MODUL AJAR PJOK — Kelas 3 (Fase B) Topik: Bab 6 — Aktivitas Permainan dan Olahraga di Air INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Bab 6 — Aktivitas Permainan dan Olahraga di Air |
|---|
| Alokasi Waktu | 13 JP (13 x 35 menit = 455 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 5 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 3.6.1 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dalam situasi gerak yang baru pada aktivitas permainan dan olahraga di air
- TP 3.6.2 Menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak pada aktivitas permainan dan olahraga di air
- TP 3.6.3 Menerapkan peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani permainan air
- TP 3.6.4 Berpartisipasi dalam berbagai aktivitas jasmani dan mengenali faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan di air
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana posisi tubuh dan kedua lengan agar badan kita dapat meluncur lurus dan jauh di permukaan air?
- Bagian tubuh mana yang menjadi pangkal ayunan saat melakukan gerakan kaki di air agar dorongan tubuh menjadi lebih kuat?
- Kapan waktu yang paling tepat untuk mengangkat kepala mengambil napas saat lengan mengayuh di air agar badan tidak tenggelam?
- Bagaimana caramu menyesuaikan kayuhan tangan agar dorongan meluncur di air terasa lebih jauh dan napas tidak tersengal?
- Mengapa dalam setiap permainan di air kita harus menaati peraturan yang sudah disepakati?
- Apa yang kita rasakan jika ada teman yang berlaku jujur dan mengakui saat terkena lemparan bola air?
- Apa hal yang membuat kalian merasa senang dan bersemangat saat bermain di dalam air?
- Mengapa bermain air bersama teman terasa lebih menggembirakan daripada bermain sendirian?
- Bagaimana caramu mengatur kayuhan lengan, dorongan kaki, dan tarikan napas agar dapat meluncur mulus sejauh 5 sampai 7 meter di air?
- Mengapa kita harus menaati aturan dan tidak saling mendorong saat bermain air bersama teman?
- Apa satu hal utama yang membuatmu merasa sangat gembira saat beraktivitas di dalam kolam air?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menghaluskan Keterampilan Gerak Fundamental Meluncur dan Gerakan Kaki pada Aktivitas Air — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.6.1 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dalam situasi gerak yang baru pada aktivitas permainan dan olahraga di air
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di tepi kolam renang dangkal, memimpin doa bersama, memeriksa presensi, serta memastikan kesiapan perlengkapan renang murid (5 menit).
- Guru memandu pemanasan statis dan dinamis di darat yang berfokus pada peregangan otot tungkai, pergelangan kaki, serta persendian bahu (10 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta 3 murid secara acak memperagakan posisi streamline di tepi kolam dan mengajukan 2 pertanyaan kesiapan gerak dasar air: (1) 'Bagaimana posisi kedua tangan saat meluncur?' (acuan: lurus merapat di samping telinga menjepit kepala); (2) 'Dari mana pangkal gerak saat mencambuk kaki ke atas-bawah?' (acuan: pangkal paha/pinggul, bukan tekukan lutut). Guru mengelompokkan kesiapan awal murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru mendemonstrasikan dan menjelaskan penghalusan gerak meluncur (tubuh sejajar permukaan air/streamline, kepala masuk di antara kedua lengan) dan gerakan pukulan/cambukan kaki renang yang berpangkal dari paha dengan pergelangan kaki lentur rileks (10 menit).
- Murid mengamati peragaan guru dan secara serentak mempraktikkan pengenalan posisi streamline serta kayuhan kaki di bibir kolam/dinding kolam sambil memegang tepi dinding kolam dangkal (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Latihan 1: Murid mempraktikkan gerak fundamental meluncur dari tolakan dinding kolam menuju guru atau teman penangkap sejauh 3-5 meter secara mandiri dan berulang (15 menit).
- Latihan 2: Murid mempraktikkan gerakan kaki berulang di tempat sambil memegang dinding kolam atau papan luncur, memastikan cambukan kaki berasal dari paha dan lutut tidak menekuk tajam (15 menit).
- Tantangan Menggembirakan (Permainan Roket Air Meluncur): Murid dibagi ke dalam lintasan kecil untuk mengikuti tantangan meluncur sambil menggerakkan kaki melewati rintangan 'gerbang busa terapung' tanpa menyentuhnya, meluncur sejauh mungkin dengan dorongan kaki yang halus dan lurus (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan murid di pinggir kolam dangkal untuk mengevaluasi hambatan gerak tubuh (misalnya kepala terlalu tegak sehingga kaki tenggelam atau lutut terlalu ditekuk saat mengayuh) (10 menit).
Penutup:- Murid melakukan gerakan pendinginan di air dangkal (mengayun tungkai perlahan dan relaksasi pernapasan) (5 menit).
