MODUL AJAR PJOK — Kelas 3 (Fase B) Topik: Bab 8 — Aktivitas Fisik dan Memilih Makanan Bergizi INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Bab 8 — Aktivitas Fisik dan Memilih Makanan Bergizi |
|---|
| Alokasi Waktu | 13 JP (13 x 35 menit = 455 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 5 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 3.8.1 Mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidup dan berbagai aktivitas jasmani untuk pencegahannya
- TP 3.8.2 Berpartisipasi dalam berbagai aktivitas jasmani dan mengenali faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan
- TP 3.8.3 Mengidentifikasi pola makan sehat dan bergizi seimbang sesuai rekomendasi kesehatan untuk menunjang aktivitas sehari-hari
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang biasanya kamu rasakan di tubuh jika seharian penuh hanya duduk dan menonton gawai tanpa bergerak?
- Menurutmu, apa bahaya atau risiko kesehatan bagi tubuh kita jika setiap hari malas melakukan aktivitas gerak?
- Apa saja jenis aktivitas gerak jasmani yang biasa kamu lakukan di rumah atau sekolah agar badan tidak mudah lesu dan sakit?
- Bagaimana aktivitas jasmani seperti berjalan kaki, bermain lompat tali, atau bersepeda dapat mencegah risiko kegemukan dan tubuh cepat lelah?
- Aktivitas atau permainan bergerak apa yang paling membuatmu merasa gembira saat melakukannya?
- Apa hal yang membuat sebuah permainan gerak terasa seru dan menyenangkan bagi dirimu?
- Mengapa tubuh kita membutuhkan makanan bergizi sebelum dan sesudah melakukan aktivitas jasmani?
- Apa saja jenis makanan yang harus ada di piring kita agar tubuh tetap sehat dan bertenaga?
- Mengapa tubuh kita perlu bergerak aktif dan makan makanan bergizi setiap hari?
- Apa yang membuat kita merasa senang saat melakukan permainan gerak bersama teman?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengenali Risiko Kesehatan Akibat Gaya Hidup Kurang Gerak — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.8.1 Mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidup dan berbagai aktivitas jasmani untuk pencegahannya
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam pembuka, menyapa murid, memimpin doa bersama, serta memeriksa kehadiran fisik murid di kelas (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidup kurang gerak (sedentari) (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat dengan menunjukkan 2 gambar kontras: Gambar A (anak bermain bola aktif) dan Gambar B (anak tidur-tiduran sambil bermain gawai dan makan camilan berjam-jam), lalu meminta murid memilih gambar gaya hidup kurang gerak beserta 1 contoh akibat buruknya (acuan: Gambar B adalah gaya hidup kurang gerak; risiko/akibatnya tubuh lemas/kegemukan/pegal) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru berbantu media gambar cerita tentang 'Dodi yang Malas Bergerak' yang sering duduk berjam-jam bermain gawai tanpa berolahraga (5 menit).
- Murid bersama bimbingan guru mengenali 4 risiko kesehatan akibat gaya hidup kurang gerak: (1) Tubuh mudah lelah dan lemas, (2) Berat badan berlebih/kegemukan (obesitas), (3) Otot dan persendian terasa kaku atau pegal, dan (4) Daya tahan tubuh melemah sehingga gampang terserang sakit (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan edukatif 'Cepat Tanggap Sehat': guru membacakan skenario aktivitas harian, murid berdiri dan melompat 1 kali jika itu aktivitas aktif sehat, atau tetap duduk diam membungkuk jika itu perilaku kurang gerak (5 menit).
- Murid menerima Lembar Kerja mengenali risiko kesehatan yang memuat 4 kartu situasi perilaku kurang gerak untuk dipasangkan dengan 4 risiko kesehatan yang tepat: Situasi 1 'Duduk menonton televisi 5 jam tanpa jeda' -> Risiko 'Otot pinggang dan leher terasa kaku/pegal'; Situasi 2 'Tiap hari hanya rebahan sambil makan camilan manis tanpa olahraga' -> Risiko 'Kegemukan / berat badan berlebih'; Situasi 3 'Tidak pernah bergerak aktif dan jarang terkena sinar matahari' -> Risiko 'Daya tahan tubuh lemah dan gampang sakit'; Situasi 4 'Lebih memilih bermain gawai seharian daripada berjalan atau bermain bersama teman' -> Risiko 'Tubuh menjadi lesu, cepat lelah, dan tidak bertenaga' (acuan pasangan tepat: 1 dengan pegal/kaku, 2 dengan kegemukan, 3 dengan gampang sakit, 4 dengan lesu/lelah) (15 menit).
- Guru berkeliling mengamati dan memeriksa ketepatan pengerjaan murid secara langsung, memberikan bimbingan bagi murid yang masih keliru menandai risiko (5 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid dibimbing untuk merenungkan kebiasaan gerak pribadinya: memeriksa apakah selama ini dirinya masih sering melakukan gaya hidup kurang gerak di rumah (5 menit).
