Modul AjarPertemuan 1Bab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 2: Permainan Menyusun Warna — Mengenal Fair Play

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 2 dengan topik "Permainan Menyusun Warna — Mengenal Fair Play". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 2: Permainan Menyusun Warna — Mengenal Fair Play

PJOK - Kelas 2

Bab 2 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Permainan Menyusun Warna — Mengenal Fair Play

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikPermainan Menyusun Warna — Mengenal Fair Play
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui permainan menyusun warna, murid dapat menerapkan sikap menghargai teman dan lawan dengan tidak mengejek dan memberi semangat selama permainan berlangsung
  2. Melalui permainan menyusun warna, murid dapat menerapkan sikap jujur dengan mengakui secara sportif ketika kalah atau melakukan kesalahan dalam permainan

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana perasaanmu jika temanmu tidak memberimu semangat saat bermain?
  2. Apa yang kamu lakukan jika timmu kalah dalam permainan?
  3. Mengapa kita harus jujur dan sportif saat bermain bersama teman?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru mengajak murid melakukan pemanasan ringan (peregangan dan jogging di tempat selama 5 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: belajar menghargai teman dan bermain dengan jujur melalui permainan menyusun warna
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang pernah bermain dalam tim? Bagaimana perasaanmu saat temanmu memberi semangat?'
  • Guru menjelaskan aturan dasar permainan menyusun warna dan sikap fair play yang diharapkan

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan sikap menghargai teman: memberi semangat dengan kata-kata positif ('Ayo, kamu bisa!', 'Semangat!') dan tidak mengejek
  • Guru mendemonstrasikan sikap jujur: mengakui kesalahan ('Maaf, aku salah menaruh bola') dan menerima kekalahan dengan sportif ('Selamat ya, kalian hebat!')
  • Murid mengamati demonstrasi guru dan diminta menyebutkan sikap baik yang mereka lihat
  • Guru mengajak murid mempraktikkan ungkapan semangat dan sportif secara bersama-sama
  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3-4 anak per kelompok) dan guru menjelaskan peran setiap anggota tim

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menyiapkan area bermain yang aman dengan gelas plastik berisi air, bola warna-warni, kardus bekas sebagai rintangan, dan pembatas lapangan
  • Setiap kelompok mendapat satu set alat: gelas dengan bola di atasnya, kartu warna urutan (merah-kuning-biru-hijau), dan lintasan dengan rintangan kardus
  • Murid memulai permainan: berlari mengikuti garis lurus, melompati kardus, memindahkan satu bola sesuai warna, kemudian bergantian dengan teman satu tim
  • Selama bermain, guru berkeliling mengobservasi dan memberi apresiasi pada kelompok yang menunjukkan sikap memberi semangat dan bermain jujur
  • Guru memberikan tantangan bertahap: kelompok yang sudah selesai dapat mencoba jalur dengan rintangan tambahan atau pola warna yang lebih kompleks
  • Setiap anggota kelompok wajib memberi semangat pada teman yang sedang berlari dan merayakan bersama saat berhasil menyusun warna
  • Guru mengingatkan untuk jujur jika melakukan kesalahan (bola jatuh, salah urutan warna) dan mengulang dari awal tanpa menyalahkan teman

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengumpulkan semua murid dan meminta setiap kelompok duduk melingkar
  • Guru memandu refleksi dengan pertanyaan: 'Bagaimana perasaanmu saat temanmu memberi semangat?', 'Apa yang kamu lakukan saat timmu kalah atau melakukan kesalahan?'
  • Setiap kelompok berbagi pengalaman: sikap apa yang sudah mereka terapkan dan sikap apa yang masih perlu diperbaiki
  • Guru memberi apresiasi pada kelompok yang sudah menunjukkan sikap menghargai teman dan bermain jujur
  • Murid menyimpulkan bersama: pentingnya memberi semangat, tidak mengejek, dan bermain dengan jujur agar permainan menyenangkan untuk semua

Penutup:

  • Guru memimpin pendinginan dengan peregangan ringan dan pernapasan dalam
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan lembar periksa diri: murid memberi tanda centang pada sikap yang sudah mereka tunjukkan (memberi semangat, tidak mengejek, jujur, sportif)
  • Guru memberikan penguatan: 'Hari ini kalian sudah belajar bermain dengan menghargai teman dan jujur. Sikap ini penting tidak hanya saat bermain, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari'
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang masih berkembang bermain dengan jalur lurus tanpa rintangan kardus dan pola warna sederhana (2 warna). Murid yang sudah cakap bermain dengan jalur berliku, rintangan lebih banyak, dan pola warna kompleks (4 warna atau lebih).
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan ekstra didampingi guru dengan apresiasi verbal ('Giliran kamu sekarang', 'Kerja bagus!'). Murid yang sudah mandiri diberi tanggung jawab sebagai captain tim untuk memimpin pemberian semangat.
  • Produk: Murid yang masih berkembang cukup menunjukkan 1-2 sikap fair play secara konsisten. Murid yang sudah cakap diharapkan menunjukkan semua sikap fair play (semangat, tidak mengejek, jujur, sportif) secara konsisten dan membantu teman lain menerapkannya.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: guru bertanya tentang pengalaman murid bermain dalam tim dan bagaimana perasaan mereka saat diberi semangat atau diejek
  • Observasi awal: guru mengamati respons murid saat diajak berdiskusi tentang fair play

