MODUL AJAR PJOK — Kelas 3 (Fase B) Topik: Bab 3 — Aktivitas Pola Gerak Dasar Manipulatif INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Aktivitas Pola Gerak Dasar Manipulatif |
|---|
| Alokasi Waktu | 14 JP (14 x 35 menit = 490 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 5 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 3.3.1 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental melempar dan menangkap bola dalam aktivitas pola gerak dasar manipulatif
- TP 3.3.2 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental menendang dan menahan bola dalam aktivitas pola gerak dasar manipulatif
- TP 3.3.3 Menerapkan peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani permainan manipulatif
- TP 3.3.4 Berpartisipasi secara positif dalam kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani manipulatif
- TP 3.3.5 Mengenali faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan pada aktivitas gerak manipulatif
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana posisi kedua tanganmu agar bola yang dilempar teman tidak jatuh atau terlepas?
- Apa yang perlu diperhatikan saat mengayunkan lengan agar lemparan bola kasti bisa sampai tepat setinggi dada pasanganmu?
- Bagian kaki mana saja yang dapat kita gunakan untuk menendang dan menahan bola agar arah dan laju bola terkontrol?
- Mengapa posisi kaki tumpu dan ayunan kaki memengaruhi kehalusan serta ketepatan laju bola saat dioper?
- Mengapa dalam setiap permainan bola perlu ada peraturan yang disepakati bersama?
- Apa yang kamu lakukan jika bola lemparanmu menyentuh garis pembatas lapangan atau tidak sengaja mengenai teman?
- Apa yang membuat bermain lempar-tangkap atau tendang bola bersama teman terasa sangat seru dan menggembirakan?
- Bagaimana caramu membantu kelompok agar semua teman merasa senang saat bermain bola bersama?
- Bagaimana caramu memastikan lemparan, tangkapan, tendangan, dan tahanan bola dapat dilakukan secara terkontrol bersama pasanganmu?
- Mengapa kita harus mematuhi peraturan dan bekerja sama saat bermain permainan bola dalam tim?
- Hal apa saja yang membuat aktivitas gerak menggunakan bola terasa sangat menyenangkan bagimu?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menghaluskan Keterampilan Gerak Fundamental Melempar dan Menangkap Bola secara Mandiri dan Berpasangan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.1 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental melempar dan menangkap bola dalam aktivitas pola gerak dasar manipulatif
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan, memimpin doa bersama, mengecek kehadiran, dan memastikan kondisi fisik seluruh murid siap berolahraga (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menghaluskan gerak dasar melempar dan menangkap bola secara mandiri dan berpasangan (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik unjuk kerja singkat: meminta murid melambungkan bola kasti ke atas setinggi kepala lalu menangkapnya kembali sebanyak 3 kali percobaan (acuan: posisi kedua tangan terbuka meredam bola tanpa jatuh) (5 menit).
- Guru memandu pemanasan dalam bentuk permainan beregu 'Lempar Tangkap Gawang Bendera' (dua regu bermain melempar dan menangkap bola untuk mendekatkan bola ke area gawang tanpa membawa bola sambil berlari) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan variasi pola gerak manipulatif melempar (ayunan dari bawah ke atas dan ayunan setinggi dada) serta menangkap bola dengan merapatkan kedua telapak tangan membentuk kantung (5 menit).
- Murid mengamati dan mengidentifikasi fase gerak: sikap berdiri kaki dibuka selebar bahu, ayunan lengan, pelepasan bola, dan gerakan tangan menjemput serta meredam laju bola (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid berlatih secara mandiri: melempar bola kasti dari bawah ke atas setinggi kepala di tempat, lalu menangkapnya kembali menggunakan dua tangan sebanyak 10 kali ulangan secara berulang (5 menit).
- Murid berpasangan berhadapan pada jarak 3 meter untuk melakukan lempar tangkap bola setinggi dada (ayunan bola dari depan/bawah menuju dada pasangan dan ditangkap dengan dua tangan) sebanyak 10 kali lemparan bergantian (15 menit).
- Murid melakukan tantangan permainan berpasangan 'Raja Tangkap': pasangan melakukan lempar tangkap bola setinggi dada selama 2 menit tanpa menjatuhkan bola; pasangan yang berhasil melakukan 10 kali tangkapan berturut-turut boleh mundur satu langkah memperjauh jarak menjadi 4-5 meter (15 menit).
- Murid berlatih variasi melempar dan menangkap berpasangan sambil bergerak (maju, mundur, dan menyamping) sebanyak 8 kali lintasan bolak-balik (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid duduk melingkar berpasangan, mengamati kembali gerak temannya dan saling menyampaikan bagian mana yang sudah halus (misalnya ayunan pas atau tangkapan tidak memantul lepas) (5 menit).
- Guru membimbing murid menyimpulkan penyesuaian gerak yang membuat lemparan lebih terarah dan tangkapan lebih mulus (5 menit).
Penutup:- Guru memandu pendinginan statis dan dinamis untuk meregangkan otot lengan dan tungkai serta mengatur napas (5 menit).
- Guru bersama murid melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan dan umpan balik atas peragaan gerak melempar dan menangkap bola, serta menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang masih ragu menggunakan bola kasti karet/busa yang lebih lunak dan berukuran sedikit lebih besar; murid yang mahir menggunakan bola kasti standar.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan berlatih melempar dan menangkap pada jarak dekat (2 meter) di tempat; murid yang mahir diberi tantangan menambah jarak lemparan (4-5 meter) atau sambil melangkah bergerak menyamping.
