Modul AjarBab 5Fase ASemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 2 Bab 5: Bergerak dengan Aman

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian PJOK kelas 2 untuk Bab 5 "Bergerak dengan Aman", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 2 Bab 5: Bergerak dengan Aman

PJOK - Kelas 2

Bab 5

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Bab 5 — Bergerak dengan Aman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikBab 5 — Bergerak dengan Aman
Alokasi Waktu29 JP (29 x 35 menit = 1015 menit)
Jumlah Pertemuan10
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 2.5.1 Mengenali situasi dan potensi yang berisiko terhadap keselamatan saat bergerak dalam aktivitas jasmani di sekolah
  2. TP 2.5.2 Mengenali situasi dan potensi yang berisiko terhadap keselamatan saat melakukan aktivitas jasmani di luar sekolah
  3. TP 2.5.3 Mengenali situasi dan potensi yang berisiko terhadap kesehatan akibat cedera sederhana dalam aktivitas jasmani
  4. TP 2.5.4 Mengenali strategi mencari bantuan kepada orang dewasa terpercaya saat menghadapi keadaan darurat dalam aktivitas jasmani

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan✓
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa kita harus merapikan meja dan kursi sebelum bergerak atau berolahraga di dalam kelas atau aula?
  2. Apa bahaya yang bisa terjadi jika lantai aula licin saat kita berlari?
  3. Apa bahayanya jika kita berolahraga di lapangan yang licin atau berlubang?
  4. Mengapa alat olahraga seperti bola atau raket tidak boleh dilempar sembarangan?
  5. Pernahkah kamu bermain lompat tali atau berlari-lari di dalam rumah?
  6. Di bagian rumah mana saja kita tidak boleh berlari atau melompat karena berbahaya?
  7. Apa bahaya yang bisa terjadi jika kita bersepeda tanpa memakai helm?
  8. Di mana tempat yang paling aman saat kita bersepeda di jalan sekitar rumah?
  9. Pernahkah kalian melihat benda tajam atau pecahan kaca di rumput taman saat asyik bermain lari-larian?
  10. Apa yang bisa terjadi jika kita menaiki ayunan yang rantainya sudah berkarat atau longsoran ayunan yang licin karena basah?
  11. Pernahkah kulit lututmu tergores hingga perih atau terbentur hingga membiru saat berolahraga?
  12. Bagaimana kita bisa membedakan luka lecet dengan luka memar pada tubuh kita?
  13. Apa yang biasanya membuat kaki kita bisa terkilir saat sedang berlari?
  14. Mengapa kulit kita bisa terluka atau lecet saat bermain di tempat yang banyak kerikil atau benda tajam?
  15. Jika kamu atau temanmu terjatuh dan terluka saat berolahraga di sekolah, kepada siapa kamu harus segera melapor?
  16. Siapa saja orang dewasa di sekitar rumah yang aman dan bisa dimintai tolong saat terjadi bahaya?
  17. Apa yang harus kamu lakukan jika temanmu terjatuh dan terluka parah saat berolahraga?
  18. Informasi apa saja yang perlu kamu sampaikan saat meminta bantuan kepada guru atau orang dewasa?
  19. Bagaimana kita mengenali tempat yang aman dan tempat yang berbahaya saat berolahraga?
  20. Apa yang harus kita lakukan dan kepada siapa kita meminta tolong jika ada teman yang terluka?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengenali Aturan Keamanan dan Situasi Berisiko saat Beraktivitas Jasmani di Ruang Kelas atau Aula — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.1 Mengenali situasi dan potensi yang berisiko terhadap keselamatan saat bergerak dalam aktivitas jasmani di sekolah

Pendahuluan:

  • Guru memberi salam, mengajak murid berdoa, memeriksa kehadiran, dan memastikan pakaian seragam olahraga murid rapi untuk bergerak (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik cepat dengan menunjukkan 2 gambar situasi: Gambar A (berlari di sela meja kursi yang berantakan) dan Gambar B (berlari di aula yang lantainya bersih dan kosong), lalu bertanya mana situasi yang berisiko bahaya (acuan: Gambar A berisiko terantuk/tersandung sudut meja dan kursi; Gambar B situasi aman) (6 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui pengamatan gambar tentang 4 situasi berisiko dan aturan keselamatan di ruang kelas/aula: (1) Lantai basah/licin berisiko terpeleset, (2) Sudut meja/kursi yang runcing dan sempit berisiko terbentur, (3) Bergerak memakai kaos kaki tanpa sepatu di lantai keramik berisiko tergelincir, (4) Melakukan pemanasan sebelum bergerak agar otot tidak cedera (12 menit).
  • Guru dan murid melakukan tanya jawab untuk mengenali bahaya dari tiap situasi dan aturan keamanan yang harus ditaati saat beraktivitas jasmani di dalam ruangan (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memandu permainan interaktif 'Detektif Bahaya Kelas': guru membacakan 4 kartu skenario situasi gerak di kelas/aula, yaitu (1) Berlari kencang melewati lantai aula yang baru dipel basah, (2) Merapikan tas dan kursi ke tepi dinding sebelum mulai senam, (3) Mendorong meja sambil melompat-lompat di atasnya, (4) Memakai sepatu olahraga bertali rapi saat beraktivitas di aula (acuan: Skenario 1 dan 3 = Situasi Berisiko Bahaya; Skenario 2 dan 4 = Situasi Aman Sesuai Aturan) (10 menit).
  • Setiap murid mengangkat kartu tanda 'Merah/Bahaya' atau 'Hijau/Aman' sesuai skenario yang dibacakan guru secara serempak dan riang gembira (8 menit).
  • Murid mengerjakan lembar kerja mandiri menandai centang (V) pada gambar situasi aman dan tanda silang (X) pada situasi berisiko terhadap 4 gambar: Gambar 1 (murid melompat di dekat sudut meja runcing), Gambar 2 (aula bersih luas tanpa barang berserakan), Gambar 3 (lantai aula basah ada genangan air), Gambar 4 (murid memakai sepatu olahraga sebelum senam) (acuan kunci: Gambar 1 = X, Gambar 2 = V, Gambar 3 = X, Gambar 4 = V) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru memeriksa hasil lembar kerja dan menyebutkan kembali situasi berisiko apa saja yang paling sering dijumpai di ruang kelas mereka (acuan: lantai basah dan meja berantakan) (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya mengenali bahaya dan menaati aturan saat beraktivitas jasmani di dalam kelas/aula agar tidak cedera (4 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan atas ketepatan identifikasi murid, menyampaikan rencana aktivitas pertemuan berikutnya (mengenali risiko di lapangan dan alat olahraga), lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar situasi dengan kode warna yang jelas, sedangkan murid yang cepat diberikan skenario gambar dengan detail situasi yang lebih beragam.
  • Proses: Murid yang belum tepat mengenali risiko dibimbing secara langsung oleh guru dengan mengamati benda konkret di ruang kelas (sudut meja, genangan air).
  • Produk: Murid dapat menunjukkan situasi berisiko dengan mengangkat kartu warna atau memberi tanda centang/silang pada lembar kerja bergambar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik mengenali gambar situasi gerak: Murid diminta menunjuk gambar mana yang berisiko bahaya antara Gambar A (berlari di sela meja kursi berantakan) atau Gambar B (berlari di aula bersih luas) (acuan: Gambar A berisiko tersandung/terbentur).

Proses:

  • Pengamatan respon murid saat mengangkat kartu tanda (Merah/Bahaya atau Hijau/Aman) pada 4 kartu skenario: (1) Berlari di lantai basah [Merah/Bahaya], (2) Menata kursi ke tepi dinding [Hijau/Aman], (3) Melompat di atas meja kelas [Merah/Bahaya], (4) Memakai sepatu olahraga bertali rapi [Hijau/Aman].
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri 4 butir: Gambar 1 (melompat dekat sudut meja runcing = X/Berisiko), Gambar 2 (aula bersih tanpa barang = V/Aman), Gambar 3 (lantai aula basah tergenang = X/Berisiko), Gambar 4 (memakai sepatu olahraga = V/Aman).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir kegiatan: Murid menyebutkan 2 contoh situasi berisiko saat beraktivitas jasmani di ruang kelas atau aula (acuan jawaban: lantai basah/licin, tersandung meja/kursi, tidak memakai sepatu olahraga, atau tidak pemanasan).

Formatif:

  • Unjuk kerja permainan tanda Merah/Hijau untuk mengenali situasi berisiko dan aman (4 skenario)
  • Tes tertulis objektif lembar kerja bergambar mencentang situasi aman dan menyilang situasi berisiko (4 butir gambar)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali situasi dan potensi berisiko keselamatan saat bergerak di ruang kelas atau aulaBelum mampu mengenali situasi berisiko terhadap keselamatan saat bergerak di kelas/aula (hanya 0-1 dari 4 butir lembar kerja yang tepat) meski telah dibimbing.Mulai mampu mengenali situasi berisiko terhadap keselamatan saat bergerak di kelas/aula dengan tepat pada 2 dari 4 butir lembar kerja dengan arahan guru.Mampu mengenali situasi berisiko terhadap keselamatan saat bergerak di kelas/aula dengan tepat pada minimal 3 dari 4 butir lembar kerja secara mandiri.Sangat konsisten dan tepat mengenali seluruh (4 dari 4) situasi berisiko keselamatan saat bergerak di kelas/aula secara mandiri pada lembar kerja dan permainan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar dan permainan 'Detektif Bahaya Kelas' membantu murid memahami potensi bahaya di dalam ruangan?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang masih ragu membedakan situasi aman dan berisiko?

