Modul AjarPertemuan 7Bab 3Fase ASemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 2: Asesmen Sumatif Bab 3: Sehatkan Badanmu! — Kecepatan, Kelentukan, dan Keseimbangan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 2 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 3: Sehatkan Badanmu! — Kecepatan, Kelentukan, dan Keseimbangan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 2: Asesmen Sumatif Bab 3: Sehatkan Badanmu! — Kecepatan, Kelentukan, dan Keseimbangan

PJOK - Kelas 2

Bab 3 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 3: Sehatkan Badanmu! — Kecepatan, Kelentukan, dan Keseimbangan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikAsesmen Sumatif Bab 3: Sehatkan Badanmu! — Kecepatan, Kelentukan, dan Keseimbangan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan kemampuan gerak kecepatan, kelentukan, dan keseimbangan melalui rangkaian aktivitas unjuk kerja sebagai bukti ketercapaian tujuan pembelajaran Bab 3.
  2. Murid dapat menerapkan perilaku fair play dan strategi kolaborasi selama pelaksanaan asesmen sumatif praktik gerak kebugaran tubuh.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana perasaanmu saat akan menunjukkan hasil latihan kecepatan, kelentukan, dan keseimbangan yang sudah kamu pelajari?
  2. Apa yang akan kamu lakukan agar teman-temanmu juga berhasil menyelesaikan asesmen dengan baik?
  3. Mengapa kita perlu jujur dan menghargai teman saat melakukan unjuk kerja?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kesiapan fisik dan mental murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menunjukkan kemampuan gerak kecepatan, kelentukan, dan keseimbangan melalui asesmen sumatif.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan semangat dan kesadaran murid tentang pentingnya kejujuran, kerja sama, dan menghargai teman.
  • Guru memimpin pemanasan ringan: joging di tempat, peregangan lengan, leher, kaki, dan gerakan dinamis selama 5-7 menit.
  • Guru menjelaskan aturan pelaksanaan asesmen: murid akan melakukan 3 pos aktivitas (kecepatan, kelentukan, keseimbangan) secara bergantian, dengan sikap jujur, saling mendukung, dan menaati aturan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengingatkan kembali gerakan-gerakan yang sudah dipelajari di Bab 3: lari cepat, lompat tali (kecepatan); sikap kayang, cium lutut, cobra (kelentukan); sikap bangau, pesawat terbang, berjalan di atas garis (keseimbangan).
  • Guru mendemonstrasikan ulang setiap gerakan secara singkat sebagai pengingat, sambil menekankan kriteria keberhasilan (misalnya: lari cepat sampai garis finish, sikap kayang ditahan 5 detik, sikap bangau 10 detik tanpa jatuh).
  • Guru menjelaskan tata cara pelaksanaan asesmen: murid dibagi dalam kelompok kecil (3-4 orang), setiap kelompok akan bergiliran di 3 pos aktivitas, setiap pos dinilai oleh guru atau teman sejawat menggunakan lembar observasi sederhana.
  • Guru menegaskan pentingnya perilaku fair play: tidak curang, mengakui jika gagal, memuji teman yang berhasil, dan membantu teman yang kesulitan dengan memberikan semangat.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (3-4 orang per kelompok).
  • Setiap kelompok bergiliran mengunjungi 3 pos aktivitas dengan durasi masing-masing 10-12 menit per pos.
  • Pos 1 - Kecepatan: murid melakukan lari cepat sejauh 20 meter atau lompat tali 20 kali berturut-turut. Guru atau teman mengamati kecepatan dan kelancaran gerakan.
  • Pos 2 - Kelentukan: murid memilih dan menampilkan 2 gerakan kelentukan (misalnya sikap kayang dan cium lutut) dengan durasi/intensitas yang sudah ditentukan. Guru mengamati keluwesan dan ketahanan posisi.
  • Pos 3 - Keseimbangan: murid melakukan 2 gerakan keseimbangan (misalnya sikap bangau dan berjalan di atas garis lurus 3 meter). Guru mengamati stabilitas tubuh dan durasi mempertahankan posisi.
  • Selama pelaksanaan asesmen, guru berkeliling memberikan umpan balik langsung, mencatat hasil observasi, dan memastikan setiap murid menunjukkan perilaku fair play dan kolaborasi (memberikan semangat kepada teman, jujur dalam pelaksanaan, menaati aturan).
  • Teman sekelompok saling mengamati dan memberikan dukungan verbal (misalnya: 'Ayo, kamu bisa!' atau 'Bagus, gerakan kayang-mu sudah rapi!').

