Modul AjarPertemuan 8Bab 7Fase BSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 3: Asesmen Sumatif: Aktivitas Kebugaran untuk Kesehatan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 3 dengan topik "Asesmen Sumatif: Aktivitas Kebugaran untuk Kesehatan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 3: Asesmen Sumatif: Aktivitas Kebugaran untuk Kesehatan

PJOK - Kelas 3

Bab 7 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Asesmen Sumatif: Aktivitas Kebugaran untuk Kesehatan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikAsesmen Sumatif: Aktivitas Kebugaran untuk Kesehatan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat memperagakan rangkaian latihan kebugaran jasmani (kekuatan otot, daya tahan otot, kelenturan, dan keseimbangan) secara mandiri sebagai bukti penguasaan keterampilan gerak.
  2. Murid dapat menjelaskan secara lisan manfaat aktivitas kebugaran jasmani bagi kesehatan serta risiko yang timbul jika tidak rutin berolahraga.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Menurutmu, apa yang terjadi pada tubuhmu jika kamu tidak pernah berolahraga selama sebulan penuh?
  2. Dari semua gerakan kebugaran yang sudah kita pelajari, gerakan mana yang kamu rasa paling menantang dan mengapa?
  3. Bagaimana cara kamu membuktikan bahwa tubuhmu sudah lebih bugar dibandingkan saat pertama kali belajar?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai kegiatan.
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan memastikan semua dalam kondisi siap berolahraga (pakaian olahraga, sepatu tali terikat).
  • Asesmen Awal — Guru mengajukan 2 pertanyaan lisan singkat: 'Sebutkan satu gerakan yang melatih kekuatan otot!' dan 'Apa manfaat olahraga rutin bagi tubuh kita?' untuk mengukur kesiapan belajar murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan hari ini: murid akan menampilkan rangkaian gerakan kebugaran secara mandiri dan menjelaskan manfaatnya — ini adalah asesmen sumatif Bab 7.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan: pemanasan bersama → tampil mandiri satu per satu → sesi tanya jawab lisan → refleksi.
  • Pemanasan terstruktur selama ±5 menit: jalan di tempat, putaran kepala, ayunan tangan, peregangan kaki, dan lompat ringan, dipimpin oleh salah satu murid secara bergantian.
  • Guru membagikan kartu urutan gerakan (cheat-sheet visual) sebagai pengingat terakhir sebelum asesmen, kemudian kartu dikumpulkan kembali saat unjuk kerja dimulai.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid duduk melingkar di lapangan. Guru menayangkan atau menggambar poster 4 komponen kebugaran: kekuatan otot, daya tahan otot, kelenturan, dan keseimbangan.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara bergilir: 'Gerakan apa yang melatih daya tahan otot?' dan 'Mengapa kelenturan penting untuk kesehatan kita?' Murid menjawab secara lisan.
  • Guru memberikan contoh singkat satu rangkaian gerakan lengkap (push-up modifikasi lutut → sit-up → kayang/bridge sederhana → berdiri satu kaki) sambil mendeskripsikan komponen yang dilatih pada setiap gerakan.
  • Murid diminta mengidentifikasi komponen kebugaran dari setiap gerakan yang dicontohkan guru ('Gerakan ini melatih apa?') untuk memastikan pemahaman konsep sebelum unjuk kerja.
  • Guru meluruskan miskonsepsi yang muncul dan mengingatkan bahwa asesmen hari ini mengukur kemampuan masing-masing murid, bukan perlombaan.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi 4 kelompok kecil (±7-8 orang). Saat satu murid tampil unjuk kerja, anggota kelompok lain melakukan latihan mandiri ringan (peregangan atau jalan santai) agar tetap aktif bergerak.
  • Unjuk Kerja Praktik (TP 3.7.8.1): Setiap murid maju satu per satu dan memperagakan rangkaian 4 gerakan kebugaran secara mandiri tanpa bantuan contoh dari guru: (1) push-up modifikasi lutut — 5 kali (kekuatan otot), (2) sit-up modifikasi — 8 kali (daya tahan otot), (3) forward fold/membungkuk menyentuh ujung kaki — tahan 5 detik (kelenturan), (4) berdiri satu kaki bergantian — masing-masing 10 detik (keseimbangan).
  • Guru mengamati dan mencatat performa setiap murid menggunakan lembar observasi checklist 4 aspek (kekuatan otot, daya tahan otot, kelenturan, keseimbangan) dengan 4 level penilaian.
  • Asesmen Proses — Guru memberikan umpan balik lisan singkat kepada setiap murid setelah tampil ('Keseimbanganmu sudah bagus, coba tahan lebih lama lagi!') untuk mendukung perbaikan dan motivasi.
  • Setelah semua selesai unjuk kerja praktik, sesi beralih ke asesmen lisan.
  • Asesmen Lisan (TP 3.7.8.2): Guru memanggil murid secara acak (nama diundi/ditunjuk) untuk menjawab 1–2 pertanyaan lisan seperti: 'Sebutkan dua manfaat olahraga rutin bagi tubuhmu!' atau 'Apa yang bisa terjadi pada tubuh anak yang tidak pernah berolahraga?' Murid menjawab dengan kalimat lengkap.
  • Guru mencatat kelengkapan dan kejelasan jawaban lisan pada lembar observasi terpisah untuk TP 3.7.8.2.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah seluruh asesmen selesai, murid duduk melingkar kembali. Guru memimpin pendinginan ringan selama 3 menit: peregangan lengan, bahu, paha, dan pernapasan dalam.
  • Guru membagikan lembar refleksi diri sederhana bergambar (emoji skala: 😟 belum bisa — 😐 lumayan — 😊 bisa — 🌟 sangat bisa) untuk 4 gerakan yang baru saja dilakukan. Murid melingkari emoji sesuai perasaan mereka terhadap kemampuan dirinya sendiri.
  • Guru memandu diskusi refleksi lisan singkat: 'Gerakan mana yang paling sulit? Apa yang akan kamu lakukan di rumah agar tubuhmu makin bugar?' Beberapa murid berbagi jawaban secara sukarela.
  • Murid menuliskan 1 kalimat komitmen pada lembar refleksi: 'Minggu ini aku akan... agar tetap bugar.' Lembar dikumpulkan sebagai portofolio.
  • Guru menegaskan kembali pesan utama: kebugaran jasmani bukan hanya untuk pelajaran PJOK, tetapi untuk kehidupan sehari-hari yang sehat dan menyenangkan.

