Modul AjarPertemuan 4Bab 7Fase BSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 3: Latihan Kelenturan Tubuh untuk Kebugaran Jasmani

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 3 dengan topik "Latihan Kelenturan Tubuh untuk Kebugaran Jasmani". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 3: Latihan Kelenturan Tubuh untuk Kebugaran Jasmani

PJOK - Kelas 3

Bab 7 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Latihan Kelenturan Tubuh untuk Kebugaran Jasmani

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikLatihan Kelenturan Tubuh untuk Kebugaran Jasmani
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan manfaat kelenturan tubuh bagi kesehatan dan mengidentifikasi bentuk-bentuk latihan peregangan (stretching) yang sesuai untuk anak kelas 3.
  2. Murid dapat mempraktikkan berbagai gerakan peregangan statis dan dinamis dengan benar untuk meningkatkan kelenturan tubuh.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian merasa otot terasa kaku setelah lama duduk atau bangun tidur? Apa yang kalian rasakan?
  2. Menurut kalian, mengapa pemain bulu tangkis atau atlet selalu melakukan peregangan sebelum bermain?
  3. Apa yang akan terjadi pada tubuh kita jika kita tidak pernah melakukan peregangan sama sekali?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pelajaran sebagai wujud syukur atas kesehatan yang diberikan Tuhan (5 menit).
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kondisi kesehatan murid hari ini.
  • Asesmen Awal (diagnostik): Guru meminta murid mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan singkat: 'Siapa yang tahu apa itu peregangan?' dan 'Gerakan peregangan apa saja yang sudah pernah kalian lakukan?' Guru mencatat respons untuk memetakan pengetahuan awal murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan dan mengajak murid berdiskusi singkat (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mempelajari manfaat kelenturan dan mempraktikkan gerakan peregangan statis dan dinamis (2 menit).
  • Guru memimpin pemanasan ringan berupa jalan di tempat dan gerakan menggelengkan kepala ke kiri-kanan, lalu memutar bahu ke depan dan belakang selama 2 menit untuk menghangatkan tubuh sebelum masuk ke materi inti.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan dua gambar sederhana di papan tulis: (1) gambar anak yang tubuhnya kaku tidak bisa membungkuk, dan (2) gambar anak yang lentur bisa menyentuh ujung kaki. Guru bertanya: 'Mana yang lebih sehat? Mengapa?' (Berkesadaran — murid diajak hadir dan fokus mengamati).
  • Guru menjelaskan secara singkat dan interaktif: kelenturan tubuh adalah kemampuan sendi dan otot bergerak seluas mungkin. Tubuh yang lentur lebih sehat, tidak mudah cedera, dan bisa bergerak lebih bebas.
  • Guru menjelaskan dua jenis peregangan: (a) Peregangan Statis — gerakan yang ditahan diam beberapa detik (contoh: membungkuk menyentuh ujung kaki dan ditahan 8 hitungan); (b) Peregangan Dinamis — gerakan berulang yang mengayun atau memutar (contoh: ayunan kaki ke depan-belakang).
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Kalau kita mau ambil benda di lantai, otot bagian mana yang kita regangkan?' Murid menjawab secara sukarela. Guru mengonfirmasi dan melengkapi jawaban. (Bermakna — mengaitkan materi dengan pengalaman sehari-hari murid).
  • Murid menyebutkan minimal satu manfaat kelenturan dengan kata-kata mereka sendiri. Guru memberikan penguatan positif.