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua kelompok menyelesaikan 3 pos, murid berkumpul kembali dan duduk melingkar.
  • Guru memfasilitasi refleksi dengan mengajukan pertanyaan: 'Gerakan mana yang menurutmu paling mudah? Mana yang paling sulit? Mengapa?'
  • Guru menanyakan: 'Bagaimana perasaanmu saat melakukan asesmen? Apakah kamu merasa didukung oleh teman-temanmu?'
  • Murid secara sukarela berbagi pengalaman dan perasaan mereka, termasuk tantangan yang dihadapi dan cara mereka mengatasinya.
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas usaha, kejujuran, dan sikap saling mendukung yang ditunjukkan.
  • Guru menyampaikan umpan balik umum tentang capaian kelas secara keseluruhan dan area yang perlu ditingkatkan.

Penutup:

  • Guru memimpin pendinginan: peregangan statis untuk semua anggota tubuh, pernapasan dalam, dan relaksasi ringan selama 3-5 menit.
  • Guru mengajak murid merefleksikan pembelajaran: 'Apa yang sudah kamu pelajari hari ini tentang dirimu sendiri dan tentang bekerja sama dengan teman?'
  • Guru menyampaikan apresiasi atas kerja keras, kejujuran, dan semangat kolaborasi yang ditunjukkan murid selama asesmen.
  • Guru mengingatkan pentingnya terus berlatih dan menjaga kesehatan tubuh dengan berolahraga dan pola hidup sehat.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Guru menyediakan variasi gerakan dengan tingkat kesulitan berbeda: murid yang masih kesulitan boleh memilih gerakan yang lebih sederhana (misalnya sikap cobra menggantikan sikap kayang), sedangkan murid yang sudah mahir dapat mencoba gerakan dengan durasi lebih lama atau tingkat kesulitan lebih tinggi.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan mendapat pendampingan lebih intensif dari guru atau teman tutor sebaya selama pelaksanaan asesmen. Murid yang cepat menyelesaikan tugas dapat membantu teman lain atau mencoba variasi gerakan tambahan.
  • Produk: Murid yang sudah mencapai KKTP dapat diminta mendemonstrasikan gerakan tambahan atau menciptakan kombinasi gerakan sendiri sebagai pengayaan. Murid yang belum mencapai KKTP mendapat kesempatan perbaikan dengan bimbingan guru di waktu lain.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan kepada murid: 'Siapa yang masih ingat gerakan-gerakan yang sudah kita pelajari di Bab 3? Coba sebutkan!'
  • Guru mengamati kesiapan fisik dan mental murid selama pemanasan: apakah mereka melakukan gerakan peregangan dengan benar dan antusias.
  • Guru menanyakan apakah ada murid yang merasa sakit atau tidak fit untuk melakukan aktivitas fisik hari ini.

Proses:

  • Observasi langsung oleh guru di setiap pos aktivitas: mencatat kecepatan, kelentukan, keseimbangan, serta sikap murid menggunakan lembar observasi.
  • Guru memberikan umpan balik korektif segera jika ada gerakan yang kurang tepat atau sikap yang tidak sesuai dengan fair play.
  • Teman sekelompok saling mengamati dan memberikan dukungan, guru mencatat interaksi positif antar murid sebagai bukti kolaborasi.
  • Guru mencatat murid yang menunjukkan kemajuan signifikan atau yang masih memerlukan dukungan tambahan untuk tindak lanjut.

Akhir:

  • Penilaian unjuk kerja praktik di 3 pos aktivitas (kecepatan, kelentukan, keseimbangan) menggunakan rubrik dengan kriteria: teknik gerakan, ketahanan/durasi, dan kelancaran.
  • Penilaian sikap: observasi perilaku fair play (jujur, menghargai teman, menaati aturan) dan kolaborasi (memberikan dukungan, berkomunikasi efektif, berpartisipasi aktif) menggunakan rubrik sikap.
  • Refleksi lisan: guru mendengarkan dan mencatat respons murid saat sesi refleksi sebagai bukti kesadaran diri dan pemahaman mereka tentang pembelajaran.
  • Dokumentasi: guru dapat mengambil foto atau video (dengan izin) sebagai portofolio bukti capaian murid.

Formatif:

  • Observasi selama pelaksanaan asesmen di setiap pos: guru mencatat kemampuan gerak, sikap fair play, dan kolaborasi murid menggunakan lembar observasi.
  • Umpan balik langsung dari guru kepada murid selama pelaksanaan gerakan di setiap pos.
  • Peer assessment: teman sekelompok memberikan apresiasi verbal dan mencatat keberhasilan teman mereka.

