Modul AjarBab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 2 Bab 1: Ayo, Gerakkan Badanmu!

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian PJOK kelas 2 untuk Bab 1 "Ayo, Gerakkan Badanmu!", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 2 Bab 1: Ayo, Gerakkan Badanmu!

PJOK - Kelas 2

Bab 1

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Bab 1 — Ayo, Gerakkan Badanmu!

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikBab 1 — Ayo, Gerakkan Badanmu!
Alokasi Waktu20 JP (20 x 35 menit = 700 menit)
Jumlah Pertemuan7
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 2.1.1 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental nonlokomotor dalam situasi gerak di tempat
  2. TP 2.1.2 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental lokomotor dalam berbagai situasi gerak berpindah tempat
  3. TP 2.1.3 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental manipulatif dalam berbagai situasi gerak menggunakan objek
  4. TP 2.1.4 Mengeksplorasi berbagai konsep gerak serta menyimpulkan efektivitasnya dalam permainan sederhana

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan✓
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagian tubuh mana saja yang bisa ditekuk dan diliukkan tanpa kita berpindah tempat?
  2. Bagaimana rasanya tubuh kita saat digerakkan meliuk ke kanan dan ke kiri seperti pohon tertiup angin?
  3. Bagaimana gerakan kaki dan tanganmu saat berjalan dari satu tempat ke tempat lain?
  4. Apa bedanya langkah kakimu saat berjalan santai dibandingkan saat berlari cepat?
  5. Bagaimana caramu berpindah ke depan menggunakan tolakan satu kaki?
  6. Apa bedanya saat kamu melompat dengan satu kaki dan meloncat dengan dua kaki ketika mendarat?
  7. Bagaimana posisi tanganmu saat bersiap menyambut bola yang dilempar teman?
  8. Apa yang terjadi jika pandangan matamu tidak memperhatikan arah datangnya bola saat hendak menangkapnya?
  9. Bagian kaki mana yang kamu gunakan saat menyentuh dan mendorong bola agar menggelinding pelan di depanmu?
  10. Bagaimana caramu mengayunkan kaki agar tendangan bola bisa meluncur terarah ke depan?
  11. Apa yang terjadi jika kita bergerak di tempat yang sempit bersama banyak teman?
  12. Bagaimana caramu memilih lintasan gerak agar bisa sampai ke garis akhir tanpa bertubrukan dengan teman?
  13. Bagaimana caramu menjaga keseimbangan tubuh saat menekuk dan meliukkan badan di tempat?
  14. Mengapa kita harus memperhatikan ruang yang kosong saat berlari dan melompat agar tidak bertabrakan dengan teman?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mempraktikkan Keterampilan Gerak Fundamental Nonlokomotor Menekuk dan Meliuk di Tempat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.1.1 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental nonlokomotor dalam situasi gerak di tempat

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid di lapangan atau aula sekolah (5 menit).
  • Guru melakukan pemanasan statis dan dinamis ringan di tempat yang berfokus pada peregangan persendian leher, bahu, pinggang, serta lutut (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui instruksi gerak sederhana: murid diminta mempraktikkan 2 ragam gerak nonlokomotor di tempat, yaitu menekuk lutut ke depan dan meliukkan badan ke samping kanan tanpa melangkahkan kaki (acuan: posisi kedua telapak kaki tetap menempel di lantai tanpa berpindah tempat) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru mendemonstrasikan 2 bentuk gerak dasar nonlokomotor di tempat: (1) Gerak menekuk (menekuk lutut setengah jongkok dan menekuk siku ke dada) serta (2) Gerak meliuk (meliukkan togok badan ke sisi kiri dan sisi kanan dengan kedua tangan di pinggang) sambil menekankan bahwa posisi kaki tetap diam di tempat (10 menit).
  • Murid menyimak dan menirukan secara bersama-sama posisi poros gerak menekuk pada persendian lutut dan poros meliuk pada pinggang secara perlahan dan terkontrol di tempat masing-masing (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid mempraktikkan secara berulang 4 variasi gerak nonlokomotor di tempat dalam formasi lingkaran berjarak: (1) Menekuk lutut penuh (jongkok di tempat), (2) Menekuk badan ke depan mencium lutut/menyentuh ujung kaki, (3) Meliukkan tubuh ke kiri dan kanan dengan kedua tangan terangkat ke atas, dan (4) Meliukkan tubuh memutar pinggang searah jarum jam di tempat (acuan: dilakukan masing-masing 4 hitungan tanpa menggeser kedua kaki) (20 menit).
  • Murid memainkan permainan menggembirakan 'Pohon Tertiup Angin dan Patung': saat guru menyerukan 'Angin Sepoi!', murid meliukkan badan perlahan ke kiri dan ke kanan di tempat; saat guru menyerukan 'Angin Badai!', murid menekuk lutut dan badan serendah mungkin di tempat; dan saat mendengar aba-aba 'Patung!', murid wajib berhenti seketika menahan posisi tekukan/liukannya selama 5 detik tanpa terjatuh atau berpindah tempat (25 menit).

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan murid dalam posisi duduk melingkar untuk melakukan pendinginan mandiri sambil mengamati bagian otot serta sendi yang terasa meregang setelah menekuk dan meliuk (10 menit).
  • Murid memeriksa kemampuannya sendiri dalam menjaga posisi tubuh agar tetap seimbang dan tidak bergeser dari lingkaran tempatnya berdiri saat meliuk dan menekuk (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik formatif langsung terhadap ketepatan posisi kaki yang tidak berpindah serta kelenturan sendi saat menekuk dan meliuk (5 menit).
  • Guru menyampaikan kegiatan yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya (gerak lokomotor berjalan dan berlari), mengajak murid bersyukur atas kesehatan tubuh, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan contoh peragaan visual langsung oleh guru atau kartu gambar rentang tekukan/liukan tubuh yang aman bagi persendian.
  • Proses: Bagi murid yang masih goyah keseimbangannya diberikan rentang tekukan sudut lutut yang lebih dangkal (setengah jongkok), sedangkan murid yang sudah seimbang ditantang menahan posisi menekuk atau meliuk lebih dalam selama 8 detik di tempat.
  • Produk: Unjuk kerja praktik gerak nonlokomotor di tempat dinilai berdasarkan ketepatan sendi yang ditekuk/diliukkan dan kemampuan menjaga tumpuan kaki agar tidak berpindah tempat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru meminta setiap murid memeragakan 2 gerak dasar di tempat: (1) Menekuk kedua lutut setengah jongkok, dan (2) Meliukkan tubuh ke samping kanan (acuan ketercapaian: kedua telapak kaki menempel stabil di tanah/lantai tanpa bergeser atau melangkah).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid melakukan 4 variasi gerak nonlokomotor: (1) Menekuk lutut penuh di tempat, (2) Menekuk badan membungkuk ke depan di tempat, (3) Meliukkan tubuh ke kiri dan kanan dengan tangan di atas, dan (4) Meliukkan pinggang memutar di tempat (acuan ketercapaian: seluruh 4 gerakan dipraktikkan dengan sendi yang tepat dan tumpuan kaki tidak melangkah/berpindah).

