Modul AjarPertemuan 1Bab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 3: Pengenalan Gerak Dasar Manipulatif: Melempar dan Menangkap Bola secara Individu

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 3 dengan topik "Pengenalan Gerak Dasar Manipulatif: Melempar dan Menangkap Bola secara Individu". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 3: Pengenalan Gerak Dasar Manipulatif: Melempar dan Menangkap Bola secara Individu

PJOK - Kelas 3

Bab 3 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Pengenalan Gerak Dasar Manipulatif: Melempar dan Menangkap Bola secara Individu

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikPengenalan Gerak Dasar Manipulatif: Melempar dan Menangkap Bola secara Individu
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan konsep dan prosedur gerak dasar melempar bola (lemparan bawah, dada, dan atas) dengan benar.
  2. Murid dapat mempraktikkan gerakan melempar dan menangkap bola secara individu di tempat dengan koordinasi tangan dan pandangan yang tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melempar sesuatu? Bagian tangan mana yang paling banyak kamu gunakan saat melempar bola?
  2. Mengapa pandangan matamu perlu selalu mengikuti arah bola saat melempar dan menangkap?
  3. Menurutmu, apa bedanya melempar bola dari bawah, dari dada, dan dari atas kepala?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyambut murid di lapangan dan mengajak berdoa bersama sebelum memulai aktivitas.
  • Guru melakukan presensi dan memastikan kondisi fisik murid siap beraktivitas.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru bertanya lisan kepada murid, 'Siapa yang pernah melempar bola? Bagaimana cara kamu melemparnya?' — lalu mengamati respons untuk mengetahui pengetahuan awal murid tentang gerak melempar.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar cara melempar bola dari bawah, dari dada, dan dari atas, serta menangkapnya kembali sendiri.
  • Guru memandu pemanasan dinamis selama ±5 menit: gerak jalan di tempat, ayunan lengan maju-mundur, rotasi pergelangan tangan, dan lompat kecil di tempat.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid sebelum masuk ke kegiatan inti.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan secara singkat tiga jenis lemparan bola: lemparan bawah (ayunan dari belakang bawah ke depan atas), lemparan dada (bola didorong setinggi dada ke depan), dan lemparan atas (bola dilempar melewati kepala ke atas).
  • Guru mendemonstrasikan masing-masing jenis lemparan dengan gerakan lambat dan jelas sambil menyebutkan poin-poin kunci: posisi kaki selebar bahu, sikap badan sedikit condong ke depan, pandangan mengikuti arah bola.
  • Guru menayangkan atau menggambar di papan/karton sederhana ilustrasi tiga posisi melempar agar murid dapat melihat perbedaan bentuk gerakan secara visual.
  • Guru mengajak murid mengidentifikasi perbedaan ketiga lemparan dengan pertanyaan: 'Mana yang terasa lebih mudah? Mengapa?' — mendorong murid berpikir kritis tentang fungsi masing-masing lemparan (Penalaran Kritis).
  • Guru meminta murid menirukan posisi awal (tanpa bola) setiap jenis lemparan secara bersama-sama, satu per satu, sambil guru memberi umpan balik verbal langsung.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Setiap murid mengambil satu bola kasti dan berdiri di tempat masing-masing dengan jarak aman antar teman.
  • Latihan 1 — Lemparan Bawah Individu: Murid berdiri tegak, kaki selebar bahu. Lemparkan bola dari bawah ke atas, pandangan mengikuti lambungan bola, lalu tangkap dengan dua tangan. Ulangi selama ±2 menit. Murid menghitung sendiri berapa kali berhasil menangkap bola (mendorong kemandirian dan kesadaran diri).
  • Latihan 2 — Lemparan Dada Individu: Murid memegang bola setinggi dada, dorong bola ke atas-depan dengan kedua tangan, lalu tangkap kembali. Pandangan tetap pada bola. Ulangi selama ±2 menit sambil menghitung keberhasilan tangkapan.
  • Latihan 3 — Lemparan Atas Individu: Murid mengayunkan bola dari belakang kepala ke depan-atas, lepaskan bola melambung tinggi, lalu bersiap menangkap dengan kedua tangan. Pandangan selalu ke atas mengikuti bola. Ulangi selama ±2 menit.
  • Guru berkeliling mengamati dan memberikan koreksi individual: posisi kaki, arah pandangan, cara jari-jari tangan saat menangkap.
  • Tantangan mini (menggembirakan): Guru meminta murid mencoba melempar bola agak lebih tinggi dari biasanya, lalu tangkap — siapa yang paling banyak berhasil menangkap dalam 1 menit? Murid mencatat sendiri hasilnya di hati (tanpa kompetisi antar teman, fokus pada rekor pribadi).
  • Diferensiasi proses: Murid yang kesulitan diperbolehkan menggunakan bola lebih besar atau berlatih tanpa bola terlebih dahulu (meniru gerakan melempar dengan tangan kosong). Murid yang sudah mahir diminta mencoba variasi: lempar bola ke atas setinggi mungkin lalu tangkap sambil berpindah satu langkah.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid duduk melingkar di lapangan dan mengajukan pertanyaan refleksi: 'Lemparan mana yang paling mudah kamu lakukan tadi? Mana yang paling sulit? Mengapa?'
  • Murid diberi kesempatan menjawab secara bergantian — guru mendengarkan dan menghargai setiap jawaban tanpa menghakimi.
  • Guru meminta murid menunjukkan kembali (mimik/gerakan tangan) bagian yang masih terasa sulit, lalu guru menjelaskan tips perbaikan singkat.
  • Murid diminta merenungkan: 'Apa yang perlu aku latih lebih banyak agar lemparan dan tangkapanku makin bagus?' — menumbuhkan kemandirian dan kesadaran diri.
  • Guru menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata: 'Gerak melempar dan menangkap ini berguna dalam olahraga kasti, basket, dan permainan sehari-hari. Kalau kalian rajin berlatih, tubuh kalian juga makin sehat dan terampil.'

