Modul AjarPertemuan 10Bab 5Fase ASemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 2: Meminta Bantuan kepada Orang Dewasa Saat Keadaan Darurat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 2 dengan topik "Meminta Bantuan kepada Orang Dewasa Saat Keadaan Darurat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 2: Meminta Bantuan kepada Orang Dewasa Saat Keadaan Darurat

PJOK - Kelas 2

Bab 5 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Meminta Bantuan kepada Orang Dewasa Saat Keadaan Darurat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMeminta Bantuan kepada Orang Dewasa Saat Keadaan Darurat
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi situasi darurat yang memerlukan bantuan orang dewasa terpercaya saat melakukan aktivitas fisik
  2. Murid dapat menunjukkan cara meminta bantuan kepada orang dewasa yang profesional dengan sikap tenang dan komunikasi yang tepat

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu atau temanmu terluka saat bermain? Apa yang kamu lakukan?
  2. Kepada siapa kamu akan meminta tolong jika terjadi kecelakaan saat olahraga?
  3. Bagaimana cara meminta bantuan agar orang dewasa cepat datang menolong?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa bersama (5 menit)
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid untuk belajar
  • Asesmen Awal: Guru menanyakan pengalaman murid tentang cedera atau situasi bahaya saat bermain, mencatat respons murid untuk mengetahui pemahaman awal
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar mengenali situasi darurat dan cara meminta bantuan dengan tenang
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kamu atau temanmu terluka saat bermain? Apa yang kamu lakukan?'
  • Guru mengajak murid melakukan peregangan ringan dan ice breaking singkat agar murid siap belajar dengan suasana menyenangkan

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar atau video situasi anak yang mengalami cedera ringan saat bermain (terjatuh, terkilir, luka lecet)
  • Murid mengamati gambar/video dengan saksama dan mengidentifikasi apa yang terjadi
  • Guru memandu diskusi kelas: 'Apa yang terjadi pada anak ini? Apakah situasi ini berbahaya? Mengapa?'
  • Guru menjelaskan pengertian situasi darurat dalam aktivitas fisik: cedera, luka, nyeri, atau sakit yang memerlukan pertolongan segera
  • Murid menyebutkan contoh situasi darurat lain yang pernah mereka lihat atau alami
  • Guru menjelaskan siapa saja orang dewasa terpercaya yang bisa dimintai bantuan: guru, orang tua, pelatih, petugas kesehatan
  • Guru menekankan pentingnya tetap tenang saat menghadapi situasi darurat agar bisa berpikir jernih

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (4-5 orang)
  • Setiap kelompok mendapat kartu skenario situasi darurat (contoh: teman terjatuh dari ayunan, teman terkilir saat berlari, teman mimisan saat olahraga)
  • Murid berdiskusi dalam kelompok: apa yang harus dilakukan dalam situasi tersebut?
  • Guru membimbing murid merumuskan langkah-langkah meminta bantuan: tarik napas dalam-dalam untuk tenang, panggil orang dewasa terdekat, jelaskan apa yang terjadi, tunjukkan di mana lokasinya, sebutkan siapa yang cedera
  • Setiap kelompok mempraktikkan simulasi meminta bantuan sesuai skenario mereka di depan kelas
  • Kelompok lain mengamati dan memberikan masukan: apakah cara meminta bantuannya sudah jelas dan tenang?
  • Guru memberikan umpan balik positif dan koreksi jika diperlukan, menekankan pentingnya komunikasi yang jelas dan sikap tenang
  • Murid berlatih kalimat-kalimat kunci: 'Pak/Bu, tolong! Teman saya terjatuh dan kakinya sakit. Dia ada di lapangan dekat gawang.'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar untuk sesi refleksi bersama
  • Guru memandu refleksi dengan pertanyaan: 'Apa yang kamu pelajari hari ini? Mengapa kita harus tenang saat meminta bantuan? Apakah kamu merasa lebih siap jika menghadapi situasi darurat?'
  • Murid berbagi perasaan dan pemikiran mereka secara bergiliran
  • Guru menanyakan: 'Apa yang akan kamu lakukan berbeda setelah belajar ini? Bagaimana cara kalian menjaga diri dan teman agar tidak cedera?'
  • Murid menuliskan atau menggambar satu hal penting yang mereka ingat tentang cara meminta bantuan di lembar refleksi
  • Guru menegaskan kembali poin-poin penting: kenali situasi darurat, tetap tenang, cari orang dewasa terpercaya, komunikasikan dengan jelas
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid yang sudah belajar dengan baik

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menyebutkan kembali langkah-langkah meminta bantuan saat darurat
  • Guru memberikan penguatan: 'Kalian sudah hebat! Sekarang kalian tahu cara meminta bantuan dengan benar.'
  • Guru mengingatkan murid untuk selalu berhati-hati saat bermain dan olahraga
  • Guru memberikan tugas sederhana: di rumah, murid menceritakan kepada orang tua tentang apa yang dipelajari hari ini
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam
  • Guru memimpin yel-yel positif: 'Aman! Tenang! Minta tolong!'