- Murid menyebutkan kembali secara lisan minimal 2 risiko kesehatan dari gaya hidup kurang gerak yang paling ingin mereka hindari (acuan: tubuh mudah lelah/pegal/kegemukan/gampang sakit) (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid membuat kesimpulan pembelajaran mengenai pentingnya menghindari gaya hidup kurang gerak demi mencegah risiko kesehatan tubuh (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil belajar, menyampaikan rencana topik pertemuan berikutnya (aktivitas jasmani pencegah risiko kesehatan), dan menutup pelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar visual konkret yang memperlihatkan langsung gejala sakit/lelah, sedangkan murid yang cepat diberikan teks skenario situasi tanpa gambar.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dengan bimbingan bertahap membaca kartu situasi satu per satu, sementara murid yang telah paham mengerjakan lembar kerja secara mandiri.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan cukup menjodohkan garis antara 3 situasi dan risiko kesehatan, sedangkan murid yang cepat melengkapi seluruh 4 pasangan situasi dan risiko secara mandiri dan tepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: Guru menunjukkan gambar A (anak berolahraga aktif) dan gambar B (anak rebahan bermain gawai sambil makan camilan). Pertanyaan: 'Manakah yang termasuk gaya hidup kurang gerak, dan sebutkan 1 akibat buruknya bagi tubuh?' (Acuan jawaban benar: Gambar B; akibatnya adalah tubuh menjadi gemuk/lemas/pegal/mudah sakit).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam permainan 'Cepat Tanggap Sehat' untuk membedakan gaya hidup aktif dan gaya hidup kurang gerak.
- Pemeriksaan lembar kerja menjodohkan 4 situasi gaya hidup kurang gerak dengan risiko kesehatannya. Acuan kunci jawaban: (1) Menonton TV 5 jam tanpa jeda -> Otot leher dan pinggang terasa kaku/pegal; (2) Rebahan sambil makan camilan manis seharian -> Berat badan berlebih / kegemukan; (3) Tidak pernah bergerak aktif dan jarang kena matahari -> Daya tahan tubuh melemah / gampang sakit; (4) Seharian main gawai tanpa berjalan atau bergerak -> Tubuh menjadi lesu dan cepat lelah.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk murid secara acak untuk menyebutkan minimal 2 risiko kesehatan akibat gaya hidup kurang gerak dari daftar 4 risiko yang telah dipelajari (acuan jawaban: tubuh mudah lelah, kegemukan/obesitas, otot pegal/kaku, daya tahan tubuh lemah/mudah sakit).
Formatif:- Tes lisan diagnostik pada apersepsi mengenai contoh gaya hidup kurang gerak
- Penilaian kinerja unjuk kerja lembar pencocokan 4 situasi gaya hidup kurang gerak dengan risiko kesehatan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidup kurang gerak | Belum mampu mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidup kurang gerak (hanya 0-1 pasangan situasi-risiko tepat dari 4 acuan). | Mulai mampu mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidup kurang gerak dengan memasangkan 2 dari 4 acuan secara tepat dengan bantuan guru. | Mampu mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidup kurang gerak dengan memasangkan minimal 3 dari 4 acuan secara tepat secara mandiri. | Sangat mampu mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidup kurang gerak dengan memasangkan seluruh 4 acuan situasi dan risiko secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media gambar dan skenario yang disajikan dapat memfasilitasi pemahaman murid tentang risiko gaya hidup kurang gerak secara konkret?
- Bagian kegiatan mana yang membuat murid paling antusias dan mudah mengenali dampak negatif dari kurang bergerak?
Murid:- Apa risiko kesehatan akibat malas bergerak yang paling kamu takuti terjadi pada tubuhmu?
- Apakah kamu merasa bersemangat dan senang saat mengikuti permainan Cepat Tanggap Sehat tadi?
Pertemuan 2 — Mengenali Berbagai Aktivitas Jasmani untuk Pencegahan Risiko Kesehatan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.8.1 Mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidup dan berbagai aktivitas jasmani untuk pencegahannya
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa, serta memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) Sebutkan 1 contoh risiko kesehatan jika tubuh seharian hanya duduk diam atau bermain gawai? (Acuan: kegemukan/obesitas, otot kaku/lemas, tubuh cepat lelah); (2) Sebutkan 1 contoh aktivitas jasmani yang bisa mencegah risiko tersebut! (Acuan: bersepeda, jalan kaki, bermain kejar-kejaran, senam) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali berbagai bentuk aktivitas jasmani sehari-hari yang bermanfaat untuk mencegah risiko kesehatan akibat gaya hidup kurang gerak (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak gambar dan penjelasan guru di papan tulis mengenai 4 contoh aktivitas jasmani pencegah risiko kesehatan: (1) Jalan kaki/lari santai untuk mencegah tubuh cepat lelah; (2) Naik turun tangga/senam peregangan untuk mencegah otot kaku; (3) Bersepeda/bermain lompat tali untuk mencegah kegemukan/obesitas; (4) Membantu menyapu/membersihkan rumah untuk menjaga kebugaran tubuh sehari-hari (3 menit).
- Murid secara bergantian menunjuk gambar aktivitas jasmani di papan tulis yang sesuai dengan risiko kesehatan yang dicegahnya berdasarkan penjelasan guru (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagikan Lembar Kerja Pasangan Beraktivitas berisi 4 butir penjodohan aktivitas jasmani dan risiko kesehatan yang dicegah: Butir (1) 'Bersepeda keliling taman setiap sore' dipasangkan dengan 'Mencegah kegemukan/penumpukan lemak'; Butir (2) 'Senam peregangan dan memutar lengan saat jeda belajar' dipasangkan dengan 'Mencegah otot kaku dan pegal'; Butir (3) 'Jalan kaki pagi secara teratur bersama keluarga' dipasangkan dengan 'Mencegah napas mudah terengah-engah dan lesu'; Butir (4) 'Bermain lompat tali bersama kawan' dipasangkan dengan 'Mencegah tubuh lemah dan kurang bertenaga' (10 menit).
