Modul AjarPertemuan 5Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 3: Rangkaian Variasi Gerak Nonlokomotor: Membungkuk dan Meliuk dalam Permainan Sederhana serta Pencegahan Cedera

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 3 dengan topik "Rangkaian Variasi Gerak Nonlokomotor: Membungkuk dan Meliuk dalam Permainan Sederhana serta Pencegahan Cedera". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 3: Rangkaian Variasi Gerak Nonlokomotor: Membungkuk dan Meliuk dalam Permainan Sederhana serta Pencegahan Cedera

PJOK - Kelas 3

Bab 2 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Rangkaian Variasi Gerak Nonlokomotor: Membungkuk dan Meliuk dalam Permainan Sederhana serta Pencegahan Cedera

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikRangkaian Variasi Gerak Nonlokomotor: Membungkuk dan Meliuk dalam Permainan Sederhana serta Pencegahan Cedera
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat memperagakan rangkaian variasi gerakan membungkuk dan meliuk dalam bentuk permainan sederhana (seperti permainan jongkok dan berdiri berganti-ganti) dengan menerapkan peraturan yang dimodifikasi secara fair play.
  2. Murid dapat mengenali risiko cedera ringan yang mungkin terjadi saat melakukan gerakan nonlokomotor dan menyebutkan cara pencegahannya dalam kehidupan sehari-hari.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu mencoba membungkuk dan meliuk badan saat bermain? Apa yang kamu rasakan setelah melakukannya?
  2. Menurutmu, apa yang bisa terjadi kalau kita bergerak tanpa pemanasan atau tanpa hati-hati?
  3. Bagaimana caranya agar kita bisa bermain dengan seru tapi tetap aman dan tidak terluka?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengajak murid berbaris rapi di lapangan, kemudian berdoa bersama sebelum memulai kegiatan.
  • Guru menyapa murid dengan hangat dan menanyakan kondisi fisik hari ini sebagai asesmen diagnostik awal (misal: 'Siapa yang tidurnya nyenyak tadi malam? Ada yang badannya pegal atau sakit?').
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara lisan untuk memancing rasa ingin tahu: 'Pernah tidak, kalian membungkuk untuk mengambil sesuatu dari lantai? Bagian tubuh mana yang bergerak?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang sederhana: 'Hari ini kita akan belajar bergerak membungkuk dan meliuk sambil bermain, serta belajar cara agar tubuh kita tidak cedera.'
  • Guru menjelaskan asesmen yang akan dilakukan: pengamatan gerak selama bermain dan tanya jawab singkat di akhir pelajaran.
  • Guru memimpin pemanasan statis dan dinamis selama ±5 menit: peregangan leher, bahu, pinggang, dan kaki, dengan gerakan yang menyenangkan (misal: 'sekarang kita pura-pura jadi pohon kelapa yang ditiup angin — liukkan badan ke kanan dan kiri!').

