Modul AjarBab 3Fase ASemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 2 Bab 3: Sehatkan Badanmu!

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian PJOK kelas 2 untuk Bab 3 "Sehatkan Badanmu!", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 2 Bab 3: Sehatkan Badanmu!

PJOK - Kelas 2

Bab 3

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Bab 3 — Sehatkan Badanmu!

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikBab 3 — Sehatkan Badanmu!
Alokasi Waktu15 JP (15 x 35 menit = 525 menit)
Jumlah Pertemuan5
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 2.3.1 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dalam berbagai situasi gerak yang berbeda untuk melatih kecepatan
  2. TP 2.3.2 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dalam berbagai situasi gerak yang berbeda untuk melatih kelentukan
  3. TP 2.3.3 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dalam berbagai situasi gerak yang berbeda untuk melatih keseimbangan
  4. TP 2.3.4 Menaati peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani
  5. TP 2.3.5 Menerapkan strategi kolaborasi ketika berpartisipasi dalam aktivitas jasmani
  6. TP 2.3.6 Berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani untuk melatih kebugaran tubuh
  7. TP 2.3.7 Mengidentifikasi manfaat dari berbagai aktivitas jasmani untuk kebugaran tubuh

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan✓
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang kamu rasakan pada tubuhmu saat berlari secepat mungkin?
  2. Mengapa dalam bermain kita harus jujur mengakui bila kalah atau terkena sentuhan?
  3. Apa yang kamu rasakan pada otot dan sendimu saat mencoba menyentuh ujung jari kaki tanpa menekuk lutut?
  4. Mengapa tubuh kita perlu rajin berolahraga dan bergerak aktif setiap hari?
  5. Bagaimana caramu menjaga tubuh agar tidak jatuh saat berdiri dengan satu kaki?
  6. Mengapa kita perlu saling membantu dan menyusun cara bersama teman saat melakukan permainan menjaga keseimbangan?
  7. Bagaimana rasanya jika kita harus berlari cepat, meliukkan badan, lalu berdiri tegak dengan satu kaki secara bergantian?
  8. Mengapa kita harus bekerja sama dan mematuhi aturan saat bermain estafet bersama teman-teman?
  9. Bagaimana tubuh kita terasa setelah melakukan lari cepat, peregangan, dan meniti garis?
  10. Mengapa kita harus menaati giliran dan bekerja sama dengan teman saat melewati pos sirkuit kebugaran?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mempraktikkan Keterampilan Gerak Fundamental untuk Melatih Kecepatan dengan Menaati Peraturan Permainan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.3.1 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dalam berbagai situasi gerak yang berbeda untuk melatih kecepatan
  • TP 2.3.4 Menaati peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani
  • TP 2.3.6 Berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani untuk melatih kebugaran tubuh

Pendahuluan:

  • Guru membariskan murid di lapangan, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kesiapan fisik murid untuk beraktivitas luar ruangan (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melatih kecepatan berlari, belajar berpartisipasi aktif menjaga kebugaran tubuh, serta menaati aturan permainan secara jujur dan sportif (5 menit).
  • Murid melakukan asesmen awal diagnostik melalui respons gerak cepat sederhana: saat guru meneriakkan 'Kuning' murid melompat di tempat, dan saat guru meneriakkan 'Hijau' murid melakukan lari sprint 5 meter ke depan cone penanda (acuan ketepatan respons: 'Kuning' = lompat di tempat tanpa berlari; 'Hijau' = sprint lurus ke cone tanpa melompat) untuk memetakan kesiapan gerak cepat murid (5 menit).
  • Pemanasan dinamis terpimpin berorientasi kebugaran jasmani: joging mengelilingi batas area lapangan sebanyak dua putaran dilanjutkan gerakan peregangan dinamis tungkai kaki (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan aturan permainan gerak cepat 'Batu-Gunting-Kertas Lari' secara berpasangan: dua anak berdiri berhadapan di garis start, melakukan suit tangan bersamaan; aturan: batu mengalahkan gunting, gunting mengalahkan kertas, kertas mengalahkan batu (10 menit).
  • Guru menjelaskan konsekuensi peraturan gerak dan fair play: pemain yang kalah suit harus segera berbalik dan berlari sprint secepat mungkin menuju kerucut batas akhir (jarak 10 meter) lalu kembali ke posisi semula, sedangkan pemain yang menang berdiri diam di tempat sambil mengamati ketaatan temannya secara jujur (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid berpasangan mempraktikkan permainan 'Batu-Gunting-Kertas Lari' sebanyak 5 ronde putaran, melatih keterampilan lari cepat saat kalah suit dengan menaati peraturan tanpa berbuat curang atau menolak berlari (20 menit).
  • Guru memperkenalkan variasi permainan lari cepat kedua: 'Permainan Hitam-Hijau'. Murid dibagi menjadi dua barisan berhadapan (Regu Hitam dan Regu Hijau) dengan jarak 2 meter. Bila guru menyebut 'Hitam', regu Hitam berlari cepat menuju garis aman di belakangnya sejauh 12 meter dan regu Hijau mengejar untuk menyentuh; murid yang tersentuh menaati peraturan dengan jujur mengangkat tangan tanda tertangkap (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk melingkar dalam kelompok sambil melakukan pendinginan (mengayunkan kaki santai dan menarik napas dalam) (10 menit).
  • Guru memfasilitasi murid mengevaluasi pengalaman gerak dan sikap fair play: murid mengonfirmasi apakah detak jantung meningkat dan tubuh berkeringat sebagai bukti partisipasi kebugaran fisik, serta menyampaikan pengalaman menaati peraturan saat kalah atau tertangkap tanpa berdebat (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan dan umpan balik langsung terhadap ketepatan lari sprint, keikutsertaan aktif seluruh murid dalam aktivitas gerak kebugaran, serta sikap jujur menaati aturan yang ditunjukkan selama permainan (5 menit).
  • Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya (melatih kelentukan tubuh) dan menutup pembelajaran dengan doa bersama serta pembubaran barisan (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan variasi jarak kerucut lari: 8 meter untuk murid yang membutuhkan penyesuaian fisik, dan 12-15 meter untuk murid yang memiliki kesiapan fisik lebih tinggi.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung dan aba-aba bertahap bagi pasangan murid yang masih ragu memahami giliran lari, serta memberikan keleluasaan rotasi lawan tanding bagi murid yang cepat menguasai.
  • Produk: Unjuk kerja lari cepat dan perilaku kepatuhan aturan diamati melalui partisipasi nyata dalam menyelesaikan seluruh ronde permainan sesuai kemampuan masing-masing murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes reaksi gerak diagnostik di pendahuluan dengan aba-aba warna: murid merespons perintah 'Kuning' dengan melompat di tempat dan 'Hijau' dengan lari sprint 5 meter lurus ke kerucut penanda. Kriteria ketercapaian: murid tepat merespons aba-aba tanpa tertukar antara melompat dan berlari sprint (acuan respon benar: 'Kuning' = melompat di tempat; 'Hijau' = berlari cepat ke cone).