Sumatif:

  • Unjuk kerja praktik: murid menampilkan gerakan kecepatan, kelentukan, dan keseimbangan di 3 pos aktivitas yang dinilai menggunakan rubrik dengan 4 level capaian.
  • Observasi sikap: penilaian perilaku fair play dan kolaborasi selama pelaksanaan asesmen menggunakan rubrik sikap.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Gerakan KecepatanMurid kesulitan melakukan gerakan lari cepat atau lompat tali, tidak mencapai target jarak/jumlah yang ditentukan, gerakan lambat dan kurang koordinasi.Murid dapat melakukan gerakan lari cepat atau lompat tali namun belum mencapai target penuh, gerakan masih tersendat atau kurang lancar.Murid dapat melakukan gerakan lari cepat atau lompat tali sesuai target jarak/jumlah yang ditentukan dengan gerakan yang cukup lancar.Murid dapat melakukan gerakan lari cepat atau lompat tali melebihi target yang ditentukan dengan gerakan sangat lancar, cepat, dan koordinasi yang baik.
Gerakan KelentukanMurid kesulitan melakukan gerakan kelentukan (kayang, cium lutut, cobra), tidak dapat mempertahankan posisi, atau posisi tubuh sangat kaku.Murid dapat melakukan gerakan kelentukan namun posisi belum sempurna dan hanya dapat bertahan kurang dari 3 detik.Murid dapat melakukan gerakan kelentukan dengan posisi yang cukup baik dan dapat bertahan 3-5 detik.Murid dapat melakukan gerakan kelentukan dengan posisi sempurna, luwes, dan dapat bertahan lebih dari 5 detik dengan stabil.
Gerakan KeseimbanganMurid tidak dapat melakukan gerakan keseimbangan (bangau, pesawat terbang, berjalan di atas garis), sering jatuh atau kehilangan keseimbangan dalam 2 detik pertama.Murid dapat melakukan gerakan keseimbangan namun hanya bertahan 2-5 detik dan masih goyang atau sering kehilangan keseimbangan.Murid dapat melakukan gerakan keseimbangan dengan stabil selama 5-10 detik, kadang masih sedikit goyang namun dapat mengendalikan tubuh.Murid dapat melakukan gerakan keseimbangan dengan sangat stabil lebih dari 10 detik, tubuh terkendali penuh, dan hampir tidak ada goyangan.
Perilaku Fair PlayMurid belum menunjukkan sikap jujur (masih mencoba curang), tidak menghargai teman (mengejek atau acuh), tidak menaati aturan permainan.Murid mulai menunjukkan sikap jujur dan menghargai teman namun masih perlu diingatkan, kadang belum konsisten menaati aturan.Murid menunjukkan sikap jujur, menghargai teman, dan menaati aturan dengan baik selama sebagian besar kegiatan.Murid secara konsisten menunjukkan sikap jujur, menghargai teman (memberi pujian, mengakui kehebatan lawan), dan menaati aturan tanpa diingatkan.
KolaborasiMurid tidak berpartisipasi aktif dalam kelompok, tidak memberikan dukungan kepada teman, tidak berkomunikasi dengan teman.Murid mulai berpartisipasi dalam kelompok namun jarang memberikan dukungan atau berkomunikasi dengan teman, peran dalam kelompok masih pasif.Murid berpartisipasi aktif dalam kelompok, memberikan dukungan verbal kepada teman, dan berkomunikasi dengan cukup baik.Murid sangat aktif dalam kelompok, selalu memberikan semangat dan dukungan kepada teman, berkomunikasi efektif, dan berbagi peran dengan baik dalam tim.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil menunjukkan kemampuan gerak kecepatan, kelentukan, dan keseimbangan sesuai KKTP yang telah ditetapkan?
  • Bagaimana sikap fair play dan kolaborasi murid selama pelaksanaan asesmen? Apakah ada murid yang masih perlu bimbingan khusus?
  • Apakah asesmen yang dilakukan sudah selaras dengan tujuan pembelajaran dan memberikan bukti capaian yang valid?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan asesmen sumatif ini agar lebih efektif dan bermakna bagi murid?
  • Bagaimana saya dapat memberikan tindak lanjut yang tepat bagi murid yang sudah mencapai KKTP (pengayaan) dan yang belum mencapai KKTP (remediasi)?

Refleksi Murid:

  • Gerakan mana yang menurutmu paling mudah? Mana yang paling sulit? Mengapa?
  • Bagaimana perasaanmu saat melakukan asesmen hari ini?
  • Apakah kamu merasa didukung oleh teman-temanmu? Apa yang mereka lakukan untuk membantumu?
  • Apa yang sudah kamu lakukan dengan baik hari ini? Apa yang masih ingin kamu perbaiki?
  • Mengapa penting untuk jujur dan menghargai teman saat berolahraga bersama?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2024)
  2. Buku Guru: Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2024)
  3. Lapangan atau halaman sekolah yang aman dan luas
  4. Kapur atau lakban untuk membuat garis lurus dan garis finish
  5. Tali skipping/lompat tali (10-15 buah)
  6. Matras atau alas untuk gerakan kelentukan (jika tersedia)
  7. Peluit
  8. Lembar observasi dan rubrik penilaian
  9. Papan tulis atau flipchart untuk mencatat hasil
  10. Alat dokumentasi (kamera/smartphone) untuk portofolio (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.