Modul AjarPertemuan 2Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 4: Bergerak Berpindah Tempat (Gerak Lokomotor)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 4 dengan topik "Bergerak Berpindah Tempat (Gerak Lokomotor)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 4: Bergerak Berpindah Tempat (Gerak Lokomotor)

PJOK - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Bergerak Berpindah Tempat (Gerak Lokomotor)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikBergerak Berpindah Tempat (Gerak Lokomotor)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat memperagakan variasi gerak berpindah tempat (lokomotor) seperti berjalan, berlari, melompat, dan meloncat dengan koordinasi yang baik.
  2. Murid dapat menyesuaikan strategi gerak berpindah tempat (kecepatan dan arah) dalam situasi permainan sederhana bersama kelompok.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Menurutmu, apa bedanya berjalan, berlari, melompat, dan meloncat? Coba tunjukkan dengan tubuhmu!
  2. Bayangkan kamu sedang bermain di lapangan dan ada rintangan di depanmu — cara apa yang paling cepat dan aman untuk melewatinya?
  3. Kalau bermain dalam kelompok, bagaimana caramu memilih gerakan yang tepat agar tim kamu berhasil melewati semua rintangan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengajak murid berkumpul di lapangan dan membuka kelas dengan salam serta doa bersama.
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru meminta murid secara spontan memperagakan salah satu gerakan berpindah tempat yang mereka ketahui (berjalan, berlari, melompat, atau meloncat). Guru mengamati dan mencatat koordinasi awal serta variasi yang sudah dikuasai.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik kepada beberapa murid untuk menggali pengetahuan awal dan membangun rasa ingin tahu.
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat: 'Hari ini kita akan melatih empat cara berpindah tempat dan mencoba strategi bergerak dalam permainan kelompok.'
  • Pemanasan dinamis selama ±5 menit: murid berjalan santai mengelilingi lapangan, kemudian secara bertahap meningkatkan kecepatan menjadi jogging, diikuti gerakan peregangan kaki dan tangan yang dipandu guru.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan secara langsung empat variasi gerak lokomotor: (1) berjalan tegak dengan ayunan tangan, (2) berlari dengan langkah lebar, (3) melompat dengan tolakan satu kaki dan mendarat satu kaki, (4) meloncat dengan tolakan dua kaki dan mendarat dua kaki.
  • Murid mengamati demonstrasi guru dengan seksama dan diminta memperhatikan perbedaan posisi tubuh, tolakan kaki, dan pendaratan pada setiap gerakan.
  • Guru mengajukan pertanyaan singkat: 'Apa yang berbeda antara melompat dan meloncat? Kaki mana yang digunakan untuk menolak?' — murid merespons secara lisan untuk membangun pemahaman konsep.
  • Murid mencoba sekali masing-masing gerakan secara bebas di tempat masing-masing (eksplorasi awal) agar merasakan sendiri perbedaan setiap gerak.
  • Guru memberikan umpan balik singkat tentang poin kunci koordinasi: posisi badan tegak, pandangan ke depan, dan pendaratan yang lentur di lutut.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru menyiapkan jalur rintangan sederhana di lapangan menggunakan kon, simpai, dan tongkat/gawang kecil sebanyak 3–4 pos. Setiap pos menuntut gerakan berbeda: berjalan zig-zag di antara kon, berlari ke garis tengah, melompati simpai yang diletakkan di tanah, dan meloncat melewati tongkat yang dipegang rendah.
  • Murid berlatih melewati jalur rintangan secara individual terlebih dahulu (±5 menit). Guru berkeliling memberikan koreksi teknik: 'Coba tekuk lututmu saat mendarat,' atau 'Pandanganmu ke depan, ya!'
  • Guru membagi kelas menjadi 4–5 kelompok kecil (4–5 orang per kelompok). Setiap kelompok mendapatkan giliran melewati jalur secara estafet.
  • Permainan Estafet Rintangan: Setiap anggota kelompok melewati jalur secara berurutan. Kelompok yang semua anggotanya berhasil menyelesaikan jalur dengan koordinasi baik mendapat poin. Guru menekankan bukan sekadar kecepatan, tetapi kualitas gerakan dan kerja sama memberi semangat.
  • Variasi tantangan: Guru menambah tinggi tongkat atau mengubah susunan rintangan agar murid menyesuaikan strategi gerak (kecepatan dan arah) secara real-time.
  • Guru mendorong murid dalam kelompok untuk berdiskusi singkat (30 detik) sebelum giliran berikutnya: 'Bagaimana strategi kelompokmu agar semua bisa melewati rintangan terakhir dengan selamat?'

