Modul AjarPertemuan 7Bab 5Fase ASemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 2: Bermain Aman di Taman dan Luar Ruangan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 2 dengan topik "Bermain Aman di Taman dan Luar Ruangan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 2: Bermain Aman di Taman dan Luar Ruangan

PJOK - Kelas 2

Bab 5 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Bermain Aman di Taman dan Luar Ruangan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikBermain Aman di Taman dan Luar Ruangan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi potensi risiko saat bermain di taman atau area luar ruangan dan menentukan strategi agar tetap aman.
  2. Murid dapat menunjukkan perilaku aman saat bermain di taman, termasuk mengenakan pakaian olahraga yang sesuai dan tidak memaksakan diri saat kondisi tubuh tidak fit.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang kalian lihat di taman bermain? Alat-alat apa saja yang ada di sana?
  2. Pernahkah kalian melihat teman yang terluka saat bermain di taman? Apa yang terjadi?
  3. Bagaimana caranya supaya kita bisa bermain dengan aman dan menyenangkan di taman?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Siapa yang pernah bermain di taman? Di mana?' dan 'Apa yang kalian lakukan di taman?'
  • Guru menyampaikan topik pembelajaran: Bermain Aman di Taman dan Luar Ruangan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar cara bermain yang aman di taman, supaya kita bisa bersenang-senang tanpa terluka.'
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian melihat teman yang terluka saat bermain? Apa yang terjadi?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar taman bermain dengan berbagai alat (ayunan, jungkat-jungkit, perosotan) dan meminta murid mengidentifikasi alat-alat yang mereka kenali.
  • Murid berdiskusi berpasangan: 'Alat bermain apa yang kamu temukan? Bagaimana cara memainkannya?'
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk mengidentifikasi potensi risiko di setiap alat bermain (contoh: jatuh dari ayunan, terjepit di jungkat-jungkit, terpeleset di perosotan).
  • Guru menjelaskan dengan sederhana: 'Ada hal-hal yang bisa membuat kita terluka saat bermain. Kita perlu tahu apa saja bahayanya supaya bisa berhati-hati.'
  • Murid mengamati gambar perilaku aman dan tidak aman di taman, lalu memberi tanda centang pada gambar yang menunjukkan perilaku aman.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) dan memberikan skenario: 'Kalian akan bermain di taman. Apa yang perlu kalian lakukan supaya aman?'
  • Setiap kelompok membuat daftar strategi keamanan sederhana (misal: duduk dengan benar, pegang tali ayunan erat, tidak berdiri di atas alat, antri menunggu giliran).
  • Guru mengajak murid ke halaman/area aman untuk praktik langsung menggunakan simulasi alat bermain atau gerakan yang mewakili (jika tidak ada alat asli).
  • Murid mempraktikkan cara duduk yang benar, memegang dengan erat, dan tidak melompat-lompat saat bermain.
  • Guru mengamati dan memberikan umpan balik langsung: 'Bagus! Kalian sudah memegang dengan erat. Itu akan membuatmu aman.'
  • Guru mengingatkan: 'Jika badanmu tidak enak atau lelah, jangan dipaksakan bermain ya. Istirahat dulu sampai fit lagi.'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali ke kelas dan duduk melingkar.
  • Guru memfasilitasi refleksi dengan pertanyaan: 'Apa yang sudah kita pelajari hari ini tentang bermain aman?'
  • Murid berbagi pengalaman: 'Hal aman apa yang sudah kalian praktikkan tadi?'
  • Guru menanyakan: 'Apa yang akan kalian lakukan berbeda saat bermain di taman nanti?'
  • Murid menggambar satu perilaku aman yang akan mereka lakukan saat bermain di taman (diferensiasi produk).
  • Guru menutup dengan penguatan: 'Bermain itu menyenangkan, tapi harus tetap aman. Kalian sudah pintar menjaga keselamatan diri sendiri.'

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menyebutkan satu strategi aman saat bermain di taman.
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas partisipasinya.
  • Guru mengingatkan untuk selalu berhati-hati saat bermain di rumah atau tempat lain.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah paham diberikan gambar situasi yang lebih kompleks (taman dengan lebih banyak alat dan anak) untuk dianalisis. Murid yang membutuhkan dukungan diberikan gambar sederhana dengan petunjuk visual jelas.
  • Proses: Murid yang cepat memahami diminta membantu teman yang kesulitan mengidentifikasi risiko. Murid yang membutuhkan waktu lebih dapat berdiskusi lebih lama dengan guru sebelum praktik.
  • Produk: Murid yang sudah mahir dapat membuat poster sederhana tentang 3 aturan aman bermain di taman. Murid yang membutuhkan dukungan cukup menggambar 1 perilaku aman dengan keterangan singkat.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan pengalaman murid bermain di taman: 'Siapa yang pernah bermain di taman? Apa yang kalian lakukan di sana?'
  • Guru mengamati respons awal murid tentang pemahaman keamanan bermain.

