MODUL AJAR PJOK — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 4 — Pilih Makanan Sehatmu INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Pilih Makanan Sehatmu |
|---|
| Alokasi Waktu | 25 JP (25 x 35 menit = 875 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 9 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.4.1 Mengenali manfaat komponen makanan bergizi seimbang berupa makanan pokok dan lauk-pauk bagi tubuh
- TP 2.4.2 Mengenali manfaat komponen makanan bergizi seimbang berupa sayur-mayur dan buah-buahan bagi tubuh
- TP 2.4.3 Mengenali gaya hidup aktif dan sehat melalui pemilihan menu sarapan bergizi seimbang
- TP 2.4.4 Mengenali situasi dan potensi yang berisiko terhadap kesehatan dari makanan dan minuman yang tidak sehat
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang biasanya kamu makan di pagi hari agar tubuh bersemangat ke sekolah?
- Mengapa tubuh kita membutuhkan nasi, jagung, atau roti sebelum beraktivitas?
- Apa saja lauk yang biasa kamu makan saat makan siang di rumah atau di sekolah?
- Mengapa tubuh kita membutuhkan lauk seperti telur, tempe, atau ikan agar bisa tumbuh besar dan kuat?
- Mengapa tubuh kita membutuhkan sayur-mayur saat makan?
- Apa yang terjadi pada tubuh kita jika jarang makan sayur?
- Buah apa yang paling kamu sukai di rumah?
- Mengapa kita perlu makan buah setiap hari bagi tubuh kita?
- Mengapa kita perlu sarapan sebelum berangkat ke sekolah dan berolahraga?
- Makanan apa saja yang sebaiknya ada di piring sarapan pagi kita agar tubuh bertenaga dan sehat?
- Apa saja makanan yang biasanya ada di piring sarapanmu sebelum berangkat sekolah?
- Mengapa tubuh kita membutuhkan piring sarapan yang berisi makanan pokok, lauk, sayur, dan buah secara seimbang?
- Apa tanda-tanda makanan yang sudah tidak aman atau berbahaya jika dimakan?
- Apa yang akan terjadi pada perut atau tubuh kita jika kita memakan makanan yang dihinggapi lalat atau berlendir?
- Apa yang kamu rasakan pada tubuh dan gigi jika setiap hari hanya minum minuman yang sangat manis atau bersoda?
- Bagaimana caramu mengenali minuman yang berisiko membuat tubuh sakit?
- Apa saja makanan sehat yang harus ada di piring kita agar tubuh bertenaga dan tidak mudah sakit?
- Bagaimana caramu mengenali makanan atau minuman yang berbahaya bagi kesehatan perutmu?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengenali Manfaat Komponen Makanan Pokok bagi Tubuh — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.1 Mengenali manfaat komponen makanan bergizi seimbang berupa makanan pokok dan lauk-pauk bagi tubuh
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengajak murid berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan 3 gambar: (1) semangkuk nasi putih, (2) sepotong permen manis, dan (3) sebuah kentang rebus, lalu menanyakan: 'Manakah 2 makanan yang merupakan makanan pokok penambah tenaga kita?' (acuan jawaban tepat: nasi putih dan kentang rebus) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali jenis-jenis makanan pokok dan manfaat utamanya sebagai sumber tenaga bagi tubuh (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati media visual 'Isi Piringku' dan contoh gambar 4 bahan makanan pokok: (1) nasi, (2) jagung, (3) singkong, dan (4) roti, kemudian menyimak penjelasan guru bahwa makanan pokok mengandung karbohidrat yang berfungsi sebagai zat tenaga untuk bermain dan belajar (10 menit).
- Murid melakukan tanya jawab terpandu untuk mengenali manfaat makanan pokok, yakni memberi tenaga agar tubuh tidak lemas saat bergerak aktif (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan 'Tepuk Tenaga Makanan Pokok': guru menyebutkan nama makanan secara acak; jika makanan pokok murid melompat 1 kali sambil berteriak 'Bertenaga!', jika bukan makanan pokok murid diam berdiri tegak (daftar kata: nasi -> lompat; permen -> diam; singkong -> lompat; es sirup -> diam; jagung -> lompat; keripik pedas -> diam) (12 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja visual 'Pilih Makanan Bertenaga' dengan melingkari 4 makanan pokok dan mencentang fungsinya dari 4 butir yang tersedia: (1) nasi, (2) permen, (3) roti, (4) jagung, dengan pilihan manfaat: [ ] Memberi tenaga untuk bergerak, [ ] Membuat mengantuk (acuan jawaban: melingkari nasi, roti, jagung; mencentang 'Memberi tenaga untuk bergerak') (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dan mengonfirmasi bahwa makanan pokok adalah bahan penting di piring makan karena menjadi sumber tenaga utama tubuh (7 menit).
Penutup:- Guru membimbing murid menyimpulkan bahwa makanan pokok seperti nasi, jagung, roti, dan singkong memberi tubuh kita tenaga untuk bergerak aktif setiap hari (4 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan tindak lanjut untuk sesi berikutnya yang akan mengenali komponen lauk-pauk, lalu menutup pembelajaran dengan doa (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar konkret dengan warna kontras bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi secara langsung dalam mengenali gambar makanan pokok; murid yang cepat mengenali diberi tantangan tambahan menyebutkan jenis olahan lain dari singkong atau jagung pada fungsinya sebagai sumber tenaga.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pilihan makanan pokok melalui lembar kerja melingkari gambar atau menunjuk langsung pada papan tempel gambar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik cepat mengenali makanan pokok: Guru menunjukkan 3 gambar ((1) nasi putih, (2) permen manis, (3) kentang rebus) dan meminta murid memilih 2 makanan sumber tenaga (acuan jawaban tepat: gambar 1 [nasi putih] dan gambar 3 [kentang rebus]).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan lembar kerja 'Pilih Makanan Bertenaga' yang memuat 4 butir gambar ((1) nasi, (2) permen, (3) roti, (4) jagung) dan pilihan manfaat 'Memberi tenaga untuk bergerak' vs 'Membuat mengantuk' (acuan jawaban tepat: melingkari nasi, roti, jagung, serta mencentang manfaat memberi tenaga untuk bergerak).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir sesi: Murid menjawab pertanyaan guru: 'Apa manfaat nasi atau jagung yang kita makan di piring kita?' (kriteria penerimaan: murid menyebutkan kata kunci 'memberi tenaga/energi untuk bergerak/belajar/bermain/tidak lemas').
Formatif:- Observasi ketepatan respons murid pada permainan 'Tepuk Tenaga Makanan Pokok'
- Penilaian kinerja pengerjaan lembar kerja visual mengenali makanan pokok dan manfaatnya
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali komponen makanan pokok dan manfaatnya bagi tubuh | Belum mampu mengenali makanan pokok dan belum tepat menyebutkan manfaatnya sebagai sumber tenaga (benar 0-1 dari 3 contoh pada lembar kerja). | Mengenali sebagian makanan pokok dengan bimbingan guru dan menyebutkan manfaatnya secara terbimbing (benar 2 dari 3 contoh pada lembar kerja). | Mengenali seluruh contoh makanan pokok pada lembar kerja (nasi, roti, jagung) dan menentukan manfaatnya sebagai sumber tenaga tubuh secara tepat dan mandiri. | Mengenali seluruh contoh makanan pokok pada lembar kerja secara tepat, mandiri, serta mampu menyebutkan contoh makanan pokok lain di sekitarnya (seperti singkong atau kentang) beserta fungsinya sebagai sumber tenaga tubuh. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan motorik 'Tepuk Tenaga Makanan Pokok' efektif membantu murid Fase A mengenali fungsi karbohidrat/makanan pokok?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam menghubungkan makanan yang dimakan di rumah dengan fungsinya sebagai sumber tenaga?
Murid:- Makanan pokok apa yang paling sering kamu makan di rumah?
- Bagaimana rasanya tubuhmu jika berolahraga tanpa makan makanan pokok terlebih dahulu?
