Modul AjarBab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 4 Bab 1: Ayo, Bergerak!

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian PJOK kelas 4 untuk Bab 1 "Ayo, Bergerak!", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 4 Bab 1: Ayo, Bergerak!

PJOK - Kelas 4

Bab 1

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Bab 1 — Ayo, Bergerak!

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikBab 1 — Ayo, Bergerak!
Alokasi Waktu17 JP (17 x 35 menit = 595 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 4.1.1 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental berpindah tempat dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru
  2. TP 4.1.2 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental tanpa berpindah tempat dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru
  3. TP 4.1.3 Menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak dalam aktivitas gerak berpindah tempat dan tanpa berpindah tempat
  4. TP 4.1.4 Menerapkan strategi gerak sederhana dan memecahkan masalah gerak dalam aktivitas bergerak di air
  5. TP 4.1.5 Berpartisipasi secara positif dalam kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan✓
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana posisi tubuh dan ayunan lengan kita yang tepat agar gerak jalan dan lari menjadi lebih seimbang dan cepat?
  2. Apa perbedaan yang kalian rasakan saat berlari di lintasan lurus dibandingkan saat harus berbelok melewati rintangan?
  3. Bagaimana cara mengayunkan lengan dan menekuk tubuh agar seimbang tanpa melangkahkan kaki?
  4. Mengapa tubuh kita perlu ditekuk dan diayun dengan halus saat merespons rintangan diam?
  5. Apa yang harus kamu ubah pada langkah kakimu ketika jalur lari yang kamu lalui tiba-tiba menyempit atau berkelok?
  6. Bagaimana caramu menyesuaikan posisi ayunan lengan dan tekukan lutut agar tubuh tidak jatuh saat mendarat dari lompatan cepat?
  7. Mengapa saat kita berjalan atau berlari di dalam air terasa lebih berat dibandingkan di darat?
  8. Strategi apa yang dapat kamu gunakan agar tubuh tetap seimbang dan dapat bergerak cepat saat mengambil benda di dasar kolam yang dangkal?
  9. Apa yang kamu lakukan agar kelompokmu bisa bermain dengan rukun dan kompak?
  10. Bagaimana perasaanmu ketika semua anggota tim saling mendukung saat melakukan aktivitas jasmani bersama?
  11. Bagaimana kita menggabungkan gerak berpindah dan di tempat secara halus saat melewati rintangan?
  12. Strategi apa yang paling tepat kita terapkan saat bergerak di air bersama pasangan agar seimbang dan tidak tenggelam?
  13. Mengapa saling mendukung dan berbagi peran dalam kelompok membuat aktivitas gerak berhasil?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menghaluskan Keterampilan Gerak Fundamental Berpindah Tempat (Jalan dan Lari) dalam Situasi Gerak yang Baru — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.1 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental berpindah tempat dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru

Pendahuluan:

  • Guru mengumpulkan murid di lapangan, mengucapkan salam, memimpin doa bersama, memeriksa kehadiran, dan mengecek kesiapan fisik murid untuk beraktivitas (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menghaluskan keterampilan gerak fundamental berpindah tempat (jalan dan lari) serta menerapkannya dalam situasi gerak yang baru (rintangan berbelok dan pemindahan bola) (5 menit).
  • Guru memimpin pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada peregangan sendi kaki, pergelangan kaki, dan tungkai (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: murid secara bergantian mempraktikkan gerak jalan lurus dan lari lurus sejauh 10 meter untuk mengamati mekanisme dasar gerak langkah dan ayunan lengan (acuan amatan: gerak melangkah dengan koordinasi ayunan lengan berlawanan arah kaki dan mendarat bertumpu pada kaki depan/telapak kaki) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan teknik menghaluskan keterampilan jalan dan lari: postur tegak tidak membungkuk, pandangan lurus ke depan, ayunan lengan rileks bersudut 90 derajat berlawanan dengan langkah kaki, serta transisi mulus dari jalan angkat lutut ke lari percepatan (10 menit).
  • Murid secara berpasangan saling mengamati dan mempraktikkan gerakan dasar berjalan dengan lutut diangkat sejauh 5 meter lalu menyambungnya dengan lari cepat sejauh 5 meter di lintasan lurus untuk merasakan koordinasi langkah dan ayunan tangan yang halus (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid mempraktikkan penerapan gerak lari berbelok-belok (zig-zag) melewati 5 patok kerucut berjarak masing-masing 1 meter dalam situasi gerak baru, mempertahankan keseimbangan tubuh saat merendahkan pusat gravitasi di tikungan (acuan: tubuh condong ke dalam belokan, langkah terkontrol tanpa menyenggol kerucut) (20 menit).
  • Murid melakukan permainan beregu gembira 'Lari Memindahkan Bola': murid berlari lincah melewati rintangan zig-zag sejauh 10 meter, mengambil 1 bola kecil, lalu berlari cepat membawanya ke dalam keranjang di garis akhir secara berulang dan bergantian (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk melingkar di tepi lapangan melakukan pendinginan sambil mengidentifikasi penyesuaian tubuh yang dilakukan saat berpindah dari lari lurus ke lari berbelok melewati rintangan (acuan refleksi: memperpendek langkah dan merendahkan tubuh saat membelok agar tidak hilang keseimbangan) (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kunci menghaluskan gerak jalan dan lari (koordinasi ayunan tangan-kaki yang selaras dan penyesuaian langkah saat rintangan berbelok) (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas performa keterampilan gerak seluruh murid, menyampaikan rencana latihan gerak pada pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa serta mengembalikan peralatan (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan variasi jarak kerucut rintangan: jarak 1,5 meter untuk murid yang memerlukan ruang belok lebih lebar, dan jarak 1 meter untuk murid yang sudah menguasai kelincahan gerak.
  • Proses: Bagi murid yang masih kaku pada koordinasi tangan dan kaki diberikan bimbingan ritme dengan tepukan ketukan lambat; bagi murid yang sudah mahir diberikan tantangan menambah kecepatan saat lintasan berbelok.
  • Produk: Unjuk kerja dinilai berdasarkan penghalusan teknik melangkah dan berbelok, dengan variasi kecepatan sesuai kesiapan fisik murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Praktik diagnostik jalan lurus dan lari lurus 10 meter untuk mengamati mekanisme dasar gerak langkah dan ayunan lengan (acuan: koordinasi ayunan lengan berlawanan dengan langkah kaki, pendaratan kaki terkontrol).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid melakukan transisi jalan angkat lutut ke lari dan kelincahan lari berbelok melewati 5 kerucut pada permainan pemindahan bola (acuan: tubuh seimbang, tidak menabrak rintangan, ayunan lengan stabil).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan peragaan ulang mandiri: murid memperagakan kembali 1 lintasan lari zig-zag melewati 5 kerucut dengan postur tubuh condong seimbang dan ayunan lengan yang selaras tanpa menyenggol kerucut (acuan: berhasil melewati seluruh 5 rintangan secara berurutan dengan koordinasi langkah dan ayunan lengan yang harmonis).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja gerak fundamental berjalan angkat lutut bersambung lari, dan lari berbelok melewati rintangan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penghalusan gerak jalan dan lari pada lintasan lurus dan berbelokGerak langkah kaki dan ayunan lengan belum selaras (sering bersamaan sisi), postur kaku, dan sering menyenggol kerucut saat berbelok.Koordinasi ayunan lengan dan langkah kaki mulai selaras saat lurus, namun masih kehilangan keseimbangan atau melambat drastis saat berbelok melewati kerucut.Menghaluskan gerak langkah dan ayunan lengan secara selaras, mampu beralih dari jalan ke lari, serta melewati 5 kerucut rintangan berbelok dengan posisi tubuh seimbang tanpa menjatuhkan kerucut.Menghaluskan gerak jalan dan lari dengan sangat konsisten, langkah teratur, ayunan lengan lentur bersudut tepat, dan mampu bermanuver cepat melewati seluruh rintangan dengan tubuh stabil secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu dan susunan rintangan kerucut cukup memadai untuk memberi kesempatan setiap murid mengulang gerakan?
  • Bagian mana dari penghalusan teknik gerak (ayunan lengan atau tumpuan kaki saat berbelok) yang paling banyak membutuhkan bimbingan guru?