Murid:

  • Bagian mana dari ruangan kelas atau aula yang menurutmu paling berbahaya jika kita berlari tanpa hati-hati?
  • Apa yang akan kamu lakukan jika melihat ada air tumpah di lantai aula saat jam olahraga?

Pertemuan 2 — Mengenali Potensi Berisiko terhadap Keselamatan pada Penggunaan Alat dan Lapangan Olahraga Sekolah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.1 Mengenali situasi dan potensi yang berisiko terhadap keselamatan saat bergerak dalam aktivitas jasmani di sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali potensi bahaya saat memakai alat olahraga dan kondisi lapangan sekolah (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar kondisi lapangan dan menanyakan mana yang aman dan mana yang berbahaya (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan 4 kartu gambar situasi alat dan lapangan olahraga di sekolah: Kartu A (lapangan bola berlubang dan becek), Kartu B (teman melempar raket bulu tangkis ke arah teman), Kartu C (anak melompat memakai matras yang terpasang rapi), dan Kartu D (bola kasti pecah dan tajam ditinggalkan di lantai) (15 menit).
  • Murid secara berkesadaran menyimak penjelasan guru tentang ciri situasi berisiko bahaya (bisa menyebabkan terpeleset, tersandung, atau terkena lemparan) versus situasi aman dalam beraktivitas jasmani (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan kelompok menyenangkan bertajuk 'Detektif Lapangan Aman': murid dibagi menjadi kelompok kecil dan diberikan 4 kartu skenario situasi: Skenario 1 (Berlari cepat di lapangan rumput yang berlubang dalam), Skenario 2 (Menaruh bola basket rapi di dalam keranjang alat setelah selesai dipakai), Skenario 3 (Berebut tongkat estafet sambil saling tarik dan dorong di lantai semen licin), Skenario 4 (Menunggu giliran memukul bola kasti dengan berdiri di belakang garis aman) (15 menit).
  • Setiap kelompok berdiskusi memilih dan menempelkan kartu ke papan bertanda 'Aman' atau 'Berisiko Bahaya' (acuan jawaban: Skenario 1 = Berisiko Bahaya; Skenario 2 = Aman; Skenario 3 = Berisiko Bahaya; Skenario 4 = Aman) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil pengelompokan kartu dan mengonfirmasi alasan situasi berisiko dapat mencederai diri atau teman di sekolah (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyimpulkan pentingnya memeriksa alat dan kondisi lapangan sebelum mulai bergerak aktif (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap materi bahaya alat rusak dan lapangan licin/berlubang (5 menit).
  • Guru melaksanakan cek pemahaman akhir secara lisan cepat (asesmen akhir) dan menutup pembelajaran dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar dengan ikon visual bahaya (tanda silang merah / centang hijau), sedangkan murid yang cepat diberikan teks skenario situasi tertulis tanpa gambar bantuan.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu langsung oleh guru dengan pertanyaan terarah saat meneliti kondisi alat dan lapangan; murid yang mahir mengelompokkan secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan situasi berisiko dengan menunjuk kartu bergambar secara langsung atau melingkari pilihan pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru menunjukkan 2 gambar: Gambar 1 (lapangan bersih dan rata) dan Gambar 2 (lapangan banyak pecahan batu dan becek). Guru bertanya: 'Manakah lapangan yang berbahaya untuk berlari?' (Kriteria/Acuan jawaban benar: Murid menunjuk Gambar 2 dengan alasan ada pecahan batu/becek yang bisa membuat terpeleset/tersandung).

Proses:

  • Pengamatan ketercapaian murid saat mengelompokkan 4 kartu skenario situasi alat dan lapangan ke kolom 'Aman' atau 'Berisiko Bahaya'. Acuan jawaban lengkap: (1) Berlari cepat di lapangan rumput yang berlubang dalam = Berisiko Bahaya; (2) Menaruh bola basket rapi di dalam keranjang alat = Aman; (3) Berebut tongkat estafet sambil dorong-dorongan di lantai licin = Berisiko Bahaya; (4) Menunggu giliran memukul bola di belakang garis aman = Aman. Target ketuntasan: murid mengenali minimal 3 dari 4 situasi secara tepat.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan cepat pada akhir sesi. Guru membacakan 2 butir situasi: (1) Menggunakan raket yang senarnya putus dan pegangannya patah; (2) Bermain lompat tali di atas lapangan semen yang rata dan kering. Murid menjawab 'Bahaya' atau 'Aman' secara serentak menggunakan isyarat jempol (jempol ke atas = aman, jempol ke bawah = bahaya). (Acuan jawaban benar: Butir 1 = Bahaya/Jempol ke bawah; Butir 2 = Aman/Jempol ke atas).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal melalui tanya jawab 2 gambar kondisi lapangan
  • Asesmen proses formatif melalui observasi unjuk kerja permainan 'Detektif Lapangan Aman' mengelompokkan 4 kartu situasi alat dan lapangan
  • Asesmen akhir melalui cek pemahaman lisan 2 butir pernyataan situasi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali situasi dan potensi berisiko pada alat dan lapangan olahraga di sekolahMengenali 0-1 dari 4 situasi berisiko pada alat dan lapangan olahraga sekolah sesuai acuan skenario.Mengenali 2 dari 4 situasi berisiko pada alat dan lapangan olahraga sekolah sesuai acuan skenario.Mengenali 3 dari 4 situasi berisiko pada alat dan lapangan olahraga sekolah sesuai acuan skenario.Mengenali seluruh (4 dari 4) situasi berisiko pada alat dan lapangan olahraga sekolah secara tepat dan mandiri sesuai acuan skenario.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar situasi alat dan lapangan olahraga memudahkan murid memahami potensi bahaya di lingkungan sekolah?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas permainan kelompok 'Detektif Lapangan Aman'?

Murid:

  • Apa saja bahaya di lapangan olahraga sekolah yang sekarang sudah kamu ketahui?
  • Apa yang harus kamu lakukan jika melihat alat olahraga rusak sebelum dipakai?

Pertemuan 3 — Mengenali Situasi dan Potensi Berisiko terhadap Keselamatan saat Beraktivitas Jasmani di Lingkungan Rumah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.2 Mengenali situasi dan potensi yang berisiko terhadap keselamatan saat melakukan aktivitas jasmani di luar sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan 2 gambar: Gambar A (anak bermain lempar tangkap bola di halaman rumput datar) dan Gambar B (anak melompat-lompat di anak tangga rumah), lalu meminta murid mengangkat kartu hijau jika tempat aman atau kartu merah jika tempat berisiko (acuan: Gambar A = kartu hijau/aman; Gambar B = kartu merah/berisiko terpeleset atau jatuh) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali tempat-tempat dan situasi yang berisiko saat bergerak atau beraktivitas jasmani di lingkungan rumah (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengamati 4 gambar situasi aktivitas jasmani di rumah: Gambar 1 (berlari di lantai kamar mandi basah), Gambar 2 (melompati anak tangga rumah), Gambar 3 (bermain bola di ruang tengah dekat meja kaca), dan Gambar 4 (senam peregangan di ruang keluarga yang lapang tanpa barang berserakan) (10 menit).
  • Guru memandu murid menelaah potensi bahaya pada tiap gambar: lantai licin kamar mandi dapat menyebabkan terpeleset, anak tangga dapat menyebabkan jatuh terguling, dan meja kaca dapat pecah bila terbentur tubuh (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan tantangan 'Detektif Rumah Aman': secara berpasangan, murid mengelompokkan 4 kartu skenario ke dalam kantong 'Aman' atau 'Berisiko Bahaya' (15 menit). Bahan skenario dan acuan: Skenario 1 'Bermain lompat tali di lantai dapur yang ada tumpahan minyak' -> Berisiko Bahaya; Skenario 2 'Berjalan santai dan senam ringan di teras datar yang bersih' -> Aman; Skenario 3 'Bermain kejar-kejaran melompati kasur dekat jendela lantai atas' -> Berisiko Bahaya; Skenario 4 'Latihan melangkah mundur di lorong rumah yang sempit dan penuh kabel' -> Berisiko Bahaya.
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja 'Pilah Situasi Gerak di Rumah' yang memuat 4 pernyataan situasi untuk diberi tanda centang (V) pada kolom Berisiko atau Aman (15 menit). Pernyataan 1: 'Berlari kencang keluar dari kamar mandi yang lantainya berbusa sabun' (kunci: Berisiko). Pernyataan 2: 'Melompat dari anak tangga ketiga ke lantai semen' (kunci: Berisiko). Pernyataan 3: 'Melakukan gerakan jongkok-berdiri di halaman samping rumah yang rata' (kunci: Aman). Pernyataan 4: 'Menendang bola plastik ke arah lemari kaca di ruang tamu' (kunci: Berisiko).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid memeriksa hasil lembar kerja dan murid mencocokkan jawabannya dengan panduan guru (15 menit).
  • Murid menyimpulkan aturan keselamatan diri saat ingin beraktivitas fisik di rumah, yaitu memastikan lantai tidak licin, tidak menggunakan tangga sebagai arena bermain, dan menjauhi perabot kaca (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan inti pembelajaran mengenai pentingnya memilih tempat yang bebas dari risiko bahaya saat beraktivitas jasmani di rumah (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif murid dan menutup pertemuan dengan doa bersama serta salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu situasi bergambar konkret bagi murid yang membutuhkan bantuan visual dan teks kalimat sederhana bagi murid yang sudah lancar membaca.
  • Proses: Memberikan pendampingan terbimbing dengan pertanyaan arahan langsung bagi murid yang belum mengenali potensi risiko, serta memberikan kartu skenario tambahan berupa situasi garasi/halaman berbatu bagi murid yang menyelesaikan lebih cepat.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman melalui penempelan kartu berkode warna (merah untuk bahaya, hijau untuk aman) atau memberi tanda centang pada tabel lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik berbasis gambar di pendahuluan: Murid diminta mengidentifikasi sifat lingkungan dari Gambar A (anak bermain lempar tangkap bola di halaman rumput datar) dan Gambar B (anak melompat di anak tangga rumah) dengan kartu warna. Acuan: Gambar A = Aman (kartu hijau); Gambar B = Berisiko bahaya terjatuh (kartu merah).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja permainan 'Detektif Rumah Aman': ketepatan memasangkan 4 kartu skenario ke kategori Aman atau Berisiko Bahaya. Acuan: Skenario 1 (tumpahan minyak dapur) -> Berisiko; Skenario 2 (teras bersih datar) -> Aman; Skenario 3 (kasur dekat jendela lantai atas) -> Berisiko; Skenario 4 (lorong banyak kabel) -> Berisiko.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri lewat Lembar Kerja 'Pilah Situasi Gerak di Rumah' (4 butir). Acuan jawaban benar: Butir 1 (kamar mandi licin) = Berisiko; Butir 2 (lompat dari tangga) = Berisiko; Butir 3 (jongkok-berdiri di halaman rata) = Aman; Butir 4 (tendang bola ke lemari kaca) = Berisiko. Kriteria ketuntasan: minimal 3 dari 4 butir tepat.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: mengidentifikasi situasi aman dan berisiko melalui respon kartu gambar.
  • Asesmen proses: pengamatan ketepatan murid mengelompokkan 4 kartu skenario ke dalam kategori Aman dan Berisiko.
  • Asesmen formatif akhir sesi: Lembar Kerja mandiri 'Pilah Situasi Gerak di Rumah' berisi 4 butir pernyataan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali situasi dan potensi berisiko saat beraktivitas jasmani di rumahMurid mengenali 1 dari 4 situasi/potensi berisiko di lingkungan rumah secara tepat pada lembar kerja dan aktivitas detektif.Murid mengenali 2 dari 4 situasi/potensi berisiko di lingkungan rumah secara tepat pada lembar kerja dan aktivitas detektif.Murid mengenali 3 dari 4 situasi/potensi berisiko di lingkungan rumah secara tepat (lantai licin, tangga, benda kaca) secara mandiri.Murid mengenali seluruh (4 dari 4) situasi/potensi berisiko di lingkungan rumah secara tepat (kamar mandi licin, tangga, halaman rata, lemari kaca) secara konsisten dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan tempat yang aman dan tempat yang berisiko untuk beraktivitas fisik di dalam rumah?
  • Bagian kegiatan mana yang paling membantu murid memahami potensi bahaya seperti lantai licin dan tangga?