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan atau mendemonstrasikan dua gerakan utama: (1) membungkuk — berdiri tegak lalu membungkukkan badan ke depan hingga tangan hampir menyentuh lantai, (2) meliuk — berdiri tegak lalu meliukkan badan ke samping kanan dan kiri.
  • Guru menjelaskan perbedaan membungkuk dan meliuk dengan analogi nyata: 'Membungkuk seperti kamu mengambil pensil yang jatuh, meliuk seperti pohon yang tertiup angin kencang.'
  • Guru mengajak murid mengidentifikasi bagian tubuh yang bekerja saat membungkuk (punggung, pinggang) dan meliuk (pinggang, sisi tubuh) melalui tanya jawab singkat.
  • Guru menjelaskan risiko cedera yang bisa terjadi: terpeleset, keseleo pinggang, atau terbentur teman, serta cara pencegahannya (pemanasan cukup, ruang gerak cukup, tidak terburu-buru, pakai alas kaki yang pas).
  • Murid diminta mencoba sekali gerakan membungkuk dan meliuk secara mandiri di tempat masing-masing untuk merasakan sensasi gerakannya — guru berkeliling mengamati dan memberi umpan balik singkat.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil beranggotakan 5–7 orang.
  • Guru menjelaskan aturan permainan 'Jongkok-Berdiri Berantai': Semua anggota kelompok berdiri dalam satu baris. Pemimpin (bergantian) memberi aba-aba 'meliuk!' maka semua meliukkan badan ke arah yang disebutkan, atau aba-aba 'bungkuk!' maka semua membungkuk. Jika ada yang salah gerakan atau terlambat, ia pindah ke urutan terakhir. Bermain dengan sportif dan tidak mendorong teman.
  • Murid bermain selama ±10 menit. Guru memastikan setiap kelompok menerapkan aturan secara fair play: tidak saling mengejek, memberi kesempatan semua anggota menjadi pemimpin.
  • Setelah putaran pertama, guru menambah variasi: kombinasikan membungkuk dan meliuk dalam satu rangkaian gerakan (misal: bungkuk-liuk kanan-liuk kiri-berdiri tegak) dan murid mengikuti secara bersama-sama.
  • Guru mengamati dan mencatat kemampuan gerak murid (asesmen proses): apakah gerakan membungkuk dan meliuk dilakukan dengan benar, apakah bermain dengan fair play.
  • Di sela permainan, guru berhenti sejenak dan bertanya: 'Teman kalian tadi hampir terpeleset — apa yang seharusnya ia lakukan untuk mencegah itu?' Murid menjawab secara lisan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid duduk melingkar bersama kelompoknya. Guru memandu refleksi dengan pertanyaan: 'Gerakan mana yang paling mudah — membungkuk atau meliuk? Mana yang paling susah? Kenapa?'
  • Setiap kelompok diminta berdiskusi singkat (±2 menit): 'Cedera apa saja yang mungkin terjadi tadi saat bermain? Bagaimana cara mencegahnya?'
  • Perwakilan setiap kelompok menyampaikan satu contoh risiko cedera dan satu cara pencegahannya di hadapan kelas — guru memberikan apresiasi dan melengkapi jawaban bila ada yang kurang.
  • Murid secara mandiri mengisi lembar refleksi diri sederhana (dapat berupa gambar wajah: senang/biasa/susah) untuk menilai diri sendiri: 'Sudahkah aku melakukan gerakan membungkuk dan meliuk dengan benar?' dan 'Sudahkah aku bermain dengan jujur dan tidak curang?'
  • Guru merangkum hasil refleksi dan menegaskan kembali bahwa gerak yang benar dan aman adalah tanggung jawab diri sendiri dan kepedulian terhadap teman.

Penutup:

  • Guru memimpin pendinginan (cool down) selama ±3 menit: peregangan ringan pinggang, kaki, dan pernapasan dalam.
  • Guru melakukan asesmen akhir lisan: mengajukan 2–3 pertanyaan singkat kepada beberapa murid secara acak tentang cara pencegahan cedera dan nama gerakan yang telah dipelajari.
  • Guru menyimpulkan materi bersama murid: 'Hari ini kita sudah belajar gerakan membungkuk dan meliuk. Gerakan ini bermanfaat dalam kegiatan sehari-hari, dan kita harus selalu berhati-hati agar tidak cedera.'
  • Guru memberikan pesan untuk dilakukan di rumah: 'Coba ceritakan ke orang tua kalian satu cara menjaga tubuh agar tidak cedera saat bergerak!'
  • Guru menutup pelajaran dengan berdoa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang belum memahami konsep membungkuk dan meliuk, guru menyediakan kartu gambar visual yang menunjukkan posisi tubuh yang benar. Bagi murid yang sudah cepat memahami, guru memberikan tantangan tambahan: menyebutkan 3 aktivitas sehari-hari yang menggunakan gerakan membungkuk atau meliuk.
  • Proses: Murid yang membutuhkan lebih banyak waktu ditempatkan bersama teman sebaya yang lebih mahir dalam kelompok (peer learning) sehingga bisa belajar dengan mengamati dan meniru. Murid yang sudah mahir diberi peran sebagai 'pemimpin regu' yang memimpin aba-aba dalam permainan, sehingga kompetensinya lebih berkembang.
  • Produk: Murid yang belum berkembang cukup menunjukkan satu gerakan (membungkuk atau meliuk) dengan benar. Murid yang sudah berkembang diminta memperagakan rangkaian kombinasi membungkuk dan meliuk minimal 3 hitungan berurutan secara lancar.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya lisan di awal pendahuluan: 'Siapa yang pernah merasakan sakit punggung atau pinggang setelah bergerak?' untuk mengetahui pengalaman awal murid tentang risiko cedera.
  • Guru meminta murid menunjukkan gerakan membungkuk dan meliuk secara spontan (tanpa instruksi teknis) untuk mengetahui kemampuan awal gerak murid sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi guru menggunakan lembar checklist gerak selama permainan: (1) membungkuk dengan posisi punggung lurus, (2) meliuk dengan pinggang sebagai poros, (3) menjaga keseimbangan saat kembali ke posisi tegak.
  • Tanya jawab lisan saat jeda permainan: guru menunjuk beberapa murid dan meminta mereka menyebutkan satu risiko cedera dan satu cara pencegahannya.
  • Pengamatan sikap fair play: apakah murid mengikuti aturan permainan, tidak curang, dan menghargai teman yang membuat kesalahan.