Murid:

  • Bagian mana yang terasa paling sulit saat harus berlari cepat sambil berbelok melewati rintangan kerucut?
  • Apa yang kamu lakukan dengan tangan dan tubuhmu agar tidak terjatuh saat berbelok kencang?

Pertemuan 2 — Menghaluskan Keterampilan Gerak Fundamental Tanpa Berpindah Tempat (Mengayun dan Menekuk) dalam Situasi Gerak yang Baru — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.2 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental tanpa berpindah tempat dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas di lapangan dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kesiapan fisik serta kehadiran murid (5 menit).
  • Guru memandu pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada peregangan sendi bahu, pinggang, dan lutut di tempat (10 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui instruksi gerak peraga: meminta murid melakukan 2 gerak dasar di tempat yaitu mengayun kedua lengan ke depan-belakang dan menekuk lutut separuh (half-squat) tanpa menggeser telapak kaki, sambil guru mengidentifikasi kontrol keseimbangan murid (acuan: posisi kaki tetap menempel di lantai, rentang gerak stabil, tidak terjatuh/goyah berlebih) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru mendemonstrasikan penghalusan keterampilan gerak fundamental tanpa berpindah tempat: mengayun lengan (rentang ayunan bahu penuh dan berirama) dan menekuk tubuh/lutut/punggung (kontrol tekukan stabil dengan tumpuan seimbang tanpa melangkah) (10 menit).
  • Murid menyimak dan mencoba menirukan 2 pola gerak dasar tanpa berpindah tempat di ruang gerak masing-masing secara berkesadaran: Pola A (mengayun kedua lengan ke samping kanan-kiri dan atas-bawah secara halus) serta Pola B (menekuk lutut berjongkok dan menekuk punggung ke depan secara terkontrol tanpa menggeser pijakan kaki) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mempraktikkan penghalusan gerak mengayun dan menekuk dalam situasi gerak baru melalui stasiun tantangan tanpa berpindah tempat 'Pohon Tertiup Angin dan Rintangan Rendah': murid berdiri di atas matras/lingkaran tali, lalu mengayunkan badan dan lengan ke berbagai arah mengikuti isyarat peluit tanpa memindahkan kaki, kemudian menekuk lutut serta membungkukkan punggung saat ada tali rintangan setinggi dada yang digantung statis di depan mereka (15 menit).
  • Murid memainkan permainan tantangan menggembirakan 'Patung Fleksibel': secara mandiri murid merespons 3 aba-aba situasi baru dari guru tanpa berpindah dari tanda lingkaran (Aba-aba 1: ayunan lengan lingkaran penuh secara halus; Aba-aba 2: tekuk punggung dan tahan lutut 3 detik; Aba-aba 3: kombinasi ayunan lengan silang sambil menekuk lutut rendah) dengan menjaga kehalusan dan kontrol gerak (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid melakukan pendinginan mandiri sambil mengamati bagian tubuh mana yang terasa lentur dan stabil saat melakukan gerakan mengayun serta menekuk di tempat (10 menit).
  • Murid mengevaluasi kemampuannya sendiri dalam mempertahankan posisi kaki tetap diam dan mengontrol kehalusan ayunan serta kedalaman tekukan selama menghadapi situasi gerak rintangan (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung mengenai penghalusan teknik ayunan lengan yang rileks dan kestabilan sendi lutut saat menekuk tanpa bergeser (5 menit).
  • Guru menyampaikan apresiasi atas kemandirian gerak seluruh murid, memimpin doa penutup, dan mengarahkan murid untuk berganti pakaian (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan variasi target ketinggian tali rintangan statis (setinggi pinggang untuk tantangan tekukan lebih rendah, setinggi dada untuk tekukan standar).
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan melakukan ayunan dan tekukan dengan ritme lambat berpegangan tiang/dinding pembantu; murid yang mahir melakukan ayunan berirama cepat dan tekukan lutut lebih rendah (full-squat seimbang) tanpa kehilangan keseimbangan.
  • Produk: Unjuk kerja keterampilan gerak dinilai dari tingkat kehalusan dan stabilitas posisi kaki pada tingkat kesulitan gerakan mengayun dan menekuk yang disesuaikan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Cek kesiapan gerak non-lokomotor: Murid mempraktikkan 2 instruksi gerak peraga di tempat: (1) Mengayun kedua lengan ke depan-belakang 4 hitungan; (2) Menekuk lutut separuh (half-squat) 4 hitungan. Acuan: Kaki tetap menapak stabil di lantai tanpa melangkah, rentang gerak lengan leluasa, badan tidak limbung.

