Modul AjarPertemuan 4Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 4: Bergerak di Air (Aktivitas Akuatik Dasar)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 4 dengan topik "Bergerak di Air (Aktivitas Akuatik Dasar)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 4: Bergerak di Air (Aktivitas Akuatik Dasar)

PJOK - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Bergerak di Air (Aktivitas Akuatik Dasar)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikBergerak di Air (Aktivitas Akuatik Dasar)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan konsep dasar gerak di air dan mengenali faktor keselamatan yang perlu diperhatikan saat beraktivitas di air.
  2. Murid dapat memperagakan gerak dasar di air seperti meluncur dan menggerakkan anggota tubuh untuk berpindah tempat di air secara percaya diri.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian masuk ke dalam air? Apa yang kalian rasakan ketika tubuh menyentuh air untuk pertama kali?
  2. Menurutmu, apa yang harus dipersiapkan dan diperhatikan sebelum kita beraktivitas di dalam air agar tetap aman?
  3. Bagaimana cara tubuh kita bergerak di dalam air? Apakah sama dengan bergerak di darat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kondisi kesehatan murid.
  • Asesmen awal: Guru mengajukan pertanyaan diagnostik singkat — 'Siapa yang sudah pernah berenang? Angkat tangan! Apa saja yang kalian lakukan sebelum masuk ke kolam renang?' Guru mencatat respons untuk memetakan pengalaman awal murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: memahami konsep gerak di air, mengenali faktor keselamatan, dan memperagakan gerak dasar di air.
  • Guru menyampaikan alur kegiatan: diskusi konsep, praktik di kolam, dan refleksi bersama.
  • Guru mengajak murid menuju area kolam renang dan melakukan pemanasan ringan: joging ringan mengelilingi area kolam 2 putaran, dilanjutkan stretching statis bagian lengan, bahu, pinggang, dan kaki selama ±5 menit.
  • Guru memimpin murid membasahi badan secara bertahap sebelum masuk ke kolam untuk menyesuaikan suhu tubuh dengan suhu air.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan secara singkat dan jelas konsep dasar gerak di air: daya apung, hambatan air, dan cara tubuh menjaga keseimbangan di dalam air. Penjelasan disertai demonstrasi ringan oleh guru di tepi kolam.
  • Guru menampilkan atau menjelaskan daftar faktor keselamatan beraktivitas di air (sebelum dan sesudah), meliputi: memakai pakaian renang yang sesuai, memeriksa kedalaman air, tidak makan berlebihan sebelum berenang, selalu didampingi, dan mengikuti instruksi guru.
  • Murid secara berpasangan mendiskusikan: 'Dari semua aturan keselamatan yang baru kita pelajari, mana yang menurut kalian paling penting dan mengapa?' Setiap pasangan menyampaikan satu poin kepada kelas. (Prinsip: Berkesadaran — murid diajak menghubungkan informasi baru dengan kesadaran akan keselamatan diri)
  • Guru memandu murid mengamati teman yang memperagakan posisi tubuh awal (duduk di tepi kolam, memasukkan kaki ke air) dan meminta murid mengidentifikasi bagian tubuh mana yang pertama kali beradaptasi dengan air.