Akhir Pertemuan:

  • Cek penguasaan gerak nonlokomotor di akhir sesi: murid memperagakan tantangan 'Tahan Posisi di Tempat' berupa menahan posisi meliuk ke samping kiri selama 5 detik lalu menekuk badan ke depan 5 detik (acuan ketercapaian: kedua kaki tidak berpindah tempat dan posisi tubuh seimbang selama durasi 5 detik).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja gerak nonlokomotor menekuk dan meliuk di tempat menggunakan lembar amatan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mempraktikkan gerak nonlokomotor menekuk di tempatBelum mampu mempraktikkan gerak menekuk di tempat, posisi kaki masih sering bergeser atau melangkah.Mampu mempraktikkan gerak menekuk sendi lutut atau pinggang di tempat namun masih dibantu atau diingatkan agar kaki tidak melangkah.Mampu mempraktikkan gerak menekuk sendi lutut dan badan secara mandiri dengan posisi kedua kaki tetap diam di tempat.Mampu mempraktikkan seluruh variasi gerak menekuk (lutut penuh dan badan membungkuk) di tempat secara mandiri, seimbang, dan konsisten tanpa berpindah tempat.
Mempraktikkan gerak nonlokomotor meliuk di tempatBelum mampu meliukkan togok badan ke samping atau memutar di tempat, keseimbangan mudah hilang dan kaki bergeser.Mampu meliukkan badan ke samping namun jangkauan liukan sangat terbatas atau kaki sempat melangkah keluar dari titik tumpu.Mampu mempraktikkan gerak meliukkan badan ke arah kiri dan kanan di tempat secara seimbang tanpa menggeser telapak kaki.Mampu mempraktikkan seluruh variasi gerak meliuk badan ke berbagai arah di tempat secara mandiri, luwes, dan stabil tanpa berpindah tempat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat melakukan gerak menekuk dan meliuk tanpa berpindah tempat?
  • Bagian gerak nonlokomotor mana yang paling menantang bagi keseimbangan tubuh murid?
  • Apakah modifikasi permainan Pohon Tertiup Angin dan Patung berjalan menggembirakan dan aman bagi murid?

Murid:

  • Gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan, menekuk badan atau meliukkan badan?
  • Bagian tubuh mana yang kamu rasakan meregang saat melakukan gerakan meliuk?
  • Apakah kamu berhasil berdiri diam di tempat seperti patung tanpa bergoyang dan berpindah tempat?

Pertemuan 2 — Mempraktikkan Keterampilan Gerak Fundamental Lokomotor Berjalan dan Berlari Berpindah Tempat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.1.2 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental lokomotor dalam berbagai situasi gerak berpindah tempat

Pendahuluan:

  • Guru mengumpulkan murid di lapangan/aula, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru memandu pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada peregangan otot kaki dan pergelangan kaki (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta 3 murid secara bergantian mempraktikkan gerak berjalan lurus dan berlari lurus sejauh 5 meter untuk melihat kesiapan awal koordinasi langkah kaki dan ayunan lengan (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru mendemonstrasikan 2 bentuk gerak lokomotor berpindah tempat: (1) berjalan lurus ke depan dengan tumit mendarat lebih dulu dan ayunan lengan berlawanan dengan langkah kaki, serta (2) berlari dengan tumpuan ujung/bola kaki ke depan secara berirama (10 menit).
  • Murid menyimak dan mencoba menirukan posisi ayunan lengan bersilang (lengan kanan maju saat kaki kiri melangkah, lengan kiri maju saat kaki kanan melangkah) secara perlahan di tempat sebelum melangkah maju (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berbaris dalam 4 lajur dan mempraktikkan gerak dasar berjalan berpindah tempat sejauh 10 meter: berjalan langkah biasa ke depan, berjalan cepat, dan berjalan zig-zag melewati 4 kun (15 menit).
  • Murid mempraktikkan gerak dasar berlari berpindah tempat sejauh 10 meter: berlari lurus perlahan (jogging), berlari cepat menuju garis batas, dan berlari zig-zag memutari kun (15 menit).
  • Murid memainkan permainan tantangan menggembirakan 'Zona Rimba dan Padang Rumput': murid berjalan santai menirukan penjelajah saat bendera hijau diangkat ('Padang Rumput'), lalu segera beralih berlari cepat menuju pos aman saat bendera merah diangkat ('Zona Rimba') dengan tetap menjaga keseimbangan langkah kaki dan ayunan lengan (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk melingkar dalam suasana tenang, merasakan detak jantung dan tarikan napas setelah melakukan aktivitas gerak berjalan dan berlari (10 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan reflektif: 'Bagian tubuh mana yang bergerak paling kuat saat kalian berpindah dari berjalan menjadi berlari?', dan murid mengidentifikasi anggota tubuh kakinya secara langsung (5 menit).

Penutup:

  • Guru memandu gerakan pendinginan (cooling down) untuk melemaskan otot tungkai dan pergelangan kaki (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap performa gerak lokomotor murid (kaki mendarat teratur, ayunan tangan bersilang) serta menyampaikan rencana latihan lompat pada pertemuan berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lintasan lurus berpembatas garis tegas untuk panduan visual langkah kaki.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih berjalan dan berlari pada jarak lebih pendek (5 meter) dengan aba-aba ritmis guru; murid yang lebih mahir mempraktikkan kombinasi berjalan lalu menyambung lari pada lintasan berliku (zig-zag) sejauh 15 meter.
  • Produk: Unjuk kerja keterampilan gerak lokomotor berpindah tempat (berjalan dan berlari) dengan koordinasi langkah dan ayunan lengan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Asesmen diagnostik unjuk kerja singkat: Murid diminta melakukan 1 kali jalan lurus dan 1 kali lari lurus sejauh 5 meter. Guru mengamati kesiapan gerak (acuan ketercapaian: murid mampu berpindah tempat ke depan tanpa kehilangan keseimbangan; jika kaki dan tangan masih kaku/sepihak, murid diberikan tanda untuk pendampingan ritme langkah).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat latihan berjalan dan berlari pada lintasan lurus dan zig-zag 10 meter (acuan ketercapaian: (1) berjalan dengan pendaratan telapak kaki terkontrol dan ayunan lengan bersilang, (2) berlari dengan tumpuan ujung/bola kaki, condong badan ke depan, dan ayunan tangan berirama).