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja kehalusan gerak selama permainan 'Patung Fleksibel' pada 3 aba-aba situasi baru: (1) Mengayun lengan melingkar secara kontinu dan halus; (2) Menekuk punggung dan menahan tekukan lutut 3 detik stabil; (3) Mengombinasikan ayunan lengan silang dan tekukan lutut rendah tanpa berpindah tempat (kaki tidak melangkah keluar dari lingkaran marka). Acuan: Seluruh 3 situasi dilakukan dengan koordinasi halus dan telapak kaki tidak bergeser.

Akhir Pertemuan:

  • Cek ketercapaian unjuk kerja akhir pertemuan: Murid memperagakan satu rangkaian terpadu 1 ayunan lengan penuh diikuti 1 gerakan menekuk lutut/punggung secara terkontrol dan seimbang tanpa berpindah tempat (Acuan: transisi antar-gerak halus tanpa jeda tersendat dan posisi telapak kaki tetap diam menapak).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja gerak fundamental tanpa berpindah tempat (mengayun dan menekuk) menggunakan lembar cek pengamatan langsung pada situasi tantangan rintangan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan Menghaluskan Gerak Mengayun dan Menekuk tanpa Berpindah Tempat dalam Situasi BaruBelum mampu memperagakan gerak mengayun lengan dan menekuk tubuh di tempat secara halus; gerakan kaku, tersendat, atau telapak kaki masih bergeser/melangkah keluar tanda.Mampu melakukan gerak mengayun lengan atau menekuk tubuh di tempat, namun transisi gerak masih kurang halus atau keseimbangan goyah saat menghadapi situasi rintangan baru.Mampu menghaluskan gerak mengayun lengan dan menekuk tubuh secara berkesinambungan, seimbang, dan terkontrol tanpa berpindah tempat dalam situasi gerak yang baru.Mampu menghaluskan gerak mengayun dan menekuk dengan koordinasi sangat lentur, stabil penuh, dan konsisten mempertahankan tumpuan tanpa berpindah tempat pada variasi situasi gerak yang kompleks secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi penghalusan teknik ayunan dan tekukan dapat dipahami dan dipraktikkan murid dengan aman?
  • Apakah penataan situasi gerak baru (tali statis dan aba-aba ritmik) efektif memfasilitasi murid melatih keseimbangan di tempat?

Murid:

  • Bagian tubuh mana yang paling mudah atau paling menantang untuk ditekuk dan diayun dengan seimbang?
  • Bagaimana caramu menjaga agar kedua kaki tetap menempel di lantai saat tubuhmu meliuk atau menekuk?

Pertemuan 3 — Menyesuaikan Strategi Gerak dalam Aktivitas Gerak Berpindah dan Tanpa Berpindah Tempat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.3 Menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak dalam aktivitas gerak berpindah tempat dan tanpa berpindah tempat

Pendahuluan:

  • Guru membariskan murid di lapangan, mengucapkan salam, memandu doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru memandu pemanasan statis dan dinamis dengan menekankan kelenturan sendi lutut, pergelangan kaki, dan lengan (7 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menyesuaikan strategi gerak (mengubah kecepatan, arah, ayunan, dan tekukan tubuh) saat menghadapi berbagai rintangan gerak berpindah dan tanpa berpindah tempat (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab uji pemahaman strategi gerak: Guru menanyakan kepada murid, 'Jika kamu sedang berlari cepat lalu di depanmu ada palang rendah setinggi lutut, strategi gerak apa yang harus kamu sesuaikan?' (acuan jawaban: memperlambat langkah atau memperpendek jarak langkah menjelang rintangan, lalu menekuk lutut lebih dalam untuk bersiap melompat/mendarat seimbang) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati demonstrasi guru tentang dua situasi tantangan jalur gerak: situasi A (jalur lurus bebas hambatan yang menuntut strategi lari cepat dengan langkah panjang dan ayunan lengan konstan) dan situasi B (jalur berbelok-belok dengan rintangan kardus rendah yang menuntut penyesuaian strategi berupa pemendekan langkah, penurunan pusat massa tubuh lewat tekukan lutut, dan penyesuaian ayunan lengan untuk menjaga keseimbangan) (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mendiskusikan penyesuaian strategi gerak yang tepat untuk menyelesaikan 2 skenario lintasan gerak: Skenario 1 = Lintasan lari cepat 10 meter yang di ujungnya terdapat rintangan tali rendah setinggi 30 cm; Skenario 2 = Jalur zig-zag di antara 4 corong (cone) berjarak 1 meter yang diakhiri lingkaran simpai di mana murid harus berhenti seimbang sambil menekuk lutut (acuan analisis strategi: Skenario 1 = berlari cepat, kemudian 1-2 langkah sebelum tali memperpendek langkah, menolak kuat, dan menekuk kedua lutut saat mendarat agar tidak jatuh; Skenario 2 = berlari dengan langkah pendek, memiringkan tubuh sedikit ke arah kelokan, dan saat masuk simpai merentangkan/mengayun lengan ke samping serta menekuk lutut untuk menghentikan laju tubuh secara stabil) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid mempraktikkan penyesuaian strategi gerak pada Pos 1 (Tantangan Kelincahan Berpindah Tempat): murid berlari melalui lintasan corong zig-zag dengan mengatur panjang langkah dan kecepatan gerak tubuh agar tidak menyenggol corong (5 menit).
  • Murid mempraktikkan penyesuaian strategi gerak pada Pos 2 (Tantangan Kombinasi Berpindah dan Tanpa Berpindah Tempat): murid berlari 5 meter, melompati rintangan busa setinggi 20 cm, lalu langsung menyesuaikan gerak tanpa berpindah tempat dengan menekuk kedua lutut membentuk posisi jongkok stabil dan mengayun kedua lengan ke depan untuk meredam pendaratan (15 menit).
  • Murid mengikuti permainan tantangan menggembirakan 'Rute Berubah Cepat': murid bergerak melintasi lapangan, lalu saat guru mengangkat bendera merah murid harus segera mengubah lari menjadi langkah pendek dan menekuk lutut berhenti di tempat; saat bendera hijau diangkat murid berlari meliuk menghindari rintangan tali; dan saat bendera kuning diangkat murid berjalan cepat sambil mengayun lengan seimbang melintasi garis lurus sempit (15 menit).
  • Guru melakukan pengamatan asesmen proses terhadap seluruh murid saat mempraktikkan penyesuaian strategi gerak di Pos 1, Pos 2, dan permainan rute dengan menggunakan lembar observasi ketercapaian strategi (10 menit).