Pertemuan 2 — Mengenali Manfaat Komponen Lauk-Pauk bagi Tubuh — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.1 Mengenali manfaat komponen makanan bergizi seimbang berupa makanan pokok dan lauk-pauk bagi tubuh
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, mengajak murid merapikan tempat duduk, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengenali contoh lauk-pauk dan manfaatnya sebagai zat pembangun agar tubuh tumbuh kuat (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan gambar telur dan tahu lalu menanyakan kelompok jenis makanannya dan fungsinya bagi tubuh (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati gambar 4 jenis lauk-pauk (ikan, telur, tahu, dan tempe) serta menyimak penjelasan guru bahwa lauk-pauk berfungsi sebagai zat pembangun yang membantu tubuh bertambah besar dan otot tumbuh kuat (15 menit).
- Murid secara berpasangan saling menyebutkan nama 4 lauk-pauk tersebut dan mengulang manfaatnya bagi tubuh (tubuh tumbuh kuat dan besar) dengan bantuan panduan kartu gambar (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru memandu permainan gerak ceria 'Tebak Lauk Si Pembangun Tubuh': murid melompat ke area 'Lauk-Pauk' ketika guru mengangkat kartu lauk (ikan, telur, tahu, atau tempe) dan berjongkok di area 'Bukan Lauk' bila kartu bukan lauk (batu, buku, atau pensil) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Aktivitas 'Pasang Lauk dan Manfaatnya' yang memuat 4 butir penjodohan: (1) Gambar Telur, (2) Gambar Ikan, (3) Gambar Tempe, (4) Gambar Tahu, yang masing-masing dipasangkan dengan kartu manfaat 'Zat pembangun untuk tumbuh kuat' (acuan jawaban: semua 4 gambar lauk dipasangkan ke manfaat pembangun tubuh/tumbuh kuat) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa lembar aktivitas yang telah dikerjakan untuk memastikan ketepatan pemilihan lauk dan manfaatnya bagi pertumbuhan tubuh (10 menit).
- Murid mengangkat jempol ke atas jika sudah memahami bahwa lauk-pauk berfungsi membangun tubuh agar tumbuh tinggi dan kuat, atau meletakkan tangan di dada jika masih memerlukan bimbingan (5 menit).
Penutup:- Guru memfasilitasi murid merangkum kembali bahwa lauk-pauk (seperti ikan, telur, tahu, tempe) adalah zat pembangun yang membuat tubuh tumbuh kuat (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas keaktifan murid dalam belajar dan menutup pelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar lauk konkret berwarna dengan simbol otot kuat, sedangkan murid yang cepat diberikan 6 variasi kartu lauk (ditambah daging ayam dan udang).
- Proses: Murid lambat dipandu guru secara langsung saat menjodohkan gambar lauk dengan manfaatnya; murid cepat memasangkan secara mandiri.
- Produk: Murid mengelompokkan minimal 4 gambar lauk-pauk dan menandai manfaatnya sebagai zat pembangun tubuh.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan dengan menunjukkan gambar telur dan tahu: 'Apa nama makanan ini dan apakah gunanya untuk membuat kita tumbuh kuat atau untuk tidur?' (Acuan jawaban: nama makanan telur dan tahu, termasuk lauk-pauk, gunanya untuk membantu tubuh tumbuh kuat/besar).
Proses:- Pengamatan saat permainan gerak 'Tebak Lauk Si Pembangun Tubuh': ketepatan murid melompat ke area 'Lauk-Pauk' untuk 4 gambar target (ikan, telur, tahu, tempe).
- Pemeriksaan lembar aktivitas menjodohkan 4 butir: (1) Telur, (2) Ikan, (3) Tempe, (4) Tahu ke pernyataan 'Zat pembangun untuk tumbuh kuat' (acuan kunci: keempat gambar terhubung ke pernyataan pembangun tubuh).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menanyakan 'Sebutkan 2 contoh lauk-pauk dan sebutkan manfaatnya bagi tubuh!' (Acuan jawaban: murid menyebutkan minimal 2 contoh dari ikan/telur/tahu/tempe/ayam/daging dan menyebutkan manfaatnya yaitu sebagai zat pembangun / membuat tubuh tumbuh kuat dan besar).
Formatif:- Observasi partisipasi dalam permainan 'Tebak Lauk Si Pembangun Tubuh'
- Penilaian kinerja pengerjaan lembar kerja menjodohkan 4 gambar lauk-pauk dengan manfaatnya
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali contoh dan manfaat komponen lauk-pauk bagi tubuh | Belum mampu mengenali contoh lauk-pauk dan belum dapat menyebutkan manfaatnya bagi tubuh walau dibimbing guru. | Mengenali 1-2 contoh lauk-pauk (dari acuan: ikan, telur, tahu, tempe) dan mengenali manfaatnya sebagai zat pembangun tubuh dengan bantuan penuh guru. | Mengenali minimal 3-4 contoh lauk-pauk (dari acuan: ikan, telur, tahu, tempe) dan mengenali manfaatnya sebagai zat pembangun/tumbuh kuat secara tepat dengan sedikit bimbingan. | Mengenali seluruh 4 contoh lauk-pauk (ikan, telur, tahu, tempe) serta mengenali manfaatnya sebagai zat pembangun tubuh agar tumbuh kuat secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan gerak efektif membantu murid kelas 2 memahami fungsi lauk-pauk sebagai zat pembangun?
- Apakah alokasi waktu 105 menit cukup untuk memfasilitasi murid berlatih mengenali lauk-pauk secara mandiri?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling menyenangkan bagimu?
- Apakah kamu sekarang tahu apa manfaat makan telur, tempe, tahu, atau ikan untuk tubuhmu?
Pertemuan 3 — Mengenali Manfaat Komponen Sayur-Mayur bagi Tubuh — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.2 Mengenali manfaat komponen makanan bergizi seimbang berupa sayur-mayur dan buah-buahan bagi tubuh
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru mengecek kesiapan belajar dan melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat tentang jenis sayur yang dikenal murid (bayam, wortel, kangkung) dan fungsinya bagi tubuh (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali jenis dan manfaat sayur-mayur sebagai zat pengatur/pelindung tubuh dari penyakit (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak gambar porsi sayur-mayur pada panduan 'Isi Piringku' dan penjelasan guru tentang manfaat sayur sebagai zat pelindung yang kaya vitamin dan mineral agar tubuh tidak mudah sakit (12 menit).
- Murid mengamati 3 kartu gambar sayur: (1) Bayam (sumber zat besi/mineral untuk kekuatan darah dan tubuh), (2) Wortel (sumber vitamin A untuk kesehatan mata), dan (3) Kangkung/Brokoli (sumber serat dan vitamin pelindung pencernaan) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan tantangan 'Tebak Manfaat Sayur': guru menunjukkan kartu gambar sayur dan murid mengangkat kartu simbol manfaat yang tepat (simbol tameng/pelindung penyakit, simbol mata sehat, atau simbol pencernaan lancar) secara gembira (12 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja memasangkan 3 jenis sayur dengan manfaat utamanya bagi tubuh: (1) Wortel -> menjaga kesehatan mata, (2) Bayam -> memberi zat pelindung agar tidak lemas/pucat, (3) Sayur hijau berserat (kangkung) -> melancarkan pencernaan dan melindungi tubuh dari penyakit (acuan kunci: 1-mata, 2-tidak lemas/pucat, 3-pencernaan/pelindung) (13 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa sayur-mayur berfungsi sebagai zat pelindung tubuh dari kuman dan penyakit dalam piring makanan kita (5 menit).
- Murid mengungkapkan perasaannya dan menyebutkan satu jenis sayur yang ingin mereka konsumsi di rumah agar tubuh tetap sehat dan terlindungi (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi dan umpan balik verbal atas ketepatan murid mengenali manfaat sayur (4 menit).
- Guru memandu doa penutup dan mengucapkan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar konkret dengan warna kontras untuk murid yang memerlukan bantuan visual.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang belum lancar membaca dengan membacakan pilihan manfaat sayur; bagi murid yang cepat diberikan tantangan memilih 2 manfaat tambahan dari sayur brokoli.