Akhir Pertemuan:

  • Cek unjuk kerja akhir pada permainan 'Zona Rimba dan Padang Rumput' (acuan ketercapaian: murid mampu melakukan perpindahan gerak dari berjalan langkah mantap menjadi berlari cepat minimal 2 lintasan bolak-balik tanpa terjatuh dan menjaga arah gerak tetap lurus/sesuai lintasan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja gerak lokomotor berjalan dan berlari berpindah tempat menggunakan lembar observasi proses.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mempraktikkan gerak lokomotor berjalan berpindah tempatBelum mampu mempraktikkan langkah berjalan berpindah tempat secara berirama, langkah kaki sering terseret dan kehilangan keseimbangan.Mampu mempraktikkan gerak berjalan berpindah tempat pada lintasan lurus dengan bantuan aba-aba guru, namun ayunan lengan belum bersilang teratur dengan langkah kaki.Mampu mempraktikkan gerak berjalan berpindah tempat secara mandiri pada lintasan lurus dan berliku dengan koordinasi langkah kaki dan ayunan lengan bersilang secara konsisten.Mampu mempraktikkan gerak berjalan berpindah tempat secara mandiri dengan variasi kecepatan (langkah biasa dan cepat) serta arah (lurus dan zig-zag) dengan keseimbangan dan koordinasi tubuh yang sangat stabil.
Mempraktikkan gerak lokomotor berlari berpindah tempatBelum mampu mempraktikkan gerak berlari berpindah tempat secara terarah, tumpuan kaki masih berat/datar dan langkah mudah terhenti.Mampu mempraktikkan gerak berlari lurus berpindah tempat sejauh 10 meter, namun posisi badan masih kaku dan pendaratan kaki belum menggunakan bola kaki.Mampu mempraktikkan gerak berlari berpindah tempat secara mandiri dengan tumpuan bola kaki, badan condong ke depan, dan ayunan lengan berirama melintasi rintangan kun.Mampu mempraktikkan gerak berlari berpindah tempat secara mandiri dengan perubahan kecepatan dan perpindahan arah (zig-zag) secara mulus tanpa kehilangan keseimbangan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat membedakan dan mempraktikkan perbedaan gerak langkah saat berjalan dan berlari?
  • Apakah modifikasi jarak dan lintasan permainan sudah memberikan ruang gerak yang aman dan aktif bagi seluruh murid?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah bermain sambil berjalan dan berlari di lapangan?
  • Gerakan mana yang terasa paling mudah kamu lakukan: berjalan santai atau berlari cepat?

Pertemuan 3 — Mempraktikkan Keterampilan Gerak Fundamental Lokomotor Melompat dan Meloncat Berpindah Tempat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.1.2 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental lokomotor dalam berbagai situasi gerak berpindah tempat

Pendahuluan:

  • Guru mengumpulkan murid di lapangan, mengucapkan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan gerak lokomotor melompat dan meloncat ke depan berpindah tempat (2 menit).
  • Guru memandu pemanasan statis dan dinamis berfokus pada peregangan otot tungkai dan pergelangan kaki agar siap bergerak aman (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid melakukan 1 kali tolakan melompat (satu kaki) dan 1 kali meloncat (dua kaki) ke depan melewati garis batas (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru mendemonstrasikan gerak fundamental lokomotor melompat (menolak dengan satu kaki terkuat, melayang ke depan, dan mendarat dengan kedua kaki mengeper) serta gerak meloncat (menolak dengan kedua kaki bersamaan, melayang ke depan, dan mendarat dengan kedua kaki mengeper) (5 menit).
  • Murid mengamati dan secara bersama-sama menirukan posisi persiapan bertumpu serta posisi mendarat mengeper di tempat tanpa berpindah terlebih dahulu untuk merasakan keseimbangan tubuh (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mempraktikkan gerak melompat ke depan berpindah tempat melintasi lintasan garis lurus sejauh 5 meter secara bergiliran dengan tolakan satu kaki dan mendarat dua kaki mengeper (10 menit).
  • Murid mempraktikkan gerak meloncat ke depan berpindah tempat menolak dengan dua kaki dan mendarat dua kaki melewati rangkaian 4 rintangan garis berjarak masing-masing 40 cm (10 menit).
  • Murid bermain permainan 'Katak dan Kanguru Berpindah': murid dibagi menjadi kelompok kecil di mana pos 1 mempraktikkan melompat (satu kaki) menyusuri 3 lingkaran simpai berurutan, dilanjutkan pos 2 meloncat (dua kaki) masuk ke dalam 3 ban karet berurutan hingga garis finis (8 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk melingkar dan melakukan pendinginan ringan sembari merasakan bagian kaki yang digunakan saat menolak dan mendarat (4 menit).
  • Guru memandu refleksi terbimbing dengan menanyakan gerak tolakan mana yang terasa lebih kuat serta bagaimana posisi lutut saat mendarat agar tidak terjatuh (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap pelaksanaan gerak melompat dan meloncat yang telah dilakukan murid (3 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari aktivitas gerak berpindah tempat hari ini serta mengingatkan penting整nya menjaga kebugaran kaki (3 menit).
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan murid dibimbing kembali ke kelas dengan tertib (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan jarak rintangan yang bervariasi (jarak garis 30 cm untuk murid yang butuh penyesuaian, jarak 50 cm untuk murid yang siap tantangan lebih).
  • Proses: Murid yang masih belum seimbang saat melompat diberikan panduan pegangan satu tangan atau jarak lompatan lebih pendek; murid yang sudah mahir mempraktikkan lompatan beruntun tanpa jeda berhenti.
  • Produk: Unjuk kerja gerak melompat dan meloncat dinilai berdasarkan keberhasilan menolak dan mendarat dengan benar sesuai batas kemampuan jarak masing-masing.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik unjuk kerja singkat: Murid diminta memperagakan 1 kali melompat ke depan (acuan: tolakan 1 kaki, mendarat 2 kaki mengeper) dan 1 kali meloncat ke depan (acuan: tolakan 2 kaki, mendarat 2 kaki mengeper). Guru mengidentifikasi kesiapan awal keseimbangan murid.

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja gerak lokomotor melompat dan meloncat berpindah tempat pada aktivitas lintasan rintangan dan permainan pos (acuan teknik: 1. Tolakan melompat menggunakan 1 kaki terkuat; 2. Tolakan meloncat menggunakan kedua kaki serentak; 3. Pendaratan kedua gerak selalu menggunakan kedua kaki dengan lutut ditekuk/mengeper tanpa terjatuh).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan konfirmasi gerak di akhir sesi: Guru mengamati 1 kali repetisi peragaan gabungan: 2 kali melompat ke depan lalu 2 kali meloncat ke depan (acuan: murid tepat membedakan kaki tumpu tolakan 1 kaki untuk melompat dan tolakan 2 kaki untuk meloncat, serta mendarat seimbang mengeper pada kedua gerakan).

