MODUL AJAR PJOK — Kelas 3 (Fase B) Topik: Asesmen Sumatif: Aktivitas Kebugaran untuk Kesehatan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Asesmen Sumatif: Aktivitas Kebugaran untuk Kesehatan |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat memperagakan rangkaian latihan kebugaran jasmani (kekuatan otot, daya tahan otot, kelenturan, dan keseimbangan) secara mandiri sebagai bukti penguasaan keterampilan gerak.
- Murid dapat menjelaskan secara lisan manfaat aktivitas kebugaran jasmani bagi kesehatan serta risiko yang timbul jika tidak rutin berolahraga.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Menurutmu, apa yang terjadi pada tubuhmu jika kamu tidak pernah berolahraga selama sebulan penuh?
- Dari semua gerakan kebugaran yang sudah kita pelajari, gerakan mana yang kamu rasa paling menantang dan mengapa?
- Bagaimana cara kamu membuktikan bahwa tubuhmu sudah lebih bugar dibandingkan saat pertama kali belajar?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai kegiatan.
- Guru memeriksa kehadiran murid dan memastikan semua dalam kondisi siap berolahraga (pakaian olahraga, sepatu tali terikat).
- Asesmen Awal — Guru mengajukan 2 pertanyaan lisan singkat: 'Sebutkan satu gerakan yang melatih kekuatan otot!' dan 'Apa manfaat olahraga rutin bagi tubuh kita?' untuk mengukur kesiapan belajar murid.
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan hari ini: murid akan menampilkan rangkaian gerakan kebugaran secara mandiri dan menjelaskan manfaatnya — ini adalah asesmen sumatif Bab 7.
- Guru menjelaskan alur kegiatan: pemanasan bersama → tampil mandiri satu per satu → sesi tanya jawab lisan → refleksi.
- Pemanasan terstruktur selama ±5 menit: jalan di tempat, putaran kepala, ayunan tangan, peregangan kaki, dan lompat ringan, dipimpin oleh salah satu murid secara bergantian.
- Guru membagikan kartu urutan gerakan (cheat-sheet visual) sebagai pengingat terakhir sebelum asesmen, kemudian kartu dikumpulkan kembali saat unjuk kerja dimulai.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru meminta murid duduk melingkar di lapangan. Guru menayangkan atau menggambar poster 4 komponen kebugaran: kekuatan otot, daya tahan otot, kelenturan, dan keseimbangan.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara bergilir: 'Gerakan apa yang melatih daya tahan otot?' dan 'Mengapa kelenturan penting untuk kesehatan kita?' Murid menjawab secara lisan.
- Guru memberikan contoh singkat satu rangkaian gerakan lengkap (push-up modifikasi lutut → sit-up → kayang/bridge sederhana → berdiri satu kaki) sambil mendeskripsikan komponen yang dilatih pada setiap gerakan.
- Murid diminta mengidentifikasi komponen kebugaran dari setiap gerakan yang dicontohkan guru ('Gerakan ini melatih apa?') untuk memastikan pemahaman konsep sebelum unjuk kerja.
- Guru meluruskan miskonsepsi yang muncul dan mengingatkan bahwa asesmen hari ini mengukur kemampuan masing-masing murid, bukan perlombaan.
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid menjadi 4 kelompok kecil (±7-8 orang). Saat satu murid tampil unjuk kerja, anggota kelompok lain melakukan latihan mandiri ringan (peregangan atau jalan santai) agar tetap aktif bergerak.
- Unjuk Kerja Praktik (TP 3.7.8.1): Setiap murid maju satu per satu dan memperagakan rangkaian 4 gerakan kebugaran secara mandiri tanpa bantuan contoh dari guru: (1) push-up modifikasi lutut — 5 kali (kekuatan otot), (2) sit-up modifikasi — 8 kali (daya tahan otot), (3) forward fold/membungkuk menyentuh ujung kaki — tahan 5 detik (kelenturan), (4) berdiri satu kaki bergantian — masing-masing 10 detik (keseimbangan).
- Guru mengamati dan mencatat performa setiap murid menggunakan lembar observasi checklist 4 aspek (kekuatan otot, daya tahan otot, kelenturan, keseimbangan) dengan 4 level penilaian.
- Asesmen Proses — Guru memberikan umpan balik lisan singkat kepada setiap murid setelah tampil ('Keseimbanganmu sudah bagus, coba tahan lebih lama lagi!') untuk mendukung perbaikan dan motivasi.
- Setelah semua selesai unjuk kerja praktik, sesi beralih ke asesmen lisan.
- Asesmen Lisan (TP 3.7.8.2): Guru memanggil murid secara acak (nama diundi/ditunjuk) untuk menjawab 1–2 pertanyaan lisan seperti: 'Sebutkan dua manfaat olahraga rutin bagi tubuhmu!' atau 'Apa yang bisa terjadi pada tubuh anak yang tidak pernah berolahraga?' Murid menjawab dengan kalimat lengkap.