- Produk: Target ketuntasan tangkapan disesuaikan: minimal 5 tangkapan berhasil tanpa jatuh untuk kelompok bimbingan, dan minimal 8-10 tangkapan berturut-turut pada jarak lebih jauh untuk kelompok mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Unjuk kerja diagnostik singkat: Murid melambungkan bola sendiri ke atas setinggi kepala dan menangkapnya kembali sebanyak 3 kali ulangan. (Acuan: murid mampu menangkap bola minimal 2 kali dengan kedua tangan tanpa bola jatuh ke tanah).
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja lempar tangkap berpasangan: Guru mengamati ketercapaian gerak saat latihan dan tantangan 'Raja Tangkap' dengan 2 indikator: (1) Lemparan terarah setinggi dada ke pasangan; (2) Tangkapan menyerap/meredam laju bola dengan dua tangan tanpa terjatuh.
Akhir Pertemuan:- Cek unjuk kerja akhir berpasangan: Setiap pasangan melakukan 5 kali lempar tangkap berjarak 3-4 meter. (Acuan ketercapaian: murid berhasil melempar tepat ke arah pasangan dan menangkap bola minimal 4 dari 5 kesempatan tanpa menjatuhkan bola).
Formatif:- Observasi unjuk kerja gerak melempar bola kasti (ayunan lengan, arah sasaran)
- Observasi unjuk kerja gerak menangkap bola kasti (posisi telapak tangan meredam, konsistensi bola tidak lepas)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Gerak Melempar Bola | Melempar bola tanpa ayunan lengan yang terkontrol dan arah lemparan belum menuju ke pasangan (kurang dari 2 lemparan terarah dari 5 kali percobaan). | Melempar bola dengan ayunan lengan sederhana namun arah bola belum konsisten setinggi dada pasangan (2-3 lemparan terarah dari 5 kali percobaan). | Melempar bola dengan ayunan lengan dari bawah/depan secara mulus dan terarah setinggi dada pasangan (4 lemparan terarah dari 5 kali percobaan). | Melempar bola dengan ayunan lengan yang sangat halus, ritmis, dan terarah tepat ke sasaran dada pasangan pada seluruh 5 kali lemparan secara konsisten. | | Keterampilan Gerak Menangkap Bola | Posisi tangan kaku dan belum menyambut bola, bola memantul lepas atau jatuh (kurang dari 2 kali tangkapan berhasil dari 5 kali kesempatan). | Menyambut bola dengan kedua tangan terbuka tetapi belum meredam laju bola secara mulus sehingga bola sempat goyah (2-3 kali tangkapan berhasil dari 5 kali kesempatan). | Menyambut dan meredam laju bola menggunakan kedua tangan dengan mulus tanpa terjatuh (4 kali tangkapan berhasil dari 5 kali kesempatan). | Menyambut dan meredam laju bola menggunakan kedua tangan secara mulus, tenang, dan stabil tanpa jatuh pada seluruh 5 kali kesempatan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu latihan mandiri dan berpasangan cukup memfasilitasi murid menghaluskan gerak lempar tangkap?
- Bagian mana dari modifikasi jarak atau bola yang paling membantu murid yang mengalami kesulitan menangkap bola?
Murid:- Gerakan apa yang paling mudah kamu lakukan: melambungkan dan menangkap bola sendiri atau berpasangan dengan teman?
- Apa yang kamu lakukan dengan kedua telapak tanganmu agar bola dari teman tidak memantul lepas saat ditangkap?
Pertemuan 2 — Menghaluskan Keterampilan Gerak Fundamental Menendang dan Menahan Bola Menggunakan Berbagai Bagian Kaki — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.2 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental menendang dan menahan bola dalam aktivitas pola gerak dasar manipulatif
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan, memimpin doa bersama, mengecek kehadiran, serta memastikan kesiapan fisik murid untuk beraktivitas jasmani (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menghaluskan keterampilan gerak fundamental menendang dan menahan bola menggunakan berbagai bagian kaki (kaki bagian dalam, punggung kaki, dan kaki bagian luar/telapak kaki) (5 menit).
- Murid melakukan pemanasan dinamis berkesadaran, diawali peregangan persendian kaki dan pergelangan kaki, dilanjutkan lari pelan sambil melakukan variasi sentuhan kaki tanpa bola (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik unjuk kerja singkat: setiap murid diminta melakukan 1 kali tendangan bola mendatar ke dinding/sasaran cone dari jarak 3 meter dan menahan bola pantulnya menggunakan kaki bagian dalam. Kriteria pengamatan diagnostik: (1) posisi kaki tumpu di samping bola, (2) perkenaan kaki bagian dalam pada tengah bola, (3) kaki penahan menyerap laju bola tanpa bola memantul liar lebih dari 1 meter (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati peragaan guru dan gambar panduan tentang mekanika gerak menendang (menggunakan kaki bagian dalam dan punggung kaki) serta menahan bola (menggunakan kaki bagian dalam dan telapak kaki), dengan fokus pada posisi kaki tumpu di samping bola, ayunan kaki pengumpan, serta penyerapan laju bola saat menahan (10 menit).
- Murid secara mandiri melakukan eksplorasi gerak tanpa bola (shadow movement) menendang dan menahan bola untuk merasakan perkenaan bagian kaki secara berkesadaran dan menjaga keseimbangan tubuh (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid berpasangan berjarak 4-5 meter melakukan latihan mengoper dan menahan bola menggunakan kaki bagian dalam secara bergantian sebanyak 10 kali operan dengan fokus kehalusan gerak dan laju bola mendatar yang terarah (3 menit).
