau balut. (± 2 menit)
  • Kelompok melakukan simulasi penanganan cedera sesuai skenario: satu murid berperan sebagai korban, yang lain berperan sebagai penolong. Satu murid bertindak sebagai narator yang menjelaskan setiap langkah yang dilakukan kelompoknya. (± 10 menit)
  • Guru berkeliling memantau setiap kelompok, memberikan umpan balik langsung dan pertanyaan pancingan: 'Mengapa kamu mengkompres dengan dingin, bukan panas?' untuk mendorong penalaran. (± 3 menit)
  • Satu kelompok diminta menampilkan hasil simulasinya di depan kelas, kelompok lain mengamati dan memberikan tanggapan positif atau pertanyaan. (± 5 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara individu mengisi lembar refleksi singkat (bisa lisan jika waktu terbatas) dengan 3 pertanyaan: (1) Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini? (2) Bagian mana yang masih terasa sulit atau membingungkan? (3) Bagaimana kamu akan menggunakan pengetahuan ini dalam kehidupan sehari-hari? (± 5 menit)
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat: beberapa murid berbagi jawaban mereka, guru merangkum poin penting dan meluruskan miskonsepsi yang muncul. (± 3 menit)
  • Guru meminta murid menilai diri sendiri secara lisan: 'Seberapa yakin kamu bisa menangani cedera ringan temanmu sekarang? Acungkan 1 jari (belum yakin), 2 jari (cukup yakin), atau 3 jari (sangat yakin).' Ini menjadi data asesmen diri. (± 2 menit)

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: risiko cedera ringan yang umum, cara mencegahnya, dan langkah penanganan pertama yang benar. (± 3 menit)
  • Asesmen akhir: Guru memberikan kuis lisan cepat 3 pertanyaan kepada beberapa murid secara acak untuk mengukur pemahaman akhir (contoh: 'Sebutkan dua cara mencegah cedera saat olahraga!' dan 'Apa langkah pertama menangani memar?'). (± 3 menit)
  • Guru memberikan pesan penutup tentang pentingnya keselamatan diri dan tanggung jawab menolong sesama saat terjadi cedera di lingkungan sekitar.
  • Guru menginformasikan topik atau kegiatan pembelajaran berikutnya secara singkat.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama. (± 2 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang sudah memiliki pengetahuan awal yang lebih baik (teridentifikasi dari asesmen awal), guru dapat memberikan kartu skenario dengan tingkat kesulitan lebih tinggi, misalnya skenario yang melibatkan lebih dari satu jenis cedera sekaligus atau situasi yang membutuhkan keputusan apakah perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan. Bagi murid yang belum memiliki pengetahuan dasar, guru menyediakan kartu langkah bergambar step-by-step yang dapat dipegang saat simulasi sebagai panduan visual.
  • Proses: Murid yang membutuhkan lebih banyak dukungan dapat berpasangan dengan teman sebaya yang lebih percaya diri dalam kelompok simulasi, dan mendapatkan bimbingan lebih intens dari guru saat sesi simulasi berlangsung. Murid yang lebih cepat memahami dapat diminta menjadi 'dokter kecil' yang membantu menjelaskan atau mendampingi kelompok lain.
  • Produk: Murid yang sudah sangat berkembang dapat membuat poster sederhana atau urutan langkah penanganan cedera menggunakan gambar tangan (hand-drawn) sebagai produk tambahan. Murid yang masih berkembang cukup menyelesaikan lembar simulasi terstruktur yang sudah disediakan guru dengan mengisi langkah-langkah yang rumpang.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan diagnostik di awal pendahuluan: 'Siapa yang pernah cedera saat olahraga atau bermain? Cedera apa yang kamu alami? Apa yang kamu lakukan pertama kali?' untuk memetakan pengetahuan dan pengalaman awal murid sebelum pembelajaran dimulai.
  • Guru mencatat secara mental atau pada lembar sederhana: murid mana yang sudah memiliki pengetahuan dasar penanganan cedera dan mana yang belum, sebagai dasar diferensiasi proses dan konten.

Proses:

  • Observasi sistematis saat diskusi gambar/kartu cerita: guru mencatat kemampuan murid mengidentifikasi risiko cedera dan menghubungkannya dengan pengalaman nyata.
  • Observasi unjuk kerja saat simulasi kelompok: guru berkeliling dan menggunakan lembar cek langkah (checklist) untuk menilai ketepatan urutan penanganan cedera yang dipraktikkan, kerja sama antar anggota kelompok, dan kemampuan murid yang berperan sebagai narator dalam menjelaskan prosedur.
  • Pertanyaan pancingan lisan selama simulasi untuk menguji pemahaman konseptual di balik tindakan yang dilakukan (contoh: 'Mengapa bagian yang terkilir perlu ditinggikan?').
  • Lembar refleksi tertulis atau lisan singkat di akhir tahap Merefleksi sebagai data proses belajar murid.

Akhir:

  • Kuis lisan cepat individual di sesi penutup: guru mengajukan 3 pertanyaan kepada murid yang dipilih secara acak, mencakup: (1) minimal 2 cara mencegah cedera saat berolahraga, (2) langkah penanganan memar, dan (3) kapan seseorang perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan.
  • Penilaian unjuk kerja simulasi kelompok menggunakan rubrik 4 level yang mencakup aspek: ketepatan langkah penanganan cedera, kerja sama kelompok, dan kemampuan menjelaskan prosedur secara lisan.