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja langsung saat murid mempraktikkan gerak lokomotor melompat (tolakan 1 kaki) dan meloncat (tolakan 2 kaki) berpindah tempat dengan pendaratan mengeper.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Praktik Gerak Lokomotor Melompat Berpindah Tempat (Tolakan Satu Kaki)Belum mampu menolak dengan satu kaki dan belum mampu mendarat dengan kedua kaki secara seimbang (masih terjatuh atau kehilangan keseimbangan).Mampu menolak dengan satu kaki berpindah ke depan, tetapi pendaratan masih kaku (lutut lurus/tidak mengeper) atau mendarat hanya dengan satu kaki.Mampu menolak dengan satu kaki berpindah tempat ke depan dan mendarat menggunakan kedua kaki dengan lutut mengeper serta seimbang sesuai acuan teknik.Mampu menolak dengan satu kaki berpindah tempat ke depan dan mendarat menggunakan kedua kaki mengeper secara seimbang, luwes, dan konsisten pada setiap rintangan secara mandiri.
Praktik Gerak Lokomotor Meloncat Berpindah Tempat (Tolakan Dua Kaki)Belum mampu menolak menggunakan kedua kaki secara bersamaan saat berpindah tempat ke depan.Mampu menolak dengan dua kaki secara bersamaan, tetapi pendaratan masih bertumpu pada satu kaki atau lutut tidak mengeper.Mampu menolak dengan kedua kaki bersamaan berpindah tempat ke depan dan mendarat menggunakan kedua kaki dengan lutut mengeper serta posisi badan seimbang.Mampu menolak dengan kedua kaki bersamaan berpindah tempat ke depan dan mendarat menggunakan kedua kaki mengeper secara seimbang, stabil, dan konsisten melewati seluruh rintangan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah modifikasi jarak rintangan dan simpai sudah sesuai dengan karakteristik serta rentang lompatan murid kelas 2?
  • Bagian gerak manakah (tolakan atau pendaratan) yang paling banyak memerlukan bimbingan intensif bagi murid?

Murid:

  • Gerakan mana yang paling kamu sukai hari ini, melompat dengan satu kaki atau meloncat dengan dua kaki?
  • Bagaimana caramu menekuk lutut saat mendarat agar badanmu tidak jatuh ke depan?

Pertemuan 4 — Mempraktikkan Keterampilan Gerak Fundamental Manipulatif Melempar dan Menangkap Objek Bola — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.1.3 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental manipulatif dalam berbagai situasi gerak menggunakan objek

Pendahuluan:

  • Guru mengumpulkan murid di lapangan, memimpin doa bersama, mengecek kehadiran, dan memeriksa kesiapan fisik murid untuk beraktivitas jasmani (5 menit).
  • Guru melakukan pemanasan terpadu dengan permainan peregangan aktif menggunakan bola plastik ringan secara berpasangan (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan keterampilan gerak manipulatif melempar dan menangkap objek bola, serta mengaitkannya dengan gerak Lala dan Jaya dalam Buku Siswa (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: meminta setiap murid secara berpasangan mencoba melakukan 3 kali lempar-tangkap bola besar berjarak 1,5 meter untuk memetakan kesiapan gerak manipulatif dasar (acuan ketercapaian awal: murid mampu mendorong/melempar bola ke arah pasangan dan menyambut bola dengan kedua tangan membuka tanpa bola langsung jatuh ke tanah) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan gerak fundamental melempar bola setinggi dada dengan dua tangan (mendorong bola ke depan dari dada dengan kedua tangan) dan melempar melambung pelan ke arah sasaran teman (8 menit).
  • Guru mendemonstrasikan gerak fundamental menangkap bola (pandangan fokus ke bola, kedua tangan membentuk mangkuk membuka ke arah datangnya bola, dan menarik bola mendekat ke dada saat menyentuh telapak tangan) (7 menit).
  • Murid mengamati dan menirukan gerak manipulatif melempar dan menangkap tanpa bola (shadow practice) sebanyak 5 kali pengulangan berkesadaran untuk merasakan koordinasi ayunan lengan dan bukaan jari tangan (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan mempraktikkan keterampilan gerak manipulatif melempar dan menangkap bola plastik dari jarak dekat (2 meter) sebanyak 10 kali lemparan bergantian (acuan: lemparan mengarah ke dada pasangan dan tangkapan menggunakan kedua tangan dengan meredam bola) (15 menit).
  • Murid mempraktikkan keterampilan melempar bola menyusur tanah dan melambung pelan ke pasangan yang berjarak 2,5 meter secara bergantian sebanyak 8 kali repetisi (15 menit).
  • Murid bermain 'Bola Ajaib Berantai' dalam kelompok 4-5 orang: murid berdiri berjarak 2 meter dalam formasi lingkaran, mempraktikkan lempar-tangkap bola secara berurutan searah jarum jam sebanyak 2 putaran penuh tanpa menjatuhkan bola (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan murid dalam lingkaran santai dan mengajak mereka meredakan ketegangan otot sambil mengevaluasi pengalaman gerak manipulatif melempar dan menangkap bola (5 menit).
  • Murid menyampaikan bagian gerakan yang paling berhasil dilakukan dan hal yang masih membuat bola terlepas saat menangkap berdasarkan pengalaman latihan berpasangan (acuan refleksi: posisi jari saat menangkap atau ketepatan dorongan saat melempar) (5 menit).

Penutup:

  • Murid melakukan gerakan pendinginan statis dan peregangan lengan serta tungkai dengan dipandu guru (4 menit).
  • Guru memberikan umpan balik formatif langsung terhadap praktik gerak melempar dan menangkap bola yang telah dilakukan murid (3 menit).
  • Guru menginformasikan materi gerak manipulatif pertemuan berikutnya (menendang dan menggiring objek bola) serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan variasi objek bola berukuran besar dan berbahan spons/plastik lembut bagi murid yang masih ragu/takut terkena bola, serta bola berukuran sedang dengan pantulan stabil bagi murid yang sudah terampil.
  • Proses: Bagi murid yang kesulitan menangkap, jarak lemparan diperpendek menjadi 1–1,5 meter dan menggunakan lemparan melambung pelan; bagi murid yang sudah mahir, jarak diperluas menjadi 3–4 meter dengan variasi lemparan melambung dan memantul ke lantai.
  • Produk: Penilaian performa didasarkan pada ketepatan mekanika gerak menangkap dan melempar sesuai tingkat jarak latihan yang disesuaikan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes unjuk kerja diagnostik melempar dan menangkap: Murid berpasangan melakukan 3 kali lemparan dan tangkapan bola plastik pada jarak 1,5 meter. Kriteria penerimaan/acuan: (1) Melempar: mengarahkan bola ke depan pasangan dengan dorongan dua tangan; (2) Menangkap: kedua tangan menyongsong bola dan mengontrol bola tanpa terjatuh ke tanah minimal 2 dari 3 kali percobaan.

Proses:

  • Lembar observasi gerak manipulatif selama latihan berpasangan dan permainan 'Bola Ajaib Berantai'. Indikator yang diamati: (1) Posisi tangan saat melepas bola (mendorong/mengayun ke arah sasaran); (2) Arah pandangan mata mengikuti lintasan bola; (3) Posisi kedua tangan terbuka menyambut bola dan menarik ke dada saat meredam laju bola; (4) Keberhasilan menangkap bola berpasangan minimal 7 dari 10 kali lemparan pada jarak 2 meter.