- Murid berpasangan melanjutkan latihan mengoper menggunakan punggung kaki dan menahan bola menggunakan telapak kaki/kaki bagian luar secara bergantian sebanyak 10 kali pengulangan (12 menit).
- Murid bermain tantangan menggembirakan 'Gawang Mini Cone Berpasangan': setiap pasangan berdiri berhadapan dengan jarak 5 meter yang di tengahnya diberi gawang selebar 1 meter dari dua cone. Murid menendang bola mendatar melewati celah gawang tanpa menyentuh cone dan pasangan menahan bola tepat di tempat, menghitung operan sukses bersih berturut-turut (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid berhenti sejenak dalam posisi duduk melingkar di lapangan, merasakan bagian kaki mana yang paling stabil dan terkontrol saat menendang serta bagaimana mengatur tenaga ayunan agar bola mudah ditahan oleh pasangan (10 menit).
- Murid mencoba kembali 3 kali operan dengan melakukan penyesuaian gerak berdasarkan refleksi kendali tenaga dan posisi kaki tumpu yang baru disadari (10 menit).
Penutup:- Murid melakukan aktivitas pendinginan statis untuk melemaskan otot tungkai dan pernapasan berirama (5 menit).
- Guru melakukan cek pemahaman akhir unjuk kerja dan memberikan umpan balik langsung terhadap keterampilan menghaluskan tendangan dan menahan bola yang telah dipraktikkan (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan apresiasi atas usaha gerak seluruh murid, doa bersama, dan mengarahkan murid berganti pakaian serta mencuci tangan (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan ukuran dan jenis bola yang bervariasi (bola spon/busa bernomor 4 untuk murid yang memerlukan adaptasi benturan kaki, dan bola standar ukuran 4 untuk murid yang sudah siap).
- Proses: Untuk murid yang masih kaku, jarak operan didekatkan menjadi 2-3 meter dengan bola diam terlebih dahulu; untuk murid yang sudah terampil, jarak operan diperlebar menjadi 6-7 meter dengan variasi menerima bola yang bergulir sedikit menyamping.
- Produk: Target keberhasilan disesuaikan: murid tahap berkembang menargetkan kontrol bola berhenti dalam radius 1 meter di depannya, sedangkan murid mahir menargetkan bola langsung berhenti tenang siap oper dalam satu sentuhan halus.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik unjuk kerja 1 tendangan dan 1 tahanan bola pantul dinding jarak 3 meter. Acuan kriteria kesiapan: (1) kaki tumpu berada di samping bola berjarak sekitar 10-15 cm, (2) perkenaan kaki bagian dalam tepat di titik tengah bola sehingga bola meluncur menyusur tanah, (3) kaki penahan menyerap benturan bola sehingga bola berhenti dalam radius maksimal 1 meter dari kaki.
Proses:- Pengamatan formatif saat latihan berpasangan dan tantangan gawang mini cone: Guru mengamati 5 kali percobaan operan berturut-turut pada setiap murid. Acuan penilaian: (1) Kaki tumpu kokoh di samping bola dan lutut sedikit ditekuk; (2) Ayunan kaki menendang halus dan terkontrol mengenai titik tengah bola; (3) Kaki penahan menarik sedikit ke belakang menyerap momentum bola; (4) Arah bola tepat mendatar ke arah pasangan/melewati sasaran gawang cone.
Akhir Pertemuan:- Cek unjuk kerja akhir berpasangan: Murid melakukan rangkaian 3 kali operan mendatar dan 3 kali menahan bola secara berkesinambungan. Acuan ketercapaian: Minimal 2 dari 3 kali percobaan menendang tepat sasaran mendatar dan bola berhasil ditahan dengan terkontrol di dekat tubuh (radius kontrol maksimal 1 meter dari kaki tumpu).
Formatif:- Observasi unjuk kerja gerak fundamental menendang bola (kaki bagian dalam dan punggung kaki) serta menahan bola (kaki bagian dalam dan telapak kaki) menggunakan lembar ceklis indikator kehalusan gerak selama kegiatan inti.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Menendang Bola Menggunakan Berbagai Bagian Kaki | Belum mampu menendang bola dengan perkenaan kaki yang tepat; perkenaan sering meleset dan arah bola tidak terkontrol. | Mampu menendang bola dengan perkenaan kaki bagian dalam atau punggung kaki, namun ayunan kaki masih kaku dan laju bola sering melambung tidak terarah. | Mampu menendang bola menggunakan kaki bagian dalam dan punggung kaki secara halus, posisi kaki tumpu tepat, dan bola meluncur mendatar terarah pada sebagian besar kesempatan (minimal 3 dari 5 percobaan tepat). | Konsisten menendang bola menggunakan berbagai bagian kaki dengan gerakan mengalir halus, kendali tenaga sangat tepat, dan arah bola selalu akurat mendatar ke sasaran (5 dari 5 percobaan tepat secara mandiri). | | Keterampilan Menahan Bola Menggunakan Berbagai Bagian Kaki | Belum mampu menahan bola yang datang; bola sering terpental jauh lebih dari 2 meter atau luput dari kaki. | Mampu menyentuh bola yang datang, tetapi gerakan menyerap tenaga bola belum tampak sehingga bola masih memantul lebih dari 1 meter dari posisi berdiri. | Mampu menahan bola menggunakan kaki bagian dalam atau telapak kaki dengan meredam laju bola secara baik sehingga bola berhenti terkontrol dalam radius 1 meter di dekat kaki pada sebagian besar kesempatan (minimal 3 dari 5 percobaan terkontrol). | Konsisten menahan dan menghentikan bola menggunakan berbagai bagian kaki dengan gerakan menyerap yang sangat halus sehingga bola langsung tenang dan siap dimainkan kembali dalam satu sentuhan (5 dari 5 percobaan terkontrol secara mandiri). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu latihan berpasangan dan tantangan gawang mini sudah cukup memberi kesempatan setiap murid menghaluskan gerak menendang dan menahannya?
