MODUL AJAR PJOK — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 2 — Serunya Bermain! INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Serunya Bermain! |
|---|
| Alokasi Waktu | 19 JP (19 x 35 menit = 665 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 7 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.2.1 Menaati peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani
- TP 2.2.2 Menerapkan strategi kolaborasi ketika berpartisipasi dalam aktivitas jasmani
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa kita harus mengikuti aturan saat bermain bersama teman?
- Apa yang kita rasakan jika ada teman yang bermain jujur dan tertib bergantian?
- Apa yang harus kamu lakukan jika tersentuh oleh tim penjaga saat bermain Hadang?
- Mengapa kita harus tetap menginjak garis batas saat menjadi tim penjaga dalam permainan Hadang?
- Apa yang harus kita lakukan sebelum giliran berlari mengambil bola?
- Mengapa kita hanya boleh mengambil satu bola saja dalam setiap giliran?
- Bagaimana cara regu naga bergerak bersama agar ekor di belakang tidak tertangkap lawan?
- Mengapa setiap anak dalam barisan harus berbagi peran antara yang mengejar dan yang melindungi ekor?
- Bagaimana cara kita bekerja sama dengan teman agar gelas yang kita susun cepat berdiri tinggi dan tidak mudah roboh?
- Kata-kata baik apa yang bisa kita ucapkan saat memberi tahu teman tugas membawa gelas atau saat menyemangatinya?
- Apa yang terjadi jika semua anak dalam regu ingin memegang bola sendiri tanpa mau mengoper?
- Bagaimana cara kita bekerja sama agar bola regu kita bisa sampai dan masuk ke keranjang lawan?
- Mengapa kita harus bermain dengan jujur dan mematuhi aturan saat bermain bersama teman?
- Bagaimana caramu bekerja sama dan berbagi peran dengan anggota kelompok agar permainan berjalan tertib dan lancar?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menaati Peraturan dan Menumbuhkan Sikap Fair Play dalam Permainan Menyusun Warna — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.1 Menaati peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan/aula, memimpin doa bersama, dan memeriksa kesiapan fisik murid untuk beraktivitas gerak (3 menit).
- Guru melakukan pemanasan terpadu melalui permainan ringan 'Lampu Merah Lampu Hijau' untuk melatih ketaatan berhenti dan bergerak sesuai aba-aba guru (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu belajar menaati peraturan dan bersikap fair play dalam Permainan Menyusun Warna (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan mengenai aturan permainan: Guru mengajukan pertanyaan, 'Jika ada antrean mengambil bola, sikap mana yang mematuhi aturan: menyerobot antrean atau menunggu giliran?' (acuan jawaban tepat: menunggu giliran) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan dan mendemonstrasikan 3 aturan utama dalam Permainan Menyusun Warna: (1) Setiap anak hanya boleh memindahkan 1 bola per giliran; (2) Berlari mengikuti lintasan lurus dan melompati kardus tanpa menyenggol; (3) Menunggu di belakang garis pembatas sampai teman satu regu selesai menaruh bola dan melakukan tos (5 menit).
- Guru memfasilitasi tanya jawab interaktif dengan murid tentang makna sikap jujur dan fair play saat mematuhi ketiga aturan tersebut tanpa harus diawasi ketat oleh guru (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (3-4 murid per kelompok) dan mempraktikkan putaran simulasi Permainan Menyusun Warna untuk membiasakan diri menaati aturan mengambil 1 bola serta tertib menunggu giliran di belakang garis (10 menit).
- Murid melaksanakan Permainan Menyusun Warna secara penuh dalam format tantangan yang menggembirakan: murid berlari lurus, melompati kardus rintangan, meletakkan bola warna sesuai gelas sasaran (merah, kuning, biru, hijau), dan kembali bergantian dengan tertib menaati aturan (18 menit).
- Guru melakukan observasi langsung ketaatan murid terhadap peraturan dan penerapan perilaku fair play (kejujuran mengambil 1 bola, ketertiban antre, serta menghargai hasil permainan) menggunakan lembar catatan observasi (5 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid berkumpul dalam lingkaran untuk melakukan pendinginan ringan sambil mengatur napas (4 menit).
- Guru mengajak murid merefleksikan jalannya permainan: 'Siapa yang tadi berhasil mematuhi aturan hanya mengambil satu bola dan sabar menunggu giliran?' serta mendiskusikan perasaan mereka saat semua anggota bermain adil dan jujur (4 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketaatan aturan dan sikap fair play yang telah ditunjukkan murid selama permainan (4 menit).
- Guru memandu murid melakukan cek pemahaman akhir melalui gesture jempol ketaatan aturan, berdoa bersama mengucap syukur, dan membubarkan barisan secara tertib (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan tanda visual berupa garis batas antrean yang lebih kontras di lantai untuk memudahkan murid yang membutuhkan pengingat ruang antre.
- Proses: Bagi murid yang masih terburu-buru/sering lupa aturan giliran, guru atau pendamping memberikan aba-aba sentuhan pundak sebelum berlari; bagi murid yang sudah konsisten menaati aturan, diberikan variasi posisi gelas sasaran yang lebih menantang.
- Produk: Semua murid dinilai berdasarkan konsistensi menaati peraturan permainan yang sama (mengambil satu bola, melompat rintangan, dan berganti giliran secara adil).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: 'Apa yang harus kamu lakukan jika giliranmu mengambil bola belum tiba?' (Acuan jawaban tepat: menunggu dengan sabar di belakang garis antrean/tidak menyerobot).
Proses:- Pengamatan langsung selama Permainan Menyusun Warna dengan 3 indikator perilaku ketaatan aturan dan fair play: (1) Memindahkan tepat 1 bola per giliran; (2) Berlari melalui rintangan tanpa sengaja merusak/menjatuhkan pembatas; (3) Tertib menunggu giliran di belakang garis pembatas.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman/refleksi penutup dengan pertanyaan: 'Sebutkan 1 aturan bermain menyusun warna yang telah kamu taati hari ini!' (Acuan jawaban yang diterima: mengambil hanya 1 bola, antre di belakang garis, melompati kardus, atau menunggu giliran tos).