- Murid memainkan permainan tantangan gerak 'Tebak Kartu Sehat': guru memperagakan atau membacakan kartu situasi risiko (misal: 'tubuh kaku karena kelamaan duduk' atau 'berat badan naik drastis karena jarang gerak'), lalu murid mengangkat kartu gambar aktivitas jasmani pencegahnya yang tepat secara serentak (12 menit).
- Murid secara mandiri melengkapi Lembar Kerja Pasangan Beraktivitas dengan menarik garis panah pada 4 pasangan yang tersedia sesuai pemahaman mereka (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dengan acuan kunci di papan tulis dan murid memeriksa ketercapaian jawabannya secara jujur (10 menit).
- Murid merenungkan satu aktivitas jasmani sederhana yang paling mungkin ia lakukan setiap hari di rumah untuk menjaga kesehatan tubuhnya (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik dan penguatan bahwa tubuh manusia dirancang untuk bergerak aktif agar terhindar dari berbagai keluhan kesehatan (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan ragam aktivitas jasmani pencegah risiko kesehatan dan menutup pelajaran dengan doa bersama (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja dengan petunjuk ikon visual aktivitas gerak yang lebih kontras, sedangkan murid yang cepat diberikan 2 skenario risiko tambahan untuk diidentifikasi aktivitas jasmani penangkalnya.
- Proses: Murid yang mengalami kesulitan mencocokkan dipandu guru dengan mempraktikkan gerak sederhana terlebih dahulu sebelum memilih kartu, sedangkan murid yang sudah mahir mengerjakan mandiri tanpa bantuan peraga.
- Produk: Semua murid menyelesaikan lembar kerja pencocokan 4 pasangan aktivitas jasmani pencegah risiko kesehatan; murid mahir dapat menambahkan 1 contoh aktivitas jasmani lain yang biasa dilakukan di rumah.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: (1) Sebutkan 1 dampak buruk jika jarang berolahraga atau malas bergerak! (Acuan jawaban: badan gemuk/obesitas, badan cepat lelah, otot pegal/kaku); (2) Sebutkan 1 contoh gerak badan yang bisa dilakukan agar tidak terkena dampak buruk itu! (Acuan jawaban: lari santai, jalan sehat, bersepeda, senam, lompat tali).
Proses:- Pengamatan saat murid mengangkat kartu pada permainan gerak 'Tebak Kartu Sehat' terhadap 2 skenario situasi risiko kesehatan: Situasi A 'Badan terasa pegal dan kaku karena menonton TV terlalu lama' (Acuan respon benar: kartu gambar senam peregangan/jalan santai); Situasi B 'Tubuh mudah gemuk dan napas sesak akibat jarang gerak' (Acuan respon benar: kartu gambar lari pagi/bersepeda/lompat tali).
- Pemeriksaan Lembar Kerja Pasangan Beraktivitas yang memuat 4 butir pencocokan: Butir (1) Bersepeda -> Mencegah kegemukan; Butir (2) Senam peregangan -> Mencegah otot kaku; Butir (3) Jalan kaki -> Mencegah napas mudah lesu/terengah-engah; Butir (4) Bermain lompat tali -> Mencegah tubuh lemah/kurang bertenaga.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri tertulis singkat (2 soal cepat di akhir sesi): (1) Aktivitas jasmani apa yang tepat dilakukan jika kamu merasa otot leher dan pundakmu kaku akibat terlalu lama duduk menulis? (Acuan jawaban: senam peregangan/memutar lengan/berdiri dan meregangkan badan); (2) Mengapa berjalan kaki atau bersepeda keliling lingkungan rumah dapat mencegah risiko kegemukan? (Acuan jawaban: karena membakar kalori/energi atau menggerakkan otot tubuh sehingga lemak tidak menumpuk).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai risiko kurang gerak dan contoh gerak pencegahnya.
- Observasi unjuk kerja permainan 'Tebak Kartu Sehat' saat murid memilih kartu aktivitas jasmani pencegah risiko kesehatan.
- Pemeriksaan Lembar Kerja Pasangan Beraktivitas (pencocokan 4 butir aktivitas jasmani dengan risiko kesehatan yang dicegah).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali aktivitas jasmani untuk pencegahan risiko kesehatan | Murid mengenali 0 hingga 1 dari 4 pasangan aktivitas jasmani dan risiko kesehatan yang dicegahnya sesuai acuan lembar kerja. | Murid mengenali 2 dari 4 pasangan aktivitas jasmani dan risiko kesehatan yang dicegahnya sesuai acuan lembar kerja. | Murid mengenali 3 dari 4 pasangan aktivitas jasmani dan risiko kesehatan yang dicegahnya sesuai acuan lembar kerja secara mandiri. | Murid mengenali seluruh 4 pasangan aktivitas jasmani dan risiko kesehatan yang dicegahnya secara tepat sesuai acuan lembar kerja secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan permainan visual 'Tebak Kartu Sehat' efektif mempermudah murid kelas 3 mengenali kaitan antara jenis aktivitas fisik dan pencegahan penyakit/risiko kesehatan?