- Guru melakukan cek penguasaan gerak melalui asesmen akhir singkat, memberikan apresiasi atas kemandirian dan usaha murid, serta menginstruksikan murid membilas diri secara tertib (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan alat bantu papan luncur (kickboard) di dada untuk melatih keseimbangan meluncur, sedangkan murid yang sudah mahir meluncur langsung tanpa alat bantu.
- Proses: Murid yang masih ragu diberi pendampingan guru dari jarak dekat saat menolak dinding kolam; murid yang mahir mencoba memperpanjang jarak jangkauan luncuran dan meningkatkan frekuensi cambukan kaki yang stabil.
- Produk: Jarak dan kestabilan luncuran disesuaikan dengan tingkat kenyamanan murid di kolam dangkal (jarak 3 meter untuk pemula, hingga 6-8 meter untuk yang mahir).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan dan demonstrasi singkat di tepi kolam: (1) Posisi tangan saat meluncur (acuan: lurus ke depan merapat di samping telinga); (2) Pangkal gerakan kaki (acuan: berpangkal dari pinggul/pangkal paha dengan lutut rileks, bukan menekuk lutut secara dominan).
Proses:- Pengamatan langsung unjuk kerja gerak meluncur dan gerakan kaki saat latihan mandiri dan tantangan roket air. Kriteria yang diamati: (1) Posisi streamline (tubuh horizontal sejajar air, kepala sejajar lengan); (2) Ketepatan cambukan kaki (berpangkal paha, ujung kaki lentur, lutut tidak tertekuk berlebihan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman gerak dan unjuk kebolehan akhir (1 repetisi meluncur + gerakan kaki sejauh 4 meter): guru mengamati apakah murid mampu mempertahankan posisi tubuh horizontal dan pukulan kaki teratur tanpa berhenti sebelum mencapai tanda 4 meter (acuan ketercapaian: tubuh streamline datar di permukaan dan cambukan kaki bersumber dari pangkal paha minimal sejauh 4 meter).
Formatif:- Observasi unjuk kerja gerak fundamental meluncur dan gerakan kaki di air dangkal menggunakan lembar ceklis
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penghalusan Gerak Meluncur (Streamline) | Belum mampu meluncur mandiri; posisi tubuh miring atau kepala mendongak sehingga kaki langsung tenggelam kurang dari 1 meter dari dinding kolam. | Mampu meluncur dengan dorongan dinding kolam sejauh 1-2 meter, tetapi kepala masih sering terangkat dan posisi tubuh belum sejajar permukaan air secara konsisten. | Mampu meluncur dengan posisi tubuh sejajar permukaan air (streamline), kepala lurus di antara kedua lengan menjepit telinga, menjangkau 3-4 meter secara mandiri. | Mampu meluncur dengan posisi tubuh sangat sejajar dan efisien (streamline sempurna), stabil, lurus, dan mencapai jarak lebih dari 4 meter secara konsisten tanpa goyah. | | Penghalusan Gerakan Kaki di Air | Gerakan kaki mengayuh dengan lutut menekuk tajam (seperti mengayuh sepeda) dan tidak menghasilkan daya dorong ke depan. | Gerakan kaki mulai mencambuk ke atas-bawah, namun sesekali masih menekuk lutut secara berlebihan dan dorongan masih lemah. | Gerakan kaki mencambuk secara teratur bergantian ke atas dan ke bawah berpangkal dari paha dengan pergelangan kaki lentur rileks menghasilkan dorongan maju yang jelas. | Gerakan kaki sangat halus, teratur, dan stabil berpangkal dari paha, pergelangan kaki lentur sempurna, serta mendorong laju tubuh secara konsisten dan bertenaga. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu praktik di air dangkal sudah efektif membuat setiap murid mendapatkan kesempatan mengulang gerak meluncur dan gerakan kaki?
- Bagaimana respons murid terhadap tantangan 'roket air meluncur', dan strategi apa yang perlu disesuaikan untuk murid yang masih takut memasukkan kepala ke dalam air?
Murid:- Bagian mana dari gerakan meluncur atau gerakan kaki yang terasa paling mudah dan paling sulit dilakukan?
- Apa yang kamu rasakan saat tubuhmu berhasil meluncur lurus dan melayang di atas air?
Pertemuan 2 — Menyesuaikan Strategi Gerak Kayuhan Lengan dan Pengambilan Napas pada Olahraga Air — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.6.2 Menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak pada aktivitas permainan dan olahraga di air
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, mengecek kehadiran, serta memastikan kesiapan fisik murid untuk beraktivitas di kolam dangkal (5 menit).