Formatif:- Observasi unjuk kerja perilaku ketaatan aturan dan fair play saat bermain menyusun warna menggunakan lembar pengamatan rubrik.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketaatan Peraturan Permainan | Belum mampu menaati aturan permainan; sering mengambil lebih dari 1 bola atau menyerobot antrean meskipun sudah diingatkan. | Mulai menaati aturan permainan (mengambil 1 bola dan antre), namun masih sesekali melanggar dan perlu diingatkan guru. | Menaati seluruh aturan permainan menyusun warna (mengambil tepat 1 bola, melewati rintangan, tertib antre) secara konsisten dengan arahan minimal. | Menaati seluruh aturan permainan menyusun warna secara konsisten dan mandiri tanpa pernah melanggar sepanjang aktivitas. | | Sikap Fair Play | Belum menunjukkan sikap fair play; enggan mengakui kesalahan saat melanggar giliran atau tidak mau menerima hasil akhir permainan. | Mulai menunjukkan sikap jujur mengakui pelanggaran aturan saat diingatkan, namun belum konsisten menghargai ketaatan teman. | Menunjukkan sikap fair play secara konsisten dengan bermain jujur, tertib bergantian, dan menerima hasil permainan dengan baik. | Menunjukkan sikap fair play yang sangat konsisten, jujur secara mandiri terhadap setiap tindakan bermain, serta secara sportif menghargai teman dan lawan main. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi mengenai 3 aturan permainan tersampaikan dengan jelas dan dipahami oleh seluruh murid?
- Bagaimana respons murid saat diminta bersabar menunggu giliran dalam kelompoknya?
- Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi untuk mengamati ketaatan aturan setiap murid?
Murid:- Apakah kamu merasa senang bermain menyusun warna dengan jujur bersama teman?
- Aturan permainan mana yang paling mudah atau paling menantang untuk kamu patuhi hari ini?
Pertemuan 2 — Menaati Peraturan dan Menumbuhkan Sikap Fair Play dalam Permainan Hadang — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.1 Menaati peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, membariskan murid di lapangan, memandu doa bersama, dan mengecek kehadiran serta kesiapan pakaian olahraga murid (5 menit).
- Guru bersama murid melakukan pemanasan terpadu berupa peregangan statis dan dinamis serta memastikan area lapangan bersih dari benda tajam atau kerikil (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menaati peraturan dan menumbuhkan sikap fair play (jujur mengakui sentuhan dan taat pada garis batas) dalam Permainan Hadang (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis gerak 'Jujur atau Keliru': Guru menyebutkan 3 skenario tertulis lalu murid merespons dengan melompat ke kanan jika 'Jujur/Taat' atau melompat ke kiri jika 'Keliru/Melanggar'. Skenario 1: 'Kaki penjaga keluar garis saat berusaha menyentuh lawan' (acuan jawaban: Keliru/Melanggar - lompat ke kiri). Skenario 2: 'Pemain penyerang langsung berhenti dan mengaku terkena sentuhan tangan penjaga' (acuan jawaban: Jujur/Taat - lompat ke kanan). Skenario 3: 'Penjaga menyentuh lawan menggunakan dorongan dua tangan dengan keras' (acuan jawaban: Keliru/Melanggar - lompat ke kiri) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan dan memperagakan 3 peraturan inti permainan Hadang yang adil: (1) Kaki penjaga harus tetap menapak/menginjak garis lintasan saat berusaha menyentuh penyerang; (2) Penjaga hanya boleh menyentuh bagian badan yang aman (pundak/lengan) dengan sentuhan ringan tanpa mendorong atau menarik; (3) Penyerang yang terkena sentuhan penjaga wajib dengan jujur mengaku dan berganti peran menjadi penjaga tanpa berdebat (15 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (4 orang) melakukan simulasi terbimbing untuk mempraktikkan ketaatan posisi kaki di atas garis dan mempraktikkan kejujuran saat menerima sentuhan ringan dari teman secara bergantian (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid menjadi dua kelompok besar (tim penyerang dan tim penjaga) pada petak lapangan Hadang yang telah diberi garis batas pembatas (10 menit).
- Murid memainkan Permainan Hadang Babak 1 dengan menerapkan peraturan ketaatan garis batas: tim penjaga bergerak menyamping hanya di sepanjang garisnya sendiri, dan tim penyerang berusaha melewati petak tanpa keluar dari batas lapangan (15 menit).
- Murid memainkan Permainan Hadang Babak 2 dengan tantangan fair play penuh: jika penyerang tersentuh sah oleh penjaga, penyerang segera mengangkat tangan secara jujur tanda tersentuh lalu bertukar peran menjadi penjaga; guru mengamati dan mencatat ketaatan aturan menggunakan lembar observasi (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan murid di tempat teduh untuk pendinginan ringan sembari mengatur napas (5 menit).
- Murid mengevaluasi pelaksanaan ketaatan aturan dan sikap fair play yang dialami selama permainan Hadang: murid mengidentifikasi apakah mereka sudah jujur mengakui saat tersentuh lawan dan apakah penjaga tetap menjaga kaki di atas garis lintasan (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap sikap ketaatan aturan dan kejujuran yang ditunjukkan murid selama permainan Hadang (5 menit).
- Guru menyampaikan agenda gerak untuk pertemuan berikutnya, memimpin doa penutup, dan membubarkan barisan secara teratur (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lebar garis pembatas yang lebih tebal/jelas dengan kapur atau lakban warna mencolok bagi murid yang membutuhkan panduan visual batas gerak.
- Proses: Bagi murid yang masih sering keluar garis batas, guru memberikan pendampingan langsung pada lintasan tengah; bagi murid yang sudah sangat taat aturan, diberikan area garis jaga yang lebih panjang.
- Produk: Tingkat ketaatan aturan dinilai dari konsistensi murid tetap berada pada garis lintasan dan kejujuran mengakui sentuhan selama permainan berlangsung.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Kuis gerak diagnostik 'Jujur atau Keliru' dengan 3 skenario: (1) Penjaga melangkah keluar garis saat menyentuh lawan [kunci: Keliru]; (2) Penyerang mengakui dengan jujur saat tersentuh [kunci: Jujur]; (3) Penjaga mendorong penyerang dengan dua tangan [kunci: Keliru]. Murid merespons dengan melompat ke arah yang ditentukan guru.