- Produk: Murid dapat memasangkan dengan menarik garis gambar atau menempelkan stiker simbol manfaat pada gambar sayur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Sebutkan 1 sayuran yang pernah kamu makan, dan tahukah kamu apa gunanya sayur untuk tubuh kita?' (acuan: murid menyebutkan nama sayuran seperti bayam/wortel/kangkung dan fungsinya seperti agar sehat, tidak mudah sakit, atau sebagai pelindung tubuh).
Proses:- Observasi saat permainan 'Tebak Manfaat Sayur': Murid mengangkat simbol manfaat yang tepat saat ditunjukkan kartu gambar sayur wortel (acuan: simbol mata sehat), bayam (acuan: simbol kekuatan darah/tidak lemas), dan kangkung (acuan: simbol pencernaan lancar/pelindung penyakit).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis/gambar pada lembar kerja: Menjodohkan 3 butir: (1) Gambar Wortel dipasangkan dengan teks/simbol 'Menjaga mata tetap sehat', (2) Gambar Bayam dipasangkan dengan teks/simbol 'Menjaga darah sehat dan tubuh tidak pucat/lemas', (3) Gambar Kangkung dipasangkan dengan teks/simbol 'Melindungi perut dan melancarkan pencernaan'. Skor maksimal 3/3.
Formatif:- Tanya jawab diagnostik awal mengenai sayur pelindung tubuh
- Unjuk kerja permainan angkat kartu simbol manfaat sayur
- Lembar kerja menjodohkan 3 jenis sayur dengan manfaatnya bagi tubuh
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali manfaat sayur-mayur bagi tubuh | Belum mampu mengenali jenis sayur maupun manfaatnya bagi tubuh (0 butir benar dari 3 acuan). | Mampu mengenali 1 dari 3 manfaat jenis sayur bagi tubuh dengan benar sesuai acuan lembar kerja. | Mampu mengenali 2 dari 3 manfaat jenis sayur bagi tubuh dengan benar sesuai acuan lembar kerja. | Mampu mengenali seluruh (3 dari 3) manfaat jenis sayur bagi tubuh dengan benar dan mandiri sesuai acuan lembar kerja. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media kartu gambar sayur dan simbol manfaat membantu murid memahami peran sayur sebagai zat pelindung?
- Bagaimana keterlibatan murid saat permainan tebak simbol manfaat berlangsung?
Murid:- Apa manfaat makan sayur yang paling kamu ingat hari ini?
- Sayur apa yang ingin kamu makan nanti di rumah agar tubuhmu terlindungi dari penyakit?
Pertemuan 4 — Mengenali Manfaat Komponen Buah-Buahan bagi Tubuh — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.2 Mengenali manfaat komponen makanan bergizi seimbang berupa sayur-mayur dan buah-buahan bagi tubuh
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama (5 menit).
- Guru melakukan presensi kehadiran dan mengajak murid melakukan peregangan ringan bertema memetik buah untuk mengondisikan fisik yang bugar (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar: Gambar A (jeruk) dan Gambar B (permen lolipop), lalu meminta murid menunjuk mana yang merupakan buah dan memilih manfaatnya bagi tubuh: pilihan (1) melindungi tubuh dari penyakit atau pilihan (2) membuat gigi berlubang (acuan: Gambar A adalah buah; manfaatnya pilihan 1 yaitu melindungi tubuh dari penyakit) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali manfaat komponen buah-buahan sebagai zat pelindung bagi tubuh (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati gambar 'Isi Piringku' dan infografis 4 contoh buah segar: (1) Jeruk, (2) Pepaya, (3) Pisang, dan (4) Apel yang ditampilkan guru di papan tulis (10 menit).
- Guru memfasilitasi tanya jawab terarah tentang manfaat buah-buahan sebagai sumber vitamin dan air yang berfungsi sebagai zat pelindung agar tubuh tidak mudah sakit, melancarkan buang air besar, dan menjaga kesehatan mata serta kulit (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpartisipasi dalam permainan 'Pilah Keranjang Sehat': setiap murid secara bergiliran mengambil 1 dari 4 kartu buah ((1) Jeruk, (2) Pepaya, (3) Pisang, (4) Apel) lalu memasukkannya ke dalam 'Keranjang Zat Pelindung Tubuh' sambil menyebutkan kembali fungsinya yaitu melindungi tubuh dari penyakit (15 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja Mandiri 'Pilihan Buah Sehatku' berisi 4 butir penjodohan gambar buah dengan manfaat spesifik pelindung tubuh: (1) Jeruk -> kaya vitamin C melindungi dari sariawan dan flu; (2) Pepaya -> melancarkan pencernaan/buang air besar; (3) Pisang -> menjaga tenaga dan melindungi otot dari kram; (4) Apel -> menjaga kebersihan gigi dan melindungi tubuh agar tetap segar (acuan: pasangan tepat 1-4 sesuai kunci tersebut) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil kerja mandiri pada 4 butir lembar kerja secara langsung di papan tulis (10 menit).
- Murid merefleksikan kebiasaan makan buah di rumah dengan mengangkat kartu jempol hijau jika sudah rutin makan buah atau jempol kuning jika masih jarang makan buah, serta menyadari manfaat buah untuk daya tahan tubuh (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap materi bahwa buah-buahan merupakan komponen zat pelindung tubuh dari penyakit yang wajib ada dalam porsi makan harian (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran pertemuan ini dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar buah riil berwarna cerah dan ukuran besar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkret.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung (scaffolding) membaca simbol manfaat bagi murid yang belum lancar membaca, serta memberikan kesempatan mandiri bagi murid yang sudah cepat memahami.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman dengan menarik garis gambar ke simbol manfaat atau memberi tanda centang pada gambar manfaat buah yang sesuai.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik visual: Murid diminta memilih antara Gambar A (jeruk) dan Gambar B (permen lolipop), lalu menunjukkan mana yang merupakan buah serta memilih fungsi utamanya: pilihan (1) melindungi tubuh dari penyakit atau pilihan (2) membuat gigi berlubang (acuan: Gambar A adalah buah; manfaat yang benar adalah pilihan 1, melindungi tubuh dari penyakit).
Proses:- Penilaian performa saat permainan 'Pilah Keranjang Sehat': mengamati ketepatan murid mengelompokkan kartu buah ke Keranjang Zat Pelindung Tubuh (acuan: kartu (1) Jeruk, (2) Pepaya, (3) Pisang, dan (4) Apel masuk ke keranjang pelindung tubuh).
- Pemeriksaan ketepatan Lembar Kerja Mandiri: menilai ketepatan menjodohkan 4 butir gambar buah dengan manfaatnya (acuan: (1) Jeruk -> kaya vitamin C melindungi dari sariawan dan flu; (2) Pepaya -> melancarkan pencernaan; (3) Pisang -> menjaga tenaga dan melindungi otot; (4) Apel -> menjaga tubuh tetap segar dan melindungi dari kuman).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir sesi: Murid secara acak ditanya menyebutkan 1 jenis buah beserta manfaat utamanya bagi tubuh (acuan kriteria: murid menyebutkan salah satu dari 4 buah yang dipelajari dan mengaitkannya dengan manfaat sebagai zat pelindung tubuh/sumber vitamin pencegah sakit).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat permainan Pilah Keranjang Sehat
- Pemeriksaan Lembar Kerja Mandiri penjodohan gambar buah dengan manfaat pelindung tubuh
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali manfaat komponen buah-buahan bagi tubuh | Belum mampu mengenali buah dan manfaatnya (hanya tepat 0-1 dari 4 butir penjodohan buah dan manfaat pelindung tubuh). | Mulai mampu mengenali buah dan manfaatnya dengan tepat menjodohkan 2 dari 4 butir penjodohan buah dan manfaat pelindung tubuh dengan bantuan guru. | Mampu mengenali buah dan manfaatnya dengan tepat menjodohkan 3 dari 4 butir penjodohan buah dan manfaat pelindung tubuh secara mandiri. | Sangat mampu mengenali buah dan manfaatnya dengan tepat menjodohkan seluruh 4 butir penjodohan buah dan manfaat pelindung tubuh secara mandiri dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif berpartisipasi dalam aktivitas permainan memilah kartu buah?
