Modul AjarPertemuan 5Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 4: Memecahkan Masalah Gerak melalui Permainan Kelompok

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 4 dengan topik "Memecahkan Masalah Gerak melalui Permainan Kelompok". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 4: Memecahkan Masalah Gerak melalui Permainan Kelompok

PJOK - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Memecahkan Masalah Gerak melalui Permainan Kelompok

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMemecahkan Masalah Gerak melalui Permainan Kelompok
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menerapkan strategi gerak sederhana untuk memecahkan masalah gerak yang muncul dalam permainan kelompok bertema Ayo, Bergerak!
  2. Murid dapat menerapkan peraturan permainan secara jujur dan sportif (fair play) saat berpartisipasi dalam aktivitas jasmani kelompok.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernah tidak kamu merasa bingung harus bergerak seperti apa saat bermain bersama teman? Apa yang kamu lakukan saat itu?
  2. Menurutmu, apa bedanya bermain dengan cara curang dan bermain dengan jujur? Mana yang lebih menyenangkan?
  3. Kalau kelompokmu kesulitan melewati rintangan dalam permainan, strategi apa yang akan kamu usulkan ke teman-temanmu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyambut murid di lapangan, mengucapkan salam, dan memimpin doa bersama sebelum memulai aktivitas jasmani.
  • Guru mengecek kehadiran dan memastikan semua murid memakai pakaian olahraga serta alas kaki yang aman.
  • Asesmen Awal — Guru mengajukan 2 pertanyaan lisan diagnostik: (1) 'Siapa yang pernah bingung mau bergerak seperti apa saat bermain kelompok?' (2) 'Apa yang biasanya kamu lakukan kalau permainanmu ada rintangan yang sulit?' Guru mencatat respons singkat untuk mengetahui pemahaman awal murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat dan ramah: murid akan belajar mencari strategi gerak untuk memecahkan masalah dalam permainan kelompok, sekaligus berlatih bermain jujur dan sportif.
  • Pemanasan dinamis (5 menit): murid melakukan jogging ringan mengelilingi lapangan 2 putaran, dilanjutkan gerakan peregangan aktif dipandu guru (putaran kepala, ayunan lengan, jongkok berdiri, lompat kecil di tempat).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu sebelum masuk ke kegiatan inti.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep 'masalah gerak' secara singkat dengan contoh nyata: misalnya bagaimana cara kelompok melewati garis finish lebih cepat tanpa melanggar aturan.
  • Guru memperagakan 2 situasi pendek di depan kelas: (1) gerakan tanpa strategi — acak-acakan, (2) gerakan dengan strategi sederhana — berurutan dan terorganisir. Murid diminta mengamati perbedaannya.
  • Guru menjelaskan 3 strategi gerak sederhana yang bisa dipakai: (a) pembagian peran dalam kelompok, (b) urutan bergerak yang disepakati, (c) komunikasi singkat antar anggota kelompok sebelum bergerak.
  • Guru menjelaskan aturan main yang akan berlaku dalam permainan hari ini dan menekankan pentingnya fair play: tidak curang, menghormati keputusan bersama, dan menerima hasil dengan lapang dada.
  • Murid diberi kesempatan bertanya selama 2 menit sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membagi murid menjadi 4–5 kelompok kecil (5–6 orang per kelompok) secara heterogen (campur kemampuan gerak).
  • Permainan 1 — 'Estafet Rintangan Strategi' (±10 menit): Setiap kelompok harus memindahkan bola dari titik A ke titik B melewati 3 pos rintangan (pos melompat, pos merangkak, pos lempar tangkap). Kelompok WAJIB berdiskusi singkat (1 menit) sebelum mulai untuk menentukan siapa bertugas di pos mana. Aturan: tidak boleh melangkahi garis, bola harus dipegang satu tangan di pos lempar.
  • Selama permainan 1 berlangsung, guru mengamati dan memberi umpan balik singkat kepada tiap kelompok tentang strategi yang mereka terapkan.
  • Jeda refleksi kelompok (3 menit): setiap kelompok berdiskusi kecil — 'Strategi apa yang berhasil? Apa yang perlu diperbaiki?' Satu perwakilan kelompok menyampaikan satu poin ke kelas.
  • Permainan 2 — 'Penjaga Gawang Bergilir' (±10 menit): Versi permainan yang lebih kompleks — setiap anggota kelompok bergilir menjadi penjaga gawang mini, sementara anggota lain mencoba memasukkan bola dengan cara tertentu (menggelindingkan, melempar bawah, atau menendang pelan sesuai pos). Kelompok kembali berdiskusi strategi sebelum mulai. Aturan fair play diterapkan ketat: jika ada yang curang, kelompok mendapat penalti 10 detik berhenti.
  • Guru berkeliling, mencatat observasi strategi dan perilaku fair play tiap kelompok untuk asesmen proses.
  • Setelah permainan 2, guru memberi umpan balik afirmatif dan korektif singkat kepada kelas secara keseluruhan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid duduk melingkar di lapangan. Guru memandu refleksi bersama dengan pertanyaan: (1) 'Strategi gerak apa yang paling efektif tadi? Kenapa?' (2) 'Ada tidak momen tadi di mana kamu atau temanmu tergoda untuk curang? Apa yang kamu lakukan?'
  • Guru meminta 3–4 murid secara sukarela berbagi pengalaman singkat tentang strategi yang mereka gunakan dan bagaimana mereka menerapkan fair play.
  • Murid mengisi kartu refleksi diri (selembar kertas kecil atau sticky note) dengan menjawab 2 pertanyaan: (1) 'Satu strategi gerak yang aku pakai hari ini adalah...' (2) 'Satu hal yang aku lakukan sebagai bentuk fair play adalah...' Kartu dikumpulkan ke guru sebagai bukti belajar.
  • Guru merangkum poin kunci pembelajaran: hubungan antara strategi gerak yang baik dan hasil permainan yang menyenangkan, serta pentingnya fair play bagi keharmonisan kelompok.
  • Guru memberikan apresiasi tulus kepada seluruh kelompok atas usaha dan sikap sportif yang ditunjukkan.