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas usaha dan keberanian tampil hari ini: 'Kalian semua sudah berani menampilkan kemampuan terbaik kalian, itu luar biasa!'
  • Guru menyampaikan rekap singkat: komponen kebugaran yang sudah dipelajari di Bab 7 dan pesan agar terus berolahraga minimal 30 menit setiap hari.
  • Guru menginformasikan bahwa hasil asesmen hari ini akan disampaikan pada pertemuan berikutnya beserta umpan balik individual.
  • Murid diminta merapikan peralatan dan area lapangan bersama-sama sebagai bentuk tanggung jawab.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan tambahan diberikan kartu bergambar urutan gerakan yang bisa dipegang saat tampil. Murid yang sudah sangat mahir diminta menambah repetisi (push-up 10x, sit-up 15x) atau mempertahankan keseimbangan lebih lama (15 detik).
  • Proses: Guru mendampingi lebih dekat murid yang menunjukkan kesulitan saat asesmen awal (pemanasan) dan memberikan isyarat visual/verbal tanpa memperbaiki gerakan secara langsung. Murid yang cepat selesai unjuk kerja dapat menjadi 'motivator teman' dengan cara menyemangati kelompoknya.
  • Produk: Untuk asesmen lisan, murid yang kesulitan berbicara dapat menjawab dengan menunjuk gambar/poster komponen kebugaran yang tersedia. Murid yang mampu lebih diminta menjelaskan dengan contoh nyata dari kehidupan sehari-hari mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan singkat di pendahuluan: 'Sebutkan satu gerakan yang melatih kekuatan otot!' untuk mengecek ingatan murid.
  • Pertanyaan lisan: 'Apa manfaat olahraga rutin bagi tubuh kita?' untuk mengukur pemahaman konsep dasar sebelum asesmen sumatif dimulai.
  • Observasi visual guru saat pemanasan: mengamati apakah murid masih ingat gerakan dasar dan melakukannya dengan benar sebagai sinyal kesiapan unjuk kerja.

Proses:

  • Checklist observasi guru selama unjuk kerja praktik: mencatat kualitas setiap gerakan (kekuatan otot, daya tahan otot, kelenturan, keseimbangan) menggunakan lembar 4 level per murid.
  • Umpan balik lisan langsung setelah setiap murid tampil: guru menyebutkan satu hal yang sudah baik dan satu hal yang bisa ditingkatkan.
  • Pemantauan kualitas jawaban saat sesi asesmen lisan berlangsung, termasuk kejelasan kalimat dan ketepatan informasi yang disampaikan murid.

Akhir:

  • Penilaian unjuk kerja praktik menggunakan rubrik 4 aspek (kekuatan otot, daya tahan otot, kelenturan, keseimbangan) x 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) untuk TP 3.7.8.1.
  • Penilaian asesmen lisan menggunakan rubrik 2 aspek (menyebutkan manfaat kebugaran dan risiko tidak olahraga) x 4 level untuk TP 3.7.8.2.
  • Lembar refleksi diri dan kalimat komitmen murid dikumpulkan sebagai dokumen portofolio pelengkap.