Penutup:

  • Guru memandu pendinginan: gerakan peregangan lengan, pergelangan tangan, dan bahu selama ±3 menit.
  • Guru menyimpulkan materi: tiga jenis lemparan (bawah, dada, atas) dan kunci keberhasilan menangkap bola (pandangan, posisi tangan, posisi kaki).
  • Asesmen akhir (sumatif): Guru meminta masing-masing murid mempraktikkan satu jenis lemparan pilihan mereka sebanyak 5 kali, guru mengamati dan mencatat hasil pada lembar observasi.
  • Guru memberikan apresiasi atas usaha murid hari ini.
  • Guru menyampaikan pesan penutup: 'Gerak melempar dan menangkap butuh latihan terus-menerus. Kalian boleh berlatih di rumah dengan bola atau benda lunak yang aman.'
  • Murid berdoa bersama sebelum meninggalkan lapangan.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum memahami konsep lemparan dapat melihat kembali ilustrasi gambar/karton yang ditempel guru, atau guru mendemonstrasikan ulang secara lebih lambat.
  • Proses: Murid yang kesulitan berlatih dengan bola berukuran lebih besar atau bola kain yang lebih ringan, dan memulai dari lemparan bawah saja. Murid yang sudah terampil diberikan tantangan tambahan: melempar ke atas lebih tinggi, tangkap sambil berpindah tempat, atau kombinasikan dua jenis lemparan secara bergantian.
  • Produk: Murid menunjukkan hasil belajar melalui praktik langsung (unjuk kerja). Murid yang lebih percaya diri dapat mendemonstrasikan salah satu jenis lemparan di depan teman-temannya sebagai contoh.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan di pendahuluan: 'Siapa yang pernah melempar bola? Bagaimana cara kamu melemparnya?' — guru mengamati respons untuk memetakan pengetahuan awal dan pengalaman gerak murid.
  • Guru meminta murid menirukan gerakan melempar secara bebas (tanpa bola) selama 30 detik untuk melihat pola gerak awal yang sudah mereka miliki.

Proses:

  • Observasi berkelanjutan: guru mengamati dan mencatat koordinasi tangan-pandangan murid saat latihan melempar dan menangkap bola secara individu.
  • Umpan balik lisan langsung: guru memberikan koreksi positif kepada murid saat menemukan kesalahan teknik (misalnya, 'Pandanganmu ke mana? Coba ikuti arah bola terus!').
  • Murid menghitung sendiri jumlah tangkapan berhasil selama latihan — guru mengamati kejujuran dan kesadaran diri murid.

Akhir:

  • Unjuk kerja individual: setiap murid melakukan 5 kali lemparan (jenis pilihan sendiri) dan menangkap bola kembali. Guru menilai menggunakan lembar observasi berbasis rubrik 4 level.
  • Pertanyaan refleksi lisan: 'Apa yang kamu pelajari hari ini?' dan 'Gerakan mana yang masih ingin kamu latih?' — sebagai konfirmasi pemahaman akhir.