- Apakah media gambar dan kartu buah efektif membantu murid memahami manfaat buah sebagai zat pelindung tubuh?
Murid:- Apa buah favorit yang ingin kamu makan hari ini agar tubuhmu terlindungi dari penyakit?
- Bagaimana perasaanmu setelah bermain memilih buah sehat hari ini?
Pertemuan 5 — Mengenali Gaya Hidup Aktif dan Sehat melalui Pilihan Menu Sarapan Bergizi Seimbang dengan Panduan Gambar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.3 Mengenali gaya hidup aktif dan sehat melalui pemilihan menu sarapan bergizi seimbang
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru mengaitkan materi dengan menanyakan kebiasaan sarapan murid pagi ini serta menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenali menu sarapan bergizi seimbang melalui panduan gambar (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar menu sarapan: Gambar A (nasi putih dan kerupuk saja) dan Gambar B (nasi, telur dadar, tumis bayam, dan potongan pisang). Guru meminta murid mengangkat tangan untuk memilih gambar menu yang bergizi lengkap (acuan jawaban benar: Gambar B, karena mengandung 4 komponen lengkap yaitu makanan pokok, lauk-pauk, sayur, dan buah) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menayangkan media poster/panduan gambar 'Pilihan Sarapan Sehat' yang menampilkan 4 kelompok makanan yang diperlukan saat sarapan untuk gaya hidup aktif dan sehat: (1) Makanan Pokok/Sumber Energi (nasi, jagung, roti), (2) Lauk-pauk/Pembangun (telur, tempe, ikan), (3) Sayur-mayur/Pelindung (sayur bayam, brokoli, wortel), dan (4) Buah-buahan/Pelindung (pisang, jeruk, pepaya) (10 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru dan menyebutkan kembali komponen yang harus ada dalam sarapan bergizi seimbang agar memiliki tenaga cukup untuk beraktivitas dan belajar di sekolah (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid secara berpasangan untuk memainkan permainan mencocokkan kartu bergambar 'Tantangan Menu Sarapan Sehat' (15 menit).
- Setiap murid menerima lembar kerja bergambar berisi 4 set pilihan menu sarapan visual, lalu memilih menu yang bergizi seimbang dengan memberi tanda centang. Pilihan yang disajikan: Set 1: [Pilihan 1A: Nasi goreng, telur mata sapi, timun-tomat, pisang; Pilihan 1B: Roti putih dengan meses cokelat saja] (acuan: Pilihan 1A); Set 2: [Pilihan 2A: Mi instan campur kuah gurih saja; Pilihan 2B: Bubur ayam lengkap suwir ayam, cakwe, kacang, daun bawang, plus jeruk] (acuan: Pilihan 2B); Set 3: [Pilihan 3A: Lontong sayur lengkap tahu, labu siam, telur rebus, irisan pepaya; Pilihan 3B: Keripik singkong dan permen] (acuan: Pilihan 3A); Set 4: [Pilihan 4A: Nasi uduk dengan bihun goreng saja; Pilihan 4B: Nasi putih, tempe orek, tumis kangkung, dan semangka] (acuan: Pilihan 4B) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru memeriksa hasil pemilihan menu sarapan bergizi seimbang dan menyimpulkan pentingnya sarapan bergizi seimbang agar tubuh bertenaga dan siap menjalani gaya hidup aktif (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil kerja murid dalam mengenali 4 menu sarapan bergizi seimbang (acuan: Set 1 = Pilihan 1A; Set 2 = Pilihan 2B; Set 3 = Pilihan 3A; Set 4 = Pilihan 4B) (5 menit).
- Guru bersama murid membuat kesimpulan singkat mengenai ciri sarapan bergizi seimbang, lalu menutup pembelajaran dengan doa penutup dan salam (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar dengan kode warna untuk tiap kelompok makanan (misal: kuning untuk karbohidrat/pokok, merah untuk lauk, hijau untuk sayur dan buah), sedangkan murid yang cepat diberikan gambar menu tanpa penanda khusus.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara bertahap dalam mengidentifikasi kelengkapan komponen pada gambar, sedangkan murid yang sudah lancar mengerjakannya secara mandiri.
- Produk: Semua murid menyelesaikan lembar kerja pilihan menu sarapan bergizi seimbang.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan belajar melalui pertanyaan respons gambar: Menentukan menu sarapan bergizi lengkap antara Gambar A (nasi putih dan kerupuk) dan Gambar B (nasi, telur dadar, bayam, pisang). Acuan jawaban benar: Gambar B karena memuat makanan pokok, lauk-pauk, sayur-mayur, dan buah-buahan.
Proses:- Pengerjaan lembar kerja pemilihan 4 set menu sarapan bergizi seimbang berbasis gambar. Acuan jawaban benar: (1) Set 1: Pilihan 1A (nasi goreng, telur, timun-tomat, pisang); (2) Set 2: Pilihan 2B (bubur ayam, telur/suwir ayam, daun bawang, jeruk); (3) Set 3: Pilihan 3A (lontong sayur labu siam, tahu, telur, pepaya); (4) Set 4: Pilihan 4B (nasi putih, tempe orek, kangkung, semangka).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan pemahaman akhir: Murid menyebutkan atau menunjukkan kembali 4 komponen menu sarapan seimbang pada gambar pilihannya (acuan: makanan pokok, lauk-pauk, sayur-mayur, dan buah-buahan).
Formatif:- Tes lisan/respons visual pada asesmen awal pendahuluan dengan memilih gambar menu lengkap
- Penilaian kinerja lembar kerja pemilihan menu sarapan bergizi seimbang pada tahap mengaplikasi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali menu sarapan bergizi seimbang melalui panduan gambar | Memilih secara tepat 1 dari 4 set menu sarapan bergizi seimbang pada lembar kerja bergambar. | Memilih secara tepat 2 dari 4 set menu sarapan bergizi seimbang pada lembar kerja bergambar (acuan: Set 1 = 1A; Set 2 = 2B; Set 3 = 3A; Set 4 = 4B). | Memilih secara tepat 3 dari 4 set menu sarapan bergizi seimbang pada lembar kerja bergambar (acuan: Set 1 = 1A; Set 2 = 2B; Set 3 = 3A; Set 4 = 4B). | Memilih secara tepat seluruh 4 dari 4 set menu sarapan bergizi seimbang pada lembar kerja bergambar secara mandiri (acuan: Set 1 = 1A; Set 2 = 2B; Set 3 = 3A; Set 4 = 4B). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media panduan gambar membantu seluruh murid mengenali menu sarapan bergizi seimbang?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas pemilihan menu bergizi seimbang?
Murid:- Apakah kamu sekarang tahu makanan apa saja yang baik untuk sarapan pagimu?
- Menu sarapan mana dari gambar hari ini yang paling ingin kamu makan besok pagi?
Pertemuan 6 — Mengenali Gaya Hidup Aktif dan Sehat melalui Pemilihan Menu Sarapan Bergizi Seimbang pada Piring Makanan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.3 Mengenali gaya hidup aktif dan sehat melalui pemilihan menu sarapan bergizi seimbang
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan media replika piring makan kosong dan menanyakan 4 komponen utama sarapan bergizi seimbang yang harus ada di atas piring (acuan jawaban benar: makanan pokok, lauk-pauk, sayur-mayur, dan buah-buahan) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan interaktif guru melalui media panduan visual 'Isi Piringku' tentang pembagian porsi sarapan seimbang pada piring: sepertiga piring makanan pokok penambah tenaga, sepertiga sayuran pelindung tubuh, seperenam lauk-pauk pembangun tubuh, dan seperenam buah-buahan pelindung tubuh (15 menit).
