MODUL AJAR PJOK — Kelas 3 (Fase B) Topik: Asesmen Sumatif: Praktik Gerak Dasar Renang Gaya Dada INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Asesmen Sumatif: Praktik Gerak Dasar Renang Gaya Dada |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat memperagakan rangkaian gerak dasar posisi badan, gerakan kaki, gerakan lengan, dan pengambilan napas renang gaya dada secara terpadu sesuai kemampuannya.
- Murid dapat berpartisipasi secara positif dalam aktivitas olahraga air bersama kelompok dengan menerapkan sikap fair play, mandiri, dan gotong royong.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Gerakan apa saja yang sudah kamu pelajari dalam renang gaya dada? Coba sebutkan urutannya!
- Menurutmu, bagian mana dari gerakan renang gaya dada yang paling sulit? Mengapa?
- Bagaimana caramu bisa membantu teman yang masih kesulitan saat berenang bersama?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengumpulkan seluruh murid di tepi kolam renang dan mengucapkan salam serta berdoa bersama (± 3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan: hari ini adalah asesmen sumatif praktik renang gaya dada; setiap murid akan menunjukkan kemampuan terbaiknya (± 2 menit).
- Diagnostik awal singkat: guru meminta murid mengacungkan tangan sesuai rasa percaya diri mereka — 'siapa yang merasa sudah siap?', 'siapa yang masih sedikit ragu?' — guru mencatat untuk penyesuaian pendampingan (± 2 menit).
- Murid melakukan pemanasan di darat selama ± 5 menit: peregangan leher, bahu, lengan, pinggang, dan kaki; dilanjutkan simulasi gerakan kaki dan lengan gaya dada di darat secara berpasangan.
- Guru mengingatkan aturan keselamatan di kolam: tidak berlari di tepi kolam, tidak mendorong teman, selalu dengarkan instruksi guru, dan gunakan pelampung bila diperlukan (± 3 menit).
- Guru menjelaskan alur asesmen: murid berenang secara berkelompok kecil (3–4 orang), masing-masing mendapat giliran tampil, sementara teman lain mengamati dan memberikan semangat (± 2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru melakukan demonstrasi singkat di tepi kolam (atau di air dangkal) mengenai rangkaian gerak dasar renang gaya dada: posisi badan streamline, gerakan kaki katak (dorong dan rapatkan), gerakan lengan (tarik ke dada lalu dorong ke depan), dan pengambilan napas (angkat kepala ke depan saat lengan menarik).
- Murid mengamati demonstrasi dengan seksama; guru mengajukan pertanyaan cepat: 'Apa yang terjadi pada kaki saat lengan mendorong ke depan?' untuk memastikan pemahaman urutan gerak.
- Guru menampilkan kartu visual gerak (gambar urutan gerakan gaya dada) yang dipasang di tepi kolam sebagai pengingat visual selama asesmen berlangsung.
- Murid diberi waktu 3 menit untuk mengulang gerakan di darat secara mandiri (shadow practice) sambil membayangkan diri berenang di air — guru mengingatkan mereka untuk 'rasakan setiap gerakan dengan penuh kesadaran'.
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):- Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang) berdasarkan hasil diagnostik awal: kelompok mandiri (percaya diri) dan kelompok dengan pendampingan (masih ragu).
- Setiap kelompok masuk ke kolam secara bergiliran. Murid yang sedang tidak tampil berdiri di tepi kolam mengamati giliran temannya dan bersiap memberikan semangat.
- Setiap murid melakukan renang gaya dada menempuh jarak sesuai kemampuannya (minimal 5 meter untuk kelompok pendampingan, minimal 10 meter untuk kelompok mandiri) — guru menilai menggunakan lembar observasi.
- Guru menilai empat aspek secara bersamaan: (1) posisi badan, (2) gerakan kaki, (3) gerakan lengan, (4) pengambilan napas — dicatat pada lembar asesmen per murid.
- Bagi murid yang mengalami kesulitan teknis, guru memberikan umpan balik singkat dan memberi satu kesempatan ulang (tidak melebihi alokasi waktu kelompok).
- Sementara menunggu giliran, anggota kelompok yang lain bertugas sebagai 'pengamat teman': mereka mengamati satu aspek gerak yang ditugaskan guru (misalnya: 'perhatikan gerak kaki temanmu') — melatih gotong royong dan perhatian positif.
- Guru memastikan suasana asesmen tetap positif, menyenangkan, dan tidak menegangkan: berikan pujian spesifik setelah setiap penampilan ('kaki kamu sudah mendorong dengan kuat!').
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setelah semua murid selesai tampil, seluruh murid duduk melingkar di tepi kolam (di luar air) selama ± 5 menit.
- Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan: 'Gerakan mana yang terasa paling baik hari ini?', 'Apa yang ingin kamu perbaiki kalau ada kesempatan berlatih lagi?'
- Murid mengisi 'Kartu Refleksi Diri' sederhana (3 pertanyaan dengan pilihan gambar/emotikon untuk kelas 3): seberapa yakin dengan gerakan kaki, gerakan lengan, dan pengambilan napas.