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid berkumpul dalam lingkaran untuk melakukan penenangan (cooling down) mandiri sambil mengatur pernapasan dan meluruskan kaki (5 menit).
  • Murid bersama guru merefleksikan hasil penyesuaian strategi gerak: murid menceritakan penyesuaian apa yang berhasil dilakukan agar tubuh tidak oleng saat beralih dari lari cepat ke gerak menekuk/mendarat di tempat (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik langsung mengenai keberhasilan murid dalam menyesuaikan kecepatan langkah, ayunan lengan, dan tekukan lutut selama melewati rintangan gerak (5 menit).
  • Murid menjawab cek pemahaman singkat lisan: 'Apa yang harus dilakukan pada ayunan lengan dan tekukan lutut ketika kamu baru saja melompati rintangan agar pendaratanmu stabil?' (acuan jawaban: kedua lutut ditekuk mengeper dan kedua lengan diayunkan ke depan/samping untuk menyeimbangkan badan) (30 detik; dibulatkan dalam alokasi penutup) (2 menit).
  • Guru memandu doa penutup, mengingatkan murid untuk minum air putih guna menjaga hidrasi, dan mengembalikan peralatan ke tempat penyimpanan (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan variasi jarak antar-corong rintangan (jarak 1,5 meter untuk murid yang membutuhkan penyesuaian ritme gerak lebih longgar, dan jarak 0,8 meter untuk murid yang membutuhkan tantangan penyesuaian strategi kelincahan lebih tinggi).
  • Proses: Bagi murid yang masih kesulitan menyeimbangkan tubuh setelah berlari, guru memberikan panduan isyarat verbal hitungan (1-2-tekuk) saat mendekati rintangan; bagi murid yang mahir, diberikan variasi arah rintangan yang lebih acak untuk melatih adaptasi strategi gerak secara mandiri.
  • Produk: Unjuk kerja penyesuaian strategi gerak dinilai berdasarkan ketepatan murid mengubah ritme langkah serta koordinasi tekukan lutut dan ayunan lengan saat melewati rintangan sesuai kemampuan fisiknya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di awal pembelajaran: 'Jika kamu sedang berlari cepat lalu di depanmu ada palang rendah setinggi lutut, strategi gerak apa yang harus kamu sesuaikan?' (acuan kriteria jawaban tepat: menyebutkan penyesuaian perlambatan/pemendekan langkah menjelang palang dan penyesuaian tekukan lutut untuk menolak atau mendarat seimbang tanpa menabrak rintangan).

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja penyesuaian strategi gerak saat murid melakukan aktivitas di Pos 1 dan Pos 2: Mengamati 3 indikator ketercapaian: (1) Menyesuaikan kecepatan dan panjang langkah saat menghadapi lintasan corong zig-zag; (2) Menyesuaikan ayunan lengan untuk menjaga keseimbangan arah gerak; (3) Menyesuaikan tekukan lutut saat mendarat dan berhenti dari gerak lari ke gerak di tempat (acuan: murid mampu melakukan minimal 2 dari 3 indikator penyesuaian gerak secara tepat dan stabil tanpa terjatuh).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menanyakan, 'Apa penyesuaian gerak tanpa berpindah tempat yang wajib dilakukan sesaat setelah mendarat dari lompatan cepat agar tubuh tidak terjatuh ke depan?' (acuan jawaban: menekuk kedua lutut membentuk posisi mengeper dan mengayunkan kedua lengan ke arah depan/samping untuk menyeimbangkan berat badan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja penyesuaian strategi gerak (mengamati kemampuan menyesuaikan kecepatan langkah, tekukan lutut, dan ayunan lengan saat beralih dari gerak berpindah ke gerak tanpa berpindah tempat pada sirkuit rintangan)
  • Pertanyaan lisan diagnostik di awal pembelajaran dan cek pemahaman di penutup pembelajaran terkait strategi menghadapi perubahan situasi lintasan gerak

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penyesuaian strategi gerak berpindah tempat (mengubah kecepatan dan panjang langkah)Belum mampu menyesuaikan kecepatan atau panjang langkah saat menghadapi rintangan; tetap bergerak dengan kecepatan dan langkah yang sama sehingga menabrak atau menyenggol corong rintangan.Mulai mampu menyesuaikan langkah atau memperlambat laju tetapi masih kaku dan sesekali menyenggol rintangan; membutuhkan arahan verbal dari guru.Mampu menyesuaikan kecepatan dan memperpendek/memperpanjang langkah secara tepat dan lancar saat melewati seluruh corong rintangan secara mandiri.Mampu menyesuaikan kecepatan dan panjang langkah secara konsisten, sangat lincah, dan stabil pada lintasan corong berjarak lebih rapat secara mandiri tanpa membuat rintangan bergeser.
Penyesuaian strategi gerak tanpa berpindah tempat (ayunan lengan dan tekukan lutut untuk keseimbangan)Belum mampu menyesuaikan ayunan lengan atau tekukan lutut saat transisi berhenti/mendarat; tubuh mendarat dengan lutut lurus kaku sehingga kehilangan keseimbangan.Mulai menekuk lutut atau merentangkan lengan saat mendarat/berhenti, namun koordinasi gerak masih goyah dan belum stabil meredam pendaratan.Mampu menyesuaikan ayunan lengan ke depan/samping dan menekuk lutut mengeper secara tepat sehingga tubuh seimbang dan stabil saat berhenti dari gerak berpindah tempat.Mampu menyesuaikan ayunan lengan dan tekukan lutut secara konsisten, luwes, dan sempurna dalam mempertahankan keseimbangan tubuh pada berbagai variasi kecepatan transisi gerak.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah desain rintangan di Pos 1 dan Pos 2 sudah cukup menantang murid untuk berpikir dan menyesuaikan strategi geraknya?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama permainan 'Rute Berubah Cepat'? Apakah seluruh murid aktif dan mampu merespons instruksi perubahan strategi dengan gembira?
  • Langkah perbaikan apa yang perlu disiapkan untuk membantu murid yang masih mengalami kesulitan koordinasi mendarat/menekuk lutut seimbang?