Murid:

  • Tempat apa saja di dalam rumahmu yang tidak boleh dipakai untuk bermain lompat atau lari?
  • Mengapa kita tidak boleh melompat-lompat di tangga rumah?

Pertemuan 4 — Mengenali Situasi dan Potensi Berisiko terhadap Keselamatan saat Bersepeda di Jalan Sekitar Rumah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.2 Mengenali situasi dan potensi yang berisiko terhadap keselamatan saat melakukan aktivitas jasmani di luar sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama secara tertib (5 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran serta memastikan kesiapan fisik murid untuk mengikuti pelajaran (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperlihatkan gambar anak bersepeda tanpa helm di jalan raya, lalu meminta murid mengacungkan jempol ke atas bila aman atau jempol ke bawah bila berisiko (acuan: jempol ke bawah / berisiko, karena tidak mengenakan helm pelindung kepala dan berada di jalan raya yang ramai) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru menunjukkan media gambar perlengkapan bersepeda (helm, sepatu, botol air minum) dan situasi jalan (jalan berlubang, jalan tikungan tajam tanpa terlihat arah depan, jalan berkerikil, jalur sepeda/pinggir jalan) (10 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru dan secara terbimbing mengidentifikasi potensi bahaya dari 3 gambar situasi: (1) Bersepeda kencang di jalan berlubang (potensi risiko: ban terperosok dan jatuh); (2) Bersepeda melamun tanpa melihat ke depan (potensi risiko: menabrak pohon atau pengguna jalan lain); (3) Bersepeda di jalur khusus sepeda/pinggir jalan memakai helm (situasi aman) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagi lembar kartu situasi berisiko dan aman, lalu murid bermain permainan tantangan detektif bahaya 'Pilih Jalur Aman' secara berpasangan untuk memilah 4 kartu: Kartu A: 'Mengayuh sepeda sambil menoleh ke belakang' (Kunci: Berisiko), Kartu B: 'Memakai helm dan mengayuh di pinggir jalan' (Kunci: Aman), Kartu C: 'Bersepeda kencang di jalan berbatu/berkerikil licin' (Kunci: Berisiko), Kartu D: 'Membawa botol air minum di keranjang sepeda' (Kunci: Aman) (20 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan LKPD Menjodohkan 4 Situasi Bersepeda dengan Potensi Bahayanya: Situasi (1) 'Mengerem mendadak di jalan berpasir' -> Bahaya: 'Roda selip dan tergelincir'; Situasi (2) 'Tidak memakai helm saat bersepeda' -> Bahaya: 'Kepala terbentur bila terjatuh'; Situasi (3) 'Bersepeda berjajar memenuhi badan jalan' -> Bahaya: 'Terserempet kendaraan lain'; Situasi (4) 'Tali sepatu terurai panjang saat mengayuh' -> Bahaya: 'Tersangkut di rantai sepeda' (acuan: pasangan tepat 1-4) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru memeriksa hasil lembar kerja dengan menyebutkan kembali potensi bahaya utama saat bersepeda di jalan sekitar rumah (10 menit).
  • Murid diajak merenungkan secara sadar tindakan keselamatan yang wajib mereka terapkan sebelum dan saat mengayuh sepeda di sekitar rumah masing-masing (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap materi mengenali risiko bersepeda dan memberikan umpan balik langsung terhadap hasil kerja murid (5 menit).
  • Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bahwa keselamatan bersepeda bergantung pada kehati-hatian mengenali bahaya jalan dan memakai pelindung diri (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan gambar visual berwarna untuk murid yang memerlukan bantuan visual konkret.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi dengan pembacaan teks kartu, sedangkan murid yang mandiri langsung menganalisis kartu situasi secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan situasi berisiko melalui penarikan garis pada LKPD bergambar atau memberi tanda centang/silang.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Respons isyarat jempol murid terhadap gambar situasi bersepeda tanpa helm di jalan raya (acuan: murid mengacungkan jempol ke bawah, mengidentifikasi bahwa situasi tersebut berisiko terhadap keselamatan).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan pemilahan 4 kartu situasi aman dan berisiko pada permainan 'Pilih Jalur Aman' (acuan: Kartu A = Berisiko, Kartu B = Aman, Kartu C = Berisiko, Kartu D = Aman).
  • Pemeriksaan lembar kerja menjodohkan 4 situasi bersepeda dengan potensi bahaya yang tepat: (1) Mengerem mendadak di jalan berpasir -> Roda selip dan tergelincir; (2) Tidak memakai helm -> Kepala terbentur bila terjatuh; (3) Bersepeda berjajar memenuhi jalan -> Terserempet kendaraan lain; (4) Tali sepatu terurai -> Tersangkut di rantai sepeda.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir kegiatan: Murid menyebutkan minimal 2 situasi berisiko saat bersepeda di jalan sekitar rumah (acuan jawaban: jalan licin/berpasir/berlubang, mengebut, tidak memakai helm, tali sepatu lepas, mengayuh di tengah jalan).

Formatif:

  • Tes lisan/respons isyarat diagnostik awal pada apersepsi
  • Penilaian kinerja pengerjaan LKPD menjodohkan situasi berisiko bersepeda dan potensi bahayanya

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali situasi dan potensi berisiko saat bersepeda di jalan sekitar rumahBelum mampu mengenali situasi dan potensi berisiko saat bersepeda (mampu memasangkan 0-1 dari 4 situasi pada LKPD secara tepat).Mulai mampu mengenali situasi dan potensi berisiko saat bersepeda dengan bantuan guru (mampu memasangkan 2 dari 4 situasi pada LKPD secara tepat sesuai acuan).Mampu mengenali situasi dan potensi berisiko saat bersepeda secara mandiri (mampu memasangkan 3 dari 4 situasi pada LKPD secara tepat sesuai acuan).Sangat mahir mengenali situasi dan potensi berisiko saat bersepeda secara konsisten dan mandiri (mampu memasangkan seluruh 4 situasi pada LKPD secara tepat sesuai acuan).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan dengan jelas jalan yang aman dan jalan yang berisiko untuk bersepeda?
  • Bagian kegiatan mana yang paling efektif membantu murid memahami pentingnya helm dan konsentrasi saat bersepeda?