Proses:

  • Lembar observasi keterlaksanaan gerak cepat: mengamati apakah murid berlari secepat mungkin saat kalah suit atau saat regunya dipanggil pada permainan Hitam-Hijau.
  • Lembar pengamatan fair play: mengamati kepatuhan murid terhadap aturan permainan (tidak mencuri start, berlari penuh sampai cone penanda, dan jujur mengakui bila tersentuh lawan pada permainan Hitam-Hijau tanpa membantah).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan refleksi gerak pada penutup: guru meminta murid menunjukkan gestur jempol atas/bawah untuk mengonfirmasi keterlibatan fisik (apakah tubuh terasa hangat/berkeringat dan napas lebih cepat setelah berlari) serta konfirmasi perilaku fair play selama 5 ronde permainan (acuan perilaku jujur: mengakui hasil suit secara langsung dan menyelesaikan rute lari tanpa memotong jalur).

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja gerak fundamental kecepatan (frekuensi langkah lari dan reaksi berpindah tempat)
  • Observasi perilaku fair play (kejujuran mengakui kekalahan suit/tersentuh dan kepatuhan terhadap batas lintasan lari)
  • Pencatatan partisipasi aktif murid dalam seluruh rangkaian latihan kebugaran jasmani

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan Gerak Kecepatan (TP 2.3.1)Berlari dengan langkah lambat/berjalan santai saat kalah suit atau saat mengejar/dikejar, serta belum menunjukkan akselerasi gerak berpindah tempat.Mampu berlari cepat namun masih ragu-ragu saat memulai start atau kecepatan menurun drastis sebelum mencapai garis batas cone.Mampu mempraktikkan lari cepat secara konsisten dengan langkah mantap dari garis start hingga melewati garis batas kerucut.Mampu mempraktikkan lari cepat dengan reaksi start yang sangat sigap, langkah tungkai stabil dan cepat hingga tuntas melewati batas kerucut secara mandiri.
Menaati Peraturan dan Fair Play (TP 2.3.4)Sering melanggar aturan permainan (mencuri start, menolak berlari saat kalah suit, atau tidak mau mengaku saat tersentuh lawan).Menaati aturan permainan dan mengakui kekalahan suit/tersentuh lawan hanya setelah ditegur atau diingatkan oleh guru.Menaati seluruh aturan permainan secara jujur, langsung berlari saat kalah suit, dan sportif mengakui sentuhan lawan tanpa berdebat.Secara mandiri dan konsisten menaati seluruh peraturan permainan, menunjukkan sikap jujur tanpa ragu di setiap ronde, serta menghargai kawan bermain.
Partisipasi Aktivitas Kebugaran Tubuh (TP 2.3.6)Pasif, sering berhenti atau duduk di pinggir lapangan saat permainan berlangsung sehingga tidak terlibat dalam latihan kebugaran.Mengikuti permainan namun sering berhenti di tengah putaran dan memerlukan dorongan guru untuk terus bergerak.Berpartisipasi aktif mengikuti seluruh rangkaian aktivitas gerak dan permainan dari awal hingga akhir dengan antusias.Berpartisipasi penuh dengan stamina yang terjaga, menyelesaikan semua sesi lari dan permainan dengan penuh semangat secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah modifikasi jarak kerucut sudah sesuai dengan kemampuan daya tahan dan kecepatan murid kelas 2?
  • Bagaimana respons murid terhadap aturan fair play, dan apakah ada murid yang masih kesulitan menerima kekalahan saat bermain suit?
  • Apakah seluruh murid bergerak aktif dan menunjukkan tanda kebugaran (berkeringat dan bernapas lebih cepat) selama pembelajaran?

Murid:

  • Bagian tubuh mana yang paling terasa lelah setelah berlari cepat tadi?
  • Apakah kamu merasa senang dan bangga ketika bermain secara jujur menaati peraturan bersama temanmu?

Pertemuan 2 — Mempraktikkan Keterampilan Gerak Fundamental untuk Melatih Kelentukan serta Mengidentifikasi Manfaat Aktivitas Jasmani — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.3.2 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dalam berbagai situasi gerak yang berbeda untuk melatih kelentukan
  • TP 2.3.6 Berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani untuk melatih kebugaran tubuh
  • TP 2.3.7 Mengidentifikasi manfaat dari berbagai aktivitas jasmani untuk kebugaran tubuh

Pendahuluan:

  • Guru mengumpulkan murid di lapangan, mengucapkan salam, memandu doa bersama, dan mengecek kehadiran (5 menit).
  • Guru melakukan pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada peregangan otot leher, lengan, pinggang, dan tungkai (10 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta murid menjawab pertanyaan lisan tentang manfaat bergerak bagi tubuh serta mempraktikkan satu gerakan membungkuk meraih ujung kaki (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memberikan demonstrasi 3 bentuk keterampilan gerak fundamental untuk melatih kelentukan tubuh: (1) Mencium lutut posisi duduk meluruskan kaki, (2) Meliukkan badan ke samping kanan dan kiri dari posisi berdiri tegak, serta (3) Peregangan kayang bertumpu pada punggung/tangan secara bertahap (10 menit).
  • Guru menjelaskan kaitan antara gerakan peregangan/kelentukan tersebut dengan kebugaran tubuh serta menyebutkan 3 manfaat nyata aktivitas jasmani: membuat otot lentuk/tidak kaku, peredaran darah lancar, dan tubuh terasa segar bugar (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mempraktikkan stasiun kelentukan tubuh secara berpartisipasi aktif: Stasiun A mempraktikkan duduk selonjor meraih ujung sepatu selama 8 hitungan, Stasiun B meliukkan badan membentuk huruf C ke kanan dan kiri, dan Stasiun C mempraktikkan gerakan meliuk telentang mengangkat panggul (bridge) (25 menit).
  • Murid mengikuti permainan menggembirakan 'Estafet Simpai Meliuk', di mana setiap murid memindahkan simpai/hula hoop dari kepala meluncur ke bawah badan dan meliuk berpindah ke teman di sampingnya tanpa melepas pegangan tali rantai (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid duduk melingkar dalam suasana tenang sambil melakukan pendinginan mengayun lengan dan mengatur napas berkesadaran (5 menit).
  • Murid secara bergantian menyebutkan atau menunjukkan kartu gambar manfaat aktivitas jasmani untuk kebugaran tubuh yang dirasakannya setelah berlatih kelentukan (10 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan kembali pengalaman gerak melatih kelentukan dan manfaatnya menjaga tubuh tetap bugar (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi seluruh murid, menyampaikan topik pertemuan berikutnya, dan menutup dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan gambar panduan rentang gerak kelentukan sederhana hingga lanjutan (jangkauan tangan pada lutut, betis, atau ujung sepatu).
  • Proses: Murid yang masih kaku diberi bantuan menekuk lutut sedikit saat membungkuk, sedangkan murid yang lentuk ditantang memegang telapak kaki penuh.
  • Produk: Murid dapat mengidentifikasi manfaat aktivitas jasmani secara lisan maupun dengan memilih kartu gambar manfaat kebugaran tubuh.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 1 hal baik yang kamu rasakan di badan kalau kita rajin olahraga!' (acuan jawaban: badan sehat, tidak mudah lelah, badan segar, otot kuat/lentur).
  • Pengecekan kesiapan gerak: Murid diminta berdiri tegak lalu membungkuk mencoba menyentuh lutut atau ujung kaki untuk melihat kelenturan awal (kriteria: murid mampu membungkukkan badan tanpa kehilangan keseimbangan).

Proses:

  • Observasi praktik gerak kelentukan di 3 stasiun gerak: (1) duduk selonjor menyentuh ujung jari kaki (lutut lurus), (2) meliukkan pinggang ke samping kanan dan kiri secara seimbang, (3) mengangkat pinggul dari posisi telentang (bridge). Kriteria: ketepatan posisi tubuh dan ketahanan peregangan minimal 8 hitungan.
  • Observasi partisipasi aktif selama permainan 'Estafet Simpai Meliuk' (kriteria: murid ikut bergerak secara penuh dari awal hingga akhir sesi permainan kebugaran).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan/identifikasi kartu manfaat aktivitas jasmani: Murid diminta memilih atau menyebutkan 3 manfaat aktivitas jasmani untuk kebugaran tubuh dari daftar acuan berikut: (1) membuat otot dan sendi lentur/tidak kaku, (2) membuat badan menjadi segar dan bugar, (3) melancarkan peredaran darah/menjaga kesehatan jantung. (Target: murid dapat menyebutkan atau memilih minimal 2 dari 3 manfaat tersebut secara tepat).

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja keterampilan gerak fundamental kelentukan (mencium lutut duduk, liukan pinggang berdiri, bridge/kayang bertahap).
  • Lembar observasi partisipasi aktif murid dalam seluruh rangkaian aktivitas jasmani untuk kebugaran.
  • Tanya jawab lisan/pemilihan kartu untuk mengidentifikasi 3 manfaat aktivitas jasmani bagi kebugaran tubuh.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mempraktikkan gerak fundamental melatih kelentukan (TP 2.3.2)Belum mampu mempraktikkan posisi peregangan kelentukan (kaki ditekuk berlebihan saat meraih ujung kaki, liukan badan sangat terbatas < 3 hitungan).Mampu mempraktikkan 1 dari 3 variasi gerak kelentukan (misalnya hanya meliukkan badan ke samping) dengan rentang gerak cukup selama 5 hitungan.Mampu mempraktikkan minimal 2 dari 3 variasi gerak kelentukan (mencium lutut posisi duduk dan meliuk samping) sesuai teknik dan menahan 8 hitungan.Mampu mempraktikkan ketiga variasi gerak kelentukan (duduk meraih ujung kaki lutut lurus, meliuk samping penuh, dan bridge) secara mandiri menahan 8 hitungan penuh.
Berpartisipasi dalam aktivitas jasmani kebugaran (TP 2.3.6)Pasif atau sering berhenti sendiri dan enggan mengikuti stasiun latihan kelentukan maupun permainan.Mengikuti sebagian aktivitas kebugaran namun memerlukan dorongan guru untuk menyelesaikan stasiun gerak.Berpartisipasi aktif mengikuti seluruh rangkaian stasiun gerak kelentukan dan permainan estafet dari awal hingga akhir.Berpartisipasi sangat aktif, antusias, dan konsisten bergerak penuh di seluruh aktivitas kebugaran tanpa ragu secara mandiri.
Mengidentifikasi manfaat aktivitas jasmani untuk kebugaran (TP 2.3.7)Belum mampu menyebutkan maupun memilih manfaat aktivitas jasmani bagi kebugaran tubuh.Mampu mengidentifikasi 1 manfaat aktivitas jasmani bagi kebugaran tubuh sesuai daftar acuan.Mampu mengidentifikasi minimal 2 dari 3 manfaat aktivitas jasmani bagi kebugaran tubuh sesuai daftar acuan.Mampu mengidentifikasi ketiga manfaat aktivitas jasmani bagi kebugaran tubuh sesuai daftar acuan secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pada tiap stasiun gerak kelentukan mencukupi bagi seluruh murid kelas 2 untuk meregangkan otot secara aman?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang memiliki kelenturan tubuh rendah, apakah mereka merasa nyaman dan tertantang tanpa rasa takut cedera?

Murid:

  • Gerakan peregangan bagian tubuh mana yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu lakukan hari ini?
  • Apa perubahan yang kamu rasakan pada badanmu setelah selesai melakukan permainan estafet meliuk?

