Modul AjarBab 7Fase BSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 3 Bab 7: Aktivitas Kebugaran untuk Kesehatan

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian PJOK kelas 3 untuk Bab 7 "Aktivitas Kebugaran untuk Kesehatan", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 3 Bab 7: Aktivitas Kebugaran untuk Kesehatan

PJOK - Kelas 3

Bab 7

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Bab 7 — Aktivitas Kebugaran untuk Kesehatan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikBab 7 — Aktivitas Kebugaran untuk Kesehatan
Alokasi Waktu14 JP (14 x 35 menit = 490 menit)
Jumlah Pertemuan5
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 3.7.1 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dalam latihan kekuatan otot untuk kebugaran jasmani
  2. TP 3.7.2 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dalam latihan daya tahan otot untuk kebugaran jasmani
  3. TP 3.7.3 Berpartisipasi dalam berbagai aktivitas jasmani yang menyenangkan untuk memelihara kebugaran jasmani
  4. TP 3.7.4 Mengenali faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani kebugaran menyenangkan
  5. TP 3.7.5 Mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidup serta berbagai aktivitas jasmani untuk pencegahannya

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan✓
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana posisi tubuh yang benar saat melakukan gerak push-up agar otot lengan dan dada bekerja maksimal?
  2. Mengapa saat melakukan squat lutut tidak boleh menekuk melebihi ujung jari kaki?
  3. Bagaimana rasanya otot paha dan lenganmu ketika mempertahankan suatu posisi gerak dalam waktu beberapa detik?
  4. Mengapa kita perlu menjaga posisi tubuh tetap lurus dan stabil saat melakukan gerakan daya tahan otot?
  5. Permainan gerak apa yang paling membuatmu merasa gembira saat berolahraga?
  6. Hal apa saja yang membuat suatu aktivitas jasmani terasa menyenangkan untuk dilakukan bersama?
  7. Apa yang akan terjadi pada tubuh kita jika setiap hari sepulang sekolah hanya duduk menonton gawai dan jarang bergerak?
  8. Aktivitas jasmani apa saja yang bisa kita lakukan setiap hari agar tubuh tidak mudah lelah dan terhindar dari penyakit?
  9. Bagaimana gerakan push-up dan loncat yang rapi membantu tubuh kita tetap bugar?
  10. Apa yang membuat latihan kebugaran bersama teman terasa seru dan tidak membosankan?
  11. Apa akibatnya bagi tubuh jika kita malas bergerak dan seharian hanya duduk bermain gawai?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Keterampilan Gerak Fundamental Latihan Kekuatan Otot — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.7.1 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dalam latihan kekuatan otot untuk kebugaran jasmani

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas di lapangan dengan salam, memeriksa kesiapan fisik murid, dan memimpin doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menghaluskan bentuk gerak fundamental latihan kekuatan otot tubuh bagian atas (push-up bertumpu lutut) dan tubuh bagian bawah (squat) (3 menit).
  • Guru memandu pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada peregangan sendi bahu, lengan, pinggul, dan tungkai (9 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik unjuk kerja singkat: meminta murid memperagakan 1 kali gerak squat dan 1 kali posisi menahan push-up bertumpu lutut untuk memetakan kesiapan gerak dasar awal (acuan ketepatan: squat = posisi punggung lurus dan lutut ditekuk; push-up bertumpu lutut = kedua telapak tangan menumpu di lantai selebar bahu dengan badan lurus dari bahu ke lutut) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak peragaan dan penjelasan guru tentang rincian teknik menghaluskan 2 gerak fundamental kekuatan otot: (1) Push-up bertumpu lutut: telapak tangan menumpu selebar bahu, garis tubuh lurus dari bahu hingga lutut (tidak menungging/melengkung), siku ditekuk terkontrol hingga dada mendekati matras lalu didorong kembali lurus; (2) Squat: kaki dibuka selebar bahu, punggung tetap tegak saat pinggul diturunkan ke belakang seolah hendak duduk di kursi, lutut ditekuk tanpa melebihi ujung jari kaki, lalu berdiri tegak kembali (10 menit).
  • Murid secara berkesadaran mengidentifikasi titik tumpu dan keselarasan postur tubuh melalui eksplorasi mandiri posisi plank bertumpu lutut dan posisi setengah jongkok terkontrol selama 5 detik (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid berlatih menghaluskan keterampilan gerak push-up bertumpu lutut sebanyak 3 set (masing-masing 5 repetisi) dengan fokus ketepatan pada lintasan tekukan siku dan lurusnya postur bahu-lutut (15 menit).
  • Murid berlatih menghaluskan keterampilan gerak squat sebanyak 3 set (masing-masing 8 repetisi) dengan fokus ketepatan pada posisi punggung tegak dan pinggul ditarik ke belakang (15 menit).
  • Murid mengikuti permainan tantangan menggembirakan 'Rintangan Patung Kuat': murid bergerak bebas melompat/berlari kecil di area lapangan, lalu saat peluit dibunyikan segera berhenti dan mengambil serta mempertahankan salah satu posisi gerak kekuatan (posisi bawah squat atau posisi bawah push-up lutut) secara stabil dan halus selama hitungan 1 sampai 5 tanpa goyah (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid berpasangan saling mengamati dan mengecek kembali kehalusan gerak temannya saat melakukan 3 kali repetisi squat dan 3 kali push-up bertumpu lutut berdasarkan 2 kriteria bentuk gerak yang diajarkan (10 menit).
  • Murid merasakan dan menyadari perubahan ketegangan otot lengan dan paha saat gerak dilakukan secara halus dan terkontrol dibandingkan saat dilakukan terburu-buru (5 menit).