- Bagian mana dari aktivitas pembelajaran yang memerlukan scaffolding tambahan bagi murid yang belum mengenali jenis-jenis aktivitas jasmani?
Murid:- Aktivitas jasmani apa yang paling kamu sukai untuk mencegah tubuhmu terasa lemas dan kaku?
- Apakah kamu sekarang tahu apa akibatnya jika seharian hanya duduk diam tanpa melakukan aktivitas jasmani?
Pertemuan 3 — Berpartisipasi dalam Aktivitas Jasmani dan Mengenali Faktor Penyebab Menyenangkan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.8.2 Berpartisipasi dalam berbagai aktivitas jasmani dan mengenali faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran di lapangan/halaman sekolah dengan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru dan murid melakukan peregangan dinamis sederhana serta permainan pemanasan 'Lampu Hijau, Bergerak; Lampu Merah, Berhenti' (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu aktif ikut serta dalam permainan aktivitas jasmani dan mengenali hal-hal apa saja yang membuat aktivitas tersebut terasa menyenangkan (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat dengan menunjukkan kartu pilihan faktor rasa senang dan meminta murid memilih faktor yang paling mereka sukai saat bermain bergerak (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperkenalkan 3 pos permainan aktivitas jasmani yang akan dimainkan hari ini: Pos 1 'Lari Bolak-Balik Memindahkan Bola', Pos 2 'Lompat Menghindari Rintangan Kardus', dan Pos 3 'Permainan Kejar Menangkap Ekor Selendang' (10 menit).
- Guru menjelaskan 4 faktor yang sering membuat aktivitas jasmani menyenangkan berdasarkan kartu panduan bergambar: (1) Suasana bermain bersama teman, (2) Jenis tantangan gerak yang seru, (3) Variasi alat atau perlengkapan permainan, dan (4) Perasaan tubuh menjadi bugar dan berenergi (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid berpartisipasi aktif mencoba Pos 1 (Lari Bolak-Balik Memindahkan Bola) dan Pos 2 (Lompat Menghindari Rintangan Kardus) secara bergantian dalam kelompok kecil tanpa tuntutan teknik baku melainkan fokus pada keikutsertaan gerak secara gembira (20 menit).
- Murid berpartisipasi aktif mencoba Pos 3 (Permainan Kejar Menangkap Ekor Selendang) di area bebas yang telah dibatasi batas aman (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid berkumpul dalam lingkaran untuk melakukan pendinginan ringan sembari mengatur napas (5 menit).
- Murid menandai Lembar Pilihan Faktor Kesenangan Jasmani dengan memilih minimal 2 dari 4 faktor penyebab yang membuat mereka merasa senang saat berpartisipasi pada pos permainan tadi: (1) Bermain bersama teman, (2) Adanya tantangan gerak seru, (3) Alat permainan yang menarik, (4) Tubuh terasa segar dan bersemangat (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid melakukan ulasan singkat bahwa aktif bergerak dalam aktivitas jasmani sangat menyehatkan tubuh dan terasa menyenangkan karena berbagai faktor yang telah dikenali (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik umum terhadap keikutsertaan seluruh murid, mengingatkan pentingnya minum air putih setelah berolahraga, menutup sesi dengan doa bersama, dan membubarkan barisan (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu pilihan faktor penyebab kesenangan dalam bentuk tulisan dan simbol gambar ekspresif bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Pada tahap Mengaplikasi, jarak lari bolak-balik atau tinggi rintangan kardus disesuaikan; murid yang membutuhkan waktu istirahat lebih dapat menyesuaikan tempo gerak tanpa kehilangan kesempatan berpartisipasi aktif.
- Produk: Murid dapat mengenali faktor penyebab kesenangan dengan mencentang lembar ceklis bergambar atau menunjukkan langsung kartu gambar faktor kesenangan yang dipilih.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru mengajukan pertanyaan diagnostik cepat: 'Saat berolahraga atau bermain gerak, apa yang paling membuatmu merasa gembira?' dan meminta murid mengangkat salah satu dari 2 kartu gambar: Kartu A (Bermain bersama teman) atau Kartu B (Bisa melompati/melewati rintangan). Kriteria penerimaan operasional: murid mampu memilih salah satu kartu dan menyebutkan pilihannya secara mandiri (acuan respons: kartu A atau kartu B dipilih).
Proses:- Pengamatan langsung keterlibatan murid dalam aktivitas jasmani di 3 pos (Pos 1 Lari Memindahkan Bola, Pos 2 Lompat Rintangan Kardus, Pos 3 Menangkap Ekor Selendang) dengan kriteria: aktif bergerak mengikuti permainan di seluruh pos dari awal hingga selesai tanpa pasif/menolak berpartisipasi.
- Pemeriksaan lembar ceklis refleksi faktor kesenangan murid. Acuan 4 faktor yang tersedia pada lembar: (1) Bermain bersama teman, (2) Adanya tantangan gerak seru, (3) Alat permainan yang menarik, (4) Tubuh terasa segar dan bersemangat. Indikator ketepatan: murid memilih dan menandai minimal 2 dari 4 faktor tersebut sesuai pengalaman yang dirasakannya.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi melalui penyerahan lembar pilihan: murid menunjukkan 2 pilihan faktor penyebab aktivitas jasmani menyenangkan dari 4 opsi yang disediakan pada lembar ceklis (acuan 4 faktor: teman bermain, tantangan gerak, alat permainan, kesegaran tubuh).