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid duduk bersama kelompoknya. Guru memandu diskusi refleksi singkat (±5 menit): 'Gerakan mana yang paling sulit tadi? Mengapa?', 'Strategi apa yang kelompokmu gunakan untuk melewati rintangan yang lebih tinggi?'
  • Setiap kelompok diminta menyampaikan satu temuan kepada kelas: gerakan yang sudah dikuasai dan satu hal yang ingin diperbaiki.
  • Guru mengajak murid menghubungkan pengalaman hari ini dengan situasi nyata: 'Gerakan-gerakan ini berguna saat kamu bermain di luar rumah, berolahraga, atau bahkan dalam keadaan darurat. Apa contohnya?'
  • Murid secara individu menjawab pertanyaan refleksi diri (lisan atau dengan jempol naik/turun): 'Apakah aku sudah mendarat dengan lutut sedikit ditekuk setiap kali meloncat?' dan 'Apakah aku sudah membantu teman satu kelompokku dengan memberi semangat?'

Penutup:

  • Pendinginan: Murid melakukan peregangan statis selama ±3 menit dipandu guru — fokus pada otot kaki, paha, dan betis yang banyak digunakan.
  • Asesmen Akhir: Guru memilih 2–3 murid secara acak untuk memperagakan satu gerakan lokomotor pilihan guru (contoh: 'Coba kamu meloncat melewati garis ini dengan tolakan dua kaki dan mendarat dengan lutut sedikit ditekuk'). Guru mengisi lembar observasi singkat.
  • Guru memberikan umpan balik umum kepada kelas: mengapresiasi usaha dan menyebut 1–2 poin perbaikan yang perlu dilatih.
  • Guru menutup pelajaran dengan mengingatkan pesan kunci: 'Gerakan yang baik bukan hanya soal kecepatan, tapi juga koordinasi dan kerja sama.' Murid berdoa bersama dan kembali ke kelas.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum menguasai gerakan dasar: guru menyederhanakan rintangan (tongkat diletakkan di tanah, bukan dipegang; jarak antar pos diperpendek) dan fokus pada 2 gerakan saja (berjalan dan melompat) sebelum menambah variasi.
  • Proses: Untuk murid yang sudah menguasai lebih cepat: guru memberikan tantangan tambahan seperti melewati jalur dengan mata tertutup sebagian (memakai topi rendah), mengubah arah berlari saat ada aba-aba, atau merancang jalur rintangan baru untuk dicoba oleh teman.
  • Produk: Murid yang sudah sangat berkembang dapat diminta memimpin pemanasan atau menjelaskan satu gerakan kepada teman yang masih kesulitan sebagai 'tutor sebaya', sehingga mereka mengomunikasikan pemahaman gerak secara verbal.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid memperagakan secara spontan gerakan berpindah tempat yang mereka ketahui sebelum pembelajaran dimulai.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Siapa yang tahu perbedaan melompat dan meloncat?' untuk memetakan pengetahuan awal.
  • Guru mengamati dan mencatat dalam lembar observasi singkat: murid mana yang sudah memiliki koordinasi dasar yang baik dan mana yang perlu perhatian lebih.

Proses:

  • Observasi berkelanjutan saat murid melewati jalur rintangan individual — fokus pada koordinasi kaki-tangan, arah pandangan, dan kualitas pendaratan.
  • Ceklis guru: apakah murid mampu memperagakan keempat variasi gerak (berjalan, berlari, melompat, meloncat) dengan benar saat estafet kelompok.
  • Pengamatan diskusi kelompok: sejauh mana murid mampu mendiskusikan strategi gerak (kecepatan dan arah) sebelum giliran berikutnya.

Akhir:

  • Unjuk kerja individu: murid dipanggil secara acak untuk memperagakan 1–2 gerakan lokomotor melewati rintangan yang ditentukan guru.
  • Guru mengisi rubrik penilaian 4 level untuk setiap murid yang diamati, mencakup aspek koordinasi, variasi gerak, dan pendaratan.
  • Refleksi diri murid (lisan/gestur): 'Apakah aku sudah bisa meloncat dengan tolakan dua kaki dan mendarat dengan aman?' sebagai data tambahan asesmen diri.

Formatif:

  • Observasi langsung saat murid mencoba gerakan di jalur rintangan — guru mencatat koordinasi, pendaratan, dan variasi gerakan menggunakan lembar ceklis.
  • Tanya jawab lisan selama tahap Memahami untuk mengecek pemahaman konsep perbedaan melompat dan meloncat.
  • Diskusi kelompok kecil selama tahap Merefleksi — guru mendengarkan kualitas refleksi dan kemampuan menganalisis strategi gerak.