- Bagaimana efektivitas modifikasi jarak dan jenis bola dalam membantu murid yang mengalami kesulitan mengontrol perkenaan kaki?
Murid:- Bagian kaki mana yang terasa paling nyaman dan mudah bagimu saat mengarahkan bola ke pasangan?
- Apa yang kamu rasakan pada kakimu saat berhasil menahan bola agar tidak memantul jauh?
Pertemuan 3 — Menerapkan Peraturan untuk Menumbuhkan Fair Play dalam Permainan Manipulatif Sederhana — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.3 Menerapkan peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani permainan manipulatif
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan, memimpin doa bersama, mengecek kehadiran, dan melakukan peregangan dinamis terpadu sambil menjelaskan tujuan pembelajaran tentang penerapan peraturan dan fair play dalam permainan manipulatif bola (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab tentang 3 aturan dasar permainan melempar-menangkap: (1) batas garis lempar, (2) giliran melempar, dan (3) sikap jujur saat bola keluar garis (acuan: murid menyebutkan pentingnya mematuhi batas, antre giliran, dan mengaku saat bola keluar) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan demonstrasi 3 butir peraturan fair play dalam permainan bola beracun sederhana: (1) melempar bola hanya ke arah badan bagian pinggang ke bawah, (2) jika terkena lemparan wajib jujur melangkah keluar arena tanpa menunggu ditegur, dan (3) pelempar dilarang melewati garis batas serang saat melempar bola (10 menit).
- Murid secara berkelompok melakukan simulasi mini tanpa bola untuk mempraktikkan respon terhadap 3 situasi peraturan tersebut (berhenti di garis lempar, mengangkat tangan tanda terkena sentuhan, dan mengoper bola ke teman yang berada di posisi sah) dengan panduan guru (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid dibagi menjadi 4 tim untuk memainkan permainan manipulatif melempar-menghindar 'Benteng Bola Sasaran' di area 10x10 meter dengan menerapkan secara ketat 3 aturan fair play: melempar di bawah pinggang, tidak menginjak garis serang, dan bersikap sportif mengakui saat terkena lemparan (15 menit).
- Murid bertukar peran antara tim pelempar dan tim penghindar dalam babak kedua permainan manipulatif sambil menerapkan aturan tambahan berupa larangan merebut bola secara paksa dari tangan teman saat operan berlangsung (15 menit).
Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid berkumpul dalam lingkaran sambil duduk untuk memeriksa jalannya permainan: apakah tim telah mematuhi 3 aturan fair play utama (lemparan sah di bawah pinggang, tertib garis batas, dan kejujuran keluar saat kena bola), serta mengidentifikasi momen saat terjadi keraguan aturan di lapangan (5 menit).
Penutup:- Guru memandu gerakan pendinginan statis untuk mengendurkan otot lengan dan tungkai setelah aktivitas gerak manipulatif (2 menit).
- Guru dan murid menyimpulkan pentingnya sikap fair play dalam permainan jasmani, serta guru memberikan umpan balik atas kepatuhan aturan yang ditunjukkan murid selama permainan berlangsung (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan garis pembatas visual yang jelas (cone warna cerah) bagi murid yang membutuhkan pengingat visual batas area serang.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan bermain dalam area yang lebih terawasi dengan jarak lempar lebih dekat, sedangkan murid yang sudah mahir menerapkan peraturan dalam tempo permainan yang lebih cepat dan batas area yang lebih dinamis.
- Produk: Penerapan peraturan diukur melalui konsistensi kepatuhan gerak terhadap batas garis, sasaran lemparan sah, dan pengakuan mandiri saat terkena bola selama permainan berlangsung.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan di awal pembelajaran mengenai 3 pemahaman peraturan dasar fair play: (1) Mengapa tidak boleh melempar bola ke arah kepala? (acuan: demi keselamatan teman); (2) Apa yang dilakukan jika bola menyentuh badanmu? (acuan: jujur mengaku dan melangkah keluar); (3) Mengapa harus melempar dari belakang garis? (acuan: menjaga keadilan permainan agar tidak curang).
Proses:- Observasi formatif unjuk kerja saat permainan 'Benteng Bola Sasaran' berlangsung, mengamati 3 indikator ketercapaian: (1) Mematuhi batas garis lempar (tidak menginjak/melintasi garis batas), (2) Mengarahkan sasaran lemparan secara sah (pinggang ke bawah), dan (3) Menunjukkan kejujuran mengakui sentuhan bola (keluar arena tanpa membantah/menunggu ditegur wasit).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir sesi secara lisan dengan mengonfirmasi 3 aturan fair play permainan manipulatif yang telah dipraktikkan: (1) batas garis serang, (2) zona sasaran lemparan yang diperbolehkan (pinggang ke bawah), dan (3) tindakan sportif saat terkena lemparan (acuan: murid menyebutkan ketiga aturan tersebut secara tepat dan menyatakan telah menerapkannya).