- Guru memandu pemanasan statis dan dinamis di tepi kolam yang berfokus pada peregangan otot bahu, lengan, dan leher untuk mencegah cedera kram di air (10 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya-jawab berpasangan mengenai prinsip koordinasi gerak lengan dan napas: 'Saat tangan menarik air ke belakang dada, apa yang harus dilakukan oleh kepala?' (acuan jawaban: kepala diangkat/ditengokkan ke atas permukaan air untuk mengambil napas melalui mulut) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru dari tepi kolam mengenai ritme strategi gerak kayuhan lengan dan pengambilan napas: dorongan kayuhan satu lengan diikuti tarikan napas saat kepala naik, kemudian kepala masuk kembali ke air saat lengan lurus ke depan menghembuskan udara (15 menit).
- Murid mempraktikkan simulasi gerak lengan berirama dan mengangkat kepala di tempat pada tepi kolam dangkal tanpa berpindah tempat untuk mengenali kesesuaian waktu tarikan napas dan kayuhan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid mencoba menyesuaikan ritme gerak kayuhan lengan dan pengambilan napas di air dangkal sejauh 5 meter menggunakan bantuan papan luncur (kickboard) dipegang satu tangan secara bergantian, menyesuaikan kapan harus mengangkat dagu saat satu lengan menarik air (15 menit).
- Dalam permainan tantangan 'Estafet Kayuh Napas Berirama', murid secara mandiri meluncur dan menyesuaikan strategi kayuhan lengan serta pengambilan napas secara konsisten melintasi jarak 8 meter menuju garis batas tanpa berhenti di tengah lintasan (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid beristirahat di pinggir kolam dan mengevaluasi penyesuaian strategi gerak yang baru saja dilakukan: murid mengidentifikasi apakah kepalanya terangkat terlalu cepat atau terlalu lambat saat kayuhan lengan menarik air (10 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap penyesuaian ritme kayuhan dan waktu angkat kepala yang dilakukan murid saat praktik (10 menit).
Penutup:- Guru memandu pendinginan di tepi kolam dengan mengayunkan lengan perlahan dan mengatur napas rileks (5 menit).
- Guru merangkum prinsip penyesuaian strategi kayuhan lengan dan napas pada olahraga air hari ini, memberikan apresiasi atas kedisiplinan murid, mengingatkan prosedur bilas diri yang bersih, dan menutup sesi dengan doa bersama (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang masih ragu diberikan panduan lintasan lebih dekat ke dinding tepi kolam, sedangkan murid yang mahir diberikan tantangan lintasan 10 meter.
- Proses: Murid yang mengalami kesulitan mengangkat kepala saat mengayuh didampingi dengan pelampung dada/papan luncur ganda; murid yang sudah lancar berlatih mengoordinasikan ayunan lengan kanan-kiri secara bergantian tanpa papan pelampung.
- Produk: Penyesuaian gerak dinilai berdasarkan ketepatan timing angkat kepala saat tarikan kayuhan lengan pada jarak tempuh yang disesuaikan kesiapan murid (5 meter atau 8 meter).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Kapan saat yang tepat untuk mengambil napas ketika tangan sedang mengayuh air?' (Acuan jawaban benar: Saat tangan mendayung/menarik air ke belakang mendekati pinggang dan kepala terangkat ke atas permukaan air sebelum tangan meluncur kembali ke depan).
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja saat murid meluncur dan mengayuh di air dangkal. Indikator pengamatan: (1) Menyesuaikan kayuhan lengan secara teratur (menarik dan mendorong ke belakang air); (2) Menyesuaikan waktu pengambilan napas (mengangkat kepala tepat saat lengan menarik air, bukan saat meluncur diam); (3) Menjaga badan tetap sejajar permukaan air selama bergerak.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta murid memperagakan dengan gestur berdiri di tempat mengenai urutan koordinasi: tarikan kayuhan tangan -> kepala terangkat mengambil napas -> tangan kembali lurus ke depan dan kepala masuk ke air (Kriteria penerimaan: urutan peragaan menunjukkan kepala terangkat bertepatan dengan tarikan tangan ke belakang).
Formatif:- Observasi unjuk kerja penyesuaian strategi kayuhan lengan dan pengambilan napas saat melintasi lintasan air dangkal.
- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran tentang waktu pengambilan napas saat lengan mengayuh.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyesuaian strategi gerak kayuhan lengan dan pengambilan napas | Belum mampu menyesuaikan timing antara kayuhan lengan dan pengambilan napas (mengangkat kepala sebelum lengan mengayuh atau berhenti total saat mengambil napas). | Mulai mampu menyesuaikan timing kayuhan lengan dan napas, namun ritme masih terputus-putus dan kepala terangkat terlalu tinggi sehingga badan tenggelam. | Mampu menyesuaikan ritme kayuhan lengan dan pengambilan napas secara konsisten pada jarak minimal 5 meter tanpa berhenti mendadak. | Mampu menyesuaikan ritme kayuhan lengan dan pengambilan napas secara mandiri, lancar, dan efisien melintasi lintasan 8 meter atau lebih dengan posisi badan tetap streamline. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan keselamatan di kolam dangkal berjalan optimal sehingga seluruh murid merasa aman saat mencoba mengambil napas?
