MODUL AJAR PJOK — Kelas 3 (Fase B) Topik: Bab 1 — Aktivitas Pola Gerak Dasar Lokomotor INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Aktivitas Pola Gerak Dasar Lokomotor |
|---|
| Alokasi Waktu | 13 JP (13 x 35 menit = 455 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 5 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 3.1.1 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental berjalan dan berlari dalam situasi gerak yang baru
- TP 3.1.2 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental melompat dan meloncat dalam situasi gerak yang baru
- TP 3.1.3 Memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak lokomotor
- TP 3.1.4 Menerapkan peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani pola gerak lokomotor
- TP 3.1.5 Berpartisipasi dalam berbagai aktivitas jasmani pola gerak lokomotor dan mengenali faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana posisi tubuh dan ayunan lenganmu saat beralih dari berjalan santai menjadi berlari mengitari rintangan?
- Apa yang terjadi pada keseimbanganmu jika langkah kakimu terlalu lebar saat berbelok mengitari simpai?
- Apa bedanya saat tubuh kita bertumpu dengan satu kaki dibanding bertumpu dengan dua kaki saat akan melewati rintangan?
- Bagaimana posisi lutut saat mendarat agar tubuh tetap seimbang dan tidak jatuh?
- Bagaimana caramu menghubungkan gerakan jalan, lari, melompat, dan meloncat secara bersambung tanpa berhenti?
- Apa perbedaan rasanya saat kamu bergerak dengan arah lurus dibandingkan saat bergerak dengan arah berbelok-belok?
- Apa yang terjadi pada permainan jika ada pemain yang tidak mematuhi garis batas atau tidak mau mengaku saat tersentuh?
- Hal apa saja yang membuat kalian merasa senang dan gembira saat bermain kejar-kejaran bersama teman?
- Bagaimana cara kita melakukan rangkaian jalan cepat, lari zig-zag, melompati kardus, dan meloncat ke dalam simpai secara berurutan dan lancar?
- Mengapa kita harus bermain secara jujur dan mematuhi peraturan saat bermain bersama regu?
- Hal apa saja dalam kegiatan gerak lokomotor hari ini yang membuat tubuh terasa bugar dan hati merasa senang?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menghaluskan Keterampilan Gerak Fundamental Berjalan dan Berlari Mengitari Simpai — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.1 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental berjalan dan berlari dalam situasi gerak yang baru
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran serta kesiapan fisik murid untuk beraktivitas jasmani (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menghaluskan keterampilan gerak berjalan dan berlari dalam situasi gerak baru mengitari simpai, lalu mengajukan pertanyaan pemantik mengenai penyesuaian tubuh saat berjalan dan berlari (3 menit).
- Murid melakukan pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada kelenturan pergelangan kaki, lutut, dan bahu, dilanjutkan asesmen awal diagnostik unjuk kerja berupa berjalan lurus 5 meter lalu berlari santai 5 meter berbalik arah untuk mengamati kesiapan koordinasi ayunan lengan dan langkah kaki (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mengamati peragaan guru mengenai keterampilan gerak fundamental berjalan dan berlari yang diperhalus (fokus pada: postur badan tegak tidak bungkuk, ayunan lengan berlawanan dengan langkah kaki, pendaratan kaki halus dengan tumit bergulir ke ujung kaki saat berjalan dan bertumpu pada bola kaki saat berlari) (7 menit).
- Murid secara berkesadaran mengeksplorasi penyesuaian langkah kaki dan kemiringan badan secara mandiri di lintasan lurus sepanjang 10 meter untuk merasakan perbedaan irama langkah saat berjalan cepat dan berlari terkontrol tanpa simpai (8 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mempraktikkan keterampilan berjalan menghaluskan langkah mengitari 4 simpai yang disusun berkelok-kelok (slalom) dengan jarak 2 meter antarsimpai, mempertahankan postur tegak dan ayunan lengan seirama (10 menit).
- Murid mengaplikasikan gerak berlari mengitari simpai dengan variasi pola angka 8 dan lingkaran, menyesuaikan kecondongan tubuh ke arah dalam kelokan agar keseimbangan tetap terjaga dan tidak menginjak simpai (10 menit).
- Dalam suasana menggembirakan, murid mengikuti aktivitas tantangan 'Kereta Mengitari Pulau Simpai': murid secara bergiliran berjalan cepat lalu bertransisi berlari mengitari rintangan 5 simpai tanpa menyentuh tepi simpai dalam tempo yang ditentukan oleh ketukan peluit guru (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar dan merefleksikan gerakan yang baru dilakukan: mengidentifikasi perubahan ritme langkah dan posisi lengan saat berpindah dari lintasan lurus ke lintasan melengkung mengitari simpai (5 menit).
Penutup:- Murid melakukan aktivitas pendinginan mengayunkan kaki dan menarik napas dalam secara berpasangan atau mandiri untuk memulihkan denyut nadi (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik formatif terhadap kualitas gerakan berjalan dan berlari murid, menyampaikan rencana aktivitas pertemuan berikutnya, serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyesuaikan jarak antarsimpai (misal 2,5 meter untuk murid yang memerlukan ruang gerak lebih luas dan 1,5 meter untuk tantangan lintasan lebih rapat).
- Proses: Bagi murid yang masih kaku koordinasinya diberikan bimbingan ketukan langkah berjalan pelan mengitari simpai tunggal; bagi murid yang sudah terampil diberikan variasi lari mengitari simpai dengan perubahan arah secara mendadak saat ada sinyal suara.