Pertemuan 3 — Mempraktikkan Keterampilan Gerak Fundamental untuk Melatih Keseimbangan dan Menerapkan Strategi Kolaborasi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.3.3 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dalam berbagai situasi gerak yang berbeda untuk melatih keseimbangan
  • TP 2.3.5 Menerapkan strategi kolaborasi ketika berpartisipasi dalam aktivitas jasmani
  • TP 2.3.6 Berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani untuk melatih kebugaran tubuh

Pendahuluan:

  • Guru mengumpulkan murid di lapangan, mengucapkan salam, memimpin doa bersama, dan memeriksa kesiapan fisik murid untuk beraktivitas jasmani (5 menit).
  • Guru memandu pemanasan berkesadaran dalam bentuk permainan peregangan statis dan dinamis menirukan pohon tertiup angin untuk melatih kesiapan otot dan kebugaran tubuh (7 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang gerak keseimbangan dan kerja sama berpasangan, lalu melakukan asesmen diagnostik singkat: meminta murid berdiri dengan satu kaki selama 3 detik untuk memetakan kesiapan awal menjaga keseimbangan statis (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan 3 bentuk keterampilan gerak keseimbangan fundamental: (1) sikap bangau (berdiri satu kaki, kaki lain ditekuk di samping lutut, kedua tangan direntangkan), (2) sikap pesawat terbang (berdiri satu kaki, badan condong ke depan, satu kaki lurus ke belakang, kedua tangan direntangkan), dan (3) sikap huruf V (duduk di matras, kedua kaki diangkat lurus ke atas membentuk huruf V bertumpu pada pinggul) (8 menit).
  • Murid secara mandiri mencoba dan merasakan tumpuan tubuh pada masing-masing posisi gerak tersebut dengan berkesadaran penuh merasakan titik tumpu agar tubuh tetap stabil dan tidak bergoyang (12 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid dibagi berpasangan dan mempraktikkan keterampilan gerak keseimbangan statis secara bergiliran: satu murid mempraktikkan sikap bangau dan sikap pesawat terbang masing-masing ditahan 5 detik, sementara pasangannya mengamati kestabilan posisi (15 menit).
  • Murid menerapkan strategi kolaborasi berpasangan dalam permainan 'Jembatan Seimbang Berpasangan': kedua murid saling berpegangan satu tangan, bersama-sama mengangkat satu kaki berlawanan (sikap bangau berpasangan) selama 5 detik, lalu berjalan jinjit beriringan di atas garis lurus sepanjang 5 meter tanpa terlepas pegangan tangan (20 menit).
  • Murid secara aktif berpartisipasi dalam sirkuit kebugaran mini keseimbangan beregu (kelompok 4 orang) yang terdiri atas 3 pos gerak: Pos 1 berjalan di atas garis lurus dengan pandangan lurus ke depan, Pos 2 menahan sikap huruf V selama 5 detik, dan Pos 3 menahan sikap pesawat terbang selama 5 detik dengan strategi saling memberi aba-aba pergantian pos secara kompak (20 menit).

Merefleksi (Bermakna):

  • Guru mengumpulkan murid dalam lingkaran, memandu pendinginan santai sambil mengatur napas, dan menanyakan tantangan dalam mempertahankan posisi tubuh agar seimbang serta bagaimana peran kerja sama pasangan mempermudah latihan gerak (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap pelaksanaan gerak keseimbangan dan keberhasilan strategi kerja sama kelompok yang telah dipraktikkan (3 menit).
  • Guru menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh murid dalam menjaga kebugaran tubuh, memberikan pengantar materi pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan modifikasi rentang waktu tumpuan keseimbangan (3 detik untuk murid yang masih goyah, 5-8 detik untuk yang sudah stabil).
  • Proses: Memberikan bantuan tumpuan (berpegangan pada dinding atau pundak teman) bagi murid yang membutuhkan stabilitas tambahan saat sikap pesawat terbang; memberikan tantangan menutup satu mata atau memegang bola bagi murid yang sudah sangat stabil.
  • Produk: Tingkat kestabilan dan kemandirian dalam mempertahankan posisi keseimbangan serta kekompakan strategi kolaborasi berpasangan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Uji kesiapan gerak dasar keseimbangan statis: Murid diminta berdiri bertumpu pada satu kaki (kaki kanan lalu kaki kiri) selama 3 detik tanpa berpindah tempat atau terjatuh. (Acuan: Murid siap jika mampu berdiri tegak bertumpu satu kaki minimal 3 detik tanpa menjatuhkan kaki ayun atau kehilangan keseimbangan).