Penutup:

  • Guru memandu pendinginan (cooling down) untuk melemaskan otot lengan, punggung, dan tungkai (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik korektif atas pelaksanaan gerak kekuatan otot yang telah dihaluskan hari ini dan menanyakan konfirmasi pemahaman murid (3 menit).
  • Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup dan mengarahkan murid kembali ke kelas dengan tertib (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum siap menahan beban tubuh penuh pada push-up bertumpu lutut menggunakan media dinding (wall push-up) atau tumpuan bangku; murid mahir melakukan variasi push-up bertumpu ujung kaki (full push-up).
  • Proses: Pemberian bimbingan perorangan berupa sentuhan koreksi posisi punggung bagi murid yang kesulitan menjaga postur lurus, serta tantangan penambahan repetisi dan tempo perlahan bagi murid yang sudah menguasai.
  • Produk: Murid menampilkan penguasaan bentuk gerak fundamental kekuatan otot sesuai rentang kemampuan fisiknya dengan kriteria kehalusan postur yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Unjuk kerja diagnostik singkat: Setiap murid melakukan 1 kali gerak squat dan 1 kali posisi menahan push-up bertumpu lutut. Acuan kriteria: (1) Squat: posisi punggung lurus dan lutut ditekuk seimbang; (2) Push-up bertumpu lutut: telapak tangan menumpu selebar bahu di lantai dengan garis lurus dari bahu hingga lutut tanpa panggul turun melorot.

Proses:

  • Pengamatan langsung saat sesi latihan dan permainan 'Rintangan Patung Kuat' untuk menilai kehalusan gerak push-up bertumpu lutut dan squat. Acuan 4 indikator observable: (1) Push-up: garis bahu hingga lutut membentuk satu garis lurus; (2) Push-up: siku menekuk teratur ke belakang samping dan dada turun mendekati matras lalu naik kembali; (3) Squat: punggung tetap lurus dan tidak membungkuk saat pinggul turun; (4) Squat: kedua lutut menekuk sejajar dan tidak melebihi ujung jari kaki.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan peragaan konfirmasi akhir: Murid memperagakan masing-masing 2 repetisi gerak push-up bertumpu lutut dan 2 repetisi squat terkontrol. Acuan penilaian: murid mampu mempertahankan postur lurus pada push-up bertumpu lutut serta postur tegak dengan lutut aman pada squat tanpa kehilangan keseimbangan.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja penghalusan gerak fundamental push-up bertumpu lutut dan squat menggunakan lembar ceklis kriteria gerak.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kehalusan Gerak Push-Up Bertumpu LututBelum mampu mempertahankan garis tubuh lurus (panggul menungging atau melengkung jatuh) dan siku belum dapat ditekuk secara terkontrol.Mampu menekuk siku tetapi postur bahu hingga lutut belum konsisten membentuk garis lurus (masih sering melorot/menungging).Mampu memperagakan push-up bertumpu lutut dengan postur garis bahu-lutut lurus dan tekukan siku terkontrol secara konsisten.Mampu memperagakan gerak push-up bertumpu lutut secara sangat halus, ritme gerakan turun dan naik stabil, serta posisi postur tubuh sempurna tanpa koreksi.
Kehalusan Gerak SquatBelum mampu menjaga keseimbangan, punggung membungkuk ke depan, dan lutut maju jauh melewati ujung jari kaki saat menekuk.Mampu menekuk lutut dan menurunkan badan, namun posisi punggung masih condong membungkuk atau lutut goyang ke dalam.Mampu memperagakan squat dengan posisi punggung tegak, pinggul ditarik ke belakang, dan lutut tidak melebihi ujung jari kaki secara konsisten.Mampu memperagakan squat secara sangat halus dengan kedalaman tekukan paha sejajar lantai, postur punggung stabil tegak sempurna, dan bangkit kembali dengan kontrol penuh.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 105 menit efektif dalam memfasilitasi setiap murid mempraktikkan pengulangan gerak kekuatan otot secara aman?
  • Bagian gerak fundamental mana yang paling banyak membutuhkan bimbingan korektif dari guru (apakah postur push-up atau tekukan lutut squat)?

Murid:

  • Bagian otot tubuh mana yang terasa paling bekerja keras saat melakukan latihan push-up dan squat tadi?
  • Gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan dengan posisi tubuh yang rapi dan seimbang?