Formatif:- Observasi unjuk kerja kepatuhan aturan dan sikap fair play selama permainan manipulatif berlangsung menggunakan lembar ceklis pengamatan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Peraturan dan Fair Play dalam Permainan Manipulatif | Belum menerapkan 3 aturan fair play (sering melanggar garis, melempar di atas pinggang, dan enggan mengaku saat terkena lemparan walau sudah diingatkan guru). | Menerapkan 1 dari 3 aturan fair play (misalnya mematuhi garis batas lempar, tetapi masih perlu diingatkan untuk melempar di bawah pinggang dan jujur mengaku sentuhan bola). | Menerapkan 2 dari 3 aturan fair play secara konsisten dan mandiri selama permainan manipulatif berlangsung. | Menerapkan seluruh 3 aturan fair play (mematuhi batas garis lempar, melempar di bawah pinggang, dan jujur mengakui sentuhan bola) secara konsisten dan mandiri tanpa perlu diingatkan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain permainan manipulatif berhasil memfasilitasi situasi nyata bagi murid untuk mempraktikkan fair play?
- Bagaimana respons murid ketika terjadi sentuhan bola yang meragukan di lapangan, dan apakah mereka mampu menerapkan kejujuran secara mandiri?
Murid:- Apakah kamu merasa nyaman dan senang saat bermain dengan peraturan yang dipatuhi bersama teman?
- Aturan mana yang paling menantang untuk kamu patuhi saat permainan berlangsung seru?
Pertemuan 4 — Berpartisipasi Aktif dalam Kelompok dan Mengenali Faktor yang Menyebabkan Aktivitas Gerak Manipulatif Menyenangkan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.4 Berpartisipasi secara positif dalam kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani manipulatif
- TP 3.3.5 Mengenali faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan pada aktivitas gerak manipulatif
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan, memimpin doa bersama, memeriksa kehadiran, serta memastikan kesiapan fisik murid dengan menanyakan kondisi kesehatan (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu bermain aktif bersama kelompok serta mengenali hal-hal apa saja yang membuat aktivitas gerak manipulatif terasa menyenangkan (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta murid mengangkat kartu simbol wajah senang/sedih terhadap 3 situasi aktivitas gerak, serta menunjuk faktor yang mereka sukai (5 menit).
- Murid melakukan pemanasan terpadu melalui permainan mengejar bola berpasangan secara riang untuk menyiapkan tubuh (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperkenalkan dan mendemonstrasikan papan pilihan '4 Faktor Aktivitas Jasmani Menyenangkan': (1) Bermain bersama teman; (2) Bergerak aktif dan mencoba tantangan; (3) Saling menyemangati/mendukung; (4) Suasana ceria tanpa saling menyalahkan (10 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (4-5 murid) mengidentifikasi dan memilih 2 faktor utama yang paling ingin mereka rasakan dan wujudkan selama bermain aktivitas lempar-tangkap dan tendang-tahan bola hari ini (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid dalam kelompok memainkan aktivitas manipulatif 'Estafet Bola Keranjang Gembira', di mana setiap anggota kelompok berpartisipasi aktif melempar, menangkap, serta mengoper bola secara bergiliran untuk mengumpulkan poin bola bersama (15 menit).
- Murid beralih memainkan aktivitas manipulatif kedua 'Oper Bola Sasaran Ceria', di mana murid berpartisipasi aktif menendang dan menahan bola secara bergantian menuju target kelompok dengan saling memberikan giliran yang merata (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid duduk melingkar dalam kelompoknya untuk menempelkan stiker bintang pada papan faktor menyenangkan yang telah mereka alami selama aktivitas gerak kelompok (10 menit).
- Setiap murid menyebutkan atau menunjuk 1 faktor utama yang paling membuat dirinya merasa senang saat bermain kelompok tadi berdasarkan 4 pilihan yang tersedia (5 menit).
Penutup:- Murid melakukan aktivitas pendinginan ringan sambil mengayunkan lengan dan mengatur napas bersama guru (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap partisipasi positif seluruh murid dalam kelompok dan menyimpulkan faktor-faktor yang membuat olahraga terasa menyenangkan (5 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa syukur bersama dan mengarahkan murid untuk merapikan perlengkapan serta kembali ke kelas dengan tertib (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan gambar visual faktor-faktor menyenangkan berupa kartu ikon bergambar (teman, tantangan gerak, tepuk tangan/semangat, senyuman) untuk membantu murid yang membutuhkan dukungan visual.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu atau pasif, jarak sasaran permainan dibuat lebih dekat agar kepercayaan diri meningkat; bagi murid yang sangat aktif, jarak operan bola dapat divariasikan lebih menantang.
- Produk: Murid dapat mengenali faktor yang menyenangkan melalui pilihan menempelkan stiker simbol, menunjuk gambar faktor pada papan, atau menyebutkannya secara langsung.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan mengenali faktor menyenangkan: Murid merespons 3 pernyataan situasi gerak berikut dengan mengangkat kartu Senang atau Sedih: (1) 'Bermain lempar bola bersama teman yang saling menyemangati' (acuan respons: Senang); (2) 'Bermain bola tetapi ada teman yang mengejek saat bola jatuh' (acuan respons: Sedih); (3) 'Mencoba tantangan menendang bola ke sasaran sampai berhasil' (acuan respons: Senang). Kriteria kesiapan: murid mampu mengidentifikasi minimal 2 dari 3 situasi dengan tepat.
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan partisipasi positif murid selama permainan manipulatif kelompok (indikator: ikut serta aktif melakukan giliran gerak tanpa memisahkan diri, menyemangati teman atau tidak mencela kesalahan teman, berbagi giliran bola secara adil).