Murid:

  • Bagian mana dari lintasan rintangan tadi yang menurutmu paling membutuhkan perubahan cara melangkah dan ayunan lengan?
  • Bagaimana perasaanmu saat mencoba permainan 'Rute Berubah Cepat' bersama teman-teman?
  • Apa yang akan kamu lakukan pada kedua kakimu jika nanti harus berlari di jalan yang licin atau berbelok tajam?

Pertemuan 4 — Menerapkan Strategi Gerak Sederhana dan Memecahkan Masalah Gerak dalam Aktivitas Bergerak di Air — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.4 Menerapkan strategi gerak sederhana dan memecahkan masalah gerak dalam aktivitas bergerak di air

Pendahuluan:

  • Guru mengumpulkan murid di tepi kolam dangkal, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memastikan kesiapan fisik serta pakaian renang murid (5 menit).
  • Guru memandu pemanasan statis dan dinamis di darat untuk menyiapkan otot serta sendi sebelum beraktivitas di air (10 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab tentang adaptasi hambatan air dan strategi gerak menjaga keseimbangan di air (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid duduk di tepi kolam, melakukan pengenalan air dengan membasahi kaki dan wajah, kemudian masuk ke kolam dangkal (sebatas dada/pinggang) untuk merasakan hambatan air pada tubuh (10 menit).
  • Guru mendemonstrasikan dan menjelaskan 2 masalah gerak mendasar di air: (1) masalah hambatan air saat melangkah, dan (2) masalah hilang keseimbangan saat membungkuk mengambil benda. Guru mengajak murid mengamati bahwa memperlebar langkah serta merentangkan tangan dapat memecahkan masalah keseimbangan tersebut (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mempraktikkan strategi gerak memecahkan masalah hambatan air dengan mencoba melangkah cepat menggunakan tumpuan kaki lebar dan kedua tangan mendayung air ke samping secara stabil melintasi jalur 5 meter (15 menit).
  • Prinsip Menggembirakan: Murid melakukan permainan tantangan 'Mengumpulkan Harta Karun di Air Dangkal'. Guru menyebarkan cincin selam/batu kecil berwarna ke dasar kolam dangkal, lalu setiap murid menerapkan strategi gerak: merendahkan badan, mengontrol napas, dan menjaga pijakan kaki tetap kokoh agar tidak tergelincir saat meraih benda di dasar (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid berkumpul di tepi kolam dangkal dan merefleksikan efektivitas strategi gerak yang dipilih: murid mengidentifikasi apakah posisi tangan yang direntangkan berhasil mengatasi masalah oleng/kehilangan keseimbangan saat bergerak di air (10 menit).

Penutup:

  • Guru memandu gerakan pendinginan di tepi kolam dan mengatur murid keluar dari kolam renang secara tertib (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat tentang pemecahan masalah gerak di air (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan keberanian murid, mengingatkan prosedur bilas diri yang bersih, serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan area kolam dengan ketinggian air yang berbeda (setinggi lutut untuk murid yang membutuhkan adaptasi lebih, setinggi pinggang/dada untuk murid yang sudah percaya diri).
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu melangkah di air, guru memberi pendampingan di tepi kolam dengan berpegangan dinding pembatas saat mempraktikkan strategi melangkah. Bagi murid yang sudah mahir, diberikan tantangan mengambil objek harta karun yang diletakkan pada jarak sebaran lebih luas dengan batas waktu lebih cepat.
  • Produk: Variasi penerapan strategi gerak dinilai berdasarkan ketepatan solusi gerak mengatasi hambatan air dan menjaga keseimbangan tubuh di air dangkal sesuai kemampuan adaptasi masing-masing murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru mengajukan 2 pertanyaan diagnostik lisan: (1) 'Apa yang terjadi pada langkah kakimu saat mencoba bergerak cepat di air?' (Acuan jawaban benar: langkah terasa berat/terhambat oleh tekanan air), (2) 'Bagaimana posisi tanganmu agar badan tidak mudah jatuh/oleng saat berjalan di air?' (Acuan jawaban benar: kedua tangan direntangkan ke samping/mendayung di permukaan air untuk menyeimbangkan badan).

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja saat aktivitas gerak dan permainan mengumpulkan harta karun dengan 2 kriteria operasional: (1) Menerapkan strategi gerak langkah stabil dan kayuhan tangan untuk mengatasi hambatan air (Acuan: melangkah mantap tanpa terjatuh di jalur 5 meter), (2) Memecahkan masalah keseimbangan saat membungkuk/mengambil objek di dasar kolam dangkal (Acuan: tubuh tetap terkontrol stabil dan berhasil meraih objek tanpa terpeleset).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir lisan dengan 2 butir pertanyaan konfirmasi: (1) 'Sebutkan 1 strategi gerak agar kamu tidak tergelincir saat mengambil benda di dasar kolam!' (Acuan jawaban: merendahkan badan/menekuk lutut dan memijak dasar kolam dengan mantap), (2) 'Mengapa kita harus merentangkan tangan saat bergerak cepat di dalam air?' (Acuan jawaban: untuk menjaga keseimbangan tubuh agar tidak oleng akibat dorongan air).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal melalui respon lisan pemahaman hambatan dan keseimbangan gerak di air
  • Pengamatan unjuk kerja formatif saat murid mempraktikkan strategi gerak dan memecahkan masalah keseimbangan pada permainan mengumpulkan harta karun