Formatif:

  • Observasi guru selama diskusi kelas di tahap Memahami: mencatat murid yang mampu mengidentifikasi risiko cedera dan cara pencegahannya secara lisan.
  • Observasi langsung selama simulasi kelompok di tahap Mengaplikasi: guru menggunakan lembar cek aktivitas untuk mencatat ketepatan langkah penanganan yang dipraktikkan setiap kelompok.
  • Umpan balik lisan dari guru kepada kelompok saat simulasi berlangsung.
  • Penilaian diri murid (self-assessment) melalui acungan jari di tahap Merefleksi sebagai data tingkat keyakinan diri.

Sumatif:

  • Kuis lisan 3 pertanyaan di sesi penutup untuk mengukur pemahaman individu tentang risiko, pencegahan, dan penanganan cedera ringan.
  • Penilaian unjuk kerja simulasi kelompok menggunakan rubrik 4 level berdasarkan ketepatan langkah, kerja sama, dan kemampuan menjelaskan prosedur.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali Risiko Cedera dan Cara Pencegahannya (TP 4.1.8.1)Murid belum mampu menyebutkan risiko cedera yang mungkin terjadi saat aktivitas gerak, atau menyebutkan dengan tidak tepat.Murid dapat menyebutkan 1 jenis risiko cedera ringan dengan bantuan guru atau teman, namun belum dapat menjelaskan cara pencegahannya.Murid dapat menyebutkan 2–3 jenis risiko cedera ringan secara mandiri dan menjelaskan setidaknya 1 cara pencegahan yang tepat.Murid dapat menyebutkan minimal 3 jenis risiko cedera ringan, menjelaskan penyebab masing-masing, dan menyebutkan minimal 2 cara pencegahan yang tepat secara mandiri dan percaya diri.
Mempraktikkan Penanganan Cedera Ringan (TP 4.1.8.2)Murid tidak dapat mempraktikkan langkah penanganan cedera ringan, atau melakukan langkah yang keliru secara urutan dan prosedur.Murid dapat mempraktikkan 1–2 langkah penanganan cedera ringan dengan bantuan panduan bergambar atau bimbingan guru/teman, namun urutannya belum tepat sepenuhnya.Murid dapat mempraktikkan penanganan cedera ringan (memar atau lecet) dengan urutan yang sebagian besar tepat secara mandiri, meskipun masih ada 1–2 langkah yang kurang presisi.Murid dapat mempraktikkan penanganan cedera ringan (memar atau lecet) secara mandiri dengan urutan langkah yang tepat, menjelaskan alasan tiap langkah, dan mampu menentukan kapan perlu merujuk ke fasilitas kesehatan.
Kerja Sama dalam Simulasi KelompokMurid tidak berpartisipasi aktif dalam simulasi kelompok dan tidak berkontribusi pada peran yang diberikan.Murid berpartisipasi dalam simulasi namun perannya pasif, lebih banyak mengamati dibandingkan berkontribusi aktif.Murid berpartisipasi aktif, menjalankan peran yang diberikan (korban, penolong, atau narator) dengan baik, dan merespons arahan anggota kelompok.Murid berpartisipasi sangat aktif, menjalankan perannya dengan baik, membantu anggota kelompok yang kesulitan, dan memberikan kontribusi positif pada keberhasilan simulasi kelompok.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mencapai tujuan pembelajaran hari ini? Jika tidak, faktor apa yang menghambat dan apa yang perlu saya ubah pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah kegiatan simulasi kelompok berjalan efektif? Apakah alokasi waktu untuk tiap tahap sudah proporsional?
  • Bagaimana respons murid terhadap pertanyaan pemantik dan diskusi? Apakah pertanyaan saya sudah cukup memancing penalaran kritis mereka?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid dengan kemampuan yang berbeda-beda? Siapa yang masih membutuhkan perhatian lebih lanjut?
  • Apakah prinsip pembelajaran mendalam (berkesadaran, bermakna, menggembirakan) sudah tercermin dalam kegiatan hari ini?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru dan paling berkesan yang kamu pelajari hari ini tentang keselamatan bergerak dan penanganan cedera?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang terasa paling sulit atau membingungkan bagimu?
  • Bagaimana kamu akan menggunakan pengetahuan tentang penanganan cedera ringan ini dalam kehidupan sehari-hari atau saat bermain bersama teman?
  • Apa yang ingin kamu pelajari lebih jauh dari topik kesehatan dan keselamatan dalam olahraga?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek) — Bab tentang Penanganan Cedera Ringan
  2. Buku Panduan Guru PJOK Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek)
  3. Kartu skenario cedera bergambar (dibuat guru, berisi situasi cedera ringan yang kontekstual)
  4. Kartu langkah penanganan bergambar step-by-step untuk lecet, memar, dan terkilir (sebagai alat bantu diferensiasi)
  5. Kotak simulasi P3K sederhana: kapas, plester, kain kasa steril, kain balut, botol kecil berisi air berwarna (pengganti antiseptik untuk simulasi), kain untuk kompres
  6. Gambar atau poster situasi aktivitas gerak yang berisiko cedera (dapat dicetak atau ditayangkan)
  7. Lembar refleksi murid (disiapkan guru, berisi 3–4 pertanyaan refleksi tertulis)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.