- Produk: Unjuk kerja keterampilan gerak dinilai berdasarkan kehalusan koordinasi langkah dan ayunan lengan serta kestabilan postur saat beralih berjalan dan berlari mengitari simpai.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengamatan diagnostik gerak dasar: Murid berjalan lurus 5 meter kemudian berlari santai 5 meter berbalik arah. Kriteria siap: koordinasi kaki dan ayunan lengan silang berlawanan secara alami tanpa jeda kaku (acuan: tangan kanan mengayun ke depan saat kaki kiri melangkah, dan sebaliknya).
Proses:- Observasi formatif saat latihan inti (berjalan dan berlari mengitari simpai): Memeriksa 3 indikator keterhalusan gerak, yaitu: (1) Ayunan lengan berlawanan dengan langkah kaki; (2) Pendaratan kaki halus dan seimbang tanpa kehilangan kendali saat berbelok; (3) Tubuh tidak menyentuh atau menginjak tepi simpai saat mengitarinya.
Akhir Pertemuan:- Cek keterampilan di akhir kegiatan inti: Murid melakukan rangkaian berjalan mengitari 2 simpai pertama lalu bertransisi langsung berlari mengitari 2 simpai berikutnya. Guru mencatat apakah transisi langkah berjalan ke lari berlangsung mulus tanpa terhenti (acuan: kontinuitas gerak terjaga dan simpai tidak tersenggol).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja gerak fundamental berjalan dan berlari mengitari simpai menggunakan rubrik ketercapaian.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Gerak Fundamental Berjalan Mengitari Simpai | Langkah kaki dan ayunan lengan masih sesisi/kaku, sering kehilangan keseimbangan atau menginjak simpai saat berbelok. | Mampu melangkah dengan ayunan lengan bersilangan tetapi gerakan terhenti-henti saat berbelok mengitari simpai. | Menunjukkan koordinasi berjalan yang halus, ayunan lengan teratur, dan mampu mengitari seluruh simpai tanpa menginjaknya secara mandiri. | Menunjukkan kehalusan gerak berjalan yang sangat konsisten, postur tubuh tegak seimbang, dan tempo langkah sangat stabil di seluruh putaran simpai. | | Keterampilan Gerak Fundamental Berlari Mengitari Simpai | Lari tidak terkontrol, langkah kaki tersandung atau tubuh oleng melebar jauh dari lintasan simpai. | Mampu berlari tetapi langkah melambat drastis atau kaku saat harus berbelok mengitari simpai. | Menunjukkan keterampilan berlari yang halus dengan tumpuan bola kaki, badan sedikit condong mengikuti kelokan simpai secara terkontrol tanpa menyentuh simpai. | Menunjukkan keterampilan berlari yang halus dan lincah, penyesuaian sudut tubuh sangat presisi pada lintasan sempit, serta ritme lari stabil di setiap simpai. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penataan susunan simpai sudah memberi ruang yang cukup bagi seluruh murid untuk bergerak aman dan leluasa?
- Bagian mana dari transisi gerak jalan ke lari yang paling banyak memerlukan perbaikan koordinasi pada murid?
Murid:- Bagian tubuh mana yang paling kamu rasakan bekerja keras saat menjaga keseimbangan saat berlari melingkari simpai?
- Apakah kamu merasa lebih mudah mengitari simpai saat berjalan atau saat berlari?
Pertemuan 2 — Menghaluskan Keterampilan Gerak Fundamental Melompat dan Meloncat Melewati Deretan Kotak — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.2 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental melompat dan meloncat dalam situasi gerak yang baru
Pendahuluan:- Guru memimpin doa pembuka bersama murid di lapangan sekolah, memeriksa kehadiran, dan memastikan kondisi fisik seluruh murid siap beraktivitas (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu melatih dan menghaluskan keterampilan gerak fundamental melompat (tolakan 1 kaki) dan meloncat (tolakan 2 kaki) melewati rintangan deretan kotak kardus (5 menit).
- Pemanasan dinamis terpimpin melalui gerakan menirukan ayunan lengan dan menekuk lutut (mengeper) secara berulang untuk menyiapkan persendian tungkai (5 menit).
- Asesmen awal diagnostik unjuk kerja: Setiap murid diminta memperagakan 1 kali gerakan melompat (tolakan 1 kaki, mendarat 2 kaki) dan 1 kali meloncat (tolakan 2 kaki, mendarat 2 kaki) di tempat datar. Acuan diagnostik: (1) melompat = menolak dengan 1 kaki dan mendarat dengan 2 kaki mengeper; (2) meloncat = menolak dengan 2 kaki bersamaan dan mendarat dengan 2 kaki mengeper (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru mendemonstrasikan perbedaan mekanika tolakan dan pendaratan: melompat menggunakan tolakan satu kaki terkuat lalu mendarat dengan kedua kaki mengeper, sedangkan meloncat menggunakan tolakan kedua kaki secara serempak lalu mendarat dengan kedua kaki mengeper (10 menit).
- Murid mempraktikkan gerakan dasar melompat dan meloncat di tempat secara berulang sebanyak 3 kali repetisi untuk merasakan tolakan kaki dan bantalan lutut saat mendarat sesuai peragaan (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Latihan 1: Murid secara bergiliran mempraktikkan gerak fundamental melompat melewati 3 kotak kardus rendah (tinggi 15 cm) yang disusun berderet dengan jarak 1 meter, menggunakan tolakan satu kaki secara mulus dan mendarat dengan dua kaki mengeper stabil tanpa menyentuh kotak (3 menit).