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menerapkan Strategi Gerak Mengatasi Hambatan AirBelum mampu menerapkan strategi gerak melangkah di air; gerakan kaki kaku dan mudah kehilangan keseimbangan.Mampu melangkah di air tetapi masih ragu dan belum konsisten menggunakan kayuhan tangan untuk menjaga kestabilan.Mampu menerapkan strategi gerak melangkah stabil dengan bantuan kayuhan tangan mendayung air secara mandiri melintasi lintasan.Mampu menerapkan strategi gerak melangkah cepat, efisien, dan lincah dengan koordinasi tumpuan kaki dan kayuhan tangan yang sangat terkontrol.
Memecahkan Masalah Keseimbangan saat Bergerak di AirBelum mampu memecahkan masalah keseimbangan; sering oleng atau terjatuh saat mencoba merendahkan badan di air.Mampu memecahkan masalah keseimbangan saat membungkuk mengambil objek hanya jika berdekatan dengan dinding kolam atau dibimbing guru.Mampu memecahkan masalah keseimbangan secara mandiri dengan merendahkan badan dan menjaga pijakan kaki kokoh saat mengambil objek di dasar kolam.Mampu memecahkan masalah keseimbangan secara cepat dan tepat dalam berbagai posisi gerak di air dangkal secara konsisten tanpa ragu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid merasa aman dan nyaman selama beraktivitas di kolam renang dangkal?
  • Bagaimana variasi strategi gerak yang ditemukan murid saat mengatasi hambatan air pada permainan mengumpulkan harta karun?
  • Apakah alokasi waktu 105 menit efektif memfasilitasi pemahaman dan pengaplikasian gerak di air tanpa membuat murid kelelahan atau kedinginan?

Murid:

  • Bagian mana dari aktivitas bergerak di air tadi yang paling seru dan menantang bagimu?
  • Cara apa yang paling membantumu agar tidak mudah goyah atau jatuh saat berjalan di dalam kolam renang?

Pertemuan 5 — Berpartisipasi secara Positif dalam Kelompok atau Tim pada Berbagai Aktivitas Jasmani — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.5 Berpartisipasi secara positif dalam kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani

Pendahuluan:

  • Guru mengumpulkan murid di lapangan, mengucapkan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru memandu pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada kelenturan tubuh serta kesiapan otot (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan partisipasi secara positif dalam kelompok atau tim pada aktivitas jasmani permainan (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal berupa identifikasi perilaku partisipasi positif: murid diminta memilih secara lisan atau angkat tangan mana perilaku yang positif saat bermain tim dari 3 pilihan situasi berikut: (1) Menyemangati teman yang gagal vs memarahi teman; (2) Berbagi tugas giliran bermain vs ingin menang sendiri; (3) Menerima hasil permainan bersama vs menyalahkan teman lain (acuan jawaban tepat: murid memilih menyemangati, berbagi tugas giliran, dan menerima hasil bersama) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep dan bentuk-bentuk partisipasi positif di dalam kelompok/tim saat beraktivitas jasmani, seperti berbagi peran, menyemangati teman tim, mematuhi kesepakatan bersama, dan menghargai peran setiap anggota (5 menit).
  • Guru membagi kelas menjadi beberapa tim (masing-masing 5-6 murid) dan memberikan penjelasan aturan permainan kelompok kooperatif 'Estafet Bola Kerjasama' (murid berbaris memindahkan bola ke belakang melewati atas kepala secara bersambung hingga garis finish tanpa bola terjatuh) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Setiap tim berdiskusi singkat di tempat masing-masing untuk membagi peran dan giliran posisi berdiri agar semua anggota terlibat aktif tanpa ada yang ditinggalkan (5 menit).
  • Murid mempraktikkan ronde 1 permainan 'Estafet Bola Kerjasama', di mana guru mengamati keterlibatan aktif setiap anggota dalam mengambil peran dan memberikan dorongan semangat saat mengalirkan bola (10 menit).
  • Murid melanjutkan ronde 2 dengan variasi tantangan 'Cacing Bergerak' (berjalan beriringan sambil memegang pundak teman di depannya untuk mengambil bola tanpa memutus barisan), melatih koordinasi kelompok dan dukungan langsung antar-anggota (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap tim berkumpul melingkar untuk merefleksikan partisipasi mereka: apakah setiap anggota sudah ikut mengambil peran, saling menyemangati, dan tidak ada yang menyalahkan saat bola jatuh (5 menit).
  • Perwakilan murid dari setiap kelompok menyebutkan satu wujud tindakan positif yang dilakukan teman satu timnya selama aktivitas berlangsung (acuan: tindakan konkrit saling bantu, mengingatkan arah barisan, atau memberi tepuk tangan semangat) (5 menit).

Penutup:

  • Guru memandu pendinginan (cooling down) santai untuk menurunkan detak jantung dan merilekskan otot (4 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap partisipasi positif seluruh murid dalam kelompok serta memberikan umpan balik atas sportivitas dan kerjasama yang terjalin selama aktivitas (4 menit).
  • Guru mengingatkan murid untuk tetap menjaga kekompakan saat berolahraga dan menutup pembelajaran dengan doa bersama serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan variasi jarak lintasan atau ukuran bola yang lebih besar agar mudah dioperasikan bagi kelompok yang membutuhkan penyesuaian gerak.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu berpartisipasi, guru mendampingi penempatan posisi barisan di tengah; bagi kelompok yang sangat kompak dan cepat, diberikan tantangan lintasan zig-zag dengan tetap mempertahankan keterlibatan penuh seluruh anggota.
  • Produk: Bentuk partisipasi positif dibuktikan melalui pengamatan keterlibatan aktif di tim (mengambil giliran, menyemangati, dan menjalankan peran).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik memilih perilaku positif dalam tim berdasarkan 3 situasi: (1) Situasi kesalahan teman -> acuan respon tepat: memberi semangat/bantuan; (2) Situasi pembagian peran -> acuan respon tepat: berbagi giliran secara adil; (3) Situasi hasil permainan -> acuan respon tepat: menerima bersama tanpa menyalahkan teman.

Proses:

  • Lembar observasi keterlibatan positif saat permainan berlangsung dengan 3 indikator: (1) Terlibat aktif menjalankan peran dalam tim; (2) Memberi dorongan/dukungan verbal maupun nonverbal kepada anggota tim; (3) Menjaga ketertiban barisan bersama kelompok.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan singkat di akhir kegiatan mengenai wujud partisipasi positif dalam tim: setiap murid menyebutkan minimal 1 tindakan saling mendukung yang telah dilakukan dalam kelompoknya (kriteria penerimaan: tindakan nyata berupa berbagi peran, menyemangati teman, atau menjaga kekompakan tim tanpa menyalahkan).