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang lebih cepat memahami, guru memberikan skenario situasi darurat yang lebih kompleks (misalnya: teman pingsan, cedera serius). Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih, guru memberikan kartu bergambar dengan urutan langkah meminta bantuan yang bisa diikuti
  • Proses: Murid yang lebih mandiri dapat langsung berlatih simulasi dalam kelompok. Murid yang membutuhkan bimbingan lebih dapat berlatih bersama guru terlebih dahulu sebelum bergabung dengan kelompok. Guru memberikan pendampingan ekstra bagi murid yang masih gugup atau bingung
  • Produk: Murid yang lebih lancar berbicara dapat mempraktikkan simulasi secara verbal. Murid yang lebih nyaman dengan visual dapat menggambar urutan langkah meminta bantuan. Murid dapat memilih cara menyampaikan refleksi: lisan, tulisan, atau gambar

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Apa yang kamu lakukan jika kamu atau temanmu terluka saat bermain?'
  • Guru mencatat respons murid untuk mengetahui pengetahuan dan pengalaman awal tentang situasi darurat

Proses:

  • Observasi aktivitas kelompok: apakah murid aktif berdiskusi dan dapat mengidentifikasi situasi darurat
  • Penilaian saat simulasi: kesesuaian langkah meminta bantuan, kejelasan komunikasi, sikap tenang
  • Umpan balik langsung dari guru kepada murid selama praktik

Akhir:

  • Demonstrasi individu atau berpasangan: murid diminta mempraktikkan cara meminta bantuan dengan skenario yang diberikan guru
  • Pertanyaan refleksi lisan atau tertulis: 'Apa yang harus kamu lakukan jika temanmu terluka saat olahraga?'
  • Penilaian hasil karya refleksi murid (tulisan atau gambar) tentang hal penting yang dipelajari

Formatif:

  • Observasi guru terhadap partisipasi murid saat diskusi kelompok
  • Penilaian praktik simulasi meminta bantuan: ketepatan langkah, kejelasan komunikasi, dan sikap tenang
  • Tanya jawab lisan selama proses pembelajaran untuk mengecek pemahaman

Sumatif:

  • Demonstrasi individu: murid mempraktikkan cara meminta bantuan sesuai skenario yang diberikan guru
  • Penilaian kemampuan murid menyebutkan kembali langkah-langkah meminta bantuan
  • Penilaian hasil refleksi tertulis/gambar murid

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi Situasi DaruratMurid belum dapat menyebutkan contoh situasi darurat dalam aktivitas fisikMurid dapat menyebutkan 1 contoh situasi darurat dengan bantuan guruMurid dapat menyebutkan 2-3 contoh situasi darurat secara mandiriMurid dapat mengidentifikasi berbagai situasi darurat dan menjelaskan mengapa situasi tersebut berbahaya
Cara Meminta BantuanMurid belum dapat menunjukkan langkah-langkah meminta bantuanMurid dapat menyebutkan 1-2 langkah meminta bantuan dengan bantuanMurid dapat menunjukkan langkah-langkah meminta bantuan dengan benar namun masih gugupMurid dapat menunjukkan seluruh langkah meminta bantuan dengan komunikasi yang jelas, tenang, dan percaya diri
Sikap Tenang dan KomunikasiMurid panik dan tidak dapat berkomunikasi dengan jelas saat simulasiMurid berusaha tenang namun komunikasi masih kurang jelasMurid cukup tenang dan dapat menjelaskan situasi dengan cukup jelasMurid menunjukkan sikap tenang, komunikasi sangat jelas (menyebutkan apa yang terjadi, di mana, siapa yang cedera)
Partisipasi dan Kerja SamaMurid pasif dan tidak terlibat dalam kegiatan kelompokMurid mulai terlibat namun masih sangat bergantung pada temanMurid aktif berpartisipasi dan bekerja sama dengan kelompokMurid sangat aktif, membantu teman, dan memberikan ide dalam diskusi kelompok

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengidentifikasi situasi darurat dengan baik?
  • Apakah simulasi meminta bantuan sudah efektif membantu murid belajar?
  • Murid mana yang masih membutuhkan pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah alokasi waktu sudah tepat untuk setiap tahap pembelajaran?
  • Apa yang perlu saya perbaiki untuk pembelajaran serupa di masa depan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang situasi darurat?
  • Apakah kamu merasa lebih siap jika menghadapi situasi darurat?
  • Bagian mana yang paling kamu sukai dari pembelajaran hari ini?
  • Apa yang masih kamu bingungkan?
  • Apa yang akan kamu lakukan jika temanmu terluka saat bermain?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK Kelas 2 Kurikulum Merdeka (Bab 5: Bergerak dengan Aman)
  2. Buku Panduan Guru PJOK Kelas 2 Kurikulum Merdeka
  3. Gambar atau video situasi cedera ringan saat aktivitas fisik
  4. Kartu skenario situasi darurat
  5. Lembar refleksi murid
  6. Alat tulis dan kertas gambar
  7. Matras atau area aman untuk simulasi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.