Proses:- Lembar observasi perilaku ketaatan aturan dan fair play saat permainan Hadang berlangsung: Guru mencatat ketercapaian 3 indikator: (1) Kaki penjaga konsisten menginjak/menapak garis; (2) Melakukan sentuhan sah tanpa mendorong lawan; (3) Secara jujur mengakui sentuhan dan berganti peran tanpa membantah.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup berupa verifikasi 2 butir ketaatan aturan: (1) 'Apa yang harus dilakukan penjaga agar tidak melanggar aturan garis?' (Acuan jawaban: Kaki harus tetap menginjak/menapak pada garis); (2) 'Apa bukti sikap fair play saat badanmu tersentuh penjaga?' (Acuan jawaban: Mengaku dengan jujur/mengangkat tangan dan bersedia berganti peran).
Formatif:- Observasi unjuk kerja ketaatan peraturan dan fair play selama permainan Hadang menggunakan lembar ceklis
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketaatan pada Peraturan Garis dan Sentuhan Sah | Belum mampu menaati aturan; kaki selalu keluar dari garis jaga atau menyentuh lawan dengan dorongan kasar meski sudah diingatkan guru. | Mulai menaati aturan garis dan sentuhan sah, namun masih perlu 2-3 kali teguran/arahan dari guru selama permainan berlangsung. | Menaati peraturan garis (kaki menapak garis) dan melakukan sentuhan sah tanpa dorongan secara mandiri sepanjang permainan. | Menaati seluruh peraturan garis dan sentuhan sah secara konsisten tanpa sekalipun melanggar, serta mengingatkan diri sendiri untuk selalu disiplin pada batas permainan. | | Penerapan Sikap Fair Play (Kejujuran Mengakui Sentuhan) | Menolak mengakui ketika tersentuh oleh tim penjaga dan bersikeras melanjutkan lari tanpa rasa bersalah. | Mengakui sentuhan lawan hanya setelah ditegur oleh guru atau ditunjukkan oleh teman. | Secara jujur dan sadar langsung mengangkat tangan serta berganti peran saat tersentuh oleh penjaga. | Secara mandiri, jujur, dan berkesadaran penuh langsung mengakui sentuhan lawan dengan lapang dada serta bersikap sportif menghargai lawan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah modifikasi lapangan Hadang mempermudah murid memahami batasan garis dan peraturan fair play?
- Bagaimana respons kejujuran murid ketika terjadi sentuhan cepat dalam permainan yang dinamis?
Murid:- Apakah kamu merasa senang dan bangga ketika bermain secara jujur mengakui sentuhan teman?
- Aturan mana dalam permainan Hadang yang paling sulit kamu patuhi hari ini?
Pertemuan 3 — Menaati Peraturan dan Menumbuhkan Sikap Fair Play dalam Permainan Mencari Harta Karun — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.1 Menaati peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani
Pendahuluan:- Guru membuka kelas di lapangan dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Pemanasan ringan dalam bentuk permainan gerak lari di tempat dan peregangan tubuh dipimpin oleh guru (10 menit).
- Guru melakukan asesmen awal kesiapan ketaatan aturan melalui tanya jawab terarah: 'Sebutkan 2 aturan dasar saat berlari estafet bergantian!' (acuan jawaban: (1) lari setelah aba-aba/tos teman, (2) antre menunggu giliran di belakang garis) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan dan mendemonstrasikan aturan permainan 'Mencari Harta Karun': murid berlari hanya setelah aba-aba/tos teman giliran sebelumnya, murid berlari menuju kotak tengah dan hanya mengambil tepat 1 bola sesuai warna regu, lalu memasukkannya ke keranjang regu (10 menit).
- Murid menyimak dan bersama guru mengidentifikasi 2 aturan utama fair play yang wajib ditaati: (1) Aturan berlari: hanya berlari setelah aba-aba peluit atau setelah menerima tos dari teman, (2) Aturan mengambil bola: hanya boleh mengambil 1 bola dalam satu putaran lari (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid dibagi menjadi 4 regu (masing-masing 4-5 murid) berbaris di belakang garis start untuk melakukan simulasi percobaan ketaatan aturan berlari setelah aba-aba/tos dan mengambil tepat 1 bola (3 menit).
- Setiap regu melaksanakan permainan 'Mencari Harta Karun' putaran 1 dengan menerapkan aturan secara langsung; guru memantau ketaatan aturan berlari dan aturan pengambilan bola (12 menit).
- Setiap regu melaksanakan permainan 'Mencari Harta Karun' putaran 2 dengan tantangan mempertahankan ketaatan aturan secara konsisten meskipun tempo permainan berjalan lebih cepat (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid berkumpul dalam formasi lingkaran, kemudian bersama guru mengevaluasi pelaksanaan aturan: apakah ada yang berlari mendahului tos atau mengambil lebih dari 1 bola (10 menit).
- Murid mengisi lembar periksa diri (self assessment) sederhana dengan memberi centang pada 2 pengalaman: (1) menaati aturan berlari setelah aba-aba/tos, (2) menaati aturan mengambil tepat satu bola (10 menit).
Penutup:- Pendinginan berupa senam pelemasan otot kaki dan lengan sambil mengatur pernapasan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik umum terkait ketaatan aturan dan sikap fair play yang sudah ditunjukkan seluruh murid selama permainan (5 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup dan mengarahkan murid kembali ke kelas dengan tertib (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan pembatas visual lintasan lari yang sangat jelas dan keranjang warna yang kontras.
- Proses: Bagi murid yang masih sering terburu-buru berlari mendahului tos diberikan penanda posisi berdiri 1 meter di belakang garis tos; bagi murid yang sudah konsisten taat diberikan variasi jarak lari yang lebih jauh.
