Modul AjarPertemuan 4Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 3: Variasi Gerak Melompat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 3 dengan topik "Variasi Gerak Melompat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 3: Variasi Gerak Melompat

PJOK - Kelas 3

Bab 1 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Variasi Gerak Melompat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikVariasi Gerak Melompat
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan konsep variasi gerak dasar lokomotor melompat (melompat ke depan, ke samping, melewati rintangan) dengan benar.
  2. Murid dapat mempraktikkan variasi gerakan melompat dengan tolakan satu kaki secara terkontrol sesuai potensi dan kreativitasnya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melompati batu, genangan air, atau tali saat bermain? Kaki mana yang kalian gunakan untuk bertolak?
  2. Apa bedanya melompat ke depan dan melompat ke samping? Kapan kita butuh masing-masing gerakan itu?
  3. Mengapa penting bisa mengontrol tubuh kita saat mendarat setelah melompat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai kegiatan (nilai keimanan).
  • Guru mengecek kehadiran dan memastikan murid berpakaian olahraga yang aman.
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru meminta murid mencoba melompat spontan satu kali ke depan dan satu kali ke samping. Guru mengamati dan membuat catatan singkat: siapa yang sudah bisa bertolak satu kaki dengan seimbang dan siapa yang masih bertolak dua kaki.
  • Apersepsi: Guru bertanya pertanyaan pemantik kepada murid dan memberi kesempatan 2–3 murid menjawab secara lisan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Hari ini kita akan belajar tiga variasi melompat — ke depan, ke samping, dan melewati rintangan — menggunakan tolakan satu kaki.'
  • Pemanasan: Murid melakukan permainan 'Lompat Bayangan' — guru menunjuk arah (depan/samping/belakang) dan murid melompat ke arah tersebut selama 3 menit untuk memanaskan otot kaki dan sendi.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan tiga variasi melompat dengan tolakan satu kaki: (1) melompat ke depan melewati garis, (2) melompat ke samping kiri dan kanan, (3) melompat melewati rintangan (simpai/tali rendah) — dilakukan perlahan sambil menjelaskan posisi tubuh saat tolakan, melayang, dan mendarat.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman: 'Kaki mana yang menjadi tumpuan tolak? Bagaimana posisi tangan saat melayang? Bagaimana posisi lutut saat mendarat?' — murid menjawab bersama.
  • Murid mengamati video pendek atau poster gerakan melompat (jika tersedia) dan mengidentifikasi perbedaan tiga variasi tersebut.
  • Guru meminta satu murid menjadi model, melakukan satu variasi, lalu teman-teman memberi umpan balik lisan: apakah kaki tolak sudah satu? apakah mendarat dengan seimbang?

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Kelas dibagi menjadi 4 kelompok kecil (5–6 orang). Setiap kelompok bergiliran di tiga pos latihan: Pos 1 — melompat ke depan melewati 5 garis kapur berjarak 50 cm; Pos 2 — melompat ke samping kiri dan kanan melewati tali yang direntang setinggi 20 cm; Pos 3 — melompat melewati 3 simpai berurutan dengan tolakan satu kaki bergantian.
  • Di setiap pos, murid berlatih minimal 3 kali putaran. Teman satu kelompok saling mengamati dan memberikan tepukan/pujian singkat sebagai umpan balik teman sebaya.
  • Setelah 10 menit latihan pos, murid diberi tantangan kreativitas: 'Coba kombinasikan — lompat ke depan dua kali lalu lompat ke samping satu kali. Buat polamu sendiri!' Setiap murid mencoba variasi kombinasi ciptaannya sendiri minimal dua kali.
  • Guru berkeliling, memberikan umpan balik langsung (formatif), dan mendokumentasikan observasi menggunakan lembar ceklis gerak.
  • Diferensiasi proses diterapkan: murid yang sudah lancar diberi tantangan tambahan (rintangan lebih tinggi atau jarak lebih jauh); murid yang masih kesulitan dibimbing guru/teman sebaya dengan rintangan lebih rendah.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid duduk melingkar di lapangan. Guru meminta masing-masing murid menyebutkan satu hal yang sudah berhasil mereka lakukan dan satu hal yang ingin mereka perbaiki dari latihan tadi.
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat: 'Variasi melompat mana yang paling mudah? Mana yang paling susah? Mengapa?' — beberapa murid berbagi pendapat.
  • Murid mengisi Kartu Refleksi Diri (kartu kecil bergambar): lingkari ekspresi wajah yang mewakili perasaan mereka saat melompat, lalu tuliskan satu kalimat: 'Saya bangga karena...' dan 'Saya ingin berlatih lagi...'
  • Guru menegaskan kaitan gerakan melompat dengan kehidupan sehari-hari: 'Gerakan ini sama seperti saat kita melompati got, bermain engklek, atau berlari di lapangan — tubuh kita sehat dan kuat!'

