Modul AjarPertemuan 4Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 3: Rangkaian Variasi Gerak Nonlokomotor: Memutar, Mengayun, dan Menekuk dalam Permainan Sederhana

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 3 dengan topik "Rangkaian Variasi Gerak Nonlokomotor: Memutar, Mengayun, dan Menekuk dalam Permainan Sederhana". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 3: Rangkaian Variasi Gerak Nonlokomotor: Memutar, Mengayun, dan Menekuk dalam Permainan Sederhana

PJOK - Kelas 3

Bab 2 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Rangkaian Variasi Gerak Nonlokomotor: Memutar, Mengayun, dan Menekuk dalam Permainan Sederhana

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikRangkaian Variasi Gerak Nonlokomotor: Memutar, Mengayun, dan Menekuk dalam Permainan Sederhana
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menerapkan strategi gerak sederhana dengan memperagakan rangkaian variasi gerakan memutar, mengayun, dan menekuk dalam bentuk permainan sederhana secara berkelompok.
  2. Murid dapat berpartisipasi secara positif dalam kelompok dengan menerapkan nilai mandiri dan gotong royong selama aktivitas permainan sederhana berbasis gerak nonlokomotor.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian bermain sambil menggerakkan tubuh tanpa berpindah tempat? Gerakan apa saja yang kalian lakukan?
  2. Bagaimana caranya agar gerakan memutar, mengayun, dan menekuk bisa dilakukan bersama teman secara kompak dalam sebuah permainan?
  3. Mengapa penting untuk bekerja sama dengan teman saat bermain permainan kelompok?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengajak murid berbaris rapi di lapangan, kemudian membuka kelas dengan salam dan berdoa bersama. (±3 menit)
  • Guru melakukan absensi singkat dan menanyakan kondisi fisik murid hari ini.
  • Asesmen awal diagnostik: Guru meminta murid memperagakan satu gerakan memutar, satu gerakan mengayun, dan satu gerakan menekuk secara bebas selama ±1 menit. Guru mengamati dan mencatat murid yang sudah mengenal dan yang belum mengenal ketiga gerakan tersebut. (±3 menit)
  • Apersepsi: Guru mengajukan pertanyaan pemantik — 'Pernahkah kalian bermain sambil menggerakkan tubuh tanpa berpindah tempat? Gerakan apa saja yang kalian lakukan?' Murid diberi kesempatan menjawab secara spontan. (±2 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memperagakan rangkaian gerakan memutar, mengayun, dan menekuk dalam permainan sederhana secara berkelompok, dan belajar bekerja sama serta mandiri. (±2 menit)
  • Pemanasan dinamis: Guru memimpin pemanasan berupa gerak bebas mengikuti aba-aba — putar kepala, ayunkan tangan, tekuk lutut — dilakukan sambil bergerak mengitari lapangan. (±5 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep tiga gerakan nonlokomotor secara singkat dan visual: (a) Memutar — memutar badan, kepala, atau lengan pada porosnya; (b) Mengayun — mengayunkan tangan atau kaki seperti pendulum; (c) Menekuk — menekuk siku, lutut, atau pinggang. (±3 menit)
  • Guru mendemonstrasikan rangkaian tiga gerakan secara berurutan: memutar badan 360°, mengayunkan kedua tangan ke depan-belakang sebanyak 4 hitungan, lalu menekuk kedua lutut (squat ringan) sebanyak 4 hitungan. Murid mengamati dengan seksama. (±2 menit)
  • Murid mencoba rangkaian tiga gerakan secara mandiri (individual) mengikuti hitungan guru sebanyak 2 putaran. Guru berkeliling memastikan setiap murid mencoba. (±3 menit)
  • Guru memberikan umpan balik lisan singkat terhadap gerakan yang diamati: 'Bagus, coba putarnya lebih penuh ya!' atau 'Ayunannya sudah bagus, pertahankan!' (±2 menit)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok, masing-masing 5–7 orang. Pembagian kelompok mempertimbangkan hasil asesmen awal (campurkan murid yang sudah paham dan yang masih perlu bimbingan). (±2 menit)
  • Permainan 'Rantai Gerak Nonlokomotor': Setiap kelompok berdiri melingkar. Satu murid memulai dengan memperagakan satu gerakan (memutar/mengayun/menekuk), peserta berikutnya mengulang gerakan tadi dan menambah satu gerakan baru, begitu seterusnya hingga terbentuk rangkaian 3 gerakan. Kelompok yang berhasil menyelesaikan rangkaian 3 gerakan dengan kompak mendapat poin. (±10 menit)
  • Permainan 'Cermin Gerak': Dua murid berpasangan dalam kelompok. Satu peserta menjadi 'pemimpin', satu menjadi 'cermin' yang meniru gerakan memutar, mengayun, atau menekuk secara sinkron. Pasangan berganti peran setelah 1 menit. (±7 menit)
  • Permainan 'Estafet Gerak Kelompok': Kelompok berbaris. Peserta pertama memperagakan rangkaian 3 gerakan (memutar-mengayun-menekuk), lalu menepuk bahu peserta berikutnya sebagai tanda giliran. Kelompok yang paling kompak dan cepat menyelesaikan satu putaran penuh mendapat poin tambahan. (±8 menit)
  • Selama permainan berlangsung, guru mengamati penampilan gerak dan perilaku kerja sama murid menggunakan lembar observasi sederhana (ceklist gerakan dan sikap). (berkelanjutan)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid duduk bersama kelompoknya di lapangan. Guru mengajukan pertanyaan refleksi kepada kelompok: 'Gerakan mana yang paling sulit dilakukan bersama? Mengapa?' (±2 menit)
  • Setiap kelompok berdiskusi singkat (±1 menit) dan satu perwakilan menyampaikan jawaban kelompok. Guru merangkum jawaban secara positif dan mengaitkan dengan tujuan pembelajaran. (±3 menit)
  • Guru meminta murid secara mandiri menjawab pertanyaan refleksi diri secara lisan atau dengan jempol (jempol ke atas = sudah bisa, jempol tengah = masih belajar, jempol ke bawah = perlu bantuan): 'Apakah kamu sudah bisa memperagakan ketiga gerakan dengan benar? Apakah kamu sudah bekerja sama dengan baik di kelompok?' (±2 menit)
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh kelompok atas partisipasi dan kerja samanya hari ini. (±1 menit)