Pertemuan 2 — Keterampilan Gerak Fundamental Latihan Daya Tahan Otot — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.7.2 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dalam latihan daya tahan otot untuk kebugaran jasmani

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas di lapangan/ruang serbaguna, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan memeriksa kesiapan fisik murid dengan menanyakan kondisi kesehatan (5 menit).
  • Guru memandu pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada peregangan otot tungkai, punggung, dan lengan (7 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan: menghaluskan gerakan fundamental latihan daya tahan otot (plank bertumpu pada lengan bawah dan wall sit/sandar dinding) agar bentuk gerak semakin stabil dan rapi (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik keterampilan gerak dasar daya tahan otot dengan meminta murid melakukan posisi menahan tubuh push-up plank selama 5 detik, lalu mencatat postur awal tubuh murid (acuan bentuk dasar: tubuh membentuk garis lurus dari bahu hingga tumit tanpa pinggul melorot ke bawah atau mencuat tinggi ke atas) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru mendemonstrasikan dua bentuk latihan daya tahan otot: (1) Gerak Forearm Plank (tumpuan kedua siku dan ujung kaki, siku sejajar di bawah bahu, perut dikencangkan, punggung lurus mendatar) dan (2) Gerak Wall Sit (punggung menempel rata pada dinding, lutut ditekuk membentuk sudut sekitar 90 derajat sejajar jari kaki, paha mendatar sejajar lantai) (7 menit).
  • Murid mengamati dan mengidentifikasi bagian-bagian tubuh yang harus dijaga tetap stabil saat menahan posisi (acuan: pada plank perut tidak boleh jatuh dan bahu tidak boleh kendur; pada wall sit punggung tetap menempel di dinding dan lutut tidak melebihi ujung kaki) (8 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid secara mandiri berlatih menghaluskan teknik gerak Forearm Plank secara bertahap: mencoba mempertahankan posisi tubuh lurus rata selama 10 detik sebanyak 3 repetisi dengan jeda istirahat antarrepetisi 15 detik, memastikan siku tepat berada di bawah bahu dan pinggul tidak melorot (15 menit).
  • Murid secara mandiri berlatih menghaluskan teknik gerak Wall Sit: menyandarkan punggung rata pada dinding sekolah, menekuk lutut hingga sudut sekitar 90 derajat, dan menahan posisi stabil selama 10 detik sebanyak 3 repetisi dengan jeda istirahat 15 detik (15 menit).
  • Permainan Tantangan 'Patung Benteng Kokoh': Murid dibagi menjadi beberapa baris di dekat dinding dan matras; guru membunyikan peluit sebagai tanda murid mengambil posisi (ronde 1: Forearm Plank selama 15 detik; ronde 2: Wall Sit selama 15 detik); murid berusaha menjaga bentuk gerak tetap rapi, stabil, dan tidak goyah sepanjang durasi peluit (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan gerakan pendinginan statis untuk melemaskan otot paha depan dan bahu secara perlahan (7 menit).
  • Murid merasakan dan menyampaikan perubahan ketegangan pada otot serta bagian posisi tubuh mana yang paling sulit dijaga tetap lurus dan stabil selama menahan gerak plank dan wall sit (8 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik korektif secara klasikal terhadap penghalusan teknik gerak daya tahan otot (memperbaiki letak siku, ketinggian pinggul, dan sudut tekukan lutut) (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan berdoa bersama dan mengarahkan murid untuk mengganti pakaian serta mencuci tangan (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid disediakan variasi titik tumpuan: plank bertumpu pada lutut (modifikasi lebih ringan) atau plank bertumpu pada ujung kaki (standar/penuh).
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan melakukan wall sit dengan sudut tekukan lutut 120 derajat dan durasi 5-7 detik; murid yang sudah terampil menahan posisi 90 derajat selama 15-20 detik secara mandiri.
  • Produk: Tingkat penghalusan postur gerak dinilai berdasarkan ketepatan bentuk tubuh dan kestabilan durasi gerak sesuai kapasitas kesiapan masing-masing.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik gerak: Murid diminta memperagakan posisi push-up plank selama 5 detik. Guru memeriksa kesiapan postur dasar (acuan: tubuh lurus dari bahu hingga tumit, pinggul tidak melorot menyentuh lantai dan tidak menungging melebihi garis bahu).

Proses:

  • Formatif unjuk kerja saat sesi latihan dan tantangan patung benteng kokoh: Guru mengamati ketercapaian penghalusan gerak pada 2 bentuk latihan daya tahan otot: (1) Forearm Plank: kedua siku tegak lurus di bawah bahu, perut terkunci kencang, tubuh membentuk satu garis lurus tanpa goyah selama minimal 10 detik; (2) Wall Sit: punggung atas dan bawah menempel rapat di dinding, lutut ditekuk sekitar 90 derajat, kaki tidak bergeser selama minimal 10 detik.

Akhir Pertemuan:

  • Cek penguasaan gerak di penutup: Murid memperagakan satu bentuk gerak daya tahan otot pilihan (Forearm Plank atau Wall Sit) selama 10 detik. Kriteria ketercapaian: menjaga bentuk gerak halus dan stabil sesuai acuan teknis (punggung rata/lurus, tumpuan tepat, tidak jatuh sebelum 10 detik).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja gerak fundamental latihan daya tahan otot (posisi tubuh, kesegarisan sendi, kestabilan) pada gerakan plank dan wall sit menggunakan lembar ceklis amatan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penghalusan Keterampilan Gerak Fundamental Forearm PlankPosisi tubuh belum lurus (pinggul melorot ke lantai atau mencuat tinggi) dan siku tidak sejajar di bawah bahu; posisi bertahan kurang dari 5 detik.Mampu memposisikan siku di bawah bahu, namun posisi pinggul masih sesekali turun/naik dan hanya mampu menahan 5-9 detik dengan bantuan arahan koreksi guru.Mampu menghaluskan gerakan plank dengan tubuh lurus rata dari kepala hingga tumit, siku tepat di bawah bahu, dan menahan posisi stabil selama 10 detik secara mandiri.Mampu menghaluskan gerakan plank secara konsisten dengan postur tubuh terkontrol sempurna, napas teratur, tumpuan stabil dan kokoh tanpa goyah melebihi 15 detik secara mandiri.
Penghalusan Keterampilan Gerak Fundamental Wall SitPunggung tidak menempel rata di dinding, posisi lutut terlalu lurus atau terlalu rendah tidak terkendali, dan bertahan kurang dari 5 detik.Punggung menempel di dinding namun sudut lutut belum stabil mendekati 90 derajat, mampu menahan posisi selama 5-9 detik dengan dorongan guru.Mampu menghaluskan gerakan wall sit dengan punggung rata menempel dinding, lutut ditekuk membentuk sudut sekitar 90 derajat stabil selama 10 detik secara mandiri.Mampu menghaluskan gerakan wall sit dengan sudut lutut presisi 90 derajat, posisi punggung dan kepala tegak terkontrol sempurna, menahan posisi tanpa bergeser melebihi 15 detik secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu latihan per repetisi cukup memberi ruang bagi murid untuk menghaluskan dan memperbaiki bentuk postur gerak tubuhnya?
  • Bagaimana respons murid terhadap variasi tingkat kesulitan latihan daya tahan otot (modifikasi sudut tumpuan) yang diberikan?

Murid:

  • Gerakan mana yang paling menantang untuk ditahan agar tubuh tetap stabil: Forearm Plank atau Wall Sit?
  • Apa yang kamu rasakan pada ototmu saat berusaha mempertahankan tubuh tetap lurus dan tidak goyah?

Pertemuan 3 — Partisipasi dan Pengenalan Faktor Menyenangkan dalam Aktivitas Kebugaran — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.7.3 Berpartisipasi dalam berbagai aktivitas jasmani yang menyenangkan untuk memelihara kebugaran jasmani
  • TP 3.7.4 Mengenali faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani kebugaran menyenangkan

Pendahuluan:

  • Guru mengumpulkan murid di lapangan/aula, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memastikan kesiapan fisik murid untuk beraktivitas jasmani (5 menit).
  • Guru memandu pemanasan statis dan dinamis sederhana melalui peregangan kepala, lengan, dan tungkai secara terpimpin (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran serta melakukan asesmen awal lisan dengan menanyakan 3 contoh aktivitas jasmani yang menyenangkan beserta 3 alasan pemilihannya (acuan jawaban: aktivitas seperti bermain kejar-kejaran, lompat tali, estafet bola; alasan seperti bermain bersama teman, ada musik, permainan seru/menantang) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan bahwa aktivitas jasmani kebugaran dapat terasa menyenangkan karena adanya faktor-faktor pendukung tertentu (5 menit).
  • Guru memperkenalkan 4 faktor utama yang membuat aktivitas jasmani menyenangkan: (1) Suasana bermain bersama teman, (2) Penggunaan musik yang ceria, (3) Variasi gerakan dan rintangan yang seru, serta (4) Tantangan permainan yang pas dan tidak membosankan (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid berpartisipasi aktif dalam pos 1: Permainan 'Lompat Irama Ceria', yaitu melompat melewati garis-garis tanda mengikuti iringan musik ritmis yang ceria (15 menit).
  • Murid berpartisipasi aktif dalam pos 2: Permainan 'Jelajah Rintangan Berantai', yaitu bergerak melintasi susunan rintangan (melangkah melewati bilah bambu rendah, berjalan zig-zag di antara kun, dan lari bolak-balik ceria) secara bergantian (20 menit).
  • Murid berpartisipasi aktif dalam pos 3: Permainan 'Oper Bola Beregu Gembira', yaitu mengoper bola berantai ke belakang melewati atas kepala dan sela kaki secara aktif dan dinamis (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan murid duduk melingkar dan membagikan Lembar Pilihan Faktor Menyenangkan yang memuat 4 kartu pernyataan faktor kebugaran (10 menit).

Penutup:

  • Guru memandu pendinginan berupa pelemasan otot tungkai dan lengan disertai pengaturan napas santai (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali 4 faktor yang membuat olahraga menyenangkan dan menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar visual konkret untuk setiap faktor; murid yang lebih cepat diberikan kartu berisi skenario permainan untuk dipilih faktornya.
  • Proses: Pada pos aktivitas, murid dapat memilih tempo gerakan sesuai kenyamanan fisiknya selama tetap aktif berpartisipasi hingga akhir.
  • Produk: Pada cek akhir, murid dapat mengenali faktor menyenangkan dengan mencentang kartu pernyataan bergambar atau menyebutkannya secara lisan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal: Meminta murid menyebutkan 2 contoh aktivitas jasmani yang menyenangkan dan 1 alasan mengapa hal itu menyenangkan (acuan: contoh aktivitas jasmani seperti lari/kejar-kejaran, lompat tali, senam irama, atau lempar tangkap bola; alasan seperti ramai bersama teman, ada musik, atau tantangan gerak seru).