- Bagaimana variasi penggunaan papan luncur membantu murid yang mengalami kendala koordinasi kayuhan lengan dan angkat kepala?
Murid:- Bagian mana dari gerakan tadi yang paling menantang: saat mengayuhkan tangan atau saat mengangkat kepala mengambil napas?
- Penyesuaian apa yang berhasil kamu lakukan agar air tidak tertelan saat bernapas di atas air?
Pertemuan 3 — Menerapkan Peraturan untuk Menumbuhkan Fair Play dalam Permainan Air — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.6.3 Menerapkan peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani permainan air
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di tepi kolam dangkal, memimpin doa, memeriksa kehadiran, serta memastikan kesiapan fisik dan pakaian renang murid (3 menit).
- Guru melakukan pemanasan ringan di area kolam dangkal serta menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menerapkan peraturan permainan air demi menciptakan suasana fair play (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan 2 skenario sikap bermain fair play (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan konsep peraturan dan sikap fair play dalam permainan air 'Bola Beracun Air' (Water Dodgeball dangkal), yaitu: (1) memulai gerak hanya setelah peluit dibunyikan, (2) melempar bola spons hanya ke arah badan ke bawah, dan (3) bersikap jujur mengakui bila terkena lemparan dengan langsung mengangkat tangan keluar garis pembatas (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid dibagi ke dalam kelompok dan mempraktikkan permainan air 'Bola Beracun Air' di kolam dangkal dengan mematuhi ketiga peraturan fair play yang telah disepakati (24 menit).
- Murid melanjutkan putaran kedua permainan air dengan saling mengamati kepatuhan terhadap aturan: menunggu giliran melempar, tidak mendorong kawan di air, dan secara jujur berpindah peran ketika terkena bola (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan murid di undakan tepi kolam untuk merefleksikan pengalaman bermain: murid diminta mengangkat tangan atau menyebutkan tindakan fair play apa saja yang telah mereka terapkan selama permainan berlangsung (5 menit).
Penutup:- Guru memandu gerakan pendinginan bersama di air dangkal dan mengatur pernapasan (4 menit).
- Guru memberikan umpan balik ketercapaian penerapan fair play dalam permainan air dan menginformasikan kegiatan pertemuan berikutnya ( aktivitas jasmani menyenangkan di air) tanpa menutup keseluruhan bab (4 menit Review/Umpan balik), lalu menutup sesi dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan visual diberikan demonstrasi isyarat tangan dan peluit tanda aturan fair play sebelum permainan dimulai.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu mengakui terkena lemparan, guru mendampingi di samping batas garis; murid yang sudah sangat patuh diberi peran menjadi pengamat netral di tepi garis permainan secara bergantian.
- Produk: Tingkat kepatuhan penerapan fair play diamati dari konsistensi mengikuti aturan selama 1 hingga 2 babak permainan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat berupa 2 skenario aturan permainan air: Skenario 1: 'Jika bola spons menyentuh kakimu di air tetapi wasit tidak melihat, apa yang kamu lakukan?' (Acuan jawaban benar: Mengakui dengan jujur/mengangkat tangan bahwa terkena bola). Skenario 2: 'Kapan kamu boleh mulai bergerak mengejar bola?' (Acuan jawaban benar: Menunggu peluit atau aba-aba berbunyi).
Proses:- Lembar observasi kepatuhan aturan fair play saat permainan air dengan 3 indikator: (1) Memulai/menghentikan gerak tepat saat aba-aba peluit, (2) Melempar bola air sesuai target yang diizinkan (badan ke bawah) tanpa mendorong teman, (3) Jujur mengakui saat tersentuh bola tanpa berdebat.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan 3 perilaku saat permainan air: (1) Berhenti saat peluit ditiup, (2) Berpura-pura tidak terkena bola, (3) Menjaga keselamatan kawan tanpa mendorong. Murid secara serentak menentukan mana yang mencerminkan fair play (Acuan jawaban benar: perilaku 1 dan 3 adalah fair play, perilaku 2 bukan fair play).
