Modul AjarPertemuan 4Bab 4Fase ASemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 2: Tips Memilih Makanan Sehat: Segar, Berserat, dan Rendah Gula

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 2 dengan topik "Tips Memilih Makanan Sehat: Segar, Berserat, dan Rendah Gula". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 2: Tips Memilih Makanan Sehat: Segar, Berserat, dan Rendah Gula

PJOK - Kelas 2

Bab 4 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Tips Memilih Makanan Sehat: Segar, Berserat, dan Rendah Gula

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikTips Memilih Makanan Sehat: Segar, Berserat, dan Rendah Gula
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan tips memilih makanan sehat dengan memilih makanan segar, berserat, dan mengurangi makanan manis berlebihan
  2. Murid dapat mengenali risiko terhadap kesehatan akibat mengonsumsi makanan yang mengandung gula berlebih dan zat berbahaya
  3. Murid dapat membedakan makanan segar dan makanan olahan serta memilih makanan yang berserat untuk kesehatan tubuh

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Anak-anak, makanan apa yang kalian bawa untuk bekal hari ini? Apakah makanan itu segar atau sudah dikemas lama?
  2. Pernahkah kalian merasa sakit perut setelah makan permen atau minum minuman manis terlalu banyak?
  3. Mengapa kita perlu memilih makanan yang segar dan berserat untuk tubuh kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan menu sarapan murid pagi ini
  • Asesmen awal: Guru menunjukkan gambar berbagai jenis makanan (makanan segar, makanan olahan, permen, buah, sayur) dan meminta murid mengangkat tangan untuk makanan yang mereka anggap sehat
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: belajar memilih makanan sehat yang segar, berserat, dan tidak terlalu manis

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan tiga tips utama memilih makanan sehat: (1) Pilih makanan segar bukan olahan, (2) Pilih makanan berserat seperti buah dan sayur, (3) Kurangi makanan dan minuman manis
  • Guru menunjukkan contoh konkret: buah segar vs permen, sayur vs keripik kemasan, air putih vs minuman bersoda
  • Guru menjelaskan mengapa makanan olahan kurang baik jika dimakan terlalu sering (mengandung banyak garam, gula, atau lemak tambahan)
  • Guru menjelaskan risiko makan makanan manis berlebihan: sakit gigi, sakit perut, tubuh lemas, berat badan berlebih
  • Murid menyimak dengan saksama dan mengajukan pertanyaan jika ada yang belum dipahami

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (4-5 anak)
  • Setiap kelompok diberi kartu bergambar berbagai jenis makanan dan minuman (20 kartu beragam)
  • Tugas: kelompok mengelompokkan kartu ke dalam 3 kategori: (1) Makanan Segar & Sehat, (2) Makanan Olahan (Boleh Sesekali), (3) Makanan Manis Berlebihan (Harus Dikurangi)
  • Setiap kelompok menempel hasil pengelompokan mereka di kertas plano yang sudah dibagi 3 kolom
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan dan asesmen proses dengan mengamati kemampuan murid mengenali jenis makanan
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka secara singkat (2 menit per kelompok)
  • Guru memberikan umpan balik dan apresiasi untuk setiap kelompok

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar untuk sesi refleksi
  • Guru memandu diskusi: 'Dari kegiatan tadi, apa yang kalian pelajari tentang memilih makanan sehat?'
  • Murid diminta menceritakan pengalaman pribadi: makanan apa yang biasa mereka makan dan apakah sudah sehat atau perlu diubah
  • Guru membantu murid membuat komitmen sederhana: 'Minggu ini saya akan mengurangi... dan menambah...'
  • Murid menuliskan atau menggambar komitmen mereka di lembar kerja refleksi