Proses:

  • Lembar observasi keikutsertaan: Memantau murid mengikuti rangkaian gerak di Pos 1 ('Lompat Irama Ceria'), Pos 2 ('Jelajah Rintangan Berantai'), dan Pos 3 ('Oper Bola Beregu Gembira') dari awal hingga selesai tanpa berhenti memisahkan diri.
  • Pengecekan Lembar Pilihan: Murid memilih dari 4 kartu pernyataan berikut mana saja yang merupakan faktor aktivitas jasmani menyenangkan: (1) Bergerak diiringi musik ceria [Benar], (2) Bermain bersama teman-teman [Benar], (3) Duduk diam sendirian tanpa bergerak [Salah], (4) Melewati rintangan permainan yang bervariasi [Benar] (acuan kunci: kartu 1, 2, dan 4 adalah faktor menyenangkan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: Murid menunjukkan minimal 3 dari 4 faktor penyebab aktivitas jasmani menyenangkan pada kartu/lembar refleksi (acuan kunci: (1) Iringan musik ceria, (2) Bermain bersama teman, (3) Rintangan/gerakan variatif, (4) Suasana permainan yang menantang).

Formatif:

  • Observasi partisipasi aktif murid dalam 3 pos permainan kebugaran
  • Pemeriksaan lembar pilihan pengenalan faktor-faktor aktivitas jasmani menyenangkan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Partisipasi dalam Aktivitas Jasmani KebugaranHanya mengikuti sebagian kecil dari 1 pos permainan dan sering berhenti memisahkan diri dari aktivitas.Berpartisipasi aktif dalam 1 sampai 2 pos permainan kebugaran dengan dorongan atau arahan berulang dari guru.Berpartisipasi aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di 3 pos permainan kebugaran dari awal hingga selesai secara mandiri.Berpartisipasi aktif dan konsisten melakukan seluruh rangkaian kegiatan di 3 pos permainan kebugaran dari awal hingga selesai tanpa jeda berhenti secara mandiri.
Pengenalan Faktor yang Menyebabkan Aktivitas Jasmani MenyenangkanMengenali tepat 1 faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan sesuai kartu acuan.Mengenali tepat 2 faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan sesuai kartu acuan.Mengenali tepat 3 faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan sesuai kartu acuan.Mengenali seluruh (4) faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan sesuai kartu acuan secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah desain 3 pos permainan kebugaran terbukti memicu kegembiraan dan keaktifan gerak seluruh murid?
  • Bagaimana respons murid saat mengidentifikasi faktor-faktor yang membuat aktivitas jasmani menyenangkan?

Murid:

  • Pos permainan kebugaran mana yang paling membuatmu merasa senang hari ini?
  • Faktor apa yang paling membuatmu bersemangat untuk terus bergerak?

Pertemuan 4 — Mengenali Risiko Kesehatan Akibat Gaya Hidup dan Pencegahannya Melalui Aktivitas Jasmani — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.7.5 Mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidup serta berbagai aktivitas jasmani untuk pencegahannya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidup kurang bergerak (sedentari) dan mengenali berbagai aktivitas jasmani untuk pencegahannya (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat tentang risiko duduk terlalu lama dan aktivitas pencegahannya (acuan: risiko berupa badan pegal/kegemukan/mudah lelah; pencegahan berupa jalan kaki/bersepeda/bermain aktif) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru berbantu media gambar mengenai 3 contoh gaya hidup kurang gerak dan dampaknya bagi tubuh: (1) Sering berbaring sambil main gawai memicu tubuh kaku dan lesu; (2) Duduk berjam-jam tanpa bergerak memicu penumpukan lemak/kegemukan; (3) Malas berolahraga memicu penurunan kebugaran dan napas mudah terengah-engah (acuan: ketiga risiko gaya hidup sedentari tersebut) (10 menit).
  • Murid mencocokkan gambar 3 jenis aktivitas jasmani harian yang mencegah risiko kesehatan tersebut: berjalan kaki santai, bermain lompat tali, dan bersepeda santai (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan kartu bergerak 'Tanggap Bugar': murid berlari perlahan di tempat, dan saat guru mengangkat salah satu dari 4 kartu situasi risiko gaya hidup, murid memilih dan mengangkat kartu aktivitas jasmani pencegahan yang tepat dari 4 kartu di mejanya. Butir situasi dan pasangan pencegahan: (1) Situasi: 'Budi duduk menonton televisi 4 jam terus-menerus' -> Pencegahan: 'Berjalan kaki dan peregangan tubuh'; (2) Situasi: 'Rani malas bergerak dan berat badannya naik berlebih' -> Pencegahan: 'Bermain lompat tali secara rutin'; (3) Situasi: 'Edo sering mengeluh otot kakinya kaku karena rebahan seharian' -> Pencegahan: 'Bersepeda keliling halaman'; (4) Situasi: 'Siti cepat merasa sesak napas saat naik tangga karena jarang olahraga' -> Pencegahan: 'Lari pagi santai secara teratur' (acuan: pasangan tepat butir 1-4) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Menjodohkan 'Pilihan Hidup Sehat' berisi 4 pernyataan risiko kesehatan dan 4 pilihan aktivitas pencegahan yang sama dengan butir permainan untuk memastikan penguasaan pemahaman mandiri (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mendiskusikan kembali manfaat mengenali bahaya malas bergerak bagi kesehatan tubuh jangka panjang (5 menit).
  • Murid memilih salah satu komitmen aktivitas jasmani sederhana yang akan dilakukan sore hari di rumah untuk menghindari kebiasaan pasif menonton gawai (5 menit).