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja gerak keseimbangan statis dan dinamis pada 3 pos sirkuit (Acuan ketepatan: sikap bangau bertumpu 1 kaki tangan lurus ditahan 5 detik; sikap pesawat terbang badan condong ke depan kaki belakang lurus ditahan 5 detik; berjalan jinjit di atas garis 5 meter tanpa keluar garis).
  • Pengamatan keterlibatan kolaborasi berpasangan (Acuan: berbagi peran, memberi aba-aba kesiapan bersama pasangan, dan mempertahankan kontak pegangan tangan saat meniti garis lurus).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan peragaan ulang gerak di akhir sesi: Murid berpasangan memperagakan sikap bangau berpasangan selama 5 detik dan menyatakan satu cara kerja sama yang membantu mereka tidak jatuh (Kriteria penerimaan: mampu menahan posisi tumpuan 5 detik stabil dan menyebutkan strategi kolaborasi konkret seperti saling berpegangan tangan erat, menghitung hitungan bersama, atau saling menyelaraskan gerak).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja gerak keseimbangan (sikap bangau, sikap pesawat terbang, dan berjalan di garis lurus).
  • Lembar ceklis observasi keterlibatan strategi kolaborasi berpasangan dan partisipasi aktif dalam aktivitas kebugaran.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan Gerak Keseimbangan Fundamental (TP 2.3.3)Belum mampu mempertahankan posisi tumpuan satu kaki (sikap bangau/pesawat terbang) selama 3 detik dan sering kehilangan tumpuan.Mampu mempraktikkan sikap bangau atau pesawat terbang selama 3-4 detik namun tubuh masih bergoyang dan tumpuan kaki belum stabil sepenuhnya.Mampu mempraktikkan sikap bangau, sikap pesawat terbang, dan berjalan di atas garis lurus dengan tumpuan stabil selama 5 detik secara mandiri.Mampu mempraktikkan seluruh bentuk gerak keseimbangan (sikap bangau, pesawat terbang, huruf V, dan meniti garis) secara sangat stabil lebih dari 5 detik dengan kontrol posisi tubuh yang kokoh.
Penerapan Strategi Kolaborasi (TP 2.3.5)Belum menunjukkan kerja sama dengan pasangan; bergerak sendiri-sendiri tanpa memperhatikan pasangan bermain.Mampu bekerja sama dengan pasangan bila terus diingatkan atau diarahkan oleh guru dalam melakukan gerak berpasangan.Mampu menerapkan strategi kolaborasi secara mandiri bersama pasangan (berbagi pegangan, menyelaraskan hitungan langkah/waktu) saat beraktivitas jasmani.Konsisten menerapkan strategi kolaborasi yang efektif bersama pasangan dan kelompok serta proaktif menyelaraskan ritme gerak bersama tanpa perlu diingatkan guru.
Partisipasi Aktivitas Kebugaran Tubuh (TP 2.3.6)Jarang berpartisipasi atau pasif saat mengikuti rangkaian pos aktivitas jasmani kebugaran.Berpartisipasi dalam sebagian pos aktivitas jasmani latihan kebugaran tetapi membutuhkan dorongan guru untuk menyelesaikan pos.Berpartisipasi aktif mengikuti seluruh rangkaian pos sirkuit kebugaran dari awal hingga akhir dengan antusias.Berpartisipasi penuh dan bersemangat tinggi di seluruh rangkaian aktivitas jasmani kebugaran serta menjaga keterlibatan aktif secara konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah bentuk modifikasi permainan berpasangan efektif membantu murid memahami pentingnya kolaborasi dalam menjaga keseimbangan?
  • Bagaimana tingkat keberhasilan murid dalam mempertahankan sikap keseimbangan statis selama 5 detik?
  • Langkah apa yang perlu diperbaiki dalam pengelolaan perpindahan pos sirkuit agar waktu latihan lebih optimal?

Murid:

  • Gerakan keseimbangan mana yang paling mudah dan paling sulit kamu lakukan hari ini?
  • Bagaimana caramu dan teman pasanganmu bekerja sama agar tidak terjatuh saat berdiri dengan satu kaki?
  • Bagaimana perasaan badanmu setelah berolahraga melatih keseimbangan hari ini?

Pertemuan 4 — Mempraktikkan Kombinasi Gerak Kecepatan, Kelentukan, dan Keseimbangan dengan Menerapkan Strategi Kolaborasi dan Fair Play — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.3.1 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dalam berbagai situasi gerak yang berbeda untuk melatih kecepatan
  • TP 2.3.2 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dalam berbagai situasi gerak yang berbeda untuk melatih kelentukan
  • TP 2.3.3 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dalam berbagai situasi gerak yang berbeda untuk melatih keseimbangan
  • TP 2.3.4 Menaati peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani
  • TP 2.3.5 Menerapkan strategi kolaborasi ketika berpartisipasi dalam aktivitas jasmani
  • TP 2.3.6 Berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani untuk melatih kebugaran tubuh
  • TP 2.3.7 Mengidentifikasi manfaat dari berbagai aktivitas jasmani untuk kebugaran tubuh

Pendahuluan:

  • Guru mengumpulkan murid di lapangan, memimpin doa bersama, memeriksa presensi, serta memastikan kondisi fisik dan pakaian olahraga murid aman untuk beraktivitas (5 menit).
  • Guru melakukan apersepsi dengan mengajak murid mengingat kembali gerak lari cepat, cium lutut/meliuk, dan sikap bangau/pesawat terbang dari pertemuan sebelumnya (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan kombinasi gerak kecepatan, kelentukan, dan keseimbangan melalui permainan estafet berkelompok dengan menaati aturan dan bekerja sama (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya-jawab lisan singkat mengenai aturan bermain jujur dan menyebutkan manfaat olahraga bagi kebugaran tubuh (2 menit).
  • Guru memimpin pemanasan dinamis dan peregangan otot terpadu yang menggembirakan berbentuk permainan 'Lampu Merah-Hijau': saat guru berseru 'Hijau' murid lari di tempat cepat, 'Kuning' meliukkan badan ke samping kiri-kanan, dan 'Merah' berhenti diam bertumpu satu kaki (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan rangkaian kombinasi 3 pos gerak di lapangan: Pos 1 Kecepatan (berlari cepat bolak-balik sejauh 5 meter mengambil gelang karet), Pos 2 Kelentukan (duduk selonjor lalu meraih/mencium lutut atau meliukkan badan menerobos di bawah bilah rintangan rendah setinggi 50 cm), dan Pos 3 Keseimbangan (berdiri sikap bangau mengangkat satu kaki ditekuk selama 5 hitungan tanpa goyah) (10 menit).
  • Guru memfasilitasi tanya jawab tentang aturan fair play (tidak boleh mendahului sebelum giliran, tidak boleh menyenggol teman secara sengaja, dan jujur menghitung waktu/gerakan) serta strategi kolaborasi (pembagian urutan giliran antaranggota regu) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil beranggotakan 4 anak, kemudian mendiskusikan urutan pelari dan strategi saling menyemangati secara kolaboratif (10 menit).
  • Murid mempraktikkan latihan uji coba kombinasi pos gerak secara berpasangan dan bergantian dalam kelompoknya: melatih lari cepat pos 1, liukan pos 2, dan sikap bangau pos 3 dengan bimbingan umpan balik guru (15 menit).
  • Kelompok melaksanakan permainan menggembirakan 'Estafet Kombinasi Bugar Ceria': setiap anggota regu berlari cepat ke pos 1, menuntaskan liukan kelentukan di pos 2, menahan sikap bangau 5 hitungan di pos 3, lalu berlari memberikan tepukan tangan (tos) kepada rekan berikutnya secara sportif dan taat aturan (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama kelompoknya duduk melingkar untuk beristirahat sambil melakukan cek denyut nadi ringan dan mengidentifikasi perubahan tubuh setelah bergerak aktif (napas terasa lebih cepat, badan berkeringat, otot terasa bugar) (10 menit).
  • Perwakilan murid menyebutkan 2 manfaat aktivitas fisik gabungan yang baru dilakukan bagi kebugaran tubuh serta menyebutkan pengalaman mereka saat menaati peraturan permainan (5 menit).