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan kuis singkat (5 pertanyaan lisan): menunjukkan gambar makanan dan murid menjawab apakah itu pilihan sehat atau tidak dan alasannya
  • Guru merangkum pembelajaran: tiga tips memilih makanan sehat (segar, berserat, kurangi manis) dan risiko makanan tidak sehat
  • Guru memberikan penguatan positif kepada semua murid atas partisipasi aktif mereka
  • Guru memberikan tugas rumah ringan: mengamati label kemasan makanan di rumah bersama orang tua dan mengenali kandungan gulanya
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar membaca, gunakan kartu bergambar dengan label sederhana. Untuk murid yang sudah lancar, sediakan kartu dengan informasi tambahan (contoh: 'mengandung pengawet' atau 'tinggi serat')
  • Proses: Murid yang cepat menangkap konsep dapat menjadi 'pembantu guru' untuk membantu teman kelompoknya. Murid yang membutuhkan waktu lebih banyak diberikan bimbingan tambahan dan contoh konkret lebih banyak dari guru
  • Produk: Murid yang lebih mahir dapat membuat poster sederhana tentang 'Pilihan Makananku' dengan gambar dan tulisan. Murid yang belum mahir cukup menggambar dan mewarnai makanan sehat favorit mereka

ASESMEN

Awal:

  • Guru menunjukkan 8-10 gambar makanan beragam (buah segar, sayur, permen, keripik, coklat, nasi, ikan, minuman bersoda)
  • Murid diminta mengangkat tangan atau berdiri jika mereka menganggap makanan yang ditunjukkan adalah makanan sehat
  • Guru mencatat pemahaman awal murid tentang konsep makanan sehat untuk menentukan titik awal pembelajaran

Proses:

  • Observasi selama tahap Memahami: murid menyimak penjelasan dan dapat menjawab pertanyaan guru tentang perbedaan makanan segar dan olahan
  • Observasi selama tahap Mengaplikasi: guru mengamati kemampuan murid mengelompokkan kartu makanan dengan tepat, bekerja sama dalam kelompok, dan menjelaskan alasan pilihan mereka
  • Catatan anekdot: mencatat murid yang sudah memahami konsep dengan baik dan yang masih memerlukan bimbingan tambahan

Akhir:

  • Kuis lisan individual: guru menunjukkan 5 gambar makanan satu per satu (contoh: apel, permen, wortel, minuman bersoda, ikan bakar). Murid menjawab apakah itu pilihan sehat atau tidak dan memberikan alasan singkat
  • Penilaian hasil kerja kelompok: ketepatan pengelompokan makanan (minimal 15 dari 20 kartu dikelompokkan dengan benar)
  • Lembar refleksi individu: murid menggambar atau menuliskan satu komitmen konkret untuk memilih makanan lebih sehat mulai minggu ini

Formatif:

  • Observasi selama kerja kelompok: kemampuan mengenali dan mengelompokkan jenis makanan
  • Tanya jawab selama presentasi kelompok: pemahaman tentang alasan memilih kategori tertentu
  • Pengamatan selama sesi refleksi: kesadaran tentang pilihan makanan pribadi

Sumatif:

  • Kuis lisan di akhir pembelajaran: menunjukkan 5 gambar makanan dan murid menjelaskan apakah itu pilihan sehat beserta alasannya
  • Penilaian hasil karya kelompok: ketepatan pengelompokan makanan sesuai kategori
  • Lembar kerja refleksi individu: komitmen memilih makanan sehat