Akhir Pertemuan:

  • Cek performa keterampilan akhir pertemuan: Setiap murid mendemonstrasikan 4 kali berturut-turut rangkaian melempar dan menangkap bola berjarak 2 meter bersama pasangan. Acuan ketercapaian: murid berhasil mempraktikkan minimal 3 tangkapan bersih (bola dikuasai kedua tangan tanpa jatuh ke tanah) dan 3 lemparan tepat mengarah ke dada pasangan dari total 4 kesempatan.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja gerak manipulatif melempar bola ke arah pasangan/sasaran dengan kedua tangan.
  • Observasi unjuk kerja gerak manipulatif menangkap bola dari pasangan menggunakan kedua tangan.
  • Cek unjuk kerja mandiri/berpasangan selama permainan Bola Ajaib Berantai.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan Gerak Manipulatif Melempar BolaBelum mampu mengarahkan bola ke sasaran; lemparan tidak sampai atau melenceng jauh dari jangkauan pasangan.Mampu melempar bola ke arah sasaran tetapi arah lemparan belum konsisten atau tenaga dorongan belum stabil (hanya 1-2 lemparan tepat dari 4 kali percobaan).Mampu mempraktikkan gerak melempar bola dengan dorongan dua tangan secara tepat ke arah pasangan (minimal 3 lemparan tepat mengarah ke dada pasangan dari 4 kali percobaan).Mampu mempraktikkan gerak melempar bola dengan koordinasi gerakan tangan yang mulus, stabil, dan tepat mengarah ke sasaran pada seluruh (4 dari 4) percobaan.
Keterampilan Gerak Manipulatif Menangkap BolaBelum mampu menyongsong bola dengan tangan terbuka; bola sering terlepas atau membentur badan tanpa tertangkap.Mampu menangkap bola dengan bantuan dekapan seluruh badan, namun sering terlambat menyambut bola (hanya 1-2 tangkapan berhasil dari 4 kali percobaan).Mampu mempraktikkan gerak menangkap bola menyongsong dengan kedua tangan dan menariknya ke dada secara terkontrol (minimal 3 tangkapan bersih dari 4 kali percobaan).Mampu mempraktikkan gerak menangkap bola dengan kedua tangan secara luwes, fokus pandangan konsisten mengikuti bola, dan meredam laju bola dengan sempurna pada seluruh (4 dari 4) percobaan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah modifikasi ukuran dan bobot bola sudah membantu murid yang mengalami kendala koordinasi melempar dan menangkap?
  • Apakah pengelolaan jarak antar-murid di lapangan sudah cukup aman dan memberikan ruang gerak manipulatif yang optimal bagi seluruh murid?

Murid:

  • Bagian mana yang menurutmu paling mudah, apakah saat melempar bola atau saat menangkap bola?
  • Apa yang kamu lakukan dengan kedua tanganmu agar bola yang datang tidak memantul jatuh?

Pertemuan 5 — Mempraktikkan Keterampilan Gerak Fundamental Manipulatif Menendang dan Menggiring Objek Bola — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.1.3 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental manipulatif dalam berbagai situasi gerak menggunakan objek

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran serta kesiapan pakaian olahraga murid di lapangan (5 menit).
  • Guru memandu pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada peregangan otot tungkai dan pergelangan kaki agar terhindar dari cedera (10 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik unjuk kerja singkat: setiap murid diminta mencoba 1 kali mendorong bola dengan kaki sejauh 2 meter dan 1 kali menendang bola diam ke arah dinding (acuan: kontak kaki mengenai bola dan bola bergerak ke depan) untuk memetakan kesiapan gerak manipulatif dasar (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru mendemonstrasikan 2 keterampilan gerak fundamental manipulatif menggunakan objek bola: (1) menggiring bola dengan sentuhan kaki bagian dalam secara perlahan di dekat kaki, dan (2) menendang bola dengan ayunan kaki bagian dalam/punggung kaki ke arah target (acuan peragaan: posisi tubuh condong sedikit ke depan dan pandangan mengarah ke bola serta lintasan) (10 menit).
  • Murid menyimak dan mencoba menirukan gerakan mengayun kaki tanpa bola di tempat secara sadar untuk mengenali perkenaan bagian kaki pada bola (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid secara mandiri mempraktikkan keterampilan manipulatif menggiring bola di lintasan lurus sepanjang 5 meter bolak-balik sebanyak 3 repetisi dengan menjaga bola tetap berada dalam jangkauan kaki (10 menit).
  • Murid mempraktikkan keterampilan manipulatif menendang bola diam ke arah sasaran gawang mini/susunan botol kerucut berjarak 3 meter sebanyak 3 kali tendangan (15 menit).
  • Murid memainkan permainan tantangan menggembirakan 'Giring dan Tendang ke Gawang Ceria': murid menggiring bola sejauh 5 meter melintasi 3 corong penanda lalu menendang bola ke sasaran target botol di ujung lintasan secara bergantian dan tertib (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk melingkar dan melakukan pendinginan mandiri dengan mengayun-ayunkan kaki secara santai sambil merasakan kontrol bola yang telah dilakukan (10 menit).
  • Murid menjawab cek pemahaman lisan terarah dari guru tentang keterampilan gerak yang dipraktikkan: bagian kaki yang menyentuh bola saat menggiring pelan (acuan: kaki bagian dalam/luar/punggung kaki dekat) dan cara menjaga bola agar tidak menggelinding terlalu jauh (acuan: dorong bola dengan sentuhan pelan dan tetap dekat kaki) (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap keterampilan menggiring dan menendang bola yang telah dipraktikkan murid (5 menit).
  • Guru mengajak murid merapikan peralatan bola dan corong, lalu menutup sesi dengan doa penutup dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan ukuran bola yang bervariasi (bola busa/bola plastik besar untuk murid yang butuh adaptasi gerak dan bola sepak standar nomor 3/4 untuk murid yang sudah mahir).
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan menggiring bola di lintasan lurus dengan jarak lebih pendek (3 meter) dengan dorongan bertahap; murid yang telah mahir diberi tantangan menggiring bola berkelok melewati 4 corong lalu menendang ke sasaran yang lebih sempit.
  • Produk: Unjuk kerja manipulatif disesuaikan dengan rentang kemampuan: minimal 2 kali kontrol giring dan 1 kali tendangan menyentuh sasaran untuk murid bertahap, serta kontrol penuh di sepanjang lintasan tanpa kehilangan bola untuk murid mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Unjuk kerja diagnostik singkat: Setiap murid melakukan 1 kali sentuhan kaki mendorong bola menggelinding ke depan sejauh 2 meter dan 1 kali menendang bola diam ke arah sasaran dinding berjarak 3 meter (acuan: kaki berhasil menyentuh bola dan bola menggelinding lurus ke depan minimal 2 meter).