Penutup:

  • Guru memimpin kegiatan pendinginan statis dan relaksasi pernapasan sambil mengayunkan tangan dan meluruskan kaki (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap praktik gerak kecepatan, kelentukan, keseimbangan, serta sikap fair play dan kolaborasi yang telah ditunjukkan murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya (Asesmen Sumatif Sirkuit Kebugaran Tubuh), mengajak murid merapikan perlengkapan, berdoa syukur bersama, dan membubarkan barisan (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan alternatif ketinggian bilah rintangan untuk kelentukan (40 cm atau 50 cm) dan jarak lari kecepatan (3 meter atau 5 meter) sesuai kesiapan fisik murid.
  • Proses: Bagi murid yang masih goyah pada keseimbangan, diperbolehkan merentangkan kedua tangan ke samping lebih lebar atau berdiri di dekat dinding untuk menjaga stabilitas bertahap; murid yang lebih cepat diberikan tantangan menjaga sikap bangau hingga 8 hitungan.
  • Produk: Murid mengidentifikasi manfaat aktivitas fisik secara lisan langsung atau dengan menunjukkan kartu pilihan respon gambar tubuh bugar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran mengenai aturan dan manfaat olahraga: Guru menanyakan (1) 'Apa yang harus kita lakukan jika tidak sengaja menyenggol teman saat berlari?' (acuan jawaban: meminta maaf dan tidak mengulangi/menaati aturan bermain); (2) 'Sebutkan 1 manfaat berolahraga lari dan meliukkan badan!' (acuan jawaban: badan menjadi sehat/bugar, tidak mudah lelah, otot menjadi kuat/lentur).

Proses:

  • Pengamatan guru selama kegiatan 'Estafet Kombinasi Bugar Ceria' terhadap: (1) kecepatan lari bolak-balik pos 1 sejauh 5 meter, (2) kelentukan meliuk menerobos rintangan setinggi 50 cm tanpa menyentuh bilah, (3) kemampuan mempertahankan keseimbangan sikap bangau satu kaki selama minimal 5 hitungan tanpa menyentuh lantai dengan kaki satunya, (4) kepatuhan menaati giliran start dan bertindak jujur (fair play), serta (5) kolaborasi aktif memberi operan tepukan tangan (tos) ke rekan regu.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan dan refleksi di tahap akhir: Guru menanyakan kepada murid secara acak mengenai identifikasi 3 manfaat utama aktivitas jasmani kombinasi bagi kebugaran tubuh. Acuan jawaban yang diterima: (1) melatih otot tubuh lebih lentik/kuat, (2) melatih jantung bekerja baik sehingga tubuh segar/tidak lemas, (3) menjaga daya tahan tubuh agar terhindar dari penyakit.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja gerak kombinasi (kecepatan berlari, kelentukan meliuk, keseimbangan sikap bangau)
  • Lembar observasi perilaku fair play (menaati aturan bermain, kejujuran) dan kolaborasi regu
  • Tanya jawab lisan identifikasi manfaat aktivitas jasmani untuk kebugaran tubuh

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan Gerak Kombinasi (Kecepatan, Kelentukan, Keseimbangan)Belum mampu mempraktikkan kombinasi gerak; lari lambat, tubuh menyentuh rintangan saat meliuk, dan jatuh sebelum 3 hitungan sikap bangau.Mampu mempraktikkan 1-2 bentuk gerak dengan tepat (misal: lari cepat dan meliuk lancar, tetapi keseimbangan sikap bangau masih goyah sebelum 5 hitungan).Mampu mempraktikkan ketiga gerak kombinasi secara runtut: berlari cepat di pos 1, meliuk lentuk di pos 2, dan menahan keseimbangan sikap bangau 5 hitungan secara mandiri.Mampu mempraktikkan ketiga gerak kombinasi dengan sangat lancar, gesit, lentuk sempurna melewati rintangan, dan berdiri stabil menahan sikap bangau lebih dari 5 hitungan.
Menaati Peraturan dan Fair PlaySering melanggar aturan permainan (mencuri start, tidak melewati rintangan) dan perlu selalu diingatkan guru.Mulai menaati peraturan permainan, namun sesekali masih tergesa-gesa mendahului giliran sebelum rekannya tiba.Konsisten menaati seluruh peraturan permainan estafet (menunggu giliran, melewati pos sesuai rute) dan bersikap jujur selama beraktivitas.Sangat konsisten menaati peraturan permainan, menjunjung tinggi kejujuran tanpa pernah melanggar, serta mengingatkan teman secara santun untuk bermain sportif.
Penerapan Strategi KolaborasiBelum menunjukkan kerja sama, bermain sendiri-sendiri tanpa berkoordinasi dengan teman satu kelompok.Mau berbaris dalam kelompok, tetapi belum aktif berdiskusi mengenai pembagian urutan giliran estafet.Menerapkan strategi kolaborasi dengan berbagi urutan lari secara tertib dan memberi tanda tepukan tangan pergantian giliran secara teratur.Menerapkan strategi kolaborasi secara optimal, berbagi peran secara kompak, dan aktif memberi semangat kepada seluruh anggota kelompok hingga selesai.
Partisipasi dan Identifikasi Manfaat untuk KebugaranPasif dalam aktivitas jasmani dan belum mampu menyebutkan manfaat olahraga bagi kebugaran tubuh.Berpartisipasi dalam sebagian aktivitas jasmani dan mampu menyebutkan 1 manfaat kebugaran dengan bimbingan guru.Aktif berpartisipasi penuh dalam seluruh rangkaian aktivitas jasmani dan tepat mengidentifikasi minimal 2 manfaat olahraga bagi kebugaran tubuh.Sangat antusias berpartisipasi penuh sepanjang aktivitas dan mampu mengidentifikasi 3 manfaat aktivitas jasmani bagi kebugaran tubuh secara runtut dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah desain pos kombinasi kecepatan, kelentukan, dan keseimbangan dapat dilakukan dengan aman dan lancar oleh semua murid?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam menerapkan sikap fair play dan kolaborasi regu selama permainan estafet?
  • Apakah alokasi waktu tiap tahapan pembelajaran sudah berjalan secara efektif dan proporsional?