Penutup:

  • Murid melakukan pendinginan bersama dipandu guru: peregangan statis ringan (hamstring, punggung, bahu) selama 3–4 menit sambil menarik napas dalam.
  • Guru menyampaikan rangkuman singkat pembelajaran hari ini: strategi gerak sederhana membantu memecahkan masalah gerak, dan fair play membuat permainan lebih bermakna dan menyenangkan.
  • Asesmen Akhir — Guru mengajukan 2 pertanyaan lisan penutup kepada 3–4 murid yang dipilih acak: (1) 'Sebutkan satu strategi gerak yang kamu pakai tadi dan jelaskan kenapa strategi itu efektif.' (2) 'Apa yang dimaksud dengan fair play dan bagaimana kamu menerapkannya hari ini?'
  • Guru menginformasikan materi berikutnya secara singkat sebagai jembatan ke pertemuan berikutnya.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang sudah mahir: tambahkan tantangan berupa rintangan ekstra di pos atau jumlah peraturan permainan yang lebih kompleks. Untuk murid yang masih kesulitan: sederhanakan rintangan (misalnya pos merangkak diganti berjalan jongkok) dan berikan peran yang sesuai kemampuan geraknya dalam kelompok.
  • Proses: Kelompok yang cepat memahami strategi diminta mencoba variasi strategi baru secara mandiri. Kelompok yang membutuhkan bantuan lebih didampingi guru atau asisten dengan pertanyaan scaffolding seperti 'Menurutmu siapa yang paling cocok jaga pos ini? Kenapa?'
  • Produk: Murid yang sudah sangat berkembang dapat diminta menggambar atau menuliskan strategi kelompoknya di kartu refleksi secara lebih rinci. Murid yang masih dalam tahap berkembang cukup menjawab 1 pertanyaan refleksi secara lisan kepada guru.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik di pendahuluan: 'Siapa yang pernah bingung mau bergerak seperti apa saat bermain kelompok?' untuk mengetahui pengalaman awal murid.
  • Pertanyaan lisan diagnostik: 'Apa yang biasanya kamu lakukan kalau permainanmu ada rintangan yang sulit?' untuk mengetahui pemahaman awal tentang strategi gerak.
  • Guru mencatat secara cepat kelompok murid: (a) sudah punya pemahaman awal, (b) masih belum punya gambaran — sebagai dasar diferensiasi selama kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi terstruktur selama Permainan 1 dan 2 menggunakan lembar ceklis: apakah murid (a) berdiskusi strategi sebelum mulai, (b) menjalankan peran sesuai kesepakatan, (c) menerapkan aturan tanpa curang.
  • Jeda refleksi kelompok setelah Permainan 1: guru menilai kemampuan murid mengevaluasi strategi yang sudah dipakai dan mengusulkan perbaikan.
  • Umpan balik afirmatif dan korektif lisan kepada tiap kelompok selama permainan berlangsung sebagai asesmen sekaligus tindak lanjut langsung.

Akhir:

  • Kartu refleksi diri (sticky note/kertas kecil): murid menjawab 2 pertanyaan tertulis — (1) satu strategi gerak yang dipakai, (2) satu tindakan fair play yang dilakukan. Dinilai dengan rubrik 4 level.
  • Pertanyaan lisan penutup kepada 3–4 murid terpilih secara acak: menjelaskan strategi yang dipakai dan penerapan fair play — guru mencatat jawaban sebagai bukti pencapaian TP 4.1.5.1 dan 4.1.5.2.