- Produk: Semua murid dinilai dari aspek yang sama, yaitu ketaatan terhadap 2 aturan utama fair play (aturan berlari dan aturan mengambil bola).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran untuk mengecek pemahaman aturan bergantian: 'Sebutkan 2 aturan dasar saat berlari estafet bergantian!' (acuan jawaban: (1) lari setelah aba-aba/tos teman, (2) antre menunggu giliran di belakang garis)
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja guru selama permainan putaran 1 dan 2 untuk mengamati ketaatan murid terhadap: (1) aturan berlari (menunggu aba-aba/tos), (2) aturan mengambil bola (tepat 1 bola per giliran)
Akhir Pertemuan:- Lembar periksa diri (self assessment) berisi 2 butir pernyataan: (1) 'Aku berlari hanya setelah mendengar aba-aba atau tos dengan teman' (kriteria: centang 'Sudah aku tunjukkan' jika taat tanpa melanggar), (2) 'Aku hanya mengambil satu bola pada setiap giliranku' (kriteria: centang 'Sudah aku tunjukkan' jika taat tanpa melanggar)
Formatif:- Observasi lembar pengamatan ketaatan aturan dan sikap fair play saat permainan Mencari Harta Karun
- Lembar periksa diri (self assessment) murid
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menaati aturan berlari (menunggu aba-aba/tos) | Belum menaati aturan berlari, sering mencuri start sebelum aba-aba atau berlari sebelum menerima tos teman meski sudah diingatkan guru. | Mulai menaati aturan berlari, sesekali masih terburu-buru mendahului aba-aba atau tos teman namun dapat memperbaiki saat diingatkan guru. | Menaati aturan berlari dengan konsisten, selalu menunggu aba-aba atau tos teman sebelum mulai berlari secara mandiri. | Menaati aturan berlari secara konsisten dan mandiri tanpa pernah melanggar di seluruh putaran permainan serta selalu siap pada posisinya. | | Menaati aturan mengambil bola (tepat 1 bola per giliran) | Belum menaati aturan mengambil bola, berulang kali mengambil lebih dari 1 bola dalam satu giliran. | Mulai menaati aturan mengambil bola, pernah mengambil lebih dari 1 bola tetapi langsung mengembalikannya setelah diingatkan guru. | Menaati aturan mengambil bola dengan selalu mengambil tepat 1 bola pada setiap giliran secara mandiri. | Menaati aturan mengambil bola secara konsisten dan tertib di setiap putaran tanpa pernah melanggar aturan pengambilan bola. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi mengenai aturan berlari dan mengambil bola sudah dipahami dengan jelas oleh seluruh murid?
- Bagaimana respons dan ketaatan murid saat permainan berlangsung dengan tempo cepat?
Murid:- Apakah kamu berhasil sabar menunggu giliran dan tos teman sebelum berlari?
- Apakah kamu selalu mengambil hanya satu bola di setiap putaran?
Pertemuan 4 — Menerapkan Strategi Kolaborasi dan Pembagian Peran dalam Permainan Tangkap Ekorku — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.2 Menerapkan strategi kolaborasi ketika berpartisipasi dalam aktivitas jasmani
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan, memimpin doa bersama, dan memeriksa kesiapan fisik serta kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan pemanasan terarah melalui permainan 'Ekor Bergerak': murid berpasangan saling memegang pundak dan mencoba bergerak beriringan tanpa melepas pegangan (10 menit).
- Guru melakukan asesmen awal kesiapan kolaborasi dengan mengajukan 2 pertanyaan terarah: (1) Siapa yang bertugas mengambil pita lawan? (acuan tepat: anak di posisi paling depan/kepala naga); (2) Bagaimana cara agar barisan tidak putus saat berbelok? (acuan tepat: memegang pinggang teman di depan dengan erat dan bergerak mengikuti arah teman di depan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan formasi permainan Tangkap Ekorku bersama 3 orang peraga (kepala naga di depan, tubuh di tengah, dan ekor berselendang pita di belakang) serta aturan bahwa pegangan pinggang tidak boleh terlepas (10 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (3-4 anak) berdiskusi merencanakan strategi kolaborasi: menyepakati pembagian peran (siapa menjadi kepala, badan, ekor) dan aba-aba gerakan bersama seperti belok kiri/kanan (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Setiap kelompok menerapkan strategi kolaborasi yang telah disepakati dalam simulasi tangkap ekor: kepala berusaha meraih pita ekor regu lawan, sementara tubuh dan ekor bergerak serentak menghindar agar barisan tidak putus (15 menit).
- Kelompok melakukan rotasi peran (bergantian menjadi kepala, tubuh, dan ekor) lalu menguji variasi strategi kolaborasi baru saat bertanding melawan kelompok lain di area lapangan yang dibatasi (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap regu duduk melingkar untuk mengevaluasi strategi kolaborasinya: apakah pembagian peran berjalan lancar dan apakah aba-aba gerak bersama berhasil melindungi pita regu (10 menit).
Penutup:- Guru memandu gerakan pendinginan statis dan peregangan santai untuk memulihkan denyut nadi (10 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya strategi kerja sama regu dan saling mengingatkan posisi dalam aktivitas berkelompok, ditutup dengan doa bersama (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan pita penanda ekor dengan warna kontras dan panjang yang berbeda untuk memudahkan pengamatan visual.
- Proses: Kelompok yang masih kesulitan mempertahankan barisan bermain dalam formasi 3 anak dengan tempo gerak perlahan, sedangkan kelompok yang sudah lincah bermain dalam formasi 4 anak di area permainan yang lebih luas.
- Produk: Kelompok pemula dinilai dari kemampuan menjaga keutuhan barisan saat bergerak, sedangkan kelompok mahir dinilai dari keberhasilan manuver strategi menangkap pita sekaligus melindungi ekor.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di pendahuluan mengenai pemahaman peran: (1) Peran posisi paling depan (acuan: kepala naga bertugas mengejar/mengambil pita lawan); (2) Strategi menjaga kekompakan barisan (acuan: memegang pinggang teman dengan rapat dan mengikuti gerak teman di depan agar tidak putus).
Proses:- Pengamatan langsung selama simulasi dan permainan: keterlibatan aktif menjalankan peran yang disepakati (kepala/badan/ekor), konsistensi menjaga pegangan pinggang agar barisan tidak terputus, dan penggunaan aba-aba koordinasi gerak bersama.
Akhir Pertemuan:- Cek reflektif di akhir sesi: setiap kelompok menyebutkan 1 strategi kerja sama regu yang paling berhasil mereka terapkan saat melindungi ekor (kriteria penerimaan: menyebutkan tindakan nyata kelompok seperti berbelok bersamaan mengikuti kepala, memegang erat pinggang, atau memberi aba-aba suara).