Penutup:

  • Pendinginan: Guru memimpin gerakan pendinginan ringan — regangkan leher, ayunkan tangan perlahan, dan tarik napas dalam-dalam bersama. (±3 menit)
  • Guru bersama murid menyimpulkan materi: tiga gerakan nonlokomotor (memutar, mengayun, menekuk) dapat dirangkai dan dilakukan bersama teman dalam permainan yang menyenangkan.
  • Asesmen akhir singkat: Guru meminta 3–4 murid yang dipilih secara acak untuk memperagakan rangkaian 3 gerakan secara berurutan sebagai bukti capaian. (±3 menit)
  • Guru menyampaikan pesan nilai: 'Hari ini kalian sudah belajar bergerak bersama — itulah gotong royong. Kalian juga sudah mencoba sendiri dengan sungguh-sungguh — itulah mandiri.'
  • Guru menginformasikan materi pertemuan berikutnya secara singkat.
  • Kelas ditutup dengan berdoa bersama dan salam. (±2 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum memahami gerakan: guru menyediakan kartu gambar (flash card) yang menunjukkan posisi tubuh saat memutar, mengayun, dan menekuk. Murid dapat melihat referensi visual sebelum mencoba.
  • Proses: Untuk murid yang cepat memahami: diberikan tantangan tambahan — memimpin kelompok dalam permainan Rantai Gerak dan menciptakan variasi gerakan baru (misalnya menekuk sambil memutar). Untuk murid yang lambat: guru atau teman sebaya mendampingi langsung, gerakan dapat disederhanakan (misalnya memutar hanya kepala, bukan badan penuh) dan hitungan diperlambat.
  • Produk: Murid yang lebih mahir dapat mendemonstrasikan rangkaian 3 gerakan di depan kelompok sebagai 'model'. Murid yang masih berkembang cukup memperagakan satu gerakan secara mandiri dengan benar sebagai bukti pencapaian minimalnya.

