MODUL AJAR PJOK — Kelas 3 (Fase B) Topik: Bab 4 — Aktivitas Gerak Dominan Senam INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Aktivitas Gerak Dominan Senam |
|---|
| Alokasi Waktu | 14 JP (14 x 35 menit = 490 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 5 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 3.4.1 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental keseimbangan dan sikap lilin dalam situasi gerak yang baru
- TP 3.4.2 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental bertumpu dan melompat kangkang dalam situasi gerak yang baru
- TP 3.4.3 Memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak senam dominan
- TP 3.4.4 Menerapkan peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani senam
- TP 3.4.5 Berpartisipasi secara positif dalam kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani senam
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana posisi tangan dan pandangan kita agar bisa berdiri dengan satu kaki tanpa goyah?
- Bagian tubuh mana yang harus menopang pinggang agar kedua kaki bisa lurus terangkat saat melakukan sikap lilin?
- Bagaimana posisi kedua tanganmu saat bertumpu agar badan terangkat kuat dan tidak terjatuh?
- Mengapa kedua kaki harus dibuka lebar ke samping saat melompati rintangan?
- Bagaimana caramu menggabungkan gerakan bertumpu, keseimbangan, dan mendarat menjadi satu rangkaian gerak yang mengalir lancar?
- Mengapa saat beralih dari satu gerakan ke gerakan lain dalam senam kita perlu mengatur arah dan tingkat ketinggian tubuh?
- Mengapa kita harus bergantian dan tertib saat menggunakan matras senam bersama teman?
- Apa yang kita rasakan jika teman satu kelompok menyemangati kita saat mencoba gerakan senam?
- Bagaimana urutan rangkaian gerak senam dominan yang benar agar kita dapat bergerak seimbang dan mendarat dengan aman?
- Mengapa menjaga keselamatan teman dan tertib mengantre saat memakai matras sangat penting saat beraktivitas senam?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menghaluskan Keterampilan Gerak Keseimbangan Satu Kaki dan Sikap Lilin di Matras — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.1 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental keseimbangan dan sikap lilin dalam situasi gerak yang baru
Pendahuluan:- Guru memimpin doa pembukaan, memeriksa kehadiran murid, dan memastikan seluruh murid dalam kondisi sehat serta mengenakan pakaian olahraga yang rapi (5 menit).
- Guru melakukan pemanasan statis dan dinamis bersama murid yang berfokus pada penguatan otot tungkai, pergelangan kaki, otot perut, dan leher (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menghaluskan keterampilan gerak keseimbangan satu kaki dan sikap lilin di matras, serta melakukan asesmen diagnostik awal dengan meminta murid berdiri satu kaki selama 3 detik untuk memetakan kesiapan gerak (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru mendemonstrasikan secara bertahap teknik menghaluskan keseimbangan satu kaki: pandangan lurus ke satu titik fokus di depan, merentangkan kedua tangan ke samping setinggi bahu untuk mengontrol titik berat badan, mengangkat satu kaki ditekuk di depan setinggi pinggul, serta menahan tumpuan kaki kokoh menjejak lantai tanpa bergeser (10 menit).
- Guru mendemonstrasikan teknik menghaluskan sikap lilin di matras: posisi awal tidur telentang rapat, mengangkat kedua tungkai dan pinggul lurus ke atas tegak lurus lantai, kedua tangan menopang pinggang/punggung bawah dengan siku bertumpu kokoh di matras, serta leher rileks dengan pandangan ke arah ujung kaki (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mempraktikkan latihan menghaluskan keseimbangan satu kaki secara bergantian kaki kanan dan kiri dengan target menahan posisi selama 1x8 hitungan (8 detik) tanpa kehilangan keseimbangan atau menurunkan kaki (3 menit).
- Murid mempraktikkan tantangan keseimbangan satu kaki dalam situasi gerak baru yang menggembirakan melalui permainan 'Patung Bangau Ceria': murid bergerak bebas saat musik berputar, dan saat musik berhenti murid langsung membentuk posisi patung bangau (berdiri satu kaki dengan tangan terentang) di atas garis lintasan dan menahannya selama 8 hitungan tanpa jatuh (12 menit).
- Murid mempraktikkan keterampilan sikap lilin di atas matras: diawali dari tidur telentang, mengangkat pinggul dengan topangan kedua tangan pada pinggang dan siku bertumpu di matras, lalu meluruskan kedua kaki rapat ke atas dan menahan sikap tersebut selama 1x8 hitungan (8 detik) secara stabil (15 menit).
- Murid mempraktikkan keterampilan sikap lilin dalam situasi gerak baru: melakukan transisi dari posisi duduk berselunjur, berguling perlahan ke belakang langsung menuju sikap lilin lurus terangkat dan menahannya selama 8 hitungan secara mandiri di matras (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar di tepi matras untuk mengevaluasi stabilitas tubuh yang dirasakan, membandingkan kekuatan tumpuan kaki kanan dan kiri, serta mengidentifikasi posisi siku dan tangan yang paling kokoh saat menopang pinggul pada sikap lilin (10 menit).
