MODUL AJAR PJOK — Kelas 3 (Fase B) Topik: Pengenalan Gerak Dasar Manipulatif: Melempar dan Menangkap Bola secara Individu INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Pengenalan Gerak Dasar Manipulatif: Melempar dan Menangkap Bola secara Individu |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menjelaskan konsep dan prosedur gerak dasar melempar bola (lemparan bawah, dada, dan atas) dengan benar.
- Murid dapat mempraktikkan gerakan melempar dan menangkap bola secara individu di tempat dengan koordinasi tangan dan pandangan yang tepat.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu melempar sesuatu? Bagian tangan mana yang paling banyak kamu gunakan saat melempar bola?
- Mengapa pandangan matamu perlu selalu mengikuti arah bola saat melempar dan menangkap?
- Menurutmu, apa bedanya melempar bola dari bawah, dari dada, dan dari atas kepala?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru menyambut murid di lapangan dan mengajak berdoa bersama sebelum memulai aktivitas.
- Guru melakukan presensi dan memastikan kondisi fisik murid siap beraktivitas.
- Asesmen awal (diagnostik): Guru bertanya lisan kepada murid, 'Siapa yang pernah melempar bola? Bagaimana cara kamu melemparnya?' — lalu mengamati respons untuk mengetahui pengetahuan awal murid tentang gerak melempar.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar cara melempar bola dari bawah, dari dada, dan dari atas, serta menangkapnya kembali sendiri.
- Guru memandu pemanasan dinamis selama ±5 menit: gerak jalan di tempat, ayunan lengan maju-mundur, rotasi pergelangan tangan, dan lompat kecil di tempat.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid sebelum masuk ke kegiatan inti.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan secara singkat tiga jenis lemparan bola: lemparan bawah (ayunan dari belakang bawah ke depan atas), lemparan dada (bola didorong setinggi dada ke depan), dan lemparan atas (bola dilempar melewati kepala ke atas).
- Guru mendemonstrasikan masing-masing jenis lemparan dengan gerakan lambat dan jelas sambil menyebutkan poin-poin kunci: posisi kaki selebar bahu, sikap badan sedikit condong ke depan, pandangan mengikuti arah bola.
- Guru menayangkan atau menggambar di papan/karton sederhana ilustrasi tiga posisi melempar agar murid dapat melihat perbedaan bentuk gerakan secara visual.
- Guru mengajak murid mengidentifikasi perbedaan ketiga lemparan dengan pertanyaan: 'Mana yang terasa lebih mudah? Mengapa?' — mendorong murid berpikir kritis tentang fungsi masing-masing lemparan (Penalaran Kritis).
- Guru meminta murid menirukan posisi awal (tanpa bola) setiap jenis lemparan secara bersama-sama, satu per satu, sambil guru memberi umpan balik verbal langsung.
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Setiap murid mengambil satu bola kasti dan berdiri di tempat masing-masing dengan jarak aman antar teman.
- Latihan 1 — Lemparan Bawah Individu: Murid berdiri tegak, kaki selebar bahu. Lemparkan bola dari bawah ke atas, pandangan mengikuti lambungan bola, lalu tangkap dengan dua tangan. Ulangi selama ±2 menit. Murid menghitung sendiri berapa kali berhasil menangkap bola (mendorong kemandirian dan kesadaran diri).
- Latihan 2 — Lemparan Dada Individu: Murid memegang bola setinggi dada, dorong bola ke atas-depan dengan kedua tangan, lalu tangkap kembali. Pandangan tetap pada bola. Ulangi selama ±2 menit sambil menghitung keberhasilan tangkapan.
- Latihan 3 — Lemparan Atas Individu: Murid mengayunkan bola dari belakang kepala ke depan-atas, lepaskan bola melambung tinggi, lalu bersiap menangkap dengan kedua tangan. Pandangan selalu ke atas mengikuti bola. Ulangi selama ±2 menit.
- Guru berkeliling mengamati dan memberikan koreksi individual: posisi kaki, arah pandangan, cara jari-jari tangan saat menangkap.
- Tantangan mini (menggembirakan): Guru meminta murid mencoba melempar bola agak lebih tinggi dari biasanya, lalu tangkap — siapa yang paling banyak berhasil menangkap dalam 1 menit? Murid mencatat sendiri hasilnya di hati (tanpa kompetisi antar teman, fokus pada rekor pribadi).
