MODUL AJAR PJOK — Kelas 3 (Fase B) Topik: Variasi Gerak Meloncat INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Variasi Gerak Meloncat |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menjelaskan perbedaan konsep gerak dasar lokomotor melompat dan meloncat serta mempraktikkan variasi meloncat (meloncat ke depan, ke samping, melewati rintangan) dengan tolakan dua kaki secara benar.
- Murid dapat menyesuaikan strategi gerak meloncat untuk melewati rintangan dengan tinggi dan jarak yang bervariasi secara mandiri.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu melompat melewati genangan air? Kaki mana yang kamu gunakan untuk bertolak? Apakah sama dengan saat kamu meloncat?
- Menurutmu, apa bedanya melompat dan meloncat? Coba tunjukkan perbedaannya dengan gerakanmu!
- Jika ada rintangan yang lebih tinggi di depanmu, bagaimana caramu menyesuaikan loncatanmu agar berhasil melewatinya?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai aktivitas.
- Guru mengecek kehadiran dan memastikan murid memakai pakaian olahraga yang sesuai.
- Asesmen Awal (Diagnostik): Guru meminta murid menunjukkan gerakan 'melompat' dan 'meloncat' secara spontan di tempat, lalu bertanya singkat: 'Apa yang berbeda dari kedua gerakan tadi?' — guru mengamati pengetahuan awal murid tanpa menilai benar/salah.
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid: 'Kira-kira, kaki mana yang kamu pakai saat meloncat? Apakah sama dengan melompat?'
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara singkat dan menyenangkan: 'Hari ini kita akan belajar jadi peloncat hebat — meloncat ke depan, ke samping, dan melewati rintangan!'
- Pemanasan terstruktur (5 menit): Murid melakukan permainan 'Lompat Katak' — bergerak bebas di lapangan dengan cara berjalan, berlari kecil, dan melakukan loncatan-loncatan pendek mengikuti aba-aba guru, untuk mengaktifkan otot kaki dan fokus perhatian.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan secara langsung perbedaan gerak melompat (tolakan satu kaki, mendarat satu kaki) dan meloncat (tolakan dua kaki, mendarat dua kaki) dengan gerakan yang jelas dan diulang dua kali.
- Murid mengamati demonstrasi guru dan diminta mengidentifikasi perbedaan yang mereka lihat: 'Apa yang berbeda dari posisi kaki saat bertolak?' — guru memancing diskusi singkat selama 2–3 menit.
- Guru menjelaskan tiga variasi meloncat yang akan dipelajari: (1) meloncat ke depan, (2) meloncat ke samping, (3) meloncat melewati rintangan — dengan menunjukkan poin-poin teknis: posisi lutut sedikit ditekuk sebelum tolakan, kedua kaki bertolak bersama, mendarat dengan kedua kaki dan lutut sedikit menekuk untuk meredam benturan.
- Murid diminta mengulangi penjelasan guru secara lisan kepada teman di sampingnya (teknik 'Turn and Talk'): 'Ceritakan ke temanmu, apa saja yang harus diperhatikan saat meloncat!' — melatih pemahaman konsep secara aktif.
- Guru memberikan umpan balik cepat atas jawaban murid dan meluruskan miskonsepsi bila ada.
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):- Murid dibagi menjadi 4 kelompok kecil (5–6 orang per kelompok). Setiap kelompok bergiliran melakukan rangkaian latihan di 3 pos yang sudah disiapkan guru.
- Pos 1 — Meloncat ke Depan: Murid meloncat ke depan melewati 5 tanda (garis atau lingkaran simpai) yang disusun berjarak sekitar 30–40 cm. Fokus: tolakan dua kaki bersama dan mendarat dua kaki.
- Pos 2 — Meloncat ke Samping: Murid meloncat ke samping kanan dan kiri melewati tali yang diletakkan di lantai (setinggi 10 cm atau hanya garis lantai). Fokus: arah tolakan dan keseimbangan saat mendarat.
- Pos 3 — Meloncat Melewati Rintangan: Murid meloncat melewati rintangan berupa kardus atau bilah bambu yang disusun dengan variasi tinggi (rendah → sedang → agak tinggi). Murid bebas memilih strategi: seberapa jauh jarak ancang-ancang, seberapa dalam menekuk lutut sebelum meloncat. Guru mendorong murid untuk mencoba rintangan yang lebih tinggi secara bertahap.
- Guru berkeliling mengamati dan memberikan umpan balik langsung (corrective feedback) per individu: misalnya 'Bagus! Coba tekuk lututmu lebih dalam sebelum meloncat ya.' Ini merupakan asesmen proses.
- Setelah semua kelompok mencoba ketiga pos (±15 menit), guru meminta setiap murid mencoba kembali Pos 3 secara mandiri — memilih tinggi rintangan yang ingin mereka taklukkan — untuk melatih penerapan strategi gerak secara independen (TP 3.1.5.2).