Murid:

  • Apa bahaya yang paling kamu takuti jika bersepeda sembarangan di jalan?
  • Perlengkapan apa yang akan selalu kamu pakai saat naik sepeda mulai hari ini?

Pertemuan 5 — Mengenali Potensi Bahaya dan Situasi Berisiko terhadap Keselamatan saat Bermain di Taman Terbuka — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.2 Mengenali situasi dan potensi yang berisiko terhadap keselamatan saat melakukan aktivitas jasmani di luar sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan 2 gambar situasi: Gambar A (anak bermain ayunan yang rantainya terlepas separuh) dan Gambar B (anak berlari tanpa alas kaki di dekat tumpukan ranting berduri), lalu meminta murid mengacungkan jempol ke atas jika situasi aman atau jempol ke bawah jika situasi berbahaya (acuan: Gambar A = jempol ke bawah/berbahaya; Gambar B = jempol ke bawah/berbahaya) (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali situasi dan potensi yang berisiko terhadap keselamatan saat beraktivitas jasmani atau bermain di taman terbuka (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru memperlihatkan media visual berupa poster 'Taman Terbuka: Aman vs Berisiko' yang memuat 4 gambar potensi bahaya di taman terbuka: (1) Rantai ayunan berkarat/hampir putus, (2) Permukaan papan seluncuran basah/licin setelah hujan, (3) Pecahan kaca dan paku di rumput tempat berlari, (4) Bermain lempar bola di tepi jalan raya yang berbatasan langsung dengan taman tanpa pagar (15 menit).
  • Murid bersama guru mengenali potensi bahaya dari masing-masing gambar tersebut: ayunan rusak berisiko membuat terjatuh keras, seluncuran basah berisiko terpeleset meluncur tak terkendali, pecahan kaca berisiko menusuk dan merobek kaki/tangan, dan bermain di dekat tepi jalan berisiko tertabrak kendaraan (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru memandu permainan interaktif 'Detektif Bahaya Taman': Guru membacakan 4 kartu situasi berikut secara bergantian: Situasi 1 ('Bermain perosotan yang masih basah tersiram air hujan'), Situasi 2 ('Duduk di bangku taman yang bersih dan tidak rusak'), Situasi 3 ('Berlari mengejar bola ke arah semak-semak yang ada pecahan kaca'), Situasi 4 ('Bermain ayunan yang kokoh dan rantainya terpasang kuat'); jika situasi berisiko bahaya murid melompat ke tanda X (Merah), jika situasi aman murid melompat ke tanda O (Hijau) (acuan kunci: Situasi 1 = X/Berisiko; Situasi 2 = O/Aman; Situasi 3 = X/Berisiko; Situasi 4 = O/Aman) (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja 'Mengenali Risiko di Taman' yang berisi 4 butir pernyataan pilihan ganda sederhana (Aman/Berisiko): Butir 1 ('Memanjat tiang ayunan yang berkarat' -> acuan: Berisiko), Butir 2 ('Bermain lempar tangkap bola di lapangan rumput taman yang rata dan bersih' -> acuan: Aman), Butir 3 ('Berlari cepat tanpa sandal di dekat tumpukan batu tajam' -> acuan: Berisiko), Butir 4 ('Bermain jungkat-jungkit yang kayunya sudah patah dan terbelah' -> acuan: Berisiko) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid memeriksa hasil lembar kerjanya secara mandiri berdasarkan kunci jawaban bersama, lalu menyadari pentingnya selalu memperhatikan lingkungan sebelum mulai bermain di taman agar terhindar dari bahaya (10 menit).
  • Dua orang murid perwakilan secara bergantian menyebutkan kembali satu benda atau situasi di taman terbuka yang berisiko membuat anak terluka saat bermain (acuan: benda tajam/kaca, alat permainan rusak/berkarat, lantai/tanah licin, atau area dekat jalan raya) (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik atas ketepatan murid mengenali tanda-tanda bahaya di taman terbuka dan memberi apresiasi atas keterlibatan aktif seluruh murid (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa bermain di luar sekolah seperti di taman terbuka sangat menyenangkan, asalkan kita teliti mengenali alat dan tempat yang aman serta menghindari tempat berisiko, lalu menutup kegiatan dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan visual diberikan kartu bergambar konkret yang memperjelas kondisi fisik bahaya (gambar karat, paku, atau permukaan basah), sedangkan murid yang sudah mahir membaca langsung mencermati teks kalimat situasi.
  • Proses: Pada kegiatan mandiri, murid yang masih kesulitan membaca dibacakan teks soal oleh guru secara perlahan, sedangkan murid yang mandiri langsung membaca dan mencentang pilihannya sendiri.
  • Produk: Murid menunjukkan pemahaman risiko bahaya dengan cara mencentang kata Aman/Berisiko pada lembar kerja, atau dengan menunjuk tanda simbol warna merah (berisiko) dan hijau (aman).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik respons jempol terhadap 2 gambar situasi bermain di luar: Gambar A (ayunan rantai copot) dan Gambar B (berlari tanpa alas kaki dekat ranting berduri). Acuan jawaban: kedua gambar merupakan situasi berbahaya/berisiko (jempol bawah).

Proses:

  • Observasi ketepatan murid saat memilih melompat ke zona Berisiko (X) atau Aman (O) pada permainan 'Detektif Bahaya Taman' berdasarkan 4 situasi yang dibacakan (acuan: Situasi 1 = Berisiko; Situasi 2 = Aman; Situasi 3 = Berisiko; Situasi 4 = Aman).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman melalui Lembar Kerja 4 butir: Butir 1 ('Memanjat tiang ayunan yang berkarat' -> acuan: Berisiko), Butir 2 ('Bermain lempar bola di rumput bersih' -> acuan: Aman), Butir 3 ('Berlari tanpa alas kaki dekat batu tajam' -> acuan: Berisiko), Butir 4 ('Jungkat-jungkit patah' -> acuan: Berisiko). Kriteria tuntas: minimal 3 dari 4 butir dijawab tepat sesuai acuan.

Formatif:

  • Pengamatan respons gerak pada permainan 'Detektif Bahaya Taman' (tanda X / O)
  • Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Kerja 'Mengenali Risiko di Taman' (4 butir)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali situasi dan potensi berisiko keselamatan saat bermain di taman terbukaBelum mampu mengenali situasi berisiko saat beraktivitas di taman terbuka (hanya 0-1 butir dari 4 butir yang tepat sesuai acuan)Mulai mampu mengenali situasi berisiko saat beraktivitas di taman terbuka dengan bimbingan guru (2 butir dari 4 butir tepat sesuai acuan)Mampu mengenali situasi dan potensi berisiko terhadap keselamatan saat beraktivitas di taman terbuka secara tepat (3 butir dari 4 butir tepat sesuai acuan)Sangat mandiri dan tepat mengenali seluruh situasi dan potensi berisiko keselamatan saat beraktivitas di taman terbuka (seluruh 4 butir tepat sesuai acuan)

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media visual gambar situasi di taman terbuka cukup jelas membantu murid mengenali potensi bahaya di sekitarnya?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam permainan lompat zona aman/berisiko, apakah seluruh murid dapat membedakannya dengan percaya diri?

Murid:

  • Bagian mana dari taman yang sekarang kalian tahu berbahaya dan harus dihindari saat bermain?
  • Apa yang akan kalian lakukan jika melihat alat permainan di taman dalam kondisi rusak atau patah?

Pertemuan 6 — Mengenali Jenis-Jenis Cedera Sederhana seperti Memar dan Lecet dalam Aktivitas Jasmani — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.3 Mengenali situasi dan potensi yang berisiko terhadap kesehatan akibat cedera sederhana dalam aktivitas jasmani