Penutup:- Guru memimpin kegiatan pendinginan (cooling down) untuk melemaskan otot tungkai, pinggang, dan punggung melalui peregangan ringan dan pernapasan teratur (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap performa keterampilan gerak keseimbangan dan sikap lilin murid hari ini, serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan matras dengan ketebalan standar dan garis bantu pandangan di dinding/lantai untuk mempermudah pemusatan fokus visual keseimbangan.
- Proses: Bagi murid yang masih goyah, diperbolehkan menahan keseimbangan satu kaki selama 4 hitungan atau sikap lilin dengan lutut sedikit ditekuk; bagi murid yang sudah terampil, diberikan tantangan menahan sikap lilin selama 2x8 hitungan dan variasi mengangkat kaki ke depan membentuk sudut 90 derajat saat berdiri satu kaki.
- Produk: Unjuk kerja keterampilan gerak keseimbangan satu kaki dan sikap lilin diamati berdasarkan durasi tahanan (hitungan stabil) dan ketepatan posisi tubuh sesuai acuan gerak.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan gerak di pendahuluan: Murid diminta berdiri di atas satu kaki selama 3 detik. Kriteria ketercapaian: (1) Mampu menahan tubuh tanpa menurunkan kaki yang diangkat; (2) Posisi kaki tumpu tidak melompat-lompat/bergeser. Bagi yang belum mampu menahan 3 detik dipetakan membutuhkan bimbingan bertahap.
Proses:- Observasi formatif saat latihan inti pada 2 komponen: (1) Keterampilan keseimbangan satu kaki (acuan: tangan direntangkan ke samping, tumpuan satu kaki kokoh, kaki bebas ditekuk di depan, bertahan stabil minimal 8 hitungan); (2) Keterampilan sikap lilin di matras (acuan: kedua tangan menopang pinggang, siku bertumpu di matras, tungkai dan pinggul lurus terangkat ke atas, bertahan stabil minimal 8 hitungan).
Akhir Pertemuan:- Cek unjuk kerja akhir di tahap penutup: Murid memperagakan satu kali pengujian gerak kombinasi terpisah: (1) Berdiri satu kaki selama 8 hitungan (acuan: tumpuan tidak bergeser, tangan terentang seimbang); (2) Sikap lilin di matras selama 8 hitungan (acuan: pinggul ditopang tangan dengan siku di matras, kaki lurus ke atas rapat tanpa jatuh).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja langsung saat murid melakukan gerak keseimbangan satu kaki dan sikap lilin menggunakan lembar observasi proses gerak.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Gerak Keseimbangan Satu Kaki | Belum mampu mempertahankan posisi berdiri satu kaki selama 4 hitungan dan kaki tumpu sering bergeser atau jatuh. | Mampu berdiri satu kaki selama 4 hitungan dengan tangan terentang, namun masih goyah sebelum mencapai 8 hitungan. | Mampu menghaluskan gerak berdiri satu kaki dengan posisi tangan terentang stabil dan menahannya selama 1x8 hitungan penuh tanpa menurunkan kaki. | Mampu menghaluskan gerak berdiri satu kaki secara konsisten sangat stabil selama lebih dari 8 hitungan baik dengan kaki kanan maupun kiri secara mandiri. | | Keterampilan Gerak Sikap Lilin di Matras | Belum mampu mengangkat pinggul dari matras dan belum dapat menopang pinggang menggunakan kedua tangan. | Mampu mengangkat pinggul dan menopang dengan tangan, namun tungkai kaki belum lurus ke atas atau bertahan kurang dari 4 hitungan. | Mampu menghaluskan gerak sikap lilin dengan kedua tangan menopang pinggang, siku bertumpu kokoh di matras, tungkai lurus ke atas, dan bertahan stabil selama 1x8 hitungan. | Mampu menghaluskan gerak sikap lilin secara sempurna dari transisi duduk berselunjur hingga terangkat lurus stabil selama lebih dari 8 hitungan tanpa goyah secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu dan ruang matras mencukupi bagi setiap murid untuk berlatih sikap lilin secara aman dan optimal?
- Bagian gerak mana (keseimbangan kaki atau topangan pinggang sikap lilin) yang paling banyak memerlukan bimbingan teknik khusus?
Murid:- Bagian mana dari tubuhmu yang paling terasa bekerja keras saat menahan sikap lilin dan berdiri satu kaki?
- Apa yang kamu lakukan agar tubuhmu tidak bergoyang saat berdiri dengan satu kaki di atas matras?
Pertemuan 2 — Menghaluskan Keterampilan Gerak Bertumpu Tangan dan Melompat Kangkang Melewati Rintangan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.2 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental bertumpu dan melompat kangkang dalam situasi gerak yang baru
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memandu doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menghaluskan keterampilan gerak bertumpu tangan dan melompat kangkang melewati rintangan (2 menit).
- Guru memimpin pemanasan dinamis dan peregangan berfokus pada otot lengan, bahu, panggul, serta pergelangan kaki (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik: murid satu per satu memperagakan tumpuan dua tangan di atas bangku senam/matras serta posisi kangkang di tempat (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mengamati peragaan guru tentang teknik bertumpu tangan yang kokoh (kedua lengan lurus, jari-jari terbuka menghadap ke depan) dan tolakan kaki membuka kangkang melewati kardus/rintangan busa (10 menit).