ASESMEN

Awal:

  • Di awal pendahuluan, murid diminta memperagakan satu gerakan memutar, satu mengayun, dan satu menekuk secara bebas tanpa arahan. Guru mengamati dan mengelompokkan: murid yang sudah mengenal ketiga gerakan, yang mengenal sebagian, dan yang belum mengenal sama sekali. Hasil digunakan untuk menyesuaikan pendampingan dan pembagian kelompok.

Proses:

  • Ceklist observasi gerakan: guru menandai apakah murid mampu memperagakan memutar (✓/✗), mengayun (✓/✗), dan menekuk (✓/✗) dengan benar selama permainan.
  • Ceklist observasi sikap: guru mencatat apakah murid menunjukkan sikap mandiri (mencoba sendiri sebelum minta bantuan) dan gotong royong (membantu teman, menunggu giliran, menyemangati) selama kegiatan inti.
  • Pertanyaan lisan saat refleksi kelompok: 'Gerakan mana yang paling sulit?' sebagai indikator pemahaman proses murid.

Akhir:

  • Demonstrasi individual atau berpasangan: 3–4 murid yang dipilih acak memperagakan rangkaian memutar → mengayun → menekuk secara berurutan. Dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Guru melakukan rekap cepat dari lembar observasi proses untuk menentukan ketercapaian TP 3.2.4.1 dan 3.2.4.2 bagi seluruh murid.

Formatif:

  • Observasi langsung selama permainan: guru mengamati ketepatan gerakan memutar, mengayun, dan menekuk menggunakan ceklist observasi.
  • Observasi perilaku kerja sama: guru mencatat partisipasi, giliran, dan interaksi positif murid dalam kelompok.
  • Umpan balik lisan real-time selama kegiatan inti: guru memberikan koreksi dan pujian spesifik kepada individu maupun kelompok.
  • Refleksi jempol di akhir inti: murid menilai diri sendiri secara cepat terhadap penguasaan gerakan dan kerja sama.

Sumatif:

  • Demonstrasi rangkaian 3 gerakan oleh murid terpilih di akhir pembelajaran sebagai bukti ketercapaian TP 3.2.4.1.
  • Penilaian perilaku gotong royong dan kemandirian selama aktivitas berdasarkan rubrik observasi (TP 3.2.4.2).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Gerakan MemutarMurid belum dapat memperagakan gerakan memutar atau gerakannya tidak menunjukkan rotasi badan/anggota tubuh.Murid dapat memperagakan gerakan memutar tetapi hanya sebagian (misalnya hanya kepala atau hanya tangan) dan perlu bantuan.Murid dapat memperagakan gerakan memutar badan atau anggota tubuh secara mandiri dengan cukup tepat.Murid dapat memperagakan gerakan memutar secara penuh, tepat, dan konsisten dalam rangkaian maupun dalam permainan kelompok.
Ketepatan Gerakan MengayunMurid belum dapat memperagakan gerakan mengayun atau gerakan yang ditampilkan tidak menunjukkan pola pendulum.Murid dapat mengayunkan tangan atau kaki tetapi tidak berirama atau masih membutuhkan contoh dari teman/guru.Murid dapat memperagakan gerakan mengayun dengan irama yang cukup stabil secara mandiri.Murid dapat memperagakan gerakan mengayun dengan irama stabil, sesuai hitungan, dan mampu menggabungkannya dalam rangkaian gerak.
Ketepatan Gerakan MenekukMurid belum dapat memperagakan gerakan menekuk atau gerakan yang ditampilkan tidak menunjukkan tekukan sendi yang benar.Murid dapat menekuk salah satu bagian tubuh (misalnya lutut saja) tetapi belum konsisten atau butuh bantuan.Murid dapat memperagakan gerakan menekuk pada bagian tubuh yang tepat secara mandiri.Murid dapat memperagakan gerakan menekuk dengan tepat pada berbagai bagian tubuh dan mengintegrasikannya dalam rangkaian gerak permainan.
Kemampuan Merangkai 3 Gerakan Secara BerurutanMurid tidak dapat menghubungkan ketiga gerakan secara berurutan atau hanya mampu melakukan satu gerakan saja.Murid dapat merangkai 2 dari 3 gerakan secara berurutan dengan bantuan guru atau teman.Murid dapat merangkai ketiga gerakan (memutar → mengayun → menekuk) secara berurutan secara mandiri.Murid dapat merangkai ketiga gerakan secara berurutan dengan lancar, ritmis, dan konsisten baik secara individual maupun saat dalam permainan kelompok.
Gotong Royong dalam Permainan KelompokMurid tidak berpartisipasi dalam permainan kelompok atau menolak bekerja sama dengan teman.Murid berpartisipasi dalam kelompok tetapi interaksinya terbatas; jarang membantu teman atau menunggu giliran dengan sabar.Murid aktif berpartisipasi, mau menunggu giliran, dan sesekali membantu teman yang kesulitan.Murid aktif berpartisipasi, konsisten membantu teman, menyemangati anggota kelompok, dan berkontribusi menjaga kekompakan kelompok sepanjang permainan.
Kemandirian dalam AktivitasMurid selalu menunggu instruksi atau bantuan guru/teman untuk setiap gerakan dan tidak menunjukkan inisiatif.Murid mencoba mandiri pada beberapa gerakan tetapi sering meminta bantuan untuk gerakan lainnya.Murid menunjukkan inisiatif mencoba gerakan sendiri sebelum meminta bantuan dan mampu memperbaiki gerakannya berdasarkan umpan balik.Murid secara konsisten mencoba dan memperbaiki gerakan secara mandiri, mampu menilai gerakannya sendiri, dan berinisiatif memimpin dalam permainan kelompok.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang cukup untuk mencoba ketiga gerakan (memutar, mengayun, menekuk) selama kegiatan inti?
  • Apakah pembagian kelompok sudah efektif dalam mendukung kerja sama dan saling membantu antarpeserta didik?
  • Permainan mana yang paling berhasil menumbuhkan semangat dan partisipasi murid? Apa yang perlu diperbaiki pada permainan yang kurang berjalan baik?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid yang paling cepat dan paling lambat dalam kelompok?
  • Apakah alokasi waktu per tahap kegiatan sudah sesuai, atau ada tahap yang perlu diperpanjang/diperpendek pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Gerakan mana yang sudah kamu kuasai dengan baik hari ini — memutar, mengayun, atau menekuk?
  • Apa yang kamu lakukan ketika teman di kelompokmu kesulitan melakukan gerakan? Apakah kamu membantunya?
  • Bagian permainan mana yang paling menyenangkan bagimu hari ini? Mengapa?
  • Apakah kamu sudah berusaha semaksimal mungkin sendiri sebelum meminta bantuan guru atau teman?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Guru PJOK Kelas 3 SD — Bab 2 Aktivitas Pola Gerak Dasar Nonlokomotor (Kemdikbud, Kurikulum Merdeka)
  2. Buku Siswa PJOK Kelas 3 SD — Bab 2 Aktivitas Pola Gerak Dasar Nonlokomotor (Kemdikbud, Kurikulum Merdeka)
  3. Lembar Kegiatan Murid (LKPD) Pertemuan 3.2.4 — disusun oleh guru
  4. Kartu gambar (flash card) posisi gerakan memutar, mengayun, dan menekuk — dibuat atau dicetak oleh guru
  5. Lembar observasi/ceklist penilaian proses — disusun oleh guru
  6. Gelang raja atau tali karet (opsional, sebagai properti permainan variasi gerak)
  7. Peluit guru
  8. Lapangan olahraga atau ruang terbuka yang cukup untuk aktivitas kelompok
  9. Stopwatch/timer
  10. Panduan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) 2025 — Naskah Akademik Kemdikbud

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.