Mengaplikasi (Berkesadaran, Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru meminta murid berdiri dan membuat formasi lingkaran besar di lapangan agar semua bisa saling melihat. (Menggembirakan — formasi lingkaran menciptakan suasana akrab dan menyenangkan).
  • Sesi A — Peregangan Statis (10 menit): Guru memperagakan setiap gerakan, lalu murid mengikuti. Setiap gerakan ditahan 8 hitungan: (1) Membungkuk menyentuh ujung kaki (hamstring); (2) Duduk meluruskan kaki dan meraih ujung jari kaki (fleksibilitas punggung dan hamstring); (3) Berdiri menarik satu kaki ke belakang menyentuh pantat sambil berpegangan teman atau dinding (quadriceps); (4) Menyilangkan satu lengan ke dada dan ditahan (bahu).
  • Setelah setiap gerakan statis, guru bertanya singkat: 'Otot mana yang terasa ditarik?' Murid menjawab sambil merasakan tubuh masing-masing. (Berkesadaran — murid diajak merasakan dan menyadari respons tubuhnya sendiri).
  • Sesi B — Peregangan Dinamis (8 menit): Guru memperagakan, murid mengikuti dengan hitungan 1x8: (1) Ayunan kaki ke depan-belakang bergantian kiri dan kanan; (2) Putaran pinggang ke kiri dan ke kanan; (3) Putaran lengan ke depan dan ke belakang; (4) Melangkah lunge ke kanan-kiri bergantian.
  • Guru membagi murid menjadi pasangan. Setiap pasangan saling mengamati gerakan teman dan memberikan satu kata umpan balik: 'sudah bagus' atau 'coba lebih lurus'. (Kolaborasi dan Menggembirakan — belajar bersama teman sebaya).
  • Variasi menyenangkan: Guru menyebut nama gerakan dan murid berlomba melakukan gerakan tersebut dengan benar sebelum hitungan ke-3. Murid yang berhasil mendapat poin bintang di papan kelas. (Menggembirakan).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid kembali duduk melingkar. Guru meminta murid menutup mata sejenak, menarik napas dalam, dan merasakan kondisi tubuh setelah melakukan peregangan. Guru bertanya: 'Bagaimana perasaan tubuh kalian sekarang dibanding sebelum tadi?' (Berkesadaran — refleksi tubuh dan perasaan).
  • Guru membagikan lembar refleksi sederhana (atau meminta murid menuliskan di buku catatan): (1) Tuliskan satu gerakan peregangan statis yang sudah kamu lakukan hari ini; (2) Tuliskan satu gerakan peregangan dinamis yang sudah kamu lakukan hari ini; (3) Tuliskan satu manfaat kelenturan yang kamu ingat.
  • Beberapa murid (sukarela) berbagi jawaban mereka secara lisan. Guru memberikan apresiasi dan melengkapi bila ada yang kurang tepat. (Bermakna — menghubungkan pengalaman praktik dengan pemahaman konsep).
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi akhir: 'Gerakan peregangan mana yang paling sulit kalian lakukan? Mengapa? Apa yang ingin kalian latih lagi di rumah?'

Penutup:

  • Guru memimpin pendinginan: murid duduk bersila, menarik napas dalam 3 kali, dan melakukan peregangan ringan leher serta bahu selama 2 menit.
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: kelenturan penting untuk kesehatan, peregangan statis ditahan diam, peregangan dinamis bergerak berulang.
  • Asesmen Akhir: Guru meminta murid secara acak memeragakan satu gerakan peregangan statis dan satu gerakan peregangan dinamis pilihan mereka. Guru mengobservasi dan mencatat pada lembar observasi (5 menit).
  • Guru menyampaikan pesan untuk berlatih peregangan minimal 5 menit setiap pagi sebelum berangkat sekolah sebagai kebiasaan hidup sehat.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan mengucapkan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum memahami konsep peregangan statis vs dinamis diberikan kartu bergambar sederhana yang menampilkan ilustrasi setiap gerakan beserta nama dan cara melakukannya. Murid yang sudah cepat memahami diberikan tantangan tambahan: menyebutkan 2 gerakan peregangan lain yang belum diajarkan dan menjelaskan otot apa yang dilatih.
  • Proses: Murid yang kesulitan melakukan gerakan secara mandiri diizinkan berpegangan pada dinding atau teman sebagai penyangga. Guru atau teman sebaya mendampingi dengan instruksi langkah demi langkah. Murid yang sudah mahir diminta memimpin hitungan saat teman-temannya berlatih peregangan statis.
  • Produk: Semua murid mengisi lembar refleksi tulis sederhana. Murid yang belum lancar menulis dapat menjawab secara lisan kepada guru. Murid yang sudah mahir dapat menggambar salah satu gerakan peregangan favorit mereka dan menuliskan manfaatnya dalam 2-3 kalimat.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan di awal pendahuluan: 'Siapa yang tahu apa itu peregangan?' dan 'Gerakan peregangan apa saja yang sudah pernah kalian lakukan?'
  • Guru mencatat respons murid untuk memetakan pengetahuan awal: murid yang sudah mengenal peregangan, murid yang belum pernah mendengarnya, dan murid yang sudah pernah mempraktikkannya.
  • Hasil pemetaan digunakan guru untuk menyesuaikan tingkat scaffolding yang diberikan selama kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi checklist selama praktik peregangan: guru mencentang apakah murid (a) melakukan posisi gerakan dengan benar, (b) menahan gerakan statis sesuai hitungan, dan (c) melakukan gerakan dinamis dengan irama yang tepat.
  • Tanya jawab lisan saat tahap Memahami dan jeda singkat saat tahap Mengaplikasi untuk mengecek apakah murid dapat mengidentifikasi otot yang diregangkan.
  • Umpan balik teman sebaya saat sesi berpasangan sebagai data informal kualitas gerak murid.

Akhir:

  • Unjuk kerja individual di penutup: setiap murid yang ditunjuk secara acak memeragakan satu gerakan peregangan statis dan satu gerakan peregangan dinamis pilihan mereka sendiri.
  • Penilaian menggunakan rubrik 4 level mencakup dua aspek: (1) pemahaman konsep (mampu menyebutkan nama dan manfaat gerakan) dan (2) keterampilan gerak (akurasi posisi dan pelaksanaan gerakan).
  • Lembar refleksi tulis dikumpulkan sebagai portofolio bukti pemahaman konseptual murid.

Formatif:

  • Observasi langsung oleh guru selama sesi praktik peregangan statis dan dinamis menggunakan lembar observasi checklist.
  • Tanya jawab lisan saat tahap Memahami untuk mengecek pemahaman konsep manfaat kelenturan dan jenis peregangan.
  • Umpan balik teman sebaya saat sesi berpasangan: murid saling mengamati dan memberikan komentar singkat tentang kualitas gerakan.

Sumatif:

  • Unjuk kerja: murid memeragakan minimal satu gerakan peregangan statis dan satu gerakan peregangan dinamis secara mandiri di akhir pembelajaran, dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Lembar refleksi tulis: murid menuliskan satu gerakan statis, satu gerakan dinamis, dan satu manfaat kelenturan sebagai bukti pemahaman konsep.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Konsep Kelenturan dan Jenis PereganganMurid belum dapat menjelaskan manfaat kelenturan dan tidak dapat membedakan peregangan statis dengan dinamis meskipun sudah diberi bantuan.Murid dapat menyebutkan satu manfaat kelenturan dan dapat membedakan peregangan statis dan dinamis dengan bantuan guru atau kartu bergambar.Murid dapat menjelaskan dua atau lebih manfaat kelenturan dan membedakan peregangan statis dan dinamis secara mandiri dengan contoh yang tepat.Murid dapat menjelaskan manfaat kelenturan secara rinci, membedakan peregangan statis dan dinamis, serta mengidentifikasi otot yang dilatih pada setiap gerakan yang dipelajari.
Keterampilan Mempraktikkan Peregangan StatisMurid belum dapat melakukan gerakan peregangan statis meskipun sudah diberikan contoh dan bimbingan langsung.Murid dapat melakukan gerakan peregangan statis namun posisi tubuh belum tepat atau tidak dapat menahan gerakan sesuai hitungan dengan bantuan guru.Murid dapat mempraktikkan gerakan peregangan statis dengan posisi tubuh yang cukup tepat dan menahan gerakan mendekati 8 hitungan secara mandiri.Murid dapat mempraktikkan semua gerakan peregangan statis dengan posisi tubuh yang tepat, menahan gerakan penuh 8 hitungan, dan dapat menjelaskan otot yang sedang diregangkan.
Keterampilan Mempraktikkan Peregangan DinamisMurid belum dapat melakukan gerakan peregangan dinamis meskipun sudah diberikan contoh dan bimbingan langsung.Murid dapat melakukan gerakan peregangan dinamis namun koordinasi gerakan belum sesuai irama atau arah gerakan masih sering keliru dengan bantuan guru.Murid dapat mempraktikkan gerakan peregangan dinamis dengan koordinasi yang cukup baik dan mengikuti irama hitungan secara mandiri.Murid dapat mempraktikkan semua gerakan peregangan dinamis dengan koordinasi yang baik, irama yang tepat, dan dapat memimpin gerakan untuk teman sebayanya.
Partisipasi dan KolaborasiMurid tidak aktif mengikuti kegiatan, tidak merespons instruksi, dan tidak terlibat dalam sesi berpasangan.Murid mengikuti sebagian kegiatan dengan dorongan guru, sesekali terlibat dalam sesi berpasangan namun belum memberikan umpan balik yang bermakna.Murid aktif mengikuti seluruh kegiatan dan terlibat dalam sesi berpasangan dengan memberikan umpan balik sederhana kepada teman.Murid sangat aktif, antusias mengikuti seluruh kegiatan, memberikan umpan balik yang konstruktif kepada teman, dan membantu teman yang kesulitan tanpa diminta guru.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengikuti praktik peregangan statis dan dinamis dengan aman dan sesuai kemampuan fisik mereka?
  • Apakah alokasi waktu untuk tahap Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi sudah proporsional dan cukup untuk mencapai kedua tujuan pembelajaran?
  • Murid mana yang masih memerlukan pendampingan khusus dalam memahami konsep atau mempraktikkan gerakan? Apa tindak lanjut yang akan saya lakukan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan sudah efektif menjangkau murid dengan kecepatan belajar yang berbeda-beda?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memicu rasa ingin tahu dan keterlibatan aktif murid sejak awal pembelajaran?

Refleksi Murid:

  • Gerakan peregangan mana yang paling mudah kamu lakukan hari ini? Gerakan mana yang masih terasa sulit?
  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang kelenturan tubuh?
  • Bagaimana perasaan tubuhmu setelah melakukan semua gerakan peregangan tadi? Apa yang berbeda dari sebelumnya?
  • Apakah kamu sudah melakukan gerakan peregangan dengan posisi yang benar? Bagian mana yang masih ingin kamu perbaiki?
  • Kapan dan di mana kamu bisa melatih peregangan ini selain di sekolah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru PJOK Kelas 3 SD — Kurikulum Merdeka (Kemdikbudristek)
  2. Buku Siswa PJOK Kelas 3 SD — Kurikulum Merdeka (Kemdikbudristek)
  3. Gambar/poster ilustrasi gerakan peregangan statis dan dinamis yang ditempel di papan tulis atau dicetak sebagai kartu bergambar
  4. Peluit guru untuk mengatur irama dan perpindahan kegiatan
  5. Matras atau alas tipis (bila tersedia) untuk gerakan peregangan duduk di lantai
  6. Lembar refleksi murid (format sederhana dengan 3 pertanyaan tulis)
  7. Lembar observasi checklist guru untuk asesmen keterampilan gerak
  8. Lapangan atau halaman sekolah yang cukup luas dan aman untuk kegiatan praktik
  9. Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) Kurikulum Merdeka — Pembelajaran Mendalam 2025 (Kemdikbudristek)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.