- Latihan 2: Murid secara bergiliran mempraktikkan gerak fundamental meloncat melewati 3 kotak kardus rendah yang disusun berderet, menolak dengan kedua kaki bersamaan secara ritmis dan mendarat seimbang dengan dua kaki mengeper (12 menit).
- Tantangan 'Lintasan Katak dan Kangguru': Permainan beregu di mana murid memilih jalur rintangan melompat (jalur katak: melompat 3 kotak berurutan) atau jalur meloncat (jalur kangguru: meloncat 3 kotak berurutan) dengan target menghaluskan gerak pendaratan seimbang tanpa terjatuh (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar dan mengevaluasi pengalaman geraknya saat melewati deretan kotak: mengidentifikasi apakah tolakan kaki sudah tepat (1 kaki untuk lompat, 2 kaki untuk loncat) dan apakah lutut sudah mengeper lentur saat mendarat (10 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap penghalusan teknik melompat dan meloncat berdasarkan hasil pengamatan lintasan rintangan (5 menit).
Penutup:- Pendinginan statis untuk meregangkan otot paha, betis, dan pergelangan kaki yang dipimpin oleh salah satu murid (10 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan kembali poin kunci penghalusan gerak melompat (tumpuan 1 kaki) dan meloncat (tumpuan 2 kaki) dengan pendaratan lutut mengeper, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan pilihan tinggi kotak rintangan (kardus 10 cm untuk yang masih ragu mendarat, dan kardus 15-20 cm untuk yang sudah terampil menolak).
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih melewati deretan garis kapur di lantai sebelum kardus; murid yang sudah mahir menambah jarak antar-kotak rintangan dari 1 meter menjadi 1,5 meter.
- Produk: Konsistensi kelancaran dan kestabilan gerak melompat serta meloncat melewati 3 kotak kardus berturut-turut tanpa kehilangan keseimbangan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Uji peragaan gerak fundamental di tempat datar: Murid memperagakan 1 kali melompat dan 1 kali meloncat. Kriteria kesiapan: (1) Melompat: menolak dengan 1 kaki, mendarat dengan 2 kaki; (2) Meloncat: menolak dengan 2 kaki, mendarat dengan 2 kaki. Acuan penilaian: murid dikelompokkan siap bila mampu membedakan jenis kaki tumpuan saat menolak pada kedua gerakan tersebut.
Proses:- Pengamatan langsung saat murid melintasi rintangan deretan kotak: Mengamati kehalusan tolakan kaki (tidak tersendat), koordinasi ayunan tangan saat melayang, dan kestabilan pendaratan kedua kaki mengeper melewati 3 rintangan kotak kardus.
Akhir Pertemuan:- Cek keterampilan di akhir sesi: Setiap murid memperagakan 1 putaran melewati rintangan deretan kotak (1 kali lintasan melompat 3 kotak dan 1 kali lintasan meloncat 3 kotak). Kriteria ketuntasan: tepat menggunakan tolakan kaki (1 kaki untuk lompat, 2 kaki untuk loncat) serta mendarat seimbang mengeper tanpa menyentuh kotak kardus.
Formatif:- Lembar observasi unjuk kerja pengamatan keterampilan gerak fundamental melompat (tolakan 1 kaki) dan meloncat (tolakan 2 kaki) melewati rintangan kotak kardus.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penghalusan Gerak Fundamental Melompat Melewati Rintangan Kotak | Belum mampu menolak dengan 1 kaki secara mandiri atau terjatuh dan menyenggol kotak kardus saat mendarat. | Mampu menolak dengan 1 kaki melewati rintangan kotak kardus, namun gerakan masih tersendat dan pendaratan kaku (lutut tidak mengeper). | Mampu menolak dengan 1 kaki secara lancar melewati deretan 3 kotak kardus dan mendarat seimbang dengan kedua kaki mengeper. | Mampu menolak dengan 1 kaki secara sangat halus, melayang terkontrol, dan mendarat seimbang mengeper dengan mulus tanpa ragu di seluruh deretan kotak rintangan. | | Penghalusan Gerak Fundamental Meloncat Melewati Rintangan Kotak | Belum mampu menolak dengan kedua kaki secara serempak atau mendarat tidak stabil hingga menyentuh deretan kotak. | Mampu menolak dengan kedua kaki melewati kotak rintangan, namun tolakan kedua kaki belum serempak dan pendaratan masih goyah. | Mampu menolak dengan kedua kaki secara serempak melewati deretan 3 kotak kardus dan mendarat seimbang dengan kedua kaki mengeper. | Mampu menolak dengan kedua kaki serempak secara konsisten dan ritmis, melayang terarah, serta mendarat mengeper dengan sangat stabil di seluruh deretan kotak rintangan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penataan deretan rintangan kotak kardus sudah cukup aman dan menantang bagi seluruh murid?
- Apakah murid dapat membedakan dengan jelas penggunaan tumpuan tolakan satu kaki (melompat) dan dua kaki (meloncat) saat melewati rintangan?
Murid:- Gerakan mana yang terasa lebih mudah bagimu saat melewati kotak rintangan, melompat dengan satu kaki tumpu atau meloncat dengan dua kaki tumpu?
