Modul AjarPertemuan 3Bab 6Fase BSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 3: Gerak Dasar Gerakan Lengan Renang Gaya Dada

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 3 dengan topik "Gerak Dasar Gerakan Lengan Renang Gaya Dada". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 3: Gerak Dasar Gerakan Lengan Renang Gaya Dada

PJOK - Kelas 3

Bab 6 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Gerak Dasar Gerakan Lengan Renang Gaya Dada

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikGerak Dasar Gerakan Lengan Renang Gaya Dada
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan prosedur gerak dasar gerakan lengan renang gaya dada dengan benar.
  2. Murid dapat mempraktikkan gerak dasar gerakan lengan renang gaya dada dengan berbagai variasi (dipegang teman/guru, mengepit pelampung) di kolam dangkal.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat orang berenang gaya dada? Bagaimana gerakan tangannya saat meluncur di air?
  2. Menurutmu, mengapa gerakan lengan sangat penting agar tubuh bisa maju di dalam air?
  3. Apa yang kamu rasakan jika tangan tidak bergerak dengan benar saat berenang — apakah tubuh akan tetap melaju atau malah diam?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengumpulkan murid di tepi kolam dangkal dan memberi salam serta memimpin doa bersama sebelum kegiatan dimulai.
  • Guru melakukan presensi dan memastikan semua murid dalam kondisi sehat dan siap beraktivitas di air.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru bertanya singkat kepada murid — 'Siapa yang pernah mencoba berenang gaya dada? Coba tunjukkan bagaimana gerakan tangannya!' — untuk mengetahui pengetahuan dan pengalaman awal murid tentang gerakan lengan renang gaya dada.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar menjelaskan dan mempraktikkan gerak dasar lengan renang gaya dada.
  • Guru memimpin pemanasan di darat: murid berdiri tegak, merentangkan kedua tangan ke samping, memutar pergelangan tangan, mengayunkan lengan ke depan-belakang, dan melakukan peregangan bahu selama ± 5 menit.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid tentang fungsi gerakan lengan dalam renang gaya dada.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan gerakan lengan renang gaya dada di darat secara perlahan: berdiri tegak dengan kedua lutut sedikit ditekuk, kedua tangan lurus ke depan, pandangan 1 meter ke depan, putar kedua telapak tangan menekan ke bawah hingga dagu, lalu luruskan kembali kedua lengan ke depan dengan telapak tangan menghadap ke bawah.
  • Murid mengamati demonstrasi guru dan diminta menyebutkan bagian gerakan mana yang menurut mereka paling sulit (penalaran kritis).
  • Guru menjelaskan secara verbal prosedur tiap fase gerakan lengan: fase tarikan (pull), fase dorong (push), dan fase pemulihan (recovery), dengan bahasa sederhana yang sesuai usia kelas 3.
  • Murid mempraktikkan gerakan lengan di darat bersama-sama mengikuti aba-aba guru sebanyak 2–3 kali pengulangan, sambil guru mengecek postur dan gerakan tiap murid.
  • Guru memberikan umpan balik lisan singkat kepada seluruh kelas tentang kesalahan umum yang terlihat (misalnya: tangan kurang lurus, tarikan terlalu pendek) dan cara memperbaikinya.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid masuk ke kolam dangkal dengan pendampingan guru, berdiri di posisi aman.
  • Variasi 1 — Gerakan lengan di air secara mandiri: Murid berdiri di kolam dangkal, mencondongkan badan ke depan, lalu mempraktikkan gerakan lengan renang gaya dada di air (seperti latihan di darat) secara berulang 2–3 kali. Guru mengamati dan memberikan koreksi individual.
  • Variasi 2 — Gerakan lengan dipegang teman/guru: Murid berpasangan; satu murid memposisikan diri telentang dengan kedua tangan lurus ke depan, sementara pasangannya memegang kaki agar posisi badan lurus. Murid yang berbaring mempraktikkan gerakan lengan gaya dada sejauh 8–10 meter, diulang 2–3 kali, lalu berganti peran.
  • Variasi 3 — Gerakan lengan dengan mengepit pelampung: Murid berdiri di kolam dangkal, mengepit papan pelampung di antara kedua paha/betis, meluruskan kedua lengan ke depan, badan terapung, lalu mempraktikkan gerakan lengan gaya dada sejauh 8–10 meter sebanyak 2–3 kali.
  • Selama kegiatan, guru berkeliling untuk memberikan umpan balik formatif: mengoreksi posisi tangan, kedalaman tarikan, dan ritme gerakan masing-masing murid.
  • Antar-murid saling memberi semangat dan umpan balik sederhana kepada pasangannya ('tangannya sudah bagus', 'coba tarikannya lebih dalam') untuk membangun kolaborasi dan komunikasi positif.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid keluar dari kolam, duduk atau berdiri melingkar di tepi kolam bersama guru.
  • Guru memfasilitasi diskusi refleksi singkat dengan pertanyaan: 'Gerakan lengan mana yang paling mudah bagimu? Mana yang paling sulit? Mengapa?'
  • Beberapa murid secara sukarela menceritakan pengalaman dan kesulitan yang mereka rasakan selama praktik (mengelola proses belajar secara mandiri dan reflektif).
  • Guru mengajak murid membandingkan gerakan lengan di darat dengan di air: 'Apa perbedaan yang kamu rasakan? Mengapa air membuat gerakan terasa berbeda?' untuk membangun pemahaman bermakna.
  • Murid mengisi lembar refleksi sederhana (atau menjawab secara lisan) dengan tiga pertanyaan: (1) Apa yang sudah aku bisa lakukan? (2) Apa yang masih perlu aku latih? (3) Bagaimana caraku agar lebih baik di latihan berikutnya?
  • Guru merangkum poin-poin refleksi murid dan menghubungkannya dengan tujuan pembelajaran hari ini sebagai penutup tahap inti.

