Modul AjarPertemuan 5Bab 7Fase BSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 3: Latihan Keseimbangan dan Koordinasi Tubuh

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 3 dengan topik "Latihan Keseimbangan dan Koordinasi Tubuh". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 3: Latihan Keseimbangan dan Koordinasi Tubuh

PJOK - Kelas 3

Bab 7 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Latihan Keseimbangan dan Koordinasi Tubuh

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikLatihan Keseimbangan dan Koordinasi Tubuh
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan konsep keseimbangan dan koordinasi sebagai komponen kebugaran jasmani yang menunjang kesehatan tubuh.
  2. Murid dapat mempraktikkan latihan keseimbangan (berdiri satu kaki, berjalan di garis lurus) dan koordinasi gerak dengan menerapkan strategi gerak sederhana.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian berdiri dengan satu kaki? Apa yang kalian rasakan dan apa yang kalian lakukan agar tidak jatuh?
  2. Menurut kalian, mengapa atlet seperti pemain sepak bola atau penari bisa bergerak dengan sangat teratur dan seimbang?
  3. Apa hubungannya antara tubuh yang seimbang dan koordinasi gerak dengan kesehatan kita sehari-hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyambut murid, mengucapkan salam, dan memimpin doa bersama sebelum memulai pembelajaran (±2 menit).
  • Guru mengecek kehadiran dan memastikan kondisi fisik murid (tidak sakit, tidak cedera) sebelum aktivitas jasmani dimulai.
  • Asesmen Awal — Guru mengajukan 2 pertanyaan diagnostik lisan: (1) 'Siapa yang tahu apa itu keseimbangan tubuh?' (2) 'Coba berdiri satu kaki selama 5 detik — siapa yang bisa?' Guru mengamati dan mencatat kemampuan awal murid sebagai pijakan diferensiasi (±3 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu murid tentang keseimbangan dan koordinasi.
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat dan menyenangkan: 'Hari ini kita akan belajar bagaimana tubuh kita bisa seimbang dan bergerak teratur seperti seorang atlet!'
  • Pemanasan terstruktur (±5 menit): murid melakukan jogging ringan di tempat, gerakan kepala (menoleh kanan-kiri, angguk), rotasi bahu, dan ayunan lengan untuk mempersiapkan otot dan fokus.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep keseimbangan (kemampuan tubuh mempertahankan posisi stabil) dan koordinasi (kemampuan menggabungkan gerak anggota tubuh secara teratur) menggunakan bahasa sederhana dan contoh nyata dari kehidupan sehari-hari (berjalan di jembatan sempit, membawa baki makanan).
  • Guru mendemonstrasikan perbedaan 'tubuh seimbang' dan 'tubuh tidak seimbang' secara langsung di depan kelas, lalu meminta 1-2 murid maju untuk mencoba menirukan.
  • Guru menggunakan media visual sederhana (gambar/poster tubuh manusia atau tayangan pendek) yang menunjukkan contoh latihan keseimbangan dan koordinasi.
  • Guru bertanya: 'Latihan keseimbangan dan koordinasi itu bagian dari kebugaran jasmani. Kenapa itu penting untuk kesehatan tubuh kita?' — murid diberi kesempatan menjawab secara lisan (tanya-jawab klasikal).
  • Guru merangkum jawaban murid dan menegaskan konsep: keseimbangan dan koordinasi membantu kita bergerak efisien, mencegah cedera, dan menjaga tubuh tetap sehat.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid dibagi menjadi 4-5 kelompok kecil (4-5 orang per kelompok) untuk bergiliran mencoba 3 pos latihan yang telah disiapkan guru.
  • Pos 1 — Berdiri Satu Kaki: Murid berdiri dengan satu kaki selama 10 detik (kaki kanan, lalu kaki kiri), kemudian meningkat dengan menutup mata atau menggerakkan lengan secara bergantian. Guru mengingatkan strategi: 'Fokus pandangan ke satu titik di depan kalian!'
  • Pos 2 — Berjalan di Garis Lurus: Guru membuat garis lurus di lantai menggunakan lakban atau kapur. Murid berjalan di atas garis sepanjang 5 meter dengan kaki dijejerkan (tumit menyentuh ujung jari kaki depan). Variasi: berjalan sambil membawa bola kecil di atas telapak tangan.
  • Pos 3 — Koordinasi Gerak (Tepuk & Lompat): Murid melakukan gerakan kombinasi sederhana — melompat kecil sambil menepuk tangan di atas kepala mengikuti pola yang guru tunjukkan (misal: lompat-tepuk-lompat-tepuk, atau lompat kanan-kiri-tepuk). Guru menaikkan tingkat kesulitan secara bertahap.
  • Setiap kelompok mendapat waktu ±4 menit di tiap pos, lalu berpindah atas instruksi guru.
  • Selama praktik, guru berkeliling, memberikan umpan balik langsung (corrective feedback) dan mendorong murid saling memberi semangat kepada teman sekelompok.
  • Guru meminta murid untuk mengidentifikasi sendiri strategi gerak yang membantu mereka lebih seimbang atau lebih terkoordinasi ('Apa yang kamu lakukan supaya tidak jatuh tadi?').