Formatif:- Observasi unjuk kerja penerapan aturan fair play selama permainan air menggunakan lembar ceklis
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Peraturan untuk Menumbuhkan Fair Play dalam Permainan Air | Belum menerapkan 3 aturan fair play permainan air (masih bergerak mendahului aba-aba, melempar sembarangan/mendorong, dan tidak mengakui saat terkena bola). | Menerapkan 1 dari 3 aturan fair play permainan air (misal: hanya berhenti saat peluit berbunyi, tetapi masih belum jujur saat terkena bola atau melempar tidak sesuai aturan). | Menerapkan 2 dari 3 aturan fair play permainan air dengan konsisten selama permainan berlangsung. | Menerapkan seluruh 3 aturan fair play permainan air (disiplin aba-aba peluit, melempar aman sesuai batas sasaran tanpa mendorong, dan jujur mengakui bila terkena lemparan) secara konsisten dan mandiri tanpa perlu diingatkan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain permainan air di kolam dangkal memudahkan seluruh murid untuk mempraktikkan sikap fair play?
- Bagaimana respons murid saat harus mengakui kekalahan atau terkena sentuhan bola secara jujur?
Murid:- Aturan permainan air mana yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu patuhi hari ini?
- Bagaimana perasaanmu ketika teman-teman satu kelompok bermain secara jujur dan tertib?
Pertemuan 4 — Berpartisipasi dalam Aktivitas Jasmani dan Mengenali Faktor yang Menyebabkan Aktivitas Air Menyenangkan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.6.4 Berpartisipasi dalam berbagai aktivitas jasmani dan mengenali faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan di air
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di tepi kolam dangkal, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memastikan kesiapan pakaian renang murid (3 menit).
- Guru memandu pemanasan statis dan dinamis sederhana di darat yang berorientasi peregangan otot tungkai dan lengan untuk keselamatan beraktivitas di air (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu aktif berpartisipasi dalam permainan air serta mengenali hal-hal yang membuat aktivitas air menyenangkan, dilanjutkan dengan asesmen awal tanya-jawab (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperkenalkan 4 faktor penyebab aktivitas jasmani di air menyenangkan melalui peraga visual kartu faktor: (1) Suasana bermain yang riang dan segar, (2) Keberadaan teman untuk bermain bersama, (3) Variasi gerakan bebas seperti berjalan, menciprat, dan melompat kecil, serta (4) Keberhasilan menyelesaikan tantangan permainan air (acuan pemahaman: 4 faktor tersebut) (5 menit).
- Guru mengajak murid masuk ke kolam dangkal (setinggi dada/pinggang anak) secara berkesadaran, merasakan sensasi kesegaran air, dan menanyakan faktor rasa senang pertama yang langsung dirasakan murid saat menyentuh air (acuan: faktor kesegaran air) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid berpartisipasi dalam permainan air pertama 'Menjaring Ikan Ceria': murid bergerak aktif membentuk lingkaran dan berjalan/berlari kecil di air dangkal mengikuti aba-aba tanpa dituntut teknik renang khusus (10 menit).
- Murid berpartisipasi dalam permainan air kedua 'Estafet Bola Apung Gembira': murid dibagi ke dalam kelompok kecil untuk memindahkan bola plastik apung dari tepi ke keranjang apung di depannya secara bergantian dengan berjalan atau mencipratkan air (15 menit).
- Guru membagikan Lembar Ceklist Faktor Menyenangkan berisi 4 faktor yang telah dipelajari, lalu murid memberi tanda centang pada faktor-faktor yang benar-benar mereka rasakan saat mengikuti kedua permainan air tadi (acuan: lembar memuat 4 faktor: suasana segar, teman bermain, ragam gerak bebas, berhasil memindahkan bola) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid duduk melingkar di tepi kolam dangkal sambil mengeringkan badan dan secara bergantian menyebutkan minimal 2 faktor yang membuat mereka merasa senang selama permainan air berlangsung (acuan faktor: kesegaran air, bermain bersama teman, kebebasan bergerak, rasa puas mencoba permainan) (5 menit).
Penutup:- Guru memandu pendinginan ringan dengan mengayunkan lengan dan menarik napas dalam-dalam di tepi kolam (4 menit).
- Guru memberikan penguatan terkait pentingnya berpartisipasi aktif dalam aktivitas air untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh (3 menit).
- Guru menginformasikan agenda pertemuan berikutnya (asesmen sumatif), berdoa bersama, dan membubarkan barisan secara tertib (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang masih ragu terhadap air diperkenankan memilih posisi bermain di area kolam yang paling dangkal (setinggi lutut/pinggang) dengan jarak tempuh permainan yang lebih pendek.
- Proses: Bagi murid yang sangat aktif dan percaya diri di air, diberikan rute pemindahan bola yang sedikit lebih panjang dalam permainan estafet; bagi murid yang memerlukan pendampingan, guru mendampingi di sisi lintasan.