Proses:

  • Observasi ketercapaian gerak selama latihan inti: Guru mencatat kemampuan murid dalam (1) mempraktikkan menggiring bola sejauh 5 meter dengan bola tetap dalam kontrol/jarak jangkauan kaki, dan (2) mempraktikkan menendang bola diam ke arah sasaran target sejauh 3 meter (acuan: bola tertendang terarah menggunakan perkenaan kaki bagian dalam atau punggung kaki).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan peragaan ulang singkat di akhir sesi: Guru menunjuk murid secara bergantian untuk mempraktikkan 1 kali kombinasi menggiring bola 3 meter lalu menendang bola ke sasaran kerucut berjarak 2 meter (acuan: bola tergiring ke depan terkontrol dan tendangan mengenai atau mengarah lurus ke kerucut).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja gerak manipulatif (lembar ceklis mempraktikkan menggiring dan menendang objek bola)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mempraktikkan gerak manipulatif menggiring objek bolaBelum mampu mendorong bola dengan kaki; bola langsung lepas jauh dari jangkauan kaki sejak langkah pertama.Mampu menggiring bola sejauh 5 meter tetapi bola beberapa kali terlepas lebih dari 1 meter dari jangkauan kaki dan gerakan masih terputus-putus.Mampu menggiring bola sejauh 5 meter dengan sentuhan kaki yang teratur dan bola tetap berada dalam kontrol jangkauan kaki secara mandiri.Mampu menggiring bola sejauh 5 meter dengan sangat lancar, bola selalu lekat di dekat kaki pada setiap langkah, serta mampu menghentikan bola secara stabil.
Mempraktikkan gerak manipulatif menendang objek bolaAyunan kaki belum mengenai bola atau tendangan tidak membuat bola bergerak ke depan.Mampu mengayunkan kaki dan menendang bola, tetapi perkenaan kaki belum tepat sehingga laju bola melenceng jauh dari sasaran target 3 meter.Mampu menendang bola dengan ayunan kaki yang tepat sehingga bola meluncur terarah lurus ke sasaran target berjarak 3 meter secara mandiri.Mampu menendang bola dengan ayunan kaki yang mantap dan akurat, perkenaan bola tepat, serta bola meluncur mengenai sasaran target secara konsisten pada setiap repetisi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 105 menit cukup untuk memberi setiap murid kesempatan mengulang gerak menggiring dan menendang bola secara mandiri?
  • Bagian mana dari lintasan atau pengelolaan ruang gerak yang perlu disesuaikan agar murid bergerak lebih aman dan aktif?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang saat berhasil menendang bola tepat ke arah sasaran kerucut?
  • Bagian mana yang terasa paling sulit saat menggiring bola agar tidak menggelinding terlalu jauh dari kakimu?

Pertemuan 6 — Mengeksplorasi Konsep Ruang Gerak dan Menyimpulkan Efektivitasnya dalam Permainan Sederhana — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.1.4 Mengeksplorasi berbagai konsep gerak serta menyimpulkan efektivitasnya dalam permainan sederhana

Pendahuluan:

  • Guru mengumpulkan murid di lapangan, memimpin doa, mengecek kehadiran, serta memastikan kesiapan fisik murid untuk beraktivitas (5 menit).
  • Guru memandu pemanasan berkesadaran dalam bentuk peregangan dinamis dan permainan gerak bebas di dalam area berbatas kun (8 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta murid merentangkan kedua tangan dan mengidentifikasi ruang gerak pribadi serta ruang gerak umum (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak demonstrasi guru mengenai perbedaan konsep ruang gerak pribadi (ruang di sekeliling badan tanpa berpindah) dan ruang gerak umum (area lapangan tempat berpindah) (10 menit).
  • Murid mengeksplorasi gerak tubuh dalam batas ruang pribadi masing-masing dengan merentangkan tangan berputar perlahan tanpa menyentuh teman di sampingnya (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid mengeksplorasi gerak lokomotor dalam ruang umum melalui permainan sederhana 'Jelajah Ruang Kosong', di mana murid berlari atau berjalan mencari area lapangan yang tidak ditempati teman saat aba-aba peluit berbunyi (20 menit).
  • Murid memainkan permainan sederhana 'Rusa dan Pemburu' di dalam dua zona ukuran berbeda (zona sempit 5x5 meter dan zona lapang 10x10 meter) untuk mengeksplorasi efektivitas manuver ruang gerak (20 menit).

Merefleksi (Bermakna):

  • Murid duduk melingkar dan menyimpulkan efektivitas pemilihan ruang gerak dengan menjawab pertanyaan pemandu dari guru terkait perbedaan bergerak di zona sempit dibanding zona lapang (10 menit).

Penutup:

  • Guru memandu pendinginan statis untuk melemaskan otot-otot tungkai dan lengan sambil mengatur napas (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas pemahaman konsep ruang gerak murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan area ruang gerak dengan penanda visual (kun/garis kapur) yang lebih jelas dan lebar bagi murid yang memerlukan panduan spasial nyata.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan bergerak dengan tempo berjalan saat mengeksplorasi ruang kosong; murid yang mahir diberikan tantangan mengubah arah gerak secara cepat dengan variasi lari zig-zag di antara ruang kosong.
  • Produk: Penyimpulan efektivitas ruang gerak dapat dilakukan dengan menunjukkan area yang lebih mudah dilewati secara langsung di lapangan atau menyebutkannya secara lisan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pemeriksaan kemampuan mengidentifikasi batas ruang gerak pribadi: Guru meminta murid berdiri bebas lalu merentangkan kedua tangan dan memutar badan di tempat. Acuan ketercapaian: Murid mampu berputar tanpa menyentuh tubuh teman di sekitarnya (menjaga jarak minimal satu rentangan lengan penuh).

Proses:

  • Lembar observasi eksplorasi ruang gerak: Mengamati ketepatan murid dalam berpindah menuju ruang kosong tanpa menabrak teman selama permainan 'Jelajah Ruang Kosong' (acuan: murid konsisten mencari area tanpa kerumunan minimal pada 3 kali perpindahan tanda peluit).
  • Pengecekan kesimpulan lisan efektivitas konsep ruang dalam permainan: Guru menanyakan pertanyaan: 'Di antara lapangan sempit (5x5 m) dan lapang (10x10 m), di area mana kamu lebih mudah bergerak menghindari kejaran pemburu dan mengapa?' Acuan jawaban benar: Memilih area lapang/luas (10x10 m) karena memiliki banyak ruang kosong sehingga lebih leluasa bermanuver/tidak mudah tersentuh pemburu.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman konsep gerak di akhir sesi: Murid menjawab 2 pertanyaan pemahaman: (1) Apa yang dimaksud ruang gerak pribadi? (Acuan: ruang di sekeliling tubuh kita sendiri tanpa berpindah tempat); (2) Bagaimana cara bergerak yang efektif saat ruang gerak di lapangan penuh teman? (Acuan: memperlambat laju atau berbelok menuju arah yang tidak ada temannya).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja eksplorasi konsep ruang pribadi dan ruang umum pada permainan sederhana
  • Tanya jawab lisan untuk mengukur kesimpulan efektivitas ruang gerak dalam permainan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Eksplorasi Konsep Ruang Gerak (Pribadi dan Umum)Belum mampu bergerak menyesuaikan ruang pribadi dan umum; sering bertubrukan dengan teman saat berpindah tempat.Mampu bergerak di ruang pribadi, namun masih ragu atau sesekali menyentuh teman saat berpindah di ruang umum.Mampu mengeksplorasi ruang pribadi dan ruang umum secara konsisten dengan berpindah ke area kosong tanpa bertubrukan.Mampu mengeksplorasi ruang pribadi dan ruang umum dengan sangat lancar, cepat mengubah arah menuju ruang kosong secara mandiri dan konsisten.
Menyimpulkan Efektivitas Ruang Gerak dalam PermainanBelum mampu menyimpulkan efektivitas ruang gerak meskipun telah diberikan pertanyaan pemandu.Mampu menyimpulkan area gerak yang efektif (lapang vs sempit) namun belum dapat menyebutkan alasan hubungannya dengan keleluasaan bergerak.Mampu menyimpulkan bahwa area yang lebih luas/lapang lebih efektif untuk menghindari kejaran karena tersedianya ruang kosong untuk bergerak leluasa.Mampu menyimpulkan secara tepat dan rinci efektivitas ukuran ruang serta strategi perubahan arah gerak pada ruang kosong dalam permainan sederhana.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah modifikasi ukuran area permainan sudah cukup efektif dalam memperlihatkan konsep ruang gerak kepada murid kelas 2?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam mengeksplorasi ruang kosong saat aktivitas berlangsung?