Penutup:

  • Guru memimpin pendinginan ringan di darat: merentangkan lengan, memutar bahu perlahan, dan menggoyang-goyangkan tangan untuk merilekskan otot lengan dan bahu.
  • Asesmen akhir: Guru meminta 2–3 murid secara acak untuk mendemonstrasikan kembali satu variasi gerakan lengan (mandiri/dipegang/mengepit pelampung) sebagai bukti capaian TP 3.6.3.2, sementara murid lain mengamati.
  • Guru memberikan apresiasi verbal kepada seluruh kelas atas usaha dan semangat berlatih hari ini.
  • Guru menyampaikan poin-poin penting yang sudah dipelajari: prosedur gerakan lengan gaya dada dan tiga variasinya.
  • Guru menginformasikan materi pertemuan berikutnya agar murid dapat mempersiapkan diri.
  • Guru memimpin doa penutup dan mengucapkan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum memahami prosedur gerakan lengan diberikan kartu visual bergambar langkah-langkah gerakan lengan gaya dada yang dapat dipegang saat berlatih. Murid yang sudah memahami diberikan tantangan tambahan: mencoba menggabungkan gerakan lengan dengan meluncur ringan tanpa bantuan.
  • Proses: Murid yang kesulitan (lambat): guru memberikan pendampingan individual lebih intensif pada Variasi 1 (di air mandiri) sebelum melanjutkan ke variasi dipegang teman. Murid yang cepat: dipersilakan berlatih Variasi 3 (mengepit pelampung) lebih banyak repetisi dan mencoba menjaga ritme gerakan lebih konsisten.
  • Produk: Murid yang belum berkembang cukup mendemonstrasikan gerakan lengan di tempat (statis). Murid yang berkembang mendemonstrasikan gerakan lengan sambil bergerak maju 8–10 meter dengan salah satu variasi pilihannya.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di awal kegiatan pendahuluan: guru bertanya 'Siapa yang pernah melihat atau mencoba renang gaya dada? Bagaimana gerakan tangannya?' untuk mengidentifikasi pengetahuan dan pengalaman awal murid.
  • Guru meminta murid menirukan gerakan lengan renang gaya dada secara bebas (tanpa instruksi) selama 30 detik untuk mengetahui kemampuan awal gerak masing-masing murid.

Proses:

  • Observasi guru menggunakan lembar ceklis selama praktik Variasi 1, 2, dan 3: mencatat ketepatan posisi tangan (lurus ke depan), kedalaman tarikan (hingga dagu), dan pemulihan (lengan kembali lurus).
  • Pertanyaan pancingan individual saat guru berkeliling: 'Kenapa tadi tanganmu tidak balik ke posisi lurus? Coba pikirkan — apa yang harus dilakukan setelah tarikan selesai?'
  • Penilaian diri oleh murid pada tahap Merefleksi: murid menjawab tiga pertanyaan refleksi tentang apa yang sudah dikuasai dan apa yang masih perlu diperbaiki.

Akhir:

  • Demonstrasi praktik akhir: murid dipanggil secara individual atau berpasangan untuk mempraktikkan gerakan lengan gaya dada dengan salah satu variasi (dipegang teman atau mengepit pelampung) sejauh 8–10 meter. Guru menilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Penjelasan lisan: murid menyebutkan prosedur gerakan lengan gaya dada (minimal 3 langkah berurutan) kepada guru sebagai bukti ketercapaian TP 3.6.3.1.

Formatif:

  • Observasi langsung oleh guru selama praktik di air: guru menggunakan lembar ceklis untuk mencatat ketepatan posisi tangan, kedalaman tarikan, dan ritme gerakan tiap murid.
  • Tanya jawab lisan saat tahap Memahami: guru mengajukan pertanyaan tentang prosedur gerakan lengan untuk mengukur pemahaman konsep murid.
  • Umpan balik sejawat: saat Variasi 2 (dipegang teman), murid yang memegang diminta memberikan komentar sederhana tentang gerakan pasangannya.