Akhir:

  • Unjuk kerja individual: murid memperagakan rangkaian membungkuk → meliuk kanan → meliuk kiri → berdiri tegak secara berurutan di hadapan guru.
  • Pertanyaan lisan sumatif: guru mengajukan pertanyaan kepada 4–5 murid secara acak — 'Sebutkan dua cara mencegah cedera saat berolahraga!' — untuk mengukur ketercapaian TP 3.2.5.2.

Formatif:

  • Observasi langsung oleh guru selama permainan: ketepatan gerakan membungkuk dan meliuk, kepatuhan terhadap aturan fair play, dan partisipasi aktif dalam kelompok.
  • Tanya jawab lisan di sela kegiatan inti tentang risiko cedera dan cara pencegahannya.
  • Penilaian diri murid menggunakan lembar refleksi sederhana (skala gambar wajah) di tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Asesmen lisan di akhir pembelajaran: murid menjawab pertanyaan guru tentang nama gerakan yang dipelajari dan minimal satu cara pencegahan cedera.
  • Unjuk kerja: murid memperagakan rangkaian gerakan membungkuk dan meliuk secara individual atau berpasangan sebagai konfirmasi ketercapaian TP 3.2.5.1.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Memperagakan rangkaian gerakan membungkuk dan meliuk (TP 3.2.5.1)Murid belum dapat memperagakan gerakan membungkuk maupun meliuk meskipun sudah diberi contoh dan bimbingan langsung oleh guru.Murid dapat memperagakan salah satu gerakan (membungkuk atau meliuk) dengan benar, namun gerakan yang lain masih memerlukan bimbingan guru.Murid dapat memperagakan kedua gerakan (membungkuk dan meliuk) dengan benar secara terpisah, namun rangkaian kombinasinya masih kurang lancar.Murid dapat memperagakan rangkaian kombinasi membungkuk dan meliuk dengan lancar, benar, dan percaya diri dalam konteks permainan, serta menerapkan fair play.
Mengenali risiko cedera dan menyebutkan cara pencegahannya (TP 3.2.5.2)Murid belum dapat menyebutkan risiko cedera maupun cara pencegahannya meskipun sudah diberi penjelasan.Murid dapat menyebutkan satu risiko cedera atau satu cara pencegahan dengan bantuan pertanyaan pancingan dari guru.Murid dapat menyebutkan minimal satu risiko cedera dan satu cara pencegahannya secara mandiri dengan kalimat yang jelas.Murid dapat menyebutkan minimal dua risiko cedera dan dua cara pencegahannya secara mandiri, serta menghubungkannya dengan pengalaman sehari-hari dengan penjelasan yang logis.
Partisipasi dan Fair Play dalam permainanMurid tidak mau berpartisipasi dalam permainan atau sering melanggar aturan permainan.Murid berpartisipasi dalam permainan namun sesekali melanggar aturan dan perlu diingatkan guru atau teman.Murid berpartisipasi aktif dan mengikuti aturan permainan dengan baik tanpa perlu diingatkan.Murid berpartisipasi aktif, menerapkan fair play secara konsisten, dan turut mengingatkan teman untuk bermain sesuai aturan dengan cara yang santun.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mencapai kedua tujuan pembelajaran hari ini? Murid mana yang masih memerlukan pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah permainan yang dirancang sudah cukup menggembirakan sekaligus membangun pemahaman gerak yang benar? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah efektif menjangkau murid dengan kemampuan berbeda?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Apa yang akan saya sesuaikan di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Gerakan apa yang paling mudah dan paling susah kamu lakukan hari ini? Mengapa?
  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang menjaga tubuh agar tidak cedera?
  • Apakah kamu sudah bermain dengan jujur dan sportif bersama temanmu? Apa yang ingin kamu perbaiki di pertemuan berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK Kelas III SD — Kurikulum Merdeka (Kemendikbudristek)
  2. Buku Guru PJOK Kelas III SD — Kurikulum Merdeka (Kemendikbudristek), Pembelajaran 2: Aktivitas Pola Gerak Dasar Nonlokomotor
  3. Lembar refleksi diri murid (dibuat guru, berupa gambar wajah senang/biasa/sedih)
  4. Lembar checklist observasi gerak guru
  5. Gelang raja atau tali karet (opsional, untuk variasi gerakan meliuk)
  6. Peluit guru
  7. Lapangan atau area terbuka yang cukup luas dan aman
  8. Alas senam atau rumput bersih (untuk keamanan gerakan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.