Murid:

  • Bagian mana dari permainan tadi yang paling seru saat kamu berlari mencari ruang kosong?
  • Apakah kamu merasa lebih mudah bergerak di tempat yang luas atau sempit?

Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.1.1 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental nonlokomotor dalam situasi gerak di tempat
  • TP 2.1.2 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental lokomotor dalam berbagai situasi gerak berpindah tempat
  • TP 2.1.3 Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental manipulatif dalam berbagai situasi gerak menggunakan objek
  • TP 2.1.4 Mengeksplorasi berbagai konsep gerak serta menyimpulkan efektivitasnya dalam permainan sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen dengan salam, memimpin doa bersama, mengecek kehadiran 28 murid, dan memeriksa kesiapan fisik serta pakaian olahraga murid di lapangan (5 menit).
  • Guru memandu pemanasan statis dan dinamis ringan untuk meregangkan otot leher, lengan, pinggang, dan kaki agar murid siap beraktivitas fisik dengan aman (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan alur dan aturan sirkuit gerak fundamental yang terdiri atas 3 pos terpadu, mendemonstrasikan singkat urutan tugas di setiap pos, serta membagi kelas menjadi 6 regu kecil (4-5 murid per regu) untuk rotasi serentak (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 (Unjuk Kerja Sirkuit Gerak Serentak): Murid secara bergantian per regu kecil (4-5 murid bergerak bersamaan di pos masing-masing dengan rotasi teratur sehingga 28 murid teramati tuntas) mempraktikkan rangkaian gerak fundamental: di Pos 1 melakukan gerak nonlokomotor menekuk lutut dan meliukkan badan ke samping kanan-kiri masing-masing 4 hitungan; di Pos 2 melakukan gerak lokomotor berjalan 5 meter, berlari 5 meter, dan melompat melewati 2 kardus rintangan rendah; di Pos 3 melakukan gerak manipulatif melempar bola kecil dengan satu tangan ke arah keranjang dari jarak 2 meter dan menangkap bola pantul/lambung berpasangan atau mandiri sebanyak 3 kali percobaan (guru mengamati dan mencatat capaian pada lembar observasi unjuk kerja gerak fundamental) (55 menit).
  • Tugas 2 (Penilaian Lisan Terpandu Konsep Gerak): Seluruh murid duduk melingkar di lapangan untuk pendinginan terpandu sambil menjawab secara individual bergiliran (1 menit per murid x 28 murid = 28 menit, ditambah 2 menit pengaturan giliran) menanggapi 1 pertanyaan guru: 'Bagaimana caramu memanfaatkan ruang gerak yang kosong atau luas saat bermain agar tidak bertabrakan dengan teman?' (Acuan jawaban yang dinilai tepat: melihat/memilih area yang tidak ada orangnya, bergerak ke tempat lapang/kosong, atau menjaga jarak aman dengan teman) (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi refleksi penutup proses asesmen sumatif bab dengan meminta murid mengidentifikasi pos gerak mana yang paling lancar mereka kuasai dan pos mana yang masih memerlukan latihan lebih lanjut (0 menit).

Penutup:

  • Guru memandu peregangan relaksasi pendinginan akhir dan mengumumkan apresiasi atas kerja keras serta sportivitas seluruh murid selama asesmen berlangsung (3 menit).
  • Guru menutup seluruh rangkaian pembelajaran Bab 1 'Ayo, Gerakkan Badanmu!' dengan doa bersama dan salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: Jarak lemparan bola ke keranjang atau ketinggian kardus rintangan disesuaikan secara proporsional bagi murid dengan hambatan fisik motorik tanpa mengubah target gerak fundamental yang dinilai.
  • Proses: Akomodasi proses: Bagi murid yang membutuhkan arahan tambahan, guru memberikan aba-aba visual/peluit yang lebih jelas di setiap pos tanpa memberikan bantuan fisik saat gerakan dinilai.
  • Produk: Akomodasi produk: Penjelasan lisan konsep ruang gerak dapat disampaikan menggunakan bahasa sederhana atau menunjuk langsung area lapangan yang dimaksud murid sebagai bukti pemahaman efektivitas ruang gerak.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pemeriksaan kesiapan kondisi fisik dan kelengkapan seragam olahraga sebelum memasuki sirkuit gerak fundamental.

Proses:

  • Pengamatan keteraturan rotasi regu dan kepatuhan murid terhadap petunjuk keselamatan di setiap pos gerak.

Sumatif Bab:

  • unjuk kerja sirkuit gerak fundamental dan penilaian lisan terpandu: praktik peragaan rangkaian gerak menekuk, meliuk, berjalan, berlari, melompat, melempar, dan menangkap objek, serta penjelasan lisan singkat mengenai cara memanfaatkan ruang gerak agar tidak bertabrakan saat permainan
  • unjuk kerja sirkuit gerak serentak dalam pos kelompok: peragaan gerak nonlokomotor (menekuk dan meliuk di pos 1), gerak lokomotor (berjalan, berlari, melompat melewati rintangan di pos 2), serta manipulatif (melempar dan menangkap bola ke keranjang di pos 3) yang dilakukan bergantian per regu kecil (4-5 murid bergerak bersamaan di tiap pos secara serentak sehingga seluruh 28 murid tuntas teramati dalam rotasi pos) (70 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja gerak fundamental)
  • penilaian lisan terpandu dalam lingkaran kelas: penjelasan lisan langsung menanggapi 1 pertanyaan guru tentang efektivitas melihat ruang kosong/luas agar tidak bertabrakan saat bermain, dijawab bergiliran 1 menit per murid saat pendinginan (30 menit / 1 menit per murid = muat 28 murid) (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan pemahaman konsep gerak)