  • Guru memberikan kesempatan murid bertanya tentang hal yang belum dipahami sebelum beralih ke praktik.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Aktivitas 1 — Pengenalan Air: Murid duduk di tepi kolam dan menggerakkan kaki di dalam air secara bebas selama 1 menit untuk merasakan hambatan air. Guru meminta murid mendeskripsikan sensasi yang mereka rasakan.
  • Murid masuk ke kolam dangkal satu per satu dengan panduan guru, kemudian membasahi muka menggunakan kedua tangan secara berulang hingga terbiasa.
  • Murid merendam tubuh sebatas leher, lalu duduk di dasar kolam dengan kepala tetap di atas permukaan air dan kedua telapak tangan di samping paha. Guru memastikan semua murid merasa nyaman dan tidak panik.
  • Murid melakukan lompatan kecil dengan kedua kaki rapat di tempat secara berulang untuk merasakan daya apung dan hambatan air. (Prinsip: Menggembirakan — aktivitas permainan ringan yang membangun rasa senang dan percaya diri di air)
  • Aktivitas 2 — Permainan Mengumpulkan Harta Karun: Guru melempar beberapa batu kecil atau benda ringan ke dasar kolam dangkal. Murid diminta mengumpulkan sebanyak mungkin benda tersebut. Murid menutup mata atau membalikkan badan saat guru melempar benda. Kegiatan diulang 2–3 ronde. (Prinsip: Menggembirakan — permainan meningkatkan motivasi dan keberanian bergerak di air)
  • Aktivitas 3 — Gerak Meluncur dan Berpindah Tempat: Guru mendemonstrasikan posisi meluncur sederhana: berdiri menghadap dinding kolam, mendorong kaki dari dinding, tubuh lurus, tangan dijulurkan ke depan. Murid mencoba meluncur pendek secara bergantian dalam kelompok kecil (4–5 orang).
  • Murid berlatih menggerakkan kaki (tendangan kaki gaya bebas dasar) sambil berpegangan pada tepian kolam untuk berpindah tempat secara perlahan. Guru memberi umpan balik langsung kepada tiap murid. (Prinsip: Bermakna — keterampilan meluncur dan menendang kaki merupakan fondasi nyata aktivitas akuatik)
  • Guru memandu permainan singkat 'Hiu dan Ikan Kecil' di kolam dangkal: satu murid berperan sebagai hiu dan mencoba menyentuh 'ikan kecil' (teman lain) yang bergerak menghindari sambil tetap dalam batas area kolam yang ditentukan. Permainan berlangsung 5 menit dengan rotasi peran. (Prinsip: Menggembirakan)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid keluar dari kolam secara tertib. Guru memimpin gerakan pendinginan ringan: stretching kaki dan lengan selama 3 menit.
  • Murid duduk melingkar di area tepi kolam. Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan: 'Gerakan apa yang paling mudah kamu lakukan hari ini? Gerakan apa yang masih terasa sulit? Mengapa?'
  • Setiap murid secara bergantian berbagi satu hal yang mereka pelajari hari ini tentang bergerak di air atau keselamatan di air. (Prinsip: Berkesadaran — mendorong murid menyadari proses belajar dan perkembangan diri mereka sendiri)
  • Murid mengisi lembar refleksi mandiri singkat (3 pertanyaan tertulis): (1) Apa yang sudah aku bisa lakukan hari ini di air? (2) Apa yang masih ingin aku pelajari tentang bergerak di air? (3) Satu aturan keselamatan yang akan selalu aku ingat adalah… (Prinsip: Bermakna — refleksi tertulis membantu murid memaknai pengalaman belajar mereka)
  • Guru merangkum poin-poin penting: konsep gerak di air, aturan keselamatan, dan teknik dasar meluncur serta menggerakkan kaki.