- Bagaimana caramu menjaga keseimbangan agar tubuh tidak terjatuh saat mendarat?
Pertemuan 3 — Memperagakan Berbagai Konsep Gerak Jalan, Lari, Lompat, dan Loncat dalam Rangkaian Gerak Lokomotor — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.3 Memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak lokomotor
Pendahuluan:- Guru membariskan murid di lapangan, mengucapkan salam, memandu doa bersama, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kesiapan fisik murid untuk beraktivitas jasmani (5 menit).
- Guru melakukan pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada peregangan otot kaki, tungkai, dan sendi pergelangan kaki (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini yaitu memperagakan berbagai konsep gerak (konsep arah dan konsep ruang) dalam rangkaian gerak lokomotor jalan, lari, lompat, dan loncat (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memberikan demonstrasi konsep gerak lokomotor berangkai yang menggabungkan 4 pola gerak: (1) jalan santai ke depan, (2) lari cepat mengikuti pola zig-zag, (3) melompat dengan satu kaki melewati garis, dan (4) meloncat dengan tumpuan dua kaki mendarat seimbang (10 menit).
- Murid menyimak dan membedakan konsep arah (lurus dan zig-zag) serta konsep ruang (tinggi saat lompat/loncat dan datar saat jalan/lari) dalam rangkaian gerak lokomotor yang dicontohkan guru (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara bergiliran mencoba rangkaian gerak dasar di lintasan terarah berjarak 15 meter: berjalan lurus 5 meter, berlari zig-zag melintasi 3 kerucut berjarak 5 meter, melompat dengan satu kaki melewati 2 bilah rintangan mendatar, dan meloncat dua kaki ke dalam lingkaran penanda (15 menit).
- Dalam permainan tantangan menggembirakan 'Jalur Petualang Lokomotor', murid memperagakan rangkaian 4 gerak lokomotor (jalan, lari, lompat, loncat) secara berkesinambungan dan bergantian dengan rute kombinasi arah lurus dan berbelok (10 menit).
- Murid memperagakan variasi rangkaian gerak lokomotor secara mandiri di jalurnya masing-masing dengan mengubah urutan atau arah gerak (lari zig-zag dahulu, loncat dua kaki, jalan mundur terkontrol, dan lompat satu kaki) sesuai lintasan yang disiapkan guru (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid berkumpul dalam lingkaran untuk menyadari perpindahan tubuh dan perubahan tumpuan kaki saat beralih dari satu gerak lokomotor ke gerak berikutnya dalam rangkaian (10 menit).
Penutup:- Guru memandu gerakan pendinginan untuk melemaskan otot-otot kaki dan tungkai sambil mengatur napas secara teratur (5 menit).
- Guru bersama murid melakukan ulasan singkat mengenai peragaan konsep gerak lokomotor yang telah dilakukan, memberikan umpan balik pelaksanaan gerak, memimpin doa penutup, dan membubarkan barisan (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan lintasan dengan rintangan rendah dan jarak kerucut lebih renggang, sedangkan murid yang mahir menggunakan variasi lintasan yang menuntut perubahan arah lebih tajam.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan memperagakan rangkaian gerak dengan tempo sedang berpanduan tanda visual di lantai, sedangkan murid yang siap bergerak secara mandiri memperagakan rangkaian dengan transisi gerak yang mengalir tanpa henti.
- Produk: Variasi rangkaian gerak lokomotor diperagakan sesuai tingkat kesiapan kelancaran murid menghubungkan jalan, lari, lompat, dan loncat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik peragaan singkat pada awal pemanasan: Murid satu per satu memperagakan transisi sederhana dari gerak berjalan 3 langkah langsung menyambung berlari 5 langkah ke depan. (Acuan ketercapaian: murid beralih dari berjalan ke berlari tanpa terhenti total di tengah langkah).
Proses:- Pengamatan keterpaduan dan kelancaran peragaan rangkaian 4 gerak lokomotor (jalan, lari, lompat, loncat) di lintasan tantangan gerak. (Acuan ketercapaian: terlaksananya keempat gerak secara berurutan dan berkesinambungan dengan tumpuan yang benar: jalan kaki bergantian, lari dengan fase melayang, lompat tolakan satu kaki, loncat tolakan dua kaki).
Akhir Pertemuan:- Cek peragaan mandiri di akhir kegiatan inti: Setiap murid memperagakan satu lintasan penuh rangkaian 4 gerak lokomotor (jalan, lari, lompat, loncat) dengan konsep arah lurus dan berbelok. (Acuan ketercapaian: mampu menuntaskan keempat komponen pola gerak lokomotor secara utuh dari titik awal hingga titik akhir lintasan).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja peragaan rangkaian gerak lokomotor (jalan, lari, lompat, loncat) menggunakan lembar observasi proses gerak.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Peragaan Rangkaian Gerak Lokomotor (Jalan, Lari, Lompat, Loncat) | Hanya mampu memperagakan 1 sampai 2 jenis gerak lokomotor dalam lintasan dan gerakan terhenti sepenuhnya pada saat pergantian gerak. | Mampu memperagakan 3 jenis gerak lokomotor dalam lintasan, namun transisi antar-gerakan masih terputus-putus atau ragu-ragu. | Mampu memperagakan seluruh 4 jenis gerak lokomotor (jalan, lari, lompat, loncat) dalam satu rangkaian dengan transisi gerak yang bersambung. | Mampu memperagakan seluruh 4 jenis gerak lokomotor (jalan, lari, lompat, loncat) dalam rangkaian secara lancar, berkesinambungan, dan konsisten menerapkan konsep arah (lurus dan zig-zag) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penataan lintasan rintangan memudahkan seluruh murid mempraktikkan peragaan konsep gerak lokomotor secara berangkai?