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan fisik murid agar siap mengikuti kegiatan pembelajaran (5 menit).
  • Guru memandu murid melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai perbedaan lecet dan memar menggunakan 2 kartu ilustrasi (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati 2 gambar peraga jenis cedera: Gambar 1 (kulit lutut tergores lantai semen, permukaan memerah berdarah tipis/lecet) dan Gambar 2 (kulit paha terbentur bola/tiang, berwarna kebiruan di bawah kulit tanpa luka terbuka/memar) (15 menit).
  • Guru menjelaskan ciri-ciri visual cedera: lecet adalah luka di permukaan kulit akibat gesekan dan terasa perih, sedangkan memar adalah perubahan warna kulit menjadi biru/keunguan akibat benturan di bawah kulit (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpartisipasi dalam permainan 'Tebak Kartu Cedera': guru membacakan 4 situasi pemicu cedera, lalu setiap murid mengangkat kartu simbol bergambar 'Lecet' atau 'Memar' secara gembira dan serempak (situasi: 1. Terpeleset di lapangan semen hingga kulit lutut tergesek kasar -> acuan: lecet; 2. Terbentur mistar gawang hingga betis membiru -> acuan: memar; 3. Terserempet lantai aula hingga siku mengelupas perih -> acuan: lecet; 4. Tertubruk bola basket keras di paha hingga keunguan -> acuan: memar) (20 menit).
  • Murid mengerjakan lembar kerja mandiri 'Menjodohkan Gambar dan Jenis Cedera' yang memuat 4 gambar situasi: (1) Siku tergores lantai -> dipasangkan ke label 'Lecet'; (2) Lutut membiru akibat terantuk bangku -> dipasangkan ke label 'Memar'; (3) Telapak tangan mengelupas terkena aspal -> dipasangkan ke label 'Lecet'; (4) Lengan memerah kebiruan terkena pukulan bola kasti -> dipasangkan ke label 'Memar' (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mengecek hasil lembar kerja dan merefleksikan pentingnya mengenali rasa nyeri serta perubahan pada kulit tubuh agar segera berhati-hati saat bergerak (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali ciri lecet (tergores/perih) dan memar (terbentur/kebiruan) tanpa menutup materi bab (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketelitian murid dan menutup pelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar berwarna kontras dengan tanda panah visual yang memperjelas luka lecet (goresan luar) dan luka memar (warna biru dalam) bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru membimbing langsung dengan membandingkan tekstur gambar goresan dan bayangan lebam; bagi murid yang cepat paham, diberikan kesempatan menyebutkan situasi pemicu cedera memar atau lecet lainnya di lapangan.
  • Produk: Murid boleh menunjukkan pemahaman melalui penarikan garis pada lembar kerja bergambar atau memilih kartu simbol cedera secara langsung.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual lisan menggunakan 2 kartu ilustrasi: Guru menunjukkan (1) gambar lutut tergores berdarah dan (2) gambar betis biru terbentur. Guru bertanya: 'Manakah dari dua gambar ini yang disebut lecet dan manakah yang memar?' (acuan: gambar 1 adalah lecet; gambar 2 adalah memar).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid merespons 4 situasi permainan kartu: (1) Lutut tergesek lapangan semen (acuan: lecet); (2) Betis terbentur tiang gawang (acuan: memar); (3) Siku mengelupas tergores lantai aula (acuan: lecet); (4) Paha terkena lemparan bola keras membiru (acuan: memar). Guru mencatat kesiapan respon murid.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri menjodohkan 4 gambar situasi ke label cedera: (1) Siku tergores lantai -> label 'Lecet'; (2) Lutut membiru terantuk bangku -> label 'Memar'; (3) Telapak tangan mengelupas kena aspal -> label 'Lecet'; (4) Lengan kebiruan kena bola kasti -> label 'Memar' (acuan kunci jawaban: 1-Lecet, 2-Memar, 3-Lecet, 4-Memar; target tuntas: minimal 3 dari 4 butir tepat).

Formatif:

  • Observasi ketepatan murid saat mengangkat kartu jawaban dalam permainan 'Tebak Kartu Cedera'.
  • Pemeriksaan ketepatan pengerjaan lembar kerja menjodohkan gambar dan jenis cedera (4 butir situasi).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali jenis cedera sederhana (memar dan lecet) pada aktivitas jasmaniMengenali 0-1 dari 4 gambar situasi cedera (lecet/memar) secara tepat sesuai acuan kunci jawaban.Mengenali 2 dari 4 gambar situasi cedera (lecet/memar) secara tepat sesuai acuan kunci jawaban.Mengenali 3 dari 4 gambar situasi cedera (lecet/memar) secara tepat sesuai acuan kunci jawaban.Mengenali seluruh 4 dari 4 gambar situasi cedera (lecet/memar) secara tepat sesuai acuan kunci jawaban secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara cedera permukaan (lecet) dan cedera akibat benturan dalam (memar)?
  • Apakah media visual yang digunakan cukup konkret dan tidak membuat murid merasa takut?

Murid:

  • Bagian mana dari tubuhmu yang paling sering mengalami luka lecet atau memar saat bermain?
  • Bagaimana kamu tahu kalau kulitmu mengalami memar bukan lecet?

Pertemuan 7 — Mengenali Situasi dan Potensi Penyebab Cedera Terkilir atau Luka Sederhana saat Beraktivitas Jasmani — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.3 Mengenali situasi dan potensi yang berisiko terhadap kesehatan akibat cedera sederhana dalam aktivitas jasmani

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan memandu doa bersama (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengenali situasi dan potensi penyebab cedera terkilir serta luka sederhana saat beraktivitas jasmani (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperlihatkan 2 kartu ilustrasi situasi aktivitas gerak: Gambar A (berlari kencang tanpa melihat jalan lalu menginjak lubang/batu miring) dan Gambar B (bermain kejar-kejaran di lantai licin dekat pecahan pot); murid diminta mengacungkan jempol ke atas jika situasi tersebut berpotensi menyebabkan cedera atau jempol ke bawah jika aman (acuan: Gambar A berpotensi menyebabkan terkilir/keseleo; Gambar B berpotensi menyebabkan terpeleset dan luka/lecet) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menyajikan 4 kartu gambar situasi aktivitas jasmani di papan tulis: (1) Mendarat dengan satu kaki miring di atas tanah berlubang saat melompat, (2) Berlari kencang melewati ranting pohon kering yang tajam dan berserakan, (3) Memakai sepatu dengan tali terurai lepas saat bermain lompat tali, dan (4) Menyentuh pecahan batu bata tajam di tepi lapangan saat merangkak; guru memandu murid mengidentifikasi potensi bahaya dari setiap gambar (15 menit).
  • Murid menyimak penjelasan sederhana dan mengidentifikasi potensi akibat dari 4 gambar tersebut bersama guru: Situasi 1 berpotensi menyebabkan cedera terkilir pergelangan kaki; Situasi 2 berpotensi menyebabkan cedera luka tergores/robek; Situasi 3 berpotensi menyebabkan kaki tersangkut hingga terkilir atau terjatuh; Situasi 4 berpotensi menyebabkan luka gores di telapak tangan (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan Lembar Kerja 'Detektif Bahaya Cedera' yang memuat 4 butir situasi aktivitas jasmani untuk dianalisis murid: Butir 1 ('Bermain bola di lapangan yang berlubang-lubang dan berbatu'), Butir 2 ('Melompat dari bangku tinggi langsung ke lantai licin'), Butir 3 ('Berlari mengejar bola di semak berduri'), Butir 4 ('Bermain dorong-dorongan di dekat kawat berkarat') (15 menit).
  • Dalam suasana permainan 'Detektif Cepat Tanggap', murid secara mandiri mencentang jenis potensi cedera yang paling mungkin terjadi pada setiap butir: Terkilir atau Luka Sederhana (acuan kunci jawaban: Butir 1 = Terkilir; Butir 2 = Terkilir; Butir 3 = Luka Sederhana/tergores; Butir 4 = Luka Sederhana/robek) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil analisis lembar kerja dan merefleksikan tanda-tanda situasi sekitar yang harus dihindari saat bergerak agar tidak mengalami terkilir atau luka (10 menit).
  • Murid menyampaikan satu situasi bahaya yang pernah dilihat atau dialami sendiri di sekolah yang berpotensi menimbulkan terkilir atau luka sederhana (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa permukaan yang tidak rata, licin, tali sepatu lepas, dan benda tajam di area gerak adalah situasi yang berpotensi menyebabkan terkilir dan luka (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa kuis lisan cepat dan menutup sesi dengan doa penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan visual, lembar kerja dilengkapi simbol grafis kaki tertekuk untuk cedera terkilir dan simbol plester luka untuk luka sederhana; bagi murid yang lebih cepat, disediakan skenario teks tambahan tanpa simbol.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan membaca dibacakan teks situasinya oleh guru secara perlahan; murid yang mahir dipersilakan mengerjakan secara mandiri penuh.
  • Produk: Murid dapat memberikan jawaban dengan mencentang kolom pilihan, melingkari ikon, atau menyebutkan pilihan secara lisan kepada guru.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik dengan menunjukkan 2 gambar situasi gerak: Gambar A (berlari kencang tanpa melihat jalan lalu menginjak lubang/batu miring) dan Gambar B (bermain kejar-kejaran di lantai licin dekat pecahan pot); murid diminta mengidentifikasi apakah situasi tersebut berpotensi bahaya bagi tubuh (acuan: Gambar A berpotensi bahaya terkilir/keseleo; Gambar B berpotensi bahaya luka tergores/lecet).

Proses:

  • Pemeriksaan hasil pengerjaan Lembar Kerja 'Detektif Bahaya Cedera' pada 4 butir situasi aktivitas jasmani. Acuan kunci jawaban: (1) Bermain bola di lapangan yang berlubang-lubang dan berbatu -> Potensi: Terkilir; (2) Melompat dari bangku tinggi langsung ke lantai licin -> Potensi: Terkilir; (3) Berlari mengejar bola di semak berduri -> Potensi: Luka Sederhana (tergores); (4) Bermain dorong-dorongan di dekat kawat berkarat -> Potensi: Luka Sederhana (robek/tergores).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir pertemuan: Guru menyebutkan 2 kondisi: Kondisi 1 ('Kaki salah bertumpu di jalan bergelombang') dan Kondisi 2 ('Lutut tergesek permukaan aspal kasar'); murid menyebutkan potensi cedera yang terjadi (acuan: Kondisi 1 = Terkilir; Kondisi 2 = Luka/Lecet).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal melalui respons gestur jempol pada 2 kartu situasi aktivitas gerak
  • Lembar Kerja 'Detektif Bahaya Cedera' (mengenali potensi cedera terkilir atau luka sederhana pada 4 situasi aktivitas jasmani)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali situasi dan potensi penyebab cedera terkilir atau luka sederhanaBelum mampu mengenali potensi cedera terkilir maupun luka sederhana pada situasi aktivitas jasmani (0-1 dari 4 butir tepat pada Lembar Kerja).Mulai mampu mengenali potensi cedera terkilir atau luka sederhana pada situasi aktivitas jasmani dengan bimbingan guru (2 dari 4 butir tepat sesuai acuan kunci: Butir 1 = Terkilir, Butir 2 = Terkilir, Butir 3 = Luka Sederhana, Butir 4 = Luka Sederhana).Mampu mengenali potensi cedera terkilir dan luka sederhana pada sebagian besar situasi aktivitas jasmani secara mandiri (3 dari 4 butir tepat sesuai acuan kunci: Butir 1 = Terkilir, Butir 2 = Terkilir, Butir 3 = Luka Sederhana, Butir 4 = Luka Sederhana).Sangat tepat dan konsisten mengenali seluruh potensi cedera terkilir dan luka sederhana pada berbagai situasi aktivitas jasmani secara mandiri (4 dari 4 butir tepat sesuai acuan kunci: Butir 1 = Terkilir, Butir 2 = Terkilir, Butir 3 = Luka Sederhana, Butir 4 = Luka Sederhana).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media kartu gambar situasi bahaya efektif membantu murid membedakan situasi penyebab terkilir dan luka sederhana?
  • Bagian mana dari langkah pembelajaran yang membutuhkan waktu bimbingan lebih intensif bagi murid Fase A?