- Produk: Pada lembar ceklist faktor menyenangkan, murid dapat mencentang simbol/gambar faktor atau menyebutkan langsung secara lisan faktor yang dirasakannya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru mengajukan pertanyaan diagnostik lisan sebelum masuk ke air: 'Sebutkan 1 hal apa saja yang membuat kalian merasa senang ketika diajak bermain di kolam renang?' (kriteria penerimaan: jawaban mengarah pada faktor bermain bersama, bermain air yang sejuk, atau mencoba permainan bebas).
Proses:- Observasi keterlibatan dan keaktifan gerak murid saat mengikuti permainan 'Menjaring Ikan Ceria' dan 'Estafet Bola Apung Gembira' tanpa menolak atau pasif di tepi kolam.
- Pemeriksaan lembar ceklist faktor menyenangkan: Murid mengenali faktor yang dirasakannya dari 4 pilihan yang disajikan: (1) Suasana segar dan riang, (2) Ada teman bermain, (3) Gerakan bebas di air, (4) Berhasil menyelesaikan tantangan (acuan: minimal mencentang 2 faktor yang relevan dengan pengalaman bermainnya).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan pada akhir sesi: Murid secara mandiri memilih dan menyebutkan 2 faktor utama yang membuat kegiatan air hari ini menyenangkan berdasarkan 4 faktor yang dipelajari (acuan pilihan: kesegaran air, adanya teman bermain, gerakan bebas, atau keberhasilan permainan).
Formatif:- Observasi partisipasi aktif murid selama permainan air
- Penilaian isian lembar ceklist faktor yang menyebabkan aktivitas air menyenangkan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Partisipasi dalam Aktivitas Jasmani di Air | Menolak masuk ke air atau tidak mau ikut serta dalam permainan air meski telah dimotivasi guru. | Ikut masuk ke air namun hanya berpartisipasi secara pasif dan memerlukan dorongan berkelanjutan dari guru selama permainan. | Berpartisipasi aktif mengikuti seluruh alur permainan air dari awal hingga akhir secara mandiri. | Berpartisipasi sangat aktif, penuh semangat, dan konsisten mengikuti seluruh rangkaian permainan air dari awal hingga akhir. | | Mengenali Faktor yang Menyebabkan Aktivitas Air Menyenangkan | Belum mampu mengenali atau memilih faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani di air menyenangkan. | Mengenali 1 faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani di air menyenangkan dengan bantuan bimbingan guru. | Mengenali minimal 2 faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani di air menyenangkan secara mandiri sesuai acuan materi. | Mengenali seluruh (4) faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani di air menyenangkan secara mandiri dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid berpartisipasi aktif dan merasa aman selama permainan di air berlangsung?
- Apakah bentuk permainan yang dirancang berhasil membantu murid mengidentifikasi faktor kesenangan dalam aktivitas air?
Murid:- Bagian permainan mana yang paling membuatmu merasa senang hari ini?
- Apa alasan utamamu menyukai beraktivitas dan bermain di dalam air?
Pertemuan 5 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.6.1 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dalam situasi gerak yang baru pada aktivitas permainan dan olahraga di air
- TP 3.6.2 Menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak pada aktivitas permainan dan olahraga di air
- TP 3.6.3 Menerapkan peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani permainan air
- TP 3.6.4 Berpartisipasi dalam berbagai aktivitas jasmani dan mengenali faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan di air
Pendahuluan:- Guru membuka sesi sumatif dengan salam, doa bersama yang dipimpin salah satu murid di tepi kolam dangkal, serta pemeriksaan kehadiran dan kesiapan perlengkapan renang (pakaian renang dan kacamata renang) (3 menit).
- Guru memimpin pemanasan dinamis dan peregangan persendian di pinggir kolam dangkal untuk menyiapkan otot lengan, tungkai, dan leher sebelum aktivitas di air (4 menit).
- Guru menyampaikan alur dan tujuan asesmen sumatif bab: unjuk kerja rangkaian renang dasar (meluncur, kayuhan tungkai, kayuhan lengan, pengambilan napas sejauh 5-7 meter), observasi fair play permainan air estafet bola berkelompok, dan refleksi lisan faktor kesenangan (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memberikan pengarahan tentang kriteria unjuk kerja gerak renang dasar (garis start di dinding kolam, dorongan kaki meluncur, kayuhan tungkai konsisten, tarikan lengan bergantian, dan teknik pengambilan napas menoleh/mengangkat kepala sejauh 5-7 meter hingga tali pembatas), aturan keselamatan tidak berlari di tepi kolam, serta aturan fair play estafet bola air (tidak mendorong kawan/lawan, menunggu giliran di pos, dan menyerahkan bola dari tangan ke tangan) (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1: Murid melaksanakan unjuk kerja individual rangkaian gerak renang dasar sejauh 5-7 meter di kolam dangkal secara bergiliran (sekitar 2 menit per murid, dinilai langsung oleh guru menggunakan rubrik kinerja meluncur dengan dorongan tungkai dilanjutkan kayuhan lengan dan pengambilan napas; murid yang menunggu giliran duduk tertib di bangku tepi kolam) (55 menit).