- Murid mengamati 4 kartu menu sarapan bertuliskan nama makanan: (1) Nasi uduk lengkap dengan telur dadar, mentimun, dan irisan pisang; (2) Donat cokelat tabur permen; (3) Bubur ayam dengan suwiran ayam, daun seledri/cakwe, dan potongan pepaya; (4) Keripik kentang balado. Murid diajak membedakan menu yang lengkap komponen piring bergizi seimbangnya dan yang tidak bergizi seimbang (acuan menu sarapan bergizi seimbang: menu 1 dan menu 3) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid secara mandiri menerima lembar bergambar piring makan bersekat 4 (makanan pokok, lauk, sayur, buah) dan 8 kartu potongan menu bergambar: nasi putih, jagung rebus, telur rebus, tahu goreng, bayam rebus, tumis buncis, pisang, dan semangka (15 menit).
- Dalam permainan tantangan 'Susun Piring Sarapanku', murid memilih dan menempelkan 4 kartu menu (1 makanan pokok, 1 lauk, 1 sayur, dan 1 buah) ke atas sekat piring makan masing-masing secara tepat (acuan kombinasi benar: memilih 1 jenis makanan pokok [nasi/jagung], 1 jenis lauk [telur/tahu], 1 jenis sayur [bayam/buncis], dan 1 jenis buah [pisang/semangka]) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali piring makan buatannya dengan panduan guru untuk mengenali apakah menu yang dipilih sudah mencakup seluruh komponen bergizi seimbang agar tubuh bertenaga dan sehat saat beraktivitas di sekolah (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali 4 komponen menu sarapan bergizi seimbang yang perlu ada di piring makan setiap pagi (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid dan menutup pembelajaran dengan salam serta doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu potongan menu bergambar dengan label warna khusus untuk tiap komponen makanan, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kartu variasi bahan pangan lokal yang lebih beragam.
- Proses: Murid yang masih kesulitan didampingi secara langsung oleh guru untuk menempatkan kartu ke sekat yang sesuai, sementara murid yang sudah mahir menyusun menu sarapannya secara mandiri.
- Produk: Semua murid menghasilkan piring makanan sarapan dengan susunan 4 komponen menu gizi seimbang yang tepat sesuai kartu yang disediakan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pelajaran: Murid diminta menyebutkan 4 komponen utama menu sarapan yang harus ada pada piring makanan bergizi seimbang (acuan jawaban: makanan pokok, lauk-pauk, sayur-mayur, dan buah-buahan).
Proses:- Pengamatan langsung ketepatan murid dalam mengelompokkan dan menempatkan 4 pilihan kartu makanan (makanan pokok, lauk, sayur, dan buah) pada piring makanan bersekat dalam lembar kerja praktik (acuan: tepat menempatkan 1 makanan pokok [nasi/jagung], 1 lauk-pauk [telur/tahu], 1 sayur-mayur [bayam/buncis], dan 1 buah-buahan [pisang/semangka] pada sekatnya masing-masing).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan: Murid diminta menunjuk dan menyebutkan nama makanan pada piring buatannya yang berperan sebagai makanan pokok, lauk, sayur, dan buah secara tepat sesuai pilihannya.
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid memilih dan menyusun kartu menu sarapan bergizi seimbang ke atas gambar piring makan bersekat
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali komponen menu sarapan bergizi seimbang pada piring makanan | Belum mampu memilih komponen menu sarapan bergizi seimbang pada piring makanan (0-1 komponen tepat dari 4 sekat komponen piring: makanan pokok, lauk-pauk, sayur, buah). | Mampu memilih sebagian kecil menu sarapan bergizi seimbang pada piring makanan (2 komponen tepat dari 4 sekat komponen piring: makanan pokok, lauk-pauk, sayur, buah) dengan bimbingan guru. | Mampu memilih menu sarapan bergizi seimbang pada piring makanan dengan menempatkan 3 sampai 4 komponen secara tepat (dari 4 sekat: makanan pokok, lauk-pauk, sayur, buah). | Mampu memilih menu sarapan bergizi seimbang pada piring makanan secara mandiri dan tepat untuk seluruh 4 komponen piring (makanan pokok, lauk-pauk, sayur-mayur, dan buah-buahan) tanpa bantuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah dapat mengenali dan memilih menu sarapan bergizi seimbang pada piring makanannya?
- Bagian kegiatan mana yang paling membantu murid memahami pentingnya variasi komponen sarapan sehat?
Murid:- Apakah piring sarapan yang kamu buat hari ini sudah lengkap ada nasi/makanan pokok, lauk, sayur, dan buah?
- Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menyusun menu sarapan sehat di piring makananmu?
Pertemuan 7 — Mengenali Situasi dan Potensi Berisiko terhadap Kesehatan dari Makanan yang Tidak Sehat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.4 Mengenali situasi dan potensi yang berisiko terhadap kesehatan dari makanan dan minuman yang tidak sehat
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memimpin doa singkat, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar: Gambar A (roti tawar berjamur kehijauan) dan Gambar B (roti tawar bersih segar), lalu meminta murid menunjuk mana yang berbahaya bagi tubuh jika dimakan beserta ciri bahayanya (acuan jawaban: Gambar A berbahaya karena berjamur/basi) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru membacakan cerita bergambar 'Didi Sakit Perut' dari Buku Siswa, menyoroti tindakan Didi yang jajan sembarangan, makan dengan tangan kotor, dan membeli makanan terbuka tanpa tutup (10 menit).
- Guru menjelaskan 4 situasi makanan yang tidak sehat beserta potensi risiko bahayanya: (1) Makanan terbuka/dihinggapi lalat berisiko kuman dan diare; (2) Makanan kedaluwarsa/berjamur berisiko keracunan dan muntah; (3) Makanan berpemanis/berpewarna mencolok berlebih berisiko batuk dan sakit tenggorokan; (4) Makanan cepat saji berlemak/bergaram tinggi berlebih berisiko perut begah dan obesitas (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid dibagi berpasangan untuk memainkan tantangan detektif 'Awas Makanan Berbahaya!' dengan memilih tanda bahaya pada 4 kartu bergambar makanan: Kartu 1 (gorengan terbuka di pinggir jalan berdebu), Kartu 2 (biskuit berjamur), Kartu 3 (permen berpemanis buatan warna mencolok), Kartu 4 (sosis kemasan robek dan kedaluwarsa) (acuan: keempatnya adalah makanan berisiko penyakit) (20 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja mencocokkan 4 situasi makanan tidak sehat dengan potensi risikonya: Situasi 1 'Roti berjamur kehijauan' -> Risiko 'Keracunan makanan'; Situasi 2 'Jajanan terbuka dihinggapi lalat' -> Risiko 'Sakit perut/diare'; Situasi 3 'Permen manis berwarna sangat mencolok' -> Risiko 'Batuk/gigi rusak'; Situasi 4 'Kemasan makanan rusak dan kedaluwarsa' -> Risiko 'Mual dan muntah' (acuan kunci: 1-Keracunan, 2-Sakit perut/diare, 3-Batuk/gigi rusak, 4-Mual dan muntah) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid memeriksa bersama hasil pencocokan lembar kerja dan murid menandai mandiri hasil kerjanya (10 menit).
- Murid merefleksikan kebiasaan memeriksa makanan sebelum dimakan dengan menyebutkan satu tindakan perlindungan diri: memeriksa kemasan, kebersihan, atau tanggal sebelum makan (acuan kriteria penerimaan: menyebutkan salah satu tindakan pencegahan bahaya makanan yang tepat) (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan konsep tentang pentingnya selalu waspada terhadap ciri-ciri fisik makanan tidak sehat (5 menit).
- Guru menutup sesi dengan menginformasikan topik pertemuan berikutnya (minuman yang tidak sehat), doa bersama, dan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, disediakan kartu bergambar dengan simbol visual silang merah pada makanan berbahaya; bagi murid yang lebih cepat, disediakan kartu situasi tambahan yang menampilkan label kedaluwarsa samar.
- Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan dipandu guru secara langsung membaca ciri-ciri gambar; murid yang mahir bekerja mandiri menyelesaikan tantangan.
- Produk: Murid boleh menunjukkan potensi risiko dengan menarik garis gambar atau menunjuk langsung kartu situasi dan risiko.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual menunjuk roti berjamur vs roti bersih (kunci acuan: murid tepat menunjuk roti berjamur sebagai makanan berbahaya karena kotor/berjamur/basi).