Formatif:

  • Observasi lisan saat tahap Memahami: guru mencatat ketepatan murid mengidentifikasi komponen kebugaran dari gerakan yang dicontohkan.
  • Umpan balik lisan langsung (real-time feedback) saat setiap murid selesai unjuk kerja praktik.
  • Lembar refleksi diri bergambar (emoji scale) yang diisi murid di tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Unjuk kerja praktik: murid memperagakan rangkaian 4 gerakan kebugaran secara mandiri dinilai dengan rubrik 4 aspek x 4 level.
  • Asesmen lisan: murid menjelaskan manfaat kebugaran jasmani dan risiko tidak berolahraga secara lisan, dinilai dengan rubrik kelengkapan dan kejelasan komunikasi.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kekuatan Otot (push-up modifikasi lutut)Tidak dapat melakukan gerakan push-up meskipun dengan bantuan, atau posisi tubuh tidak terbentuk sama sekali.Melakukan push-up 1–2 kali dengan posisi tubuh belum lurus dan siku belum menekuk sempurna.Melakukan push-up 3–4 kali dengan posisi tubuh cukup lurus, meskipun masih ada sedikit kekeliruan pada posisi siku.Melakukan push-up 5 kali atau lebih dengan posisi tubuh lurus sempurna, siku menekuk 90 derajat, dan gerakan terkontrol.
Daya Tahan Otot (sit-up modifikasi)Tidak dapat melakukan gerakan sit-up atau hanya berbaring tanpa mengangkat tubuh.Melakukan sit-up 1–3 kali dengan gerakan tersendat dan memerlukan bantuan dorongan tangan pada lantai.Melakukan sit-up 4–6 kali dengan gerakan cukup lancar, meskipun kadang menggunakan momentum berlebihan.Melakukan sit-up 7 kali atau lebih dengan gerakan terkontrol, punggung naik-turun secara penuh, dan tanpa dorongan tangan berlebih.
Kelenturan (forward fold/membungkuk menyentuh ujung kaki)Tidak dapat membungkuk melebihi pinggang, jari tangan jauh dari lutut.Membungkuk hingga jari tangan menyentuh lutut, lutut sedikit ditekuk, tahan kurang dari 3 detik.Membungkuk hingga jari tangan menyentuh betis atau mendekati ujung kaki, lutut hampir lurus, tahan 3–4 detik.Membungkuk hingga jari tangan menyentuh ujung kaki atau lantai, lutut lurus, tahan 5 detik atau lebih dengan posisi stabil.
Keseimbangan (berdiri satu kaki)Tidak dapat bertahan berdiri satu kaki, langsung menjatuhkan kaki dalam waktu kurang dari 2 detik.Dapat bertahan berdiri satu kaki selama 3–5 detik pada satu sisi, badan banyak bergoyang.Dapat bertahan berdiri satu kaki selama 6–9 detik pada kedua sisi, badan sedikit bergoyang.Dapat bertahan berdiri satu kaki selama 10 detik atau lebih pada kedua sisi dengan badan stabil dan pandangan fokus ke depan.
Komunikasi Lisan (menjelaskan manfaat kebugaran dan risiko)Tidak dapat menyebutkan manfaat kebugaran atau risiko tidak olahraga, atau jawaban tidak berkaitan dengan pertanyaan.Menyebutkan 1 manfaat kebugaran atau 1 risiko tidak olahraga dengan kalimat sangat singkat dan tidak lengkap.Menyebutkan 2 manfaat kebugaran dan 1 risiko tidak olahraga dengan kalimat yang cukup jelas dan dapat dipahami.Menyebutkan 2 atau lebih manfaat kebugaran dan 2 atau lebih risiko tidak olahraga dengan kalimat lengkap, jelas, dan menggunakan contoh dari kehidupan sehari-hari.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk menyelesaikan unjuk kerja praktik dan asesmen lisan seluruh murid? Apa yang perlu disesuaikan?
  • Murid mana yang tampak kesulitan dalam unjuk kerja hari ini dan dukungan apa yang perlu saya siapkan untuk mereka ke depannya?
  • Apakah instruksi dan contoh gerakan yang saya berikan di tahap Memahami sudah cukup jelas sehingga murid bisa tampil mandiri?
  • Bagaimana kualitas umpan balik yang saya berikan kepada setiap murid — apakah spesifik dan membangun kepercayaan diri mereka?

Refleksi Murid:

  • Gerakan kebugaran mana yang sudah kamu kuasai dengan baik hari ini, dan gerakan mana yang masih ingin kamu latih lebih lanjut?
  • Apakah kamu bisa menjelaskan kepada orang tuamu di rumah mengapa olahraga rutin itu penting bagi kesehatan tubuh kita?
  • Apa satu hal yang akan kamu lakukan minggu ini agar tubuhmu tetap bugar dan sehat?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK Kelas 3 SD Kurikulum Merdeka (Bab 7: Aktivitas Kebugaran untuk Kesehatan)
  2. Buku Guru PJOK Kelas 3 SD Kurikulum Merdeka
  3. Poster/kartu bergambar 4 komponen kebugaran (kekuatan otot, daya tahan otot, kelenturan, keseimbangan) sebagai media visual
  4. Matras senam atau alas lantai yang aman untuk setiap murid
  5. Lembar observasi checklist unjuk kerja praktik (disiapkan guru)
  6. Lembar asesmen lisan (disiapkan guru)
  7. Lembar refleksi diri bergambar emoji untuk murid
  8. Peluit dan stopwatch/timer untuk mengatur waktu keseimbangan dan transisi antar murid
  9. Area lapangan atau ruang kelas terbuka yang cukup luas untuk gerak bebas

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.