Murid:

  • Situasi apa di lapangan sekolah yang menurutmu paling berbahaya dan bisa membuat kaki terkilir?
  • Apa yang akan kamu lakukan jika melihat ada pecahan kaca atau batu tajam di tempatmu berolahraga?

Pertemuan 8 — Mengenali Sosok Orang Dewasa Terpercaya di Sekolah dan Sekitar Rumah untuk Menghadapi Keadaan Darurat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.4 Mengenali strategi mencari bantuan kepada orang dewasa terpercaya saat menghadapi keadaan darurat dalam aktivitas jasmani

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan dua pertanyaan pemetaan: (1) 'Siapa orang dewasa yang bertugas menjaga keselamatan dan kesehatan saat kita berolahraga di sekolah?' (acuan: guru PJOK / guru kelas / petugas UKS) dan (2) 'Siapa orang dewasa di rumah yang dapat dimintai bantuan saat darurat?' (acuan: orang tua / kakek-nenek / paman-bibi / tetangga yang dikenal akrab) (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali sosok orang dewasa terpercaya di sekolah dan di sekitar rumah untuk mencari bantuan saat terjadi keadaan darurat dalam aktivitas jasmani (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui media kartu visual mengenai kriteria orang dewasa terpercaya, yaitu orang yang memiliki tanggung jawab menjaga keselamatan anak dan dikenal baik, bukan orang asing (15 menit).
  • Guru memperkenalkan daftar sosok orang dewasa terpercaya di sekolah: (1) Guru PJOK, (2) Guru Kelas, (3) Petugas UKS, dan (4) Penjaga Sekolah/Satpam; serta di sekitar rumah: (1) Orang tua/wali, (2) Kakek/Nenek, dan (3) Ketua RT/Tetangga yang dikenal keluarga (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan kartu cepat 'Pilah Kartu Penolong' secara berpasangan dengan mengelompokkan 6 kartu sosok ke dalam dua wadah bertanda 'Sekolah' dan 'Sekitar Rumah': (1) Kartu Petugas UKS -> wadah Sekolah, (2) Kartu Guru PJOK -> wadah Sekolah, (3) Kartu Penjaga Sekolah -> wadah Sekolah, (4) Kartu Orang Tua/Ibu -> wadah Sekitar Rumah, (5) Kartu Kakek/Nenek -> wadah Sekitar Rumah, (6) Kartu Tetangga yang Dikenal Baik -> wadah Sekitar Rumah (acuan: pengelompokan lokasi sesuai daftar tersebut) (20 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan mencocokkan 4 skenario darurat dengan sosok orang dewasa terpercaya yang tepat: Skenario 1 'Lutut lecet tergores di lapangan sekolah' -> Guru PJOK / Petugas UKS; Skenario 2 'Jatuh dari sepeda di depan pagar rumah' -> Orang tua / Keluarga di rumah; Skenario 3 'Tergelincir di selokan dekat pos ronda warga' -> Tetangga yang dikenal / Ketua RT; Skenario 4 'Kepala terbentur tiang gawang saat jam istirahat sekolah' -> Guru Piket / Guru Kelas (acuan: pasangan tepat sesuai skenario) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan pentingnya mengenali sosok orang dewasa terpercaya dan mengingat bahwa saat terjadi cedera atau bahaya, murid tidak boleh menyembunyikannya atau meminta tolong kepada orang asing yang mencurigakan (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir lisan cepat kepada murid secara acak dengan menyebutkan satu situasi dan meminta murid menyebutkan sosok terpercaya yang dituju (acuan: kesesuaian lokasi sekolah vs rumah) (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas ketertiban murid, menyampaikan sekilas topik pertemuan berikutnya (cara melapor/menyampaikan informasi saat darurat), dan menutup pelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar dengan simbol lokasi visual yang jelas (gedung sekolah vs rumah), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kartu skenario teks mandiri.
  • Proses: Murid yang belum lancar membaca dibacakan teks skenarionya oleh guru saat pengerjaan latihan mandiri.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pilihan sosok terpercaya dengan cara menempelkan gambar sosok atau menyebutkan nama panggilannya secara lisan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: (1) 'Siapa yang kamu cari jika terluka saat jam olahraga di sekolah?' (acuan jawaban: guru PJOK / guru kelas / petugas UKS); (2) 'Siapa orang dewasa di rumah yang kamu beri tahu jika terjatuh saat bermain?' (acuan jawaban: ayah / ibu / kakek / nenek / anggota keluarga dewasa).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan pengelompokan 6 kartu sosok pada permainan 'Pilah Kartu Penolong' (acuan lokasi sekolah: Petugas UKS, Guru PJOK, Penjaga Sekolah; acuan lokasi rumah: Orang Tua, Kakek/Nenek, Tetangga yang Dikenal).
  • Pemeriksaan lembar latihan pencocokan 4 skenario darurat: Skenario 1 (lapangan sekolah) -> Guru PJOK/UKS; Skenario 2 (depan pagar rumah) -> Orang tua/keluarga; Skenario 3 (dekat pos warga) -> Tetangga dikenal/RT; Skenario 4 (jam istirahat sekolah) -> Guru Piket/Kelas.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan skenario 'Kaki terkilir saat bermain bola di halaman sekolah, kepada siapa melapor?' (acuan benar: Guru / Petugas UKS / Penjaga sekolah) dan 'Terjatuh dari sepeda di jalan depan rumah, kepada siapa melapor?' (acuan benar: Orang tua / Keluarga / Tetangga yang dikenal).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja permainan 'Pilah Kartu Penolong'
  • Penilaian lembar kerja mencocokkan 4 skenario darurat dengan sosok terpercaya

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali sosok orang dewasa terpercaya di sekolah dan sekitar rumahBelum mampu mengenali sosok orang dewasa terpercaya di sekolah maupun sekitar rumah (hanya mampu memasangkan 0-1 skenario dengan tepat sesuai acuan).Mulai mampu mengenali sosok orang dewasa terpercaya dengan memasangkan 2 dari 4 skenario darurat secara tepat sesuai acuan.Mampu mengenali sosok orang dewasa terpercaya dengan memasangkan 3 dari 4 skenario darurat secara tepat sesuai acuan.Sangat mampu mengenali sosok orang dewasa terpercaya dengan memasangkan seluruh (4 dari 4) skenario darurat secara tepat dan mandiri sesuai acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan sosok orang dewasa yang aman dimintai bantuan dengan orang yang tidak dikenal?
  • Apakah alokasi waktu pada permainan kartu dan pengerjaan skenario berjalan efektif dan menyenangkan?

Murid:

  • Siapa guru di sekolah yang akan kamu panggil jika temanmu pingsan atau cedera?
  • Apakah kamu merasa tenang dan berani meminta tolong kepada orang dewasa terpercaya saat ada bahaya?

Pertemuan 9 — Mengenali Langkah dan Strategi Mencari Bantuan kepada Orang Dewasa Terpercaya saat Keadaan Darurat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.4 Mengenali strategi mencari bantuan kepada orang dewasa terpercaya saat menghadapi keadaan darurat dalam aktivitas jasmani