- Tugas 2: Murid dibagi menjadi 4 kelompok serentak melakukan aktivitas permainan air 'estafet bola air' di kolam dangkal, di mana guru mengamati penerapan aturan keselamatan kolam, tidak saling dorong, dan sikap sportif/fair play saat memindahkan bola secara berantai (25 menit).
Merefleksi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Tugas 3: Seluruh murid berkumpul membentuk lingkaran di tepi kolam untuk pendinginan terarah dan secara bergantian menyampaikan tuturan lisan 1-2 kalimat mengenai faktor spesifik yang menyebabkan aktivitas jasmani di air terasa menyenangkan bagi dirinya (sekitar 30-40 detik per murid) (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid melakukan gerakan pendinginan mandiri, mengatur pernapasan santai, serta mengeringkan badan (3 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi menyeluruh atas partisipasi, kepatuhan aturan fair play, dan usaha mandiri seluruh murid selama rangkaian pembelajaran Unit 6, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan pesan keselamatan saat berganti pakaian (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada modifikasi kompetensi; lembar panduan visual urutan gerak renang dasar dipasang di papan tepi kolam sebagai pengingat visual bagi murid yang memerlukan dukungan.
- Proses: Akomodasi akses berupa posisi start unjuk kerja gerak yang dapat disesuaikan pada ketinggian dinding kolam terdekat bagi murid dengan hambatan jangkauan, tanpa mengurangi jarak tempuh standar 5-7 meter.
- Produk: Format penyampaian refleksi lisan dapat diucapkan langsung di hadapan guru dalam lingkaran atau dibisikkan secara mandiri kepada guru bila murid memiliki hambatan kecemasan bicara di depan umum.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- unjuk kerja rangkaian gerak renang dasar dan observasi permainan air berpasangan/kelompok serta refleksi lisan: performa meluncur dengan kayuhan tungkai, koordinasi lengan dan pernapasan, lembar observasi ketaatan aturan/fair play, dan tuturan lisan faktor kesenangan aktivitas air
- unjuk kerja rangkaian gerak bergiliran: kinerja meluncur dengan dorongan tungkai dilanjutkan kayuhan lengan dan pengambilan napas di kolam dangkal sejauh 5-7 meter, dinilai bergantian 2 menit per murid (60 menit / 2 menit = 30 murid, muat untuk 28 murid) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja koordinasi gerak dasar renang)
- observasi aktivitas permainan air: perilaku mematuhi aturan keselamatan kolam, tidak saling dorong, dan bersikap sportif saat permainan estafet bola air berkelompok (seluruh kelas dinilai serentak dalam 4 kelompok) (25 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi fair play dan keselamatan air)
- refleksi lisan melingkar: penyampaian lisan 1-2 kalimat secara terarah dalam lingkaran pendinginan mengenai faktor yang membuat aktivitas di air terasa menyenangkan (sekitar 30-40 detik per murid, total muat untuk 28 murid) (20 menit; individual; instrumen: catatan amatan refleksi lisan)
Sumatif:- unjuk kerja rangkaian gerak renang dasar dan observasi permainan air berpasangan/kelompok serta refleksi lisan: performa meluncur dengan kayuhan tungkai, koordinasi lengan dan pernapasan, lembar observasi ketaatan aturan/fair play, dan tuturan lisan faktor kesenangan aktivitas air
- unjuk kerja rangkaian gerak bergiliran: kinerja meluncur dengan dorongan tungkai dilanjutkan kayuhan lengan dan pengambilan napas di kolam dangkal sejauh 5-7 meter, dinilai bergantian 2 menit per murid (60 menit / 2 menit = 30 murid, muat untuk 28 murid) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja koordinasi gerak dasar renang)
- observasi aktivitas permainan air: perilaku mematuhi aturan keselamatan kolam, tidak saling dorong, dan bersikap sportif saat permainan estafet bola air berkelompok (seluruh kelas dinilai serentak dalam 4 kelompok) (25 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi fair play dan keselamatan air)