- Murid yang telah berhasil dengan rintangan tertinggi ditantang untuk membantu menyusun rintangan baru dengan jarak antar rintangan yang lebih pendek (variasi jarak), sehingga semua murid tetap aktif dan tertantang.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid duduk melingkar bersama guru di lapangan. Guru mengajukan pertanyaan refleksi singkat: 'Tadi di pos mana kamu paling kesulitan? Apa yang kamu coba lakukan supaya berhasil?'
- Murid melakukan penilaian diri (self-assessment) secara lisan atau dengan jempol: jempol atas = sudah bisa meloncat dengan dua kaki dan mendarat seimbang, jempol tengah = masih perlu latihan, jempol bawah = belum percaya diri.
- Guru meminta 2–3 murid sukarela mendemonstrasikan kembali satu variasi meloncat yang paling mereka kuasai hari ini, sambil menjelaskan singkat strategi yang mereka gunakan ('Aku tadi...supaya bisa lewat...').
- Guru memberikan penguatan positif dan merangkum kembali poin utama: perbedaan melompat dan meloncat, pentingnya tolakan dua kaki, dan cara menyesuaikan strategi untuk rintangan berbeda.
- Murid diminta memikirkan satu hal yang ingin mereka latih lebih baik di pertemuan berikutnya (forward-looking reflection) untuk menumbuhkan motivasi belajar berkelanjutan.
Penutup:- Murid melakukan pendinginan bersama: meregangkan otot kaki, paha, dan betis selama ±3 menit dengan dipandu guru.
- Asesmen Akhir (Sumatif): Guru meminta setiap murid melakukan satu kali percobaan meloncat melewati rintangan sedang secara individual — guru mengamati dan mencatat pada lembar observasi berdasarkan rubrik (tolakan dua kaki, arah, keseimbangan mendarat).
- Guru menutup pembelajaran dengan menyampaikan pesan karakter: 'Hari ini kita belajar bahwa dengan mencoba terus dan tidak mudah menyerah, kita pasti bisa meloncat lebih tinggi dan lebih jauh — itu namanya mandiri dan berani!'
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya sebagai jembatan motivasi.
- Murid berdoa bersama dan menyalami guru.
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang belum memahami konsep meloncat, guru menyederhanakan penjelasan dengan analogi konkret seperti 'meloncat seperti katak yang melompat dari batu' dan memberikan gambar/kartu visual urutan gerakan meloncat.
- Proses: Untuk murid yang lebih cepat: diberikan tantangan tambahan di Pos 3 berupa rintangan yang disusun dengan variasi tinggi DAN jarak yang lebih pendek (memaksa strategi loncat lebih kuat). Untuk murid yang memerlukan dukungan lebih: rintangan dibuat lebih rendah (hanya garis tali di lantai), guru atau teman sebaya mendampingi di sampingnya, dan diberikan lebih banyak giliran percobaan.
- Produk: Murid yang sudah sangat berkembang dapat membuat 'tantangan rintangan sendiri' dengan menyusun ulang pos yang ada dan mengajak teman untuk mencobanya. Murid yang masih berkembang cukup menunjukkan satu variasi meloncat dengan teknik yang benar.
ASESMENAwal:- Guru meminta murid mendemonstrasikan gerakan melompat dan meloncat secara spontan tanpa instruksi teknis — untuk mengetahui pemahaman awal dan penguasaan konsep gerak.
- Guru bertanya lisan: 'Kaki mana yang kalian pakai saat meloncat tadi? Berapa kaki?' — untuk memetakan pengetahuan awal konsep tolakan dua kaki.
Proses:- Observasi langsung selama rotasi pos — guru mencatat nama murid yang sudah/belum menggunakan tolakan dua kaki dengan benar.
- Umpan balik individual: guru memberikan koreksi teknis secara langsung saat melihat kesalahan posisi tolakan, arah gerak, atau cara mendarat.
- Pengamatan saat murid memilih tinggi rintangan secara mandiri — apakah murid mulai menyesuaikan strategi (misal: memperdalam tekukan lutut untuk rintangan lebih tinggi).
- Penilaian diri (self-assessment) dengan isyarat jempol untuk mengecek kepercayaan diri dan pemahaman diri murid.
Akhir:- Unjuk kerja individu: setiap murid melakukan satu kali meloncat melewati rintangan sedang — guru menilai menggunakan rubrik 4 level.
- Guru mencatat hasil observasi pada lembar penilaian unjuk kerja untuk dokumentasi perkembangan kompetensi murid.
Formatif:- Observasi guru selama kegiatan di pos-pos latihan — mengamati tolakan, arah gerak, dan keseimbangan mendarat setiap murid.
- Umpan balik lisan langsung (corrective feedback) saat murid berlatih di pos.
- Diskusi Turn and Talk saat tahap Memahami — guru mendengarkan percakapan antar murid untuk mengecek pemahaman konsep.
- Penilaian diri murid (jempol atas/tengah/bawah) di akhir tahap Mengaplikasi.
Sumatif:- Unjuk kerja individu di Penutup: murid melakukan satu kali meloncat melewati rintangan sedang — dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek tolakan dua kaki, arah gerak, dan keseimbangan mendarat.