- Bagaimana keterlibatan aktif murid saat melakukan rangkaian gerak jalan, lari, lompat, dan loncat secara mandiri?
Murid:- Bagian mana dari rangkaian gerak lokomotor (jalan, lari, lompat, loncat) yang paling mudah dan paling menantang kamu peragakan?
- Bagaimana perasaanmu saat berhasil menyelesaikan seluruh tantangan jalur petualang gerak lokomotor?
Pertemuan 4 — Menerapkan Peraturan Fair Play serta Mengenali Faktor Menyenangkan dalam Aktivitas Gerak Lokomotor Permainan Kijang dan Rusa — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.4 Menerapkan peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani pola gerak lokomotor
- TP 3.1.5 Berpartisipasi dalam berbagai aktivitas jasmani pola gerak lokomotor dan mengenali faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, membariskan murid, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran serta kesiapan fisik murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menerapkan peraturan fair play dalam permainan gerak lokomotor Kijang dan Rusa serta mengenali hal-hal yang membuat bermain bersama itu menyenangkan (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Jika kelompokmu disebut oleh guru, kelompok mana yang harus berlari menghindar dan kelompok mana yang mengejar?' (acuan: kelompok yang dipanggil berlari menghindar melintasi garis aman, kelompok yang tidak dipanggil mengejar menyentuh pundak teman); (2) 'Apa yang harus kamu lakukan jika pundakmu berhasil tersentuh lawan?' (acuan: jujur mengakui tersentuh dan berdiri tertib di area samping/berganti peran tanpa membantah) (3 menit).
- Murid melakukan pemanasan terstruktur dalam bentuk peregangan dinamis dan permainan lari reaksi sederhana di tempat untuk mengondisikan tubuh (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan dan memperagakan tata tertib serta peraturan fair play dalam permainan lokomotor Kijang dan Rusa, yang mencakup 3 peraturan utama: (1) Berlari hanya saat aba-aba kelompoknya dipanggil; (2) Menyentuh teman hanya dengan tepukan lembut di pundak (tidak mendorong/menarik baju); (3) Mengakui secara jujur saat tersentuh dan tidak melewati batas samping lapangan (6 menit).
- Guru menunjukkan 3 gambar kartu faktor penyebab aktivitas jasmani menyenangkan: Kartu A 'Bermain aktif bersama teman', Kartu B 'Aturan main ditaati bersama secara jujur', Kartu C 'Bebas bergerak dan tertawa gembira' (acuan faktor menyenangkan: kebersamaan, kejujuran/keadilan, kebebasan bergerak ceria) (4 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid dibagi menjadi dua kelompok berhadapan di garis tengah lapangan (kelompok Kijang dan kelompok Rusa) dengan jarak 2 meter, masing-masing bersiap melakukan gerak lokomotor jalan, lari menghindar, dan lari mengejar sesuai aba-aba panggilan guru (8 menit).
- Murid mempraktikkan ronde 1 dan 2 permainan Kijang dan Rusa dengan fokus menerapkan peraturan fair play: tidak mendahului aba-aba, menyentuh pundak lawan dengan aman, serta berpartisipasi aktif dalam gerak lokomotor berlari (10 menit).
- Murid melanjutkan ronde 3 dan 4 dengan variasi jarak garis batas aman untuk memperdalam penerapan fair play: murid yang tertangkap langsung jujur mengakui dan memberi selamat secara sportif kepada pengejarnya (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid duduk melingkar di bawah bimbingan guru dan mengenali serta menunjuk faktor apa yang membuat aktivitas permainan tadi menyenangkan dari 3 kartu faktor yang disiapkan guru (faktor kebersamaan teman, kepatuhan aturan secara adil, dan kebebasan berlari) (5 menit).
- Murid mengidentifikasi perilaku fair play yang sudah mereka terapkan sendiri selama permainan berlangsung (seperti mengakui sentuhan atau menjaga keselamatan teman saat mengejar) (5 menit).
Penutup:- Murid melakukan pendinginan dengan berjalan santai mengitari area lapangan sambil mengatur napas secara perlahan (4 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan apresiasi verbal terhadap penerapan peraturan fair play dan partisipasi aktif seluruh murid selama aktivitas lokomotor berlangsung (4 menit).
- Guru mengingatkan materi pertemuan berikutnya (Asesmen Sumatif Rangkaian Gerak Rintangan dan Pengamatan Fair Play), mengajak berdoa bersama, dan membubarkan barisan (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan garis batas aman dengan jarak berbeda (5 meter untuk murid yang butuh adaptasi gerak dan 8 meter untuk murid yang siap tantangan lari lebih jauh).
- Proses: Memberikan pendampingan verbal bagi murid yang masih ragu mengakui sentuhan lawan, serta memberi kesempatan murid yang cepat bergerak untuk memimpin penataan garis regu Kijang atau Rusa.