- Pengecekan pemahaman murid saat mengenali faktor menyenangkan dengan mencocokkan pengalaman gerak pada papan 4 faktor: (1) Bermain bersama teman, (2) Bergerak aktif/tantangan, (3) Saling mendukung/menyemangati, (4) Suasana ceria (acuan: murid memilih minimal 1 faktor konkret yang dialami).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid secara mandiri memilih/menunjuk 1 dari 4 faktor penyebab aktivitas menyenangkan yang disajikan guru pada lembar refleksi: (1) Bermain bersama teman, (2) Bergerak aktif mencoba tantangan, (3) Saling memberi semangat, (4) Suasana ceria tanpa saling menyalahkan (kriteria: murid mampu menunjuk/menyebutkan minimal 1 faktor yang sesuai dengan aktivitas gerak yang baru dijalani).
Formatif:- Observasi lembar ceklis partisipasi positif murid di dalam aktivitas kelompok
- Ceklis identifikasi faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Partisipasi Positif dalam Kelompok | Belum berpartisipasi dalam aktivitas kelompok atau memilih memisahkan diri dari tim. | Mulai ikut serta dalam aktivitas gerak kelompok namun masih pasif dan perlu dorongan berulang dari guru. | Berpartisipasi aktif secara mandiri dalam setiap giliran aktivitas gerak kelompok serta berbagi giliran dengan teman. | Berpartisipasi aktif secara konsisten dalam seluruh aktivitas kelompok serta secara konsisten menunjukkan dukungan positif kepada anggota tim. | | Mengenali Faktor yang Menyebabkan Aktivitas Jasmani Menyenangkan | Belum mampu mengenali atau menunjuk faktor yang menyebabkan aktivitas gerak menyenangkan meskipun telah dipandu. | Mengenali faktor menyenangkan dengan menunjuk 1 faktor setelah diberikan arahan/bimbingan bertahap oleh guru. | Mengenali dan menyebutkan/menunjuk 1 sampai 2 faktor penyebab aktivitas menyenangkan secara mandiri dari 4 pilihan yang tersedia. | Mengenali dan menyebutkan/menunjuk lebih dari 2 faktor penyebab aktivitas menyenangkan secara tepat dan mandiri dari pilihan yang tersedia. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan yang merata untuk berpartisipasi aktif dalam kelompoknya?
- Apakah suasana pembelajaran benar-benar dirasakan menggembirakan oleh murid sesuai prinsip deep learning?
- Faktor menyenangkan mana yang paling dominan dirasakan oleh murid selama aktivitas gerak manipulatif berlangsung?
Murid:- Bagian permainan mana yang paling membuatmu merasa senang dan bersemangat hari ini?
- Apa yang kamu lakukan agar teman satu kelompokmu juga merasa senang saat bermain bersama?
Pertemuan 5 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.1 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental melempar dan menangkap bola dalam aktivitas pola gerak dasar manipulatif
- TP 3.3.2 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental menendang dan menahan bola dalam aktivitas pola gerak dasar manipulatif
- TP 3.3.3 Menerapkan peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani permainan manipulatif
- TP 3.3.4 Berpartisipasi secara positif dalam kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani manipulatif
- TP 3.3.5 Mengenali faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan pada aktivitas gerak manipulatif
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan, memimpin doa bersama, memeriksa presensi, serta memastikan kesiapan fisik murid untuk mengikuti asesmen sumatif (3 menit).
- Guru memandu pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada peregangan sendi lengan, bahu, pinggang, dan tungkai kaki (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, tata tertib keselamatan, serta alur pelaksanaan yang terdiri atas 3 stasiun/bagian: unjuk kerja sirkuit manipulatif, permainan manipulatif kelompok kecil, dan refleksi lisan saat pendinginan (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menjelaskan dan memperagakan lintasan tugas 1 (Sirkuit Gerak Manipulatif): Pos A melakukan lempar-tangkap bola berpasangan sejauh 3 meter sebanyak 5 kali ulangan terkontrol, dilanjutkan Pos B melakukan tendang-tahan bola menggunakan kaki bagian dalam atau punggung kaki secara bergantian berpasangan sebanyak 5 kali ulangan terkontrol (3 menit).
- Guru menjelaskan aturan main tugas 2 (Permainan Bola Mini 4 Lapangan): setiap kelompok (7 murid per lapangan, terbagi tim 3 vs 4) wajib menerapkan fair play (tidak mendorong lawan, mengakui bola keluar, memulai kembali sesuai aturan lempar/tendang ke dalam) dan berpartisipasi aktif membagi operan bola kepada teman satu tim (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1 Asesmen Unjuk Kerja: Murid melaksanakan unjuk kerja sirkuit manipulatif secara serentak dalam formasi 14 pasang (28 murid) bergiliran pos; Pos A melakukan 5 kali lempar-tangkap bola (acuan: bola dilempar setinggi dada/terarah dan ditangkap kedua tangan tanpa jatuh) dan Pos B melakukan 5 kali tendang-tahan bola (acuan: tendangan terarah dengan kaki bagian dalam/punggung kaki dan bola ditahan di bawah telapak/kaki bagian dalam tanpa lepas jauh) dengan guru melakukan observasi langsung menggunakan rubrik unjuk kerja (45 menit).
- Tugas 2 Observasi Permainan Manipulatif Kelompok: Murid bermain dalam 4 lapangan mini secara serentak (7 murid per lapangan); guru mengobservasi penerapan aturan permainan/fair play (patuh garis batas, tidak sengaja menjatuhkan lawan, sportivitas menerima hasil) dan partisipasi positif (aktif meminta dan mengoper bola ke teman satu tim) menggunakan lembar observasi (35 menit).