Penutup:

  • Guru mengajak murid mandi dengan air bersih untuk membersihkan sisa klorin, mengganti pakaian basah dengan pakaian bersih dan kering, serta minum air yang cukup untuk rehidrasi.
  • Guru melakukan asesmen akhir singkat: murid diminta menyebutkan secara lisan 2 aturan keselamatan di air dan mendemonstrasikan 1 gerakan dasar (posisi meluncur atau tendangan kaki) sebagai konfirmasi pencapaian TP.
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi dan keberanian murid selama kegiatan di air.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid yang belum merasa percaya diri diajak untuk berlatih lebih lanjut, sementara murid yang sudah mahir akan mendapat tantangan gerakan lebih bervariasi di pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang belum pernah beraktivitas di air atau memiliki rasa takut terhadap air, guru menyederhanakan konten dengan fokus pada pengenalan air (duduk di tepi, merasakan air di kaki dan tangan) tanpa memaksakan masuk ke kolam. Bagi murid yang sudah terbiasa berenang, guru menambahkan informasi tentang teknik pernapasan dasar saat meluncur.
  • Proses: Murid yang masih ragu-ragu atau belum percaya diri didampingi secara langsung oleh guru atau teman sebaya yang sudah mahir (buddy system) selama aktivitas di kolam. Murid yang sudah percaya diri dapat berlatih meluncur dengan jarak yang lebih jauh dan menggabungkan gerakan kaki secara mandiri.
  • Produk: Murid yang belum berkembang cukup menunjukkan kemampuan masuk ke kolam dan melakukan 1 aktivitas pengenalan air. Murid yang sudah berkembang dapat mendemonstrasikan gerakan meluncur pendek dan tendangan kaki di kolam, serta menyebutkan minimal 3 aturan keselamatan secara lengkap.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan sebelum kegiatan inti: 'Siapa yang sudah pernah berenang atau masuk ke kolam renang? Apa yang biasanya kamu lakukan sebelum masuk ke air?'
  • Guru meminta murid mengacungkan tangan untuk memetakan tingkat pengalaman: belum pernah, pernah tapi jarang, atau sudah sering beraktivitas di air.
  • Berdasarkan respons murid, guru mengelompokkan mereka untuk keperluan pendampingan diferensiasi selama praktik.

Proses:

  • Observasi guru menggunakan checklist sederhana selama aktivitas pengenalan air dan permainan: apakah murid berani masuk ke kolam, apakah mampu melakukan gerakan lompatan kecil di tempat, dan apakah mengikuti instruksi keselamatan.
  • Umpan balik langsung (on-the-spot feedback) oleh guru kepada setiap murid saat berlatih meluncur dan menggerakkan kaki di kolam.
  • Diskusi berpasangan tentang aturan keselamatan: guru mendengarkan dan menilai ketepatan serta kelengkapan jawaban tiap pasangan.

Akhir:

  • Demonstrasi individual: murid memperagakan posisi meluncur pendek dari dinding kolam dan melakukan tendangan kaki dasar minimal 3 detik.
  • Tanya jawab lisan per murid: menyebutkan 2 aturan keselamatan sebelum beraktivitas di air dan 2 aturan sesudah beraktivitas di air.
  • Guru mencatat hasil observasi pada rubrik 4 level untuk kedua aspek: pemahaman konsep keselamatan dan kemampuan gerak dasar di air.

Formatif:

  • Observasi langsung oleh guru selama kegiatan praktik di kolam: keberanian masuk ke air, kualitas gerak meluncur, dan koordinasi gerakan kaki.
  • Tanya jawab lisan selama tahap Memahami untuk mengecek pemahaman murid tentang konsep gerak di air dan aturan keselamatan.
  • Penilaian sejawat (peer assessment) saat permainan Hiu dan Ikan Kecil: teman mengamati dan memberi umpan balik sederhana tentang keberanian dan cara bergerak di air.
  • Lembar refleksi mandiri (self-assessment) yang diisi murid pada tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Demonstrasi praktik di akhir pembelajaran: murid memperagakan posisi meluncur dan gerakan kaki dasar di kolam (TP 4.1.4.2).
  • Tanya jawab lisan: murid menyebutkan minimal 2 aturan keselamatan sebelum dan sesudah beraktivitas di air (TP 4.1.4.1).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Konsep Dasar Gerak dan Keselamatan di Air (TP 4.1.4.1)Murid tidak dapat menyebutkan konsep gerak di air dan tidak mengenali aturan keselamatan meskipun sudah dibimbing.Murid dapat menyebutkan 1 konsep gerak di air atau 1–2 aturan keselamatan dengan bantuan pertanyaan pemandu dari guru.Murid dapat menjelaskan konsep gerak di air secara sederhana dan menyebutkan minimal 3 aturan keselamatan sebelum atau sesudah beraktivitas di air dengan benar.Murid dapat menjelaskan konsep gerak di air dengan bahasanya sendiri secara runtut, menyebutkan aturan keselamatan sebelum dan sesudah beraktivitas di air secara lengkap, serta menghubungkannya dengan pengalaman nyata.
Kemampuan Memperagakan Gerak Dasar di Air (TP 4.1.4.2)Murid tidak mau atau tidak mampu masuk ke kolam dan belum dapat melakukan gerakan dasar apapun di air meskipun sudah didampingi.Murid mau masuk ke kolam dengan bantuan dan dapat melakukan minimal 1 gerakan pengenalan air (misalnya membasahi muka atau lompatan kecil di tempat), namun belum dapat meluncur.Murid dapat melakukan gerakan pengenalan air dengan percaya diri dan memperagakan posisi meluncur pendek dari dinding kolam meskipun jarak dan koordinasinya masih perlu ditingkatkan.Murid memperagakan gerakan pengenalan air dan meluncur dengan posisi tubuh yang benar, disertai gerakan kaki dasar yang terkoordinasi untuk berpindah tempat di air, serta menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi selama kegiatan.
Kemandirian dan Keberanian Beraktivitas di AirMurid menolak berpartisipasi dalam kegiatan di air dan tidak menunjukkan usaha untuk mencoba.Murid mau berpartisipasi hanya jika terus-menerus dimotivasi oleh guru atau teman dan masih sangat bergantung pada pendampingan.Murid berpartisipasi aktif dalam sebagian besar kegiatan di air secara mandiri dan menunjukkan keberanian yang meningkat selama pembelajaran berlangsung.Murid berpartisipasi penuh dalam semua kegiatan di air, mengambil inisiatif mencoba gerakan baru, mendukung teman yang masih ragu, dan menunjukkan kepercayaan diri yang konsisten sepanjang pembelajaran.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid merasa aman dan nyaman selama kegiatan di air berlangsung? Apa yang perlu saya perbaiki dalam pengelolaan keamanan kolam?
  • Apakah tahapan kegiatan (pengenalan air → meluncur → permainan) sudah memberikan gradasi yang cukup sehingga semua murid dapat berpartisipasi sesuai kemampuannya?
  • Murid mana yang menunjukkan perkembangan paling signifikan hari ini, dan apa faktor yang mendukungnya? Murid mana yang membutuhkan perhatian lebih di pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik dan diskusi berpasangan efektif mendorong murid memahami pentingnya keselamatan di air secara bermakna, bukan sekadar hafalan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang sudah bisa kamu lakukan hari ini di dalam air yang sebelumnya belum pernah kamu coba?
  • Dari semua aturan keselamatan yang kamu pelajari hari ini, mana yang menurutmu paling penting dan mengapa?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling kamu sukai? Apa yang masih ingin kamu pelajari tentang bergerak di air?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Guru PJOK Kelas 4 SD/MI — Bab 1 'Ayo, Bergerak!', Aktivitas Pembelajaran 4: Bergerak di Air
  2. Buku Siswa PJOK Kelas 4 SD/MI — Bab 1 'Ayo, Bergerak!', materi Pengenalan Air dan Permainan Mengumpulkan Harta Karun
  3. Kolam renang sekolah atau fasilitas kolam yang aman dengan kedalaman maksimal setinggi dada murid kelas 4
  4. Pelampung (jika diperlukan untuk murid yang belum terbiasa di air)
  5. Batu kecil atau benda ringan tahan air untuk permainan Mengumpulkan Harta Karun
  6. Bola kecil tahan air untuk variasi permainan lempar tangkap di air
  7. Lembar refleksi mandiri murid (disiapkan guru sebelum pembelajaran)
  8. Checklist observasi guru untuk asesmen proses dan akhir
  9. Peluit untuk pengelolaan kelas dan keselamatan di kolam

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.