- Produk: Murid mengenali faktor menyenangkan secara lisan atau dengan cara menunjuk kartu gambar faktor aktivitas jasmani yang disediakan guru.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran mengenai pemahaman aturan dasar gerak lari reaksi Kijang dan Rusa: Pertanyaan 1: 'Jika guru memanggil Kijang, apa yang dilakukan Kijang dan Rusa?' (Acuan jawaban benar: Kijang berlari menghindar ke garis aman, Rusa berlari mengejar untuk menyentuh pundak). Pertanyaan 2: 'Apa yang dilakukan jika badan tersentuh oleh pengejar?' (Acuan jawaban benar: Berhenti, jujur mengakui tersentuh tanpa berdebat/marah).
Proses:- Lembar observasi perilaku fair play saat permainan berlangsung (Indikator acuan teramati: (1) Memulai lari tepat saat aba-aba tanpa mencuri start; (2) Menyentuh lawan dengan tepukan aman tanpa mendorong; (3) Mengakui sentuhan secara jujur).
- Observasi partisipasi aktif gerak lokomotor seluruh murid selama permainan Kijang dan Rusa berlangsung dari awal hingga akhir ronde.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman pada tahap refleksi akhir: Murid diminta menyebutkan atau menunjuk minimal 1 dari 3 faktor yang menyebabkan aktivitas permainan lokomotor hari ini menyenangkan. Daftar 3 faktor acuan: (1) Bermain aktif bersama teman kelompok; (2) Aturan ditaati secara adil dan jujur sehingga permainan tertib; (3) Bergerak dan berlari bebas di lapangan terbuka. Kriteria ketercapaian: Murid berhasil menyebutkan atau menunjuk minimal 1 faktor acuan dengan tepat.
Formatif:- Observasi unjuk kerja penerapan peraturan fair play selama permainan Kijang dan Rusa berlangsung.
- Pengecekan lisan atau penunjukan kartu untuk mengenali faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas gerak lokomotor menyenangkan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menerapkan peraturan fair play dalam aktivitas lokomotor | Belum mematuhi peraturan permainan (sering mencuri start, menyentuh dengan mendorong kasar, atau menolak mengakui sentuhan lawan meski sudah diingatkan guru). | Menerapkan peraturan permainan (memulai lari, menyentuh aman, mengakui sentuhan) namun masih perlu 1-2 kali diingatkan oleh guru saat bermain. | Menerapkan seluruh peraturan permainan secara jujur dan konsisten (tidak curang saat start, menyentuh dengan sopan, langsung mengakui saat tersentuh) atas kesadaran sendiri. | Menerapkan seluruh peraturan permainan secara konsisten mandiri serta spontan menunjukkan sikap sportif (misalnya langsung menyalami pengejar saat tersentuh tanpa ragu). | | Berpartisipasi aktif dan mengenali faktor menyenangkan dalam aktivitas lokomotor | Pasif dalam mengikuti permainan lokomotor dan belum mampu mengenali/menunjuk faktor yang membuat aktivitas menyenangkan. | Berpartisipasi aktif dalam sebagian permainan dan mampu mengenali 1 faktor yang membuat aktivitas menyenangkan dengan bantuan panduan guru. | Berpartisipasi aktif sepanjang seluruh ronde permainan dan mampu mengenali secara mandiri minimal 1 dari 3 faktor acuan yang membuat aktivitas jasmani menyenangkan. | Berpartisipasi aktif penuh semangat di seluruh ronde permainan dan mampu mengenali 2 atau lebih faktor acuan yang membuat aktivitas jasmani menyenangkan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid berpartisipasi aktif dalam gerak lokomotor lari dan menghindar pada permainan Kijang dan Rusa?
- Bagaimana efektivitas permainan Kijang dan Rusa dalam menumbuhkan kesadaran murid mematuhi aturan dan bersikap fair play?
- Apakah murid dapat mengenali faktor-faktor konkret yang membuat pembelajaran PJOK hari ini terasa menyenangkan bagi mereka?
Murid:- Apakah kamu mematuhi semua aturan permainan dan bersikap jujur saat tersentuh oleh teman?
- Hal apa yang paling membuatmu merasa gembira saat bermain Kijang dan Rusa hari ini?
Pertemuan 5 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.1 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental berjalan dan berlari dalam situasi gerak yang baru
- TP 3.1.2 Menghaluskan keterampilan gerak fundamental melompat dan meloncat dalam situasi gerak yang baru
- TP 3.1.3 Memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak lokomotor
- TP 3.1.4 Menerapkan peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani pola gerak lokomotor
- TP 3.1.5 Berpartisipasi dalam berbagai aktivitas jasmani pola gerak lokomotor dan mengenali faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran serta kesiapan fisik murid di lapangan (3 menit).
- Guru bersama murid melakukan pemanasan terarah berupa peregangan dinamis dan kelenturan tubuh untuk mempersiapkan otot dan sendi (5 menit).
- Guru menjelaskan tujuan pertemuan asesmen sumatif Bab 1, yakni peragaan rangkaian gerak rintangan secara bergiliran, pengamatan fair play dalam permainan beregu, dan refleksi lisan (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak demonstrasi dan penjelasan guru mengenai alur lintasan rintangan yang terdiri dari 4 pos: (1) jalan cepat 5 meter pada garis lurus, (2) lari zig-zag melewati 4 buah kerucut/cone berjarak masing-masing 1 meter, (3) melompati 2 buah kardus rintangan berjarak 1,5 meter dengan tolakan satu kaki mendarat dua kaki, dan (4) meloncat masuk ke dalam 3 simpai berderet menggunakan tolakan dua kaki mendarat dua kaki secara berkesinambungan (5 menit).