- Murid mempraktikkan gerakan dasar bertumpu dengan kedua tangan di atas matras sambil mengayunkan pinggul ke atas sebanyak 3 kali repetisi dengan bimbingan guru (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid melakukan latihan bertumpu tangan pada balok busa/kardus rendah dilanjutkan melompat kangkang ke depan dengan mendarat menggunakan kedua kaki mengeper di atas matras secara mandiri sebanyak 4 kali putaran (15 menit).
- Murid memainkan permainan tantangan gerak 'Katak Melompati Batu': murid berlari pelan 3-4 langkah, bertumpu dengan dua tangan pada balok rintangan bertingkat (ketinggian 30-40 cm), lalu melompat kangkang dengan kedua kaki terbuka lebar dan mendarat stabil tanpa jatuh (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling mengamati unjuk kerja rekan secara berpasangan pada lintasan matras dan mengidentifikasi apakah kedua tangan menumpu kuat serta pendaratan kedua kaki sudah mengeper dengan seimbang (15 menit).
- Murid mencoba kembali 1 kali gerakan bertumpu dan lompat kangkang untuk menghaluskan kesalahan gerak yang ditemukan saat latihan (5 menit).
Penutup:- Guru memandu gerakan pendinginan untuk melemaskan otot tungkai dan lengan murid (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan kunci keberhasilan gerak bertumpu tangan dan melompat kangkang (kekuatan tumpuan tangan, lebar bukaan kaki, serta pendaratan mengeper) dan memberikan umpan balik capaian latihan (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan pilihan rintangan bertingkat: rintangan kardus rendah (20-30 cm) untuk pemula dan balok busa/peti lompat mini (40-50 cm) untuk murid yang sudah mahir.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung (spotting pada pinggang) bagi murid yang belum percaya diri melompat, serta memberikan variasi jarak tolakan bagi murid yang sudah terampil.
- Produk: Tingkat kelancaran dan kestabilan gerak melompat kangkang dinilai sesuai kriteria teknik bertumpu dan mendarat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik unjuk kerja singkat di pendahuluan: Setiap murid diminta memperagakan 1 kali tumpuan dua tangan di atas balok/matras dan 1 kali lompatan kangkang di tempat. Acuan pengamatan kesiapan: (1) Tangan bertumpu lurus menopang berat badan; (2) Kaki mampu terbuka ke samping saat menolak.
Proses:- Observasi formatif selama kegiatan inti menggunakan lembar observasi unjuk kerja gerak bertumpu dan melompat kangkang dengan acuan: (1) Awalan langkah terkontrol, (2) Kedua tangan bertumpu kuat pada rintangan dengan lengan lurus, (3) Kedua kaki terbuka lebar ke samping saat melayang melewati rintangan, (4) Pendaratan kedua kaki bersamaan dengan lutut mengeper dan badan seimbang.
Akhir Pertemuan:- Cek keterampilan unjuk kerja akhir di penutup: Murid memperagakan 1 kali rangkaian utuh bertumpu dan melompat kangkang melewati rintangan busa setinggi 30 cm. Kriteria ketercapaian: berhasil melewati rintangan dengan tumpuan dua tangan dan mendarat stabil tanpa terjatuh.
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja gerak fundamental bertumpu dan melompat kangkang menggunakan lembar ceklis observasi ketercapaian teknik.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Gerak Bertumpu Tangan | Kedua tangan diletakkan tidak seimbang, lengan menekuk lemas, dan tidak mampu menopang berat badan di atas rintangan. | Kedua tangan menumpu pada rintangan tetapi lengan masih goyah dan tumpuan tangan terlepas sebelum badan terangkat. | Kedua tangan menumpu kuat dengan lengan lurus dan mampu menopang badan saat pinggul terangkat melewati rintangan secara terarah. | Kedua tangan menumpu sangat kokoh dengan jari terbuka menghadap ke depan, lengan lurus menolak bertenaga, dan menjaga keseimbangan tubuh secara mandiri dan konsisten. | | Keterampilan Gerak Melompat Kangkang dan Mendarat | Kaki tidak membuka ke samping saat melewati rintangan dan pendaratan terjatuh atau tidak seimbang. | Kaki mulai dibuka ke samping tetapi belum cukup lebar sehingga menyentuh rintangan, pendaratan masih kaku tanpa mengeper. | Kedua kaki terbuka lebar ke samping melompati rintangan dengan bersih dan mendarat menggunakan kedua kaki mengeper secara stabil. | Kedua kaki terbuka kangkang sangat lebar dan lurus melompati rintangan dengan mulus, mendarat sempurna mengeper dengan posisi badan tegak seimbang tanpa goyah. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah modifikasi ketinggian rintangan sudah memberikan rasa aman dan percaya diri bagi seluruh murid?
- Bagian gerak manakah (tumpuan tangan, tolakan kaki kangkang, atau pendaratan) yang paling banyak memerlukan perbaikan pada murid?
Murid:- Apakah kamu merasa percaya diri saat menumpukan tangan dan membuka kedua kaki melompati rintangan tadi?