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, mengajak berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Jika melihat teman cedera saat olahraga, apakah kita diam saja atau mencari bantuan?' (acuan jawaban: mencari bantuan/meminta tolong); (2) 'Siapa yang pertama kali kita tuju saat di sekolah jika ada cedera?' (acuan jawaban: guru/guru olahraga/petugas sekolah) (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali urutan langkah dan strategi mencari bantuan kepada orang dewasa terpercaya saat terjadi keadaan darurat dalam aktivitas jasmani (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru yang didukung ilustrasi visual di papan tulis mengenai 4 langkah utama strategi mencari bantuan saat terjadi cedera: (1) Tetap tenang dan tarik napas dalam; (2) Segera mendatangi orang dewasa terpercaya terdekat (guru, orang tua, satpam); (3) Menyampaikan informasi penting secara jelas (apa yang terjadi dan di mana tempatnya); (4) Menunjukkan teman atau lokasi yang membutuhkan pertolongan (15 menit).
  • Murid secara bersama-sama menirukan dan melafalkan 4 langkah mencari bantuan tersebut dipandu oleh guru (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan berpasangan 'Pemberi Tahu Cepat dan Tepat': Satu murid memegang kartu situasi darurat dan pasangannya berlatih memilih kartu strategi tindakan yang benar (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Latihan Menjodohkan yang memuat 4 situasi darurat dengan tindakan strategi mencari bantuan yang tepat. Situasi 1: 'Teman terjatuh dari ayunan di halaman' dipasangkan dengan 'Segera lapor ke guru terdekat'; Situasi 2: 'Lutut berdarah dan merasa panik' dipasangkan dengan 'Tarik napas dalam dan jangan berlari panik'; Situasi 3: 'Melihat teman terkilir di lapangan' dipasangkan dengan 'Menyebutkan tempat kejadian kepada petugas UKS/guru'; Situasi 4: 'Tidak ada guru di lapangan' dipasangkan dengan 'Mencari satpam atau staf sekolah terdekat'. Guru mengamati pengerjaan murid (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru membahas lembar latihan dan murid mengecek sendiri hasil pekerjaannya berdasarkan kunci jawaban yang dijelaskan guru (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali 4 langkah mencari bantuan kepada orang dewasa terpercaya saat terjadi keadaan darurat dalam aktivitas jasmani (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pentingnya bersikap tenang dan segera mencari pertolongan, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar dengan simbol/ikon visual pendukung teks langkah bantuan, sedangkan murid yang mandiri menggunakan teks narasi singkat.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu secara langsung oleh guru dalam membaca dan mencocokkan situasi kartu, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kesempatan memasangkan kartu situasi tambahan secara mandiri.
  • Produk: Semua murid menunjukkan pencapaian dengan mencocokkan minimal 3 dari 4 situasi langkah mencari bantuan secara tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan di pendahuluan dengan 2 butir pertanyaan: (1) Tindakan saat teman cedera (acuan jawaban: mencari bantuan/meminta tolong); (2) Sosok terpercaya yang dicari di sekolah saat cedera (acuan jawaban: guru/guru olahraga/petugas sekolah).

Proses:

  • Formatif melalui Lembar Kerja Menjodohkan 4 situasi darurat dengan strategi langkah mencari bantuan yang tepat. Butir dan acuan kunci jawaban: (1) 'Teman terjatuh dari ayunan di halaman' -> 'Segera lapor ke guru terdekat'; (2) 'Lutut berdarah dan merasa panik' -> 'Tarik napas dalam dan jangan berlari panik'; (3) 'Melihat teman terkilir di lapangan' -> 'Menyebutkan tempat kejadian kepada petugas UKS/guru'; (4) 'Tidak ada guru di lapangan' -> 'Mencari satpam atau staf sekolah terdekat'.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di penutup: Murid menyebutkan urutan langkah mencari bantuan (acuan: tenang/tarik napas -> cari orang dewasa -> sebutkan kejadian dan tempat -> tunjukkan lokasi/korban).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran
  • Observasi unjuk kerja dan lembar kerja mencocokkan langkah strategi mencari bantuan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali strategi mencari bantuan saat keadaan darurat aktivitas jasmaniBelum mampu mengenali strategi mencari bantuan (hanya tepat 0-1 dari 4 pasangan situasi-tindakan pada lembar kerja)Mulai mampu mengenali strategi mencari bantuan dengan bimbingan guru (tepat 2 dari 4 pasangan situasi-tindakan pada lembar kerja)Mampu mengenali strategi mencari bantuan secara tepat (tepat 3 dari 4 pasangan situasi-tindakan pada lembar kerja)Sangat mampu mengenali strategi mencari bantuan secara tepat dan mandiri (tepat seluruh 4 pasangan situasi-tindakan pada lembar kerja tanpa bantuan guru)

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid memahami langkah-langkah praktis mencari bantuan saat terjadi cedera di sekolah?
  • Bagian kegiatan mana yang paling membantu murid memahami cara menyampaikan informasi darurat kepada orang dewasa?

Murid:

  • Apa yang akan kamu katakan kepada bapak/ibu guru jika temanmu cedera di lapangan?
  • Mengapa kita harus tetap tenang saat mencari pertolongan?

Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.1 Mengenali situasi dan potensi yang berisiko terhadap keselamatan saat bergerak dalam aktivitas jasmani di sekolah
  • TP 2.5.2 Mengenali situasi dan potensi yang berisiko terhadap keselamatan saat melakukan aktivitas jasmani di luar sekolah
  • TP 2.5.3 Mengenali situasi dan potensi yang berisiko terhadap kesehatan akibat cedera sederhana dalam aktivitas jasmani
  • TP 2.5.4 Mengenali strategi mencari bantuan kepada orang dewasa terpercaya saat menghadapi keadaan darurat dalam aktivitas jasmani

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid secara tertib (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan hari ini, yaitu melaksanakan Asesmen Sumatif Bab 5 untuk melihat pemahaman murid tentang bergerak aman di sekolah, di luar sekolah, bahaya cedera, dan cara mencari bantuan (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Asesmen Tertulis kepada seluruh murid dan menjelaskan petunjuk pengerjaan Bagian A (memberi tanda centang pada 4 gambar situasi berisiko di luar sekolah dari total 6 gambar pilihan) dan Bagian B (menarik garis jodoh pada 4 gambar penyebab cedera sederhana dengan gambar dampak cederanya) secara jelas dan tenang (5 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengerjakan Tugas 1 (Tes Tertulis Serentak) secara mandiri di meja masing-masing selama 40 menit; rincian butir soal dan acuan kunci jawaban: Bagian A (Pilihan situasi berisiko luar sekolah, beri centang pada situasi berisiko): (1) Bersepeda di jalan raya tanpa memakai helm [Centang: Berisiko], (2) Bersepeda santai di jalur khusus sepeda memakai helm [Bukan berisiko], (3) Bermain bola di pinggir jalan raya yang ramai kendaraan bermotor [Centang: Berisiko], (4) Bermain bola di lapangan rumput taman yang luas dan rata [Bukan berisiko], (5) Memanjat dahan pohon yang tinggi dan rapuh di taman [Centang: Berisiko], (6) Menendang kaleng bekas berkarat dan pecahan kaca di pekarangan [Centang: Berisiko]; Bagian B (Menjodohkan penyebab dengan dampak cedera): (1) Gambar kaki tersandung batu besar saat berlari -> Garis jodoh ke gambar lutut lecet/luka gores, (2) Gambar mendarat salah posisi saat melompat dari bangku -> Garis jodoh ke gambar pergelangan kaki terkilir/keseleo, (3) Gambar kepala terbentur tiang gawang -> Garis jodoh ke gambar dahi memar/benjol, (4) Gambar tangan terkena gesekan tali tambang kasar -> Garis jodoh ke gambar telapak tangan lecet/perih (40 menit).
  • Pelaksanaan Tugas 2 (Tes Lisan Terstruktur): Murid dipanggil bergantian secara individual ke meja guru selama 2 menit per murid untuk menjawab 2 pertanyaan lisan terstruktur berbasis stimulus kartu gambar [Pertanyaan 1: Perhatikan kartu gambar lapangan licin berair dan banyak kerikil tajam di sekolah, sebutkan 1 contoh potensi bahaya bagi keselamatan jika kita berlari di tempat itu! Acuan jawaban: terpeleset, terjatuh, terluka terkena kerikil, atau lecet; Pertanyaan 2: Sebutkan 1 sosok orang dewasa terpercaya di sekolah dan bagaimana langkahmu meminta bantuan jika melihat teman terluka parah saat olahraga! Acuan jawaban: guru PJOK / guru kelas / petugas UKS, dengan mendatangi langsung dan melapor/berkata bahwa teman jatuh dan butuh pertolongan]; sementara menunggu giliran atau setelah selesai tes lisan, murid lain mengerjakan aktivitas mandiri mewarnai lembar poster keselamatan 'Bergerak Aman, Tubuh Sehat' secara tertib dan tenang di meja masing-masing (47 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid berhenti sejenak untuk memeriksa keterisian lembar kerja asesmen tertulis dan mengumpulkan seluruh lembar tugas secara tertib (3 menit).

Penutup:

  • Guru menyampaikan apresiasi atas ketertiban, kemandirian, dan kejujuran seluruh murid selama menyelesaikan asesmen sumatif bab ini (1 menit).
  • Guru membimbing murid melakukan refleksi singkat mengenai pentingnya selalu mengingat aturan bergerak aman dan tidak ragu melapor kepada orang dewasa saat menghadapi keadaan darurat, kemudian menutup sesi dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Memberikan kartu gambar stimulus dengan kontras visual yang jelas bagi murid yang membutuhkan kejelasan visual tanpa mengubah substansi situasi bahaya yang ditanyakan.
  • Proses: Guru membacakan kembali kalimat petunjuk pada lembar tertulis secara perlahan bagi murid yang mengalami hambatan kelancaran membaca mandiri tanpa memberi tahu jawaban.
  • Produk: Standar bukti tetap sama: lembar jawaban bercentang dan bergaris jodoh pada tes tertulis, serta jawaban lisan terstruktur di meja guru.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan alat tulis dan pemahaman murid terhadap petunjuk simbol centang (✔) dan penarikan garis lurus pada asesmen bergambar (acuan: murid menunjukkan cara memberi tanda centang dan menarik garis penghubung dari titik ke titik).