- Murid menyimak penjelasan aturan pelaksanaan: setiap murid melakukan rangkaian gerak secara mandiri satu kali putaran penuh secara bergiliran dalam alokasi waktu 2 menit per anak, sementara murid yang menunggu antrean duduk tertib di batas aman lapangan (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1 (Individual, 60 menit): Setiap murid secara bergiliran (alokasi 2 menit per murid x 28-30 murid = 60 menit) memperagakan rangkaian gerak lokomotor pada lintasan rintangan: pos 1 jalan cepat (kaki melangkah cepat tanpa melayang, kontak tumit-telapak), pos 2 lari zig-zag (berlari meliuk mengitari 4 kerucut tanpa menyenggol), pos 3 melompat rintangan kardus (tolakan satu kaki melewati kardus dan mendarat seimbang), dan pos 4 meloncat simpai (tolakan dua kaki masuk ke 3 simpai berturut-turut mendarat mengeper dua kaki), sementara guru mengamati dan mencatat skor pada rubrik unjuk kerja (55 menit).
- Tugas 2 (Kelompok, 22 menit): Seluruh murid dibagi menjadi dua regu besar (Regu Kijang dan Regu Rusa) untuk memainkan permainan tradisional Kijang dan Rusa di lapangan berbatas garis tengah dan garis aman; guru mengamati kepatuhan terhadap 3 aturan fair play: (1) kepatuhan menunggu aba-aba guru tanpa mencuri start mendahului garis, (2) kejujuran mengakui sentuhan dengan sukarela berjalan ke area netral saat tersentuh lawan, dan (3) sikap sportif tidak mendorong atau menarik pakaian lawan saat mengejar/menghindar (22 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Tugas 3 (Reflektif Bersama, 5 menit): Guru memandu tanya jawab refleksi lisan serentak terbimbing di tepi lapangan, di mana murid merespons lisan terhadap 2 pertanyaan panduan guru mengenai keikutsertaan dan pengenalan faktor kesenangan gerak: 'Apakah kamu mengikuti seluruh rangkaian gerak lokomotor hari ini?' dan 'Sebutkan faktor apa yang membuat aktivitas gerak tadi terasa menyenangkan bagimu (apakah faktor tantangan rintangan, bermain bersama teman, atau tubuh terasa segar bugar)?' Guru mencatat respons lisan murid pada lembar ceklis konfirmasi (5 menit).
Penutup:- Guru memimpin pendinginan statis dan relaksasi pernapasan untuk menurunkan denyut nadi serta mengendurkan otot setelah beraktivitas fisik (3 menit).
- Guru memberikan rekapitulasi singkat ketercapaian Bab 1 Pola Gerak Dasar Lokomotor, mengapresiasi kerja keras dan kejujuran seluruh murid, kemudian menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: Lintasan rintangan menggunakan penanda visual yang kontras (cone berwarna terang) agar rute terlihat sangat jelas bagi seluruh murid.
- Proses: Akomodasi akses: Bagi murid dengan hambatan motorik atau koordinasi lambat, aba-aba hitungan diberikan dengan jeda yang lebih tenang tanpa mengurangi struktur 4 pos rangkaian rintangan.
- Produk: Akomodasi akses: Respon refleksi lisan dapat disampaikan secara singkat dengan memilih langsung faktor kesenangan yang disediakan oleh panduan guru (faktor tantangan, faktor kebersamaan teman, atau faktor kesegaran tubuh).
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- penilaian unjuk kerja rangkaian gerak dan permainan beregu terpadu reflektif: lembar observasi peragaan rangkaian gerak jalan, lari, lompat, loncat pada lintasan rintangan, catatan pengamatan fair play dalam permainan beregu, dan lembar cek refleksi lisan faktor kesenangan jasmani
- unjuk kerja peragaan rangkaian gerak rintangan: peragaan keterampilan jalan cepat, lari zig-zag, melompati rintangan kardus, dan meloncat ke dalam simpai secara terangkai; dinilai guru secara bergiliran 2 menit per murid (60 menit / 2 menit = 30 murid, mencukupi kapasitas 28 murid) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja keterampilan pola gerak lokomotor terangkai)
- observasi perilaku dalam permainan beregu: kepatuhan terhadap aturan permainan tradisional kijang dan rusa, kejujuran saat tersentuh lawan, dan sikap sportif saling menghargai antartim yang dinilai serentak untuk seluruh kelas (25 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi sikap fair play dan kerja sama)
- tanya jawab reflektif lisan serentak terbimbing: respons lisan murid terhadap panduan pertanyaan guru mengenai perasaan keikutsertaan dan faktor yang membuat aktivitas gerak lokomotor terasa menyenangkan yang dicatat guru (20 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis konfirmasi refleksi lisan murid)
Sumatif:- penilaian unjuk kerja rangkaian gerak dan permainan beregu terpadu reflektif: lembar observasi peragaan rangkaian gerak jalan, lari, lompat, loncat pada lintasan rintangan, catatan pengamatan fair play dalam permainan beregu, dan lembar cek refleksi lisan faktor kesenangan jasmani
- unjuk kerja peragaan rangkaian gerak rintangan: peragaan keterampilan jalan cepat, lari zig-zag, melompati rintangan kardus, dan meloncat ke dalam simpai secara terangkai; dinilai guru secara bergiliran 2 menit per murid (60 menit / 2 menit = 30 murid, mencukupi kapasitas 28 murid) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja keterampilan pola gerak lokomotor terangkai)