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid dikumpulkan kembali dalam lingkaran besar. Guru memimpin sesi refleksi gerak (±5 menit): 'Tadi kita sudah mencoba berbagai latihan. Apa yang paling sulit? Apa yang berhasil membuat kalian lebih seimbang?'
  • Guru meminta 3-4 murid secara sukarela mendemonstrasikan ulang satu gerakan yang mereka anggap paling berhasil, lalu menjelaskan kepada teman-temannya strategi yang mereka pakai.
  • Guru mengaitkan pengalaman praktik dengan konsep yang telah dipelajari: 'Tadi kalian merasakan sendiri bagaimana fokus pandangan membantu keseimbangan. Itulah yang dimaksud strategi gerak!'
  • Murid mengisi lembar refleksi singkat (dapat berupa gambar wajah/emotikon: 😊 sudah bisa, 😐 masih perlu latihan, 😕 masih sulit) untuk menilai kemampuan diri sendiri pada dua latihan utama: berdiri satu kaki dan berjalan di garis lurus.
  • Guru merangkum pembelajaran hari ini dengan menghubungkannya pada manfaat nyata: 'Kalau kalian rajin latihan keseimbangan dan koordinasi, tubuh kalian akan lebih sehat, lebih gesit, dan tidak mudah jatuh atau cedera.'

Penutup:

  • Pendinginan (±3 menit): murid melakukan gerakan peregangan statis ringan — regangan kaki, lengan, dan leher — sambil guru memandu dengan tenang.
  • Guru mengajukan 2-3 pertanyaan lisan penutup sebagai asesmen akhir: (1) 'Sebutkan satu contoh latihan keseimbangan yang kita pelajari hari ini!' (2) 'Apa manfaat keseimbangan dan koordinasi bagi kesehatan tubuh kita?'
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi dan usaha mereka hari ini (bukan hanya hasil, tetapi proses).
  • Guru menyampaikan pesan singkat untuk diterapkan di rumah: 'Coba latih berdiri satu kaki setiap pagi selama 10 detik. Minta orang tua kalian mengamati!'
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum memahami konsep, guru menyediakan kartu visual bergambar (pictogram) langkah-langkah latihan keseimbangan dan koordinasi sebagai panduan mandiri. Murid yang sudah memahami konsep dapat membaca penjelasan singkat satu paragraf tentang komponen kebugaran jasmani.
  • Proses: Murid yang mengalami kesulitan (lambat) diberikan versi yang lebih mudah: berdiri satu kaki dengan satu tangan menyentuh dinding sebagai penyangga, dan berjalan di garis lurus tanpa membawa bola. Murid yang cepat menguasai diberikan tantangan tambahan: berdiri satu kaki dengan mata tertutup (5 detik), atau berjalan di garis lurus sambil membawa bola di kepala.
  • Produk: Murid yang belum berkembang cukup mendemonstrasikan satu gerakan keseimbangan secara lisan dan fisik. Murid yang berkembang pesat dapat membuat urutan latihan mini (3 gerakan berurutan) dan menjelaskannya kepada teman kelompok sebagai 'mini-instruktur'.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan di pendahuluan: 'Siapa yang tahu apa itu keseimbangan tubuh?' untuk mengukur pengetahuan awal.
  • Guru meminta murid berdiri satu kaki selama 5 detik — guru mengamati siapa yang sudah mampu, siapa yang kesulitan, sebagai dasar pengelompokan dan diferensiasi.
  • Guru mencatat temuan diagnostik secara informal (mental note atau lembar singkat) untuk menyesuaikan intensitas latihan selama kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi berkelanjutan selama rotasi pos latihan menggunakan checklist: apakah murid mampu mempertahankan keseimbangan satu kaki minimal 5 detik, berjalan di garis lurus tanpa keluar jalur, dan melakukan koordinasi tepuk-lompat sesuai pola.
  • Tanya-jawab reflektif di akhir tahap Mengaplikasi: guru bertanya 'Apa strategi yang kamu pakai supaya tidak jatuh?' untuk mengecek pemahaman terapan murid.
  • Peer observation sederhana: anggota kelompok saling mengamati dan memberi jempol/tepuk tangan saat teman berhasil melakukan gerakan dengan benar.