Formatif:

  • Observasi lembar ceklis partisipasi positif murid dalam kelompok (keterlibatan menjalankan peran kelompok, memberi dorongan positif kepada teman, dan menghargai kesepakatan tim)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Partisipasi Positif dalam KelompokBelum berpartisipasi aktif dalam kelompok, cenderung pasif atau mengabaikan peran bersama dalam tim.Mulai berpartisipasi dalam kelompok dengan menjalankan peran saat diarahkan atau diingatkan guru/teman.Berpartisipasi secara positif dalam kelompok dengan konsisten menjalankan peran tim dan saling mendukung tanpa harus selalu diingatkan.Berpartisipasi secara positif secara mandiri dan konsisten dalam kelompok, menjalankan peran dengan penuh inisiatif, serta aktif memberi dorongan semangat kepada seluruh anggota tim.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat terlibat secara aktif dan merasa dihargai dalam kelompoknya?
  • Bagaimana respons murid terhadap aturan kelompok dalam aktivitas jasmani yang diberikan?
  • Langkah apa yang perlu diperbaiki untuk mengoptimalkan partisipasi murid yang masih pasif?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang bermain bersama teman dalam satu kelompok hari ini?
  • Bantuan atau semangat apa yang kamu berikan kepada teman timmu saat bermain tadi?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.1 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental berpindah tempat dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru
  • TP 4.1.2 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental tanpa berpindah tempat dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru
  • TP 4.1.3 Menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak dalam aktivitas gerak berpindah tempat dan tanpa berpindah tempat
  • TP 4.1.4 Menerapkan strategi gerak sederhana dan memecahkan masalah gerak dalam aktivitas bergerak di air
  • TP 4.1.5 Berpartisipasi secara positif dalam kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani

Pendahuluan:

  • Guru mengumpulkan murid di lapangan/tepi kolam, memimpin doa bersama, mengecek kehadiran, dan memandu pemanasan statis dan dinamis yang berkesadaran (5 menit).
  • Guru menjelaskan tujuan asesmen sumatif bab: unjuk kerja sirkuit gerak darat beregu dan unjuk kerja simulasi pemecahan masalah gerak di air, serta menegaskan kriteria unjuk kerja yang akan dinilai (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagi kelas menjadi 4 kelompok (@ 7 murid) dan menjelaskan rute sirkuit gerak darat (pos 1: jalan cepat lalu lari zig-zag melewati 5 kerucut; pos 2: variasi ayunan lengan dan tekukan lutut/pinggang terkontrol 4 hitungan; pos 3: penjelasan lisan strategi gerak cepat dan stabil) serta alur simulasi air (berpasangan meluncur seimbang dan mengapung/mengatasi hambatan kayuhan) (4 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 (Sirkuit Gerak Darat): Kelompok 1, 2, 3, dan 4 secara bergantian masing-masing selama 15 menit tampil memperagakan gerak jalan-lari zig-zag rintangan, variasi mengayun dan menekuk tubuh di pos stasioner, menyampaikan penjelasan lisan strategi penyesuaian gerak (acuan strategi: langkah pendek saat zig-zag untuk keseimbangan, ayunan lengan seirama langkah kaki, tekukan lutut meredam pendaratan), serta memperlihatkan perilaku suportif tim; kelompok yang menunggu bertindak sebagai pengamat tertib (40 menit).
  • Tugas 2 (Simulasi Masalah Gerak di Air): Keempat kelompok secara bergantian (masing-masing 10 menit ditambah transisi total 5 menit) mempraktikkan strategi gerak meluncur/mengapung berpasangan di kolam dangkal atau area simulasi, memecahkan masalah hambatan kayuhan air dengan posisi tubuh streamline horizontal dan gerakan tungkai rileks teratur (45 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid melakukan pendinginan bersama, kemudian tiap kelompok menyampaikan satu hal yang berhasil mereka lakukan dengan baik dan satu tantangan gerak yang berhasil diatasi dalam tim selama asesmen berlangsung (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas sportivitas dan kerja sama seluruh kelompok, merangkum pencapaian Bab 1, menutup pertemuan dengan doa bersama, dan mengarahkan murid berganti pakaian dengan tertib (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses visual berupa bagan alur pos rintangan di tepi lapangan tanpa mengubah kompetensi yang diuji.
  • Proses: Pemberian giliran tampil bergantian dengan pendampingan keselamatan khusus di tepi kolam/simulasi air bagi murid yang membutuhkan kepastian rasa aman.
  • Produk: Standar unjuk kerja dan kriteria penilaian sumatif seragam untuk seluruh murid sesuai rubrik.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan fisik murid sebelum asesmen unjuk kerja melalui pertanyaan kesiapan dan peragaan pemanasan mandiri (acuan: murid tidak mengalami keluhan fisik/cedera dan mampu melakukan peregangan dasar tungkai serta lengan secara mandiri).

Proses:

  • Observasi guru terhadap kepatuhan alur pos dan keselamatan gerak selama murid menunggu giliran unjuk kerja kelompok.

Sumatif Bab:

  • penilaian unjuk kerja sirkuit gerak darat dan simulasi aktivitas air dalam kelompok: lembar observasi keterpaduan penghalusan gerak dasar (berpindah dan di tempat), penjelasan lisan strategi gerak, pemecahan masalah gerak di air, serta perilaku kerja sama tim
  • unjuk kerja dan tes lisan sirkuit aktivitas gerak beregu: kinerja peragaan jalan-lari melewati rintangan, variasi ayunan/tekukan tubuh di pos stasioner, penjelasan lisan strategi penyesuaian gerak, dan perilaku suportif yang dinilai per kelompok (4 kelompok @ 7 murid, tampil bergantian 15 menit per kelompok) (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja dan lembar observasi perilaku partisipasi kelompok)
  • unjuk kerja simulasi pemecahan masalah gerak di air: kinerja kelompok dalam menerapkan strategi gerak meluncur/mengapung berpasangan atau mengatasi hambatan bergerak di kolam/area simulasi air (4 kelompok @ 7 murid bergantian 10 menit per kelompok) (45 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis ketercapaian strategi pemecahan masalah gerak di air)

Sumatif:

  • penilaian unjuk kerja sirkuit gerak darat dan simulasi aktivitas air dalam kelompok: lembar observasi keterpaduan penghalusan gerak dasar (berpindah dan di tempat), penjelasan lisan strategi gerak, pemecahan masalah gerak di air, serta perilaku kerja sama tim
  • unjuk kerja dan tes lisan sirkuit aktivitas gerak beregu: kinerja peragaan jalan-lari melewati rintangan, variasi ayunan/tekukan tubuh di pos stasioner, penjelasan lisan strategi penyesuaian gerak, dan perilaku suportif yang dinilai per kelompok (4 kelompok @ 7 murid, tampil bergantian 15 menit per kelompok) (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja dan lembar observasi perilaku partisipasi kelompok)
  • unjuk kerja simulasi pemecahan masalah gerak di air: kinerja kelompok dalam menerapkan strategi gerak meluncur/mengapung berpasangan atau mengatasi hambatan bergerak di kolam/area simulasi air (4 kelompok @ 7 murid bergantian 10 menit per kelompok) (45 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis ketercapaian strategi pemecahan masalah gerak di air)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penghalusan Gerak Berpindah (Jalan & Lari)Gerakan jalan dan lari kaku, sering menabrak kerucut rintangan, dan koordinasi langkah kaki terputus-putus.Mampu melakukan jalan dan lari melewati rintangan tetapi ritme langkah belum teratur dan keseimbangan kadang hilang saat berbelok.Menghaluskan gerak jalan dan lari secara terkoordinasi, mampu beralih kecepatan dan arah melewati rintangan dengan lancar.Menghaluskan gerak jalan dan lari dengan transisi ritme yang sangat mulus, seimbang sempurna, dan efisien saat melewati seluruh rintangan baru.
Penghalusan Gerak Tanpa Berpindah (Ayunan & Tekukan)Gerakan ayunan lengan dan tekukan lutut/pinggang dilakukan tidak terkontrol, tidak seimbang, atau tidak sesuai rentang gerak.Melakukan ayunan dan tekukan dengan rentang gerak cukup tetapi posisi tubuh masih goyah saat menahan hitungan.Menghaluskan variasi ayunan lengan dan tekukan tubuh secara stabil, terkontrol, dan luwes dalam 4 hitungan stasioner.Menghaluskan ayunan dan tekukan tubuh dengan kestabilan postur prima, luwes, dan presisi penuh pada setiap hitungan.
Penyesuaian Strategi Gerak (Penjelasan Lisan & Praktik)Belum mampu menjelaskan maupun menerapkan strategi penyesuaian gerak (acuan: langkah pendek saat zig-zag, ayunan lengan seirama, tekukan lutut peredam).Menyebutkan 1 acuan strategi penyesuaian gerak dan menerapkannya dengan sedikit bimbingan guru.Menjelaskan 2-3 acuan strategi penyesuaian gerak secara tepat dan mempraktikkannya secara mandiri saat sirkuit.Menjelaskan seluruh acuan strategi penyesuaian gerak secara runtut dan menerapkannya secara konsisten untuk efisiensi gerak kelompok.
Pemecahan Masalah Gerak di AirPanik/ragu di air, posisi tubuh tenggelam/vertikal, dan belum mampu menerapkan strategi meluncur/mengapung berpasangan.Mampu meluncur atau mengapung berpasangan namun posisi tubuh belum streamline horizontal sehingga hambatan kayuhan masih besar.Menerapkan strategi tubuh streamline dan tungkai rileks teratur, mampu memecahkan masalah hambatan bergerak di air secara berpasangan.Menerapkan strategi gerak air dengan posisi tubuh streamline sempurna, kayuhan sangat efektif, serta tenang membantu stabilitas pasangan.
Partisipasi Positif KelompokPasif, bermain sendiri, atau menunjukkan sikap mengabaikan instruksi dan anggota kelompok lain.Berpartisipasi dalam kelompok namun masih membutuhkan teguran untuk menjaga giliran dan menyemangati teman.Berpartisipasi aktif, mematuhi giliran regu, dan memberikan dukungan positif/perilaku suportif kepada anggota tim.Berpartisipasi sangat positif secara konsisten, menunjukkan sikap suportif, adil, dan proaktif memastikan kekompakan tim.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu per kelompok dalam sirkuit darat (15 menit) dan simulasi air (10 menit) berjalan efektif dan tertib?
  • Bagaimana ketercapaian seluruh murid kelas 4 pada kompetensi penghalusan gerak dan penerapan strategi gerak bab ini?

Murid:

  • Gerakan mana yang paling lancar dan menyenangkan saya lakukan saat sirkuit kelompok hari ini?
  • Bagaimana cara saya dan teman kelompok saling membantu saat menghadapi rintangan gerak darat dan air?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru PJOK Kelas IV SD (Kemendikbudristek, 2021)
  2. Buku Siswa PJOK Kelas IV SD (Kemendikbudristek, 2021) Bab 1
  3. Kerucut pembatas (cones/marker) sebanyak 10-15 buah
  4. Bola kecil plastik/tenis sebanyak 20 butir dan 2 keranjang bola
  5. Peluit dan stopwatch
  6. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2022).
  7. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2022).
  8. Alat peraga: Peluit, cone/tanda lingkaran (marker/simpai), tali rintangan statis, dan matras senam.
  9. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas IV, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2024.
  10. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas IV, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2024.
  11. Peralatan lapangan: 10 buah corong (cone/marker), 4 buah kardus/busa rintangan rendah (tinggi 20-30 cm), 4 buah simpai (hula hoop), bendera penanda warna (merah, hijau, kuning), peluit, dan stopwatch.
  12. Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas IV, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023
  13. Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas IV, Bab 1 'Ayo, Bergerak!', Kemendikbudristek, 2023
  14. Kolam renang dangkal (kedalaman 60-80 cm)
  15. Objek selam/cincin selam/batu kecil halus aneka warna untuk permainan harta karun
  16. Buku Panduan Guru PJOK Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek)
  17. Buku Siswa PJOK Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek)
  18. Peralatan: bola plastik/bola voli, kerucut/cone pembatas lintasan, peluit, dan stopwatch
  19. Buku Panduan Guru PJOK Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek RI, 2023)
  20. Buku Siswa PJOK Kelas IV SD/MI Bab 1: Ayo, Bergerak!
  21. Peralatan sirkuit: kerucut (cone), matras, stopwatch, peluit, dan kolam dangkal/area simulasi air sekolah

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.