Proses:- Pengamatan formatif saat murid mencocokkan 4 situasi makanan tidak sehat dengan potensi risiko kesehatan pada lembar kerja (acuan kunci: Situasi 1 Roti berjamur -> Keracunan; Situasi 2 Makanan dihinggapi lalat -> Sakit perut/diare; Situasi 3 Permen pewarna mencolok -> Batuk/gigi rusak; Situasi 4 Kemasan kedaluwarsa/robek -> Mual/muntah).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/tunjuk cepat: menyebutkan 1 ciri utama makanan yang berisiko bagi tubuh (kunci acuan: menyebutkan berjamur, berlendir, terbuka dihinggapi lalat, atau kemasan rusak/kedaluwarsa).
Formatif:- Observasi unjuk kerja permainan detektif kartu makanan berisiko
- Lembar kerja memasangkan 4 situasi makanan tidak sehat dengan potensi risiko kesehatan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali situasi dan potensi berisiko makanan tidak sehat | Belum mampu mengenali situasi dan potensi risiko kesehatan dari 4 situasi makanan tidak sehat yang disajikan. | Mengenali 1-2 dari 4 situasi dan potensi risiko kesehatan dari makanan tidak sehat secara tepat sesuai acuan kunci. | Mengenali 3 dari 4 situasi dan potensi risiko kesehatan dari makanan tidak sehat secara tepat sesuai acuan kunci. | Mengenali seluruh (4 dari 4) situasi dan potensi risiko kesehatan dari makanan tidak sehat secara tepat sesuai acuan kunci secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan ciri-ciri visual makanan sehat dan makanan berisiko dengan jelas?
- Bagian kegiatan mana yang paling efektif membantu murid memahami dampak buruk makanan tidak sehat?
Murid:- Bagaimana caramu mengenali makanan yang sudah tidak boleh dimakan?
- Apa yang kamu lakukan jika melihat makananmu dihinggapi lalat atau berjamur?
Pertemuan 8 — Mengenali Situasi dan Potensi Berisiko terhadap Kesehatan dari Minuman yang Tidak Sehat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.4 Mengenali situasi dan potensi yang berisiko terhadap kesehatan dari makanan dan minuman yang tidak sehat
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, berdoa bersama, serta memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali ciri-ciri minuman tidak sehat dan situasi atau potensi risiko kesehatannya bagi tubuh kita (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar minuman (Gambar A: segelas air putih segar; Gambar B: segelas minuman bersoda dengan es dan warna pekat) lalu bertanya: 'Manakah dari dua minuman ini yang berisiko menimbulkan masalah kesehatan bila diminum berlebihan setiap hari?' (Acuan jawaban benar: Gambar B/minuman bersoda berisiko menimbulkan masalah kesehatan seperti sakit gigi, batuk, dan obesitas/kegemukan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru berbantu media visual mengenai 3 ciri utama minuman yang tidak sehat: (1) Mengandung gula sangat tinggi atau pemanis buatan berlebih, (2) Menggunakan pewarna buatan yang sangat mencolok/tidak aman, dan (3) Mengandung soda atau bahan pengawet berlebih (10 menit).
- Murid bersama guru mencermati 3 potensi risiko kesehatan dari konsumsi minuman tidak sehat tersebut: (1) Gigi berlubang/rusak, (2) Sakit perut atau diare akibat pemanis/pewarna tidak higienis, dan (3) Kegemukan/diabetes sejak dini serta batuk (10 menit).
- Murid mencermati 3 contoh situasi berisiko terkait minuman: Situasi 1: Membeli es sirup berwarna mencolok tanpa penutup di pinggir jalan berdebu; Situasi 2: Meminum minuman soda dingin setiap hari saat haus; Situasi 3: Membeli minuman kemasan yang botolnya sudah menggembung atau lewat tanggal kedaluwarsa (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru memandu permainan interaktif 'Detektif Minuman Sehat vs Tidak Sehat': Guru membacakan secara berurutan 4 kartu skenario minuman, lalu murid merespons dengan mengangkat kartu jempol ke bawah jika minuman berisiko tidak sehat atau jempol ke atas jika sehat. Daftar 4 skenario: (1) Minum air putih hangat setelah berolahraga (Acuan: Sehat/Jempol ke atas), (2) Minum minuman bersoda ukuran besar setiap jam istirahat (Acuan: Tidak sehat/Jempol ke bawah), (3) Minum es teh manis dengan tambahan 5 sendok gula pasir (Acuan: Tidak sehat/Jempol ke bawah), (4) Minum jus buah segar tanpa tambahan pemanis buatan (Acuan: Sehat/Jempol ke atas) (15 menit).
- Murid menerima Lembar Kerja Pasangan Risiko yang berisi 4 kartu situasi/jenis minuman dan 4 kartu potensi risiko kesehatan untuk dipasangkan secara mandiri. Isi 4 butir: Butir 1: Minuman bersoda pekat -> Pasangan risiko: Merusak lapisan gigi dan memicu kegemukan; Butir 2: Minuman berwarna merah menyala tak bertutup di pinggir jalan berdebu -> Pasangan risiko: Sakit perut, diare, dan infeksi kuman; Butir 3: Susu kotak yang kemasannya telah kembung dan basi -> Pasangan risiko: Keracunan dan muntah; Butir 4: Minuman serbuk dengan pemanis buatan berlebih yang diminum terus-menerus -> Pasangan risiko: Batuk, radang tenggorokan, dan memberatkan ginjal (Acuan kunci: pasangan 1-4 sesuai pernyataan di atas) (10 menit).
- Guru berkeliling mengamati pengerjaan lembar kerja, memeriksa ketepatan identifikasi murid, dan memberikan bimbingan langsung kepada murid yang masih keliru membedakan risiko (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara bergantian menunjukkan hasil pasangannya dan menyebutkan satu tindakan aman ketika menemukan situasi minuman yang berisiko tidak sehat (Acuan: menolak meminumnya dan memilih minum air putih) (10 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap kesadaran murid dalam menjaga kesehatan organ tubuh dengan bijak memilih minuman sehari-hari (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini mengenai ciri minuman tidak sehat dan risiko yang ditimbulkannya bagi tubuh (5 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut pesan pembiasaan untuk selalu mengutamakan air putih dan menghindari minuman berpemanis pekat atau bersoda di kantin/luar sekolah, serta menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja bergambar konkret dengan simbol visual risiko (seperti gambar gigi rusak, perut sakit), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kartu skenario teks deskriptif.
- Proses: Murid yang memerlukan scaffolding didampingi guru dengan panduan pertanyaan terarah untuk mengenali ciri minuman, sedangkan murid yang sudah mahir mengerjakan identifikasi 4 pasangan risiko secara mandiri.
- Produk: Bentuk penunjukan bukti mengenali risiko dapat berupa garis jodoh bergambar maupun melingkari tanda centang/silang pada lembar kerja sesuai kesiapan motorik murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik cepat mengenali potensi risiko minuman tidak sehat dengan memilih antara Gambar A (air putih segar) dan Gambar B (minuman bersoda pekat). Acuan jawaban benar: Gambar B berisiko menimbulkan gangguan kesehatan (gigi berlubang, batuk, kegemukan) bila dikonsumsi berlebihan.
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengerjaan 4 butir Lembar Kerja Pasangan Risiko mengenali situasi minuman tidak sehat dan potensi risikonya. Daftar 4 target: (1) Minuman bersoda pekat berpasangan dengan risiko merusak lapisan gigi dan kegemukan; (2) Minuman berwarna menyala di pinggir jalan berdebu berpasangan dengan risiko sakit perut/diare; (3) Susu kemasan kembung/basi berpasangan dengan risiko keracunan/muntah; (4) Minuman pemanis buatan berlebih terus-menerus berpasangan dengan risiko batuk/radang tenggorokan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/tunjuk jari singkat pada akhir pembelajaran: Menentukan 1 pilihan aman bila disodori minuman bersoda warna-warni (Acuan respon tepat: Menolak meminumnya/tidak meminumnya dan memilih minum air putih).