Penutup:

  • Guru memfasilitasi murid menyimpulkan materi tentang bahaya gaya hidup kurang gerak dan pentingnya memilih aktivitas jasmani sebagai pencegahannya (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas ketepatan murid dalam mengenali risiko dan pencegahannya, serta menutup pelajaran dengan doa dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu situasi bergambar konkret bagi murid yang membutuhkan bantuan visual, serta kartu berbasis teks deskriptif bagi murid yang membaca cepat.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan memilih pasangan pencegahan yang sesuai, serta memberikan kartu studi kasus risiko tambahan bagi murid yang sudah cepat memahami materi.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pengenalan risiko dan pencegahannya dengan menempelkan pasangan kartu gambar atau menarik garis pada lembar kerja tertulis.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat: 'Sebutkan apa bahaya bagi tubuh jika kita hanya duduk seharian tanpa olahraga dan apa aktivitas yang bisa mencegahnya?' (acuan: risiko yang diterima mencakup badan kaku/pegal, kegemukan, atau mudah lelah; aktivitas pencegahan mencakup jalan kaki, lari santai, bersepeda, atau bermain aktif).

Proses:

  • Pengamatan respon murid saat permainan 'Tanggap Bugar' dalam memilih kartu aktivitas pencegahan berdasarkan 4 situasi risiko gaya hidup yang dimunculkan guru: (1) Duduk nonton TV 4 jam -> jalan kaki & peregangan; (2) Malas bergerak berat badan naik berlebih -> bermain lompat tali; (3) Otot kaku akibat rebahan seharian -> bersepeda keliling halaman; (4) Cepat sesak/lelah saat naik tangga -> lari pagi santai teratur (acuan: keterpenuhan pasangan tepat pada keempat butir tersebut).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan hasil lembar kerja menjodohkan 4 butir risiko kesehatan gaya hidup pasif dengan aktivitas jasmani pencegahannya (acuan tepat: (1) Budi duduk nonton TV lama -> Berjalan kaki dan peregangan; (2) Rani berat badan naik berlebih karena pasif -> Bermain lompat tali; (3) Edo otot kaku rebahan seharian -> Bersepeda keliling halaman; (4) Siti cepat lelah naik tangga -> Lari pagi santai).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik awal pembelajaran
  • Observasi unjuk pemahaman pada permainan kartu bergerak 'Tanggap Bugar'
  • Pemeriksaan lembar kerja menjodohkan risiko kesehatan dan aktivitas pencegahannya

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidup sedentari/kurang gerakBelum mampu mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidup kurang gerak meski diberikan bantuan contoh gambar (0 risiko dikenali tepat).Mengenali 1-2 risiko kesehatan akibat gaya hidup kurang gerak secara tepat dari 4 situasi yang disajikan.Mengenali 3 risiko kesehatan akibat gaya hidup kurang gerak secara tepat dari 4 situasi yang disajikan.Mengenali seluruh 4 risiko kesehatan akibat gaya hidup kurang gerak secara tepat dan mandiri (badan kaku/lesu, kegemukan, otot kaku, dan mudah lelah).
Mengenali aktivitas jasmani untuk pencegahan risiko kesehatanBelum mampu mengenali aktivitas jasmani yang sesuai untuk pencegahan risiko kesehatan (0 aktivitas sesuai).Mengenali 1-2 aktivitas jasmani yang tepat untuk pencegahan dari 4 butir risiko yang disajikan.Mengenali 3 aktivitas jasmani yang tepat untuk pencegahan dari 4 butir risiko yang disajikan.Mengenali seluruh 4 aktivitas jasmani pencegahan (jalan kaki/peregangan, lompat tali, bersepeda, lari santai) secara tepat sesuai dengan risiko kesehatannya.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan permainan kartu situasi efektif membantu murid kelas 3 mengenali keterkaitan antara gaya hidup kurang gerak dan risiko kesehatan?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam merefleksikan kebiasaan gerak harian mereka di rumah?

Murid:

  • Kebiasaan kurang gerak apa yang paling sering aku lakukan di rumah dan ingin kuubah?
  • Aktivitas jasmani apa yang paling ingin aku lakukan hari ini agar tubuhku tetap bugar dan sehat?

Pertemuan 5 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.7.1 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dalam latihan kekuatan otot untuk kebugaran jasmani
  • TP 3.7.2 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dalam latihan daya tahan otot untuk kebugaran jasmani
  • TP 3.7.3 Berpartisipasi dalam berbagai aktivitas jasmani yang menyenangkan untuk memelihara kebugaran jasmani
  • TP 3.7.4 Mengenali faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani kebugaran menyenangkan
  • TP 3.7.5 Mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidup serta berbagai aktivitas jasmani untuk pencegahannya