Formatif:- Observasi unjuk kerja penerapan strategi kolaborasi dan pembagian peran dalam permainan Tangkap Ekorku menggunakan lembar amatan rubrik proses.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pembagian Peran Kelompok | Belum menentukan peran (kepala, badan, ekor) sehingga berebut posisi dan barisan langsung terlepas saat mulai bergerak. | Menentukan peran dalam kelompok namun masih memerlukan bantuan dan bimbingan guru secara penuh saat mengatur posisi barisan. | Menentukan peran kepala, badan, dan ekor secara mandiri serta menjalankan perannya masing-masing dalam barisan tanpa berebut. | Menentukan peran secara mandiri, menjalankan tugas perannya dengan tertib, dan mampu bertukar peran secara lancar dalam simulasi lanjutan. | | Penerapan Strategi Kerja Sama Gerak | Bergerak secara individual tanpa koordinasi sehingga pegangan barisan selalu terputus saat mengejar atau menghindar. | Mencoba bergerak bersama mengikuti kepala regu, namun pegangan barisan masih sesekali terlepas saat melakukan manuver berbelok. | Menerapkan koordinasi gerak terencana bersama regu secara konsisten sehingga barisan tetap utuh saat mengejar pita lawan maupun menghindar. | Menerapkan koordinasi gerak terencana dan komunikasi aba-aba aktif secara konsisten sehingga barisan tetap kokoh dan lincah dalam segala arah pergerakan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan merata untuk merasakan peran sebagai kepala, badan, dan ekor?
- Bagaimana respons kerja sama antarmurid saat menghadapi kesulitan menjaga keutuhan barisan di lapangan?
Murid:- Apa yang kamu rasakan ketika barisan kelompokmu berhasil bergerak kompak bersama teman?
- Posisi mana yang paling kamu sukai (kepala, badan, atau ekor), dan bagaimana caramu membantu teman pada posisi tersebut?
Pertemuan 5 — Menerapkan Strategi Kolaborasi dan Komunikasi Tim dalam Permainan Menara Gelas — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.2 Menerapkan strategi kolaborasi ketika berpartisipasi dalam aktivitas jasmani
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan, mengucapkan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan pemanasan terpadu yang menyenangkan dalam lingkaran kecil sambil melatih respons cepat dan kelenturan tubuh (7 menit).
- Guru menyampaikan topik dan tujuan belajar hari ini yaitu menerapkan strategi kolaborasi dan komunikasi tim dalam permainan Menara Gelas (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan rencana kerja kelompok melalui pertanyaan lisan: 'Jika ada 3 orang dalam kelompok dan ada tugas berlari mengambil gelas, melewati rintangan kardus, serta menyusun menara di ujung lintasan, bagaimana kalian membagi perannya dan kalimat apa yang diucapkan?' (acuan: pembagian peran yang terencana, misal anak 1 pelari pembawa gelas, anak 2 penjaga rintangan/pengatur gelas, anak 3 penyusun menara; serta kalimat komunikasi santun/memberi semangat seperti 'Ayo kita bawa bergantian' atau 'Hati-hati saat menyusun') (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan dan peragaan singkat guru mengenai alur rintangan permainan Menara Gelas: membawa gelas plastik secara bergantian, melompati kardus bekas, merangkak melewati terowongan kardus dengan aman, lalu menyusun gelas membentuk piramida di garis akhir (10 menit).
- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 3-4 anak dan berdiskusi merencanakan strategi kolaborasi kelompok: menetapkan giliran pelari (anak pertama, kedua, ketiga), posisi penyusun gelas di puncak, serta menyepakati kalimat komunikasi santun dan aba-aba penyemangat seperti 'Ayo oper ke saya' atau 'Pegang gelas bagian bawah' (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Setiap kelompok mempraktikkan ronde uji coba permainan Menara Gelas, menerapkan pembagian peran giliran berlari membawa gelas dan menyusun menara gelas 6 buah secara bertahap (15 menit).
- Setiap kelompok memainkan tantangan penuh Permainan Menara Gelas secara kompetitif dan menggembirakan: murid menerapkan strategi pembagian peran giliran lari estafet melewati rintangan kardus dan terowongan, serta saling memberikan instruksi operasional yang santun dan umpan balik positif secara langsung saat menyusun 10 gelas plastik menjadi piramida kokoh (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompoknya duduk melingkar untuk merefleksikan jalannya strategi kolaborasi yang sudah dijalankan: memeriksa apakah peran giliran berjalan lancar dan apakah komunikasi tim saling mendukung saat menyusun gelas (10 menit).
Penutup:- Guru memandu gerakan pendinginan statis dan peregangan santai untuk melemaskan otot-otot tungkai dan lengan sambil mengatur napas (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya strategi pembagian peran dan komunikasi tim yang ramah saat berkolaborasi dalam permainan kelompok (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kerja sama tim, menyampaikan rencana pertemuan berikutnya (permainan bola tangan), serta menutup sesi dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyesuaikan jumlah gelas yang disusun menjadi menara (6 gelas untuk kelompok yang butuh bimbingan; 10 gelas piramida untuk kelompok yang sudah mahir kolaborasinya).
- Proses: Kelompok yang masih bingung membagi tugas didampingi guru secara intensif dalam menentukan urutan pelari dan penyusun; kelompok yang mahir diberi keleluasaan merancang sendiri urutan rotasi peran dan variasi posisi penyusun.
- Produk: Kelompok menunjukkan unjuk kerja kolaborasi pembagian peran dan komunikasi tim yang teramati langsung dalam menyelesaikan menara gelas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: 'Bagaimana cara kelompokmu membagi tugas dan apa yang kamu katakan kepada teman agar gelas tersusun rapi tanpa jatuh?' (Acuan: Murid dapat merespons dengan menyebutkan pembagian peran yang jelas seperti siapa yang berlari membawa gelas dan siapa yang menyusun, serta menggunakan ungkapan kerja sama santun seperti 'Ayo kita oper pelan-pelan' atau 'Kamu bawa yang bawah dulu').
Proses:- Pengamatan langsung saat murid bermain Menara Gelas dengan mengamati 2 indikator kolaborasi: (1) Keteraturan pembagian peran saat berlari estafet dan menyusun gelas; (2) Penggunaan komunikasi tim berupa bahasa yang sopan dan umpan balik positif (contoh ucapan teramati: 'Ayo coba lagi!', 'Pelan-pelan ya!', 'Biar aku yang taruh atas!').
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan diri sederhana melalui unjuk tangan/refleksi lisan di akhir sesi berdasarkan 2 butir pengalaman: (1) Apakah aku sudah menjalankan peranku dalam kelompok?; (2) Apakah aku sudah berbicara sopan dan menyemangati temanku saat menyusun menara gelas? (Acuan kriteria: Murid mampu menyatakan perannya yang konkret dan menyebutkan kalimat santun/penyemangat yang telah diucapkannya selama bermain).