- refleksi lisan melingkar: penyampaian lisan 1-2 kalimat secara terarah dalam lingkaran pendinginan mengenai faktor yang membuat aktivitas di air terasa menyenangkan (sekitar 30-40 detik per murid, total muat untuk 28 murid) (20 menit; individual; instrumen: catatan amatan refleksi lisan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Rangkaian Gerak Renang Dasar (Meluncur, Kaki, Lengan, Napas) — TP 3.6.1 & TP 3.6.2 | Hanya mampu meluncur tanpa dorongan tungkai yang berkelanjutan, belum memadukan kayuhan lengan dan pengambilan napas sejauh 5 meter. | Meluncur dengan dorongan tungkai namun gerakan kayuhan lengan terputus-putus dan kepala belum teratur mengambil napas hingga jarak 5 meter. | Mampu memperagakan rangkaian gerak meluncur dengan dorongan tungkai, kayuhan lengan bergantian, dan pengambilan napas secara konsisten menempuh jarak 5-7 meter di kolam dangkal. | Memperagakan rangkaian gerak meluncur lurus stabil, dorongan tungkai dinamis, kayuhan lengan ritmis, serta penyesuaian pengambilan napas halus tanpa jeda henti menempuh jarak 7 meter penuh. | | Penerapan Peraturan dan Fair Play Permainan Air — TP 3.6.3 | Mengabaikan aturan keselamatan kolam (misal saling dorong atau mendahului giliran di luar lintasan permainan) meski telah ditegur guru. | Menerapkan aturan keselamatan kolam dan fair play namun sesekali masih perlu diingatkan guru untuk tidak mendorong teman atau menunggu giliran. | Konsisten mematuhi aturan keselamatan kolam, tidak saling dorong, menunggu giliran dengan tertib, dan bersikap sportif selama permainan estafet bola air. | Konsisten mematuhi seluruh peraturan keselamatan dan fair play secara mandiri tanpa peringatan, serta menunjukkan sikap menghormati batas kawan dan lawan sepanjang permainan. | | Pengenalan Faktor Kesenangan Aktivitas Air — TP 3.6.4 | Belum mampu menyebutkan faktor yang membuat aktivitas air menyenangkan saat refleksi lisan (hanya terdiam atau menjawab di luar konteks). | Menyebutkan faktor kesenangan secara sangat singkat tanpa kaitan jelas dengan aktivitas air (misal: 'senang saja'). | Menyampaikan lisan 1-2 kalimat yang mengenali faktor spesifik penyebab aktivitas air menyenangkan (acuan faktor: kesegaran/kesejukan air, kebebasan bergerak mengapung/meluncur, keseruan bermain oper bola bersama teman). | Menyampaikan lisan 2 kalimat lengkap dengan artikulasi lugas yang mengidentifikasi lebih dari satu faktor penyebab aktivitas air menyenangkan (faktor fisik air dan kebersamaan bermain) secara berkesadaran. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 55 menit mencukupi untuk mengamati unjuk kerja individual seluruh murid menempuh 5-7 meter secara objektif?
- Bagaimana tingkat kepatuhan murid terhadap keselamatan kolam dan fair play selama asesmen berlangsung?
- Apakah instrumen rubrik unjuk kerja dan lembar observasi telah memberikan gambaran menyeluruh terhadap ketercapaian 4 TP bab ini?
Murid:- Bagian mana dari gerakan renang (meluncur, dorongan kaki, ayunan lengan, atau mengambil napas) yang paling berhasil kamu lakukan hari ini?
- Mengapa penting bagi kita untuk bersikap jujur dan tidak mendorong teman saat bermain estafet air?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
- Kolam renang dangkal (kedalaman dada/pinggang murid)
- Papan luncur renang (kickboard)
- Pelampung busa / rintangan busa terapung
- Buku Panduan Guru PJOK SD Kelas III Kemendikbudristek 2022 (Unit 6 Aktivitas Air)
- Kolam renang dangkal (kedalaman setinggi dada anak/sekitar 70-80 cm)
- Papan luncur (kickboard) atau pelampung busa
- Peluit dan stopwatch
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas III Kemendikbudristek 2022 Unit Pembelajaran 6
- Kolam renang dangkal (kedalaman setinggi dada/pinggang murid)
- Bola spons/bola plastik lembut (5 buah)
- Kolam renang dangkal yang aman (kedalaman 60-80 cm)
- Bola-bola plastik warna-warni dan keranjang apung
- Kartu visual peraga 4 faktor menyenangkan dan lembar ceklist murid
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas III Kemendikbudristek 2022 (Unit Pembelajaran 6)
- Kolam renang dangkal (kedalaman setinggi dada anak, 70-90 cm)
- Pelampung busa / papan luncur (alat bantu keselamatan)
- Bola plastik warna-warni untuk estafet bola air
- Tali lintasan pembatas jarak 5-7 meter
- Lembar rubrik penilaian unjuk kerja dan lembar observasi fair play guru
|