Proses:

  • Observasi saat murid berdiskusi mengidentifikasi alat bermain dan risikonya.
  • Pengamatan langsung saat murid mempraktikkan perilaku aman dalam simulasi.
  • Mendengarkan penjelasan murid tentang strategi keamanan yang mereka pilih.
  • Memberikan umpan balik langsung selama praktik.

Akhir:

  • Murid menyebutkan minimal satu strategi aman saat bermain di taman.
  • Murid menggambar dan menjelaskan perilaku aman yang akan mereka lakukan.
  • Guru menilai kemampuan murid mendemonstrasikan sikap dan gerakan aman saat menggunakan alat bermain.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok mengidentifikasi risiko.
  • Pengamatan praktik murid saat simulasi bermain aman di halaman.
  • Tanya jawab lisan selama proses pembelajaran.

Sumatif:

  • Penugasan individu: murid menggambar dan menjelaskan satu perilaku aman saat bermain di taman.
  • Penilaian praktik: murid mendemonstrasikan cara duduk dan memegang alat bermain dengan benar.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi Potensi RisikoMurid belum dapat menyebutkan risiko saat bermain di taman meskipun dengan bantuan.Murid dapat menyebutkan 1 risiko saat bermain di taman dengan bantuan guru.Murid dapat menyebutkan 2-3 risiko saat bermain di taman tanpa bantuan.Murid dapat menyebutkan lebih dari 3 risiko dan menjelaskan mengapa itu berbahaya.
Menentukan Strategi KeamananMurid belum dapat menyebutkan cara bermain aman meskipun dengan bantuan.Murid dapat menyebutkan 1 strategi keamanan dengan bantuan guru.Murid dapat menyebutkan 2-3 strategi keamanan tanpa bantuan.Murid dapat menyebutkan lebih dari 3 strategi dan menjelaskan alasannya dengan jelas.
Menunjukkan Perilaku AmanMurid belum dapat menunjukkan perilaku aman saat praktik bermain.Murid dapat menunjukkan 1 perilaku aman (duduk benar atau memegang erat) dengan bimbingan.Murid dapat menunjukkan 2-3 perilaku aman secara mandiri saat praktik.Murid menunjukkan semua perilaku aman secara konsisten dan dapat mengingatkan teman.
Kesadaran Kondisi TubuhMurid belum memahami pentingnya memperhatikan kondisi tubuh saat bermain.Murid mulai memahami bahwa tidak boleh bermain saat badan tidak fit, dengan pengingat guru.Murid memahami dan dapat menjelaskan mengapa tidak boleh memaksakan diri saat tidak fit.Murid memahami, dapat menjelaskan, dan menunjukkan keputusan mandiri untuk istirahat saat tidak fit.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mengidentifikasi minimal satu potensi risiko di taman bermain?
  • Bagian pembelajaran mana yang paling menarik perhatian murid dan mengapa?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Apa yang perlu saya perbaiki dalam memfasilitasi diskusi dan praktik keamanan bermain?
  • Bagaimana saya dapat mengintegrasikan pembelajaran ini dengan pengalaman nyata murid di luar sekolah?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang bermain aman di taman?
  • Hal aman apa yang akan kamu lakukan saat bermain di taman nanti?
  • Bagian mana yang paling kamu suka dari pelajaran hari ini? Mengapa?
  • Apa yang masih sulit kamu pahami tentang bermain aman?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK Kelas 2 Bab 5: Bergerak dengan Aman (halaman 179-182)
  2. Buku Guru PJOK Kelas 2 Bab 5: Bergerak dengan Aman (halaman 243)
  3. Gambar/poster taman bermain dengan berbagai alat
  4. Gambar ilustrasi perilaku aman dan tidak aman di taman
  5. Alat bermain sederhana atau simulasi (jika tersedia): ayunan, jungkat-jungkit, atau matras sebagai pengganti
  6. Halaman sekolah atau area aman untuk praktik
  7. Kertas gambar dan alat tulis untuk refleksi murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.