Formatif:- Observasi unjuk kerja strategi kolaborasi kelompok (pembagian peran giliran dan penyusun) selama Permainan Menara Gelas
- Lembar ceklis observasi komunikasi tim (penggunaan kata instruksi santun dan kalimat penyemangat/umpan balik positif)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Pembagian Peran dalam Kolaborasi Tim | Belum mampu menjalankan peran giliran membawa atau menyusun gelas, sering berebut atau diam tanpa bergerak meski sudah diarahkan guru. | Mampu menjalankan peran membawa atau menyusun gelas namun masih membutuhkan arahan dan pengingat berulang dari guru. | Mampu menerapkan strategi kolaborasi dengan berbagi peran (giliran membawa gelas dan menyusun menara) secara teratur dan mandiri bersama teman sekelompok. | Mampu menerapkan strategi kolaborasi pembagian peran secara teratur, konsisten, mandiri, serta aktif membantu mengarahkan alur giliran timnya agar tetap tertib. | | Penerapan Komunikasi Tim dalam Kolaborasi | Belum menunjukkan komunikasi verbal yang mendukung, tidak merespons arahan teman, atau menggunakan kata-kata bernada menyalahkan saat menara jatuh. | Mulai menggunakan bahasa yang sopan atau memberi semangat kepada teman, namun hanya jika diingatkan oleh guru. | Menerapkan komunikasi tim secara mandiri menggunakan kalimat santun ('Ayo kita coba bersama') dan memberi umpan balik positif ('Ayo, kita coba lagi!') selama menyusun menara gelas. | Menerapkan komunikasi tim dengan bahasa yang sangat santun dan konsisten memberikan umpan balik positif serta dorongan semangat kepada seluruh anggota tim sepanjang permainan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur rintangan kardus dan penyusunan menara gelas memfasilitasi setiap murid untuk benar-benar berkolaborasi dan berkomunikasi aktif?
- Bagaimana respons murid yang awalnya pasif dalam kelompok ketika diberikan peran tertentu dalam estafet membawa gelas?
Murid:- Apa peran yang paling kamu sukai saat bermain Menara Gelas tadi (membawa gelas melompati kardus atau menyusunnya di menara)?
- Kalimat baik apa yang tadi kamu ucapkan saat temanmu hampir menjatuhkan gelas?
Pertemuan 6 — Menerapkan Strategi Kolaborasi Kerja Sama Regu dalam Permainan Bola Tangan Sederhana — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.2 Menerapkan strategi kolaborasi ketika berpartisipasi dalam aktivitas jasmani
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan, mengucapkan salam, memandu doa bersama, mengecek kehadiran, dan memimpin pemanasan dinamis berbentuk permainan 'Oper Balon Berantai' untuk mengondisikan fisik serta kebersamaan regu (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menerapkan strategi kolaborasi kerja sama regu (berbagi peran dan mengoper bola) dalam permainan bola tangan sederhana (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar situasi: Gambar A (seorang anak berlari sendiri membawa bola sambil dikepung lawan) dan Gambar B (seorang anak mengoper bola kepada teman satu regu yang berdiri bebas dekat keranjang), lalu meminta murid mengacungkan tangan memilih cara terbaik agar regu berhasil mencetak poin (acuan: Gambar B adalah strategi kolaborasi yang tepat karena memanfaatkan kerja sama regu untuk mencetak poin) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memberikan penjelasan dan peragaan interaktif mengenai 2 peran penting dalam regu permainan bola tangan sederhana: (1) Peran Pengoper/Penyerang (bergerak mencari ruang kosong dan mengoper bola ke teman) dan (2) Peran Penjaga/Penerima Sasaran (menjaga area dekat keranjang untuk menerima operan dan memasukkan bola ke keranjang lawan) (5 menit).
- Guru membagi murid ke dalam kelompok beranggotakan 4-5 anak, lalu membimbing setiap kelompok melakukan musyawarah pembagian peran dan menyepakati sinyal komunikasi sederhana (misal memanggil nama teman atau mengangkat tangan saat berada di posisi bebas tanpa penjagaan) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Setiap kelompok mempraktikkan simulasi operan berantai 3 sentuhan: murid dalam regu harus melakukan minimal 2 kali operan antar-anggota sebelum bola boleh dimasukkan ke dalam keranjang sasaran, di mana guru mengamati penerapan pembagian tugas dan operan bola (15 menit).
- Kelompok memainkan pertandingan 'Bola Tangan Sederhana' 4 lawan 4 di lapangan berbatas kerucut: regu penyerang menerapkan strategi kolaborasi dengan berbagi peran (pengoper dan penerima) serta saling mengoper bola untuk mencetak poin ke keranjang lawan, sementara regu bertahan berupaya menghalau operan secara tertib (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengumpulkan seluruh murid dalam lingkaran regu untuk melakukan jeda sejenak (mindful pause) dan meminta perwakilan regu menyampaikan apa yang membuat strategi operan mereka berhasil atau gagal saat permainan berlangsung (5 menit).
- Guru membimbing murid menarik kesimpulan bersama bahwa dengan berbagi peran dan saling mengoper bola, regu menjadi lebih kuat, kompak, dan mudah mencapai tujuan permainan (5 menit).
Penutup:- Guru memandu gerakan pendinginan statis untuk meregangkan otot lengan dan tungkai sambil mengatur napas (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap pelaksanaan kerja sama regu yang ditunjukkan murid, menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya adalah asesmen sumatif praktik permainan bab 2, serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan ukuran bola yang bervariasi (bola plastik besar bertekstur empuk untuk memudahkan tangkapan bagi yang ragu, dan bola karet standar untuk yang sudah terampil).
- Proses: Regu yang masih kesulitan berbagi peran diberikan tanda rompi warna berbeda untuk pengoper dan penjaga keranjang serta pengurangan jarak antar-pemain; regu yang mahir diberikan tantangan jumlah operan wajib minimal 3 kali sebelum mencetak poin.
- Produk: Tingkat keberhasilan kolaborasi diamati melalui keterlibatan aktif menjalankan peran dan frekuensi operan antar-anggota dalam regu.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual dengan 2 gambar pilihan strategi bermain: Gambar A (berlari sendiri menerobos kepungan lawan) dan Gambar B (mengoper bola ke teman yang berdiri bebas di dekat sasaran keranjang). Guru menanyakan: 'Manakah cara yang menunjukkan kerja sama tim agar regu berhasil mencetak skor?' (Kriteria/Acuan benar: Murid memilih Gambar B dan menyebutkan alasan sederhana bahwa bola harus dioper ke teman yang tidak dijaga lawan).