Merefleksi (Menggembirakan):- Tugas 3 Tes Lisan Reflektif: Sambil memimpin gerakan pendinginan ringan dan relaksasi pernapasan, guru memanggil murid secara bergiliran (sekitar 45-50 detik per anak) untuk menjawab pertanyaan lisan terstruktur mengenai faktor yang membuat aktivitas gerak manipulatif menyenangkan (acuan faktor: rasa gembira saat berhasil menangkap/menendang bola, bermain bersama teman, bergerak aktif di lapangan, atau tantangan memasukkan/mengoper bola) (7 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi menyeluruh atas sportivitas, kejujuran, dan usaha mandiri seluruh murid selama pelaksanaan rangkaian asesmen sumatif (2 menit).
- Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa bersama dan mempersilakan murid mencuci tangan serta berganti pakaian (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada diferensiasi konten materi demi menjaga standarisasi pembuktian capaian asesmen sumatif bab.
- Proses: Akomodasi akses gerak berupa penyesuaian ukuran bola (bola busa/bola ukuran 4 yang lebih empuk) atau penyesuaian jarak posisi lempar-tendang menjadi 2-2,5 meter bagi murid yang memiliki hambatan koordinasi motorik, tanpa mengubah kriteria keterampilan yang dinilai.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti unjuk kerja gerak manipulatif, rekaman observasi perilaku permainan, dan respon lisan yang seragam sesuai kriteria rubrik.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan fisik murid melalui tanya jawab singkat mengenai kondisi tubuh, kelengkapan pakaian olahraga, dan kesiapan mengikuti sirkuit gerak (acuan: murid menyatakan sehat, tidak ada cedera yang membatasi gerak, dan siap bergerak aktif).
Proses:- Pemantauan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan saat transisi perpindahan pos sirkuit dan kepatuhan antrean berpasangan.
Sumatif Bab:- unjuk kerja gerak dan permainan kelompok serta tes lisan reflektif: praktik lempar-tangkap dan tendang-tahan bola secara terkontrol, perilaku patuh aturan dan kerja sama dalam permainan manipulatif, serta penyampaian lisan faktor kesenangan dalam berolahraga
- unjuk kerja rangkaian sirkuit gerak manipulatif: praktik melempar dan menangkap bola berpasangan secara terarah serta menendang dan menahan bola menggunakan bagian kaki secara terkontrol yang dilakukan serentak dalam formasi berpasangan (14 pasang = 28 murid) bergiliran pos (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja gerak manipulatif (lempar-tangkap dan tendang-tahan))
- observasi permainan manipulatif kelompok kecil: tindakan mematuhi aturan permainan (fair play), sportivitas, dan partisipasi aktif bekerja sama membagi bola dalam tim pada permainan manipulatif modifikasi yang dimainkan serentak dalam 4 lapangan mini (35 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi fair play dan kerja sama tim)
- tes lisan bergiliran: penyampaian lisan tentang faktor-faktor yang membuat aktivitas lempar tangkap dan menendang bola terasa menyenangkan, dilakukan bergiliran saat pendinginan (0,8 menit atau 45-50 detik per murid x 28 murid = ~22-25 menit) (25 menit; individual; instrumen: daftar pertanyaan lisan terstruktur dan panduan penilaian respon)
Sumatif:- unjuk kerja gerak dan permainan kelompok serta tes lisan reflektif: praktik lempar-tangkap dan tendang-tahan bola secara terkontrol, perilaku patuh aturan dan kerja sama dalam permainan manipulatif, serta penyampaian lisan faktor kesenangan dalam berolahraga
- unjuk kerja rangkaian sirkuit gerak manipulatif: praktik melempar dan menangkap bola berpasangan secara terarah serta menendang dan menahan bola menggunakan bagian kaki secara terkontrol yang dilakukan serentak dalam formasi berpasangan (14 pasang = 28 murid) bergiliran pos (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja gerak manipulatif (lempar-tangkap dan tendang-tahan))
- observasi permainan manipulatif kelompok kecil: tindakan mematuhi aturan permainan (fair play), sportivitas, dan partisipasi aktif bekerja sama membagi bola dalam tim pada permainan manipulatif modifikasi yang dimainkan serentak dalam 4 lapangan mini (35 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi fair play dan kerja sama tim)
- tes lisan bergiliran: penyampaian lisan tentang faktor-faktor yang membuat aktivitas lempar tangkap dan menendang bola terasa menyenangkan, dilakukan bergiliran saat pendinginan (0,8 menit atau 45-50 detik per murid x 28 murid = ~22-25 menit) (25 menit; individual; instrumen: daftar pertanyaan lisan terstruktur dan panduan penilaian respon)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghaluskan Gerak Lempar dan Tangkap Bola (TP 3.3.1) | Melakukan lempar-tangkap bola berpasangan tetapi belum terarah dan bola terjatuh lebih dari 3 kali dari 5 ulangan (hanya berhasil 0-1 kali terkontrol). | Melakukan lempar-tangkap bola berpasangan dengan kontrol yang cukup, namun bola masih terjatuh 2-3 kali dari 5 ulangan (berhasil 2-3 kali terkontrol). | Melakukan lempar-tangkap bola berpasangan