- observasi perilaku dalam permainan beregu: kepatuhan terhadap aturan permainan tradisional kijang dan rusa, kejujuran saat tersentuh lawan, dan sikap sportif saling menghargai antartim yang dinilai serentak untuk seluruh kelas (25 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi sikap fair play dan kerja sama)
- tanya jawab reflektif lisan serentak terbimbing: respons lisan murid terhadap panduan pertanyaan guru mengenai perasaan keikutsertaan dan faktor yang membuat aktivitas gerak lokomotor terasa menyenangkan yang dicatat guru (20 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis konfirmasi refleksi lisan murid)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Rangkaian Gerak Lokomotor (TP 3.1.1, TP 3.1.2, TP 3.1.3) | Memperagakan 1 pos gerak lokomotor secara tepat; 3 pos lainnya belum memenuhi teknik tolakan, pendaratan, atau lintasan rintangan. | Memperagakan 2 pos gerak lokomotor secara tepat dari 4 pos rintangan yang disediakan (acuan: pos 1 jalan cepat lurus, pos 2 lari zig-zag cone, pos 3 melompat rintangan kardus 1 kaki-2 kaki, pos 4 meloncat simpai 2 kaki-2 kaki). | Memperagakan 3 pos gerak lokomotor secara tepat dari 4 pos rintangan yang disediakan sesuai acuan teknik gerak. | Memperagakan seluruh 4 pos gerak lokomotor (jalan cepat, lari zig-zag, lompat kardus, dan loncat simpai) secara tepat, lancar, dan berkesinambungan sesuai acuan. | | Penerapan Peraturan Fair Play dalam Permainan Beregu (TP 3.1.4) | Belum menerapkan aturan permainan; melanggar start, tidak mengakui sentuhan, dan melakukan kontak fisik kasar saat bermain beregu. | Menerapkan 1 dari 3 indikator fair play permainan Kijang dan Rusa (acuan: (1) menunggu aba-aba di garis start tanpa mencuri gerak, (2) jujur mengakui sentuhan lawan, (3) tidak mendorong/menarik pakaian lawan). | Menerapkan 2 dari 3 indikator fair play permainan Kijang dan Rusa secara konsisten selama permainan berlangsung. | Menerapkan seluruh 3 indikator fair play permainan Kijang dan Rusa (tertib start, jujur saat tersentuh, dan tidak melakukan kontak fisik kasar) secara konsisten dan mandiri. | | Partisipasi dan Pengenalan Faktor Kesenangan Jasmani (TP 3.1.5) | Tidak berpartisipasi penuh dalam aktivitas atau tidak dapat mengenali faktor yang menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan saat ditanya lisan. | Berpartisipasi dalam sebagian aktivitas lokomotor dan mengenali 1 faktor kesenangan secara lisan namun masih membutuhkan bimbingan intensif guru. | Berpartisipasi aktif dalam seluruh aktivitas lokomotor dan mengenali secara lisan minimal 1 dari 3 faktor kesenangan (acuan: tantangan rintangan gerak, kebersamaan dengan teman, atau kesegaran fisik tubuh). | Berpartisipasi aktif penuh dalam seluruh rangkaian aktivitas lokomotor dan mengenali secara lisan 2 atau lebih faktor kesenangan jasmani secara mandiri dan jelas. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 2 menit per anak mencukupi untuk mengamati seluruh 4 pos rintangan secara objektif bagi seluruh murid di kelas?
- Bagaimana tingkat kepatuhan murid terhadap aturan fair play saat permainan beregu Kijang dan Rusa berlangsung?
- Apakah instrumen lembar ceklis refleksi lisan efektif dalam menangkap respon pengenalan faktor kesenangan fisik murid?
Murid:- Gerakan lokomotor mana di antara jalan cepat, lari zig-zag, lompat kardus, dan loncat simpai yang paling mudah dan paling menantang bagimu?
- Apakah kamu merasa puas bermain secara jujur bersama teman-temanmu hari ini?
- Faktor apa yang membuat kamu merasa paling gembira saat mengikuti kegiatan olahraga hari ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
- Simpai (hula hoop) plastik minimal 10-15 buah
- Peluit dan stopwatch
- Lapangan atau halaman terbuka yang rata dan aman
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek RI, 2022).
- Kotak kardus bekas ukuran sedang/rendah (tinggi 15-20 cm) sebanyak 12 buah.
- Peluit, kun pembatas lintasan rintangan, dan kapur lapangan.
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas III Kemendikbudristek 2022
- Kerucut penanda (cones) 6 buah
- Bilah rintangan rendah/tali pembatas 2 buah
- Simpai/lingkaran penanda 2 buah
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2022).
- Peluit dan stopwatch.
- Cone/pembatas garis lapangan.
- Kartu gambar faktor menyenangkan aktivitas jasmani (Kartu A: Bermain aktif bersama teman; Kartu B: Aturan ditaati secara jujur; Kartu C: Bebas bergerak gembira).
- Muhajir & Umi Hariyani. 2022. Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas III. Jakarta: Kemendikbudristek.
- Lapangan olahraga sekolah yang aman dan rata.
- 4 buah kerucut (cone) penanda lari zig-zag.
- 2 buah kardus rintangan rendah (tinggi 20-25 cm).
- 3 buah simpai (hula hoop) plastik.
- Peluit dan stopwatch guru.
- Lembar rubrik observasi unjuk kerja dan lembar catatan refleksi lisan.
|