Proses:

  • Observasi langsung selama permainan: guru mencatat apakah murid memberi semangat pada teman, tidak mengejek saat teman melakukan kesalahan, dan jujur saat melakukan kesalahan sendiri
  • Catatan anekdot: mencatat contoh spesifik perilaku positif dan negatif untuk umpan balik
  • Apresiasi verbal langsung: guru memberikan pujian segera saat melihat sikap fair play yang baik

Akhir:

  • Lembar periksa diri: murid mencentang sikap yang sudah mereka tunjukkan (memberi semangat, tidak mengejek, jujur mengakui kesalahan, sportif saat kalah)
  • Refleksi kelompok: setiap kelompok berbagi satu pengalaman di mana mereka menerapkan sikap fair play
  • Penilaian sikap menggunakan rubrik: guru menilai konsistensi penerapan sikap menghargai teman dan kejujuran berdasarkan observasi selama pembelajaran

Formatif:

  • Observasi guru selama permainan berlangsung: mencatat sikap murid dalam memberi semangat, kejujuran saat melakukan kesalahan, dan reaksi saat menang atau kalah
  • Catatan anekdot: mencatat contoh konkret perilaku fair play yang ditunjukkan murid

Sumatif:

  • Lembar periksa diri (self-assessment): murid mencentang sikap yang sudah mereka tunjukkan selama bermain
  • Penilaian sikap menggunakan rubrik dengan 4 level berdasarkan konsistensi penerapan sikap menghargai teman dan kejujuran

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menghargai teman dan lawan (memberi semangat, tidak mengejek)Belum menunjukkan sikap memberi semangat dan masih sering mengejek teman saat bermain. Memerlukan bimbingan terus-menerus dari guru.Mulai menunjukkan sikap memberi semangat pada teman, namun masih sesekali mengejek atau acuh tak acuh. Perlu diingatkan oleh guru.Sudah mampu memberi semangat pada teman dan tidak mengejek, namun belum konsisten. Kadang masih perlu diingatkan.Secara konsisten memberi semangat pada teman dengan kata-kata positif, tidak pernah mengejek, dan bahkan membantu teman lain untuk bersikap sama.
Kejujuran dan sportivitas (mengakui kesalahan dan kekalahan)Belum bisa mengakui kesalahan atau kekalahan. Cenderung menyalahkan teman atau mengelak saat melakukan kesalahan. Perlu bimbingan intensif.Mulai bisa mengakui kesalahan atau kekalahan setelah diingatkan guru, namun belum tulus atau masih menunjukkan keengganan.Sudah mampu mengakui kesalahan dan menerima kekalahan dengan sportif, namun belum konsisten. Kadang masih perlu dorongan dari teman atau guru.Secara konsisten dan tulus mengakui kesalahan sendiri tanpa diminta, menerima kekalahan dengan lapang dada, dan memberi selamat pada tim yang menang.
Kerja sama dalam kelompokBelum mampu bekerja sama dalam kelompok. Cenderung bermain sendiri atau tidak mau menunggu giliran teman.Mulai mau bekerja sama namun masih perlu diingatkan untuk menunggu giliran dan membantu teman.Sudah mampu bekerja sama dengan menunggu giliran dan membantu teman, namun belum konsisten dalam semua situasi.Secara konsisten bekerja sama dengan baik, menunggu giliran, membantu teman yang kesulitan, dan memastikan semua anggota kelompok terlibat.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam permainan dan menunjukkan sikap fair play?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif untuk membantu murid yang masih berkembang?
  • Apakah area bermain dan alat yang digunakan sudah aman dan mendukung pembelajaran?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan pembelajaran fair play pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Bagaimana perasaanku saat temanku memberi semangat padaku?
  • Apakah aku sudah jujur saat melakukan kesalahan atau saat timku kalah?
  • Apa yang bisa aku lakukan agar permainan lebih menyenangkan untuk semua teman?
  • Sikap baik apa yang sudah aku tunjukkan hari ini dan apa yang masih perlu aku perbaiki?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK Kelas 2 Kurikulum Merdeka, Bab 2: Serunya Bermain!
  2. Buku Guru PJOK Kelas 2 Kurikulum Merdeka, Bab 2: Serunya Bermain!
  3. Alat permainan: bola kecil warna-warni (merah, kuning, biru, hijau), gelas plastik, air, kardus bekas, pembatas lapangan (cone atau kapur)
  4. Kartu warna urutan untuk panduan menyusun bola
  5. Area bermain yang aman, rata, dan cukup luas untuk semua kelompok

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.