- Bagian mana dari gerakan melompat kangkang yang menurutmu paling mudah dan paling sulit dilakukan?
Pertemuan 3 — Memperagakan Konsep Gerak dalam Rangkaian Gerak Senam Dominan Sederhana — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.3 Memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak senam dominan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, memimpin doa bersama, dan memastikan murid mengenakan pakaian olahraga serta siap beraktivitas secara aman (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memperagakan konsep gerak (konsep tubuh, ruang arah, dan keterhubungan alir) dalam rangkaian gerak dominan senam sederhana (3 menit).
- Murid melakukan pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada peregangan persendian pergelangan tangan, bahu, punggung, serta tungkai kaki guna kesiapan fisik (7 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik unjuk kerja singkat: setiap murid diminta memeragakan satu transisi gerak sederhana dari posisi bertumpu dua tangan di matras langsung beralih ke posisi keseimbangan berdiri satu kaki tegak lurus (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati demonstrasi guru tentang penerapan 3 konsep gerak dalam rangkaian senam: (1) Konsep Ruang Arah (maju lurus ke depan), (2) Konsep Tingkat Ketinggian/Level (dari level rendah bertumpu di matras naik ke level tinggi saat berdiri seimbang), dan (3) Konsep Aliran Gerak (transisi bersambung tanpa jeda berhenti lebih dari 2 detik) (10 menit).
- Murid mengeksplorasi dan mencocokkan kartu panduan urutan rangkaian senam yang memuat 3 elemen gerak dominan: Gerak A (Bertumpu dua tangan/merangkak kelinci), Gerak B (Keseimbangan satu kaki membentuk huruf T atau bangau), dan Gerak C (Mendarat dua kaki mengeper setelah melangkah maju) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara bergiliran mencoba latihan parsial memperagakan konsep arah dan level: bertumpu dengan dua tangan di matras (level rendah), kemudian bangkit menyambung ke sikap keseimbangan satu kaki selama 3 detik (level sedang/tinggi) dengan bimbingan guru (15 menit).
- Murid memperagakan 'Tantangan Alir Senam Ceria' (Joyful Obstacle Chain): murid bergerak melewati lintasan matras memperagakan rangkaian 3 gerak senam dominan berurutan secara mengalir (mulai dari bertumpu tangan merangkak cepat -> transisi bangkit ke keseimbangan satu kaki 3 detik -> melangkah tolak dan mendarat dua kaki mengeper) dengan menerapkan arah lurus dan perubahan level tubuh yang terkontrol (25 menit).
- Guru melakukan observasi penilaian formatif proses terhadap peragaan rangkaian gerak setiap murid menggunakan lembar cek ketercapaian konsep gerak (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar di atas matras dan melakukan pendinginan mandiri sambil mengidentifikasi bagian transisi rangkaian gerak mana yang paling menantang untuk dijaga keseimbangan dan kelancarannya (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menerapkan konsep gerak (arah lurus, perubahan tingkat ketinggian rendah ke tinggi, dan aliran gerak menyambung) membuat rangkaian gerak senam menjadi rapi dan stabil (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung kepada murid terhadap peragaan rangkaian gerak dominan yang telah dilakukan hari ini (3 menit).
- Guru mengingatkan materi pertemuan berikutnya terkait aturan dan sikap fair play dalam kelompok senam, lalu menutup sesi dengan doa dan mengarahkan murid merapikan matras kembali (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan gambar bagan alur rangkaian gerak di samping matras bagi murid yang membutuhkan panduan visual urutan transisi.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu dalam transisi gerak, diberikan jeda toleransi peralihan bertumpu ke keseimbangan dengan bantuan tumpuan dinding/tangan guru; bagi murid yang sudah lancar, ditantang mempertahankan sikap seimbang 5 detik sebelum mendarat.
- Produk: Variasi rangkaian gerak dinilai berdasarkan keterhubungan minimal 3 gerak dominan (bertumpu, seimbang, mendarat) sesuai rentang kemampuan fisik murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Unjuk kerja transisi gerak bertumpu ke keseimbangan satu kaki (acuan: murid mampu berpindah dari posisi bertumpu dua tangan di matras lalu berdiri tegak pada satu kaki selama minimal 2 detik tanpa terjatuh/kehilangan tumpuan).
Proses:- Observasi unjuk kerja rangkaian gerak senam dominan pada 'Tantangan Alir Senam Ceria' mengamati 3 indikator ketercapaian konsep gerak: (1) Penerapan konsep ruang arah (gerakan konsisten bergerak lurus ke depan sepanjang lintasan matras), (2) Penerapan konsep level (terjadi perubahan ketinggian dari bertumpu di level rendah ke keseimbangan di level sedang/tinggi), dan (3) Keterhubungan aliran gerak (transisi antar-tiga gerakan dominan berlangsung berkesinambungan tanpa terputus/berhenti lebih dari 2 detik).
Akhir Pertemuan:- Cek unjuk kerja akhir di penutup: murid memperagakan ulang satu kali transisi akhir dari sikap seimbang satu kaki menuju pendaratan dua kaki dengan posisi lutut mengeper terkontrol (acuan: mendarat dengan kedua kaki bersamaan, lutut menekuk mengeper, badan seimbang tanpa terjatuh).
