MODUL AJAR PJOK — Kelas 2 (Fase A) Topik: Permainan untuk Melatih Keseimbangan Statis: Sikap Huruf V, Sikap Bangau, dan Sikap Pesawat Terbang INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Permainan untuk Melatih Keseimbangan Statis: Sikap Huruf V, Sikap Bangau, dan Sikap Pesawat Terbang |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat mempraktikkan gerak keseimbangan statis melalui Sikap Huruf V, Sikap Bangau, dan Sikap Pesawat Terbang dengan kontrol tubuh yang benar.
- Murid dapat mengenali manfaat latihan keseimbangan statis bagi kesehatan dan aktivitas sehari-hari sebagai bagian dari gaya hidup aktif.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian melihat burung bangau berdiri dengan satu kaki? Mengapa bangau bisa berdiri tanpa terjatuh?
- Apa yang terjadi jika tubuh kita tidak seimbang saat berjalan atau berlari?
- Bagaimana cara kita menjaga tubuh agar tidak terjatuh saat berdiri dengan satu kaki?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama.
- Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid.
- Asesmen Awal: Guru meminta murid berdiri dengan satu kaki selama beberapa detik untuk mengukur kemampuan keseimbangan awal mereka.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: belajar gerakan keseimbangan statis dan mengenali manfaatnya.
- Guru melontarkan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian melihat burung bangau berdiri dengan satu kaki? Mengapa bangau tidak terjatuh?'
- Guru memimpin pemanasan: peregangan leher, lengan, pinggang, dan kaki selama 5 menit untuk mempersiapkan tubuh.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan konsep keseimbangan statis: kemampuan tubuh menjaga posisi tetap tanpa terjatuh.
- Guru menunjukkan gambar burung bangau, pesawat terbang, dan huruf V, lalu menghubungkannya dengan gerakan yang akan dipelajari.
- Guru bertanya: 'Bagian tubuh mana yang menjadi tumpuan saat kita berdiri dengan satu kaki?'
- Guru mendemonstrasikan ketiga gerakan (Sikap Bangau, Sikap Pesawat Terbang, Sikap Huruf V) secara perlahan sambil menjelaskan setiap langkah.
- Murid mengamati dengan saksama dan diminta menyebutkan bagian tubuh yang menjadi tumpuan pada setiap gerakan.
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Aktivitas 1 - Sikap Bangau: Murid berdiri tegak, lalu mengangkat satu kaki setinggi lutut dan menahan posisi selama 5 hitungan. Bergantian kaki kiri dan kanan. Tantangan: melakukan dengan mata tertutup.
- Guru membimbing murid secara individu dan berkelompok, memberikan motivasi dan koreksi postur tubuh.
- Aktivitas 2 - Sikap Pesawat Terbang: Murid berdiri tegak, membungkukkan badan ke depan, mengangkat satu kaki ke belakang, merentangkan kedua tangan seperti sayap pesawat, dan menahan posisi selama 5 hitungan. Bergantian kaki.
- Guru mengingatkan untuk menjaga tubuh tetap lurus dan fokus pada satu titik agar tidak goyah.
- Aktivitas 3 - Sikap Huruf V: Murid duduk santai, mengangkat kedua kaki lurus ke depan, mencondongkan badan ke belakang sehingga membentuk huruf V dengan tumpuan pada pinggul, dan menahan posisi selama 5 hitungan.
- Guru mengajak murid bermain permainan kelompok: bergantian menampilkan ketiga gerakan di depan teman-teman, saling memberikan semangat dan tepuk tangan.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid duduk melingkar untuk diskusi refleksi.
- Guru bertanya: 'Gerakan mana yang paling sulit? Mengapa? Bagian tubuh mana yang terasa bekerja keras?'
- Murid berbagi pengalaman dan perasaan mereka saat melakukan gerakan keseimbangan.
- Guru menjelaskan manfaat latihan keseimbangan: membuat tubuh lebih kuat, tidak mudah terjatuh saat bermain, dan membantu aktivitas sehari-hari seperti berjalan di tempat sempit atau naik tangga.
- Guru menghubungkan pembelajaran dengan gaya hidup aktif: 'Dengan berlatih keseimbangan, kita menjadi lebih sehat dan lincah!'
- Murid diminta menyebutkan satu kegiatan di rumah yang membutuhkan keseimbangan tubuh (misalnya: berjalan di pematang, naik sepeda, bermain ayunan).
Penutup:- Guru memimpin pendinginan: peregangan ringan dan pernapasan dalam selama 3 menit.
- Asesmen Akhir: Guru meminta murid menampilkan salah satu gerakan keseimbangan yang sudah dipelajari untuk dinilai dengan rubrik.
- Guru memberikan apresiasi dan penguatan positif kepada semua murid atas usaha mereka.
- Guru mengajak murid mengisi lembar refleksi sederhana dengan gambar emotikon: senang, biasa, atau sulit.
- Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang belum mahir dapat fokus pada gerakan dasar tanpa tantangan tambahan (mata tertutup). Murid yang sudah mahir dapat mencoba variasi: menahan posisi lebih lama (10 hitungan) atau melakukan dengan mata tertutup.
- Proses: Guru memberikan bimbingan individual lebih intensif bagi murid yang kesulitan, sementara murid yang cepat menguasai dapat membantu teman atau mencoba gerakan dengan tingkat kesulitan lebih tinggi.
- Produk: Murid dapat menunjukkan penguasaan melalui berbagai cara: menampilkan gerakan secara individual, berpasangan, atau membuat urutan gerakan sendiri yang menggabungkan ketiga sikap.