Murid:

  • Gerakan mana yang paling menantang bagimu di antara lari cepat, meliuk badan, atau berdiri satu kaki?
  • Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama dengan teman regu dalam permainan estafet tadi?
  • Apa perubahan pada tubuhmu yang kamu rasakan setelah berolahraga hari ini?

Pertemuan 5 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.3.1 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dalam berbagai situasi gerak yang berbeda untuk melatih kecepatan
  • TP 2.3.2 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dalam berbagai situasi gerak yang berbeda untuk melatih kelentukan
  • TP 2.3.3 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dalam berbagai situasi gerak yang berbeda untuk melatih keseimbangan
  • TP 2.3.4 Menaati peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani
  • TP 2.3.5 Menerapkan strategi kolaborasi ketika berpartisipasi dalam aktivitas jasmani
  • TP 2.3.6 Berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani untuk melatih kebugaran tubuh
  • TP 2.3.7 Mengidentifikasi manfaat dari berbagai aktivitas jasmani untuk kebugaran tubuh

Pendahuluan:

  • Guru membariskan murid di lapangan, mengucapkan salam, memandu doa bersama, mengecek kehadiran, dan memastikan kondisi kesiapan fisik setiap murid (5 menit).
  • Guru memimpin pemanasan statis dan dinamis secara terpimpin dari kepala hingga ujung kaki untuk menyiapkan otot serta persendian sebelum asesmen sirkuit (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru memberikan penjelasan alur kerja asesmen sumatif bab, aturan fair play (tidak menyerobot antrean, menunggu aba-aba, jujur pada garis start), serta tata letak 3 pos sirkuit: Pos 1 Lari Reaksi/Kecepatan sejauh 10 meter saat peluit berbunyi; Pos 2 Kelentukan melalui cium lutut duduk 5 detik dan sikap kayang terlentang terangkat 5 detik; Pos 3 Keseimbangan melalui sikap bangau berdiri 1 kaki 5 detik dan meniti balok/garis lurus 5 meter (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Pelaksanaan Tugas 1: Sebanyak 6 kelompok kecil (4-5 murid per kelompok) secara serempak dan bergiliran bergerak menyelesaikan 3 pos sirkuit kebugaran (Pos 1 Kecepatan/lari reaksi, Pos 2 Kelentukan/cium lutut dan kayang terarah, Pos 3 Keseimbangan/sikap bangau dan titian garis lurus), sementara guru mengobservasi performa gerak fundamental, kepatuhan fair play, kerja sama berbagi giliran kelompok, serta partisipasi aktif murid menggunakan rubrik unjuk kerja (50 menit).
  • Pelaksanaan Tugas 2: Murid yang telah selesai sirkuit menuju area istirahat/pendinginan, lalu satu per satu murid (total 28 murid, masing-masing sekitar 1 menit) dipanggil guru untuk menjawab lisan 2 pertanyaan pemantik terpandu mengenai manfaat aktivitas jasmani bagi kebugaran tubuh: Pertanyaan 1: 'Sebutkan 1 manfaat berolahraga lari dan melatih kebugaran bagi tubuhmu!' (Acuan jawaban benar: membuat badan sehat/bugar, otot kuat, tidak mudah lelah, jantung sehat, atau mengeluarkan keringat); Pertanyaan 2: 'Mengapa tubuh kita perlu dilatih kelentukan dan keseimbangannya?' (Acuan jawaban benar: agar tubuh lentuk/tidak kaku, tidak mudah jatuh, atau bergerak lebih lincah/mudah) (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi refleksi penutup asesmen sumatif bab: murid diajak mengamati perubahan denyut nadi dan keringat tubuh setelah menyelesaikan semua rangkaian pos serta menyadari pentingnya sportivitas dan saling menyemangati (3 menit).

Penutup:

  • Guru memandu gerakan pendinginan (mengayunkan tangan dan mengatur pernapasan santai) serta mengumumkan bahwa rangkaian asesmen Bab 3 telah selesai (4 menit).
  • Guru mengapresiasi kerja keras, ketertiban, dan kejujuran seluruh murid selama asesmen, memandu doa syukur, dan membubarkan barisan secara tertib (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Tidak ada modifikasi kompetensi; materi dan tugas sirkuit serta pertanyaan lisan setara untuk seluruh murid.
  • Proses: Akomodasi akses gerak berupa toleransi jarak rentang langkah pada balok titian garis bagi murid dengan hambatan motorik kasar tanpa mengubah kriteria penilaian.
  • Produk: Murid yang mengalami kendala artikulasi bicara dapat menjawab tes lisan manfaat kebugaran dengan memilih gambar kartu manfaat aktivitas jasmani yang sesuai.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan fisik dan pemahaman awal aturan keselamatan sirkuit sebelum asesmen dimulai melalui tanya jawab singkat di awal pemanasan.

Sumatif Bab:

  • unjuk kerja pos kebugaran sirkuit kelompok, observasi perilaku gerak, dan tes lisan terpandu: rekaman performa sirkuit gerak fundamental (lari cepat reaksi, peregangan cium lutut/kayang, keseimbangan bangau/pesawat terbang/titian), lembar observasi sportivitas dan kolaborasi, serta rekaman jawaban lisan murid tentang manfaat aktivitas jasmani bagi kebugaran tubuh
  • unjuk kerja sirkuit gerak dan observasi aktivitas jasmani: kinerja kelompok kecil (4-5 murid per kelompok, total 6 kelompok) saat melalui 3 pos sirkuit kebugaran (Pos 1 kecepatan/lari reaksi, Pos 2 kelentukan/cium lutut & kayang terarah, Pos 3 keseimbangan/sikap bangau & titian garis lurus) yang dinilai bersamaan dengan kepatuhan aturan fair play, kerja sama kelompok, dan partisipasi aktif (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja keterampilan gerak dan lembar observasi perilaku kolaborasi serta keterlibatan aktif)
  • tes lisan bergiliran: jawaban lisan setiap murid menjawab 2 pertanyaan pemantik guru mengenai manfaat aktivitas jasmani yang baru dilakukan terhadap kebugaran tubuh (dinilai bergiliran 1,5 menit per murid di area istirahat pendinginan; 45 menit / 1,5 menit = 30 murid, muat 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: panduan pertanyaan lisan dan rubrik penilaian pemahaman konsep kebugaran)

