Modul AjarPertemuan 5Bab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 2: Permainan Menara Gelas — Kerja Sama dan Komunikasi Tim

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 2 dengan topik "Permainan Menara Gelas — Kerja Sama dan Komunikasi Tim". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 2: Permainan Menara Gelas — Kerja Sama dan Komunikasi Tim

PJOK - Kelas 2

Bab 2 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Permainan Menara Gelas — Kerja Sama dan Komunikasi Tim

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikPermainan Menara Gelas — Kerja Sama dan Komunikasi Tim
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui permainan menara gelas, murid dapat menerapkan strategi kolaborasi dengan berbagi peran secara adil dan berkomunikasi secara efektif agar menara dapat tersusun dengan baik
  2. Melalui permainan menara gelas, murid dapat mengidentifikasi manfaat berpartisipasi dalam aktivitas jasmani bersama teman sebagai kegiatan yang menyehatkan dan menyenangkan

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian menyusun balok atau gelas menjadi menara tinggi? Bagaimana caranya agar tidak roboh?
  2. Apa yang terjadi jika kita membuat menara sendiri tanpa bantuan teman?
  3. Mengapa bermain bersama teman lebih menyenangkan daripada bermain sendirian?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan memimpin doa, dilanjutkan dengan mengecek kehadiran murid
  • Guru mengajak murid melakukan pemanasan ringan (peregangan dan gerakan jogging di tempat) selama 5 menit untuk mempersiapkan tubuh
  • Guru menyampaikan topik pembelajaran hari ini: Permainan Menara Gelas dan menjelaskan bahwa hari ini mereka akan belajar bekerja sama membangun menara
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang pernah menyusun menara dari gelas atau balok? Apakah mudah atau sulit?' untuk menggali pengalaman awal murid
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar bekerja sama dengan teman dan berbicara dengan sopan agar menara kita bisa berdiri tinggi'
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menunjukkan alat dan bahan yang akan digunakan: gelas plastik, bilah bambu, dan kardus bekas sebagai lintasan
  • Guru mendemonstrasikan cara menyusun menara gelas secara sederhana sambil menjelaskan pentingnya kerja sama dan komunikasi
  • Guru menjelaskan aturan permainan dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami: setiap kelompok terdiri dari 3-4 orang, setiap anggota bertugas membawa gelas melewati lintasan secara bergantian, melewati kardus dengan melompat, melewati terowongan dengan aman, lalu menyusun gelas menjadi menara
  • Guru mengajak murid berdiskusi tentang cara berkomunikasi yang baik saat bermain: menggunakan bahasa sopan (contoh: 'Ayo kita coba bersama'), memberikan semangat kepada teman (contoh: 'Ayo, kita coba lagi!'), dan mendengarkan pendapat teman
  • Guru membagi murid menjadi kelompok-kelompok kecil (3-4 orang per kelompok) secara heterogen
  • Setiap kelompok diminta berdiskusi singkat untuk membuat rencana sederhana: siapa yang bertugas pertama, kedua, dan seterusnya dalam membawa gelas

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru meminta setiap kelompok mempersiapkan diri di posisi start dengan alat dan bahan yang sudah disiapkan
  • Kelompok mulai bermain: membawa gelas satu per satu secara bergantian, melewati rintangan (melompati kardus dan merangkak melewati terowongan), kemudian menyusun gelas menjadi menara
  • Selama permainan berlangsung, guru berkeliling mengamati dan memfasilitasi komunikasi antar anggota kelompok: apakah mereka berbicara dengan sopan, saling membantu, dan memberikan semangat
  • Guru memberikan umpan balik positif secara langsung kepada kelompok yang menunjukkan kerja sama baik, misalnya: 'Bagus sekali kelompok Jaya, kalian saling membantu dan berbicara dengan sopan'
  • Jika ada kelompok yang kesulitan, guru memberikan scaffolding berupa pertanyaan pengarah: 'Bagaimana jika kalian berdiskusi dulu siapa yang melompat lebih dulu?' atau 'Coba bilang ke teman dengan sopan apa yang kalian butuhkan'
  • Setelah semua kelompok selesai, guru meminta setiap kelompok menghitung berapa tinggi menara yang berhasil mereka susun dan merayakan keberhasilan bersama