Formatif:- Observasi partisipasi aktif murid dalam 3 pos aktivitas jasmani.
- Pemeriksaan lembar pilihan faktor penyebab kesenangan jasmani.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Partisipasi dalam Aktivitas Jasmani | Hanya mengikuti 1 pos aktivitas jasmani dan memerlukan dorongan penuh dari guru untuk mau bergerak. | Mengikuti 2 pos aktivitas jasmani dengan dorongan guru. | Berpartisipasi aktif dalam seluruh (3) pos aktivitas jasmani (Pos 1, 2, dan 3) secara mandiri dari awal hingga selesai. | Berpartisipasi aktif dan konsisten dalam seluruh (3) pos aktivitas jasmani secara mandiri serta mengulang aktivitas dengan penuh inisiatif. | | Mengenali Faktor Penyebab Aktivitas Jasmani Menyenangkan | Belum mampu memilih faktor penyebab aktivitas jasmani menyenangkan atau hanya memilih 1 faktor dengan bantuan bimbingan guru. | Mampu memilih 1 dari 4 faktor penyebab aktivitas jasmani menyenangkan secara mandiri (acuan: teman, tantangan gerak, alat, rasa bugar tubuh). | Mampu mengenali dan memilih minimal 2 dari 4 faktor penyebab aktivitas jasmani menyenangkan secara mandiri (acuan: teman, tantangan gerak, alat, rasa bugar tubuh). | Mampu mengenali dan memilih 3 atau seluruh (4) faktor penyebab aktivitas jasmani menyenangkan secara mandiri dan konsisten (acuan: teman, tantangan gerak, alat, rasa bugar tubuh). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh pos aktivitas jasmani berhasil memfasilitasi partisipasi aktif setiap murid tanpa hambatan teknis yang membebani?
- Bagaimana respons murid dalam mengenali faktor-faktor yang membuat mereka merasa senang selama bergerak?
Murid:- Pos permainan mana yang paling kamu sukai hari ini?
- Apa alasan utama yang membuat permainan tersebut terasa menyenangkan bagimu?
Pertemuan 4 — Mengidentifikasi Pola Makan Sehat dan Bergizi Seimbang untuk Menunjang Aktivitas Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.8.3 Mengidentifikasi pola makan sehat dan bergizi seimbang sesuai rekomendasi kesehatan untuk menunjang aktivitas sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa singkat, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi pola makan sehat dan bergizi seimbang (makanan pokok, lauk-pauk, sayur, buah, serta air putih) yang menunjang aktivitas sehari-hari (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid memilih 1 dari 2 contoh bekal makanan: Bekal A (nasi, ayam bakar, sayur bayam, pisang, air putih) atau Bekal B (keripik renyah rasa balado, permen manis, minuman soda). Murid mengangkat kartu hijau untuk bekal yang sehat dan kartu merah untuk bekal yang kurang bergizi seimbang (acuan: Bekal A adalah bekal sehat dan bergizi seimbang karena mengandung karbohidrat, protein, serat/vitamin, dan air; Bekal B kurang seimbang karena didominasi gula, garam, dan lemak) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati gambar poster panduan piring gizi seimbang ('Isi Piringku') yang memuat 4 kelompok makanan: makanan pokok sebagai sumber energi, lauk-pauk sebagai pembangun tubuh, sayuran dan buah-buahan sebagai pemelihara kesehatan/vitamin/mineral, serta anjuran minum air putih yang cukup untuk aktivitas jasmani (10 menit).
- Guru memberikan 4 pernyataan tentang kelompok makanan untuk dijawab serentak dengan tanda jempol ke atas (benar) atau jempol ke bawah (salah) oleh murid: (1) Nasi, kentang, dan jagung adalah contoh makanan pokok sumber tenaga; (2) Ikan, telur, dan tempe termasuk lauk-pauk sumber protein; (3) Makanan manis tinggi gula adalah pengganti sayur dan buah yang baik; (4) Minum air putih cukup penting untuk mencegah dehidrasi saat beraktivitas (acuan: pernyataan 1, 2, 4 benar/jempol atas; pernyataan 3 salah/jempol bawah) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam permainan kelompok gembira 'Pilah Piring Sehat', setiap murid menerima 4 kartu gambar makanan acak dari 16 kartu yang disediakan guru, lalu secara bergiliran memasukkan kartu tersebut ke dalam kotak kategori yang tepat di depan kelas: (1) Makanan Pokok: nasi, singkong, jagung, roti gandum; (2) Lauk-pauk: ikan mas, tahu, telur ayam, daging ayam; (3) Sayuran: bayam, wortel, kangkung, brokoli; (4) Buah-buahan: pisang, pepaya, jeruk, apel (acuan: pengelompokan sesuai 4 kategori tersebut) (12 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Identifikasi Menu Seimbang: murid memeriksa daftar 4 paket menu harian dan menentukan apakah masing-masing paket sudah memenuhi pola makan sehat dan bergizi seimbang (lengkap: makanan pokok + lauk + sayur + buah + air putih) atau belum lengkap: (1) Nasi + Ikan goreng + Sayur bayam + Jeruk + Air putih; (2) Nasi + Mi instan kuah + Kerupuk + Air teh manis; (3) Kentang rebus + Telur dadar + Sup brokoli wortel + Pisang + Air putih; (4) Roti selai cokelat + Permen manis + Keripik gurih + Minuman soda (acuan: paket 1 dan 3 = Seimbang/Lengkap; paket 2 dan 4 = Tidak Lengkap/Kurang Seimbang) (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil identifikasi menu lembar kerja dan merefleksikan pentingnya memilih makanan bergizi seimbang agar memiliki tenaga cukup untuk belajar dan berolahraga di sekolah (8 menit).