Formatif:- Tes unjuk kerja (praktik peragaan langsung rangkaian konsep gerak dominan senam)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Konsep Ruang Arah dan Level Tubuh dalam Rangkaian Gerak | Belum mampu menerapkan konsep arah dan level; arah gerak menyimpang dari lintasan matras dan tidak tampak perbedaan tingkat ketinggian tubuh. | Mampu menerapkan salah satu konsep gerak saja (hanya arah lurus atau hanya perubahan level rendah-tinggi) dalam rangkaian senam. | Mampu memperagakan kedua konsep gerak (bergerak lurus ke depan dan menunjukkan perubahan level rendah ke tinggi) dengan tepat sesuai instruksi. | Mampu memperagakan konsep ruang arah lurus dan perubahan level tubuh secara sangat tepat, stabil, serta konsisten dari awal hingga akhir rangkaian gerak. | | Penerapan Konsep Keterhubungan Aliran Gerak Dominan Senam | Belum mampu menghubungkan gerak dominan; gerakan terhenti total di setiap peralihan lebih dari 3 detik atau urutan gerak terputus. | Mampu menghubungkan 2 gerakan dominan, namun transisi menuju gerakan ketiga masih terhenti lama dan kaku. | Mampu memperagakan rangkaian 3 gerak dominan (bertumpu, keseimbangan, mendarat) secara menyambung dengan jeda henti transisi tidak lebih dari 2 detik. | Mampu memperagakan seluruh rangkaian gerak dominan secara mengalir lancar, bersambung mulus tanpa jeda henti yang mengganggu, serta terkontrol penuh. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penataan lintasan matras sudah cukup aman dan memudahkan semua murid mempraktikkan transisi rangkaian konsep gerak?
- Bagian rangkaian mana yang paling banyak membutuhkan bimbingan teknis dari guru?
Murid:- Bagian mana dari gerakan tadi yang terasa paling mudah dan paling menantang saat disambungkan?
- Apakah kamu sudah berhasil mengubah posisi tubuhmu dari posisi rendah di matras ke posisi berdiri seimbang tanpa terjatuh?
Pertemuan 4 — Menerapkan Peraturan Fair Play dan Berpartisipasi Positif dalam Aktivitas Kelompok Senam — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.4 Menerapkan peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani senam
- TP 3.4.5 Berpartisipasi secara positif dalam kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani senam
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru bersama murid melakukan pemanasan terstruktur dalam lingkaran besar untuk menyiapkan fisik dan mencegah cedera (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 3 kartu situasi perilaku jasmani senam secara berurutan: (1) Kartu A: 'Menyerobot antrean matras sebelum teman selesai mendarat', (2) Kartu B: 'Menunggu giliran di garis batas dengan tertib', (3) Kartu C: 'Mengejek teman yang goyah saat seimbang'; murid diminta merespons cepat dengan gestur jempol ke atas jika mencerminkan fair play/partisipasi positif atau jempol ke bawah jika bukan (acuan kunci diagnostik: Kartu A = jempol bawah/tidak adil; Kartu B = jempol atas/fair play; Kartu C = jempol bawah/tidak positif) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menyepakati bersama murid 3 peraturan fair play dalam aktivitas senam kelompok: (1) Antre giliran matras dengan tertib di belakang garis aman, (2) Mengakui capaian sendiri tanpa memotong giliran orang lain, dan (3) Memberi semangat positif kepada anggota kelompok yang sedang melakukan gerakan (acuan 3 aturan fair play kelompok) (5 menit).
- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (masing-masing 4-5 anak), lalu setiap kelompok mendiskusikan peran pembagian giliran dan tugas saling mengamati ketertiban di stasiun matras (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid melaksanakan permainan estafet gerak senam 'Tantangan Kelompok Sportif': setiap murid bergiliran berpindah ke matras untuk melakukan gerak keseimbangan/tumpuan, wajib mematuhi 3 aturan (menunggu giliran di batas antrean, tos tangan sebagai tanda pergantian, dan tidak memulai sebelum teman kembali ke barisan) dengan penuh semangat dan tertib (15 menit).
- Kelompok mempraktikkan simulasi mini sirkuit senam di mana setiap murid berpartisipasi aktif mengambil peran (bergiliran melakukan gerakan di matras, bertugas mengawasi batas garis aman kelompok, dan memberikan sorakan penyemangat positif tanpa saling mencela) sambil guru mengamati penerapan fair play serta partisipasi kelompok (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok berkumpul melingkar untuk mengecek kepatuhan kelompoknya terhadap 3 aturan kesepakatan menggunakan panduan refleksi diri kelompok: (1) Apakah semua anggota menunggu giliran dengan tertib? (2) Apakah ada yang menyerobot antrean? (3) Apakah semua saling menyemangati? (10 menit).