Penutup:

  • Guru memimpin pendinginan: murid melakukan peregangan statis kaki (betis, paha depan, paha belakang) selama 3 menit sambil bernapas tenang.
  • Asesmen Akhir (Sumatif): Guru memanggil 4–5 murid secara acak untuk mendemonstrasikan satu variasi melompat pilihan mereka. Guru menilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Guru memberikan umpan balik umum: memuji usaha seluruh kelas dan menyebut 1–2 hal yang sudah baik secara klasikal.
  • Guru menyampaikan pesan nilai: 'Berlatih secara mandiri dan saling membantu teman itu penting — itulah yang kalian lakukan hari ini!'
  • Guru menginformasikan topik pertemuan berikutnya secara singkat.
  • Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan murid kembali ke kelas dengan tertib.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan tambahan diberikan kartu panduan bergambar langkah-langkah melompat yang bisa dipegang saat berlatih di pos.
  • Proses: Murid yang sudah menguasai dasar diberi tantangan rintangan lebih tinggi (30 cm) dan kombinasi 4–5 pola lompatan. Murid yang masih berkembang menggunakan rintangan lebih rendah (10 cm) dan mendapat bimbingan langsung dari guru atau teman sebaya yang ditunjuk.
  • Produk: Murid bebas memilih cara menunjukkan hasil belajar: mendemonstrasikan variasi ciptaan sendiri, menjelaskan secara lisan langkah-langkah melompat, atau menggambar urutan gerakan melompat pada Kartu Refleksi.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid mencoba melompat spontan satu kali ke depan dan satu kali ke samping tanpa instruksi teknis, lalu mengamati: apakah murid sudah menggunakan tolakan satu kaki, apakah mendarat dengan seimbang, dan seberapa jauh pemahaman awal mereka tentang perbedaan arah lompatan.
  • Guru membuat catatan cepat untuk mengelompokkan murid ke dalam tiga kategori: sudah paham tolakan satu kaki, baru mulai, atau belum mengenal konsep — sebagai dasar diferensiasi selama kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi berkelanjutan menggunakan lembar ceklis gerak dengan 3 indikator: (1) bertolak dengan satu kaki, (2) tubuh seimbang saat melayang, (3) mendarat dengan lutut sedikit menekuk.
  • Pertanyaan terbuka saat murid istirahat antar pos: 'Apa yang kamu rasakan di kakimu saat bertolak? Bagaimana kamu menjaga keseimbangan?'
  • Pengamatan proses kreatif: apakah murid mampu menciptakan kombinasi pola lompatan sendiri dengan lancar dan terkontrol.

Akhir:

  • Demonstrasi praktik individual: 4–5 murid dipilih secara acak menampilkan satu variasi melompat, dinilai menggunakan rubrik gerak 4 level.
  • Kartu Refleksi Diri: murid mengisi ekspresi perasaan dan menuliskan satu pencapaian serta satu hal yang ingin diperbaiki — dinilai sebagai bukti kesadaran diri (self-assessment).

Formatif:

  • Observasi guru menggunakan lembar ceklis gerak selama sesi latihan pos (mengamati tolakan satu kaki, keseimbangan saat melayang, dan kontrol mendarat).
  • Umpan balik teman sebaya antar anggota kelompok saat berlatih di pos.
  • Pertanyaan lisan saat tahap Memahami untuk mengecek pemahaman konsep tiga variasi melompat.