Penutup:- Guru memfasilitasi murid menyimpulkan 4 komponen utama makanan bergizi seimbang (makanan pokok, lauk-pauk, sayur, buah) serta pentingnya air putih untuk menunjang aktivitas fisik (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas ketepatan identifikasi murid, mengingatkan murid untuk menerapkan pemilihan makanan sehat saat sarapan esok hari, dan menutup sesi dengan doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu makanan bergambar jelas dengan nama bahan makanan untuk mempermudah murid yang masih terbata membaca, serta daftar rincian zat gizi pada bahan pangan untuk murid yang lebih cepat.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan visual 4 kotak piring gizi seimbang saat mengelompokkan; murid yang telah mahir mengidentifikasi mandiri secara cepat tanpa bantuan panduan gambar piring.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan mengidentifikasi dengan cara mencentang kategori yang tersedia; murid berkemampuan tinggi mengidentifikasi komponen yang kurang dari menu yang dinyatakan tidak seimbang.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik memilih bekal: Murid mengangkat kartu hijau/merah untuk menentukan bekal mana yang sehat dan bergizi seimbang antara Bekal A (nasi, ayam bakar, sayur bayam, pisang, air putih) dan Bekal B (keripik balado, permen manis, minuman soda) (acuan: Bekal A benar karena memenuhi unsur makanan pokok, lauk, sayur, buah, dan air; Bekal B salah karena tinggi garam, gula, dan rendah zat gizi seimbang).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid saat memasukkan kartu ke dalam 4 kotak kategori pada permainan 'Pilah Piring Sehat' (acuan kunci 16 kartu: Pokok: nasi, singkong, jagung, roti gandum; Lauk: ikan mas, tahu, telur ayam, daging ayam; Sayur: bayam, wortel, kangkung, brokoli; Buah: pisang, pepaya, jeruk, apel).
- Pemeriksaan Lembar Kerja Identifikasi 4 Paket Menu Sehat: mengukur ketepatan murid membedakan menu seimbang vs tidak seimbang (acuan kunci: Paket 1 = Seimbang; Paket 2 = Tidak Seimbang; Paket 3 = Seimbang; Paket 4 = Tidak Seimbang).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Murid menyebutkan minimal 3 dari 4 kelompok unsur 'Isi Piringku' yang wajib ada dalam menu makan siang untuk menunjang aktivitas olahraga (acuan: makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, buah-buahan).
Formatif:- Observasi diagnostik kartu hijau/merah pada asesmen awal pendahuluan
- Kuis respon cepat pemahaman kelompok makanan menggunakan isyarat jempol
- Unjuk kerja permainan 'Pilah Piring Sehat' dalam mengelompokkan kartu bahan makanan
- Lembar kerja identifikasi paket menu sehat dan bergizi seimbang
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi kelompok bahan makanan bergizi seimbang (makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, buah-buahan) | Mampu mengelompokkan 1 kelompok bahan makanan dengan tepat dengan bimbingan penuh guru. | Mampu mengelompokkan 2 kelompok bahan makanan dengan tepat secara mandiri. | Mampu mengelompokkan 3 kelompok bahan makanan dengan tepat secara mandiri. | Mampu mengelompokkan seluruh 4 kelompok bahan makanan (makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan) dengan tepat dan konsisten secara mandiri. | | Mengidentifikasi kelengkapan pola makan sehat dan bergizi seimbang pada paket menu untuk menunjang aktivitas | Mampu mengidentifikasi ketepatan status kelengkapan 1 dari 4 paket menu yang disajikan. | Mampu mengidentifikasi ketepatan status kelengkapan 2 dari 4 paket menu yang disajikan. | Mampu mengidentifikasi ketepatan status kelengkapan 3 dari 4 paket menu yang disajikan sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi ketepatan status kelengkapan seluruh (4 dari 4) paket menu yang disajikan secara tepat dan mandiri sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media visual poster 'Isi Piringku' dan permainan kartu makanan efektif membantu murid mengenali komponen gizi seimbang?
- Bagaimana keterlibatan murid yang membutuhkan bimbingan saat kegiatan mengidentifikasi menu harian?
Murid:- Apa saja kelompok makanan sehat yang harus ada di piring makanku setiap hari?
- Mengapa aku harus makan makanan bergizi seimbang sebelum beraktivitas fisik atau berolahraga?
Pertemuan 5 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.8.1 Mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidup dan berbagai aktivitas jasmani untuk pencegahannya
- TP 3.8.2 Berpartisipasi dalam berbagai aktivitas jasmani dan mengenali faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan
- TP 3.8.3 Mengidentifikasi pola makan sehat dan bergizi seimbang sesuai rekomendasi kesehatan untuk menunjang aktivitas sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kesiapan fisik serta kehadiran murid di lapangan/ruang serbaguna (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan dan alur asesmen sumatif bab yang terdiri dari unjuk kerja aktivitas jasmani berkelompok, pengisian lembar refleksi diri, serta penugasan lembar kerja bergambar secara mandiri (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menjelaskan petunjuk unjuk kerja aktivitas jasmani permainan gerak estafet bolak-balik (berlari memindahkan bola) dan cara mengisi lembar refleksi diri faktor kesenangan dengan 4 pilihan: (1) Bergerak bersama teman, (2) Jenis tantangan gerak yang seru, (3) Tubuh terasa segar, (4) Suasana ceria (5 menit).