ASESMENAwal:- Tes praktik sederhana: murid diminta berdiri dengan satu kaki selama beberapa detik untuk mengukur kemampuan keseimbangan awal.
- Pertanyaan lisan: 'Siapa yang pernah mencoba berdiri dengan satu kaki? Apa yang kalian rasakan?'
Proses:- Observasi langsung: guru mengamati postur tubuh, durasi tahan, dan usaha murid saat melakukan ketiga gerakan keseimbangan.
- Umpan balik segera: guru memberikan koreksi dan motivasi secara langsung selama praktik.
- Pertanyaan pemandu: 'Apakah kamu bisa merasakan bagian tubuh mana yang bekerja keras? Coba fokus pada satu titik agar tidak goyah.'
Akhir:- Unjuk kerja individu: murid menampilkan salah satu gerakan keseimbangan statis pilihan mereka, dinilai dengan rubrik berdasarkan kontrol tubuh, durasi tahan, dan postur.
- Refleksi tertulis sederhana: murid menggambar atau memberi tanda pada lembar refleksi tentang gerakan yang paling mereka sukai dan manfaat yang mereka rasakan.
- Diskusi kelompok kecil: murid berbagi pengalaman dan menyebutkan contoh kegiatan sehari-hari yang membutuhkan keseimbangan.
Formatif:- Observasi selama praktik: guru mengamati kemampuan murid dalam menjaga keseimbangan, kontrol tubuh, dan kesungguhan dalam mencoba setiap gerakan.
- Pertanyaan lisan saat refleksi: guru menanyakan perasaan dan kesulitan yang dialami murid untuk memahami proses belajar mereka.
- Peer assessment sederhana: murid saling memberi semangat dan mengamati gerakan teman.
Sumatif:- Unjuk kerja: murid menampilkan satu atau lebih gerakan keseimbangan statis (Sikap Bangau, Sikap Pesawat Terbang, atau Sikap Huruf V) dengan penilaian menggunakan rubrik.
- Lembar refleksi: murid mengisi lembar dengan gambar emotikon atau gambar sederhana untuk menunjukkan pemahaman tentang manfaat keseimbangan.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kontrol tubuh dalam Sikap Bangau | Tidak dapat mengangkat kaki atau langsung kehilangan keseimbangan. | Dapat mengangkat kaki sebentar (1-2 detik) tetapi sering goyah dan menurunkan kaki. | Dapat mengangkat kaki dan menahan posisi selama 3-5 detik dengan sedikit goyangan. | Dapat mengangkat kaki dan menahan posisi selama 5 detik atau lebih dengan tubuh stabil dan tegak. | | Kontrol tubuh dalam Sikap Pesawat Terbang | Tidak dapat membungkukkan badan atau mengangkat kaki ke belakang. | Dapat membungkukkan badan tetapi kaki belum terangkat atau langsung kehilangan keseimbangan. | Dapat membungkukkan badan dan mengangkat kaki ke belakang selama 3-5 detik dengan sedikit goyangan. | Dapat membungkukkan badan, mengangkat kaki ke belakang, dan merentangkan tangan seperti sayap pesawat selama 5 detik atau lebih dengan stabil. | | Kontrol tubuh dalam Sikap Huruf V | Tidak dapat mengangkat kaki atau langsung jatuh ke belakang/depan. | Dapat mengangkat kaki sebentar tetapi langsung menurunkan atau tidak membentuk huruf V. | Dapat mengangkat kaki dan mencondongkan badan membentuk huruf V selama 3-5 detik dengan bantuan tangan menyentuh lantai. | Dapat membentuk huruf V dengan kaki dan badan terangkat, tumpuan pada pinggul, selama 5 detik atau lebih tanpa bantuan tangan. | | Pemahaman manfaat keseimbangan statis | Tidak dapat menyebutkan manfaat latihan keseimbangan. | Dapat menyebutkan 1 manfaat latihan keseimbangan dengan bantuan guru. | Dapat menyebutkan 2 manfaat latihan keseimbangan bagi kesehatan atau aktivitas sehari-hari. | Dapat menyebutkan 2 atau lebih manfaat latihan keseimbangan dan memberikan contoh konkret dari pengalaman sehari-hari. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid dapat mengikuti instruksi dan melakukan ketiga gerakan keseimbangan?
- Strategi diferensiasi mana yang paling efektif untuk membantu murid yang kesulitan?
- Apakah alokasi waktu sudah sesuai untuk setiap tahap pembelajaran?
- Bagaimana cara meningkatkan keterlibatan murid dalam diskusi refleksi?
- Apakah murid menunjukkan antusiasme dan kegembir aan selama pembelajaran?
Refleksi Murid:- Gerakan mana yang paling kamu sukai? Mengapa?
- Gerakan mana yang paling sulit? Bagian tubuh mana yang terasa bekerja keras?
- Apa manfaat latihan keseimbangan yang kamu rasakan hari ini?
- Apakah kamu bisa menyebutkan satu kegiatan di rumah yang membutuhkan keseimbangan tubuh?
- Bagaimana perasaanmu setelah belajar gerakan keseimbangan statis hari ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa PJOK Kelas 2, Bab 3: Sehatkan Badanmu!
- Buku Guru PJOK Kelas 2, Bab 3: Sehatkan Badanmu!
- Lapangan atau ruang kelas yang cukup luas untuk bergerak
- Matras atau tikar untuk aktivitas Sikap Huruf V (opsional)
- Gambar atau poster burung bangau dan pesawat terbang
- Video demonstrasi gerakan keseimbangan (QR Code di Buku Siswa atau link YouTube)
- Lembar refleksi sederhana dengan emotikon untuk murid
- Peluit untuk memberi aba-aba
|