Sumatif:

  • unjuk kerja pos kebugaran sirkuit kelompok, observasi perilaku gerak, dan tes lisan terpandu: rekaman performa sirkuit gerak fundamental (lari cepat reaksi, peregangan cium lutut/kayang, keseimbangan bangau/pesawat terbang/titian), lembar observasi sportivitas dan kolaborasi, serta rekaman jawaban lisan murid tentang manfaat aktivitas jasmani bagi kebugaran tubuh
  • unjuk kerja sirkuit gerak dan observasi aktivitas jasmani: kinerja kelompok kecil (4-5 murid per kelompok, total 6 kelompok) saat melalui 3 pos sirkuit kebugaran (Pos 1 kecepatan/lari reaksi, Pos 2 kelentukan/cium lutut & kayang terarah, Pos 3 keseimbangan/sikap bangau & titian garis lurus) yang dinilai bersamaan dengan kepatuhan aturan fair play, kerja sama kelompok, dan partisipasi aktif (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja keterampilan gerak dan lembar observasi perilaku kolaborasi serta keterlibatan aktif)
  • tes lisan bergiliran: jawaban lisan setiap murid menjawab 2 pertanyaan pemantik guru mengenai manfaat aktivitas jasmani yang baru dilakukan terhadap kebugaran tubuh (dinilai bergiliran 1,5 menit per murid di area istirahat pendinginan; 45 menit / 1,5 menit = 30 murid, muat 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: panduan pertanyaan lisan dan rubrik penilaian pemahaman konsep kebugaran)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan Gerak Fundamental (Kecepatan, Kelentukan, Keseimbangan)Belum mampu mempraktikkan lari reaksi, peregangan cium lutut/kayang, maupun berdiri bangau/titian garis walau telah diarahkan guru.Mampu mempraktikkan 1 dari 3 pos gerak (lari reaksi, kelentukan cium lutut/kayang, atau keseimbangan bangau/titian) dengan gerakan dasar yang benar.Mampu mempraktikkan 2 dari 3 pos gerak (lari reaksi, kelentukan cium lutut/kayang, atau keseimbangan bangau/titian) secara mandiri dan tepat.Mampu mempraktikkan seluruh 3 pos gerak (kecepatan lari reaksi Pos 1, kelentukan cium lutut & kayang Pos 2, dan keseimbangan bangau & titian garis Pos 3) secara tepat dan konsisten.
Perilaku Fair Play dan KolaborasiBelum menaati aturan pos sirkuit (menyerobot atau curang saat start) dan belum menunjukkan kerja sama giliran kelompok.Menaati aturan fair play di pos namun masih sering diingatkan guru untuk tertib dan bekerja sama saat giliran.Menaati peraturan fair play permainan sirkuit dan menunjukkan kerja sama berbagi giliran di dalam kelompok secara mandiri.Konsisten menaati seluruh aturan fair play, aktif menyemangati kerja sama anggota kelompok, dan berpartisipasi penuh sepanjang aktivitas sirkuit.
Identifikasi Manfaat Aktivitas Jasmani untuk Kebugaran TubuhBelum mampu menjawab 2 pertanyaan lisan mengenai manfaat aktivitas jasmani bagi kebugaran tubuh sesuai acuan jawaban.Mampu menjawab 1 dari 2 pertanyaan pemantik guru mengenai manfaat aktivitas jasmani sesuai acuan jawaban.Mampu menjawab kedua pertanyaan pemantik guru mengenai manfaat aktivitas jasmani secara tepat sesuai daftar acuan jawaban.Mampu menjawab kedua pertanyaan pemantik guru mengenai manfaat aktivitas jasmani secara runtut, tepat sesuai daftar acuan, dan menghubungkannya dengan pengalaman tubuh sendiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh pos sirkuit kebugaran berjalan aman, efektif, dan adil bagi setiap kelompok murid?
  • Bagaimana capaian murid dalam mengidentifikasi manfaat aktivitas jasmani berdasarkan hasil tes lisan terpandu?

Murid:

  • Gerakan mana yang paling mudah dan paling menantang bagiku saat melewati pos sirkuit kebugaran tadi?
  • Apakah aku sudah jujur menaati aturan main dan saling mendukung teman satu kelompok hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru PJOK untuk SD/MI Kelas II (Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2024)
  2. Buku Teks Siswa PJOK untuk SD/MI Kelas II Bab 3 'Sehatkan Badanmu!' (Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2024)
  3. Kerucut pembatas (cones/marker)
  4. Peluit dan stopwatch
  5. Lapangan olahraga sekolah yang rata dan aman
  6. Buku Panduan Guru PJOK SD Kelas II (Kemendikbudristek 2024)
  7. Buku Siswa PJOK SD Kelas II Bab 3 'Sehatkan Badanmu!'
  8. Alat peraga: Matras senam, simpai (hula hoop), peluit, kartu bergambar manfaat aktivitas jasmani.
  9. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas II, Puskurbuk Kemendikbudristek 2024.
  10. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas II, Kemendikbudristek 2024 (Bab 3: Sehatkan Badanmu!).
  11. Peralatan: Matras senam, lakban/kapur penanda garis lurus, peluit, stopwatch, dan cone/pembatas lapangan.
  12. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2024)
  13. Buku Siswa PJOK Kelas II SD/MI Bab 3 'Sehatkan Badanmu!' (Kemendikbudristek, 2024)
  14. Lapangan atau halaman sekolah yang rata dan aman
  15. Peralatan: kerucut/cone, gelang karet/bilah rintangan rendah (tinggi 40-50 cm), peluit, stopwatch
  16. Buku Panduan Guru PJOK untuk SD/MI Kelas II, Kemendikbudristek 2024
  17. Buku Teks Siswa PJOK Kelas II, Bab 3 'Sehatkan Badanmu!', Kemendikbudristek 2024
  18. Peluit, stopwatch, kerucut pembatas (cone), matras senam, dan garis titian/balok keseimbangan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.