Penutup:- Murid melakukan pendinginan ringan berpasangan dengan mengayunkan lengan dan mengatur napas perlahan (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya sikap jujur, tertib antre (fair play), dan saling menyemangati dalam tim saat berolahraga, kemudian menutup kegiatan dengan doa dan salam (acuan simpulan: mematuhi giliran dan saling menyemangati menciptakan aktivitas jasmani yang aman dan menyenangkan) (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan visual bergambar urutan antrean dan tanda giliran bagi murid atau kelompok yang membutuhkan penegasan konkret aturan fair play.
- Proses: Bagi murid yang masih sering mendahului antrean diberikan pendampingan langsung oleh guru di dekat garis pembatas; bagi murid yang sudah konsisten menerapkan aturan diberi peran memimpin aba-aba hitungan giliran anggota kelompoknya.
- Produk: Semua murid dinilai dari perilaku keterlibatan aktif dan kepatuhan terhadap aturan permainan yang diobservasi langsung selama aktivitas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik cepat respon gestur (jempol atas/bawah) terhadap 3 kartu situasi perilaku jasmani senam: (1) Kartu A: 'Menyerobot antrean matras sebelum teman selesai mendarat' (acuan kunci: jempol ke bawah / tidak fair play), (2) Kartu B: 'Menunggu giliran di garis batas dengan tertib' (acuan kunci: jempol ke atas / fair play), (3) Kartu C: 'Mengejek teman yang goyah saat seimbang' (acuan kunci: jempol ke bawah / tidak positif).
Proses:- Pengamatan keterlaksanaan 3 indikator fair play (menunggu giliran, tidak menyerobot, mematuhi batas aman matras) dan 2 indikator partisipasi positif (memberi semangat kelompok, ikut serta aktif tanpa memisahkan diri) selama permainan estafet tantangan kelompok.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menanyakan kepada murid, 'Sebutkan 2 contoh tindakan fair play dan berpartisipasi positif yang telah kelompok kalian terapkan di matras hari ini!' (acuan jawaban: menunggu giliran dengan sabar/tidak menyerobot matras, dan memberikan tepuk tangan atau kata penyemangat kepada teman satu tim).
Formatif:- Observasi unjuk perilaku menggunakan lembar ceklis pengamatan penerapan fair play dan partisipasi positif dalam kelompok selama aktivitas senam.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Peraturan Fair Play (TP 3.4.4) | Belum mematuhi aturan giliran di matras dan masih sering menyerobot atau melanggar garis batas aman meskipun telah diingatkan guru. | Mematuhi 1 dari 3 aturan fair play (menunggu giliran, tidak menyerobot, patuh batas aman) namun masih memerlukan pengawasan intensif. | Menerapkan 2 sampai 3 aturan fair play (antre tertib, tidak memotong antrean, patuh batas garis) secara konsisten dengan sedikit arahan. | Menerapkan seluruh 3 aturan fair play (antre tertib, tidak memotong giliran, patuh batas aman matras) secara konsisten dan mandiri sepanjang kegiatan. | | Partisipasi Positif dalam Kelompok (TP 3.4.5) | Pasif, enggan terlibat bersama anggota kelompok atau menunjukkan perilaku yang mengganggu jalannya aktivitas kelompok di matras. | Terlibat dalam aktivitas kelompok namun belum menunjukkan dukungan positif atau dorongan semangat kepada anggota tim lainnya. | Berpartisipasi aktif mengikuti giliran aktivitas tim dan sesekali menyemangati rekan satu kelompok. | Berpartisipasi aktif secara berkelanjutan, selalu menyemangati rekan satu kelompok, dan menunjukkan sikap menghargai semua anggota secara konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan yang merata untuk berpartisipasi aktif dalam kelompok senam?
- Bagaimana respons murid terhadap aturan fair play yang telah disepakati bersama dalam kelompok?
Murid:- Bagian mana dari aktivitas kelompok hari ini yang paling membuatmu merasa senang dan bersemangat?
- Apakah kamu sudah bersabar menunggu giliran dan menyemangati teman satu kelompokmu tadi?
Pertemuan 5 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.1 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental keseimbangan dan sikap lilin dalam situasi gerak yang baru
- TP 3.4.2 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental bertumpu dan melompat kangkang dalam situasi gerak yang baru
- TP 3.4.3 Memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak senam dominan
- TP 3.4.4 Menerapkan peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani senam
- TP 3.4.5 Berpartisipasi secara positif dalam kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani senam
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru bersama murid melakukan pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada peregangan otot leher, lengan, punggung, serta tungkai untuk mencegah cedera senam (7 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, menjelaskan alur pelaksanaan unjuk kerja di 2 pos paralel, serta mengingatkan pentingnya sikap disiplin dan keselamatan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru mengenai petunjuk pelaksanaan asesmen sumatif rangkaian gerak senam dominan yang terdiri atas 4 elemen gerak berurutan: (1) keseimbangan berdiri satu kaki membentuk sikap kapal terbang selama minimal 3 detik, (2) sikap lilin di matras dengan pinggang ditopang kedua tangan lurus ke atas selama minimal 3 detik, (3) bertumpu kedua tangan pada balok busa/rintangan rendah, dan (4) melompat kangkang melewati rintangan rendah lalu mendarat dengan kedua kaki mengeper (5 menit).