- Observasi kemampuan murid menyesuaikan strategi saat menghadapi rintangan dengan variasi tinggi di Pos 3 — dicatat oleh guru pada lembar observasi.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Tolakan Dua Kaki | Murid belum dapat melakukan tolakan dengan dua kaki secara bersamaan; hanya satu kaki yang bertolak. | Murid mencoba tolakan dua kaki namun salah satu kaki masih lebih dominan atau tidak bertolak bersamaan. | Murid melakukan tolakan dua kaki secara bersamaan dengan posisi lutut sedikit menekuk sebelum tolakan. | Murid melakukan tolakan dua kaki secara bersamaan dengan konsisten, lutut menekuk optimal, dan tenaga tolakan terlihat kuat serta terkontrol. | | Variasi Arah Meloncat (Depan dan Samping) | Murid hanya dapat meloncat ke satu arah atau tidak dapat mengontrol arah loncatan. | Murid dapat meloncat ke depan namun kesulitan saat meloncat ke samping atau arah loncat tidak tepat sasaran. | Murid dapat meloncat ke depan dan ke samping dengan arah yang cukup tepat sesuai instruksi. | Murid meloncat ke depan dan ke samping dengan arah yang tepat, terkontrol, dan dapat melewati tanda/garis sasaran secara konsisten. | | Meloncat Melewati Rintangan | Murid belum dapat melewati rintangan; sering menyentuh atau menghindari rintangan. | Murid dapat melewati rintangan rendah namun masih sering menyentuh rintangan sedang. | Murid dapat melewati rintangan rendah dan sedang dengan menggunakan tolakan dua kaki. | Murid dapat melewati rintangan dengan berbagai variasi tinggi secara konsisten dan mulai menyesuaikan strategi (tekukan lutut, kekuatan tolakan) sesuai ketinggian rintangan. | | Keseimbangan saat Mendarat | Murid jatuh atau kehilangan keseimbangan setiap kali mendarat setelah meloncat. | Murid dapat mendarat dengan dua kaki namun lutut tidak menekuk sehingga terlihat kaku atau hampir jatuh. | Murid mendarat dengan dua kaki dan lutut sedikit menekuk untuk meredam benturan, posisi tubuh cukup seimbang. | Murid mendarat dengan dua kaki, lutut menekuk, posisi tubuh seimbang stabil, dan dapat langsung melanjutkan gerakan berikutnya tanpa kehilangan keseimbangan. | | Kemandirian dalam Menyesuaikan Strategi Gerak | Murid tidak mencoba menyesuaikan caranya meloncat meski rintangan berubah; perlu arahan penuh dari guru. | Murid mulai menyesuaikan strategi (misalnya berhenti sejenak sebelum rintangan) namun masih sering membutuhkan dorongan dari guru. | Murid secara mandiri menyesuaikan strategi gerak (posisi awal, tekukan lutut, atau jarak ancang-ancang) untuk menghadapi rintangan berbeda. | Murid secara mandiri dan konsisten menyesuaikan strategi gerak untuk setiap variasi rintangan, dan dapat menjelaskan alasan pilihan strateginya kepada guru atau teman. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid memahami perbedaan konsep melompat dan meloncat setelah sesi Memahami? Bagian mana yang perlu dijelaskan ulang di pertemuan berikutnya?
- Apakah ketiga pos latihan memberikan kesempatan yang cukup bagi setiap murid untuk berlatih secara aktif dan merata?
- Bagaimana efektivitas diferensiasi yang diterapkan hari ini — apakah murid yang lebih lambat tetap dapat berpartisipasi dengan percaya diri?
- Apakah murid menunjukkan tanda-tanda kemandirian dalam memilih strategi gerak di Pos 3? Apa yang perlu dikuatkan?
- Apakah alokasi waktu di setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Apa yang perlu disesuaikan?
Refleksi Murid:- Apa perbedaan melompat dan meloncat yang kamu pelajari hari ini? Coba ceritakan dengan kata-katamu sendiri!
- Bagian mana yang paling sulit hari ini — meloncat ke depan, ke samping, atau melewati rintangan? Apa yang kamu lakukan untuk mengatasinya?
- Apakah kamu merasa sudah bisa meloncat dengan dua kaki secara bersamaan? Apa yang ingin kamu latih lebih lagi?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas III — Muhajir dan Umi Hariyani, Kemendikbudristek 2022 (ISBN: 978-602-427-937-0)
- Simpai plastik (4–6 buah) untuk tanda pijakan di Pos 1
- Tali rafia atau tali plastik tipis (2–3 meter) untuk rintangan rendah di Pos 2
- Kardus bekas atau bilah bambu ringan (3–5 buah dengan variasi ketinggian 10–30 cm) untuk rintangan di Pos 3
- Peluit guru
- Lembar observasi/penilaian unjuk kerja untuk mencatat hasil asesmen individu
- Lapangan olahraga atau halaman sekolah yang cukup luas dan aman
|