Sumatif:

  • Unjuk kerja individu di akhir pembelajaran: murid memperagakan minimal 2 gerakan lokomotor yang ditentukan guru melewati rintangan sederhana, dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Lembar observasi guru berisi aspek: variasi gerakan, koordinasi tubuh, ketepatan pendaratan, dan penyesuaian strategi dalam permainan kelompok.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Variasi Gerak Lokomotor (TP 4.1.2.1)Murid hanya mampu melakukan 1 jenis gerak lokomotor atau tidak dapat membedakan antar gerakan.Murid dapat melakukan 2 jenis gerak lokomotor (misalnya berjalan dan berlari) namun koordinasi belum konsisten.Murid dapat memperagakan 3–4 variasi gerak lokomotor dengan koordinasi yang cukup baik pada sebagian besar gerakan.Murid dapat memperagakan keempat variasi gerak (berjalan, berlari, melompat, meloncat) dengan koordinasi yang baik, konsisten, dan pendaratan yang aman.
Koordinasi Tubuh saat Bergerak (TP 4.1.2.1)Posisi tubuh tidak terkontrol, pandangan tidak ke depan, dan pendaratan keras/tidak aman.Posisi tubuh dan pandangan mulai benar pada beberapa gerakan, namun pendaratan masih kaku atau belum lentur.Koordinasi tubuh (posisi badan, ayunan tangan, pandangan) sudah baik pada sebagian besar gerakan; pendaratan cukup lentur.Koordinasi seluruh bagian tubuh sangat baik pada semua gerakan; pendaratan selalu lentur dengan lutut sedikit ditekuk; gerakan terlihat mengalir.
Penyesuaian Strategi Gerak dalam Permainan Kelompok (TP 4.1.2.2)Murid tidak menyesuaikan kecepatan atau arah meskipun rintangan berubah; cenderung diam atau bingung.Murid mencoba menyesuaikan kecepatan atau arah, tetapi masih memerlukan arahan langsung dari guru atau teman.Murid dapat menyesuaikan strategi gerak (kecepatan dan/atau arah) saat rintangan berubah dengan sedikit kesalahan.Murid secara mandiri dan cepat menyesuaikan strategi gerak (kecepatan dan arah) sesuai perubahan rintangan; aktif berdiskusi strategi bersama kelompok.
Partisipasi dan Kerja Sama Kelompok (TP 4.1.2.2)Murid tidak berpartisipasi aktif atau mengganggu kegiatan kelompok.Murid berpartisipasi namun pasif; kurang memberikan dukungan atau semangat kepada teman.Murid berpartisipasi aktif, mengikuti giliran dengan tertib, dan sesekali memberi semangat kepada teman.Murid berpartisipasi penuh, aktif memberi semangat dan masukan strategi kepada teman, serta menunjukkan sikap fair play selama permainan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan yang cukup untuk mempraktikkan keempat variasi gerak lokomotor hari ini?
  • Apakah jalur rintangan yang saya rancang sudah tepat tingkat kesulitannya — tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit bagi sebagian besar murid?
  • Bagaimana kualitas diskusi kelompok saat murid menyusun strategi? Apakah saya sudah memberi ruang yang cukup untuk proses itu?
  • Murid mana yang membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Gerakan mana yang paling kamu kuasai hari ini? Apa yang membuatmu bisa melakukannya dengan baik?
  • Gerakan mana yang masih terasa sulit? Apa yang ingin kamu coba perbaiki di latihan berikutnya?
  • Bagaimana kamu dan kelompokmu bekerja sama tadi? Apakah ada momen di mana kalian saling membantu? Ceritakan!
  • Apakah kamu merasa aktivitas hari ini menyenangkan? Mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK Kelas IV SD/MI — Bab 1 'Ayo, Bergerak!' (halaman 7–13)
  2. Buku Panduan Guru PJOK Kelas IV SD/MI
  3. Kon/marker lapangan (8–12 buah) untuk membuat jalur zig-zag
  4. Simpai (4–6 buah) diletakkan di tanah sebagai target lompatan
  5. Tongkat/gawang kecil (4–6 buah) sebagai rintangan meloncat — ketinggian dapat diatur
  6. Peluit untuk aba-aba
  7. Lembar observasi/ceklis guru untuk asesmen proses dan akhir
  8. Lapangan olahraga atau area terbuka yang aman dan rata

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.