- Dua atau tiga murid secara sukarela berbagi cerita singkat tentang pengalaman mereka — guru merespons dengan apresiasi dan motivasi.
- Guru merangkum temuan umum: menyebutkan hal-hal yang sudah bagus secara kolektif dan satu hal yang bisa ditingkatkan bersama ke depan, tanpa menyebut nama untuk hal yang masih perlu perbaikan.
Penutup:- Murid melakukan pendinginan ringan di darat: peregangan otot kaki, bahu, dan lengan secara perlahan sambil mengatur napas (± 3 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi atas semangat dan keberanian semua murid mengikuti asesmen praktik hari ini.
- Guru memberikan gambaran singkat tentang hasil asesmen secara umum (tanpa membandingkan antar murid) dan menginformasikan tindak lanjut pembelajaran berikutnya.
- Murid diminta merapikan peralatan (pelampung, papan renang) bersama-sama sebagai wujud gotong royong.
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang masih dalam tahap pemula mendapatkan kartu visual gerak bergambar yang lebih detail sebagai panduan sebelum tampil. Murid yang sudah mahir dapat melihat video pendek gerakan renang gaya dada yang lebih halus sebagai referensi tambahan.
- Proses: Murid dengan kemampuan terbatas berenang dengan bantuan pelampung di pinggang atau di bawah perut, dan jarak tempuh minimal 5 meter. Murid dengan kemampuan lebih maju berenang tanpa alat bantu dengan jarak minimal 10 meter dan dipersilakan menambah jarak. Guru memberikan pendampingan langsung di air untuk murid yang masih ragu.
- Produk: Semua murid dinilai berdasarkan kemampuan relatif dan perkembangan masing-masing (growth-based assessment), bukan dibandingkan satu sama lain. Murid yang belum mencapai kriteria minimum mendapat catatan tindak lanjut individual dari guru untuk latihan mandiri di pertemuan berikutnya.
ASESMENAwal:- Guru meminta murid mengacungkan tangan untuk menunjukkan tingkat kepercayaan diri (tangan penuh = sangat siap, setengah = agak ragu, tidak mengacungkan = belum siap).
- Guru mengajukan pertanyaan lisan cepat: 'Sebutkan satu gerakan renang gaya dada yang kamu ingat!' — untuk mengaktifkan pengetahuan awal murid.
- Hasil diagnostik digunakan guru untuk menentukan pengelompokan dan tingkat pendampingan selama asesmen praktik.
Proses:- Observasi langsung oleh guru menggunakan lembar checklist saat murid melakukan shadow practice di darat.
- Umpan balik lisan spesifik dari guru kepada setiap murid setelah menyelesaikan renang ('kaki kamu sudah mendorong kuat, coba angkat kepala lebih saat ambil napas').
- Peer observation terstruktur: teman kelompok mengamati satu aspek yang ditugaskan dan menyampaikan satu hal positif yang mereka lihat.
Akhir:- Penilaian praktik renang gaya dada menggunakan lembar observasi rubrik 4 level untuk 4 aspek: posisi badan, gerakan kaki, gerakan lengan, dan pengambilan napas.
- Penilaian sikap (afektif) menggunakan lembar pengamatan: fair play (menghargai giliran dan penampilan teman), kemandirian (berani tampil tanpa didorong), dan gotong royong (merapikan alat, menyemangati teman).
- Kartu Refleksi Diri murid dikumpulkan sebagai bukti asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).
Formatif:- Diagnostik awal: tunjuk tangan tingkat kepercayaan diri sebelum masuk ke air — guru mencatat untuk pengelompokan.
- Observasi guru selama pemanasan di darat: apakah murid mampu melakukan shadow practice gerakan gaya dada dengan urutan yang benar.
- Pengamatan sejawat (peer observation): setiap murid yang menunggu giliran mengamati satu aspek gerak teman dan memberikan umpan balik lisan sederhana.
- Kartu Refleksi Diri: diisi murid setelah praktik menggunakan simbol/emotikon untuk menilai kepercayaan diri pada tiap komponen gerak.
Sumatif:- Praktik renang gaya dada langsung di kolam: dinilai menggunakan lembar observasi 4 aspek (posisi badan, gerakan kaki, gerakan lengan, pengambilan napas) dengan rubrik 4 level.