- Murid menyimak aturan fair play dan keselamatan kelompok selama asesmen berlangsung: tertib mengantre di garis tunggu tanpa mendahului, mendampingi rekan di sisi matras sebagai penjaga keselamatan (spotter), dan segera merapikan posisi matras jika bergeser (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara bergiliran melaksanakan unjuk kerja rangkaian gerak senam dominan secara individual di 2 pos paralel (masing-masing pos terdiri atas 14 murid dengan alokasi 2,5 menit per murid; guru dan guru pendamping/asisten mengamati seluruh 28 murid) sesuai urutan gerak: keseimbangan satu kaki, sikap lilin di matras, bertumpu kedua tangan, dan lompat kangkang melewati rintangan rendah (30 menit).
- Secara serentak selama pelaksanaan unjuk kerja di kedua pos, murid dalam kelompok mempraktikkan perilaku fair play dan kerja sama: berbaris tertib di belakang batas antrean tanpa menyerobot giliran, mematuhi aba-aba keselamatan dari guru, serta aktif membantu menata dan menjaga kestabilan matras bagi rekan yang sedang melakukan gerakan (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara mandiri memeriksa kembali kelengkapan pelaksanaan rangkaian gerak dan perilakunya selama asesmen dengan menjawab lembar refleksi diri berkesadaran tentang bagian gerak yang paling stabil dan kepatuhan terhadap aturan antre (5 menit).
Penutup:- Guru memimpin aktivitas pendinginan untuk merelaksasi otot tungkai, punggung, dan lengan serta mengatur napas (5 menit).
- Guru merangkum ketercapaian Bab 4, memberikan apresiasi atas kedisiplinan serta penerapan fair play seluruh murid, menyampaikan tindak lanjut hasil asesmen, dan menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses visual berupa kartu gambar urutan 4 elemen gerak senam yang diletakkan di dekat pos bagi murid yang membutuhkan pengingat visual alur gerak.
- Proses: Akomodasi ketinggian rintangan lompat kangkang dapat disesuaikan pada tingkat aman terendah (rintangan busa 30 cm) bagi murid yang masih membangun kepercayaan diri melompat tanpa mengubah kriteria penilaian.
- Produk: Standar bukti unjuk kerja dan observasi perilaku tetap seragam bagi seluruh murid sesuai kriteria rubrik sumatif.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan fisik dan pemahaman urutan gerak melalui tanya jawab lisan saat pendahuluan: menyebutkan urutan 4 gerak senam dominan yang akan dinilai (acuan urutan: 1. keseimbangan satu kaki, 2. sikap lilin, 3. bertumpu tangan, 4. melompat kangkang).
Proses:- Pemantauan kepatuhan protokol keselamatan dan antrean murid di area tunggu saat asesmen berlangsung.
Sumatif Bab:- unjuk kerja praktik rangkaian gerak senam dominan dan observasi perilaku kelompok: peragaan rangkaian gerak senam dominan (keseimbangan satu kaki, sikap lilin, bertumpu, dan melompat kangkang) serta perilaku tertib antre dan saling menjaga keselamatan rekan
- unjuk kerja rangkaian gerak bergiliran: kinerja peragaan rangkaian gerak senam (keseimbangan satu kaki, sikap lilin di matras, bertumpu tangan, dan melompat kangkang melewati rintangan rendah) dinilai 2,5 menit per murid secara bergantian di 2 pos paralel (masing-masing pos 14 murid x 2,5 menit = 35 menit, guru dan asisten/pos berurutan mengamati seluruh 28 murid) (70 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja peragaan rangkaian gerak dominan senam)
- observasi perilaku fair play dan kerja sama dalam kelompok: catatan perilaku disiplin mengantre giliran alat, mematuhi instruksi keselamatan senam, dan kesediaan mendampingi/membantu teman saat menata atau menggunakan matras dinilai serentak sepanjang aktivitas kelompok (35 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi fair play dan kerja sama kelompok)
Sumatif:- unjuk kerja praktik rangkaian gerak senam dominan dan observasi perilaku kelompok: peragaan rangkaian gerak senam dominan (keseimbangan satu kaki, sikap lilin, bertumpu, dan melompat kangkang) serta perilaku tertib antre dan saling menjaga keselamatan rekan
- unjuk kerja rangkaian gerak bergiliran: kinerja peragaan rangkaian gerak senam (keseimbangan satu kaki, sikap lilin di matras, bertumpu tangan, dan melompat kangkang melewati rintangan rendah) dinilai 2,5 menit per murid secara bergantian di 2 pos paralel (masing-masing pos 14 murid x 2,5 menit = 35 menit, guru dan asisten/pos berurutan mengamati seluruh 28 murid) (70 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja peragaan rangkaian gerak dominan senam)