Proses:- Pengamatan langsung selama simulasi dan permainan bola tangan sederhana menggunakan lembar ceklis kolaborasi: (1) Murid menjalankan peran yang disepakati (sebagai pengoper atau penerima/penjaga sasaran); (2) Murid bersedia mengoper bola kepada teman satu regu minimal 2 kali selama permainan (tidak mendominasi bola sendiri).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/gestur di akhir sesi melalui 2 pertanyaan panduan: (1) 'Sebutkan apa peranmu tadi saat bermain di dalam regu?' (Acuan: murid dapat menyebutkan perannya secara spesifik, yaitu pengoper/penyerang atau penerima/penjaga keranjang); (2) 'Mengapa kita harus mengoper bola ke teman?' (Acuan: murid menjawab agar bola tidak direbut lawan / agar lebih mudah mencetak angka bersama tim).
Formatif:- Lembar observasi unjuk kerja kolaborasi saat permainan bola tangan sederhana (fokus: pelaksanaan peran dalam tim dan frekuensi berbagi/mengoper bola kepada teman seregu)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menerapkan Strategi Kolaborasi (Pembagian Peran dan Kerja Sama Operan Regu) | Belum menjalankan peran yang disepakati dalam tim dan selalu memegang bola sendiri tanpa pernah mengoper ke teman satu regu. | Mulai menjalankan peran yang disepakati, namun masih jarang mengoper bola ke teman (hanya mengoper jika dipandu atau diingatkan langsung oleh guru). | Menjalankan peran dalam tim secara konsisten dan aktif mengoper bola ke teman satu regu secara mandiri saat situasi permainan membutuhkan operan. | Menjalankan peran dalam tim secara konsisten, berinisiatif mengatur posisi ruang bebas bersama regu, serta mengoper bola secara tepat kepada teman untuk mencetak poin tanpa diingatkan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu permainan 4 lawan 4 cukup memberikan kesempatan bagi setiap murid untuk menerapkan peran dan mengoper bola?
- Apakah strategi diferensiasi peran dan ukuran bola membantu murid yang belum terbiasa bekerja sama dalam kelompok?
Murid:- Apakah kamu merasa senang saat berhasil mengoper bola kepada teman seregu?
- Bagian mana dari kerja sama tim tadi yang paling seru dan ingin kamu lakukan lagi?
Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.1 Menaati peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani
- TP 2.2.2 Menerapkan strategi kolaborasi ketika berpartisipasi dalam aktivitas jasmani
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran serta kesiapan fisik murid untuk beraktivitas jasmani (5 menit).
- Guru memandu pemanasan statis dan dinamis secara klasikal untuk menyiapkan otot tubuh dan mencegah cedera saat beraktivitas fisik (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, menjelaskan alur pelaksanaan unjuk kerja permainan kelompok, serta membagi murid ke dalam 4 kelompok yang masing-masing beranggotakan 7 anak (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membacakan dan mendemonstrasikan aturan baku permainan sirkuit beregu estafet bola warna: (1) Murid wajib berbaris rapi menunggu giliran di belakang garis start; (2) Setiap pelari hanya boleh mengambil satu bola sesuai warna timnya setelah mendapat tepukan tangan dari pelari sebelumnya; (3) Pelari berlari melintasi rute lurus, melompati satu kardus rintangan, dan menaruh bola ke wadah tim; (4) Jika bola jatuh atau melanggar giliran, murid harus mengulang dari titik kesalahan dengan jujur tanpa menyalahkan teman (10 menit).
- Murid mendengarkan penjelasan pembagian peran dalam kelompok (penentu urutan pelari, pelari penyusun bola, dan penerima estafet) serta memastikan setiap anggota tim memahami tugas gerak dan batas aturan permainan (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Babak 1 Asesmen Unjuk Kerja: Kelompok 1 bertanding paralel dengan Kelompok 2 pada lintasan A dan B, sementara Kelompok 3 dan Kelompok 4 duduk tertib mengamati di pinggir lapangan; guru mengobservasi langsung keteraturan menaati aturan main, kejujuran/fair play (mengakui kesalahan tanpa berbuat curang), serta kerja sama dan pembagian peran regu (25 menit).
- Babak 2 Asesmen Unjuk Kerja: Kelompok 3 bertanding paralel dengan Kelompok 4 pada lintasan A dan B, sementara Kelompok 1 dan Kelompok 2 duduk tertib mengamati; guru mengobservasi langsung ketaatan aturan, sikap fair play menghargai kawan dan lawan, serta penerapan strategi kolaborasi pembagian peran dalam regu (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid berkumpul dalam formasi lingkaran untuk melakukan pendinginan ringan (mengayunkan lengan dan mengatur napas) sambil guru memandu murid mengevaluasi tindakan ketaatan aturan dan sikap jujur yang telah mereka tunjukkan selama permainan berlangsung (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik menyeluruh mengenai ketaatan aturan fair play dan kekompakan kolaborasi yang ditunjukkan seluruh kelompok selama sesi asesmen sumatif (5 menit).
- Guru mengajak murid menyimpulkan pengalaman bermain sepanjang Bab 2, memimpin doa syukur penutup kegiatan, dan mengarahkan murid kembali ke kelas dengan tertib (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: Lintasan dan aturan dasar tetap sama untuk seluruh kelompok; bagi murid yang memerlukan penyesuaian mobilitas fisik, jarak rintangan kardus disesuaikan posisinya tanpa mengubah kewajiban ketaatan aturan giliran maupun pembagian peran regu.
- Proses: Akomodasi proses: Guru mengulang pembacaan urutan giliran bermain dengan isyarat visual (bendera warna) untuk kelompok yang membutuhkan kejelasan tanpa mengurangi kriteria penilaian unjuk kerja mandiri.
- Produk: Standar bukti tetap sama: Lembar observasi keterlibatan unjuk kerja permainan kelompok yang memuat 4 indikator fair play (TP 1) dan 3 indikator kolaborasi (TP 2).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan asesmen sumatif pada awal sesi: Tanya jawab lisan singkat mengenai pemahaman 4 aturan utama permainan sirkuit beregu (acuan: (1) antre di belakang garis, (2) ambil 1 bola per giliran, (3) lompati rintangan kardus, (4) jujur mengulang bila bola terjatuh).