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak semua murid berkumpul dan duduk melingkar untuk sesi refleksi
  • Guru memandu diskusi kelas dengan pertanyaan refleksi: 'Bagaimana perasaan kalian saat bermain bersama teman?', 'Apa yang membuat menara kalian bisa berdiri tinggi?', 'Apa yang terjadi jika tidak bekerja sama?'
  • Guru meminta perwakilan dari 2-3 kelompok untuk berbagi pengalaman mereka: strategi apa yang mereka gunakan, kesulitan apa yang mereka hadapi, dan bagaimana mereka mengatasinya
  • Guru membantu murid mengidentifikasi manfaat bermain bersama: 'Bermain bersama membuat kita lebih sehat karena tubuh bergerak, lebih senang karena ada teman, dan belajar bekerja sama'
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya berkomunikasi dengan sopan dan bekerja sama dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya saat bermain
  • Murid mengisi lembar periksa diri (self-assessment) dengan memberi tanda centang pada pengalaman yang sudah mereka tunjukkan: berkomunikasi dengan bahasa sopan, bekerja sama dalam kelompok, berdiskusi tentang cara menyusun menara, memberi penjelasan dengan sopan

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan mengajukan pertanyaan lisan: 'Sebutkan satu hal yang kalian pelajari hari ini tentang bekerja sama' dan meminta beberapa murid menjawab
  • Guru memberikan kesimpulan pembelajaran: 'Hari ini kita belajar bahwa bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik membuat permainan lebih menyenangkan dan menara kita bisa berdiri tinggi. Ini juga bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari'
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok atas usaha dan kerja sama mereka
  • Guru mengajak murid melakukan pendinginan dengan gerakan peregangan ringan sambil bernyanyi bersama
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar berkomunikasi, guru memberikan contoh kalimat sederhana yang bisa digunakan saat bermain. Untuk murid yang sudah mahir, guru memberikan tantangan tambahan untuk menyusun menara dengan pola yang lebih rumit
  • Proses: Murid yang membutuhkan waktu lebih lama diberikan kesempatan untuk mengulang permainan dengan bimbingan guru. Murid yang cepat menguasai dapat diminta menjadi tutor sebaya untuk membantu kelompok lain atau diberi tantangan tambahan seperti menyusun menara dengan waktu tertentu
  • Produk: Murid yang kesulitan menyusun menara tinggi dapat fokus pada kerja sama dan komunikasi dengan target menara 3-4 tingkat. Murid yang sudah mahir dapat diminta menyusun menara dengan tinggi maksimal dan mendokumentasikan strategi mereka dalam bentuk gambar atau cerita sederhana

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya kepada murid tentang pengalaman mereka menyusun menara atau bermain bersama teman sebelumnya
  • Guru mengamati respon murid terhadap pertanyaan pemantik untuk mengetahui pemahaman awal tentang kerja sama

Proses:

  • Observasi langsung selama permainan: guru mengamati apakah murid berkomunikasi dengan sopan, berbagi peran secara adil, dan bekerja sama menyusun menara
  • Guru memberikan pertanyaan pengarah untuk mengecek pemahaman murid saat mereka menghadapi kesulitan
  • Guru mencatat perilaku komunikasi dan kolaborasi murid menggunakan catatan anekdotal

Akhir:

  • Murid mengisi lembar periksa diri dengan memberi tanda centang pada sikap yang sudah mereka tunjukkan selama pembelajaran
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan untuk mengetahui pemahaman murid tentang manfaat bermain bersama: 'Apa manfaat bermain menara gelas bersama teman?'
  • Guru menggunakan rubrik penilaian untuk menilai kinerja murid dalam aspek komunikasi, kolaborasi, dan partisipasi

Formatif:

  • Observasi selama permainan berlangsung: mengamati kemampuan murid dalam berkomunikasi (menggunakan bahasa sopan, memberikan umpan balik positif) dan berkolaborasi (berbagi peran, saling membantu)
  • Pertanyaan lisan selama kegiatan untuk mengecek pemahaman murid tentang pentingnya kerja sama dan komunikasi
  • Penilaian anekdotal: guru mencatat perilaku menonjol (positif atau perlu bimbingan) dari murid selama aktivitas