- Guru menjelaskan petunjuk pengerjaan lembar kerja bergambar yang memuat 4 pasang kartu risiko gaya hidup kurang gerak beserta aktivitas jasmani pencegahannya dan pengelompokan 6 gambar makanan ke dalam piring bergizi seimbang (makanan pokok, lauk pauk, sayuran, buah-buahan) (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid dalam kelompok kecil (4-5 murid) berpartisipasi aktif melakukan permainan gerak jasmani estafet lari bolak-balik selama guru melakukan observasi keterlibatan gerak serentak menggunakan lembar observasi, dilanjutkan murid mencentang minimal 2 faktor yang membuat aktivitas tersebut menyenangkan pada lembar refleksi diri (30 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja bergambar Tugas 2 Bagian A: menjodohkan 4 gambar risiko kesehatan akibat kurang gerak dengan aktivitas pencegahannya: (1) Gambar anak lemas/mudah lelah dipasangkan dengan aktivitas senam pagi teratur, (2) Gambar berat badan berlebih/kegemukan dipasangkan dengan bersepeda/bermain bola, (3) Gambar postur tubuh kaku dipasangkan dengan latihan peregangan/jalan santai, (4) Gambar nafas mudah terengah-engah dipasangkan dengan bermain lompat tali/joging (30 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja bergambar Tugas 2 Bagian B: mengelompokkan 6 kartu gambar makanan ke dalam kolom piring gizi seimbang: (1) Nasi putih -> Makanan Pokok, (2) Ikan panggang -> Lauk Pauk, (3) Sayur bayam -> Sayuran, (4) Buah pisang -> Buah-buahan, (5) Telur rebus -> Lauk Pauk, (6) Pepaya iris -> Buah-buahan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memandu murid memeriksa kembali kelengkapan identitas dan jawaban pada seluruh lembar kerja serta lembar refleksi diri sebelum dikumpulkan ke meja guru (5 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar unjuk kerja dan lembar kerja murid, lalu memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kejujuran seluruh murid selama asesmen berlangsung (3 menit).
- Guru merangkum pentingnya terus membiasakan aktivitas gerak dan memilih makanan bergizi dalam kehidupan sehari-hari, kemudian menutup pertemuan dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: teks petunjuk pada lembar kerja dilengkapi ikon/gambar penjelas yang jelas untuk membantu murid yang membutuhkan dukungan visual membaca.
- Proses: Akomodasi akses: murid yang memerlukan bantuan membaca instruksi dapat meminta guru membacakan ulang butir soal tanpa memberi tahu jawaban.
- Produk: Akomodasi akses: murid dapat menjawab lembar kerja dengan menarik garis jodoh atau menempelkan kartu gambar pada kolom yang telah disediakan tanpa mengubah kompetensi target.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan fisik murid sebelum unjuk kerja gerak melalui tanya jawab singkat mengenai kondisi tubuh (tidak pusing/sakit) (acuan: murid dalam kondisi siap beraktivitas gerak).
Proses:- Observasi guru terhadap keterlibatan aktif murid dalam permainan gerak dan ketertiban saat pengerjaan lembar asesmen tertulis.
Sumatif Bab:- Unjuk kerja partisipasi aktivitas jasmani dan lembar kerja bergambar serentak: Keaktifan murid dalam permainan gerak berkelompok disertai lembar refleksi faktor kesenangan, serta lembar kerja pasangan gambar risiko kesehatan, pilihan aktivitas pencegahan, dan pengelompokan menu bergizi seimbang
- Unjuk kerja aktivitas jasmani dan lembar refleksi diri: Keterlibatan aktif murid dalam permainan aktivitas jasmani kelompok kecil yang diamati guru secara serentak, dilengkapi lembar centang refleksi diri mengenai faktor yang membuat aktivitas tersebut menyenangkan (45 menit; kelompok; instrumen: Lembar observasi partisipasi gerak dan rubrik penilaian diri)
- Penugasan lembar kerja bergambar serentak: Lembar kerja murid yang dikerjakan serentak berisi identifikasi risiko gaya hidup kurang gerak beserta pasangan aktivitas jasmani pencegahannya, serta pengelompokan piring makan bergizi seimbang untuk menunjang aktivitas fisik (60 menit; kelompok; instrumen: Lembar ceklis kunci jawaban dan rubrik pengelompokan menu bergizi)
Sumatif:- Unjuk kerja partisipasi aktivitas jasmani dan lembar kerja bergambar serentak: Keaktifan murid dalam permainan gerak berkelompok disertai lembar refleksi faktor kesenangan, serta lembar kerja pasangan gambar risiko kesehatan, pilihan aktivitas pencegahan, dan pengelompokan menu bergizi seimbang
- Unjuk kerja aktivitas jasmani dan lembar refleksi diri: Keterlibatan aktif murid dalam permainan aktivitas jasmani kelompok kecil yang diamati guru secara serentak, dilengkapi lembar centang refleksi diri mengenai faktor yang membuat aktivitas tersebut menyenangkan (45 menit; kelompok; instrumen: Lembar observasi partisipasi gerak dan rubrik penilaian diri)