Akhir:

  • Demonstrasi praktik individual: murid menunjukkan kemampuan berdiri satu kaki (10 detik) dan berjalan di garis lurus (3 meter) yang dinilai guru dengan rubrik 4 level.
  • Pertanyaan lisan penutup: murid menyebutkan minimal satu manfaat latihan keseimbangan dan koordinasi bagi kesehatan tubuh.
  • Pengumpulan lembar refleksi diri (emotikon) sebagai data asesmen formatif untuk tindak lanjut pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi langsung selama praktik di pos latihan: guru mengamati ketepatan teknik, fokus, dan strategi gerak murid menggunakan lembar observasi sederhana (checklist).
  • Tanya jawab lisan selama sesi Memahami dan Merefleksi untuk mengecek pemahaman konsep keseimbangan dan koordinasi.
  • Lembar refleksi diri murid (emotikon/skala sederhana) di akhir kegiatan inti.

Sumatif:

  • Asesmen praktik singkat di penutup: murid diminta mendemonstrasikan berdiri satu kaki selama 10 detik dan berjalan di garis lurus sepanjang 3 meter, dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Pertanyaan lisan penutup: murid menjelaskan satu manfaat keseimbangan/koordinasi bagi kesehatan tubuh.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Konsep Keseimbangan dan KoordinasiMurid belum dapat menjelaskan pengertian keseimbangan dan koordinasi meskipun dengan bantuan.Murid dapat menyebutkan istilah keseimbangan atau koordinasi, tetapi belum dapat menjelaskan konsepnya dengan kalimat sendiri.Murid dapat menjelaskan konsep keseimbangan dan koordinasi dengan kalimat sendiri dan menyebutkan satu manfaatnya bagi kesehatan.Murid dapat menjelaskan konsep keseimbangan dan koordinasi secara rinci, mengaitkannya dengan manfaat nyata bagi kesehatan, dan memberikan contoh dari kehidupan sehari-hari.
Kemampuan Berdiri Satu KakiMurid tidak dapat berdiri satu kaki meskipun dengan bantuan penyangga, atau hanya bertahan kurang dari 2 detik.Murid dapat berdiri satu kaki selama 2–5 detik dengan sedikit goyangan atau menggunakan penyangga ringan.Murid dapat berdiri satu kaki selama 5–10 detik tanpa penyangga dengan posisi tubuh yang cukup stabil.Murid dapat berdiri satu kaki selama lebih dari 10 detik dengan posisi tubuh stabil, dan mampu melakukan variasi (misalnya menggerakkan lengan atau sedikit menutup mata).
Kemampuan Berjalan di Garis LurusMurid tidak dapat berjalan di atas garis lurus, kaki keluar dari garis lebih dari 3 kali dalam jarak 3 meter.Murid dapat berjalan di garis lurus tetapi kaki keluar dari jalur 1–2 kali, langkah belum konsisten tumit-ke-ujung.Murid dapat berjalan di garis lurus sepanjang 3 meter dengan teknik tumit-ke-ujung yang konsisten dan tidak keluar jalur.Murid dapat berjalan di garis lurus sepanjang 3 meter dengan teknik yang benar, stabil, dan mampu melakukannya sambil membawa benda di telapak tangan tanpa jatuh.