- Diferensiasi proses: Murid yang kesulitan diperbolehkan menggunakan bola lebih besar atau berlatih tanpa bola terlebih dahulu (meniru gerakan melempar dengan tangan kosong). Murid yang sudah mahir diminta mencoba variasi: lempar bola ke atas setinggi mungkin lalu tangkap sambil berpindah satu langkah.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru meminta murid duduk melingkar di lapangan dan mengajukan pertanyaan refleksi: 'Lemparan mana yang paling mudah kamu lakukan tadi? Mana yang paling sulit? Mengapa?'
- Murid diberi kesempatan menjawab secara bergantian — guru mendengarkan dan menghargai setiap jawaban tanpa menghakimi.
- Guru meminta murid menunjukkan kembali (mimik/gerakan tangan) bagian yang masih terasa sulit, lalu guru menjelaskan tips perbaikan singkat.
- Murid diminta merenungkan: 'Apa yang perlu aku latih lebih banyak agar lemparan dan tangkapanku makin bagus?' — menumbuhkan kemandirian dan kesadaran diri.
- Guru menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata: 'Gerak melempar dan menangkap ini berguna dalam olahraga kasti, basket, dan permainan sehari-hari. Kalau kalian rajin berlatih, tubuh kalian juga makin sehat dan terampil.'
Penutup:- Guru memandu pendinginan: gerakan peregangan lengan, pergelangan tangan, dan bahu selama ±3 menit.
- Guru menyimpulkan materi: tiga jenis lemparan (bawah, dada, atas) dan kunci keberhasilan menangkap bola (pandangan, posisi tangan, posisi kaki).
- Asesmen akhir (sumatif): Guru meminta masing-masing murid mempraktikkan satu jenis lemparan pilihan mereka sebanyak 5 kali, guru mengamati dan mencatat hasil pada lembar observasi.
- Guru memberikan apresiasi atas usaha murid hari ini.
- Guru menyampaikan pesan penutup: 'Gerak melempar dan menangkap butuh latihan terus-menerus. Kalian boleh berlatih di rumah dengan bola atau benda lunak yang aman.'
- Murid berdoa bersama sebelum meninggalkan lapangan.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang belum memahami konsep lemparan dapat melihat kembali ilustrasi gambar/karton yang ditempel guru, atau guru mendemonstrasikan ulang secara lebih lambat.
- Proses: Murid yang kesulitan berlatih dengan bola berukuran lebih besar atau bola kain yang lebih ringan, dan memulai dari lemparan bawah saja. Murid yang sudah terampil diberikan tantangan tambahan: melempar ke atas lebih tinggi, tangkap sambil berpindah tempat, atau kombinasikan dua jenis lemparan secara bergantian.
- Produk: Murid menunjukkan hasil belajar melalui praktik langsung (unjuk kerja). Murid yang lebih percaya diri dapat mendemonstrasikan salah satu jenis lemparan di depan teman-temannya sebagai contoh.
ASESMENAwal:- Pertanyaan lisan di pendahuluan: 'Siapa yang pernah melempar bola? Bagaimana cara kamu melemparnya?' — guru mengamati respons untuk memetakan pengetahuan awal dan pengalaman gerak murid.
- Guru meminta murid menirukan gerakan melempar secara bebas (tanpa bola) selama 30 detik untuk melihat pola gerak awal yang sudah mereka miliki.
Proses:- Observasi berkelanjutan: guru mengamati dan mencatat koordinasi tangan-pandangan murid saat latihan melempar dan menangkap bola secara individu.
- Umpan balik lisan langsung: guru memberikan koreksi positif kepada murid saat menemukan kesalahan teknik (misalnya, 'Pandanganmu ke mana? Coba ikuti arah bola terus!').
- Murid menghitung sendiri jumlah tangkapan berhasil selama latihan — guru mengamati kejujuran dan kesadaran diri murid.
Akhir:- Unjuk kerja individual: setiap murid melakukan 5 kali lemparan (jenis pilihan sendiri) dan menangkap bola kembali. Guru menilai menggunakan lembar observasi berbasis rubrik 4 level.
- Pertanyaan refleksi lisan: 'Apa yang kamu pelajari hari ini?' dan 'Gerakan mana yang masih ingin kamu latih?' — sebagai konfirmasi pemahaman akhir.
Formatif:- Observasi guru selama latihan individu: mengamati posisi kaki, arah pandangan, koordinasi tangan saat melempar dan menangkap.