Formatif:- Observasi respon murid dalam permainan interaktif 'Detektif Minuman Sehat vs Tidak Sehat' menggunakan kartu jempol
- Penilaian kinerja pengerjaan Lembar Kerja Pasangan Risiko mengenali 4 situasi/jenis minuman tidak sehat beserta risiko kesehatannya
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali situasi dan potensi risiko minuman tidak sehat | Belum mampu mengenali situasi dan potensi risiko kesehatan dari 4 minuman tidak sehat yang disajikan (0-1 butir tepat). | Mampu mengenali situasi dan potensi risiko kesehatan dari 2 butir minuman tidak sehat dengan bantuan petunjuk guru. | Mampu mengenali situasi dan potensi risiko kesehatan dari minimal 3 sampai 4 butir minuman tidak sehat secara tepat (Acuan: bersoda -> gigi rusak/gemuk; warna menyala terbuka -> sakit perut/diare; kemasan kembung -> keracunan/muntah; pemanis buatan berlebih -> batuk/radang). | Mampu mengenali secara tepat seluruh (4 butir) situasi dan potensi risiko kesehatan dari minuman tidak sehat secara mandiri dan konsisten tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas bermain peran 'Detektif Minuman' berhasil membantu seluruh murid mengenali risiko minuman berpemanis pekat/bersoda?
- Bagaimana respons murid terhadap diferensiasi visual yang disediakan pada lembar kerja identifikasi risiko?
Murid:- Minuman apa saja yang sekarang kamu tahu bisa membuat gigimu sakit atau perutmu mulas bila sering diminum?
- Apa minuman terbaik yang akan kamu pilih setiap kali merasa haus di sekolah?
Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.1 Mengenali manfaat komponen makanan bergizi seimbang berupa makanan pokok dan lauk-pauk bagi tubuh
- TP 2.4.2 Mengenali manfaat komponen makanan bergizi seimbang berupa sayur-mayur dan buah-buahan bagi tubuh
- TP 2.4.3 Mengenali gaya hidup aktif dan sehat melalui pemilihan menu sarapan bergizi seimbang
- TP 2.4.4 Mengenali situasi dan potensi yang berisiko terhadap kesehatan dari makanan dan minuman yang tidak sehat
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan salam, mengecek kehadiran murid, dan mengondisikan tempat duduk individual yang tertib dan nyaman (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-9, yaitu asesmen sumatif bab untuk menunjukkan pemahaman mengenai manfaat komponen makanan bergizi seimbang, menu sarapan sehat, serta identifikasi makanan dan minuman berisiko bagi kesehatan (4 menit).
- Guru memberikan arahan tentang tata tertib pengerjaan secara mandiri, jujur, teliti, dan tidak saling mencontek (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Kerja Bagian 1 dan membacakan petunjuk pengerjaan tugas menjodohkan gambar komponen makanan dengan fungsinya bagi tubuh secara jelas (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan secara mandiri Tugas 1: menjodohkan 4 gambar komponen makanan dengan fungsi tubuhnya (durasi 45 menit). Rincian butir soal dan kunci jawaban: (1) Gambar sebakul Nasi dijodohkan ke kartu 'Pemberi tenaga untuk bergerak/belajar' (Zat Tenaga); (2) Gambar sepotong Ikan dan Tempe dijodohkan ke kartu 'Pembangun tubuh agar tumbuh kuat dan besar' (Zat Pembangun); (3) Gambar Sayur Bayam dan Wortel dijodohkan ke kartu 'Pelindung tubuh dari penyakit' (Zat Pelindung); (4) Gambar Buah Pepaya dan Pisang dijodohkan ke kartu 'Pelindung tubuh dari penyakit' (Zat Pelindung) (45 menit).
- Guru mengumpulkan lembar Tugas 1, membagikan Lembar Kerja Bagian 2, serta menjelaskan petunjuk pengerjaan memilih menu sarapan seimbang pada piring Isi Piringku dan melingkari makanan/minuman berisiko (5 menit).
- Murid mengerjakan secara mandiri Tugas 2: penugasan visual berbasis gambar pada piring Isi Piringku dan identifikasi risiko (durasi 30 menit). Rincian tugas dan kunci jawaban: (a) Memilih dan menempelkan 4 gambar menu sarapan seimbang pada porsi piring Isi Piringku: Nasi/Roti pada porsi 1/3 makanan pokok, Ikan/Telur pada porsi 1/6 lauk-pauk, Sayur Bening/Bayam pada porsi 1/3 sayuran, dan Pisang/Jeruk pada porsi 1/6 buah-buahan; (b) Mengidentifikasi dan melingkari 4 dari 8 pilihan gambar makanan/minuman yang tidak sehat atau berisiko bagi kesehatan: [1] Minuman sirup sangat manis/pewarna mencolok (berisiko batuk/diabetes), [2] Makanan kemasan kadaluarsa/lewat tanggal batas (berisiko keracunan/diare), [3] Gorengan terbuka yang dihinggapi lalat/berdebu (berisiko sakit perut), [4] Jajanan berkuah yang diberi saus berpemanis/pewarna buatan berlebih (berisiko muntah/mual) — murid TIDAK melingkari 4 gambar sehat pembanding: Air putih, Apel segar, Nasi putih hangat, dan Sup sayur (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid melakukan hening sejenak untuk memeriksa kelengkapan identitas diri dan nomor pada lembar kerja masing-masing sebelum dikumpulkan ke meja guru (5 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja asesmen sumatif murid secara tertib (2 menit).
- Guru bersama murid melakukan refleksi singkat mengenai pengalaman belajar sepanjang Bab 4 (Pilih Makanan Sehatmu) dan pentingnya menerapkan kebiasaan makan bergizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari (2 menit).
- Guru mengapresiasi kejujuran dan kemandirian murid selama mengerjakan asesmen sumatif, lalu menutup kegiatan dengan doa dan salam penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Konten asesmen sumatif seragam berbasis stimulus visual gambar yang jelas sesuai ACUAN SUMATIF ATP.
- Proses: Akomodasi akses berupa pembacaan teks petunjuk soal secara lisan bagi murid yang belum lancar membaca, tanpa memberitahukan kunci jawaban.
- Produk: Produk akhir berupa lembar kerja bergambar individual seragam yang telah diberi tanda jodoh, tempelan menu piring, dan lingkaran pada makanan/minuman berisiko.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan asesmen sumatif melalui pertanyaan lisan singkat untuk memastikan seluruh murid memahami instruksi visual: 'Siapa yang sudah siap mengenali mana makanan sehat di piring dan mana makanan yang membuat sakit perut?'
Proses:- Pemantauan kemandirian murid dan kepatuhan terhadap instruksi pengerjaan lembar kerja sumatif tanpa bantuan rekan sebaya.