secara terarah dan terkontrol dengan bola hanya terjatuh maksimal 1 kali dari 5 ulangan (berhasil 4 kali terkontrol). | Melakukan lempar-tangkap bola berpasangan secara halus, akurat, dan terkontrol sempurna sebanyak 5 kali ulangan tanpa bola terjatuh sama sekali. | | Menghaluskan Gerak Tendang dan Tahan Bola (TP 3.3.2) | Menendang dan menahan bola berpasangan tetapi arah tendangan melenceng jauh dan bola lepas kontrol lebih dari 3 kali dari 5 ulangan (hanya berhasil 0-1 kali terkontrol). | Menendang dan menahan bola berpasangan dengan bagian kaki, namun kontrol menahan masih lepas 2-3 kali dari 5 ulangan (berhasil 2-3 kali terkontrol). | Menendang bola terarah dan menahan bola menggunakan bagian kaki secara terkontrol dengan lepas kontrol maksimal 1 kali dari 5 ulangan (berhasil 4 kali terkontrol). | Menendang bola dengan akurat dan menahan bola secara halus dan terkontrol sempurna menggunakan bagian kaki sebanyak 5 kali ulangan tanpa lepas kontrol. | | Penerapan Peraturan dan Fair Play (TP 3.3.3) | Sering melanggar aturan permainan manipulatif (seperti mendorong lawan atau memperebutkan bola secara kasar) dan memprotes keputusan tanpa mau mengakui kesalahan. | Menerapkan peraturan permainan manipulatif tetapi masih sesekali melakukan pelanggaran kecil dan perlu diingatkan guru untuk bersikap fair play. | Menerapkan peraturan permainan secara konsisten, menghormati lawan, mematuhi batas lapangan, dan menunjukkan fair play tanpa perlu diingatkan guru. | Menerapkan peraturan permainan secara konsisten dan menunjukkan keteladanan fair play (seperti spontan meminta maaf saat tak sengaja menyenggol dan membantu lawan berdiri). | | Partisipasi Positif dalam Kelompok/Tim (TP 3.3.4) | Pasif dalam permainan kelompok atau mendominasi bola secara individual tanpa mau mengoper kepada anggota tim. | Mulai berpartisipasi dalam kelompok, namun operan bola ke rekan satu tim masih sangat terbatas bila tidak diminta secara langsung. | Berpartisipasi secara aktif dan positif dengan bergerak mencari ruang serta rutin membagi/mengoper bola kepada rekan satu tim selama permainan. | Berpartisipasi secara sangat aktif, konsisten mengoper bola ke seluruh rekan tim secara merata, dan selalu siap menerima operan dalam kelompok. | | Mengenali Faktor Kesenangan Aktivitas Manipulatif (TP 3.3.5) | Belum mampu menyebutkan faktor yang membuat aktivitas gerak manipulatif menyenangkan saat ditanya secara lisan. | Mampu menyebutkan 1 faktor yang membuat aktivitas manipulatif menyenangkan (acuan faktor: rasa gembira saat berhasil menangkap/menendang bola, bermain bersama teman, bergerak aktif, atau tantangan mengoper bola). | Mampu mengenali dan menyebutkan 2 faktor yang membuat aktivitas manipulatif menyenangkan sesuai daftar acuan dengan jelas. | Mampu mengenali dan menyebutkan lebih dari 2 faktor yang membuat aktivitas manipulatif menyenangkan disertai alasan sederhana yang relevan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh rangkaian pos sirkuit dan waktu asesmen berjalan efisien dan mencakup seluruh indikator TP murid?
- Bagaimana tingkat penguasaan pola gerak manipulatif dasar (lempar-tangkap, tendang-tahan) sebagian besar murid kelas 3?
- Apakah instrumen rubrik observasi dan daftar pertanyaan lisan dapat diterapkan secara objektif dan adil untuk seluruh murid?
Murid:- Gerakan mana yang menurutmu paling mudah dan paling menantang untuk dilakukan dengan terkontrol hari ini?
- Apakah kamu merasa puas dengan caramu mematuhi aturan dan bekerja sama dengan teman satu tim dalam permainan tadi?
- Apa yang membuatmu paling gembira saat berolahraga menggunakan bola pada bab ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK Kelas 3 SD Kemendikbudristek (Bab 3 Aktivitas Pola Gerak Dasar Manipulatif)
- Bola kasti atau bola tenis karet/busa modifikasi (sejumlah murid)
- Cone/kerucut penanda batas jarak lemparan
- Peluit dan stopwatch
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022).
- Bola sepak ukuran 4 atau bola spon modifikasi.
- Cone / corong pembatas untuk gawang mini.
- Peluit dan stopwatch.
- Muhajir & Umi Hariyani. (2022). Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas III. Jakarta: Kemendikbudristek.
- Bola spons / bola plastik kecil (8-10 buah).
- Cone pembatas arena (12 buah) dan peluit.
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas III Kemendikbudristek 2022
- Bola sepak mini / bola plastik / bola busa (12 buah)
- Keranjang / kardus sasaran (4 buah)
- Papan gambar dan kartu ikon 4 faktor menyenangkan
- Peluit dan kerucut (cone) pembatas
- Muhajir dan Umi Hariyani. 2022. Buku Panduan Guru PJOK untuk SD/MI Kelas III. Jakarta: Kemendikbudristek.
- Muhajir dan Umi Hariyani. 2022. Buku Siswa PJOK untuk SD/MI Kelas III. Jakarta: Kemendikbudristek.
- Bola sepak mini / bola plastik / bola busa sebanyak 14 buah.
- Kerucut (cone) penanda batas pos sirkuit dan pembatas 4 lapangan mini.
- Lembar rubrik observasi unjuk kerja dan lembar daftar pertanyaan refleksi lisan guru.
|