- Penilaian partisipasi aktif dan sikap: mencakup fair play, kemandirian, dan gotong royong selama kegiatan asesmen berlangsung.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Posisi Badan | Badan tenggelam atau tidak terkontrol, posisi tidak horizontal sama sekali. | Badan berusaha horizontal tetapi sering tenggelam di bagian kaki atau kepala terlalu tinggi. | Badan cukup horizontal di permukaan air dengan sedikit koreksi yang diperlukan. | Badan mempertahankan posisi streamline horizontal secara konsisten sepanjang gerakan. | | Gerakan Kaki | Gerakan kaki tidak beraturan atau menggunakan gerakan kaki gaya bebas/lainnya. | Gerakan kaki katak sudah terlihat (tekuk-dorong-rapatkan) tetapi koordinasi dan tenaga dorongan masih lemah. | Gerakan kaki katak dilakukan dengan koordinasi yang cukup baik dan menghasilkan dorongan ke depan. | Gerakan kaki katak dilakukan dengan kuat, simetris, dan berirama, menghasilkan dorongan efektif secara konsisten. | | Gerakan Lengan | Gerakan lengan tidak teratur atau tidak sesuai pola gaya dada sama sekali. | Pola gerakan lengan (tarik ke dada–dorong ke depan) sudah terlihat tetapi tidak simetris atau timing-nya tidak tepat. | Gerakan lengan simetris dan berpola dengan koordinasi yang cukup baik bersama kaki. | Gerakan lengan simetris, bertenaga, dan terkoordinasi dengan baik bersama gerakan kaki secara konsisten. | | Pengambilan Napas | Tidak ada upaya pengambilan napas yang terorganisir; kepala tidak terangkat atau terangkat terlalu tinggi dan sering. | Ada upaya mengangkat kepala untuk ambil napas tetapi waktunya tidak tepat atau kepala terlalu tinggi sehingga mengganggu posisi badan. | Pengambilan napas dilakukan dengan mengangkat kepala ke depan saat lengan menarik, waktunya cukup tepat. | Pengambilan napas dilakukan secara teratur, kepala terangkat ke depan tepat saat lengan menarik, dan kembali ke posisi semula dengan mulus. | | Koordinasi Rangkaian Gerak (Terpadu) | Gerakan kaki, lengan, dan napas dilakukan terpisah-pisah tanpa koordinasi, tidak menghasilkan kemajuan di air. | Ada upaya menggabungkan gerakan kaki, lengan, dan napas tetapi koordinasi masih terputus-putus. | Rangkaian gerak cukup terpadu: kaki mendorong saat lengan maju ke depan, napas diambil pada waktu yang mendekati tepat. | Rangkaian gerak kaki, lengan, dan napas terpadu secara konsisten dan menghasilkan gerakan renang yang berirama dan efisien ke depan. | | Sikap (Fair Play, Mandiri, Gotong Royong) | Tidak mau menunggu giliran, tidak menyemangati teman, dan perlu terus didorong guru untuk tampil. | Mau menunggu giliran tetapi kurang aktif menyemangati teman; tampil setelah diminta guru. | Menunggu giliran dengan sabar, menyemangati teman, dan berani tampil dengan sedikit dorongan dari guru. | Secara konsisten menerapkan fair play (menghargai teman), tampil dengan mandiri tanpa perlu didorong, dan aktif membantu/menyemangati teman serta merapikan alat bersama. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah alokasi waktu asesmen cukup untuk menilai semua murid secara adil dan tidak terburu-buru?
- Murid mana yang memerlukan tindak lanjut individual (remedi atau pengayaan) berdasarkan hasil asesmen hari ini?
- Apakah pengelompokan dan strategi diferensiasi yang saya terapkan hari ini efektif membantu murid tampil sesuai kemampuannya?
- Apakah suasana asesmen hari ini terasa aman dan menyenangkan bagi semua murid, termasuk yang masih kurang percaya diri?
- Apa yang perlu saya perbaiki dalam merancang asesmen praktik renang untuk pertemuan berikutnya?
Refleksi Murid:- Gerakan renang gaya dada mana yang menurutmu sudah paling bagus hari ini? (posisi badan, kaki, lengan, atau napas)
- Apa satu hal yang ingin kamu latih lebih banyak supaya gerakanmu makin baik?
- Bagaimana perasaanmu saat tampil hari ini — berani, sedikit takut, atau biasa saja? Apa yang membuatmu merasa seperti itu?
- Apakah kamu sudah menyemangati temanmu saat mereka tampil? Bagaimana rasanya?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas III, Muhajir dan Umi Hariyani, Kemdikbudristek 2022 (ISBN: 978-602-427-937-0) — Unit Pembelajaran 6: Aktivitas Permainan dan Olahraga di Air.
- Kolam renang atau fasilitas air yang aman dan sesuai (kolam dangkal ± 60–90 cm untuk kelas 3).
- Pelampung renang (kick board) dan pelampung tubuh (body float) sebagai alat bantu diferensiasi.
- Kartu visual gerak dasar renang gaya dada (gambar urutan posisi badan, kaki, lengan, napas) yang dipasang di tepi kolam.
- Lembar observasi/penilaian praktik renang (disiapkan guru) dengan rubrik 4 aspek.
- Kartu Refleksi Diri murid dengan pilihan emotikon/gambar (ramah untuk kelas 3).
- Peluit guru sebagai alat komunikasi dan keselamatan di kolam.
- Video pendek gerakan renang gaya dada yang benar (opsional, sebagai referensi pengayaan untuk murid cepat — dapat diakses melalui internet).
|