- Penugasan lembar kerja bergambar serentak: Lembar kerja murid yang dikerjakan serentak berisi identifikasi risiko gaya hidup kurang gerak beserta pasangan aktivitas jasmani pencegahannya, serta pengelompokan piring makan bergizi seimbang untuk menunjang aktivitas fisik (60 menit; kelompok; instrumen: Lembar ceklis kunci jawaban dan rubrik pengelompokan menu bergizi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Partisipasi Aktivitas Jasmani (TP 3.8.2) | Tidak ikut bergerak atau pasif sepanjang permainan gerak berlangsung. | Ikut bergerak dalam permainan gerak hanya bila diarahkan berulang kali oleh guru. | Aktif berpartisipasi bergerak dalam seluruh rangkaian permainan gerak secara mandiri. | Sangat aktif dan konsisten berpartisipasi bergerak dengan penuh kesungguhan sepanjang permainan dari awal hingga akhir. | | Mengenali Faktor Kesenangan Aktivitas Jasmani (TP 3.8.2) | Tidak mencentang atau belum mampu menentukan faktor yang membuat aktivitas jasmani menyenangkan. | Mencentang 1 faktor penyebab aktivitas jasmani menyenangkan pada lembar refleksi diri (acuan pilihan: bergerak bersama teman, jenis tantangan gerak yang seru, tubuh terasa segar, suasana ceria). | Mencentang 2 atau 3 faktor penyebab aktivitas jasmani menyenangkan pada lembar refleksi diri sesuai acuan pilihan. | Mencentang seluruh 4 faktor penyebab aktivitas jasmani menyenangkan pada lembar refleksi diri dengan tepat sesuai acuan pilihan. | | Mengenali Risiko Gaya Hidup Kurang Gerak dan Pencegahannya (TP 3.8.1) | Menjodohkan 0-1 pasang risiko kesehatan dan aktivitas pencegahan secara tepat. | Menjodohkan tepat 2 pasang gambar risiko kesehatan dan aktivitas pencegahannya (acuan pasangan: 1. Tubuh lemas -> senam pagi; 2. Berat badan berlebih -> bersepeda/bermain bola; 3. Postur tubuh kaku -> peregangan/jalan santai; 4. Nafas terengah-engah -> lompat tali/joging). | Menjodohkan tepat 3 pasang gambar risiko kesehatan dan aktivitas pencegahannya sesuai acuan pasangan. | Menjodohkan tepat seluruh 4 pasang gambar risiko kesehatan dan aktivitas pencegahannya sesuai acuan pasangan secara mandiri. | | Mengidentifikasi Pola Piring Bergizi Seimbang (TP 3.8.3) | Mengelompokkan 0-2 kartu gambar makanan ke dalam kelompok piring gizi seimbang secara tepat. | Mengelompokkan tepat 3-4 kartu gambar makanan ke dalam kelompok piring gizi seimbang (acuan: Nasi putih -> Makanan Pokok; Ikan panggang -> Lauk Pauk; Sayur bayam -> Sayuran; Buah pisang -> Buah-buahan; Telur rebus -> Lauk Pauk; Pepaya iris -> Buah-buahan). | Mengelompokkan tepat 5 kartu gambar makanan ke dalam kelompok piring gizi seimbang sesuai acuan. | Mengelompokkan tepat seluruh 6 kartu gambar makanan ke dalam kelompok piring gizi seimbang sesuai acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh instrumen asesmen unjuk kerja dan lembar kerja bergambar dapat mengukur capaian TP 3.8.1, TP 3.8.2, dan TP 3.8.3 secara objektif?
- Bagaimana distribusi capaian murid pada bab ini untuk dasar penyusunan laporan capaian kompetensi dan tindak lanjut pembelajaran berikutnya?
Murid:- Bagian tugas mana yang paling mudah dan paling menantang bagiku dalam asesmen hari ini?
- Apa kebiasaan hidup aktif dan pola makan sehat yang akan terus aku lakukan di rumah setelah menyelesaikan bab ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
- Gambar ilustrasi gaya hidup aktif vs gaya hidup sedentari (kurang gerak)
- Lembar Kerja Murid: Kartu Menjodohkan Perilaku Kurang Gerak dan Risiko Kesehatan
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022).
- Gambar peraga cetak berbagai aktivitas jasmani (bersepeda, berjalan kaki, senam peregangan, lompat tali).
- Kartu gambar 'Tebak Kartu Sehat' dan Lembar Kerja Pasangan Beraktivitas.
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas III SD/MI (Kemendikbudristek, 2022).
- Alat peraga: bola plastik kecil, keranjang wadah, kardus bekas rintangan, dan selendang/pita kain warna-warni.
- Lembar refleksi bergambar faktor aktivitas jasmani menyenangkan.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas III, Kemendikbudristek 2022
- Poster panduan gizi seimbang 'Isi Piringku' dari Kementerian Kesehatan RI
- Set 16 kartu bergambar bahan makanan pokok, lauk-pauk, sayur, dan buah
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Identifikasi Menu Makanan Bergizi Seimbang
- Buku Siswa PJOK Kelas III SD
- Lembar Kerja Murid (Asesmen Sumatif Bab 8)
- Peralatan aktivitas gerak (bola kecil, keranjang/cone)
|