Sumatif:

  • unjuk kerja sirkuit gerak fundamental dan penilaian lisan terpandu: praktik peragaan rangkaian gerak menekuk, meliuk, berjalan, berlari, melompat, melempar, dan menangkap objek, serta penjelasan lisan singkat mengenai cara memanfaatkan ruang gerak agar tidak bertabrakan saat permainan
  • unjuk kerja sirkuit gerak serentak dalam pos kelompok: peragaan gerak nonlokomotor (menekuk dan meliuk di pos 1), gerak lokomotor (berjalan, berlari, melompat melewati rintangan di pos 2), serta manipulatif (melempar dan menangkap bola ke keranjang di pos 3) yang dilakukan bergantian per regu kecil (4-5 murid bergerak bersamaan di tiap pos secara serentak sehingga seluruh 28 murid tuntas teramati dalam rotasi pos) (70 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja gerak fundamental)
  • penilaian lisan terpandu dalam lingkaran kelas: penjelasan lisan langsung menanggapi 1 pertanyaan guru tentang efektivitas melihat ruang kosong/luas agar tidak bertabrakan saat bermain, dijawab bergiliran 1 menit per murid saat pendinginan (30 menit / 1 menit per murid = muat 28 murid) (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan pemahaman konsep gerak)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Gerak Nonlokomotor di Tempat (Pos 1: Menekuk dan Meliuk)Belum mampu mempraktikkan gerak menekuk lutut dan meliuk badan di tempat, posisi tubuh goyah dan hilang keseimbangan.Mampu mempraktikkan salah satu gerak saja (menekuk atau meliuk) dengan posisi tubuh yang cukup seimbang di tempat.Mampu mempraktikkan gerak menekuk lutut dan meliukkan badan ke samping kanan-kiri di tempat dengan seimbang dan stabil sesuai hitungan.Mampu mempraktikkan gerak menekuk lutut dan meliukkan badan ke samping kanan-kiri di tempat dengan sangat luwes, seimbang sempurna, dan postur tubuh tegak terkontrol.
Gerak Lokomotor Berpindah Tempat (Pos 2: Berjalan, Berlari, Melompat)Belum mampu mempraktikkan rangkaian berjalan, berlari, dan melompat melewati rintangan kardus dengan koordinasi langkah yang benar.Mampu mempraktikkan gerak berjalan dan berlari dengan koordinasi langkah yang cukup baik, namun belum dapat melompat melewati rintangan kardus dengan aman.Mampu mempraktikkan gerak berjalan lurus, berlari stabil, dan melompat melewati 2 rintangan kardus rendah dengan tolakan dan pendaratan yang aman.Mampu mempraktikkan gerak berjalan lurus, berlari cepat terkendali, dan melompat melewati 2 rintangan kardus rendah dengan koordinasi langkah ritmis, tolakan kuat, serta pendaratan kedua kaki mengeper sempurna.
Gerak Manipulatif Menggunakan Objek (Pos 3: Melempar dan Menangkap)Belum mampu mengontrol lemparan bola ke arah keranjang dan belum mampu menangkap bola dengan kedua tangan.Mampu melakukan lemparan bola ke arah keranjang tetapi arahnya meleset, serta menangkap bola dengan bantuan dekapan badan.Mampu mempraktikkan gerak melempar bola satu tangan terarah masuk/mendekati keranjang dan menangkap bola dengan kedua tangan secara terkontrol.Mampu mempraktikkan gerak melempar bola satu tangan tepat masuk ke dalam keranjang secara konsisten serta menangkap bola dengan kedua tangan secara mantap dan cekatan.
Pemahaman Konsep Ruang Gerak dalam PermainanBelum mampu memberikan penjelasan lisan mengenai cara memanfaatkan ruang gerak agar tidak bertabrakan saat bermain.Mampu memberikan jawaban lisan singkat namun belum tepat mengaitkan dengan pemanfaatan ruang kosong (misalnya hanya menjawab 'hati-hati').Mampu menjelaskan secara lisan dengan tepat cara memanfaatkan ruang kosong/lapang atau menjaga jarak agar tidak bertabrakan saat bermain (sesuai acuan).Mampu menjelaskan secara lisan dengan runtut, jelas, dan tepat tentang efektivitas melihat ruang kosong, memilih jalur yang tidak ada halangan/orang, serta mengatur jarak aman saat bergerak.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan waktu rotasi sirkuit gerak fundamental di tiap pos berjalan efektif untuk mengamati capaian seluruh 28 murid?
  • Bagaimana ketercapaian murid kelas 2 secara umum dalam menguasai kombinasi gerak nonlokomotor, lokomotor, dan manipulatif pada bab ini?

Murid:

  • Gerakan mana yang paling mudah dan paling menantang bagimu saat melewati pos-pos tadi?
  • Apakah kamu merasa senang dan bangga telah menyelesaikan semua tantangan gerak di Bab 1 ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru PJOK untuk SD/MI Kelas II, Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek 2024
  2. Buku Siswa PJOK untuk SD/MI Kelas II, Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek 2024
  3. Peluit dan stopwatch untuk penanda aba-aba waktu gerak patung
  4. Area lapangan rumput atau matras olahraga yang aman dan rata
  5. Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2024)
  6. Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2024)
  7. Peralatan: kun/kerucut pembatas lintasan (minimal 8 buah), bendera warna merah dan hijau, peluit, dan area lapangan terbuka yang rata.
  8. Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas II, Kemendikbudristek 2024
  9. Buku Teks Utama PJOK SD/MI Kelas II, Bab 1: Ayo, Gerakkan Badanmu!, Kemendikbudristek 2024
  10. Simpai (hula hoop) dan ban karet bekas/rintangan garis penanda lintasan
  11. Peluit dan stopwatch
  12. Buku Panduan Guru PJOK untuk SD/MI Kelas II, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021.
  13. Buku Siswa PJOK untuk SD/MI Kelas II, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021 (Bab 1 Subbab Bermain Bola Ajaib).
  14. Bola plastik / bola karet lunak berukuran sedang dan besar.
  15. Peluit dan corong/kerucut pembatas area gerak (cone).
  16. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas II, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
  17. Buku Siswa PJOK Kelas II SD/MI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
  18. Bola sepak ukuran 3 atau 4, bola plastik/busa, corong (cone) penanda lintasan, dan botol bekas/kerucut sasaran gawang
  19. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas II, Puskurbuk Kemendikbudristek 2024
  20. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas II, Kemendikbudristek 2024 (Bab 1)
  21. Lapangan sekolah/area terbuka yang aman
  22. Kun/corong penanda batas ruang gerak (12 buah)
  23. Peluit dan rompi penanda warna (10 buah)
  24. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2024). Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas II.
  25. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2024). Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas II.
  26. Peluit, stopwatch, keranjang bola, bola kecil/tenis, kardus rintangan rendah, cone/penanda lintasan, dan lembar observasi penilaian sumatif.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.