- Guru mencatat kelengkapan dan kejelasan jawaban lisan pada lembar observasi terpisah untuk TP 3.7.8.2.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setelah seluruh asesmen selesai, murid duduk melingkar kembali. Guru memimpin pendinginan ringan selama 3 menit: peregangan lengan, bahu, paha, dan pernapasan dalam.
- Guru membagikan lembar refleksi diri sederhana bergambar (emoji skala: 😟 belum bisa — 😐 lumayan — 😊 bisa — 🌟 sangat bisa) untuk 4 gerakan yang baru saja dilakukan. Murid melingkari emoji sesuai perasaan mereka terhadap kemampuan dirinya sendiri.
- Guru memandu diskusi refleksi lisan singkat: 'Gerakan mana yang paling sulit? Apa yang akan kamu lakukan di rumah agar tubuhmu makin bugar?' Beberapa murid berbagi jawaban secara sukarela.
- Murid menuliskan 1 kalimat komitmen pada lembar refleksi: 'Minggu ini aku akan... agar tetap bugar.' Lembar dikumpulkan sebagai portofolio.
- Guru menegaskan kembali pesan utama: kebugaran jasmani bukan hanya untuk pelajaran PJOK, tetapi untuk kehidupan sehari-hari yang sehat dan menyenangkan.
Penutup:- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas usaha dan keberanian tampil hari ini: 'Kalian semua sudah berani menampilkan kemampuan terbaik kalian, itu luar biasa!'
- Guru menyampaikan rekap singkat: komponen kebugaran yang sudah dipelajari di Bab 7 dan pesan agar terus berolahraga minimal 30 menit setiap hari.
- Guru menginformasikan bahwa hasil asesmen hari ini akan disampaikan pada pertemuan berikutnya beserta umpan balik individual.
- Murid diminta merapikan peralatan dan area lapangan bersama-sama sebagai bentuk tanggung jawab.
- Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan dukungan tambahan diberikan kartu bergambar urutan gerakan yang bisa dipegang saat tampil. Murid yang sudah sangat mahir diminta menambah repetisi (push-up 10x, sit-up 15x) atau mempertahankan keseimbangan lebih lama (15 detik).
- Proses: Guru mendampingi lebih dekat murid yang menunjukkan kesulitan saat asesmen awal (pemanasan) dan memberikan isyarat visual/verbal tanpa memperbaiki gerakan secara langsung. Murid yang cepat selesai unjuk kerja dapat menjadi 'motivator teman' dengan cara menyemangati kelompoknya.
- Produk: Untuk asesmen lisan, murid yang kesulitan berbicara dapat menjawab dengan menunjuk gambar/poster komponen kebugaran yang tersedia. Murid yang mampu lebih diminta menjelaskan dengan contoh nyata dari kehidupan sehari-hari mereka.
ASESMENAwal:- Pertanyaan lisan singkat di pendahuluan: 'Sebutkan satu gerakan yang melatih kekuatan otot!' untuk mengecek ingatan murid.
- Pertanyaan lisan: 'Apa manfaat olahraga rutin bagi tubuh kita?' untuk mengukur pemahaman konsep dasar sebelum asesmen sumatif dimulai.
- Observasi visual guru saat pemanasan: mengamati apakah murid masih ingat gerakan dasar dan melakukannya dengan benar sebagai sinyal kesiapan unjuk kerja.
Proses:- Checklist observasi guru selama unjuk kerja praktik: mencatat kualitas setiap gerakan (kekuatan otot, daya tahan otot, kelenturan, keseimbangan) menggunakan lembar 4 level per murid.
- Umpan balik lisan langsung setelah setiap murid tampil: guru menyebutkan satu hal yang sudah baik dan satu hal yang bisa ditingkatkan.
- Pemantauan kualitas jawaban saat sesi asesmen lisan berlangsung, termasuk kejelasan kalimat dan ketepatan informasi yang disampaikan murid.
Akhir:- Penilaian unjuk kerja praktik menggunakan rubrik 4 aspek (kekuatan otot, daya tahan otot, kelenturan, keseimbangan) x 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) untuk TP 3.7.8.1.
- Penilaian asesmen lisan menggunakan rubrik 2 aspek (menyebutkan manfaat kebugaran dan risiko tidak olahraga) x 4 level untuk TP 3.7.8.2.
- Lembar refleksi diri dan kalimat komitmen murid dikumpulkan sebagai dokumen portofolio pelengkap.
Formatif:- Observasi lisan saat tahap Memahami: guru mencatat ketepatan murid mengidentifikasi komponen kebugaran dari gerakan yang dicontohkan.
- Umpan balik lisan langsung (real-time feedback) saat setiap murid selesai unjuk kerja praktik.
- Lembar refleksi diri bergambar (emoji scale) yang diisi murid di tahap Merefleksi.
Sumatif:- Unjuk kerja praktik: murid memperagakan rangkaian 4 gerakan kebugaran secara mandiri dinilai dengan rubrik 4 aspek x 4 level.