Formatif:

  • Observasi guru selama latihan individu: mengamati posisi kaki, arah pandangan, koordinasi tangan saat melempar dan menangkap.
  • Pertanyaan lisan selama kegiatan inti: guru bertanya kepada beberapa murid tentang nama dan perbedaan jenis lemparan.
  • Catatan anekdot: guru mencatat murid yang memerlukan bimbingan khusus atau menunjukkan kemajuan signifikan selama proses latihan.

Sumatif:

  • Unjuk kerja di akhir pembelajaran: murid mempraktikkan satu jenis lemparan pilihan mereka sebanyak 5 kali, dinilai menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) berdasarkan aspek teknik lemparan dan koordinasi tangkap.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengetahuan Konsep Melempar (TP 3.3.1.1)Murid tidak dapat menyebutkan atau membedakan jenis-jenis lemparan bola (bawah, dada, atas).Murid dapat menyebutkan salah satu jenis lemparan namun belum dapat menjelaskan prosedurnya.Murid dapat menyebutkan dua atau tiga jenis lemparan dan menjelaskan prosedurnya dengan benar meski masih perlu bantuan.Murid dapat menyebutkan dan menjelaskan prosedur ketiga jenis lemparan (bawah, dada, atas) dengan benar dan mandiri.
Teknik Melempar Bola (TP 3.3.1.2)Posisi kaki tidak tepat, ayunan lengan tidak terarah, bola tidak mencapai sasaran/arah yang diinginkan.Posisi kaki sudah cukup baik, namun ayunan lengan dan arah lemparan masih tidak konsisten.Posisi kaki selebar bahu, ayunan lengan sesuai jenis lemparan, bola terarah dengan baik pada sebagian besar percobaan.Posisi kaki, sikap badan, dan ayunan lengan sesuai prosedur untuk jenis lemparan yang dipilih, bola terarah dan terkontrol secara konsisten.
Koordinasi Menangkap Bola (TP 3.3.1.2)Pandangan tidak mengikuti bola, tangan tidak siap, bola tidak berhasil ditangkap.Pandangan kadang mengikuti bola, tangan mulai terbuka siap menangkap, namun bola sering jatuh.Pandangan selalu mengikuti bola, tangan terbuka dan siap, bola berhasil ditangkap pada sebagian besar percobaan.Pandangan konsisten mengikuti bola, koordinasi tangan dan mata sangat baik, bola berhasil ditangkap dengan sempurna pada hampir semua percobaan.
Kemandirian dan Partisipasi AktifMurid tidak mau mencoba atau selalu menunggu bantuan guru untuk memulai gerakan.Murid mencoba berlatih namun sering berhenti dan membutuhkan dorongan guru.Murid berlatih secara mandiri dan aktif selama sebagian besar waktu latihan.Murid berlatih dengan penuh semangat, mencoba tantangan tambahan secara mandiri, dan menghitung sendiri capaian latihannya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang cukup untuk mempraktikkan ketiga jenis lemparan? Jika tidak, apa yang perlu disesuaikan?
  • Apakah penjelasan konsep dan demonstrasi yang saya lakukan sudah cukup jelas sehingga murid memahami perbedaan lemparan bawah, dada, dan atas?
  • Murid mana yang menunjukkan kesulitan teknis? Dukungan seperti apa yang perlu saya siapkan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah waktu 70 menit sudah cukup mencakup tahap Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi secara proporsional? Apa yang perlu diseimbangkan?

Refleksi Murid:

  • Lemparan mana yang paling mudah dan paling sulit kamu lakukan hari ini? Mengapa?
  • Bagian mana dari gerakan melempar atau menangkap yang ingin kamu latih lebih banyak?
  • Apa yang kamu rasakan saat berhasil menangkap bola sendiri? Apa yang membuatmu senang dalam kegiatan hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK Kelas 3 SD — Kurikulum Merdeka (Kemdikbudristek)
  2. Buku Guru PJOK Kelas 3 SD — Kurikulum Merdeka, Bab 3: Aktivitas Pola Gerak Dasar Manipulatif
  3. Bola kasti (1 buah per murid, atau disesuaikan dengan ketersediaan alat)
  4. Bola busa/kain (untuk diferensiasi murid yang kesulitan)
  5. Karton/poster ilustrasi tiga jenis lemparan (lemparan bawah, dada, atas) sebagai media visual
  6. Lapangan atau halaman sekolah yang cukup luas dan aman
  7. Lembar observasi guru untuk asesmen unjuk kerja

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.