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas di lapangan dengan salam, berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan memastikan kesiapan fisik murid untuk mengikuti asesmen sumatif (5 menit).
  • Guru memimpin pemanasan statis dan dinamis secara terpimpin untuk menyiapkan otot lengan, tungkai, serta persendian sebelum asesmen sirkuit (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan alur asesmen sumatif terpadu yang terdiri atas 2 tugas: Tugas 1 Unjuk Kerja Sirkuit Kebugaran Jasmani dan Refleksi Lisan (75 menit total pelaksanaan termasuk persiapan pos) serta Tugas 2 Tes Tertulis Serentak (30 menit) (5 menit).
  • Guru menjelaskan tata cara dan kriteria Tugas 1: sirkuit 4 pos berdurasi rotasi tetap (Pos 1 kekuatan push-up sederhana bertumpu lutut, Pos 2 kekuatan sit-up sederhana lutut ditekuk, Pos 3 daya tahan squat-thrust tanpa lompatan tinggi, Pos 4 daya tahan loncat berulang membuka-menutup kaki), diikuti respons lisan 1-2 kalimat mengenai faktor menyenangkan saat jeda rotasi (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 Sirkuit Kebugaran (bagian peragaan): Murid bergerak dalam kelompok kecil menjalani 4 pos sirkuit kebugaran secara bergantian sesuai rotasi waktu; guru mengobservasi kehalusan peragaan gerak fundamental kekuatan otot di Pos 1 (push-up) dan Pos 2 (sit-up), serta daya tahan otot di Pos 3 (squat-thrust) dan Pos 4 (loncat berulang) beserta keikutsertaan aktif murid (45 menit).
  • Tugas 1 Sirkuit Kebugaran (bagian refleksi lisan): Pada saat jeda rotasi antarpos, setiap murid menyampaikan secara lisan 1-2 kalimat mengenai faktor yang membuat aktivitas fisik kebugaran menyenangkan (acuan respons yang dinilai: adanya unsur bermain/variasi gerak, tantangan yang pas, musik pengiring, atau bergerak bersama teman) (10 menit).
  • Tugas 2 Tes Tertulis Serentak: Seluruh murid duduk tenang di ruang kelas/area teduh dan mengerjakan lembar tes tertulis singkat secara mandiri selama 20 menit dengan 2 butir soal: (1) Sebutkan 2 risiko kesehatan akibat gaya hidup pasif/kurang gerak! (kunci jawaban: obesitas/kegemukan, tubuh cepat lelah/lemas, otot lemah/kaku, atau penurunan fungsi jantung); (2) Sebutkan 2 contoh aktivitas jasmani yang dapat mencegah risiko tersebut! (kunci jawaban: jalan cepat/lari santai, bersepeda, senam/lompat tali, atau berenang/bermain bola aktif) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban tes tertulis murid dan memeriksa kelengkapan identitas serta lembar kerja (5 menit).

Penutup:

  • Guru memimpin aktivitas pendinginan mandiri dengan mengayun lengan dan meregangkan tungkai secara perlahan untuk menurunkan denyut nadi (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan partisipasi seluruh murid sepanjang Bab 7, merangkum pentingnya memelihara kebugaran jasmani sepanjang hayat, lalu menutup sesi dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Tidak ada diferensiasi materi pada asesmen sumatif; seluruh murid mendapatkan instrumen tugas gerak dan soal tertulis yang setara.
  • Proses: Akomodasi akses berupa pembacaan ulang butir soal tertulis secara lisan oleh guru bagi murid yang membutuhkan bantuan membaca tanpa mengubah kunci jawaban atau kriteria penilaian.
  • Produk: Produk bukti belajar baku: performa peragaan sirkuit 4 pos, rekaman observasi lisan 1-2 kalimat, dan lembar jawaban tertulis 2 butir soal.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • kombinasi unjuk kerja sirkuit kebugaran jasmani terpadu dan tes tertulis singkat: performa gerak kekuatan dan daya tahan otot beserta keaktifan yang diamati melalui pos sirkuit berkelompok, penyampaian lisan faktor menyenangkan saat jeda, dan lembar jawaban tertulis risiko gaya hidup pasif
  • unjuk kerja sirkuit kebugaran dan refleksi lisan: peragaan gerak fundamental kekuatan otot (push-up/sit-up sederhana) dan daya tahan otot (squat-thrust/loncat berulang) secara teratur di pos gerak, partisipasi aktif murid dalam kelompok, serta penyampaian lisan singkat 1-2 kalimat tentang faktor yang membuat aktivitas menyenangkan saat rotasi pos (75 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja dan lembar observasi keterlibatan serta respon lisan)
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban tertulis singkat murid yang dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan mengenai 2 risiko kesehatan akibat gaya hidup pasif dan 2 contoh aktivitas jasmani pencegahnya (30 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran tes tertulis)

Sumatif:

  • kombinasi unjuk kerja sirkuit kebugaran jasmani terpadu dan tes tertulis singkat: performa gerak kekuatan dan daya tahan otot beserta keaktifan yang diamati melalui pos sirkuit berkelompok, penyampaian lisan faktor menyenangkan saat jeda, dan lembar jawaban tertulis risiko gaya hidup pasif
  • unjuk kerja sirkuit kebugaran dan refleksi lisan: peragaan gerak fundamental kekuatan otot (push-up/sit-up sederhana) dan daya tahan otot (squat-thrust/loncat berulang) secara teratur di pos gerak, partisipasi aktif murid dalam kelompok, serta penyampaian lisan singkat 1-2 kalimat tentang faktor yang membuat aktivitas menyenangkan saat rotasi pos (75 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja dan lembar observasi keterlibatan serta respon lisan)
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban tertulis singkat murid yang dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan mengenai 2 risiko kesehatan akibat gaya hidup pasif dan 2 contoh aktivitas jasmani pencegahnya (30 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran tes tertulis)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kehalusan Gerak Kekuatan Otot (Push-up & Sit-up) [TP 3.7.1]Belum mampu memperagakan posisi tubuh dan pengulangan gerak push-up serta sit-up dengan benar walau dibimbing.Mampu memperagakan push-up dan sit-up tetapi posisi tubuh masih kaku dan pengulangan belum stabil.Mampu menghaluskan gerak push-up dan sit-up dengan posisi punggung lurus dan ritme teratur secara konsisten.Mampu menghaluskan gerak push-up dan sit-up secara mandiri, sangat terkontrol, posisi tubuh stabil, dan ritme gerakan sangat teratur.
Kehalusan Gerak Daya Tahan Otot (Squat-thrust & Loncat Berulang) [TP 3.7.2]Belum mampu merangkai urutan gerak squat-thrust atau loncat berulang secara berkelanjutan.Mampu merangkai urutan gerak squat-thrust dan loncat berulang namun ritme terputus-putus setelah 2-3 kali pengulangan.Mampu menghaluskan gerak squat-thrust dan loncat berulang dengan koordinasi lancar dan ritme terjaga sepanjang waktu pos.Mampu menghaluskan gerak squat-thrust dan loncat berulang secara mandiri, sangat lincah, berkesinambungan tanpa henti canggung.
Partisipasi dalam Aktivitas Jasmani [TP 3.7.3]Pasif atau sering berhenti sebelum waktu pos berakhir tanpa menyelesaikan rangkaian sirkuit.Berpartisipasi mengikuti sirkuit namun memerlukan dorongan guru untuk berganti pos tepat waktu.Berpartisipasi aktif dan tertib mengikuti seluruh giliran pada 4 pos sirkuit kebugaran dari awal hingga akhir.Berpartisipasi penuh dengan antusiasme tinggi, tepat waktu di setiap pos, dan konsisten bergerak aktif sepanjang sesi.
Mengenali Faktor Aktivitas Menyenangkan [TP 3.7.4]Belum dapat menyebutkan faktor yang membuat aktivitas jasmani menyenangkan saat jeda rotasi pos.Menyebutkan 1 faktor yang membuat aktivitas menyenangkan namun belum tepat mengaitkannya dengan kegiatan kebugaran.Mengenali dan menyebutkan secara lisan minimal 1 faktor konkret yang membuat aktivitas kebugaran menyenangkan (acuan: variasi gerak pos, musik pengiring, tantangan mencoba, atau berlatih bersama teman).Mengenali dan menyebutkan secara lisan 2 faktor atau lebih yang membuat aktivitas kebugaran menyenangkan secara jelas dan tepat sesuai acuan.
Mengenali Risiko Gaya Hidup Pasif dan Pencegahannya [TP 3.7.5]Hanya menjawab 1 butir atau jawaban tidak sesuai dengan risiko gaya hidup pasif maupun aktivitas pencegahannya.Menjawab tepat 1 risiko kesehatan (acuan: obesitas/kegemukan, tubuh lemah, cepat lelah) dan 1 aktivitas pencegahannya (acuan: lari, senam, jalan, bersepeda).Menjawab tepat 2 risiko kesehatan akibat gaya hidup pasif dan 2 aktivitas jasmani pencegahannya pada lembar tes tertulis sesuai acuan kunci jawaban.Menjawab tepat lebih dari 2 risiko kesehatan akibat gaya hidup pasif serta lebih dari 2 aktivitas jasmani pencegahannya dengan rincian yang tepat sesuai acuan kunci jawaban.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 75 menit untuk sirkuit kebugaran dan 30 menit untuk tes tertulis terlaksana secara efektif dan tertib?
  • Apakah rubrik penilaian sumatif mampu memetakan ketercapaian kelima Tujuan Pembelajaran secara objektif pada setiap murid?

Murid:

  • Pos latihan kekuatan atau daya tahan mana yang gerakannya sudah berhasil kamu lakukan dengan paling rapi?
  • Kebiasaan aktif apa yang akan kamu lakukan di rumah agar terhindar dari risiko penyakit akibat malas bergerak?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2022).
  2. Matras senam / lantai lapangan olahraga.
  3. Peluit dan stopwatch.
  4. Buku Panduan Guru PJOK untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2022)
  5. Matras senam/olahraga untuk tumpuan siku tangan
  6. Dinding bidang datar yang aman di area sekolah
  7. Peluit dan stopwatch
  8. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas III
  9. Kun/cone pembatas, bilah bambu rintangan rendah, bola plastik, dan pemutar musik (speaker aktif)
  10. Lembar Pilihan Faktor Menyenangkan bergambar
  11. Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas III, Kemendikbudristek 2022
  12. Buku Siswa PJOK Kelas III SD
  13. Kartu bergambar situasi risiko gaya hidup dan aktivitas jasmani pencegahan
  14. Lembar Kerja Murid 'Pilihan Hidup Sehat'
  15. Buku Panduan Guru PJOK SD Kelas III
  16. Matras senam untuk pos push-up dan sit-up
  17. Cone/penanda 4 pos sirkuit kebugaran
  18. Lembar tes tertulis sumatif dan lembar observasi guru

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.