- Pertanyaan lisan selama kegiatan inti: guru bertanya kepada beberapa murid tentang nama dan perbedaan jenis lemparan.
- Catatan anekdot: guru mencatat murid yang memerlukan bimbingan khusus atau menunjukkan kemajuan signifikan selama proses latihan.
Sumatif:- Unjuk kerja di akhir pembelajaran: murid mempraktikkan satu jenis lemparan pilihan mereka sebanyak 5 kali, dinilai menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) berdasarkan aspek teknik lemparan dan koordinasi tangkap.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengetahuan Konsep Melempar (TP 3.3.1.1) | Murid tidak dapat menyebutkan atau membedakan jenis-jenis lemparan bola (bawah, dada, atas). | Murid dapat menyebutkan salah satu jenis lemparan namun belum dapat menjelaskan prosedurnya. | Murid dapat menyebutkan dua atau tiga jenis lemparan dan menjelaskan prosedurnya dengan benar meski masih perlu bantuan. | Murid dapat menyebutkan dan menjelaskan prosedur ketiga jenis lemparan (bawah, dada, atas) dengan benar dan mandiri. | | Teknik Melempar Bola (TP 3.3.1.2) | Posisi kaki tidak tepat, ayunan lengan tidak terarah, bola tidak mencapai sasaran/arah yang diinginkan. | Posisi kaki sudah cukup baik, namun ayunan lengan dan arah lemparan masih tidak konsisten. | Posisi kaki selebar bahu, ayunan lengan sesuai jenis lemparan, bola terarah dengan baik pada sebagian besar percobaan. | Posisi kaki, sikap badan, dan ayunan lengan sesuai prosedur untuk jenis lemparan yang dipilih, bola terarah dan terkontrol secara konsisten. | | Koordinasi Menangkap Bola (TP 3.3.1.2) | Pandangan tidak mengikuti bola, tangan tidak siap, bola tidak berhasil ditangkap. | Pandangan kadang mengikuti bola, tangan mulai terbuka siap menangkap, namun bola sering jatuh. | Pandangan selalu mengikuti bola, tangan terbuka dan siap, bola berhasil ditangkap pada sebagian besar percobaan. | Pandangan konsisten mengikuti bola, koordinasi tangan dan mata sangat baik, bola berhasil ditangkap dengan sempurna pada hampir semua percobaan. | | Kemandirian dan Partisipasi Aktif | Murid tidak mau mencoba atau selalu menunggu bantuan guru untuk memulai gerakan. | Murid mencoba berlatih namun sering berhenti dan membutuhkan dorongan guru. | Murid berlatih secara mandiri dan aktif selama sebagian besar waktu latihan. | Murid berlatih dengan penuh semangat, mencoba tantangan tambahan secara mandiri, dan menghitung sendiri capaian latihannya. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang cukup untuk mempraktikkan ketiga jenis lemparan? Jika tidak, apa yang perlu disesuaikan?
- Apakah penjelasan konsep dan demonstrasi yang saya lakukan sudah cukup jelas sehingga murid memahami perbedaan lemparan bawah, dada, dan atas?
- Murid mana yang menunjukkan kesulitan teknis? Dukungan seperti apa yang perlu saya siapkan di pertemuan berikutnya?
- Apakah waktu 70 menit sudah cukup mencakup tahap Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi secara proporsional? Apa yang perlu diseimbangkan?
Refleksi Murid:- Lemparan mana yang paling mudah dan paling sulit kamu lakukan hari ini? Mengapa?
- Bagian mana dari gerakan melempar atau menangkap yang ingin kamu latih lebih banyak?
- Apa yang kamu rasakan saat berhasil menangkap bola sendiri? Apa yang membuatmu senang dalam kegiatan hari ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa PJOK Kelas 3 SD — Kurikulum Merdeka (Kemdikbudristek)
- Buku Guru PJOK Kelas 3 SD — Kurikulum Merdeka, Bab 3: Aktivitas Pola Gerak Dasar Manipulatif
- Bola kasti (1 buah per murid, atau disesuaikan dengan ketersediaan alat)
- Bola busa/kain (untuk diferensiasi murid yang kesulitan)
- Karton/poster ilustrasi tiga jenis lemparan (lemparan bawah, dada, atas) sebagai media visual
- Lapangan atau halaman sekolah yang cukup luas dan aman
- Lembar observasi guru untuk asesmen unjuk kerja
|