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis berbasis gambar serentak dan tes lisan terstruktur serentak: lembar kerja bergambar berisi tanda centang risiko keselamatan serta garis jodoh penyebab cedera, disertai lembar jawaban lisan berpemandu guru mengenai contoh risiko dan sosok penolong terpercaya
  • tes tertulis serentak: lembar kerja murid yang dikerjakan mandiri oleh setiap murid dalam sesi kelas serentak, dinilai secara individual berdasarkan ketepatan memberi tanda centang pada gambar situasi berisiko di luar sekolah serta ketepatan menarik garis jodoh gambar penyebab cedera sederhana dengan dampaknya (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran objektif)
  • tes lisan bergiliran di meja guru: jawaban lisan setiap murid saat dipanggil bergilir ke meja guru selama 2 menit per murid (2 menit x 28 murid = 56 menit, muat untuk 28 murid satu kelas), yang menyebutkan contoh potensi bahaya di sekolah berdasarkan stimulus kartu gambar serta menyebutkan sosok orang dewasa terpercaya dan langkah mencari bantuan, sementara murid lain melakukan kegiatan pengayaan mewarnai poster keselamatan secara mandiri (60 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian tes lisan analitik)

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis berbasis gambar serentak dan tes lisan terstruktur serentak: lembar kerja bergambar berisi tanda centang risiko keselamatan serta garis jodoh penyebab cedera, disertai lembar jawaban lisan berpemandu guru mengenai contoh risiko dan sosok penolong terpercaya
  • tes tertulis serentak: lembar kerja murid yang dikerjakan mandiri oleh setiap murid dalam sesi kelas serentak, dinilai secara individual berdasarkan ketepatan memberi tanda centang pada gambar situasi berisiko di luar sekolah serta ketepatan menarik garis jodoh gambar penyebab cedera sederhana dengan dampaknya (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran objektif)
  • tes lisan bergiliran di meja guru: jawaban lisan setiap murid saat dipanggil bergilir ke meja guru selama 2 menit per murid (2 menit x 28 murid = 56 menit, muat untuk 28 murid satu kelas), yang menyebutkan contoh potensi bahaya di sekolah berdasarkan stimulus kartu gambar serta menyebutkan sosok orang dewasa terpercaya dan langkah mencari bantuan, sementara murid lain melakukan kegiatan pengayaan mewarnai poster keselamatan secara mandiri (60 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian tes lisan analitik)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali situasi berisiko di luar sekolah (Tes Tertulis Bagian A - TP 2.5.2)Tepat memberi centang pada 1 dari 4 situasi berisiko di luar sekolah (Acuan situasi berisiko: bersepeda di jalan raya tanpa helm, bermain bola di pinggir jalan raya ramai kendaraan, memanjat dahan pohon tinggi rapuh di taman, menendang kaleng bekas berkarat dan pecahan kaca).Tepat memberi centang pada 2 dari 4 situasi berisiko di luar sekolah sesuai daftar acuan.Tepat memberi centang pada 3 dari 4 situasi berisiko di luar sekolah sesuai daftar acuan.Tepat memberi centang pada seluruh 4 situasi berisiko di luar sekolah sesuai daftar acuan.
Mengenali penyebab dan dampak cedera sederhana (Tes Tertulis Bagian B - TP 2.5.3)Tepat menjodohkan 1 dari 4 pasangan penyebab dan dampak cedera (Acuan pasangan: kaki tersandung batu -> lutut lecet; mendarat salah posisi saat melompat -> pergelangan kaki terkilir; kepala terbentur tiang gawang -> dahi memar; tangan terkena gesekan tali tambang -> telapak tangan lecet).Tepat menjodohkan 2 dari 4 pasangan penyebab dan dampak cedera sesuai daftar acuan.Tepat menjodohkan 3 dari 4 pasangan penyebab dan dampak cedera sesuai daftar acuan.Tepat menjodohkan seluruh 4 pasangan penyebab dan dampak cedera sesuai daftar acuan secara lengkap dan benar.
Mengenali situasi berisiko di sekolah (Tes Lisan Pertanyaan 1 - TP 2.5.1)Belum mampu menyebutkan potensi bahaya pada stimulus kartu gambar lapangan sekolah licin berair dan banyak kerikil tajam meski telah dipandu guru.Menyebutkan potensi bahaya pada kartu stimulus gambar lapangan sekolah namun belum tepat atau membutuhkan bimbingan arahan guru.Tepat menyebutkan 1 contoh potensi bahaya pada stimulus kartu gambar lapangan sekolah licin berair dan berkerikil tajam secara mandiri (Acuan: terpeleset, jatuh, terluka terkena kerikil tajam, atau lecet).Tepat menyebutkan lebih dari 1 contoh potensi bahaya pada stimulus kartu gambar lapangan sekolah licin berair dan berkerikil tajam secara jelas dan mandiri (Acuan: terpeleset, lutut lecet, terbentur tanah keras).
Mengenali sosok terpercaya dan langkah mencari bantuan (Tes Lisan Pertanyaan 2 - TP 2.5.4)Belum mampu menyebutkan sosok dewasa terpercaya di sekolah maupun langkah meminta bantuan dalam keadaan darurat.Hanya mampu menyebutkan sosok dewasa terpercaya di sekolah (Acuan: guru PJOK / guru kelas / petugas UKS) tanpa mampu menyebutkan langkah meminta bantuan.Tepat menyebutkan 1 sosok dewasa terpercaya di sekolah dan 1 langkah mencari bantuan secara runtut (Acuan: mendatangi guru/petugas UKS dan melapor bahwa teman terluka butuh pertolongan).Tepat dan lancar menyebutkan sosok dewasa terpercaya di sekolah beserta langkah melapor secara jelas, tenang, dan mandiri tanpa ragu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 40 menit untuk tes tertulis dan 50 menit untuk tes lisan bergiliran berjalan sesuai jadwal tanpa membuat murid gelisah?
  • Bagaimana tingkat pemahaman murid secara keseluruhan pada materi keselamatan beraktivitas jasmani di sekolah, luar sekolah, pencegahan cedera, dan pencarian bantuan darurat?

Murid:

  • Apakah kamu merasa percaya diri saat menjawab pertanyaan tertulis dan lisan tadi?
  • Apa yang akan kamu lakukan jika melihat temanmu terluka saat bermain di sekolah mulai besok?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2024)
  2. Buku Siswa PJOK Kelas II SD/MI Bab 5 (Kemendikbudristek, 2024)
  3. Set kartu tanda Merah (Bahaya) dan Hijau (Aman)
  4. Lembar kerja bergambar situasi aktivitas di ruang kelas/aula
  5. Buku Panduan Guru PJOK Kelas II SD/MI (Kemendikbudristek, 2024)
  6. Buku Siswa PJOK Kelas II SD/MI Bab 5: Bergerak dengan Aman (Kemendikbudristek, 2024)
  7. Kartu bergambar situasi alat olahraga dan kondisi lapangan sekolah
  8. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2024)
  9. Buku Siswa PJOK Kelas II SD/MI Bab 5: Bergerak dengan Aman (Kemendikbudristek 2024)
  10. Set kartu gambar situasi rumah (kamar mandi licin, tangga, ruang keluarga lapang, perabot kaca)
  11. Lembar Kerja 'Pilah Situasi Gerak di Rumah'
  12. Buku Panduan Guru PJOK Kelas 2 Kemendikbudristek
  13. Buku Siswa PJOK Kelas 2 Kemendikbudristek Bab 5
  14. Kartu bergambar situasi bersepeda dan perlengkapan keselamatan bersepeda
  15. Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas II, Kemendikbudristek 2024
  16. Buku Panduan Siswa PJOK SD/MI Kelas II, Kemendikbudristek 2024 (Bab 5: Bergerak dengan Aman)
  17. Poster/Gambar situasi keselamatan dan potensi bahaya di taman terbuka
  18. Kartu tanda zona bahaya (simbol X merah) dan zona aman (simbol O hijau)
  19. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas II, Kemendikbudristek 2024.
  20. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas II, Kemendikbudristek 2024.
  21. Kartu gambar ilustrasi cedera lecet dan memar.
  22. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas II, Kemendikbudristek 2024
  23. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas II, Kemendikbudristek 2024 (Bab 5: Bergerak dengan Aman)
  24. Kartu bergambar situasi aktivitas jasmani berisiko (lantai berlubang, benda tajam, tali sepatu lepas)
  25. Lembar Kerja Murid 'Detektif Bahaya Cedera'
  26. Buku Siswa PJOK Kelas II SD/MI Bab 5 'Bergerak dengan Aman', Kemendikbudristek 2024
  27. Set kartu bergambar sosok orang dewasa terpercaya (Guru PJOK, Guru Kelas, Petugas UKS, Penjaga Sekolah, Orang Tua, Tetangga Dikenal)
  28. Lembar kerja skenario keadaan darurat aktivitas jasmani
  29. Buku Siswa PJOK Kelas II, Bab 5: Bergerak dengan Aman, Kemendikbudristek 2024
  30. Kartu bergambar situasi darurat dan langkah mencari bantuan
  31. Buku Panduan Guru PJOK Kelas II SD (Kemendikbudristek 2024, Bab 5: Bergerak dengan Aman).
  32. Buku Siswa PJOK Kelas II SD (Kemendikbudristek 2024, Bab 5: Bergerak dengan Aman).
  33. Lembar Kerja Asesmen Sumatif Tertulis Bergambar (Tugas 1: Pilihan centang situasi luar sekolah dan menjodohkan cedera).
  34. Kartu Gambar Stimulus Tes Lisan (Tugas 2: Kondisi lapangan sekolah licin dan berkerikil tajam).
  35. Lembar Pengayaan Mandiri Mewarnai Poster Keselamatan Bergerak.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.