Sumatif:

  • Lembar periksa diri (self-assessment) yang diisi murid tentang pengalaman mereka dalam berkomunikasi dan bekerja sama
  • Penilaian kinerja menggunakan rubrik dengan aspek: komunikasi (menggunakan bahasa sopan, memberikan semangat), kolaborasi (berbagi peran, mengikuti aturan, bekerja sama menyusun menara), dan partisipasi (aktif dalam diskusi dan permainan)
  • Refleksi lisan di akhir pembelajaran untuk mengidentifikasi pemahaman murid tentang manfaat bermain bersama

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Komunikasi (menggunakan bahasa sopan dan memberikan semangat)Belum mampu berkomunikasi dengan sopan, sering menggunakan kata-kata kasar atau tidak memberikan respon kepada temanMulai berkomunikasi dengan sopan namun masih perlu diingatkan, sesekali memberikan semangat kepada temanMampu berkomunikasi dengan sopan dan memberikan semangat kepada teman secara konsistenMampu memimpin komunikasi dalam kelompok dengan bahasa yang sangat sopan, aktif memberikan semangat dan umpan balik positif kepada semua anggota kelompok
Kolaborasi (berbagi peran dan bekerja sama menyusun menara)Belum mampu berbagi peran, cenderung bekerja sendiri atau menunggu teman mengerjakan semua tugasMulai berbagi peran namun masih perlu bimbingan guru, kadang bekerja sama dalam menyusun menaraMampu berbagi peran secara adil dan bekerja sama dengan teman untuk menyusun menara dengan baikSecara konsisten memimpin kelompok dalam berbagi peran, aktif membantu teman, dan berhasil menyusun menara dengan strategi yang efektif
Partisipasi (aktif dalam diskusi dan permainan)Pasif dalam diskusi dan permainan, tidak berkontribusi dalam aktivitas kelompokMulai berpartisipasi dalam diskusi dan permainan namun masih perlu dorongan dari guru atau temanAktif berpartisipasi dalam diskusi dan permainan, memberikan ide dan menjalankan tugas dengan baikSangat aktif dalam diskusi dan permainan, memberikan banyak ide kreatif, membantu teman, dan menjadi contoh bagi anggota kelompok lain
Pemahaman manfaat aktivitas jasmani bersamaBelum mampu menyebutkan manfaat bermain bersama temanMampu menyebutkan 1 manfaat bermain bersama teman dengan bimbingan guruMampu menyebutkan 2 manfaat bermain bersama teman secara mandiri (menyehatkan dan menyenangkan)Mampu menjelaskan dengan lengkap berbagai manfaat bermain bersama teman dan memberikan contoh konkret dari pengalaman mereka

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam permainan menara gelas?
  • Strategi apa yang paling efektif untuk memfasilitasi komunikasi dan kolaborasi antar murid?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah tepat?
  • Bagaimana saya bisa meningkatkan diferensiasi pembelajaran agar semua murid dengan kebutuhan beragam dapat belajar optimal?
  • Apa tantangan yang muncul selama pembelajaran dan bagaimana saya bisa mengatasinya di pembelajaran berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Bagaimana perasaanmu saat bermain menara gelas bersama teman?
  • Apa yang paling menyenangkan dari permainan ini?
  • Apa yang kamu pelajari tentang bekerja sama hari ini?
  • Apakah kamu menggunakan kata-kata sopan saat bermain dengan teman? Berikan contohnya
  • Apa manfaat bermain bersama teman yang kamu rasakan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK Kelas 2 Kurikulum Merdeka, Bab 2: Serunya Bermain, halaman 85-87
  2. Buku Guru PJOK Kelas 2 Kurikulum Merdeka, Bab 2: Serunya Bermain, halaman 127-131
  3. Gelas plastik atau sejenisnya (minimal 20 gelas per kelompok)
  4. Bilah bambu atau alat sejenis untuk menyusun
  5. Kardus bekas untuk membuat lintasan dan terowongan
  6. Peluit untuk guru
  7. Lembar periksa diri (self-assessment) untuk murid
  8. Catatan anekdotal untuk observasi guru

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.