Formatif:

  • Observasi langsung oleh guru selama permainan: kualitas strategi gerak yang diterapkan dan kepatuhan terhadap peraturan fair play, dicatat menggunakan lembar observasi sederhana per kelompok.
  • Diskusi kelompok jeda refleksi: guru menilai kemampuan murid mengidentifikasi strategi yang berhasil dan yang perlu diperbaiki.
  • Umpan balik lisan guru selama dan setelah permainan untuk mengarahkan perbaikan strategi.

Sumatif:

  • Kartu refleksi diri: murid menuliskan satu strategi gerak yang diterapkan dan satu bentuk fair play yang dilakukan — dinilai menggunakan rubrik.
  • Pertanyaan lisan penutup kepada murid terpilih: menjelaskan strategi gerak dan penerapan fair play — dicatat sebagai bukti capaian TP.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menerapkan Strategi Gerak Sederhana (TP 4.1.5.1)Murid bergerak tanpa pola yang jelas, tidak menunjukkan upaya memilih strategi gerak untuk mengatasi rintangan dalam permainan kelompok.Murid mencoba menerapkan strategi gerak namun masih ragu-ragu atau strategi yang dipilih kurang tepat untuk situasi permainan yang dihadapi.Murid dapat menerapkan strategi gerak sederhana yang sesuai untuk memecahkan masalah gerak dalam permainan kelompok dengan bimbingan minimal dari guru.Murid secara mandiri menerapkan strategi gerak yang efektif, mampu menyesuaikan strategi saat situasi permainan berubah, dan dapat menjelaskan alasan di balik strategi yang dipilih.
Menerapkan Fair Play (TP 4.1.5.2)Murid tidak mengikuti peraturan permainan, menunjukkan perilaku tidak jujur atau tidak sportif selama aktivitas jasmani kelompok.Murid sebagian besar mengikuti peraturan, namun sesekali masih perlu diingatkan guru atau teman untuk berperilaku jujur dan sportif.Murid secara konsisten menerapkan peraturan permainan dengan jujur dan menunjukkan sikap sportif, termasuk menerima keputusan dengan lapang dada.Murid secara konsisten menerapkan fair play, mengingatkan teman secara positif jika ada yang melanggar aturan, dan menunjukkan keteladanan dalam bersikap sportif di dalam kelompok.
Kolaborasi dalam KelompokMurid cenderung bekerja sendiri, tidak terlibat dalam diskusi strategi kelompok, atau mengganggu jalannya permainan kelompok.Murid berpartisipasi dalam kegiatan kelompok tetapi keterlibatannya masih pasif — mengikuti arahan teman tanpa berkontribusi pada strategi.Murid aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok, menjalankan peran yang disepakati, dan mendukung anggota kelompok lain selama permainan.Murid berperan aktif dalam merumuskan strategi kelompok, mendistribusikan peran secara adil, mendukung anggota yang kesulitan, dan menjaga semangat kelompok selama permainan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu tiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional dan sesuai kebutuhan murid hari ini?
  • Murid mana yang belum menunjukkan pemahaman tentang strategi gerak atau fair play? Apa tindak lanjut yang perlu saya siapkan untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah tingkat tantangan permainan sudah sesuai untuk semua murid, termasuk yang membutuhkan diferensiasi? Apa yang perlu saya sesuaikan?
  • Apakah pertanyaan pemantik dan jeda refleksi kelompok berhasil mendorong murid berpikir secara kritis tentang strategi gerak mereka?

Refleksi Murid:

  • Strategi gerak apa yang paling membantu kelompokmu hari ini? Kenapa strategi itu berhasil?
  • Apakah ada momen di mana kamu atau temanmu sulit untuk bermain jujur? Apa yang akhirnya kamu lakukan?
  • Apa yang ingin kamu coba lagi atau perbaiki jika permainan ini diulang di pertemuan berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Guru PJOK untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek)
  2. Buku Siswa PJOK untuk SD/MI Kelas IV — Bab 1 'Ayo, Bergerak!' (Alda Indrawan & Tri Agus Prasetijo, ISBN: 978-623-388-545-4)
  3. Bola karet ukuran sedang (1 per kelompok, total 4–5 bola)
  4. Kun/cone pembatas lapangan untuk menandai pos rintangan (12–15 buah)
  5. Tali atau garis kapur untuk menandai batas area permainan
  6. Kartu refleksi (sticky note atau potongan kertas kecil, 1 per murid)
  7. Lembar observasi guru (ceklis sederhana strategi gerak dan fair play per kelompok)
  8. Peluit
  9. Stopwatch atau jam untuk manajemen waktu tiap sesi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.