- observasi perilaku fair play dan kerja sama dalam kelompok: catatan perilaku disiplin mengantre giliran alat, mematuhi instruksi keselamatan senam, dan kesediaan mendampingi/membantu teman saat menata atau menggunakan matras dinilai serentak sepanjang aktivitas kelompok (35 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi fair play dan kerja sama kelompok)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Gerak Keseimbangan Satu Kaki dan Sikap Lilin (TP 3.4.1) | Memeragakan keseimbangan satu kaki kurang dari 2 detik dengan tumpuan goyah dan sikap lilin belum terangkat lurus (punggung masih menempel di matras tanpa topangan tangan). | Memeragakan keseimbangan satu kaki selama 2-3 detik dengan sedikit goyah dan sikap lilin terangkat sebagian dengan topangan tangan namun kedua kaki masih tertekuk/belum lurus. | Memeragakan keseimbangan satu kaki selama minimal 3 detik dengan stabil serta sikap lilin terangkat lurus ditopang kedua tangan di pinggang secara stabil di matras. | Memeragakan keseimbangan satu kaki lebih dari 4 detik dengan sangat stabil dan sikap lilin terangkat lurus sempurna, rapat, serta terkontrol penuh saat naik dan mendarat kembali. | | Keterampilan Gerak Bertumpu dan Melompat Kangkang (TP 3.4.2) | Tumpuan tangan tidak menolak rintangan dan kaki tidak membuka kangkang saat melewati rintangan rendah serta mendarat tidak seimbang. | Bertumpu dengan kedua tangan pada rintangan namun tolakan kaki belum maksimal sehingga kaki hanya sedikit membuka dan pendaratan kurang mengeper. | Bertumpu kuat dengan kedua tangan, melompat kangkang membuka kedua kaki melebar melewati rintangan rendah, dan mendarat dengan kedua kaki mengeper secara stabil. | Bertumpu sangat kokoh dengan kedua tangan, tolakan tinggi dan kedua kaki membuka kangkang lurus secara mulus melewati rintangan, serta mendarat mengeper sempurna tanpa hilang keseimbangan. | | Penerapan Konsep Gerak dalam Rangkaian Gerak Senam Dominan (TP 3.4.3) | Hanya memperagakan 1-2 elemen gerak secara terputus-putus dan urutan gerak tidak sesuai rangkaian (acuan 4 gerak: keseimbangan, sikap lilin, bertumpu, lompat kangkang). | Memperagakan 3 dari 4 elemen gerak senam dominan sesuai urutan, namun transisi antargerak masih kaku atau terhenti lama. | Memperagakan seluruh 4 elemen gerak senam dominan secara lengkap dan berurutan (keseimbangan satu kaki -> sikap lilin -> bertumpu tangan -> lompat kangkang) dengan transisi gerak yang runtut. | Memperagakan seluruh 4 elemen gerak senam dominan secara lengkap, berurutan, dan mengalir mulus dengan pengaturan irama serta ruang gerak yang tepat. | | Penerapan Peraturan Fair Play dalam Senam (TP 3.4.4) | Belum mematuhi aturan antrean (menyerobot giliran atau mengganggu rekan yang sedang tampil) dan mengabaikan instruksi keselamatan dari guru. | Tertib mengantre giliran alat hanya saat diperingatkan guru dan mematuhi instruksi keselamatan dengan pengawasan berkala. | Konsisten mematuhi aturan antrean giliran alat secara mandiri tanpa menyerobot serta mematuhi seluruh instruksi keselamatan senam sepanjang sesi asesmen. | Secara konsisten dan berkesadaran tinggi mematuhi fair play, disiplin antre, serta secara proaktif menjaga ketertiban area keselamatan alat di sekitar pos. | | Partisipasi Positif dalam Kelompok (TP 3.4.5) | Tidak bersedia membantu menata matras atau pasif dan tidak peduli terhadap keselamatan rekan dalam kelompok. | Bersedia membantu menata matras atau menjadi pendamping keselamatan rekan hanya bila ditunjuk atau diminta oleh guru. | Berpartisipasi aktif dan positif dalam kelompok dengan sigap membantu menata matras serta siap mendampingi keselamatan rekan di sisi matras saat rekan tampil. | Berinisiatif tinggi memimpin pembagian tugas pengamanan matras di kelompoknya, saling mengingatkan keselamatan, dan memberikan dukungan positif kepada seluruh rekan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 2,5 menit per murid di 2 pos paralel efektif dalam mengamati seluruh kriteria rangkaian gerak dan perilaku kelompok secara akurat?
- Bagaimana tingkat penguasaan gerak keseimbangan dan sikap lilin murid secara keseluruhan setelah menyelesaikan pembelajaran Bab 4?
Murid:- Gerakan senam dominan mana yang berhasil saya lakukan paling seimbang dan rapi hari ini?
- Apakah saya sudah tertib mengantre dan membantu menjaga keselamatan teman saat menggunakan matras?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
- Matras senam lantai
- Peluit dan stopwatch
- Garis penanda lintasan lantai
- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas III Kemendikbudristek 2022 (Unit Pembelajaran 4: Aktivitas Gerak Dominan Senam, hal. 116-128)
- Matras senam
- Balok busa / kardus rintangan lompat (tinggi 20-40 cm)
- Bagan kartu visual urutan rangkaian gerak dominan senam
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022).
- Matras senam lantai.
- Peluit, kun pembatas antrean, dan kartu situasi fair play.
- Matras senam (minimal 2-4 unit)
- Rintangan busa rendah / balok lompat lunak (ketinggian 30-40 cm)
- Lembar penilaian unjuk kerja dan lembar observasi perilaku kelompok
|