Koordinasi Gerak (Tepuk & Lompat)Murid tidak dapat mengombinasikan gerakan lompat dan tepuk secara bersamaan meskipun telah dicontohkan.Murid dapat melakukan salah satu gerakan (hanya lompat atau hanya tepuk) tetapi kesulitan menggabungkannya dalam pola yang benar.Murid dapat melakukan kombinasi lompat-tepuk sesuai pola dasar yang diberikan guru dengan irama yang cukup teratur.Murid dapat melakukan kombinasi lompat-tepuk dengan pola yang benar, irama yang teratur, dan mampu mengikuti variasi pola yang lebih kompleks.
Penerapan Strategi GerakMurid tidak menunjukkan upaya strategi apapun saat mengalami kesulitan gerak (misalnya tidak mencoba memfokuskan pandangan saat berdiri satu kaki).Murid mencoba menerapkan strategi (misalnya memfokuskan pandangan) tetapi belum konsisten atau belum tepat.Murid secara konsisten menerapkan strategi gerak sederhana (fokus pandangan, pengaturan napas, posisi tangan) untuk membantu keseimbangan dan koordinasi.Murid menerapkan strategi gerak secara mandiri, dapat menjelaskan strategi yang digunakan kepada teman, dan menyesuaikan strategi ketika menghadapi variasi tantangan gerak.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid memahami perbedaan konsep keseimbangan dan koordinasi setelah pembelajaran hari ini? Bagian mana yang masih membingungkan mereka?
  • Apakah alokasi waktu di setiap pos latihan sudah cukup untuk semua murid berlatih secara bermakna? Apa yang perlu disesuaikan?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan (versi mudah dan versi tantangan) sudah menjangkau kebutuhan murid dengan kemampuan berbeda?
  • Bagaimana tingkat antusiasme dan partisipasi murid selama kegiatan? Apa yang membuat mereka paling terlibat dan apa yang mengurangi semangat mereka?
  • Apakah umpan balik yang saya berikan selama praktik sudah spesifik, tepat waktu, dan membantu murid memperbaiki gerakan mereka?

Refleksi Murid:

  • Gerakan apa yang paling sulit kamu lakukan hari ini? Apa yang kamu coba lakukan supaya bisa lebih baik?
  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang keseimbangan dan koordinasi tubuh? Sebutkan satu hal yang menurutmu paling penting!
  • Apakah kamu merasa tubuhmu lebih seimbang setelah latihan tadi? Apa yang berbeda dari sebelum dan sesudah latihan?
  • Apakah kamu ingin mencoba latihan ini lagi di rumah? Latihan mana yang ingin kamu coba?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru PJOK Kelas 3 SD — Kurikulum Merdeka (Kemdikbudristek)
  2. Buku Siswa PJOK Kelas 3 SD — Kurikulum Merdeka (Kemdikbudristek)
  3. Lakban berwarna atau kapur untuk membuat garis lurus di lantai/lapangan
  4. Bola kecil (ukuran bola tenis) untuk variasi latihan koordinasi di Pos 2
  5. Gambar/poster visual gerakan keseimbangan dan koordinasi (cetak atau layar proyektor)
  6. Peluit guru untuk memberi tanda perpindahan pos
  7. Lembar observasi guru (checklist sederhana untuk penilaian proses)
  8. Lembar refleksi diri murid (kertas dengan 3 emotikon: 😊 😐 😕)
  9. Stopwatch atau timer untuk mengukur durasi berdiri satu kaki
  10. Lapangan olahraga atau aula/ruang kelas yang cukup luas untuk aktivitas gerak

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.