Sumatif:

  • Demonstrasi praktik individu satu variasi melompat pilihan di akhir pembelajaran, dinilai menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang).
  • Kartu Refleksi Diri sebagai bukti kemampuan murid mengevaluasi proses belajarnya sendiri.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Konsep Variasi MelompatMurid belum dapat menyebutkan perbedaan ketiga variasi melompat meskipun sudah dibimbing.Murid dapat menyebutkan satu variasi melompat (misalnya ke depan saja) dengan bantuan guru.Murid dapat menjelaskan dua atau tiga variasi melompat (ke depan, ke samping, melewati rintangan) dengan cukup tepat.Murid dapat menjelaskan ketiga variasi melompat dengan tepat dan mampu membandingkan perbedaannya secara mandiri.
Teknik Tolakan Satu KakiMurid masih bertolak dengan dua kaki atau tidak mampu mengontrol tolakan meskipun sudah dicoba beberapa kali.Murid sesekali berhasil bertolak dengan satu kaki tetapi tidak konsisten dan perlu diingatkan berulang kali.Murid sebagian besar sudah menggunakan tolakan satu kaki dengan cukup konsisten di dua atau tiga variasi.Murid secara konsisten bertolak dengan satu kaki pada seluruh variasi melompat dan mampu memilih kaki tolak yang tepat sesuai arah lompatan.
Kontrol Tubuh saat Melayang dan MendaratMurid tidak dapat menjaga keseimbangan saat melayang dan mendarat dengan tidak stabil (jatuh atau oleng berat).Murid mendarat dengan sedikit oleng atau jatuh sesekali, namun sudah menunjukkan upaya mengontrol tubuh.Murid mendarat dengan cukup stabil dan lutut sedikit menekuk pada sebagian besar percobaan.Murid mendarat dengan sangat stabil, lutut menekuk dengan baik, dan langsung siap melanjutkan gerakan berikutnya tanpa kehilangan keseimbangan.
Kreativitas Kombinasi Pola LompatanMurid tidak mencoba membuat kombinasi pola dan hanya mengulang satu gerakan yang sama.Murid mencoba satu kombinasi sederhana (misalnya depan-depan saja) dengan bantuan contoh dari guru.Murid dapat membuat kombinasi dua variasi (misalnya depan-samping) secara mandiri dan melakukannya dengan cukup terkontrol.Murid mampu menciptakan kombinasi tiga atau lebih variasi lompatan secara mandiri dengan urutan yang runtut, terkontrol, dan kreatif.
Kemandirian dan Semangat BerlatihMurid tidak mau mencoba atau selalu memerlukan dorongan kuat dari guru untuk bergerak.Murid mau berlatih tetapi sering berhenti atau menunggu perintah guru sebelum mencoba ulang.Murid berlatih secara mandiri di pos dengan inisiatif mengulang gerakan yang belum berhasil.Murid berlatih dengan penuh semangat, berinisiatif mencoba tantangan lebih sulit, dan mendorong teman kelompoknya untuk terus mencoba.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan yang cukup untuk mempraktikkan ketiga variasi melompat selama sesi pos?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah efektif membantu murid yang kesulitan dan menantang murid yang sudah mahir?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya ajukan berhasil memicu rasa ingin tahu dan diskusi yang bermakna?
  • Bagian mana dari kegiatan inti yang paling menarik bagi murid, dan bagian mana yang perlu diperbaiki di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Variasi melompat mana yang paling kamu kuasai hari ini? Apa yang membuatmu berhasil?
  • Variasi melompat mana yang masih terasa sulit? Apa yang ingin kamu latih lagi?
  • Bagaimana perasaanmu saat berhasil melompati rintangan untuk pertama kalinya?
  • Apa yang kamu pelajari hari ini yang bisa kamu gunakan saat bermain di luar sekolah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas III — Muhajir dan Umi Hariyani (Kemendikbudristek, 2022), ISBN 978-602-427-937-0
  2. Simpai atau hulahop (3–5 buah) sebagai rintangan lompatan di Pos 3
  3. Tali rafia atau tali karet yang direntang setinggi 20 cm untuk Pos 2
  4. Kapur atau lakban berwarna untuk membuat 5 garis jarak di Pos 1
  5. Kartu Refleksi Diri bergambar (disiapkan guru sebelum pembelajaran)
  6. Lembar ceklis observasi gerak untuk guru
  7. Poster atau kartu bergambar langkah-langkah melompat (opsional, untuk diferensiasi konten)
  8. Video pendek demonstrasi variasi melompat (opsional, jika tersedia proyektor/tablet di lapangan)
  9. Peluit guru
  10. Cone atau pembatas lapangan untuk menandai area setiap pos latihan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.