Proses:- Observasi keterlibatan murid selama unjuk kerja permainan kelompok menggunakan lembar observasi keteraturan bermain, ketaatan aturan fair play, dan pembagian peran tim.
Sumatif Bab:- unjuk kerja aktivitas permainan kelompok: catatan lembar observasi perilaku ketaatan aturan, sikap fair play, serta penerapan strategi kolaborasi dan pembagian peran murid saat berpartisipasi dalam permainan beregu
- unjuk kerja aktivitas permainan kelompok: lembar observasi keterlibatan murid dalam kelompok bermain (4 kelompok @ 7 murid bermain secara berpasangan/paralel dalam 2 babak permainan gerak sederhana, diamati keteraturan menaati aturan main, kejujuran/fair play, serta kerja sama dan pembagian peran regu) (105 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja dengan rubrik ketaatan aturan (fair play) dan kolaborasi regu)
Sumatif:- unjuk kerja aktivitas permainan kelompok: catatan lembar observasi perilaku ketaatan aturan, sikap fair play, serta penerapan strategi kolaborasi dan pembagian peran murid saat berpartisipasi dalam permainan beregu
- unjuk kerja aktivitas permainan kelompok: lembar observasi keterlibatan murid dalam kelompok bermain (4 kelompok @ 7 murid bermain secara berpasangan/paralel dalam 2 babak permainan gerak sederhana, diamati keteraturan menaati aturan main, kejujuran/fair play, serta kerja sama dan pembagian peran regu) (105 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja dengan rubrik ketaatan aturan (fair play) dan kolaborasi regu)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketaatan Aturan dan Fair Play (TP 2.2.1: Acuan 4 indikator: (1) menghargai teman, (2) menghargai lawan, (3) menaati aturan permainan, (4) bermain jujur saat bola jatuh/giliran) | Belum memenuhi indikator (hanya menunjukkan 0 indikator) ketaatan aturan dan fair play selama permainan berlangsung. | Menunjukkan 1 indikator dari 4 acuan indikator ketaatan aturan dan fair play selama permainan berlangsung. | Menunjukkan 2 hingga 3 indikator dari 4 acuan indikator ketaatan aturan dan fair play secara mandiri selama permainan berlangsung. | Secara konsisten menunjukkan seluruh (4 dari 4) indikator ketaatan aturan dan fair play (menghargai teman, menghargai lawan, menaati aturan, dan bermain jujur) selama permainan berlangsung. | | Penerapan Strategi Kolaborasi (TP 2.2.2: Acuan 3 indikator: (1) menyusun strategi sederhana urutan bermain, (2) berkomunikasi dengan efektif saat memberi giliran/aba-aba, (3) berpartisipasi aktif dalam pembagian peran tim) | Belum memenuhi indikator (hanya menunjukkan 0 indikator) strategi kolaborasi saat bermain bersama regu. | Menunjukkan 1 indikator dari 3 acuan indikator strategi kolaborasi dalam tim saat bermain. | Menunjukkan 2 indikator dari 3 acuan indikator strategi kolaborasi dalam tim saat berpartisipasi dalam permainan. | Secara konsisten menunjukkan seluruh (3 dari 3) indikator strategi kolaborasi (menyusun strategi urutan, berkomunikasi efektif, dan berpartisipasi aktif dalam peran tim) selama permainan beregu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 2 babak permainan paralel cukup untuk mengamati seluruh indikator pada 4 kelompok secara akurat dan objektif?
- Bagaimana tingkat konsistensi murid kelas 2 dalam mematuhi aturan permainan dan bersikap jujur tanpa harus selalu diawasi secara ketat oleh guru?
Murid:- Apakah kamu tadi sudah bermain dengan jujur dan mematuhi giliran bermain sesuai aturan kelompokmu?
- Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama dan saling mendukung dengan teman satu regu dalam permainan tadi?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas II, Kemendikbudristek 2024, Bab 2 'Serunya Bermain!', Subbab 1: Permainan Menyusun Warna.
- Buku Siswa PJOK Kelas II, Kemendikbudristek 2024, Bab 2 'Serunya Bermain!'.
- Peralatan: bola plastik kecil warna-warni (merah, kuning, biru, hijau), gelas plastik/wadah sasaran, kardus bekas/cone sebagai rintangan, peluit, dan lakban/tali pembatas garis lapangan.
- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas II, Kemendikbudristek 2024
- Buku Siswa PJOK Kelas II, Kemendikbudristek 2024 (Bab 2: Serunya Bermain!)
- Lapangan olahraga dengan marka garis/garis kapur, peluit, rompi tim/penanda warna
- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas II, Kemendikbudristek 2024 (Bab 2: Serunya Bermain!)
- Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas II, Kemendikbudristek 2024
- Bola plastik kecil aneka warna, keranjang/wadah bola, kerucut pembatas (cone), peluit
- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas II, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas II, Bab 2 'Serunya Bermain!'.
- Peluit, pita/kain warna-warni sebagai ekor, dan cone/pembatas lapangan.
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas II SD/MI Kemendikbudristek 2021/2022 (Bab 2: Serunya Bermain!)
- Buku Panduan Siswa PJOK Kelas II SD/MI Kemendikbudristek (Bab 2: Serunya Bermain!)
- Gelas plastik warna-warni (30-40 buah)
- Kardus bekas (sebagai rintangan lompat dan terowongan merangkak)
- Bilah bambu/tali pembatas lintasan
- Peluit dan stopwatch guru
- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas II, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024 (Bab 2: Serunya Bermain!)
- Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas II, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024
- Bola plastik / bola tangan mini empuk
- Keranjang sampah bersih atau wadah plastik sebagai gawang/sasaran
- Kerucut pembatas lapangan (cones)
- Rompi bertanda warna untuk identitas regu
- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2024), Bab 2 'Serunya Bermain!' halaman 99-101 dan 138
- Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2024), Bab 2 'Serunya Bermain!' halaman 62-74
- Peralatan: bola plastik warna-warni (merah, kuning, hijau, biru), wadah/keranjang bola, kardus bekas untuk rintangan lompat, cone pembatas lintasan lari, dan peluit guru
- Lembar observasi penilaian unjuk kerja asesmen sumatif
|