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan menjelaskan tips memilih makanan sehatBelum dapat menyebutkan satupun tips memilih makanan sehat atau masih bingung membedakan makanan sehat dan tidak sehatDapat menyebutkan 1 tips memilih makanan sehat dengan bantuan guru (contoh: pilih yang segar) tetapi belum bisa menjelaskan alasannyaDapat menyebutkan 2 tips memilih makanan sehat (segar dan kurangi manis) serta memberikan alasan sederhana mengapa itu pentingDapat menyebutkan 3 tips memilih makanan sehat (segar, berserat, kurangi manis) dengan alasan jelas dan memberikan contoh konkret dari kehidupan sehari-hari
Kemampuan mengenali risiko makanan tidak sehatBelum dapat menyebutkan risiko kesehatan dari makanan tidak sehat atau menganggap semua makanan aman untuk dimakanDapat menyebutkan 1 risiko makanan tidak sehat dengan bantuan guru (contoh: sakit perut) tetapi belum memahami hubungan sebab-akibatDapat menyebutkan 2 risiko kesehatan dari makanan tinggi gula atau olahan (contoh: sakit gigi dan sakit perut) dengan penjelasan sederhanaDapat menyebutkan 3 atau lebih risiko kesehatan (sakit gigi, sakit perut, berat badan berlebih, tubuh lemas) dan menjelaskan mengapa makanan manis berlebihan atau makanan dengan zat berbahaya bisa menyebabkan masalah kesehatan tersebut
Kemampuan membedakan dan mengelompokkan jenis makananBelum dapat membedakan makanan segar dan olahan, atau mengelompokkan makanan secara acak tanpa kriteria jelasDapat mengelompokkan beberapa makanan dengan benar (5-10 dari 20 kartu) dengan banyak bantuan dari guru atau temanDapat mengelompokkan sebagian besar makanan dengan benar (11-15 dari 20 kartu) dan menjelaskan alasan sederhana untuk beberapa pilihanDapat mengelompokkan hampir semua makanan dengan benar (16-20 dari 20 kartu) dan menjelaskan dengan jelas alasan setiap pengelompokan (segar/olahan, berserat/tidak, manis/tidak)
Kesadaran dan komitmen memilih makanan sehatBelum menunjukkan kesadaran tentang pentingnya memilih makanan sehat atau tidak dapat merefleksikan kebiasaan makan sendiriMulai menyadari pentingnya makanan sehat tetapi belum dapat membuat komitmen konkret untuk diri sendiriDapat merefleksikan kebiasaan makan sendiri dan membuat 1 komitmen sederhana untuk memilih makanan lebih sehat (contoh: akan mengurangi permen)Dapat merefleksikan kebiasaan makan dengan detail, membuat komitmen konkret dan realistis (mengurangi makanan tertentu dan menambah makanan sehat tertentu), serta menjelaskan mengapa komitmen itu penting untuk kesehatannya

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami perbedaan antara makanan segar, olahan, dan makanan tinggi gula?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling menarik perhatian murid dan bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah strategi pengelompokan makanan dengan kartu gambar efektif untuk membantu murid memahami konsep?
  • Murid mana yang masih memerlukan bimbingan tambahan dan strategi apa yang dapat saya gunakan untuk membantu mereka?
  • Apakah pembelajaran ini berhasil menumbuhkan kesadaran murid untuk membuat pilihan makanan yang lebih sehat?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang memilih makanan sehat?
  • Makanan apa yang biasa kamu makan dan apakah sudah termasuk makanan sehat?
  • Apa yang akan kamu ubah mulai sekarang agar makananmu lebih sehat?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling kamu sukai? Mengapa?
  • Apakah kamu merasa lebih paham sekarang tentang makanan yang baik untuk tubuhmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK Kelas 2 Kurikulum Merdeka, Bab 4: Pilih Makanan Sehatmu (halaman 152-156)
  2. Buku Guru PJOK Kelas 2 Kurikulum Merdeka (halaman 198-208)
  3. Kartu bergambar makanan dan minuman beragam (20 kartu: buah segar, sayur, nasi, ikan, telur, roti, permen, coklat, keripik, mie instan, minuman bersoda, jus buah kemasan, air putih, susu, kue kering, bakso, tempe, tahu, donat, es krim)
  4. Kertas plano ukuran A3 (1 lembar per kelompok) yang sudah dibagi 3 kolom untuk pengelompokan
  5. Lembar kerja refleksi individu untuk murid
  6. Lem atau selotip untuk menempel kartu
  7. Spidol atau krayon untuk menggambar
  8. Gambar atau poster tentang Isi Piringku (panduan gizi seimbang)
  9. Video atau media visual tentang bahaya makanan manis berlebihan (opsional, jika tersedia proyektor)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.