- Asesmen lisan: murid menjelaskan manfaat kebugaran jasmani dan risiko tidak berolahraga secara lisan, dinilai dengan rubrik kelengkapan dan kejelasan komunikasi.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kekuatan Otot (push-up modifikasi lutut) | Tidak dapat melakukan gerakan push-up meskipun dengan bantuan, atau posisi tubuh tidak terbentuk sama sekali. | Melakukan push-up 1–2 kali dengan posisi tubuh belum lurus dan siku belum menekuk sempurna. | Melakukan push-up 3–4 kali dengan posisi tubuh cukup lurus, meskipun masih ada sedikit kekeliruan pada posisi siku. | Melakukan push-up 5 kali atau lebih dengan posisi tubuh lurus sempurna, siku menekuk 90 derajat, dan gerakan terkontrol. | | Daya Tahan Otot (sit-up modifikasi) | Tidak dapat melakukan gerakan sit-up atau hanya berbaring tanpa mengangkat tubuh. | Melakukan sit-up 1–3 kali dengan gerakan tersendat dan memerlukan bantuan dorongan tangan pada lantai. | Melakukan sit-up 4–6 kali dengan gerakan cukup lancar, meskipun kadang menggunakan momentum berlebihan. | Melakukan sit-up 7 kali atau lebih dengan gerakan terkontrol, punggung naik-turun secara penuh, dan tanpa dorongan tangan berlebih. | | Kelenturan (forward fold/membungkuk menyentuh ujung kaki) | Tidak dapat membungkuk melebihi pinggang, jari tangan jauh dari lutut. | Membungkuk hingga jari tangan menyentuh lutut, lutut sedikit ditekuk, tahan kurang dari 3 detik. | Membungkuk hingga jari tangan menyentuh betis atau mendekati ujung kaki, lutut hampir lurus, tahan 3–4 detik. | Membungkuk hingga jari tangan menyentuh ujung kaki atau lantai, lutut lurus, tahan 5 detik atau lebih dengan posisi stabil. | | Keseimbangan (berdiri satu kaki) | Tidak dapat bertahan berdiri satu kaki, langsung menjatuhkan kaki dalam waktu kurang dari 2 detik. | Dapat bertahan berdiri satu kaki selama 3–5 detik pada satu sisi, badan banyak bergoyang. | Dapat bertahan berdiri satu kaki selama 6–9 detik pada kedua sisi, badan sedikit bergoyang. | Dapat bertahan berdiri satu kaki selama 10 detik atau lebih pada kedua sisi dengan badan stabil dan pandangan fokus ke depan. | | Komunikasi Lisan (menjelaskan manfaat kebugaran dan risiko) | Tidak dapat menyebutkan manfaat kebugaran atau risiko tidak olahraga, atau jawaban tidak berkaitan dengan pertanyaan. | Menyebutkan 1 manfaat kebugaran atau 1 risiko tidak olahraga dengan kalimat sangat singkat dan tidak lengkap. | Menyebutkan 2 manfaat kebugaran dan 1 risiko tidak olahraga dengan kalimat yang cukup jelas dan dapat dipahami. | Menyebutkan 2 atau lebih manfaat kebugaran dan 2 atau lebih risiko tidak olahraga dengan kalimat lengkap, jelas, dan menggunakan contoh dari kehidupan sehari-hari. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk menyelesaikan unjuk kerja praktik dan asesmen lisan seluruh murid? Apa yang perlu disesuaikan?
- Murid mana yang tampak kesulitan dalam unjuk kerja hari ini dan dukungan apa yang perlu saya siapkan untuk mereka ke depannya?
- Apakah instruksi dan contoh gerakan yang saya berikan di tahap Memahami sudah cukup jelas sehingga murid bisa tampil mandiri?
- Bagaimana kualitas umpan balik yang saya berikan kepada setiap murid — apakah spesifik dan membangun kepercayaan diri mereka?
Refleksi Murid:- Gerakan kebugaran mana yang sudah kamu kuasai dengan baik hari ini, dan gerakan mana yang masih ingin kamu latih lebih lanjut?
- Apakah kamu bisa menjelaskan kepada orang tuamu di rumah mengapa olahraga rutin itu penting bagi kesehatan tubuh kita?
- Apa satu hal yang akan kamu lakukan minggu ini agar tubuhmu tetap bugar dan sehat?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa PJOK Kelas 3 SD Kurikulum Merdeka (Bab 7: Aktivitas Kebugaran untuk Kesehatan)
- Buku Guru PJOK Kelas 3 SD Kurikulum Merdeka
- Poster/kartu bergambar 4 komponen kebugaran (kekuatan otot, daya tahan otot, kelenturan, keseimbangan) sebagai media visual
- Matras senam atau alas lantai yang aman untuk setiap murid
- Lembar observasi checklist unjuk kerja praktik (disiapkan guru)
- Lembar asesmen lisan (disiapkan guru)
- Lembar refleksi diri bergambar emoji untuk murid
- Peluit dan stopwatch/timer untuk mengatur waktu keseimbangan dan transisi antar murid
- Area lapangan atau ruang kelas terbuka yang cukup luas untuk gerak bebas
|