Sumatif:

  • Demonstrasi praktik di akhir pembelajaran: murid mempraktikkan salah satu variasi gerakan lengan (dipegang teman atau mengepit pelampung) sejauh 8–10 meter, dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Penjelasan lisan singkat: murid menyebutkan minimal 3 langkah prosedur gerakan lengan renang gaya dada secara berurutan kepada guru.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Prosedur Gerakan Lengan (TP 3.6.3.1)Murid belum dapat menyebutkan langkah-langkah gerakan lengan gaya dada secara berurutan, atau hanya menyebutkan 1 langkah dengan benar.Murid dapat menyebutkan 2 langkah gerakan lengan gaya dada secara berurutan dengan sedikit bantuan guru.Murid dapat menjelaskan 3–4 langkah prosedur gerakan lengan gaya dada secara berurutan dan benar tanpa bantuan guru.Murid dapat menjelaskan seluruh prosedur gerakan lengan gaya dada (mulai posisi awal hingga pemulihan) secara lengkap, berurutan, dan benar, serta mampu menunjukkan perbedaan gerakan yang benar dan yang salah.
Praktik Gerakan Lengan — Posisi dan Teknik (TP 3.6.3.2)Murid belum dapat memposisikan kedua tangan lurus ke depan dan belum menunjukkan pola tarikan-dorong-pemulihan yang dapat diidentifikasi.Murid dapat melakukan gerakan tarikan tangan ke bawah hingga dagu, namun posisi awal tangan belum lurus dan pemulihan belum sempurna. Membutuhkan koreksi dari guru.Murid dapat melakukan gerakan lengan (posisi awal — tarikan — dorong — pemulihan) dengan cukup benar pada salah satu variasi (dipegang teman atau mengepit pelampung) sejauh 8–10 meter dengan 1–2 koreksi minor.Murid dapat melakukan gerakan lengan secara lengkap dan benar (posisi awal lurus, tarikan hingga dagu, pemulihan kembali lurus) pada kedua variasi (dipegang teman DAN mengepit pelampung) sejauh 8–10 meter dengan ritme yang konsisten dan tanpa koreksi berarti.
Kolaborasi dan Keselamatan Saat Praktik BerpasanganMurid belum menunjukkan sikap kerja sama saat praktik berpasangan (tidak mau memegang kaki teman, tidak bergantian, atau mengganggu teman lain).Murid mau berpasangan dan bergantian peran, namun masih perlu diingatkan guru untuk menjaga keselamatan dan posisi yang benar saat memegang kaki teman.Murid aktif bekerja sama dengan pasangan, bergantian peran dengan tertib, dan secara mandiri menjaga keselamatan diri dan teman selama praktik.Murid aktif bekerja sama, memberikan umpan balik positif kepada pasangan, menjaga keselamatan dengan penuh kesadaran, dan membantu teman lain yang mengalami kesulitan atas inisiatif sendiri.
Refleksi Diri dan Kemandirian BelajarMurid belum dapat mengidentifikasi bagian gerakan yang sudah dikuasai maupun yang masih sulit, atau tidak mau mencoba berlatih kembali setelah mendapat koreksi.Murid dapat menyebutkan satu hal yang sudah bisa dilakukan atau satu hal yang masih sulit dengan bantuan pertanyaan guru.Murid dapat mengidentifikasi apa yang sudah dikuasai dan apa yang masih perlu diperbaiki, serta mau mencoba kembali setelah mendapat masukan.Murid dapat mengevaluasi proses belajarnya sendiri secara mandiri, menyebutkan langkah konkret yang akan dilakukan untuk memperbaiki gerakan, dan menunjukkan motivasi yang tinggi untuk terus berlatih.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil memahami prosedur gerakan lengan renang gaya dada hari ini? Murid mana yang masih membutuhkan pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah urutan kegiatan (darat → air mandiri → dipegang teman → mengepit pelampung) sudah efektif membantu murid membangun pemahaman dan keterampilan secara bertahap?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan hari ini sudah menjangkau kebutuhan murid yang lambat maupun yang cepat?
  • Apakah alokasi waktu untuk tiap variasi sudah proporsional? Adakah variasi yang perlu mendapat lebih banyak waktu pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Gerakan lengan mana yang paling mudah bagimu hari ini — di darat, dipegang teman, atau mengepit pelampung? Mengapa?
  • Apa bagian gerakan lengan yang masih terasa sulit? Apa yang akan kamu lakukan agar bisa lebih baik?
  • Bagaimana perasaanmu saat membantu memegang kaki teman? Apa yang kamu pelajari dari pengalaman itu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas III (Gambar 6.6, 6.7, 6.8, 6.9)
  2. Papan pelampung renang (pull buoy atau kickboard) — satu per murid atau dua berbagi
  3. Kolam renang dangkal (kedalaman setinggi pinggang murid kelas 3, ± 60–80 cm)
  4. Peluit guru untuk tanda mulai, berhenti, dan pergantian variasi
  5. Kartu visual bergambar langkah-langkah gerakan lengan gaya dada (untuk diferensiasi murid yang membutuhkan panduan visual)
  6. Lembar observasi/ceklis guru untuk asesmen proses praktik
  7. Lembar refleksi diri murid (dapat berupa lembar cetak sederhana atau dijawab lisan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.