Sumatif Bab:- penugasan visual dan tes tertulis berbasis gambar: lembar kerja bergambar berisi pengelompokan menu sarapan seimbang, identifikasi makanan berisiko, serta penjodohan gambar komponen makanan (makanan pokok, lauk-pauk, sayur-mayur, buah-buahan) dengan manfaatnya bagi tubuh
- tes tertulis berbasis gambar: lembar kerja murid berisi aktivitas menjodohkan gambar makanan pokok, lauk-pauk, sayur-mayur, dan buah-buahan dengan simbol/kartu keterangan fungsinya bagi tubuh (tenaga, pembangun, pelindung tubuh), dikerjakan serentak oleh seluruh murid dengan penskoran individual (50 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penilaian lembar kerja)
- penugasan visual berbasis gambar: lembar kerja murid berisi aktivitas menempel/menandai pilihan menu sarapan bergizi seimbang pada piring panduan Isi Piringku serta melingkari gambar makanan/minuman yang tidak sehat atau berisiko bagi kesehatan, dikerjakan serentak oleh seluruh murid dengan penskoran individual (55 menit; individual; instrumen: lembar ceklis ketepatan identifikasi visual dan pedoman penskoran)
Sumatif:- penugasan visual dan tes tertulis berbasis gambar: lembar kerja bergambar berisi pengelompokan menu sarapan seimbang, identifikasi makanan berisiko, serta penjodohan gambar komponen makanan (makanan pokok, lauk-pauk, sayur-mayur, buah-buahan) dengan manfaatnya bagi tubuh
- tes tertulis berbasis gambar: lembar kerja murid berisi aktivitas menjodohkan gambar makanan pokok, lauk-pauk, sayur-mayur, dan buah-buahan dengan simbol/kartu keterangan fungsinya bagi tubuh (tenaga, pembangun, pelindung tubuh), dikerjakan serentak oleh seluruh murid dengan penskoran individual (50 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penilaian lembar kerja)
- penugasan visual berbasis gambar: lembar kerja murid berisi aktivitas menempel/menandai pilihan menu sarapan bergizi seimbang pada piring panduan Isi Piringku serta melingkari gambar makanan/minuman yang tidak sehat atau berisiko bagi kesehatan, dikerjakan serentak oleh seluruh murid dengan penskoran individual (55 menit; individual; instrumen: lembar ceklis ketepatan identifikasi visual dan pedoman penskoran)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali Manfaat Komponen Makanan Pokok dan Lauk-Pauk (TP 2.4.1) | Belum tepat menjodohkan gambar makanan pokok (nasi) dan lauk-pauk (ikan/tempe) dengan fungsinya bagi tubuh (0 butir tepat). | Tepat menjodohkan 1 dari 2 gambar komponen makanan (makanan pokok sebagai zat tenaga ATAU lauk-pauk sebagai zat pembangun). | Tepat menjodohkan 2 dari 2 gambar komponen makanan: makanan pokok (nasi -> tenaga) dan lauk-pauk (ikan/tempe -> pembangun tubuh) dengan sedikit keraguan. | Tepat menjodohkan seluruh 2 gambar komponen makanan: makanan pokok (nasi -> tenaga) dan lauk-pauk (ikan/tempe -> pembangun tubuh) secara cepat, tepat, dan mandiri. | | Mengenali Manfaat Komponen Sayur-Mayur dan Buah-Buahan (TP 2.4.2) | Belum tepat menjodohkan gambar sayur-mayur (bayam/wortel) dan buah-buahan (pepaya/pisang) dengan fungsinya bagi tubuh (0 butir tepat). | Tepat menjodohkan 1 dari 2 gambar komponen makanan (sayur-mayur ATAU buah-buahan sebagai zat pelindung tubuh dari penyakit). | Tepat menjodohkan 2 dari 2 gambar komponen makanan: sayur-mayur dan buah-buahan sebagai pelindung tubuh dari penyakit sesuai kunci acuan. | Tepat menjodohkan seluruh 2 gambar komponen makanan: sayur-mayur dan buah-buahan sebagai pelindung tubuh dari penyakit secara mandiri dan konsisten. | | Mengenali Gaya Hidup Aktif dan Sehat melalui Pemilihan Menu Sarapan (TP 2.4.3) | Belum tepat menempatkan pilihan menu sarapan bergizi seimbang pada piring panduan Isi Piringku (hanya 0-1 komponen tepat). | Tepat menempatkan 2 dari 4 komponen menu sarapan seimbang pada piring panduan Isi Piringku (acuan: nasi/roti, ikan/telur, sayur bayam, pisang/jeruk). | Tepat menempatkan 3 dari 4 komponen menu sarapan seimbang pada piring panduan Isi Piringku sesuai proporsi yang ditentukan. | Tepat menempatkan seluruh 4 komponen menu sarapan seimbang pada piring panduan Isi Piringku (1/3 makanan pokok, 1/6 lauk-pauk, 1/3 sayuran, 1/6 buah-buahan) secara lengkap dan mandiri. | | Mengenali Situasi dan Potensi Berisiko dari Makanan dan Minuman Tidak Sehat (TP 2.4.4) | Belum mampu mengidentifikasi makanan dan minuman berisiko (hanya melingkari 0-1 gambar yang tepat). | Tepat melingkari 2 dari 4 gambar makanan/minuman berisiko bagi kesehatan (acuan: minuman sangat manis/pewarna, makanan kadaluarsa, gorengan berdebu/lalat, jajanan saus berpemanis buatan). | Tepat melingkari 3 dari 4 gambar makanan/minuman berisiko bagi kesehatan serta tidak menandai makanan sehat. | Tepat melingkari seluruh 4 gambar makanan/minuman berisiko bagi kesehatan secara tepat tanpa menandai gambar makanan sehat pembanding. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah petunjuk visual pada instrumen sumatif dapat dipahami murid Fase A secara mandiri?
- Bagian capaian mana (manfaat komponen makanan, sarapan seimbang, atau risiko makanan tidak sehat) yang masih banyak mengalami kekeliruan murid?
Murid:- Tugas nomor berapa yang paling mudah kamu kerjakan hari ini?
- Apakah kamu sekarang sudah bisa memilih sendiri makanan yang sehat untuk sarapan di rumah?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas II, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022
- Buku Panduan Siswa PJOK SD/MI Kelas II, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022
- Poster atau kartu gambar 'Isi Piringku' (makanan pokok: nasi, singkong, jagung, roti, kentang)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2022)
- Buku Siswa PJOK Kelas II SD/MI Bab 4 (Kemendikbudristek, 2022)
- Kartu bergambar aneka lauk-pauk (ikan, telur, tahu, tempe) dan benda bukan makanan
- Lembar Kerja Aktivitas Siswa: Pasang Lauk dan Manfaatnya
- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas II
- Buku Siswa PJOK Kelas II Bab 4
- Gambar panduan Isi Piringku Kementerian Kesehatan RI
- Kartu gambar sayuran (bayam, wortel, kangkung) dan kartu simbol manfaat tubuh
- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas II, Kemendikbudristek 2024
- Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas II, Kemendikbudristek 2024 (Bab 4: Pilih Makanan Sehatmu)
- Gambar/Poster Isi Piringku Kementerian Kesehatan RI
- Kartu bergambar buah-buahan (Jeruk, Pepaya, Pisang, Apel) dan keranjang bermain
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa PJOK Kelas II SD/MI Bab 4 'Pilih Makanan Sehatmu'
- Poster dan Kartu Bergambar Menu Sarapan Sehat Gizi Seimbang
- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas II, Kemendikbudristek 2021
- Buku Siswa PJOK Kelas II, Kemendikbudristek 2021
- Media poster panduan 'Isi Piringku'
- Lembar kerja gambar piring makan bersekat empat
- Kartu menu sarapan bergambar (nasi putih, jagung, telur rebus, tahu, bayam, buncis, pisang, semangka)
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas II Kemendikbudristek
- Buku Siswa PJOK Kelas II Kemendikbudristek Bab 4
- Kartu gambar situasi makanan (gorengan terbuka, roti berjamur, jajanan warna mencolok, kemasan rusak)
- Lembar kerja siswa 'Situasi dan Risiko Makanan Tidak Sehat'
- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas II, Kemendikbudristek
- Buku Panduan Siswa PJOK Kelas II, Kemendikbudristek (Bab 4: Pilih Makanan Sehatmu)
- Gambar/foto variasi minuman (air putih, jus, minuman bersoda, minuman berwarna mencolok, kemasan kembung)
- Kartu respons jempol dan Lembar Kerja Pasangan Risiko
- Buku Panduan Guru PJOK untuk SD/MI Kelas II, Kemendikbudristek 2021 (Bab 4: Pilih Makanan Sehatmu)
- Buku Siswa PJOK untuk SD/MI Kelas II, Kemendikbudristek 2021 (Bab 4: Pilih Makanan Sehatmu)
- Lembar Asesmen Sumatif Bagian 1 (Menjodohkan Komponen Makanan & Fungsi Zat Gizi)
- Lembar Asesmen Sumatif Bagian 2 (Pemilihan Menu Isi Piringku & Identifikasi Makanan Berisiko)
- Alat tulis, lem kertas/stiker gambar makanan untuk asesmen visual
|